Tag: NIKAH

  • Pengantin Baru Memasuki Babak Baru dalam Kehidupan

    Pengantin Baru Memasuki Babak Baru dalam Kehidupan

    wp.sorbansantri.com – Pernikahan adalah momen istimewa yang menggambarkan awal dari petualangan baru dalam kehidupan. Bagi pasangan pengantin baru, langkah pertama menuju kehidupan selanjutnya penuh dengan harapan, mimpi, dan tantangan yang menarik.

    Setelah melewati prosesi pernikahan yang indah dan penuh makna, kini saatnya bagi pengantin baru untuk memasuki babak baru dalam kehidupan mereka. Ini adalah saat di mana cinta mereka diuji melalui berbagai pengalaman dan perjalanan bersama.

    Dalam perjalanan menuju kehidupan selanjutnya, pengantin baru sering dihadapkan dengan banyak keputusan penting, seperti memilih tempat tinggal, merencanakan keuangan keluarga, dan menetapkan tujuan bersama. Semua ini menjadi landasan yang kuat untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

    Tidak hanya itu, pengantin baru juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang mungkin muncul di sepanjang jalan. Komunikasi yang baik, kerjasama, dan dukungan satu sama lain menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai situasi yang dapat menguji hubungan mereka.

    Meskipun ada tantangan, pengantin baru juga dipenuhi dengan harapan dan optimisme akan masa depan yang cerah bersama. Bersama-sama, mereka berkomitmen untuk saling mendukung, tumbuh bersama, dan menciptakan kenangan indah dalam setiap langkah perjalanan mereka.

    Sebagai simbol pengabdian dan cinta yang mendalam, perjalanan pengantin baru menuju kehidupan selanjutnya bukan hanya tentang merayakan cinta, tetapi juga tentang membangun fondasi yang kokoh untuk masa depan yang bahagia dan penuh makna. (AI sorban)

  • Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    SORBANSANTRI.COM

    FASYA-Sabtu, 16/04/2022. Di pertengahan bulan Ramadhan 1443 H ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun yang mengangkat tema “Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian Kitab Qurrotul ‘Uyun”. Acara ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang termasuk salah satu program kerja keilmuan dari kepengurusan HMPS HKI tahun 2022 ini. Acara Ngaji Kitab ini bisa dikatakan perdana, dikarenakan dari tahun-tahun sebelumnya memang belum pernah mengadakan kegiatan Ngaji Kitab seperti ini. Maka dari itu, antusias dari jamaah yaitu yang terdiri dari para mahasiswa HKI ini sangat luar biasa, dalam mengikuti Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini.

    Sebenarnya, kitab Qurrotul ‘Uyun ini biasanya sering di konsumsi oleh kalangan pondok pesantren, yang mana pembahasannya mengenai ruang lingkup keluarga yang sesuai tuntunan agama Islam, mulai dari rukun dan syarat nikah sampai dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam hubungan pernikahan. Hal ini tentu menjadi penting sekali untuk dikuasai oleh para mahasiswa fakultas Syariah terutama mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang notabene nya menggeluti dibidang Hukum Keluarga. Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini diisi oleh Direktur Pusat Konstitusi & Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Gus A.M. Mustain Nasoha S.H., M.H. 

    Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi HKI dan ketua umum HMPS HKI 2022 yang di wakili oleh ketua panitia pelaksana yaitu Dilva Nahida. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh tim hadroh Jamuna Al Mubarok dari Fakultas Syariah. Selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh saudara Ahmad Makruf. Tepat pada pukul 09.00 WIB, penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun oleh Gus A.M. Mustain Nasoha mulai berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM

    Di dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: “Barang siapa mempunyai istri dua dan dia berlaku tidak adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pecah tubuhnya dan jatuh. Riwayat lain mengatakan: pecah dan bungkuk/miring tubuhnya”. Ujar Gus A.M. Mustain Nasoha dalam penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun. Kemudian ketika ada pertanyaan, “Lebih penting ibadah atau nikah terlebih dahulu? Nah, di dalam kitab Qurrotul ‘Uyun ini dijelaskan bahwasanya keduanya harus seimbang, tetap melaksanakan ibadah dan juga melaksanakan pernikahan”. Gus A.M Mustain Nasoha juga menyampaikan kiat-kiat dalam menjalin hubungan suami istri, mulai dari status hukumnya sampai dengan tata cara melaksanakannya. Semuanya di kupas tuntas oleh beliau.

    Di pengujung acara, Gus A.M Mustain Nasoha menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir, agar selalu menundukan pandangan terhadap lawan jenis dan selalu berusaha untuk senantiasa menutup aurat. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh saudara Ahmad Makruf. Harapan dari panitia kepada acara ini adalah semoga dengan dilaksanakannya Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini dapat membawakan ilmu yang bermanfaat dan barokah bagi seluruh jamaah maupun panitia, untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak.

    (Ahmad Makruf/Divisi Keilmuan/Ed:afz)

  • KUATKAN KEILMUAN, PONPES AL MUAYYAD MANGKUYUDAN LAUNCING LEMBAGA BAHTSUL MASAIL

    KUATKAN KEILMUAN, PONPES AL MUAYYAD MANGKUYUDAN LAUNCING LEMBAGA BAHTSUL MASAIL

    SORBANSANTRI.COM

    Surakarta, wp.sorbansantri.com – Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan Surakarta gelar kegiatan Launching Lembaga Bahtsul Masail dan Bahtsul Masail Kubro ke-1 pada Ahad, (20/03). Kegiatan ini diselenggarakan di serambi Masjid Al Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta.

    Launching lembaga Bahtsul Masail ini diselenggarakan setelah adanya ujian syamil yang diikuti oleh calon pengurus lembaga bahtsul masail sebanyak 27 santri pilihan. Ujian syamil yang diselenggarakan sebelumnya adalah dengan menguji pemahaman calon pengurus terhadap kitab Taqrib dan Tadzhib dalam satu waktu, sehingga melalui tes ini dapat membuktikan seberapa kuat pemahaman calon pengurus di dalam mengelaborasi sebuah masalah dengan keterangan yang ada di dalam kitab-kitab Fiqih.

    Pembina Lembaga Bahtsul Masail Pesantren Al Muayyad yang juga merupakan ketua LBM NU Surakarta, Gus Ahmad Muhamad Mustain Nasoha mengatakan terbentuknya Lembaga Bahtsul Masail di Pesantren Al Muayyad sangat maklum adanya. Hal ini sesuai dengan sejarah Pesantren Al Muayyad yang memiliki pengasuh dan guru-guru yang ‘alim dan pakar dalam bidang Ilmu Fiqih. “Kiai Ali Maksum Krapyak, musohih LBM Pengurus Besar Nahdlatul ‘Ulama dahulu selalu sowan Kiai Umar Abdul Mannan untuk mentashih hasil keputusan dari musyawarah LBM PBNU. Beliau tidak akan menerbitkan hasil musyawarah LBM PBNU jika belum ditashih oleh Kiai Umar,” terang Gus Musta’in dalam sambutannya.
    “Kegiatan LBM ini diadakan atas dawuh Ketua Yayasan Al Muayyad KH. M. Faisol Rozaq. Semoga bisa istiqomah dan sukses.” Pungkasnya.

  • KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    SORBANSANTRI.COM

    sorbansatri.com – Sejak munculnya lirik lagu tentang istri Baginda Rasulullah , Sayyidah Aisyah, banyak orang kemudian mencari sosoknya. Mereka menemukan berbagai tulisan antara yang mengkritik dan yang memuji kehidupan Sayyidah.

    Beliau memang sosok yang banyak ditulis dalam berbagai kitab. Penulis temukan misalnya, Ad-Durru al-Stamin min Sirah Sayyidah ‘Aisyah Umm al-Mu’minin Radhiallah ‘Anha, dari Markaz Buhust wa Dirasat. As-Sirah al-Mu’atharah fi Manaqib Ummi al-Mu’minin Aisyah, karya Turki bin Hasan. Qoshirah al-Waidh al-Andalusi fi Manaqib umm al-Mu’minin Al-Ashdiqah al-Aisyah, karya Abi Imran Musa. Dan banyak sekali kitab yang menceritakan beliau.

    Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku yang ditulis oleh seorang al-mustasyriq (orientalis), saya lupa judul bukunya. Ia banyak tuduhan yang kurang baik, bahkan sangat tidak pantas kepada Nabiyuna dan Ummahatul Mu’minin, terutama kepada Sayyidah Aisyah, terkait dengan umur pernikahannya, umur Nabi dan lainnya. Mengapa anggapan ini muncul, karena penulis ini, membaca dan membandingkan dengan perempuan zamannya (modern, zaman ini), tidak melihat bagaimana kondisi perempuan pada masa Sayyidah Aisyah lahir, juga perempuan sebelum kelahiran beliau, dan juga mungkin beberapa tahun setelah beliau tiada.

  • 1 SYARAT IKUT PKD MANDI JUNUB DULU

    1 SYARAT IKUT PKD MANDI JUNUB DULU

    wp.sorbansantri.com – Ansor Ranting desa Labuhan Kidul, kecamatan Sluke, Rembang, gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar pada 19-21 November 2021. Para peserta pelatihan digembleng selama tiga hari untuk bisa menjadi kader Ansor yang baik dan memberi manfaat kepada liyan.
    Hari pertama berjalan lancar. Para peserta mengikuti setiap sesi materi dengan khidmat dan sedikit tahan kantuk. Hari kedua berjalan makin khusyuk. Hanya saja, di tengah acara, salah satu peserta tiba-tiba mengacungkan tangan hendak bicara. Saat dipersilakan utarakan keperluannya, peserta tersebut berkata, “Maaf, Sahabat. Saya hampir lupa. Saya mau pamit pulang.” kata Imam Munjani,
    Instruktur pemateri pun bertanya, “Kenapa pulang?”
    Dijawab, “Besok pagi saya mau akad nikah.”
    Seisi kelas tentu saja riang gembira. Instruktur menanggapi, “Nikahnya kan masih besok pagi. Kenapa pulang sekarang?”
    Imam Munjani, peserta PKD yang hendak menikah itu, menjawab, “Saya mau hafalin doanya dulu, Sahabat.”
    Instruktur pemateri lalu mengijinkannya pulang. Diiringi sorak gembira seisi kelas, Imam Munjani pun beranjak keluar kelas. Sampai di pintu, ia membalikkan badan dan berkata kepada instruktur, “Besok selesai akad nikah saya akan kembali ke sini dan lanjut ikut PKD, Sahabat. Apakah boleh?
    Jawab instruktur, “Boleh, dengan satu syarat.”
    “Apa?”
    “Mandi junub dulu.”
    (Nadhief Shidqi)