Tag: nasehat

  • UNDANG ULAMA AL-AZHAR, CAIRO, MESIR, PUSKOHIS UIN SURAKARTA ADAKAN SEMINAR NASIONAL TENTANG KONSTITUSI DAN HUKUM ISLAM

    UNDANG ULAMA AL-AZHAR, CAIRO, MESIR, PUSKOHIS UIN SURAKARTA ADAKAN SEMINAR NASIONAL TENTANG KONSTITUSI DAN HUKUM ISLAM

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sabtu, 28 Mei 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Seminar Nasional tentang Konstitusi dan Hukum Islam bertajuk “Implementasi Tafsir Ayat-Ayat Ahkam Dalam Konstitusi dan Sistem Hukum”. Seminar Nasional ini dihadiri 260 peserta secara Offline dan 716 peserta secara Online di channel Youtube PUSKOHIS UIN Surakarta. Adapun pelaksanaan secara offline dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.

    Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al Barzanji oleh Rebana Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz UIN Raden Mas Said Surakarta kemudian dilanjutkan pelaksanaan acara Seminar Nasional. Bertindak sebagai moderator adalah Panji Putra Ariyanto. S.Sos dan Aji Ari Wibowo mendapatkan tugas membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

    Acara diawali dengan sambutan Adhimas Alifian Yuwono, sebagai ketua panitia, mahasiswa Semester 6 ini mengatakan bahwa “Kami menghimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan baik, serta mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan karena pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah pembicara sudah melalang buwana diseminar naisonal dan internasional. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Swt.”

  • 20 Wasiat Penting dari Ulama Besar Tareem, Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri

    20 Wasiat Penting dari Ulama Besar Tareem, Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri

    SORBANSANTRI.COM

    1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.
    2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.
    3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Orangtua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).”
    4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.
    5. Syafaat Rasulullah ﷺ pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.
    6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah subhanallahu wa ta’ala, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim.
    7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.
    8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.
    9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.
    10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.
    11. Janganlah mengobrol sendiri dalam majelis ilmu. Syaikh Abu bakar Bin Salim berkata: “Orang-orang yang sering mengobrol di majelis ilmu dikhawatirkan akhir hayatnya menjadi bisu.”
    12. Ketika kamu tidak bisa menjadi seorang pengajar, maka setidak-tidaknya jadilah seorang pencari ilmu, atau orang yang semangat dalam menghadiri majelis ilmu, atau orang yang cinta kepada majelis ilmu.
    13. Jauhilah orang-orang yang benci majelis ilmu.
    14. Apabila zakat dikelola dengan baik dan benar niscaya tidak akan ada fakir miskin di dalam sebuah negara muslim. Seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
    15. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang tidak dikenal, maka bagaikan memuliakan Allah Subhanallahu wa ta’ala Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang dikenal, maka bagaikan memuliakan Rasulullah .
    16. Siwak mempunyai 120 manfaat. Sedangkan rokok mempunyai 120 bahaya.
    17. Di Belanda terdapat sebuah penelitian bahwa ada kuman gigi yang tidak bisa mati kecuali dengan zat yang terkandung dalam kayu arok/siwak.
    18. Dalam najis anjing dan babi ada beberapa kuman yang tidak bisa dihancurkan dengan berbagai macam zat kimia, tapi justru bisa dibasmi dengan debu. Oleh sebab itu, syariat mewajibkan membasuh najis anjing dan babi dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya harus dicampur dengan debu.
    19. Dalam salah satu sayap lalat ada empat penyakit dan dalam sayap lainnya ada empat obat penyakit tersebut. Jadi, jika terdapat lalat mati di dalam minuman maka tenggelamkan terlebih dahulu sebelum membuang lalat tersebut agar aman diminum. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits.
    20. Agar futuh dalam ilmu, Habib Abdullah al-Haddad berkata: “Saya mendapatkan futuh dalam ilmu dengan sebab 3 perkara; dengan menangis dan merendahkan hati serta beristighfar di waktu Sahur, dengan berzuhud terhadap dunia, dan tidak aku mendengar ada seorang lelaki yang saleh atau perempuan yang salehah kecuali aku mengunjunginya dan meminta doa darinya.”
    اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد
  • KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    KHALIFAH UMAR r.a. DAN BUDAYA KRITIK

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Khalifah Umar ibn al-khatthab r.s. sering dijadikan contoh sebagai pemempin yang menyukai kritik. Beliau punya kebiasaan belusukan ke kampung kampung. Salah satu tujuannya mencari tahu tentang aib dan kekurangan dirinya. Hal itu membuat masyarakat berani dan tidak segan untuk mengeritiknya.

    Dikisahkan bahwa kholifah Umar pada suatu ketika dicegat di jalan oleh seorang perempuan tua bernama Khaulah binti Tsa’labah dan dimintanya berhenti. Cukup lama beliau berhenti di jalan seraya menyimak kalimat2 yang meluncur dari lisan Khaulah binti Tsa’labah yang berisi nasihat nasihat sebagai berikut :

    ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻛﻨﺖَ ﺗﺪﻋَﻰ ﻋُﻤﻴﺮﺍ ﺛﻢ ﺻﺮﺕَ ﻋﻤﺮ ، ﺛﻢ ﻗﻴﻞ ﻟﻚ ﺃﻣﻴﺮُ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ، ﻓﺎﺗﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺎ ﻋﻤﺮ ، ﻓﺈﻧﻪ ﻣَﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﻤﻮﺕ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻔﻮﺕَ ، ﻭ ﻣﻦ ﺃﻳﻘﻦ ﺑﺎﻟﺤﺴﺎﺏ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ .

    Wahai Umar, engkau dulu dipanggil Umair (Umar kecil), kemudian berubah menjadi Umar, lalu sekarang engkau dipanggil dengan julukan “amirul mukminin”. (Pesan saya) : takutlah engkau, wahai Umar kepada Allah, karena barangsiapa meyakini adanya kematian, ia pasti khawatir akan hilangnya kesempatan, dan barangsiapa yg meyakini adanya hisab, ia pasti takut menghadapi adzab.

    Pertemuan di jalan antara Khalifah dan perempuan tua itu menjadi tontonan dan sekaligus membuat orang orang yang melihatnya keheranan. Maka di antara mereka ada yang terpaksa bertanya : wahai amirul mukminin, mengapa njenengan rela berhenti di sini hanya untuk mendengarkan omongan perempuan tua itu?

    Khalifah Umar menjawab : “Seandainya perempuan itu meminta agar saya berhenti di tempat ini dari awal siang sampai akhir siang, pasti saya tidak akan beranjak kecuali untuk shalat. Tahukah kalian, siapakah perempuan tua itu?”

    Mereka mejawab : kami tidak tahu.

    Sayyidina Umar menjelaskan, Dia adalah Khaulah binti Tsa’labah, seorang perempuan yang perkataannya didengar oleh Allah Subhanahu wa ta’ala dari atas langit yang tujuh. Apa pantas Umar tidak mau mendengarkan ucapan perempuan itu, sementara Allah Ta’ala mau mendengarkannya.

    Kisah tentang Khaulah binti Tsa’labah secara singkat difirmankan oleh Allah sbb :

    ﻗﺪ ﺳﻤﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺠﺎﺩﻟﻚ ﻓﻲ ﺯﻭﺟﻬﺎ ﻭ ﺗﺸﺘﻜﻲ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺴﻤﻊ ﺗﺤﺎﻭﺭﻛﻤﺎ ، ﺇﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﻤﻴﻊ ﺑﺼﻴﺮ
    ‏( ﺍﻟﻤﺠﺎﺩﻟﺔ : ١ )

    Tentu Allah mendengar perkataan wanita yang mengajukan permasalahan kepadamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal-jawab kamu berdua. Sesungguhnya, Allah Maha mendengar lagi Maha melihat.
    (KH Afifuddin Muhajir)