Tag: negara

  • Pancasila Selaras dengan Syari’at

    Pancasila Selaras dengan Syari’at

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ada yang membenturkan Pancasila dengan Islam maka jelas ia tidak paham Pancasila dan Islam. Jika ada yang mempermasalahkan agama dan nasionalisme bahkan menganggap nasionalisme tidak ada dalilnya maka jelas ia tidak memahami inti sari ajaran agamanya walau berkedok ahli agama. Yang teriak NKRI kafir, thaghut, mengatakan Pancasila simbol berhala maka perlu ngaji lagi.

    Pancasila itu sangat selaras dengan syari’at bahkan Pancasila itu perwujudan dari syari’at. Pancasila itu ajaran langit yang sudah membumi. Perwujudan dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin ‘ala Nusantara. Dengan Pancasila, syari’at Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas hanya pesan yang menggantung dilangit.

    Coba, mana butirnya yang bertentangan dengan Islam? Sila keberapa yang bermasalah dan menabrak syari’at Islam? Dari sisi mananya sehingga mengatakan Pancasila itu simbol kekufuran? Pancasila itu bukan agama tapi menyatukan antar pemeluk agama. Jika setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan berarti menandingi ajaran agama. Tidak tepat jika membandingkan norma Pancasila dengan norma agama. Tidak tepat jika memberikan pilihan untuk memilih Pancasila ataukah Islam. Ini pilihan yang jungkir balik sebab Pancasila itu berisi poin-poin ajaran Islam.

  • KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    KHUTBAH JUM’AT: HUKUM VAKSINASI

    SORBANSANTRI.COM

    اَلْحَمْدُ للهِ الْمَوْجُوْدِ أَزَلًا وَأَبَدًا بِلَا مَكَانٍ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ الْأَتَمَّانِ الْأَكْمَلَانِ، عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ، أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ. تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

    Jamaah masjid Nurul Iman rahimakumullah

    Puji syukur selalu kita panjatkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga. Nikmat yang dengannya kita bisa merasakan kebahagiaan, kesejahteraan, kehormatan dan kemuliaan. Marilah kita gunakan segala kenikmatan yang Allah berikan itu sebagai bekal ibadah karena hakikatnya Allah menciptakan manusia semata-mata agar menyembah dan mengabdi kepada-Nya. Jangan sampai nikmat yang Allah berikan itu membuat kita lalai, takabbur atau sombong sehingga nikmat yang kita miliki menjadi fitnah bahkan musibah sehingga menjauhkan kita dari Allah hingga mendatangkan murka-Nya.

    Jamaah shalat jum’at yang kami muliakan

    Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program vaksinasi nasional Covid-19. Ikhtiar menghadapi pandemi Covid-19 yang sampai sekarang belum mereda ini, secara resmi dimulai pada Rabu (13/1) 2021. Presiden RI Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin, diikuti para pejabat dan tokoh masyarakat pada peluncuran program ini di Istana Merdeka Jakarta. Salah seorang Jajaran Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomudin menjadi peserta vaksinasi tahap pertama di Istana Negara.

    Peserta dari PBNU merupakan orang keempat yang disuntik vaksin Sinovac setelah Presiden Joko Widodo, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Muhammad Faqih dan Sekretaris Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan.

    Vaksinasi merupakan ikhtiar dan upaya untuk melindungi jiwa kita. Karena tujuan diturunkannya agama adalah hifdzu nafs, menjaga jiwa kita.

    Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat tanggal 23 Januari 2016 (13 Rabi’ul Akhir 1437 H) di Bogor, memutuskan/menetapkan bahwa imunisasi pada dasarnya “dibolehkan” (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

    Dalil Vaksin atau Imunisasi diantaranya:

    وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ [البقرة، 2: 195]

    “…dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, …” [QS. al-Baqarah (2): 195]

    عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ وَجَعَلَ لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءً فَتَدَاوَوْا وَلاَتَدَاوَوْا بِحَرَامٍ . [رواه أبو داوود]

    “Diriwayatkan dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obat. dan menjadikan bagi setiap penyakit akan obatnya. Maka hendaklah kamu berobat, tetapi janganlah kamu berobat dengan sesuatu yang haram.” [HR. Abu Dawud]

    Hukum Vaksin dengan Barang yang Haram dan Najis

    Vaksin untuk imunisasi wajib menggunakan vaksin yang halal dan suci. Penggunaan vaksin imunisasi yang berbahan haram dan/atau najis hukumnya haram, tidak dibolehkan kecuali pada kondisi “darurat” (keterpaksaan jika tidak dilakukan mengancam jiwa) atau “hajat” (keterdesakan, jika tidak dilakukan menyebabkan penyakit berat atau kecacatan pada seseorang), atau belum ditemukan bahan vaksin yang halal dan suci, dan ada keterangan tenaga medis yang kompeten dan dipercaya bahwa tidak ada vaksin yang halal.

    Al-Qur’an menyampaikan:

    إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِۦ لِغَيْرِ ٱللَّهِۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَلَآ إِثْمَ عَلَيْهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
    Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 173)

    Mengenai pengobatan dengan barang yang najis, khususnya yang sering disebut dalam vaksin, Imam an-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menyampaikan:

    وَأَمَّا التَّدَاوِي بِالنَّجَاسَاتِ غَيْرِ الْخَمْرِ فَهُوَ جَائِزٌ سَوَاءٌ فِيهِ جَمِيعُ النَّجَاسَاتِ غَيْرُ الْمُسْكِرِ

    “Adapun berobat dengan benda najis selain khamr itu dibolehkan, untuk seluruh jenis najis, yang tidak memabukkan.”

    Lebih lanjut, Imam an-Nawawi menyebutkan tentang pentingnya memercayai pendapat tenaga kesehatan:

    قَالَ أَصْحَابُنَا وَإِنَّمَا يَجُوزُ ذَلِكَ إذَا كَانَ الْمُتَدَاوِي عَارِفًا بِالطِّبِّ يَعْرِفُ أَنَّهُ لَا يَقُومُ غَيْرُ هَذَا مَقَامَهُ أَوْ أَخْبَرَهُ بِذَلِكَ طَبِيبٌ مُسْلِمٌ عَدْلٌ

    “Para ulama menyebutkan kebolehan berobat dengan bahan najis jika sang pengobat memahami betul tentang ilmu kedokteran, dan mengetahui bahwa tidak ada pengganti dari hal najis tersebut. Atau, pengobatan tersebut disampaikan oleh dokter yang beragama Islam lagi bijaksana.”

    Dari keterangan di atas, setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita garis bawahi.

    Pertama, kebolehan menggunakan bahan najis dalam substansi pengobatan, jika belum didapatkan barang yang berasal dari senyawa halal. Kedua, kebolehan berobat jika tenaga kesehatan sudah menyebutkan keamanan penggunaan obat tersebut. Informasi tentang vaksin sudah banyak disebarkan dan disosialisasikan melalui media-media terpercaya dari dinas, lembaga, atau kementerian terkait. Ilmu kedokteran dan pengobatan, sudah sangat canggih dan pesat perkembangannya. Setiap obat yang dirilis dan dilegalkan pemerintah, tentu sudah melalui pengecekan komposisi, uji klinis dan uji efek samping yang ketat.

    Hukum Vaksin Covid 19

    Vaksinasi Covid-19 termasuk fardlu ain. Menjadi kewajiban yang harus dijalankan umat Islam mengingat belum ada obat yang dapat mengendalikan Covid-19 selain vaksin dan protokol kesehatan. Tidak ada alasan menolak vaksinasi sebab vaksin Covid-19 halal dan aman digunakan.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM) pun sudah memastikan, vaksin Covid-19 yang digunakan telah diuji coba tahap ketiga dan telah memenuhi standar keamanan yang disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sudah mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin dengan mempertimbangkan proses hasil audit dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Makanan (LPPOM) MUI.

    Program vaksinasi ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah sekaligus meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksin bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Mulai awal pelaksanaan vaksinasi, masyarakat juga tidak akan dikenai biaya alias gratis dan tidak ada keharusan untuk menjadi peserta BPJS.

    Dalam Buku Saku #InfoVaksin yang diterbitkan oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dijelaskan bahwa pembentukan kekebalan tubuh manusia terhadap penyakit infeksi secara aktif bisa dilakukan secara alamiah melalui penderita langsung atau secara buatan melalui imunisasi dalam hal ini vaksinasi.

    Vaksin bukanlah obat. Vaksin akan membuat tubuh seseorang mengenali bakteri atau virus penyebab penyakit tertentu sehingga bila terpapar bakteri atau virus tersebut, akan menjadi lebih kebal. Cakupan imunisasi yang tinggi dan merata akan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sehingga dapat mencegah penularan maupun keparahan suatu penyakit.

    باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

    (Abi Sorban)

  • Ngeri, Kiamat Kuantum Sudah di Depan Mata

    Ngeri, Kiamat Kuantum Sudah di Depan Mata

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comMendengar kata kiamat, individu mana sih yang gak merasakan ngeri?ditambah dosa-dosa karena suka membantah orang tua hehee.

    Tapi disini yang akan kita bahas bukan kiamat seperti yang kita pelajari disekolah gan, kiamat kuantum adalah sebuah keadaaan di mana file rahasia yang sudah dienkripsi tiba-tiba bisa dibuka.

    File terenkripsi itu dapat dibuka oleh komputer kuantum yang bekerja sangat berbeda dari komputer-komputer pada umumnya. Secara teori, mesin komputer kuantum dapat bekerja berkali-kali lipat daripada mesin komputer kita saat ini, cepat banget lah pokoknya.

    SORBANSANTRI.COM
    Perusahaan Jerman Q.ant, merancang fasilitas pemrosesan data optik untuk teknologi kuantum

    Saking cepatnya, komputer kuantum mampu dihadapkan dengan masalah yang super kompleks, seperti mencoba mendekripsi data dengan miliaran percobaan hanya dalam hitungan detik.

    Komputer biasa jika ingin mendekripsi data yang sama seperti komputer kuantum memerlukan waktu yang sangat lama bahkan bertahun-tahun untuk bisa membuka data yang terenkripsi.

    Komputer kuantum ini awalnya diciptakan untuk memecahkan segala macam masalah bagi umat manusia. Namun secara tidak langsung juga memberikan dampak buruk dimasa yang akan datang.
    Beberapa negara besar seperti Amerika, Cina, Rusia dan Inggris, bekerja sama untuk mengembangkan komputer kuantum super cepat ini dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan strategis dunia maya di masa yang akan datang.
    Setiap hari nya data yang kita miliki seperti transaksi perbankan, aktivitas sosial media, belanja online, semuanya sudah tersimpan dan terenkripsi di sebuah penyimpanan data yang dinamakan bank data, komputer kuantum kapan saja dapat mencuri data ini dan memecahkan kode enkripsi dengan sangat cepat.
    Melihat ini sebagai ancaman yang nyata serta biaya penelitian yang sangat mahal, raksasa teknologi seperti Google, Microsoft, Intel, dan IBM sedang mengerjakan solusi pencegahan terhadap ancaman dekripsi komputer kuantum.
    Para ilmuan saat ini terus mengkampanyekan kriptografi pasca-kuantum yang sedang berlangsung di Institut Sains dan Teknologi Nasional AS (NIST) di Washington DC. Tujuannya adalah untuk menetapkan strategi pertahanan standar yang akan melindungi industri, pemerintah, akademisi dan infrastruktur nasional kritis lainnya dari bahaya kiamat kuantum.
    Ngeri banget ya sahabat-sahabat komputer kuantum ini, komputer dirumah saiya aja buat nonton youtube udah lumayan panas, apalagi disuruh dekripsi data dengan miliaran percobaan, BISA MELEDAK. (abi tsani)
  • Berikut Daftar Cabang NU di 137 Negara

    Berikut Daftar Cabang NU di 137 Negara

    wp.sorbansantri.com – Organisasi sosial keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) kini telah benar-benar mendunia, dibuktikan kepengurusan cabang NU telah ada di 137 negara.
    Kepengurusan cabang NU di luar negeri ini disebut Pengurus Cabang Istimewa (PCI), berbeda dengan kepengurusan di dalam negeri yang disebut dengan Pengurus Cabang (PC), tanpa kata ‘istimewa’.
    Menurut Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Banjar Kalsel, Khairullah Zain, hadirnya kepengurusan organisasi umat Islam terbesar di dunia di 137 negara ini sepertinya memang sudah diprediksikan oleh para wali Allah yang mendirikan NU.
    “Para wali Allah pendiri NU sepertinya sudah mengetahui bahwa kelak NU akan mendunia. Buktinya lambang NU yang dibikin boleh KH Ridwan Abdullah memuat bola dunia,” ujarnya kepada Banua.co, Senin (21/12/2020).
    Berikut daftar negara yang ada kepengurusan Cabang Istimewa NU di sana. Di negara negara ini pengurus cabang istimewa (PCI) telah terdaftar resmi dan punya kekuatan legalitas di negara masing masing, sebagai bukti NU mendunia:
    1. Afghanistan
    2. Afrika Selatan (Republic of South Africa)
    3. Republik Afrika Tengah (Central African Republic)
    4. Albania (Republic of Albania)
    5. Aljazair (Algeria)
    6. Amerika Serikat (United Stetes of America)
    7. Andorra (Principality of Andorra)
    8. Angola (Republic of Angola)
    9. Antigua dan Barbuda (Antigua and Barbuda)
    10. Arab Saudi (Kingdom of Saudi Arabia)
    11. Argentina (Argentine Republic)
    12. Armenia (Republic of Armenia)
    13. Australia (Commonwealth of Australia)
    14. Austria (Republic of Austria)
    15. Azerbaijan (Republic of Azerbaijan)
    16. Bahama (Commonwealth of the Bahamas)
    17. Bahrain (Kindom of Bahrain)
    18. Bangladesh (People’s Republic of Bangladesh)
    19. Barbados
    20. Belanda (Netherlands)
    21. Belarus (Republic of Belarus)
    22. Belgia (Kingdom of Belgium)
    23. Belize
    24. Benin (Republic of Benin)
    25. Bhutan (Kingdom of Bhutan)
    26. Bolivia (Plurinational state of Bolivia)
    27. Bosnia dan Herzegovina (Bosnia and Herzegovina)
    28. Botswana (Republic of Botswana)
    29. Brasil (Federative Republic of Brazil)
    30. Inggris (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland)
    31. Brunei Darussalam (Nation of Brunei, Abode of Peace)
    32. Bulgaria (Republic of Bulgaria)
    33. Burkina Faso
    34. Burundi (Republic of Burundi)
    35. Ceko (Czechoslovakia)
    36. Chad Republic of Chad)
    37. Chile (Republic of Chile)
    38. Denmark (Kingdom of Denmark)
    39. Djibouti (Republic of Djibouti)
    40. Dominika (Commonwealth of Dominica)
    41. Dominika Republik (Republic of Dominica)
    42. Ekuador (Republic of Ecuador)
    43. El Savador
    44. Eritrea (State of Eritrea)
    45. Estonia (Republic of Estonia)
    46. Ethiopia (Federal Democratic 47. Republic of Ethiopia)
    48. Fiji (Republic of Fiji)
    49. Filipina (Republic of the Philippines)
    50. Finlandia (Republic of Finland)
    51. Gabon (Gabonese Republic)
    52. Gambia (Republic of Gambia)
    53. Georgia
    54. Ghana (Republic of Ghana)
    56. Grenada
    57. Guatemala (Republic of Guatemala)
    58. Guinea (Republic of Guinea)
    59. Guinea Bissau (Republic of Guinea Bissau)
    60. Guinea Equator (Republic of Equatorial Guinea)
    61. Guyana (Co-operative Republic of Guyana)
    62. Haiti (Republic of Haiti)
    63. Honduras (Republic of Honduras)
    64. Hungaria (Hungary)
    65. India (Republic of India)
    66. Indonesia NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)
    67. Irak (Republic of Iraq)
    68. Iran (Islamic Republic of Iran)
    69. Irlandia (Republic of Ireland)
    70. Islandia (Iceland)
    71. Israel (State of Israel)
    72. Italia (Italy/Italian Republic)
    73. Jamaika (Jamaica)
    74. Jepang (Japan)
    75. Jerman (Federal Republic of Germany)
    76. Kamboja (Kingdom of Cambodia)
    77. Kamerun (Republic of Cameroon)
    78. Kanada (Canada)
    79. Kazakhstan (Republic of Kazakhstan)
    80. Kenya (Republic of Kenya)
    81. Kirgiztan (Kyrgyzstan / Kyrgyz Republic)
    82. Kiribati (Republic of Kiribati)
    83. Kolombia (Republic of Colombia)
    84. Komoro (Union of the Comoros)
    85. Kongo (Republic of the Congo
    Kongo Demokratik (Democratic Republic of the Congo)
    86. Korea Selatan (South Korea / Republic of Korea)
    87. Korea Utara (North Korea)
    88. Kosta Rika (Republic of Costa Rica)
    89. Kroasia (Republic of Croatia)
    90. Kuba (Republic of Cuba)
    91. Kuwait (State of Kuwait)
    92. Laos (Lao Peoples Democratic Republic)
    93. Latvia (Republic of Latvia)
    94. Lebanon (Lebanese Republic)
    95. Lesotho (Kingdom of Lesotho)
    96. Liberia (Republic of Liberia)
    97. Libia (State of Libya)
    98. Liechtenstein (Principality of Liechtenstein)
    99. Lithuania (Republic of Lithuania)
    100. Luksemburg (Grand Duchy of Luxembourg)
    101. Madagaskar (Republic of Madagascar)
    102. Makedonia (Republic of Macedonia)
    103. Maladewa (Republic of Maldives)
    104. Malawi (Republic of Malawi)
    Malaysia)
    105. Mali (Republic of Mali)
    106. Malta (Republic of Malta)
    107. Maroko (Kingdom of Morocco)
    108. Marshall Island (Republic of the Marshall Island)
    109. Mauritania (Islamic Republic of Mauritania)
    110. Mauritius (Republic of Mauritius)
    111. Meksiko (United Mexican States)
    112. Mesir (Arab Republic of Egypt)
    113. Mikronesia (Federated States of Micronesia)
    114. Moldova (Republic of Moldova)
    115. Monako (Principality of Monaco)
    116. Mongolia
    117. Montenegro
    118. Mozambik (Republic of Mozambique)
    119. Myanmar (Burma / Republic of the Union of Myanmar)
    120. Namibia (Republic of Namibia)
    121. Nauru (Republic of Nauru)
    122. Nepal (Federal Democratic Republic of Nepal)
    123. Niger (Republic of Niger)
    124. Nigeria (Federal Republic of Nigeria)
    125. Nikaragua (Republic of Nicaragua)
    126. Norwegia (Kingdom of Norway)
    127. Oman (Sultanate of Oman)
    128. Pakistan (Islamic Republic of Pakistan)
    129. Palau (Republic of Palau)
    130. Panama (Republic of Panama)
    131. Pantai Gading (Ivory Coast / Republic of Cote d’Ivoire)
    132. Papua Nugini (Independent State of Papua New Guinea)
    133. Paraguay (Republic of Paraguay)
    134. Prancis (Frence Republic)
    135. Peru (Republic of Peru)
    136. Polandia (Republic of Poland)
    137. Portugal (Portuguese Republic)
    Editor: Shakira.
    21 Desember 2020
    Sumber : Banua.co
  • JANGAN NGAKU NGAKU NAHDLIYYIN NAHDLATUL ULAMA KALAU MASIH INGIN MENGHANCURKAN NKRI

    JANGAN NGAKU NGAKU NAHDLIYYIN NAHDLATUL ULAMA KALAU MASIH INGIN MENGHANCURKAN NKRI

    Infokom Banser NU – 

    KH. Hasyim Asyari Tidak Pernah Melawan Negara atas Nama Agama
    .
    “Hadrotus Syekh KH. Hasyim Asy’ari membela Negara dengan menggunakan Agama, tapi tidak melawan Negara dengan menggunakan Agama.”
    .
    Berbeda dengan kondisi saat ini, agama dijadikan alat untuk menyerang dan membusukkan pemerintah yang sah. Golangan tersebut menggunakan simbol-simbol Islami untuk membikin gaduh negeri.
    .
    Mereka kencang sekali meneriakkan takbir, memakai bendera tauhid, mengatasnamakan agama dan Tuhan untuk melampiaskan nafsunya, rakus dengan kekuasaan.
    .
    Seharusnya, agama menjadi penguat negara bukan agama sebagai penghancur negara. Kalau agama hanya bertugas mempentungi negara, maka jangan salahkan pula jika negara menggebug para penganut agama itu.
    .
    Dari sini terlihat jelas bahwa sekarang ini banyak penganut agama yang gagal paham, tak mampu memahami agama dengan baik dan benar. Bukan salah agamanya, akan tetapi salah manusianya yang memaknai agama dengan nafsu dan semaunya sendiri.
    .
    Bahkan Pendapat dan Pedoman Beliau sangat Terkenal dengan Ucapan beliau.”HUBBUL-WATHON MINAL-IIMAAN”,mencintai tanah air sebagian dari iman.

  • SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SIAPAPUN YANG PUNYA NIAT JAHAT DENGAN INDONESIA, JURUS AWALNYA MELUMPUHKAN NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Apalagi Sama Mereka Yang Punya Niat Aneh-Aneh Sama Negara…  Yah masih ingatkan? dengan Muktamar NU ke-29 tahun 1994 lalu di Cipasung, Tasikmalaya.
    Ketika itu Orde Baru berusaha mengkudeta NU dari tangan Gus Dur dengan membuat sosok tandingan bernama Abu Hasan.
    Namun Gus Dur secara heroik tetap berhasil memenangkan pemilihan Ketua Umum PBNU untuk lima tahun berikutnya. Para ulama-pun “tetangisan” karena Gus Dur mampu melewati tekanan rezim Soeharto yang datang bertubi-tubi sejak bertahun sebelumnya.
    Beberapa surat kabar mengandaikan pertarungan ini seperti oplet melawan panser, dan oplet memenangkannya.
    Mohamad Sobary menangkap peristiwa dramatis itu dengan tulisan yang tak kalah sarkastisnya “Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu Hasan.”
    NU sejak dulu jadi sasaran untuk direbut, dipecah, jika perlu dihancurkan. Ini terjadi karena NU adalah tipikal “benda hidup yang mudah bergaul, tapi tidak mudah untuk digauli”, meminjam penerjemahan HB. Jassin dalam Zarathustra.
    NU adalah ganjalan bagi siapapun yang punya niat “aneh-aneh” terhadap bangsa ini. Banyak yang terkecoh – seolah gampangan, tapi ketika diajak berkhianat kepada Pancasila, NU tak mau kompromi.
    Karenanya sudah dengan berbagai cara NU berusaha dikebiri, sejak era PKI, HTI hingga era FPI.
    NU oleh kaum komunis bahkan disebut “Para Penyembah Tahayul”, oleh kaum Wahabi disebut “Para Penyembah Kuburan” dan berkali-kali Rizieq Shihab menyerang Ketua Umum NU sembari menghina dengan “membuta-butakan” Gus Dur.
    Tapi dasar NU, ia tak pernah bergeser. “Maqomnya” sebagai pengawal kemajemukan bangsa tetap terjaga istiqomah.
    Rumus paling sederhana adalah siapapun yang punya niat jahat dengan bangsa ini, pasti ingin melumpuhkan NU sebagai jurus awal.
    Dan itu dilakukan oleh siapapun, termasuk oleh warga yang mengaku aqidah-nya sama. Janganlah mengira bahwa FPI amaliyah-nya berbeda dengan NU, termasuk mereka yang mengepung kediaman ibunda Mahfud MD kemarin – mereka sama, hanya niatan kepada bangsa ini berbeda.
    Kesetiaan Nahdlatul Ulama kepada negara ini tidak akan pernah berubah. Dan tidak akan pernah mengendur hanya karena stigma “receh” yang seringkali diarahkan pada NU.
    NU mungkin saja oplet, tapi pernah mengalahkan panser – mereka yang sekedar gerobak, harap berpikir ulang untuk bisa menghancurkan NU.
    Dan akhirnya, ternyata karomah para masyayih NU adalah salah satu senjata ampuh masih kuat & tegaknya NU.
    Alhamdulillaah… (PC NU BREBES)
  • MENGHINA PEMIMPIN ADALAH KEBIASAAN KHOWARIJ

    MENGHINA PEMIMPIN ADALAH KEBIASAAN KHOWARIJ

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-  Manusia diutus di dunia ialah sebagai khalifah (pemimpin) minimal memimpin dirinya sendiri. Sekali lagi, KHOLIFAH (pemimpin) bukan KHILAFAH ya gaes..
    Dalam mengemban tugas sebagai pemimpin diri sendiri, Begitu juga dengan kepemimpinan-nya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dari tingkat desa hingga keatas yg dipimpin oleh seorang presiden.
    Sosok pemimpin itu juga seorang manusia biasa yg tidak maksum dan tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan roda kepemimpinan. Ada sebagian kalangan langsung mencaci dan menghina pemimpin kala ia melakukan kesalahan ataupun kekeliruan.
    Jika pemimpin atau pemerintah melakukan kesalahan, tentunya ada prosedur tersendiri dalam memperingatkan atau mengkritiknya baik dengan perspektif hukum agama maupun hukum negara.
    Bisa dibilang, mereka yg kerap mencaci atau menghina pemimpin merupakan ciri khas manhaj kaum khawarij. Mungkin awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, dan media-media lainnya, akan tetapi ujung-ujungnya membengkak hingga akhirnya berusaha memberontak pemimpin.
    Manhaj khawarij seperti ini menyelisihi petunjuk Rasulullah , karena mengingkari penguasa dan merupakan sumber segala fitnah atau kerusakan sepanjang sejarah peradaban islam.
    Bukti sejarah bahwa cara-cara seperti itu adalah cara yg digunakan para kaum khawarij berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi dan selainnya dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi:
    “Saya pernah bersama Abu Bakrah di bawah mimbar Ibnu Amir yg sedang berkhutbah sambil mengenakan pakaian tipis.
    Abu Bilal berkata: Lihatlah pemimipin kita, dia mengenakan pakaian orang-orang fasiq.
    Abu Bakrah menegurnya seraya berkata: Diamlah, saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yg menghina pemimpin di muka bumi, niscaya Allah akan menghinakannya” (Lihat Shahih Sunan Tirmidzi: 1812 )
    Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan:
    “Qa’adiyyah adalah orang-orang yg memperindah pemberontakan kepada pemerintah sekalipun mereka tidak memberontak secara langsung”.
    Kemudian dalam sebuah ayat Allah  berfirman:
    وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129).
    “Demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang yg dzolim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yg lain disebabkan apa yg mereka usahakan”.
    (QS. al-An’am : 129).
    Dalam menafsirkan ayat di atas, al-Imam Fakhruddin al-Razi berkata:
    “Ayat di atas menunjukkan bahwa apabila rakyat melakukan kedzoliman, maka Allah akan mengangkat seorang yang dzolim seperti mereka sebagai penguasa.
    Sehingga jika mereka ingin melepaskan diri dari pemimpin yg dzolim tersebut, hendaknya mereka meninggalkan perbuatan dzolim.
    Diriwayatkan dari Malik bin Dinar: “Dalam sebagian kitab-kitab Allah , bahwasanya Allah berfirman:
    “Akulah Allah, Penguasa raja-raja di dunia.
    Hati dan ubun-ubun mereka berada dalam kekuasaan-Ku. Barangsiapa yg taat kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai rahmat baginya.
    Dan barangsiapa yg durhaka kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai azab atas mereka.
    Janganlah kalian menyibukkan diri dengan memaki-maki para penguasa karena kezaliman mereka.
    Akan tetapi, bertaubatlah kalian kepada-Ku, maka akan Aku jadikan mereka mengasihi kalian.”
    (Al-Imam Fakhruddin al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, juz 13, hal. 159. Ibnu Abil-‘Izz al-Hanafi dalam Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah).
    Sebetulnya dari keterangan ayat di atas dapat ditarik benang merah sebagai berikut;
    Kita wajib meyakini bahwa pemimpin yg dipilih semata-mata adalah takdir Allah .
    Pemimpin yg dzolim ialah cerminan masyarakatnya yg juga dzolim.
    Anjuran bertobat bagi masyarakat atau rakyat dari kedzoliman mereka.
    Baca Juga: Apakah Isbal Dilarang?
    Begini Penjelasan Ahli Hadits.
    Karena meskipun seorang pemimpin itu dzolim, kita dilarang menghujat atau menghina pemimpin tersebut.
    Sebagaimana Sabda Rasulullah ﷺ sebagai berikut:
    مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن
    “Barangsiapa yg menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR at-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).
    Hadits di atas memberikan pesan:
    Larangan menghina seorang pemimpin dan dianjurkan menasehati dengan baik serta bersabar atasnya.
    Maksud pemimpin dalam hadits tersebut, ialah setiap orang yg memiliki kekuasaan dan tanggungjawab terhadap kaum Muslimin seperti khalifah, presiden, amir, gubernur, bupati dan seterusnya.
    Allah akan menghinakan orang yg menghina pemimpin di dunia, karena telah berusaha menghina seseorang yg diberi kemuliaan oleh Allah.
    Di akhirat kelak Allah akan menghinakan orang yg menghina seorang pemimpin, hal itu karena telah durhaka kepada Allah.
    (Al-Imam Ibnu ‘Illan al-Shiddiqi, Dalil al-Falihin li-Thuruq Riyadh al-Shalihin, 3/124).
    Abu Usman az-Zahid mengatakan:
    “Nasihatilah para pemimpin, perbanyakkanlah doa untuk mereka agar mereka melakukan kebaikan dan kebenaran dalam beramal dan menjalankan hukum.
    Sesungguhnya jika mereka baik, maka akan baiklah rakyat.
    Hati-hatilah kamu!
    Jangan sampai kamu mendoakan keburukan atau melaknat mereka, kerana yg demikian hanya akan menambah kerusakan keadaan orang-orang Islam.
    Tetapi mintakanlah ampunan kepada Allah untuk penguasa (pemerintah dan pemimpin), semoga mereka meninggalkan perbuatan yg tidak baik, kemudian dihilangkanlah musibah dari kaum Muslimin”.
    (Al-Jamii Li Syu’abil Iman. 13/99. Al-Baihaqi. Cetakan Dar as-Salafiyah).
    Wajib dipahami bahwa sebenarnya Islam mengajarkan untuk bersikap santun dan taat terhadap pemimpin.
    Karena seorang pemimpin itu merupakan representasi dari rakyat atau masyarakatnya sendiri.
    Apabila masyarakatnya baik maka sangat mungkin pemimpinnya juga baik dan begitu juga sebaliknya.
    Maka dari itu, islam melarang untuk menghujat dan menghina pemimpin meskipun ia pemimpin yg dzolim sekalipun, karena hal tersebut termasuk mengindikasikan bahwa dirinya sendiri juga termasuk orang yg dzolim.
    Wallahua’lam Bisshawab. (Y.A.S.)
    ● NB : Presiden & Wakilnya adalah wajah suatu bangsa, siapapun yg melempar noda tercorenglah seluruh negeri.
    Yg merebutnya secara paksa adalah pengkhianat bangsa, bagi warga negara yg berintregitas tinggi adalah melawan bibit makar.
    Jangan pernah lelah kita membelanya…
  • MEMBELA TANAH AIR TIDAK ADA DALILNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seumur-umur tidak ada yang berani menantang Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari. Jangankan menantang, menentangpun tidak ada yang berani. Bahkan mendongakkan kepala dihadapan beliau saja tidak ada yang berani. Hanya HTI yang berani “berlawanan” dengan Hadratussyeikh. Hanya satu kata yang patut disematkan kepada Felix Siauw, belajar lagi.

    Gelar “Hadratussyeikh” bukan gelar sembarangan. Hadratussyeikh itu gelar di atasnya syeikh. Di Arab bahkan Timur Tengahpun paling tinggi gelarnya hanya “syeikh”. Artinya di tanah Hijaz, beliau sangat dihormati. Bahkan ketika Mbah Wahab (KH Wahab Hasbullah) yang ditunjuk untuk menggagalkan pembongkaran makam Nabi, yang dilakukan pemerintah Arab Saudi ketika itu, beliau “disepelekan” ulama Sunni dan Syiah Arab. Namun begitu beliau bilang muridnya Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, langsung ulama Sunni dan Syiah hormat ke beliau (Mbah Wahab) karena ta’dzim kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari.

    Lha kok sekarang, ada orang HTI si Felix yang muallaf (baru masuk Islam) berani-beraninya berkata nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana berlawanan statemen dengan Hadratussyeikh. Dengan “ijtihad” beliau Hadratussyeikh yang meletakkan posisi Islam dan Indonesia, keislaman dengan kebangsaan dalam satu nafas sehingga didapatkan jargon HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air sebagian dari iman.

    Eeehhhh…..si Felix justru bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana bertentangan dengan apa yang di-“fatwa”-kan KH Hasyim Asyari. Beliau Hadratussyeikh itu paham sekali Alquran Hadits. Hadratussyeikh mendapat ijazah dan sanad langsung hadits Shahih Bukhari Muslim. Beliau juga hafal dan paham kutubussittah beserta rijalul haditsnya.

    Lha kok……. si Felix bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang.menentang Hadratussyeikh, beliau telah menelorkan jargon hubbul wathon minal iman. Apakah si Felix lebih alim dari Hadratussyeik KH Hasyim Asyari. Padahal ketika itu beliau adalah satu-satunya ulama rujukan, baik ulama Timur Tengah maupun Indonesia. Bung Karno pun saat mau memutuskan perjalanan bangsa Indonesia selalu mohon arahan dan doa restu Hadratussyeikh.

    HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman. Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari berkata:

    “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”

    Doa Nabi ﷺ :
    “Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah” (HR Bukhari).

    Doa kami bangsa Indonesia:
    “Ya Allah, jadikan kami mencintai Indonesia seperti cinta kami kepada Makkah dan Madinah, kota yang dicintai Rasul-Mu”

    Lha kok ada anak kemarin sore, dedengkot HTI berani menegasikan beliau Hadratussyeik. Ya, hanya satu kata untuk si Felix, belajar lagi.(abi-sorban)

  • PERANAN TASAWUF UNTUK KEBAHAGIAAN UMAT MANUSIA DAN KESELAMATAN NEGARA

    PERANAN TASAWUF UNTUK KEBAHAGIAAN UMAT MANUSIA DAN KESELAMATAN NEGARA

    Screenshot_215

    cyberaswaja.online – Thariqah merupakan satu sistem pemahaman dan penghayatan serta pengamalan ajaran agama Islam yang bersumber langsung dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril yang disampaikan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW serta berjenjang sanadnya kepada para mursyid dan pengamal Thariqah. Karena itu silsilah Thariqah yang mu’tabarah dan shahihah di semua negara di dunia dapat dikatakan berasal dari sumber yang satu, yaitu Rasulullah SAW, meskipun setiap sanad mursyid Thariqah tertentu hingga sampai Rasulullah SAW bisa sama atau berbeda.

    Sehubungan dengan itu, pada dasarnya mursyid Thariqah atau para pengamal Thariqah antara satu negara dengan negara lain memiliki ikatan spiritual dan emosional, dimana ada seorang mursyid atau pengamal Thariqah di suatu negara memiliki sanad yang sama, atau bahkan bisa saja seorang mursyid di suatu negara memiliki murid Thariqah di beberapa negara lain. Dengan demikian, hubungan mursyid dengan murid tanpa sekat dan melampaui batas-batas ras, suku dan negara.

    Peran strategis lain dari Thariqah, di tengah krisis politik dunia, terutama dunia Islam memiliki visi yang menghendaki terwujudnya sebuah tatanan masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaqul karimah serta menciptakan peradaban dunia yang bermartabat dan berkeadilan.

    Di samping itu, perlu adanya peningkatan upaya konsolidasi internal masing-masing aliran Thariqah se-dunia di tengah derasnya arus modernisasi dan tumbuh suburnya paham-paham sesat menyesatkan yang dapat melahirkan disharmoni di antara masyarakat dunia, khususnya di kalangan umat Islam. Karena itu, peran mursyid sangat strategis dalam memberikan pendidikan dan bimbingan kepada umat dengan pemahaman ajaran Islam yang benar melalui pendekatan dan metode yang dikembangkan oleh Rasulullah SAW dan as-salaf ash-shalihin.

    Untuk efektifitas dan optimalisasi peran Thariqah tersebut di atas maka dibutuhkan sebuah organisasi Thariqah tingkat dunia sebagai media komunikasi dan konsolidasi dari para mursyid dan pengamal Thariqah untuk merumuskan konsep dan langkah strategis dalam mengembangkan ajaran Thariqah guna menciptakan peradaban dunia dan masyarakat dunia yang damai dan berkeadilan. Karena itu, menjadi sebuah keniscayaan dibentuknya sebuah organisasi Thariqah tingkat dunia yang bertujuan untuk merealisasikan visi dan misi para sufi dalam mengimplementasikan ajaran tasawuf dan Thariqah di tengah masyarakat dunia.(sumber. kumpulan foto ulama’ dan habaib)

  • Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kyai dan pesantren, mendidik para santri dengan semboyan tersebut. Semboyan tersebut bukanlah hadits. Tapi semboyan tersebut maknanya Shoheh, tidak melenceng dan sesuai dengan apa yang pernah dialami dan pernah dilakukan Nabi-nabi terdahulu.

    Sebagaimana Nabi Muhammad mencintai Mekkah sebagai Negeri, sebagai Tanah air, sebagai Tanah Kelahiran. Sampai sampai Nabi menangis, tatkala hijrah menuju Madinah. Bliau menghadap ke Mekkah, berkata bahwa Bliau cinta Dengan Mekkah, cinta dengan Tanah kelahirannya. Andaikan kalau bukan Kaumnya yg mengusir bliau, bliau tak akan meninggalkan Mekkah, tanah air yang dicintainya.

    Dan sebagaimana Nabi Ibrahim mencintai Negerinya, memohon kebaikan untuk negerinya, dan bahkan Allahpun mengabadikan doa Nabi Ibrahim dalam Al Quran, Surat Al Baqara ayat 126.

    Itulah sebabnya, Kyai pondok pesantren di Indonesia menanamkan benih-benih Hubbul Wathan dalam hati santrinya, hati tempat keimanan berada. Karena orang yang menciintai Negerinya, orang tersebut telah merealisasikan sebentuk keimaannya.

    Maka kalau ada sekelompok orang (yang mengaku) islam, tapi justru berkata bahwa mencintai Negeri dan Tanah air adalah Toghut dan bahkan Haram, sesungguhnya mereka belajar dari orang orang yang Sanad Ilmunya Terputus dari Sanad keimuan Nabi. (abi sorban)