Tag: minuman

  • KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI

    KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI

    Malaikat Jibril AS:

    ”Wahai Rasulullah, Barang siapa yang membaca shalawa keatasmu, tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan aku bimbing tangannya dan akan aku bawa di melintasi titian (Shirathal Mustaqim) seperti kilat menyambar”.

    @beritasorban

    KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI Malaikat Jibril AS: ”Wahai Rasulullah, Barang siapa yang membaca shalawa keatasmu, tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan aku bimbing tangannya dan akan aku bawa di melintasi titian (Shirathal Mustaqim) seperti kilat menyambar”. Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/kisah-dahsyatnya-sholawat-nabi/ sorbansantri beritasorban sholawat #hikmah

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Malaikat Mikail AS:

    ”Ya Rasulullah, mereka yang bersholawat keatasmu, akan aku beri mereka itu minuman dari telagamu”

    Malaikat Isrofil AS:

    ”Mereka yang bershalawat kepadamu, aku akan sujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku, sehingga Allah SWT mengampuni orang itu (yang bershalawat)”.

    Malaikat Izrail AS:

    ”Bagi mereka yang bershalawat kepadamu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh pada Nabi-nabi”.

    Allahumma Sholli ”Alla Sayyidina Muhammad Wa’Alaa Ali Sayyidina Muhammad.

    Kutipan dari kitab: Kifayatul Atqiya.

    Laman: 1 2 3

  • Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    wp.sorbansantri.com – Ketegangan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis telah memunculkan sorotan baru dalam ranah hiburan Indonesia, menyoroti isu sensitif tentang penggunaan anak dalam konten media sosial. Konflik ini, yang awalnya terjadi karena perbedaan pandangan tentang batasan penggunaan anak dalam konten, akhirnya mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka. Namun, di balik drama perceraian ini, terselip hikmah yang mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak di era digital.

    Perdebatan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis mencerminkan dilema yang lebih besar dalam industri konten digital, di mana penggunaan anak dalam konten media sosial seringkali menjadi kontroversi. Ryan, yang dikenal sebagai advokat anak, menegaskan pentingnya menghormati hak anak untuk privasi dan perlindungan dari eksploitasi. Sementara itu, Ricis cenderung melihat anak sebagai alat untuk popularitas dan pendapatan.

    Laman: 1 2

  • Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    wp.sorbansantri.com – Pabrik Sepatu Bata yang telah menjadi bagian dari pemandangan Purwakarta selama 30 tahun terakhir akhirnya ditutup. Keputusan ini, diumumkan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEK), telah mengundang sorotan luas. Namun, yang paling mencolok adalah gelombang nostalgia yang muncul di kalangan netizen, khususnya mereka yang merasa terhubung dengan merek ini sejak masa SD.

    Berita penutupan ini menyentuh hati banyak orang, karena Sepatu Bata bukan hanya sekadar sepatu biasa. Merek ini adalah bagian tak terpisahkan dari kenangan masa kecil bagi banyak orang. Setiap pasang sepatu Bata mewakili lebih dari sekadar alas kaki; ia mengingatkan pada petualangan, persahabatan, dan belajar di masa sekolah dasar.

    Desain yang sederhana namun elegan, serta kualitas yang teruji, menjadikan sepatu Bata pilihan favorit di kalangan pelajar. Terlebih lagi, setiap awal tahun ajaran baru, sepatu Bata menjadi simbol kebanggaan bagi banyak anak-anak. Mereka tidak hanya merasa siap untuk belajar, tetapi juga merasa bangga dengan langkah mereka yang diawali dengan sepatu Bata.

    Laman: 1 2

  • Habib Luthfi: Pimpinan Sadati ‘Alawiyyin yang Diakui dalam Mimpi Rasulullah

    Habib Luthfi: Pimpinan Sadati ‘Alawiyyin yang Diakui dalam Mimpi Rasulullah

    wp.sorbansantri.com – Sebuah peristiwa menarik terjadi ketika seorang Habib Sepuh dari Kota Pasuruan, Fam Assegaf, bertanya kepada Habib Luthfi tentang Alawiyyin. Dalam pertemuan itu, Habib Luthfi menceritakan mimpi yang menjadi saksi atas peran pentingnya dalam dunia spiritual.

    Dalam mimpi tersebut, beliau disuruh bertabaruk kepadanya oleh Baginda Rasulullah, sebagai pimpinan Sadati ‘Alawiyyin di zaman ini. Habib Luthfi menjelaskan bahwa setahun yang lalu, ia mendapat amanat langsung dari beberapa guru Thoriqoh terkemuka, termasuk Syekh Ahmad At-Tijani yang memegang posisi paling depan di antara mereka. Amanat tersebut menguatkan perannya sebagai pemimpin dalam dunia Thoriqoh.

    Habib Luthfi menyampaikan pesan ini dengan keyakinan, bahwa apa yang disaksikan dalam mimpi dan amanat yang diterimanya merupakan bagian dari perjalanan spiritual yang penting bagi umat Islam, terutama yang terkait dengan Thoriqoh dan Alawiyyan.

    Habib Sepuh dan Syekh Ahmad At-Tijani: Habib Sepuh adalah sebutan untuk seorang Habib yang telah lama berada dalam lingkaran keilmuan Islam, sering kali disebut sebagai sesepuh atau senior di kalangan Habaib. Sementara itu, Syekh Ahmad At-Tijani adalah seorang sufi terkemuka yang mendirikan Thoriqoh Tijaniyyah, sebuah aliran sufi yang memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam.

    Thoriqoh dan Alawiyyin: Thoriqoh adalah salah satu aliran dalam tasawuf yang mengajarkan metode dan praktik-praktik spiritual untuk mencapai kesadaran diri dan dekat dengan Allah. Alawiyyin merujuk kepada keluarga atau keturunan Nabi Muhammad SAW, yang dalam konteks spiritual, memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam.

    (AI Sorban)

  • Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung sebagai Pusat Kehidupan Komunitas

    Warung Madura bukan hanya tempat untuk membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial di komunitas-komunitas tempat mereka berada. Masyarakat sering kali berkumpul di warung, bertukar cerita, berdiskusi tentang berita terbaru, atau sekadar menikmati kebersamaan. Inilah yang membuat warung Madura begitu penting bagi kehidupan sosial di Indonesia.

    Tradisi Tak Pernah Tutup

    Salah satu hal yang membedakan warung Madura dari warung lainnya adalah kebiasaan mereka untuk tetap buka sepanjang hari dan malam. Meskipun warung lain mungkin tutup pada larut malam atau saat hari libur, warung Madura tetap setia melayani pelanggan mereka. Ini menjadi fenomena yang menarik dan unik dalam budaya kuliner Indonesia.

    Faktor-faktor Penentu

    Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa warung Madura memiliki kebiasaan untuk tidak pernah tutup. Pertama, ini mungkin karena kebutuhan ekonomi. Banyak pemilik warung Madura bergantung pada pendapatan harian dari penjualan makanan dan minuman mereka. Menutup warung untuk sehari saja bisa berarti kehilangan penghasilan yang signifikan.

    Selain itu, ada juga faktor budaya dan tradisi. Di beberapa daerah, warung Madura telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Keterbukaan mereka sepanjang waktu dapat dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi.

    Tantangan dan Keunggulan

    Tentu saja, menjaga warung tetap buka sepanjang waktu juga memiliki tantangan tersendiri. Pemilik warung harus siap untuk bekerja secara terus-menerus, kadang-kadang tanpa istirahat yang cukup. Namun, hal ini juga memberikan keunggulan kompetitif bagi warung Madura. Mereka menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang mencari tempat untuk makan atau minum di tengah malam atau pada jam-jam sibuk lainnya.

    Kesimpulan

    Warung Madura adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran mereka yang konstan, baik siang maupun malam, tidak hanya memberikan akses kepada makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan dalam komunitas. Fenomena warung Madura yang tidak pernah tutup adalah contoh nyata dari keuletan, ketahanan, dan nilai-nilai budaya yang kental dalam masyarakat Indonesia. (AI Sorban)

  • KOPI PERTAMA KALI DITEMUKAN OLEH SEORANG WALIYULLAH

    KOPI PERTAMA KALI DITEMUKAN OLEH SEORANG WALIYULLAH

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Tahukah anda, bahwa penemu Kopi atau Qahwah pertama kali adalah seorang waliyullah dari negeri Yaman bernama Syeikhul Kabir Ali bin Umar Asy-Syadzili. Kemudian, penemuan itu disebarkan ke berbagai tempat oleh Kemudian disebarkan ke berbagai tempat oleh Quthubul Ma’la Imam Abu Bakar Alaydrus.

    Riwayat penemuan Qahwah atau Kopi itu tertulis dalam Kitab Fakhrul Mawalim Fi Manaqib Syeikh Abi Bakar bin Salim halaman 119-121 karya Sayyid Mustafa Al-Khirid.

    Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menyatakan bahwa menggunakan sesuatu yang mubah untuk kebaikan akan bernilai pahala. Para Sufi dan ulama sangat menggemari kopi karena dapat memberikan semangat mereka dalam menimba ilmu dan beribadah malam.

    Sayyidil A’dzam Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Attas (Guru Futuh Imam Ali Shohibul Maulid) biasa meminum Kopi seusai melaksanakan Qiyamul Lail, sebelumnya beliau akan membaca Fatihah sebanyak tiga kali.

    Pertama khusus dihadiahkan untuk Sayyidina Faqih Muqaddam, kedua untuk Syeikh Ali bin Umar Asy-Syadzili selaku penemu kopi dan maha gurunya, Quthub Akbar Imam Abu Hasan Asy-Syadzili Al-Hasani, ketiga untuk semua kaum Muslimin.

    Demikian pula Sayyidina Syeikh Abu Bakar bin Salim, beliau amat menyenangi kopi dan terbiasa duduk dari fajar hingga menjelang Dzuhur dengan suguhan Kopi di depannya.

    Beliau juga banyak menyarankan orang untuk meminum Kopi dengan niat menyegarkan stamina tubuh kala beribadah kepada Allah. Minuman yang paling populer di rumah dan majelis-majelis Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah kopi.

    Sumber : Kitab Fakhrul Mawalim Fi Manaqib Syeikh Abi Bakar bin Salim hal 119-121 karya Sayyid Mustafa Al-Khirid