Tag: nabi musa

  • Rayakan Malam Asyuro, IPNU-IPPNU Kota Surakarta Gandeng Majelis Raudlatul Muhibbin dan Asyiqul Jannah

    Rayakan Malam Asyuro, IPNU-IPPNU Kota Surakarta Gandeng Majelis Raudlatul Muhibbin dan Asyiqul Jannah

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    IPNU dan IPPNU Surakarta di bawah pimpinan Gus Faiz Asykarullah dan Rekanita Siti Al Huda menggandeng beberapa majelis taklim pada 28 Agustus 2020 guna mengadakan Perayaan Asyuro atau 10 Muharram.

    Adapun majelis yang digandeng antara lain Majelis Ta’lim Raudlatul Muhibbin Solo di bawah asuhan Gus Mustain Nasoha Al Hafidz dan Majelis Asyiqul Jannah di bawah Asuhan Maulana Habib Reza bin Muhdor Assegaf. Selain kedua majelis itu, pada perayaan kali ini juga turut hadir perwakilan majelis At Tasnim Solo dan Majelis Dalail Khoirot Sukoharjo.

    Kegiatan yang diadakan di rumah Rekan Rahmad Al Bazar yang merupakan pengurus IPNU Surakarta ini berjalan cukup meriah.

    Acara dimulai dengan Maulid Akbar yang dipimpin oleh Maulana Habib Reza bin Muhdor Assegaf dan Gus Faiz Asykarullah. Setelah itu acara dilanjutkan santunan anak Yatim. Ada sekitar 20 anak yang yatim yang disantuni.

    Setelah acara selesai, dilanjutkan pengajian umum yang diisi oleh Gus Mustain Nasoha.

    Dalam Ceramahnya Gus Mustain Nasoha mengajak hadirin untuk merenungi kejadian-kejadian yang ada pada 10 Muharram.

    1. Tobatnya Nabi Adam ‘alaihissalam kepada Allah SWT atas dosa-dosanya. 

    Nabi Adam a.s. diampuni dan diterima taubatnya setelah memakan buah yang mirip buah khuldi. Karena hal itu, NAbi Adam a.s.dihukum oleh Allah  SAW. dan diturunkan ke muka Bumi. Beliau kemudian menyadari kesalahannya dan bertaubat selama bertahun-tahun lamanya.

    1. Nabi Idris ‘alaihissalam diangkat ke tempat yang lebih tinggi.

    Pada tanggal 10 Muharram, Nabi Idris a.s.memperoleh derajat yang luhur. Beliau dibawa ke langit karena sifatnya yang selalu berbelas kasihan kepada sesamanya.

    1. Nabi Musa ‘alaihissalam dianugerahi Kitab Taurat.

    Saat berada di bukit Thursina (Sinai) dan diselamatkan dari pasukan Fir`aun saat menyeberangi Laut Merah, Nabi Musa a.s.beserta umatnya mendapat kemenangan dan keselamatan dari Allah SWT. Selain itu, Allah juga memberikan anugerah berupa kitab Taurat kepada Nabi Musa.

    1. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagai khalilullah atau kekasih Allah SWT

    Pada 10 Muharram, Nabi Ibrahim a.s. dituduh menghancurkan berhala di tempat pemujaan Namrud dan dilemparkan ke dalam api yang menyala dan berkobar. Namun, beliau terhindar dari siksaan raja Namrud atas seizin Allah SWT.

    1. Berlabuhnya kapal Nabi Nuh ‘alaihissalam di Bukit Zuhdi dengan selamat

    Nabi Nuh a.s. turun dari perahu penyelamat bersama umatnya yang beriman, serta terhindar dari air bah dan taufan yang dasyat.

    1. Nabi Yusuf ‘alaihissalam dibebaskan dari penjara mesir karena fitnah

    Saat Nabi Yusuf a.s.remaja, wajahnya yang sangat tampan telah membuat istri majikannya yang bernama Zulaikha terpikat, dan ia lalu membuat rencana untuk memperdaya dan menjerumuskan Nabi Yusuf As. ke dalam perbuatan zina.

    Saat itulah beliau memohon pertolongan kepada Allah dari keburukan dan tipu-daya. Allah SWT pun mengabulkan dengan memberikan pertolongan:

     

    قَالَ رَبِّ السِّجۡنُ اَحَبُّ اِلَىَّ مِمَّا يَدۡعُوۡنَنِىۡۤ اِلَيۡهِ‌ۚ وَاِلَّا تَصۡرِفۡ عَنِّىۡ كَيۡدَهُنَّ اَصۡبُ اِلَيۡهِنَّ وَاَكُنۡ مِّنَ الۡجٰهِلِيۡنَ‏

     

    “Wahai Tuhanku! Penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka. Jika aku tidak Engkau hindarkan dari tipu daya mereka, niscaya aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentu aku termasuk orang yang bodoh.” (QS. Yusuf: 33).

    1. Pertemuan Nabi Yakub ‘alaihissalam dengan putranya Yusuf.

    Berkumpulnya Nabi Yusuf dan Ya’qub setelah berpisah 40 tahun juga terjadi pada 10 Muharram. Pada waktu itu, Nabi Yakub juga mendapat anugerah lainnya, yakni disembuhkan dari kebutaan.

    1. Nabi Yunus ‘alaihissalam selamat dan berhasil keluar dari perut ikan.

    Pada hari Asyura Allah SWT mengabulkan permohonan Nabi Yunus dengan menyelamatkan beliau dari perut ikan nun (jenis ikan yang sangat besar).

    1. Kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.

    Pada 10 Muharram Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s. setelah dintakan hilang.

    Dikisahkan Nabi Sulaiman memerangi raja kafir dan anak perempuan dari raja kafir itu dinikahi. Karena istrinya selalu rindu kepada ayahnya, istrinya memohon kepada Nabi Sulaiman untuk dibuatkan patung yang menyerupai ayahnya.

    Ternyata istri Nabi Sulaiman menyembah patung ayahnya di luar pengetahuan Nabi Sulaiman. Karena itulah istrinya kemudian diikuti oleh setan.

    Suatu ketika pada saat berwudu, Nabi Sulaiman memiliki cincin sakti yang tidak boleh dibawa ke kamar mandi sehingga dititipkan kepada istrinya. ternyata itu bukan istrinya melainkan setan yang menyamar sebagai istri Nabi Sulaiman.

    Oleh karena jimat Nabi Sulaiman adalah cincin, hilanglah sebagian kekuatannya.

     

    1. Nabi Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit

    Allah mengangkat Nabi Isa a.s.ke langit pada 10 Muharram di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa a.s. dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa a.s. dari kekejaman kaum Bani Israil

     

    Gus Mustain juga menukil dari Kitab Ianatut Thalibin tentang amalan-amalan yang dianjurkan pada 10 Muharram.

    1. Puasa hari ‘Asyura yaitu tanggal 10 Muharram.

    Faedahnya : diampuni dosa-dosanya setahun yang sudah lewat, dan diberi pahala puasa satu tahun.

    Rasulullah ketika ditanyai tentang pahala puasa hari ‘Asyura Beliau menjawab :

     

    ( Menghapus dosa-dosa satu tahun  yang sudah lewat ) يكفر السنة الماضية

     

    فمن صام يوم عاشوراء فكأنما صام الدهر كله، وهو صوم الانبياء

     

    Artinya : Barang siapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura, maka pahalanya seperti puasa satu tahun.

     

    Dan disunahkan pula melakukan puasa tasu’a yaitu tanggal 9 Muharram, hal ini supaya tidak sama dengan orang Yahudi yang juga berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

     

    Rasulullah bersabda :

     

    صموا التاسع والعاشر ولا تسبهوا باليهودي

     

    Artinya : Berpuasalah kalia semua pada tanggal Sembilan dan sepuluh (muharram) dan janganlah kalian semua menyerupai orang Yahudi.

    1. Membaca   حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المول ونعم النصير 70 x setelah itu membaca do’a  Astura’ setelah shalat maghrib .

     

    1. Menghidupkan malam ‘Asyura dengan beribadah

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن أحيا ليلة عاشوراء بالعبادة فكأنما عبد الله تعالى مثل عبادة أهل السموات السبع

    Artinya : Barng siapa yang menghidupkan malam ‘Asyura dengan beribadah, maka orang tersebut beribadah seperti ibadahnya ahli langit tujuh (Para Malaikat).

     

    1. Melakukan shalat sunah 4 rakaat, yang faedahnya untuk melebur dosa salama 50 tahun.

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن صلى فيه أربع ركعات يقرأ في كل ركعة الحمد لله مرة، وقل هو الله أحد، إحدى وخمسين مرة، غفر الله له ذنوب خمسين عاما

     

    Artinya : Barang siapa shalat didalamnya (‘Asyura) empat rakaat pada tiap-tiap rakaat membaca surat al Fatihah 1x, dan surat al Ikhlas 51x, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama 50 tahun.

    1. Mandi pada hari ‘Asyura dengan niat tolak balak untuk mencegah berbagai macam penyakit.

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن اغتسل وتطهر يوم عاشوراء لم يمرض في سنته إلا مرض الموت

    Artinya : Barang siapa mandi dan berwudhu’ pada hari ‘Asyura, maka tidak akan sakit pada tahun itu. Kecuali sakit yang mengakibatkan kematian.

    1. Berbuat baik pada anak yatim

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن مسح فيه على رأس يتيم أو أحسن إليه فكأنما أحسن إلى أيتام ولد آدم كله

    Artinya : Barng siapa mengusap kepala anak yatim pada hari ‘Asyura atau berbuat baik padanya, maka seperti berbuat baik kepada semua anak yatim.

    1. Bersodaqoh pada hari ‘Asyura

     

    Rasulullah  SAW. bersabda :

    ومن تصدق فيه بصدقة فكأنما لم يرد سائل قط

    Artinya : Barang siapa bersodaqoh pada hari ‘Asyura, maka (pahalanya) seperti tidak menolak orang yang meminta semuanya.

    Masih banyak lagi amalan yang lain kata beliau.

    Kegiatan ditutup doa bersama oleh salah satu pengurus dari Jajaran Syuriyah PCNU Surakarta sekaligus Penasihat Majelis Raudlatul Muhibbin Solo yaitu Kyai Moh. Zainal Abidin, S.Kom.I. ( LBM PCNU Surakarta)

  • DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    DOSA YANG LEBIH BESAR DARI ZINA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Suatu senja, seorang wanita melangkahkan kaki mendekati kediaman Nabi Musa.

    Setelah mengucapkan salam, dia masuk sambil terus menunduk.
    Air matanya berderai tatkala berkata, “Wahai Nabi ALLAH, tolonglah saya.

    Doakan agar ALLAH mengampuni dosa keji saya”.
    “Apakah dosamu wahai wanita…?” Tanya Nabi Musa.
    “Saya takut mengatakannya,”­ jawab wanita itu.
    “Katakanlah, jangan ragu-ragu…!”desak Nabi Musa.

    Maka perempuan itu pun dengan takut bercerita, “Saya telah berzina.”

    Kepala­ nabi Musa terangkat, hatinya tersentak.
    “Dari perzinaan itu saya hamil. Setelah anak itu lahir,
    langsung saya cekik lehernya sampai mati,” lanjut perempuan itu seraya menangis.

    Mata Nabi Musa berapi-api.
    Dengan muka yang berang dia menghardik.
    “Perempuan celaka, pergi dari sini. Agar siksa ALLAH tak jatuh ke dalam rumahku.

    Pergi…!!!!” teriak nabi Musa sambil berpaling karena jijik.

    Hati perempuan itu bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh.
    Dia menangis tersedu-sedu dan keluar dari rumah Nabi Musa.
    Ia tak tahu harus kemana lagi mengadu. Bahkan dia tak tahu ke mana harus melangkahkan kaki.

    Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana manusia lain bakal menerimanya…?

    Sepeninggalnya wanita tersebut, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa.

    Jibril lalu bertanya,
    “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak BERTAUBAT

    dari dosanya…? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar dari itu…?”

    Nabi Musa terperanjat.
    “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu…?

    Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang hina itu…?” Tanyanya.

    “Ada…!!!” Jawab Jibril dengan tegas.

    “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar daripada SERIBU kali berzina.”

    Mendengar penjelasan ini Nabi Musa memanggil wanita tadi,
    lalu berdoa memohon ampunan kepada ALLAH.

    Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja

    tanpa penyesalan seakan menganggap remeh perintah ALLAH.
    Sedangkan BERTAUBAT dan menyesali Dosa dengan sungguh-sungguh­

    berarti masih mempunyai IMAN di dadanya dan Yakin ALLAH itu ada.

    Semoga Bermanfaat Untuk Kita semua Aamiin

  • Cerita Nabi Musa

    Cerita Nabi Musa

    SORBANSANTRI.COM

    Pada suatu hari,malaikat Izrail diperintahkan Allah utk mencabut nyawa nabi Musa.

    Tiba di kediaman nabi Musa,malaikat mengetuk pintu.
    “Siapa kamu?” tanya nabi Musa dr dlm rumah.
    “Aku,Izrail.” jawab malaikat lantang.
    “Ada perlu apa kau datang kemari?” tanya nabi Musa lagi.
    “Aku diperintahkan Allah utk mencabut nyawamu malam ini.” jawab malaikat lbh lantang.

    Tanpa menjawab,nabi Musa langsung membuka pintu dan memukul wajah malaikat Izrail dgn keras hingga lepaskah sebelah matanya.

    Malaikat Izrail mengaduh kesakitan.
    “Siapa kau berani2nya mencabut nyawaku. Tak tahukah kau siapa aku? Derajat dan kedudukanku? Pergi sana!” hardik nabi Musa dgn sombong.

    Karena malaikat Izrail mengetahui kedudukan nabi Musa di sisi Allah,maka ia segera melesat ketakutan ke langit menghadap Allah.
    Musa,pria gagah perkasa dan mendapat kemuliaan dr Allah shg berjuluk kalamullah,yg bisa berbicara dengan Allah.

    Tiba di langit,malaikat Izrail ditanya oleh Allah, “Kemana sebelah matamu,wahai malaikatku?”
    “Duhai,Rabb… Musa telah memukulku.”
    “Turunlah lagi kebumi,ambil matamu. Dan perintahkan Musa naik ke puncak gunung. Katakan,aku ingin bicara dgnnya.”
    “Baik,ya Rabb.”

    Maka,turunlah malaikat Izrail mengambil sebelah matanya yg lepas sekaligus menyampaikan pesan Rabb-Nya pada nabi Musa.

    Dan,nabi Musa pun naik gunung. Tiba disana,dia menghadap Allah.
    “Wahai,Musa… kuperintahkan engkau untuk turun gunung. Dan carilah makhluk-Ku yg menurutmu paling hina dimuka bumi ini. Kuberi kau waktu seminggu. Bawalah dia kemari.” begitu perintah Allah pd nabi Musa.

    Lalu,nabi Musa pun turun gunung dan mulai melakukan pencarian ke seluruh pelosok negeri,mencari makhluk yg hina.

    Tiba di sebuah desa,nabi Musa melihat seorang laki2 tua,berjalan tertatih menggunakan tongkat. Rambutnya beruban,kulitnya keriput. Pakaiannya lusuh dan bau.
    “Ahh,akhirnya… kutemukan orang yg hina itu.” begitu pikir nabi Musa.
    Lalu dia ajak orang tua itu naik gunung utk menemui Allah. Tapi,ditengah perjalanan nabi Musa berpikir lagi,”Tunggu dulu,orang ini lbh tua drpd aku. Bisa jadi ibadahnya lbh banyak drpd aku. Sedekahnya,tahajjudnya dan amal sholehnya. Tidak mungkin,dia orang yg paling hina.”
    Maka,nabi Musa menyuruh orang tua itu kembali ke desanya setelah memberinya bekal secukupnya.

    Dan,nabi Musa pun melanjutkan perjalanannya.
    Tiba di suatu desa,nabi Musa melihat anak kecil yg berlarian tanpa alas kaki.
    Maka dia bawa anak kecil itu untuk menghadap Allah. Tapi,ditengah jalan nabi Musa berfikir, “Dia masih muda. Bisa jadi dia belum banyak berbuat dosa dan maksiat.”
    Maka,dilepaskan lagi anak kecil itu.

    Dan,nabi Musa melanjutkan perjalanan lagi.
    Di suatu sudut pasar nabi Musa melihat seekor anjing kurap yg sedang mengais2 sampah mencari sisa2 makanan.
    Pikir nabi Musa,”Akhirnya kutemukan makhluk hina ini.”
    Maka dibawalah anjing itu kepuncak gunung utk menghadap Allah.
    Tapi,lagi2 ditengah jalan nabi Musa berpikir,
    “Bukankah anjing adalah binatang yg tak memiliki akal. Dia hanya sekedar hidup utk makan dan berkembang biak. Tak ada hisab untuknya. Tak perlu beribadah. Tak punya dosa,pun tak ada pahala.”
    Maka,sekali lagi nabi Musa melepaskan anjing itu.
    Sedangkan waktu yg ditentukan oleh Allah sudah habis. Tanpa membawa apa2,nabi Musa menemui Allah.
    “Wahai,Musa…. angkat kepalamu.”
    “Ampun,yaa Rabb… hamba malu. Hamba tak bisa memenuhi perintahMu.” jawab nabi Musa tertunduk.
    “Kenapa?” tanya Allah.
    Lalu,nabi Musa menceritakan tentang kisah pencariannya dan berkata, “Akhirnya,hamba sadari… makhlukMu yg paling hina adalah hamba sendiri yaa,Rabb.”
    “Ketahuilah,Musa… seandainya hari ini kau menghadap Aku dan membawa salah satu dari makhluk-Ku,meskipun hanya anjing itu… maka hari ini juga akan kucabut gelar kenabianmu.
    Akulah satu2nya yg berhak menyombongkan diri,wahai Musa.” kata Allah.
    “Hamba mengerti,yaa Rabb. Ampunilah kekhilafan hamba.”
    Dan,nabi Musa pun bersujud seraya berdzikir mengagungkan Rabb-Nya.

    Smoga kita dpat mngambil makna crita ini..

  • RAHASIA NABI KHIDIR BERUMUR PANJANG

    RAHASIA NABI KHIDIR BERUMUR PANJANG

    SORBAN Infokom –  Kisah ini diriwayatkan oleh Ats-Tsa’labi dari Imam Ali ra.

    Semoga dengan kisah ini akan lebih memantapkan keimanan kita kepada Allah SWT, bahwa jika Allah SWT berkehendak maka akan TERJADILAH. Tak seorang pun yang mampu menghalanginya.

    Berikut Kisahnya.

    Pada zaman dahulu hiduplah seorang hamba Allah SWT yang melebihkan kepada dirinya dengan menjadi seorang raja. Dialah Raja Iskandar Zulkarnaen, yang namanya telah tersebut dalam Al Qur’an.

    Pada tahun 322 SM, Raja Iskandar Zulkarnaen berniat mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan Allah SWT mewakilkan salah satu malaikatnya yang bernama Rofa’il untuk menyertainya dalam perjalanan panjang itu.

    Dialog Malaikat dan Raja Iskandar Zulkarnaen.

    Karena ditemani oleh seorang malaikat, Raja Zulkarnaen banyak mengajukan pertanyaan seputar dunia dan akhirat serta isinya. Salah satu pertanyaan yang paling terkenal adalah tentang ibadah para malaikat di langit.

    “Wahai Malaikat Rofa’il, ceritakanlah kepadaku tentang ibadahnya para malaikat yang ada di langit,” tanya Raja Zulkarnaen.

    “Para malaikat yang ada di langit ibadahnya ada yang berdiri tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada juga yang bersujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya,” jawab Malaikat Rofa’il.

    “Duh, alangkah senangnya hati ini seandainya aku bisa hidup bertahun-tahun lamanya untuk beribadah kepada Allah SWT,” kata Raja Zulkarnaen.

    “Wahai raja, sesungguhnya Allah SWT telah menciptakan sumber air di bumi. Namanya Ainul Hayat, artinya sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminum airnya seteguk, maka ia tidak akan mati sampai hari kiamat atau jika ia memohon kepada Allah SWT untuk dimatikan,” kata Malaikat Rofa’il.

    “Apakah engkau tahu tempat Ainul Hayat itu wahai Malaikat Rofa’il?” tanya raja.

    “Sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di bumi yang gelap,” jawab Malaikat Rofail.

    Setelah Raja Zulkarnaen mendengar penuturan malaikat Rofa’il tentang Ainul Hayat itu, maka raja segera mengumpulkan para alim ulama pada saat itu. Sebelumnya, raja bertanya kepada mereka tentang letak Ainul Hayat, tapi mereka semua menjawab tidak tahu.

    “Wahai para alim ulama, tahukah kalian dimanakah letak Ainul Hayat itu?” tanya raja.

    “Kami tidak mengetahuinya wahai baginda, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui,” jawab salah seorang ulama.

    Di luar dugaan, dari pertanyaan Raja Zulkarnaen tersebut, ada salah seorang ulama yang mampu menjawab meski tidak sedetail letaknya.

    “Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat Nabi Adam as bahwa beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah SWT meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap,” kata ulama itu.

    “Dimanakah bumi yang gelap itu?” tanya raja.

    “Yaitu di tempat terbitnya matahari,” jawab orang alim ulama itu.

    Kemudian Raja Zulkarnaen menyuruh para pengawalnya untuk menyiapkan segala keperluan untuk mencari dan mendatangi tempat Ainul Hayat itu.

    “Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap?” tanya raja.

    “Kuda betina yang masih perawan,” jawab para sahabatnya.

    Akhirnya raja mengumpulkan seribu kuda betina yang masih perawan dan ia memilih diantara 6 ribu tentaranya yang pandai serta ahli dalam mencambuk. Di antara para tentara itu, ada yang bernama Nabi Khidir as, bahkan beliau menjabat sebagai perdana menteri kala itu.

    Perjalanan Mencari Ainul Hayat.

    Setelah dirasa semua cukup dan siap, maka berangkatlah Raja Zulkarnaen dan Nabi Khidir as yang berjalan di depan pasukan. Setelah sekian lama mencari, akhirnya mereka mengetahui tempat terbitnya matahari.

    Mereka pun menuju arah terbitnya matahari tersebut.

    Perjalanan ke tempat tujuan tersebut memakan waktu 12 tahun lamanya untuk sampai di bumi yang gelap itu. Gelapnya bukanlah seperti di waktu malam hari, melainkan gelap karena ada pancaran seperti asap.

    Raja Zulkarnaen sudah tak sabar lagi hendak masuk ke tempat gelap itu, namun salah seorang cendikiawan mencegahnya. Para tentara berkata kepada raja,

    “Wahai Baginda, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini, karena tempat yang gelap ini berbahaya.”

    “Wahai prajurit, kita harus memasukinya, tidak boleh tidak,” sanggah sang raja.

    Karena raja bersikeras hendak masuk, maka tak ada seorang pun yang berani melarangnya.

    “Diamlah dan tunggulah kalian di sini selama 12 tahun. Jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa itu, maka kedatanganku terhadap kalian termasuk baik. Dan jika aku tidak datang dalam 12 tahun, maka pulanglah kalian kembali ke negeri kalian,” ujar sang raja.

    Setelah itu raja mendekat dan bertanya kepada malaikat Rofa’il,

    “Apabila kita melewati tempat gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita?”

    “Tidak bisa kelihatan<” jawab Malaikat Rofa’il.

    “Akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara. Jika mutiara itu ke atas bumi, maka mutiara itu dapat emnjerit dengan suara yang keras, dengan demikian kawan-kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian,” jelas Malaikat Rofa’il lebih lanjut.

    Masuk ke Ainul Hayat.

    Demikianlah, akhirnya Raja Iskandar Zulkarnaen masuk ke tempat yang gelap itu. Selama 18 hari lamanya tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam maupun siang. Tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi Nabi Khidir as.

    Pada saat mereka berjalan, maka ALlah SWT memberi wahyu kepada Nabi Khidir as.

    “Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu.”

    Setelah Nabi Khidir as menerima wahyu itu, beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya,

    “Berhentilah kalian di tempat masing-masing dan jangan kalian emninggalkan tempat kalian sebelum aku datang kepada kalian.”

    Kemudian Nabi Khidir as menuju kanan jurang hingga beliau menemukan Ainul Hayat itu. Beliau turun dari kudanya, melepaskan pakaiannya dan turun ke Ainul Ahaya tersebut. Beliau mandi dan minum air sumber hidup tersebut dan beliau merasakan bahwa airnya lebih manis daripaada madu.

    Sesudah mandi dan minum air tersebut, beliau keluar dari tempat itu kemudian menemui Raja Iskandar Zulkarnaen. Raja tidak mengetahui apa yang telah terjadi atas diri Nabi Khidir as.

    Wallahu A’lam. (kalam Ulama’)

  • INI TULISAN YANG ADA DI TONGKAT NABI MUSA

    INI TULISAN YANG ADA DI TONGKAT NABI MUSA

    SORBAN Infokom

    بسم الله الرحمن الرحيم..

    Syekh Nawawi Banten menceritakan bahwa panjang tongkat Nabi Musa mencapai sepuluh hasta. Tongkat ini bercabang dua. Tongkat ini merupakan salah satu bentuk mukjizat yang dianugerahkan Allah SWT kepada Nabi Musa.

    Tongkat Nabi Musa ini tersebut di dalam Al-Qur’an. Awalnya tongkat hanya berfungsi sebagai tongkat penggembala biasa, yaitu menggiring kambing. Tetapi berkat kuasa Allah, tongkat ini memiliki banyak fungsi yang membantu Nabi Musa dalam menghadapi kedurhakaan umatnya.

    Konon, tongkat Nabi Musa ini dapat menyala di kegelapan. Tentu saja hal ini sangat membantu Nabi Musa dalam menempuh perjalanan di malam hari.

    Adapun catatan bijak tersebut terukir pada tongkat Nabi Musa. Catatan ini mengajarkan sikap wajar bagi penguasa, kaum ulama dan cendekia, orang kaya, dan orang miskin. Catatan itu secara lengkap dikutip oleh Syekh Nawawi Banten dalam Syarah Barzanji berikut ini:

    كل سلطان لا يعدل في سلطانه هو وفرعون سواء وكل عالم لا يعمل بعلمه هو وإبليس سواء وكل غني لا ينتفع بماله هو وقارون سواء وكل فقير لا يصبر على فقره هو والكلب سواء

    “Setiap penguasa yang tidak adil dalam kekuasaannya tiada bedanya dengan Fir’aun. Setiap ulama dan ilmuwan yang tidak mengamalkan ilmunya tiada bedanya dengan Iblis. Setiap orang kaya yang tidak bermanfaat hartanya (bagi orang lain dan dirinya) tiada bedanya dengan Qarun. Setiap orang miskin yang tidak sabar atas kemiskinannya tiada bedanya dengan anjing,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Madarijus Shu’ud ila Iktisa’il Burud, hal. 33).

    Semua catatan ini mendorong penguasa untuk bersikap adil, kaum terpelajar untuk tidak mengkhianati pengetahuannya, orang kaya untuk bersikap dermawan, dan orang miskin untuk bersikap sabar. Semua sikap proporsional itu diperlukan untuk menjaga kehidupan sosial dan politik yang sehat.

    Sikap sabar di sini tentu saja bukan dalam pengertian pasif. Anjuran sabar itu bukan berarti menuntut orang miskin berdiam diri. Mereka yang miskin harus bergerak aktif untuk memperbaiki nasibnya di tengah kesabaran.

    Yang jelas, sikap sabar di sini bermakna pengendalian diri agar tidak kalap di tengah kemiskinan.

    Wallahu A‘lam

    (kalam ulama’)