Tag: nabi Muhammad

  • Raja Tanpa Istana

    Raja Tanpa Istana

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI – Dalam syair indah ini dijelaskan bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memiliki kekuasaan yang gaib, tidak kasat mata. Secara makna tersirat dalam hadis berikut:

    ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﺮْﻭَﺓُ ﺃَﻱْ ﻗَﻮْﻡِ، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻘَﺪْ ﻭَﻓَﺪْﺕُ ﻋَﻠَﻰ اﻟﻤُﻠُﻮﻙِ، ﻭَﻭَﻓَﺪْﺕُ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻴْﺼَﺮَ، ﻭَﻛِﺴْﺮَﻯ، ﻭَاﻟﻨَّﺠَﺎﺷِﻲِّ، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﺭَﺃَﻳْﺖُ ﻣَﻠِﻜًﺎ ﻗَﻂُّ ﻳُﻌَﻈِّﻤُﻪُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺑُﻪُ ﻣَﺎ ﻳُﻌَﻈِّﻢُ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻣُﺤَﻤَّﺪًا، ﻭَاﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥْ ﺗَﻨَﺨَّﻢَ ﻧُﺨَﺎﻣَﺔً ﺇِﻻَّ ﻭَﻗَﻌَﺖْ ﻓِﻲ ﻛَﻒِّ ﺭَﺟُﻞٍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ، ﻓَﺪَﻟَﻚَ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﻭَﺟِﻠْﺪَﻩُ، ﻭَﺇِﺫَا ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢْ اﺑْﺘَﺪَﺭُﻭا ﺃَﻣْﺮَﻩُ، ﻭَﺇِﺫَا ﺗَﻮَﺿَّﺄَ ﻛَﺎﺩُﻭا ﻳَﻘْﺘَﺘِﻠُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺿُﻮﺋِﻪِ، ﻭَﺇِﺫَا ﺗَﻜَﻠَّﻢَ ﺧَﻔَﻀُﻮا ﺃَﺻْﻮَاﺗَﻬُﻢْ ﻋِﻨْﺪَﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﻳُﺤِﺪُّﻭﻥَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ اﻟﻨَّﻈَﺮَ ﺗَﻌْﻈِﻴﻤًﺎ ﻟَﻪُ

    Urwah berkata: Wahai kaumku. Demi Allah. Aku telah bertamu kepada raja-raja. Aku pernah ke Kaisar Romawi, penguasa Persi dan Raja Najjasyi. Demi Allah. Tidak pernah kulihat seorang raja yang diagungkan oleh pengikutnya seperti Muhammad shalallahu alaihi wasallam diangungkan oleh Sahabatnya.

    Demi Allah. Muhammad tidak mengeluarkan dahak kecuali jatuh ke tangan para sahabatnya lalu ia usapkan ke wajah dan kulitnya. Jika Muhammad memerintahkan maka mereka berebut melakukan perintahnya. Jika Muhammad berwudhu’ maka mereka seperti mau perang berebut air wudhu’nya. Jika Muhammad berbicara maka sahabatnya melirihkah suara mereka di dekatnya. Dan mereka tidak ada yang menatap tajam ke arah Muhammad karena mengagungkan Muhammad (HR Bukhari no 2731)(abi SORBAN)

  • ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    ANDAIKAN TETESAN DARAH RASULULLAH SAW MENYENTUH TANAH

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Saat Rasulullahﷺ terluka
    Gigi geraham beliau patah, bibir bawahnya sobek, dahi dan keningnya yang mulia juga bercucuran darah

    Rasulullah malah tak henti menadahi tetesan darah itu dan mengusapkan ke dadanya agar jangan menetes ke tanah meski dalam keadaan genting sekalipun

    Setelah perang mereda seorang Sahabat memberanikan diri bertanya perihal perilaku beliau tersebut;

    Dengan lemah lembut Rasulullah pun menjawab :
    Aku mendengar apa yang tidak kalian dengar
    Malaikat penjaga gunung berkata: kalau ada setetes darahku menyentuh bumi, maka Allah akan menurunkan adzab dari langit kepada mereka yang memerangiku

    Mendengar jawaban itu para Sahabat kembali bertanya, “Mengapa engkau tidak mendoakan para musuh Allah itu supaya celaka?” ⠀

    Rasulullah kembali menjawab:
    Sungguh aku tidak diutus untuk melaknat, tetapi berdakwah dan menyebarkan rahmat kepada semesta alam. ⠀

    “Ya Raab berilah hidayah kepada mereka, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

    (red)

  • SUNGAI SURGA, PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW

    SUNGAI SURGA, PERJALANAN NABI MUHAMMAD SAW

    SORBAN INFOKOM –

    بسم الله الرحمن الرحيم…

    Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga pernah bersabda,

    “Pada malam perjalananku ke langit, diperlihatkan kepadaku semua surga. Maka aku melihat empat macam sungai:

    sungai air,

    sungai susu,

    sungai khamar,

    dan sungai madu jernih.

    Hal itu sebagimana disebutkan di dalam Al-Qur’an pada surat Muhammad ayat 15. Lalu aku bertanya kepada Jibril, ‘Darimana air itu bersumber dan kemana mengalirnya?’ Jibril menjawab, ‘Mengalir dari telaga al-Kautsar, tetapi aku belum mengetahui dari mana sumber dari air ini. Coba kutanyakan terlebih dahulu kepada Tuhanmu.’

    Kemudian datanglah malaikat dan berkata kepadaku, ‘Hai Rasulullah, pejamkanlah matamu.’ Tiba-tiba aku berada di dekat sebuah pohon, sedang di sisinya terdapat sebuah kubah – yang terdiri dari mutiara putih, sedangkan pintunya terdiri dari yaqut hijau dan kuncinya dari emas merah –

    Jika dunia beserta seluruh isinya diletakkan di atas kubah itu, maka dunia beserta isinya ini bagaikan burung yang hinggap di atas gunung, atau seperti telur yang diletakkan di atas gunung.

    Aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari bawah kubah itu. Ketika aku hendak kembali, malaikat itu berkata sekaligus mempersilahkan aku untuk memasukinya. Lalu aku bertanya, ‘Bagaimana aku bisa masuk sedangkan pintunya terkunci?’

    Malaikat tadi kemudian mengatakan: ‘Kuncinya berada di tanganmu. Yaitu lafal bismillaahir rahmaanir rahiim. Tiba-tiba pintu kubah yang tadinya tertutup kemudian terbuka lebar. Dan aku pun masuk ke dalamnya. Aku menyaksikan dari keempat sudut kubah tersebut mengalir keempat sungai yang tadi aku lihat dari luar.

    Ketika aku hendak pulang, malaikat tadi menunjukkan adanya tulisan bismillaahir rahmaanir rahiim tertulis di sudut atas masing-masing kubah itu. Aku menyaksikan bahwa sungai-sungai itu airnya bersumber dari lafal bismillaahir rahmaanir rahiim.

    Sungai air bersumber dari miim dari lafal bismillah. Sungai susu bersumber dari ha dari lafal Allah. Sungai khamar bersumber dari mim dari lafal ar-Rahman. Sedangkan sungai madu bersumber dari mim dari lafal ar-Rahim.

    Dengan menyaksikan secara langsung sumber sungai itu maka aku dapat mengetahui bahwa sumber-sumber sungai itu berasal dari lafal bismillaahir rahmaanir rahiim.

    Kemudian Allah berfirman: “Hai Muhammad, barangsiapa dari umatmu yang menyebut-Ku dengan nama-nama ini, akan Aku beri minum dari sungai-sungai ini.” (Dalam kitab Misykatul Anwar)

  • KETAMPANAN RASULULLAH SAW

    KETAMPANAN RASULULLAH SAW

     

    Infokom Banser NU-Disebutkan di dalam kitab al-Mahabbah karya Imam al-Ghazali bahwa Imam Muhammad bin Asy’ats berkata,
    “Pada masa Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, penduduk Mesir pernah hidup selama empat bulan tanpa adanya makanan. Bila mereka lapar, mereka cukup memandang Nabi Yusuf ‘Alaihissalam saja sehingga ketampanannya menjadikan mereka melupakan rasa laparnya. Pada masa itu pula, pernah terjadi, di mana tanpa sadar sekumpulan perempuan mengiris-ngiris jemarinya, karena merasa takjub saat melihat ketampanan Nabi Yusuf ‘Alaihissalam.”
    Di lain keterangan, Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki dalam kitabnya, Muhammad Insanul Kamil, mengatakan bahwa prosentase ketampanan, keindahan dan keelokan yg Allah SWT turunkan ke alam ini dibagi menjadi beberapa bagian, dengan rinciannya yaitu :
    50% untuk Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam, dan 25 % untuk Nabi Yusuf ‘Alaihissalam, sedangkan sisanya 25% lagi dibagikan kepada seluruh alam semesta beserta isinya yg meliputi keindahan alam, keelokan hewan, ketampanan dan kecantikan manusia, dan lain sebagainya.
    Baik Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam maupun Nabi Yusuf ‘Alaihissalam sama-sama tampan dan mempesona. Siapapun yg memandag akan takjub dan kagum. Mereka juga sama-sama diberi 10 hijab dari cahaya guna menjaga penampilannya dari fitnah.
    Bedanya, semua hijab Nabi Yusuf ‘Alaihissalam telah dibuka semenjak di dunia, sedangkan hijab Baginda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam hanya satu saja yg dibuka. Sisanya, akan dibuka dan ditampakan kelak di surga. Karena jika semua hijab beliau shallallahu alaihi wasallam dibuka semenjak di dunia, maka orang-orang akan tanpa sadar mengoyak-ngoyak jantungnya karena tak kuasa menahan takjub ketika melihat beliau.
    Referensi :
    Kitab al-Mahabbah karya Imam al-Ghazali.
    Kitab Muhammad Insanul Kamil karya Abuya as-Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas al-Maliki al-Hasani.
    اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد