Tag: Menkominfo

  • Menkominfo Gak Jadi Blokir X, Tapi Larang Pornografi dan Judi! Netizen Ngakak!

    Menkominfo Gak Jadi Blokir X, Tapi Larang Pornografi dan Judi! Netizen Ngakak!

    Berita Video

    Jakarta, Sorbansantri.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memblokir media sosial X, namun menegaskan bahwa platform tersebut tidak boleh menampilkan konten pornografi dan judi. Dalam pesannya kepada masyarakat yang khawatir tentang kemungkinan penutupan media sosial X, Budi Arie mengajak semua pihak untuk turut menjaga ruang digital agar tetap sehat dan bermanfaat bagi penggunanya.

    Budi Arie menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan online yang aman dan bebas dari konten negatif. Ia menggarisbawahi bahwa meskipun pemerintah tidak akan memblokir X, pengawasan terhadap konten yang melanggar aturan tetap akan dilakukan dengan tegas.

    Pernyataan ini langsung mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Beberapa komentar kocak pun muncul, seperti menyebut bahwa pemerintah tidak berani memblokir X karena pendapatan pajak yang diperoleh dari platform tersebut cukup besar. Ada juga yang berkomentar bahwa sekuat apapun Kominfo berusaha, keputusan akhir tetap berada di tangan Elon Musk, pemilik media sosial X.

    Reaksi netizen ini mencerminkan keraguan dan kekritisan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam mengatur platform digital besar. Hal ini juga menggambarkan kekuatan ekonomi dan pengaruh yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan teknologi global, serta tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengawasi konten di era digital. (AI Sorban)

    @beritasorban Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pemerintah tidak akan memblokir media sosial X. Namun, ia menegaskan bahwa konten pornografi dan judi tetap dilarang di platform tersebut. Budi Arie mengajak masyarakat untuk menjaga ruang digital agar tetap sehat dan aman. Netizen pun merespons dengan berbagai komentar kocak. Beberapa menyindir bahwa pemerintah tak berani memblokir X karena pendapatan pajak yang tinggi, sementara yang lain menyebut keputusan akhir tetap di tangan Elon Musk, pemilik X. Reaksi ini mencerminkan skeptisisme publik terhadap kemampuan pemerintah mengatur platform digital besar dan menggambarkan pengaruh besar perusahaan teknologi global. #Menkominfo #BlokirX #LaranganKontenNegatif #NetizenNgakak #Kominfo #fyp #breakingnews ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Sindiran Pedas untuk Menkominfo: Krisis Keamanan Siber, Semua server TNI dinonaktifkan, Bagaimana Nasib Data Kita?

    Sindiran Pedas untuk Menkominfo: Krisis Keamanan Siber, Semua server TNI dinonaktifkan, Bagaimana Nasib Data Kita?

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Keamanan siber di Indonesia kembali menjadi sorotan setelah serangan peretasan besar-besaran melumpuhkan server TNI dan 210 lembaga pusat serta daerah yang terhubung dengan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Dalam kejadian ini, semua server TNI dinonaktifkan sementara, menunjukkan kelemahan signifikan dalam sistem keamanan data kita.

    Menkominfo, di mana perhatian Anda saat negara ini sedang mengalami krisis keamanan siber yang serius? Kita berbicara tentang peretasan yang menargetkan lembaga-lembaga vital, termasuk Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Data penting dan rahasia yang bocor dijual di pasar gelap oleh seorang peretas yang dikenal sebagai MoonzHaxor. Lantas, apa tindakan nyata dari Kemenkominfo untuk mencegah dan menangani bencana ini?

    “Langkah kami menonaktifkan semua server sementara waktu,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal Nugraha Gumilar. Tentu saja, menonaktifkan server adalah langkah yang perlu diambil. Namun, apakah ini solusi jangka panjang yang dapat diandalkan? Bukankah seharusnya Kemenkominfo memiliki rencana pencegahan yang lebih solid sebelum situasi ini terjadi?

    Sementara itu, akun Twitter dengan centang biru, FalcoonFeed.oi atau @FalconFeedsio, mengunggah tangkapan layar penjualan sistem milik Bais TNI. Unggahan tersebut menjelaskan bahwa data dibocorkan oleh MoonzHaxor, pelaku yang sama yang menyerang INAFIS Polri dan PT Astra International Tbk. Ini menambah daftar panjang kegagalan kita dalam menjaga keamanan data.

    Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, mengatakan bahwa saat ini sedang dilakukan upaya migrasi data dan evaluasi sistem. “Kami lagi bekerja untuk mengatasi terutama pelayanan publik agar bisa berjalan kembali seperti sediakala,” katanya. Namun, pertanyaan besarnya adalah: mengapa kita selalu bereaksi setelah serangan terjadi? Dimana antisipasi dan tindakan proaktif yang seharusnya menjadi prioritas utama?

    Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Hinsa Sirabuan, menambahkan bahwa data INAFIS Polri yang dijual di pasar gelap adalah data lama. Namun, apakah ini berarti kita hanya bisa bernafas lega sementara? Bukankah setiap kebocoran, entah lama atau baru, menunjukkan bahwa ada celah serius dalam sistem keamanan kita?

    Menkominfo harus segera mengambil langkah konkret dan bukan hanya sekadar reaktif. Ini adalah era digital di mana data adalah aset paling berharga. Kehilangan atau kebocoran data tidak hanya merugikan instansi pemerintah tetapi juga bisa berdampak luas pada keamanan nasional. Kita butuh solusi nyata, bukan janji manis atau langkah-langkah sementara.

    Rakyat Indonesia berhak merasa aman dan percaya bahwa data mereka dilindungi dengan baik. Sudah saatnya Menkominfo berbenah dan menunjukkan tindakan nyata untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Jika tidak, kita hanya akan terus terjebak dalam lingkaran kegagalan yang sama. (AI Sorban)

    @beritasorban Serangan siber besar-besaran kembali mengungkap kelemahan serius dalam sistem keamanan data Indonesia. Semua server TNI dinonaktifkan sementara setelah peretasan 210 website lembaga pusat dan daerah di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS). Menkominfo, di mana perhatian Anda? Peretas bernama MoonzHaxor berhasil membocorkan data penting milik Badan Intelijen Strategis TNI, dan data ini dijual di pasar gelap. Rakyat butuh tindakan nyata, bukan hanya reaksi sementara. Dimana antisipasi dan langkah proaktif dari Kemenkominfo? Saatnya Menkominfo berbenah dan memastikan keamanan data kita terjaga. #MenkominfoBerkacaDiri #KeamananSiber #PeretasanTNI #DataIndonesia #GagalLagi #TindakanNyata #AmanahData #CelahKeamanan #SeranganSiber #KeamananData #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Menkominfo Klarifikasi Rumor Elaelo sebagai Pengganti X

    Menkominfo Klarifikasi Rumor Elaelo sebagai Pengganti X

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi, memberikan klarifikasi terkait rumor tentang aplikasi media sosial Elaelo yang disebut-sebut sebagai pengganti X atau Twitter di Indonesia. Budi Arie menegaskan bahwa pemerintah belum menyiapkan media sosial pengganti X. “Enggak tahu siapa yang lemparin. Pemerintah belum ada rencana bikin aplikasi pengganti X,” kata Budi Arie kepada Tempo melalui pesan singkat.

    Aplikasi Elaelo viral di media sosial setelah pemerintah menyatakan penolakannya terhadap kebijakan X yang memperbolehkan peredaran konten pornografi secara bebas. Elaelo mengklaim bahwa servernya dibuat oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), namun situsnya tampak belum maksimal untuk program servernya. Pengguna sering mengalami kesulitan login dan gagal mengakses platform tersebut. Aplikasi ini juga menggunakan logo burung garuda dengan musik Mars Pancasila.

    Sebelumnya, Budi Arie mengancam akan memblokir akses media sosial X di Indonesia jika masih menampilkan konten pornografi. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari pihak X mengenai rencana pemerintah tersebut. Indonesia memiliki jumlah pengguna media sosial yang besar, dengan X memiliki 24,85 juta pengguna di negara ini menurut data dari Statista. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya terkait aplikasi pengganti X. (AI Sorban)

    @beritasorban Menkominfo Budi Arie Setiadi angkat bicara mengenai rumor aplikasi Elaelo sebagai pengganti X, atau Twitter, di Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana untuk membuat media sosial pengganti X. Aplikasi Elaelo menjadi viral setelah pemerintah menyatakan penolakannya terhadap kebijakan X yang membiarkan konten pornografi beredar bebas. Meskipun Elaelo mengklaim servernya dibuat oleh Kominfo, situsnya belum optimal dan sering mengalami gangguan akses. Sebelumnya, Budi Arie mengancam akan memblokir X di Indonesia jika masih menampilkan konten pornografi, namun belum ada tanggapan dari pihak X. Indonesia memiliki 24,85 juta pengguna X, menurut Statista. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. #Menkominfo #BudiArieSetiadi #Elaelo #PenggantiX #MediaSosial #Indonesia #Kominfo #KontenPornografi #Twitter #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri