Tag: menteri agama

  • Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!

    Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!


    wp.sorbansantri.com
    – Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, tiba dengan penuh kehormatan di acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta. Kedatangannya disambut oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan penghormatan khusus menggunakan karpet merah.

    Gibran, yang mengenakan kemeja krem dan peci hitam, tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana di lokasi terlihat meriah dengan tenda ornamen berwarna putih hijau di pintu masuk dan panggung tertutup di halaman depan Kantor PBNU.

    Tidak hanya disambut oleh Yahya Cholil Staquf, Gibran juga bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kehadiran Gibran juga diantisipasi oleh Prabowo Subianto, beberapa menteri kabinet Indonesia maju, dan duta besar negara sahabat.

    Laman: 1 2

  • DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Kamis, 03 Maret 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Surakarta ( PUSKOHIS ) gelar Diskusi Publik Nasional dan  berjudul “Sosialisasi SE Menag No. 5 Tahun 2022 dan Kajian Fiqih Masjid Perspektif Fiqih Perbandingan Madzhab”. Acara kali ini berbeda dengan acara sebelumnya, karena acara ini menghadirkan 2 Pakar disiplin ilmu berbeda dari 2 keahlian berbeda yang pertama Advokat Tata Negara dan yang kedua Ulama Ahli Fiqih Perbandingan Mazhab. Acara ini juga mengundang para ahli hukum, advokat, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dosen, politisi, mahasiswa , praktisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

    Diskusi Publik Nasional yang dihadiri 453 peserta ini dipandu oleh Advokat dan Pengacara Moch. Tommi, S.H. dimulai pukul 19.00 WIB. Diskusi Publik Nasional ini diawali dengan Pemaparan argumentasi Ilmiah dari Keynote Speaker yaitu R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H, MA. Yang merupakan Direkur PUSKOHIS UIN Surakarta dan Pengurus Bidang Dakwah dan Pengkajian Masjid Dewan Masjid Indonesia Surakarta. Dosen Ilmu Hukum UIN R.M. Said Surakarta yang aktif dalam kajian dibidang Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab ini  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, konsekuensi sebagai negara hukum adalah setiap perkara haruslah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Adanya SE Menteri Agama No. 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala ini menjadi batu loncatan berfikir cerdas dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, bahwa dari Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala hendaknya diatur agar menghadirkan kesejukan dan sajian maksimal didalam dakwah islam, SE Menteri Agama ini mengatur bukan melarang sebagaimana berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Dengan keluarnya SE Menteri Agama, ini menjadi bukti adanya kepekaan Menteri Agama Indonesia dalam setiap masalah keagamaan dari mulai hal terkecil sampai hal terbesar dalam agama.

  • Gus Yaqut: ” pembubaran FPI itu adalah HOAKS”

    Gus Yaqut: ” pembubaran FPI itu adalah HOAKS”

    wp.sorbansantri.com – Beberapa bulan ke belakang nama Front Pembela Islam atau FPI banyak diperbincangkan publik.

    Pemberitaan soal FPI mulai mencuat setelah anggotanya terlibat bentrok dengan aparat pada Senin, 7 Desember 2020.

    Dalam bentrok tersebut enam anggota laskar FPI dinyatakan tewas.

    Terkait organinasi tersebut, Menteri Agama (menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yakut memberikan penjelasan soal status FPI di Tanah Air.

    Menang Gus Yaqut menyatakan bahwa secara normatif organisasi FPI tidak ada.

    Pernyataan tersebut disampaikan Menag di sela kegiatan berziarah ke makam ayahanda, Kiai Cholil Bisri dan leluhur di makam desa Kabongan Kidul, kabupaten Rembang, Jawa Tengah , Jumat 25 Desember 2020.

    Pernyataan tersebut keluar setelah diketahui bahwa Front Pembela Islam (FPI) tidak memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Kalau disebut FPI, FPI itu sekarang ini enggak ada. Organisasinya secara hukum enggak memperpanjang SKT di Kementerian Dalam Negeri, “ katanya.

    Diberitakan sebelumnya Galamedia dalam artikel yang berjudul “Menteri Agama Gus Yaqut, ‘FPI Itu Sekarang Enggak Ada“, Menag Gus Yaqut menegaskan bahwa kabar soal pembubaran FPI itu adalah hoaks.

    “Kabar Presiden mau bubarkan FPI itu hoaks, dicek dulu kebenarannya. Soalnya FPI itu tidak terdaftar di Kemendagri ,” kata Gus Yaqut.

    Sebelumnya diberitakan, telah beredar Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, tertanggal 23 Desember 2020, tentang pembubaran sejumlah organisasi masyarakat (Ormas).

    Sebanyak enam ormas rencananya akan dibubarkan, termasuk salah satunya adalah FPI.

    Menanggapi itu, kuasa hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan Surat telegram tersebut tidak jelas.

    Hal itu dikarenakan Peratuturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) yang dirujuk nomornya tidak tercantum nomornya.

    “Perppu nomor berapa yang dimaksud dalam telegram tersebut? Bila tidak ada Perppunya maka berita tersebut dapat diklasifasikan berita hoax dan penyebaran berita bohong,” kata Aziz.

    Dalam STR/965/XI/IPP.3.1.6/2020 yang beredar disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Perppu mengenai Pembubaran Ormas.

    P tersebut disebut jadi dasar untuk membubarkan ormas yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan aturan yang berlaku lainnya.***(Dicky Aditya/Galamedia News)

  • Saatnya mengembalikan Agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.

    Saatnya mengembalikan Agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.

    wp.sorbansantri.com – Agama harus kembali menjadi penerang jiwa-jiwa setiap warga bangsa, sebagai penerang yang menenangkan setiap insan ketika dalam kesulitan. Agama kembali masuk ke sanubari masing-masing dan menuntun setiap manusia menjadi pribadi yang peduli pada sesama dan menebarkan welas asih untuk seru sekalian alam.

    Jangan ada lagi pemanfaatan agama untuk membenturkan kelompok satu dengan yang lain, jangan ada lagi agama sebagai kendaraan untuk pencapaian tujuan politik yang mengganggu stabilitas Negara.

    Kementerian Agama harus menjadi rumah bersama seluruh umat beragama di Indonesia, layanan Kementerian harus kompetitif dan selaras dengan perkembangan zaman. Permudah masyarakat untuk mendapatkan layanan berbasis kompetensi yang transparan, akuntabel dan cepat merespon masyarakat.

    Keselarasan 2 hal diatas sangat didukung dengan kesiapan dan kemampuan SDM di Kementerian Agama, mari kita semua menyatukan komitmen untuk menjadi pelayanan masyarakat yang bisa diandalkan. Semoga Allah SWT menguatkan kita semua bisa berkontribusi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Wallahul muwafiq Illa aqwamith Thariq
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

    GUS YAQUT

  • Menag Baru yang Punya Riwayat Berseteru dengan FPI

    Menag Baru yang Punya Riwayat Berseteru dengan FPI

    Jakarta, wp.sorbansantri.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama RI. Saat menjadi Ketum GP Anshor, Gus Yaqut pernah dikaitkan FPI dengan insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Dikutip dari situs DPR, Gus Yaqut dilahirkan di Rembang, 4 Januari 1975. Dia merupakan Ketum GP Anshor–organisasi sayap Nahdlatul Ulama–Periode 2015-2020. Dia menyelesaikan pendidikan dasar dan menengahnya di Kutoharjo dan Rembang. Dia sendiri merupakan adik dari Gus Yahya Staquf yang tadinya sempat diisukan menjadi Menag. Dia pernah menjadi Wakil Bupati Rembang periode 2005-2010 melalui PKB. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Bandung dan PMII Depok. Namun dia lebih dikenal sebagai Ketum GP Anshor. Gus Yaqut dilantik menjadi anggota DPR periode 2014-2019 dari PKB sebagai pergantian antarwaktu (PAW) Hanif Dhakiri yang saat itu menjadi Menaker. Lalu, dia kembali menjadi anggota DPR periode 2019-2024. Kontroversi dengan FPI Gus Yaqut juga pernah dikait-kaitkan dengan insiden pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut. Wakil Ketua Umum DPP FPI Jafar Shodiq dalam audiensi dengan pihak Kemenko Polhukam dalam Aksi Bela Tauhid. Pihaknya meminta Ketum GP Ansor Yahya Cholil Qoumas diadili. “Yang pasti, apa yang kita sampaikan, pertama, Yaqut harus diadili pimpinan Banser; yang kedua, pimpinan Ansor,” kata Jafar di mobil komando, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018). Terkait kasus pembakaran bendera ini, Yaqut telah menyatakan yang dibakar oleh oknum anggotanya di Garut adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ormas yang sudah dibubarkan pemerintah. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan hal serupa dengan acuan pengakuan Uus Sukmana si pembawa bendera, yang menyatakan memang membawa bendera HTI. Gus Yaqut juga mempersilakan FPI untuk melaporkannya. Tak sampai di situ saja, Gus Yaqut juga sempat mengomentari kepulangan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang hendak pulang ke Indonesia. Dia menilai Habib Rizieq tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan revolusi. “Sama sekali nggak percaya. Dia tidak memiliki kekuatan dan prasyarat yang cukup untuk melakukan revolusi itu,” kata Ketua DPP PKB Yaqut Cholil Qoumas kepada wartawan, Rabu (14/10). Saat pengumuman pergantian posisi menteri, Jokowi membuat kejutan. Dia memilih Gus Yaqut. Padahal tadinya yang diisukan menjadi Menag ialah kakaknya, Gus Staquf. “Yang keempat, Yaqut Cholil Qoumas,” kata Presiden Jokowi dalam pengumuman menteri baru di Istana Merdeka, Selasa (22/12/2020). “Akan kita berikan tanggung jawab sebagai Menteri Agama,” imbuh Jokowi. Yaqut Cholil Qoumas saat ini berstatus anggota DPR RI. Dia menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR. (red)
  • Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto Kasih Ucapan Selamat

    Gus Yaqut Menjadi Menteri Agama, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto Kasih Ucapan Selamat

    wp.sorbansantri.com- Ada kejutan baru pada pemberitaan politik nasional. Pada hari selasa 22 Februari 2020, Presiden Jokowi tiba tiba mengumumkan reshufle kabinet barunya. Ada 6 menteri baru yang diumumkan menggantikan posisi menteri yang lama. Salah satu Menteri yang diangkat itu adalah Yaqut Chalil Qoumas atau yang lebih akrab dipanggil Gus Yaqut.

    Untuk diketahui saat ini Gus Yaqut itu lahir di Rembang, 04 Januari 1975. Lulus dari SDN Kutoharjo (1981 – 1987), Gus Yaqut lantas melanjutkan pendidikannya ke SMPN II Rembang (1987 – 1990) lalu meneruskan pendidikannya ke SMAN II Rembang (1990 – 1993) dan Universitas Indonesia Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). Selama di Universitas Indonesia, Gus Yaqut pernah menjadi Ketua PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Depok tahun 1997-1999. Karir politiknya, ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PKB Rembang (2001-2015) dan menjadi anggota DPRD Rembang (2004-2005) hingga ia terpilih sebagai Wakil Bupati Rembang (2005-2010).

    Pada Kongres GP. Ansor  XV yang digelar di Pondok Pesantren Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Gus Yaqut terpilih secara aklamasi menjadi ketum GP. Ansor periode 2015-2020 menggantikan Nusron Wahid. Ia juga pada 27 Januari 2015, dilantik menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari PKB.

    Ditunjuknya ia menjadi Manteri Agama menggantikan Fakhur Rozi membuat semua orang menaruh harapan di pundaknya. Gus Ali Nasih Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto menaruh harapan kepada Ketua Umum Ansor itu,

    “Menurut saya sebuah kehormatan bagi kami PC.GP.Ansor kab.mojokerto mempunyai pimpinan yang diberi amanah oleh Presiden menjadi Menteri Agama. Dan hal ini sangat penting dalam kejelian melaksanakan tugas urusan agama yang kita semua tahu bahwa tugas berat ini dalam menyamakan persepsi antar agama bersanding dengan agama yg berbeda beda. Tapi saya yakin Ketua kami, Gus Yaqut bisa lebih dalam menjawab amanah presiden” tutur Gus Ali Nasih, Ketua GP. Ansor Kab. Mojokerto

    Gus Ali Nasih juga memberikan ucapan selamat atas capaian Ketua Umum GP. Ansor tersebut,

    “Selamat dan Sukses buat Gus Yaqut. GP.Ansor Hari Ini Adalah NU masa depan” imbuhnya. (Is)

  • Kepada NU Dan Banser Mojokerto. Bersediakah Kalian Menolong Kami Lagi?

    Kepada NU Dan Banser Mojokerto. Bersediakah Kalian Menolong Kami Lagi?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lagi-lagi terjadi di Indonesia. Hak beribadah dijadikan musyawarah. Musyawarahnya pun musyawarah tanpa peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sama sekali tidak ada perwakilan dari gereja, lembaga Kristen, Bimas Kristen atau setidaknya dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Lalu setelah itu pihak desa sok bijak meminta Sumarmi memenuhi persyaratan SKB dua menteri sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah. Sementara sebelumnya, renovasi rumah Sumarmi tiba-tiba jadi polemik setelah berhembus kabar bahwa kediaman Sumarmi akan dijadikan gereja gara-gara bentuk renovasi rumahnya menyerupai gereja lengkap dengan glassblock salib di eksterior depan bagian atas. Sumarmipun sudah mengalah menghilangkan glassblock itu sehingga tidak ada salib.

    Melihat kelakuan mereka yang seperti ini, mungkinkah ijin mendirikan gereja di rumah Sumarmi didapatkan? Sementara melihat salib doang berupa glassblock, mereka sudah ketakutan kejang-kejang begitu. Trus gaya-gaya mau mengijinkan sebuah gereja berdiri di sana? Ngga mungkin banget khan.
    Yang menyakitkan adalah saat kegiatan ibadah dan doa bersama umat Kristen dianggap sebagai kegiatan yang meresahkan warga. Sekarang mari kita bayangkan jika ada warga minoritas mengatakan ibadah dan doa bersama umat mayoritas adalah kegiatan yang meresahkan warga. Pasal penistaan pasti langsung bicara. Dari kasus inilah saya menumpahkan semua isi hati saya dalam artikel ini. Sejahat itukah kalian memperlakukan orang lain, sementara diri kalian sendiri tak suka diperlakukan seperti itu? Lalu kepada siapakah kami warga minoritas bisa mengadu tentang ketidakadilan seperti ini selain kepada Tuhan?
    Mengadu pada Presiden Jokowi sudah sering kami lakukan lewat banyak tulisan. Tapi tampaknya Jokowi terlalu sibuk dengan pembangunan berderet-deret infrastruktur yang ada. Mengadu pada Menteri Agama “Islam” RI juga sama saja. Inilah yang dinamakan salah mengadu.
    Dari sinilah saya langsung teringat pada teman-teman NU dan Banser yang selama ini sangat baik pada kami umat minoritas. Saya terkenang pada Banser Riyanto dari Mojokerto. Atas dasar inilah saya memberanikan diri minta tolong “lagi” pada teman-teman NU dan Banser Mojokerto untuk membantu menyelesaikan masalah intoleransi di sana. Semoga kali ini saya tidak salah mengadu. Amin. Terpujilah Tuhan.
    (Berikut adalah berita yang redaksi peroleh dari Group FB yang bersumber dari seword)
    (ABI SORBAN)