Sorbansantri.com –Sooko– Ahad pagi (4/4) Pengurus MWCNU Sooko melaksanakan Musyawarah Kerja ke 2 dalam rangka konsolidasi, koordinasi juga mensukseskan berbagai program2 NU di wilayah Kecamatan Sooko. Kegiatan tersebut berlangsung di gedung TPQ Miftahul Mubtadi’in Desa Wringinrejo.
Dalam Musker II kali ini dibagi menjadi 3 sidang Komisi, yang masing2 Sidang komisi membahas materi program kerja NU Sooko. Ruang Sidang A membahas tentang Organisasi dan Administrasi. Ruang Sidang B membahas tentang Penyusunan Program Kerja NU. Dan Ruang Sidang C membahas tentang Rekomendasi Kegiatan NU.
KH.Abd.Rohman, M.Pd. dalam sambutannya menekankan pentingnya konsolidasi pengurus NU di wilayah Kecamatan Sooko. Karna tantangan program2 NU ke depanĀ membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama ujung tombak kegiatan NU adalah ranting NU. Sebagai pengurus antar waktu, banyak PR yang harus kita dikerjakan, terutama PR menyelesaikan pembangunan gedung MWC yang masih 40% sekaligus surat2nya, ini menjadi PR kita bersama, katanya.
Dalam musker 2 ini, nanti akan dibahas pula bagaimana meningkatkan pendapatan koin NU, giat silaturahmi MWC (liwetan), giat LBM dan pengajian Fathul qorib, Lailatul ijtima’, santunan fakir miskin dan yatim piatu, dll, imbuhnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen NU, InsyaAlloh, semua cita2 dan harapan NU di wilayah Kecamatan Sooko, program2nya akan sukses. (red.slamet)
Sorbansantri.com –Sooko– Lailatul ijtima’ merupakan salah satu kegiatan dakwah NU setiap satu bulan sekali. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan sunnah yang dirangkum dalam satu acara dan dikerjakan secara berjamaah. Diantara kegiatan dalam Lailatul ijtima’ NU antara lain, Sholat sunnah hajat, sholat tasbih, sholat taubat, sholat witir, istighosah, tahlil, maqom, santunan yatim piatu, dan pengajian kitab kuning.
Lailatul ijtima’ di Masjid Al Kautsar Pendowo, Ngingasrembyong
Jum’at malam ba’da isya’ (2/4) kegiatan Lailatul ijtima’ NU MWCNU Sooko bertempat di Masjid Al Kautsar Dusun Pendowo Desa Ngingasrembyong. Masjid dipenuhi jamaah kurang lebih 200 orang warga Nahdliyyin dari berbagai desa di wilayah kecamatan Sooko. Tak ketinggalan juga Banser NU yang memang sudah dapat instruksi dari Satkoryon untuk mengawal setiap agenda Nahdlatul Ulama’ di wilayah Kecamatan Sooko.
Ada hal menarik dari kegiatan ini, yaitu keikut sertaan anggota Banser baru yang kemarin baru saja lulus Diklatsar Banser II di Desa Karang Kedawang. Pantauan kami saat meliput berita ini, ada Banser sekitar 40 personil, 20 personil merupakan anggota Banser Baru.
Ada sekitar 40 personil Banser mengamankan acara
Kasatkoryon Sooko, Ndan Kholik mengaku senang anggotanya bisa bertambah banyak setelah Diklatsar II kemarin, juga dengan banyaknya anggota baru yang mau ikut PAM. Yang menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh saat diklat kemarin ilmunya betul2 bisa bermanfaat bagi anggota.
Sahabat Kholik, Kasatkoryon Sooko
“Bergabung dengan Banser NU harus disertai dengan niat ikhlas lillahi ta’ala, niat karna Khidmah berjuang untuk agama, untuk kejayaan islam ahlussunnah waljamaa’ah an nahdliyah. Harus betul2 ikhlas sahabat2 ya, karna PAM Banser itu tidak dapat bayaran, bayarannya nanti di akhirat”. tambahnya.
Sahabat Memed (salah satu Banser baru ranting Ngingasrembyong) mengatakan sangat senang bisa bergabung dengan Banser NU, ikut PAM. “Sebelum ikut diklat saya memang sudah sering ikut mengamankan kegiatan2 NU, saya biasanya diajak ndan qomar, makanya saat ada diklat saya langsung ikut”, kata ndan Memed. Alhamdulillah, di ranting Ngingasrembyong kemarin yang ikut diklat ada 11 orang, 8 dari Pendowo, 3 dari Sidonganti. Dan malam ini, alhamdulillah semuanya bisa ikut keluar ikut Pam Lailatul ijtima’. Imbuhnya.
Banser membantu kelancaran lalu lintas sekitar lokasi kegiatan Lailatul ijtima’Anggota Banser baru, belum memiliki seragam, tapi semangatnya luar biasa
Meskipun, belum memiliki seragam Banser (Baju PDL Banser), ada yang masih memakai sarung dan celana bawahan biasa, hanya memakai kaos diklatsar. Namun, semangat sahabat2 Banser yang baru itu patut di apresiasi. Mereka ikut mengamankan dan membantu proses kegiatan dari awal hingga akhir acara, mengatur arus lalu lintas, membantu menyeberangkan jamaah, membantu merapikan parkir mobil dan motor jamaah, dll. Semua dilandasi niat karna khidmah mengabdi dalam organisasi NU, lillahi ta’ala. (red.Slamet)