Tag: nariyah

  • Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    wp.sorbansantri.com- Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang mustajab. Shalawat ini juga diyakini para ahli sebagai kunci gudang yang mumpuni. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:“Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”
    Oleh karena itu, maka tak heran apabila shalawat Nariyah sering dilantunkan oleh umat muslim. Pasalnya bacaan shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja manfaat membaca shalawat Nariyah? Simak beberapa manfaatnya berikut ini.

    1. Dibukakan Pintu Rezeki
    2. Dikabulkan Hajatnya
    3. Dimudahkan Urusannya
    4. Dihindarkan dari Bahaya

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

  • Kiai Maksum Lasem dan “Rahasia” Shalawat Nariyyah

    Kiai Maksum Lasem dan “Rahasia” Shalawat Nariyyah

    SORBANSANTRI.COM

    Ada tiga tokoh besar dari Lasem, Rembang, yang memainkan peranan penting dalam sejarah pendirian NU: Kiai Maksum (ayahanda dari Kiai Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta), Kiai Baidlawi, dan Kiai Kholil (ini bukan Kiai Kholil Kasingan; beliau juga pendiri dan pengasuh Pondok al-Nur Lasem).

    Ketiga sosok ini adalah salah satu pendiri NU, dan hidup segenerasi dengan Hadlratusysyaikh Hasyim Asy’ari (kakek Gus Dur). Konon, Mbah Hasyim (begitu beliau sering dipanggil) memanggil Kiai Maksum dengan sebutan “Kangmas”, karena dari segi umur, beliau satu tahun lebih muda dari kiai Lasem itu.

    Berkat jasa-jasa mereka ini, Lasem diberikan status “istimewa” hingga sekarang sebagai Cabang Khusus NU (PCNU Lasem). Padahal status “cabang” hanya berlaku untuk daerah setingkat kabupaten, sementara Lasem hanyalah kota kecamatan. Status ini jelas untuk menghargai kota Lasem yang telah “menyumbangkan” tiga kiai penting dalam barisan pendiri NU.

    Kisah berikut ini saya terima dari Gus Zaim (cucu Kiai Maksum Lasem, dan putera Kiai Ahmad Syakir bin Kiai Maksum). Sementara Gus Zaim menerima kisah ini dari Kiai Imron Hamzah (pernah menjabat sebagai Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur). Kisah berikut ini berkaitan dengan tradisi salawat Nariyyah yang amat populer di kalangan nahdliyyin.

    Di Lasem dan beberapa pesantren di seluruh Jawa, ada tradisi membaca salawat Nariyyah sebanyak 4444 kali dengan “kaifiyyah” atau cara tertentu (kalau kaifiyyah-nya ndak pas, tentu kurang “mandi” alias efektif). Tetapi, model salawat Nariyyah yang di-ijazah-kan oleh Kiai Maksum, menurut penuturan Gus Zaim, berbeda dari (berbeda “dari”, bukan “dengan”) versi yang umum beredar.

    Versi Kiai Maksum: “… ‘ala Muhammadin tanhallu bihi al-‘uqad…,” tanpa kata sambung “alladzi” sebagaimana versi yang biasa kita dengar.

    Konon, ini adalah versi salawat Nariyyah yang diwarisi oleh Kiai Maksum dari leluhurnya yang berasal dari tanah Minangkabau: Sultan Mahmud atau Sunan Mingkabau (dimakamkan di kawasan Bonang, sebelah timur Lasem). Menurut beliau, versi ini lebih “cespleng” dari “versi alladzi” yang umum dipakai.

    Suatu saat, Kiai Imron Hamzah yang juga santri Kiai Maksum itu, memberanikan diri untuk bertanya: “Kiai, kenapa kok salawat ini dibaca 4444? Kenapa harus sebanyak itu? Apa alasannya?”

    “Begini ya, Cung,” kata Kiai Maksum, menjawab dengan sabar pertanyaan Imron Hamzah muda. “Setiap angka itu ada sirr-nya, ada rahasianya.” Kiai Maksum berhenti sejenak. Tetapi Imron Hamzah muda ndak sabar, lalu menyergah dengan nada agak meninggi:

    “Apa RAHASIANYA, Kiai?”

    Dengan santai, Kiai Maksum menjawab: “Ya saya ndak tahu. Kalau saya tahu, namanya bukan sirr, bukan rahasia lagi.”

    Lemaslah Kiai Imron Hamzah. 😁😁😁

    Penulis: Kiai Ulil Abshar Abdalla

  • Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    Terungkapnya Misteri Shalawat Nariyah

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Shalawat Nariyah merupakan salah satu shalawat yang mustajab. Shalawat ini juga diyakini para ahli sebagai kunci gudang yang mumpuni. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Mundah dan Jabir, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:“Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia… Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan.”

    Oleh karena itu, maka tak heran apabila shalawat Nariyah sering dilantunkan oleh umat muslim. Pasalnya bacaan shalawat ini diyakini memiliki banyak keutamaan. Lantas apa saja manfaat membaca shalawat Nariyah? Simak beberapa manfaatnya berikut ini.

    1. Dibukakan Pintu Rezeki
    2. Dikabulkan Hajatnya
    3. Dimudahkan Urusannya
    4. Dihindarkan dari Bahaya

    Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.