Tag: pacet

  • PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    PELANTIKAN PIMPINAN ISNU PAC SE-KAB. MOJOKERTO 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sebanyak 18 Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) kabupaten mojokerto resmi dilantik masa bakti 2021-2024 pada hari minggu 21 maret 2021 di institut pesantren KH. Abdul Chalim Pacet Mojokerto. 

    Pelantikan PC ISNU Kabupaten Mojokerto ini diagendakan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang didampingi oleh Bupati Mojokerto Dr. IKfina Fahmawati dan Wakil Bupati terpilih Gus Muhammad al Barra, namun karena ada kepentingan lain Ibu Gubernur Jatim ini berhalangan hadir. 

    Meskipun demikian, acara pelantikan 18 PAC yang tersebar di seluruh kecamatan se kabupaten mojokerto yang diawali dengan sambutan oleh ketua PC ISNU Kabupaten Mojokerto H. Mukti Ali dilanjutkan sambutan tuan rumah Prof. Dr. KH. Asep Syaifuddin Chalim.MA., berjalan dengan khidmat dan lancar sampai akhir acara. 

    Jadwal acara yang padat dan berisi berlangsung dengan penuh semangat peserta, setelah ishoma acara yang dihadiri lebih dari 100 orang sarjana NU Mojokerto itu langsung dilanjut dengan acara simposium kebangsaan bertema “Peran Sarjana NU dalam mewujudkan Mojokerto Maju Adil dan Makmur” dengan nara sumber Prof. Mas’ud Saidi dan Gus Muhammad al Barra. 

    “Kita sebagai sarjana NU Mojokerto harus siap dan mampu memaksimalkan diri berperan aktif dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat” Jawaban Prof. Mas’ud Saidi atas pertanyaan yang dilontarkan peserta saudara Kusmanuji ketua PAC ISNU Pacet, disambut riuh applause dari peserta. (Abdu Pct)

  • SENJATA YANG BIKIN JERA LASKAR HIZBULLAH DI PERTEMPURAN PACET

    SENJATA YANG BIKIN JERA LASKAR HIZBULLAH DI PERTEMPURAN PACET

    Tidak menyangka jika mortir yang sudah diarahkan pada posisi lawan itu tidak bisa jalan. Tiba tiba ledakan terjadi dan laras senjata pelontar mortir itu meledak keras. Akibatnya, lima orang pejuang yang ada di dekat ledakan mortir harus kehilangan nyawa. Mereka gugur bukan karena peluru musuh, nyawa para pejuang melayang sebab senjata buatan sendiri.

    Kisahnya….

    Udara dingin menyelimuti kawasan Pacet Mojokerto. Pada gelap malam beberapa orang mengendap-endap ditepian jalan. Seolah tidak ingin langkahnya terdengar orang lain. Sebentar lagi matahari akan muncul dari balik pepohonan di Pacet Mojokerto. Matahari saat itu juga menandakan bahwa tahun sudah berganti, tanggal 1 Januari 1949. Suasana senyap karena semalam ada pesta di kota kecil di lereng gunung Welirang yang berhawa dingin. Serdadu Belanda yang ada di sana masih lelap dalam mimpi setelah menggelar pesta akhir tahun, atau mungkin mereka sedang mabok minuman keras yang disajikan dalam pesta tersebut. Satu regu serdadu dibawah pimpinan Kapten Schumacher tidak menyadari jika mereka telah dikepung para pejuang.

    Pada kegelapan malam, kesatuan tempur Batalyon 42 yang lebih dikenal dengan nama Bn Mansyur menyiapkan posisi. Sebuah bangunan villa yang digunakan sebagai markas oleh KNIL dikepung rapat. Selain itu, Mayor Mansyur juga telah membagi anggotanya menjaga ruas jalan dari arah Mojokerto dan Mojosari ke arah Pacet. Hari itu kesatuan tempur yang berasal dari Lasykar Hizbullah ingin memberi kado tahun baru pada musuhnya, penjajah Belanda. Selain itu, Mayor Mansyur Solikhi, komandan batalyon 42 juga ingin membalas serangan udara Belanda di Gumeng yang menyebabkan gugurnya puluhan orang pejuang.

    Ketika fajar mulai menyingsing, aba-aba memulai tembakan diberikan. Suara tembakan dengan peluru yang diarahkan pada markas serdadu Belanda membuat penghuninya gelagapan. Beberapa diantara serdadu yang rata rata berusia muda itu tumbang tersambar peluru pejuang. Beberapa diantara mereka berhasil meraih senjata dan mencoba memberi perlawanan dengan membalas tembakan. Namun efek minuman keras belum sepenuhnya hilang sehingga bidikan mereka tidak tepat sasaran. Dalam kondisi tubuh setengah sadar semacam itu maka sebagus apapun senjata mereka menjadi tidak berguna. Asrama serdadu Belanda menjadi tempat mereka meregang nyawa. Satu persatu mereka tewas tepat di hari pertama tahun 1949. Tidak sampai satu jam tembakan dari markas lawan terdiam. Para pejuang mulai maju memeriksa keadaan, tetap dengan kesiagaan. Sebagian lawan yang mencoba bersembunyi berhasil diketahui dan dihajar tembakan juga. Seluruh serdadu Belanda di Pacet tumpas.

    Rupanya, sebelum meninggal dunia, mereka telah menghubungi Markas induk pasukannya. Maka tidak lama kemudian datanglah bantuan dari arah Pangeran dan juga dari jurusan Mojosari. Tujuannya jelas untuk menyelamatkan kawannya yang sedang diserang pejuang Hizbullah itu. Kedatangan mereka segera dihadang oleh para pejuang yang memang sudah menduga akan kehadiran mereka.

    Dari arah Pugeran, pasukan Belanda datang dengan mengendarai beberapa truk. Ketika sampai di desa Kemiri pejuang menyambutnya dengan tembakan dari senjata tinggalan Jepang dan senjata rampasan lawan. Truk musuh berhenti dan penumpangnya berhamburan mengambil posisi. Tetapi situasi dan tempat yang diambil pejuang lebih menguntungkan. Dengan posisi terbuka dengan mudah musuh menjadi sasaran tembakan. Mereka kemudian mundur dengan membawa serdadu yang luka atau mungkin juga meninggal dunia.

    Pertempuran hebat terjadi pada jalur arah Mojosari. Pasukan Belanda datang bukan hanya mengendarai truk, mereka juga membawa tank dan panser. Para pejuang menggunakan batu besar dan pematang sawah.sebagai perlindungan dengan gencar menghujani tembakan. Sebuah senjata kaliber 20 mm berhasil menghambat laju lawan. Panser yang berjalan di depan pasukan terpaksa berhenti oleh tembakan senapan mesin pejuang. Tembak menembak dengan sengitnya terjadi. Hari mulai siang, pertarungan senjata belum juga berhenti.

    Tiba-tiba di langit Pacet menderu dua pesawat pemburu Mustang buatan Amerika yang dimiliki angkatan udara Belanda. Melihat itu, senapan mesin 20 mm segera diarahkan ke udara. Peluru menghambur dari pesawat itu menghujani para pejuang. Meski merepotkan namun peluru lawan tidak ada yang menemui sasaran. Ketika pesawat dengan cocor dicat merah itu berputar dan siap kembali menyerang, satu diantaranya jatuh diterjang peluru kaliber 20 mm. Satu lainnya memilih kembali ke pangkalannya di Surabaya.

    Konsentrasi pertempuran kembali ke daratan. Pasukan lawan mulai menggunakan meriam untuk mendesak posisi pejuang republik yang bertahan dibalik bebatuan. Mendapat serangan senjata berat, para pejuang tidak mau kalah. Kompi pejuang yang menghadang itu juga memiliki sebuah pelontar mortir. Senjata itu didapatkan dari pembagian markas tentara pimpinan Mayor Jendral Soengkono bikinan pabrik Mrican Kediri. Beberapa orang pejuang menyiapkan mortir. Setelah bidikan dianggap tepat, peluru mortir dimasukkan ke larasnya. Sayang peluru mortir tidak terlontar, bahkan peluru itu meledak pada larasnya. Lima orang pejuang gugur dalam insiden tersebut.

    Akhirnya, ketika hari menjelang senja, musuh memilih mundur balik ke Mojosari. Pertempuran yang berlangsung sepanjang hari itu dimenangkan pejuang dari batalyon Mansyur. Kemenangan gemilang karena berhasil menguasai Pacet. Selain itu, sebuah pesawat cocor merah dapat ditembak jatuh. Pesawat itu cukup ditakuti sebab telah membawa banyak korban pada pejuang, salah satunya di Gumeng. Keberhasilan menembak jatuh pesawat itu menjadi sebuah kebanggaan. Tentu mereka juga bangga dapat mengalahkan puluhan serdadu musuh yang ditempatkan di Pacet. Korban lain, baik luka ataupun meninggal di Kemiri maupun Pandanarum tidak diketahui karena musuh bisa mengevakuasinya.

    Seharusnya tidak ada korban jiwa dari batalyon Mansyur seandainya tidak ada insiden ledakan mortir milik sendiri. Karena kecelakaan itu Mayor Mansyur tidak mau lagi menggunakan senjata pelontar mortir buatan Mrican tersebut. Para pejuang dari Hizbullah jera dan khawatir peristiwa semacam itu terulang lagi. Mereka jelas tidak ingin ada lagi korban sia-sia.

    Senjata pelontar bom buatan Mrican itu memang dimodifikasi dari bahan yang ada disekitarnya. Komponen tidak dibuat khusus untuk kebutuhan senjata. Larasnya mengginakan bekas tiang telepon yang dipotongbyang kadang tidak presisi dengan ukuran pelurunya. Meskipun dikerjakan dengan perlatan seadanya oleh para pelajar sekolah teknik, mortir semacam itu cukup membantu mencukupi kebutuhan senjata bagi prajurit republik. Insiden pecahnya laras mortir mungkin bukan yang pertama. Mungkin juga di kesaruan lainnya mortir Mrican bisa beroperasi tanpa kendala

    Pada waktu membuat buku tentang Hizbullah Mojokerto, saya penasaran pada bentuk fisik mortir Mrican. Dan baru tahu saat berkunjung ke museum brawijaya Malang. Ada satu mortir buatan benkel PG Mrican dipajang di sana.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • BANSER DIRAKERNAS IV PERGUNU INSTITUT KH. ABDUL CHALIM

    BANSER DIRAKERNAS IV PERGUNU INSTITUT KH. ABDUL CHALIM

    InfokomBanserNU – pengukuhan Guru Besar PERGUNU (persatuan guru Nahdlatul Ulama) yang diadakan di Kampus IKHAC Pacet Mojokerto tanggal 28 29 pebruari sampai dengan 1 Maret 2020. Tampak hadir santri dan guru pondok dari berbagai wilayah hadir dalam mengikuti acara tersebut.
    Acara yang dimulai sejak pukul 15.00 wib tadi, selama ini berjalan dengan lancar dan hidmat dalam setiap acara.

    Pengawalan dan kesigapan BANSER SATKORYON PACET, sangat dibutuhkan dalam moment tersebut, baik dalam mengatur lalulintas yang padat dan banyaknya tamu yang hadir dalam kegiatan rakesnas ke-4 PERGUNU tersebut. Koordinasi dan kekompakan yang baik menjadi point utama dalam kegiatan tersebut.

    Koordinasi dan penjadwalan dalam pengamanan kegiatan sudah dilakukan oleh KASATKORYON BANSER PACET H-3 sebelum acara RAKERNAS PERGUNU yang akan dihadiri Presiden RI Ir. Joko Widodo tersebut dimulai.

    Sampai berita ini di muat, acara tersebut masih berjalan dengan baik dan mudah mudahan berjalan sampai berakhirnya acara RAKERNAS PERGUNU yang akan berakhir 1 Maret 2020.
    (red.abi)

  • ANSOR KUAT !! PELANTIKAN PENGURUS PAC GP ANSOR KEC. PACET

    ANSOR KUAT !! PELANTIKAN PENGURUS PAC GP ANSOR KEC. PACET

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – GP Ansor sebagai salah satu banom NU terus berusaha untuk meningkatkan kualitas organisasi, baik dari tingkat pusat, wilayah, cabang hingga tingkat PAC dan ranting. PAC GP Ansor Kecamatan Pacet pada Jum’at (12/02/2021), bertepatan dengan hari raya IMLEK serta awal masuknya bulan Rajab, telah sukses melaksanakan pelantikan pengurus dan lembaga PAC GP Ansor Kec. Pacet Kab. Mojokerto periode 2021-2023.

    Acara berlangsung sederhana dan dan tetap mentaati anjuran pemerintah untuk mentaati protokol covid-19. Hal itu nampak dalam tulisan yang terpampang di area pelantikan yang menghimbau kepada peserta dan undangan agar mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak selama prosesi pelantikan. Nampak hadir dalam pelantikan tersebut perwakilan dari KORAMIL Pacet, ketua MWCNU kecamatan Pacet, ketua Fatayat, ketua Muslimat, dan perwakilan dari Banom serta lembaga-lembaga NU di kecamatan Pacet.

    Pelantikan pengurus PAC GP Ansor Pacet yang diadakan di Gedung Graha NU Pacet ini, sesuai dengan jadwal yang telah direncakan. Acara berjalan lancar dan hikmat mulai pukul 13:30 hingga selesai pada pukul 18:30.
    “Meski Covid 19 belum usai, kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk tanggung jawab kami kepada organisasi. Tentu dengan ketat mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Semoga di tangan Sahabat Huda (Ketua PAC baru) PAC GP Ansor Pacet semakin maju dan berkembang”, Kata Sahabat Mujibur Rohman, Ketua PAC GP Ansor Pacet periode 2018-2021.

    Saat memberikan sambutan, Ketua MWC NU Pacet berpesan agar ANSOR sebagai garda terdepan generasi muda NU selalu kompak, inovatif dan cerdas menyikapi banyaknya informasi hoax, mendidik masyarakat untuk pandai menggunakan teknologi informasi.
    Selesai prosesi pelantikan, acara diakhiri dengan doa kemudian dilanjutkan dengan acara tasyakuran potong tumpeng dan makan bersama. (abi sorban)

  • AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI, TANAH LONGSOR DAN POHON TUMBANG DI PACET

    AKIBAT CURAH HUJAN TINGGI, TANAH LONGSOR DAN POHON TUMBANG DI PACET

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – selasa, 2 Februari 2021. Setelah hujan yang berhari-hari mengguyur kawasan pacet mojokerto dan sekitarnya, akhirnya terjadi juga tanah longsor yang disertai pohon bambu. yang mana kejadian tersebut menutup jalan raya antara Pacet dan trawas. Peristiwa tersebut terjadi di Dsn Kambengan Ds Cempokolimo Kecamatan Pacet Kab. Mojokerto.(2/2/2021)

    Tim relawan Banser Tanggap Bencana (BAGANA) bersama relawan lainnya berhasil mengevakuasi longsoran tersebut dengan memakai alat seadanya. Kawasan Pacet pada bulan-bulan ini memang sering diguyur hujan deras dari siang sampai malam hari, terkadang disertai angin kencang yang membuat rasa was-was bagi warga, apalagi pengguna jalan raya” kata sahabat sulistiawan yang merupakan anggota ansor dan banser di PAC Pacet Mojokerto.

    Peranan masyarakat apalagi pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini.  Apabila sewaktu-waktu ada bencana lagi seperti tanah longsor, pohon tumbang yang memang sangat rawan dan memungkinkan terjadinya bencana di Kawasan Pacet ini. Namun sangat disayangkan karena Relawan dengan potensi serta tenaga seperti BAGANA yang ada di Pacet Mojokerto, belum mempunyai peralatan yang mendukung dalam setiap kegiatan terutama di bidang kebencanaan. (abi sorban)

     

  • TITIP PESAN UNTUK GP ANSOR KEC. PACET KEDEPAN

    TITIP PESAN UNTUK GP ANSOR KEC. PACET KEDEPAN

    Oleh imron rosyadi
    MENJAGA KESEIMBANGAN OLAH FIKIR DAN OLAH RAGA

    sorbanpeduli.com – Di era 2000 an, awal2 saya pulang ke kampung halaman, masih ingat betul di benak saya, kala itu ada konfrensi ancab gp Ansor Pacet di balai desa Pacet, beberapa hari sebelumnya beberapa senior gp Ansor, salah satunya almarhum Cak jito biasa dipanggil begitu, mendorong saya untuk maju bursa ketua PAC. Waktu itu juga nama saya tercatat di salah satu lembaga GP Ansor PC mojokerto, pernah mengikuti beberapa kali rapat koordinasi di PC, waktu itu ber home base di RSI sakinah.

    Waktu itu ada ke sedikit keinginan juga ingin mengabdikan ke PAC, sempat datang di Acara konfrensi itu, namun tidak masuk ke arena, karena bila masuk ke arena sama juga kami meng- iyakan diri bersedia maju bursa ketua PAC.
    Sebab setelah kami pertimbangkan dan berduskusi dg teman2 dekat kami, kala itu sangat tidak tepat timing nya bila bila berada di arena strategis GP Ansor. Karena kala itu kami menjadi ketua PAC PKB, sangat tidak mendidik bila merangkap jabatan, apalagi jabatan politis, meski PKB era itu terasa sebaga “banomnya NU”. Yg kedua, era itu adalah era olah fisik, yg lebih mengedepankan ke Banser an, nama GP Ansor, seakan tenggelam menjadi banomnya Banser. Kala itu Banser Mojokerto sangat terkenal secara Nasional dari sisi kualitas apalagi kuantitasnya, yg mengantarkan kader Ansor Mojokerto cak Muhid sebagai Satkorwil di era cak Rofik lalu Satkornas di era Ansor nya Gus Ipul, semoga saya tidak salah.

    Maka bila hari ini kita masih menemui kader-kader ansor senior kadang-kadang lemah dalam menempatkan posisi Banser, kita tidak bisa menyalahkan beliau-beliau itu, seperti kejadian Tempo hari.
    Diantara kelebihan GP Ansor masa lalu yg tangguh dalam olah fisik, punya sisi ketidak tangguhan dalam olah fikir.
    Bagaimanapun juga beliau2 adalah bagian dari tali sejarah, yg menjadikan Pacet tidak pernah jeda selalu punya kader Banser (Ansor). Yang Alhamdulillah sambung sampai hari ini dengan eranya Banser muda seperti
    Sahabat Ibad, Nuril, ngateno, #menolak duduk eh tunduk dkk.

    Sejarah masa lalu menjadi pelajaran bagi kader-kader Ansor masa kini, utamanya pengurus baru PAC Pacet. Olah fisik/ olah raga dg indikator kegiatan ke”banser” an yg dinamis, yg selalu siap menjaga kyai sampai mati dan banser akan masuk syurga lebih dulu kata Gus muwafiq, idealnya harus diimbangi dg olah fikir yg dpt diukur dg kegiatan Ansor, yg sarat dg forum2 diskusi, dialog kritis, pelatihan2 resmi n rutin n wajib semacam PKD dan jenjang atasnya, entah apa namanya sekarang, maupun pelatihan ke profesian semacam Wira usaha dsb. Warnai kabinet anda kedepan dg sahabat2 dari banyak kalangab, ada pengusaha muda, PNS muda, dosen muda, ajak semua bersinergi membangun Ansor yg hebat, seimbang olah fikir dan olah fisiknya

    Akhirnya selamat bekerja sahabat2 pengurus GP Ansor Pacet yg baru. JAS MERAH.. jangan melupakan sejarah… apalagi JAS IJO jangan melupakan cari bojo. (abi sorban)

  • NGAJI AHADAN LDNU MWCNU PACET

    NGAJI AHADAN LDNU MWCNU PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM
    Ahad, 12 Januari 2020 telah dilaksanakan Pengajian Rutin oleh LDNU PCNU Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan LDNU MWCNU Kecamatan Pacet. Pengajian yang bertempat di Masjid Al Ikhlas Desa Petak Kecamatan Pacet ini dihadiri kurang lebih 2000 jamaah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus LDNU tiap-tiap Kecamatan, Pengurus MWCNU Pacet, Bapak Camat Pacet, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan IPNU-IPPNU dan jamaah rutin dari berbagai Kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Sebelum acara dimulai dibuka dengan Khotmil Qur’an oleh PAC JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz) Kecamatan Pacet dan Pembacaan Sholawat Nabi oleh PAC ISHARI Kecamatan Pacet.

    SORBANSANTRI.COM

    Kesuksesan itu tidak luput dari koordinasi yang baik antara pengurus NU dan masyarakat khususnya warga Desa Petak sebagai tuan rumah.
    Pengurus MWCNU Pacet dan LDNU-nya jauh-jauh hari telah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Banom-banom, Takmir Masjid dan pihak keamanan.

    Mengingat masjid Al Ikhlas lokasinya tepat ditepi jalan raya utama Mojosari – Pacet Maka tidaklah heran kalau urusan keamanan Lalu lintas dibackup oleh Satkoryon Banser Kecamatan Pacet dan juga dibantu Linmas setempat, pastinya tak luput dari pantauan Polsek Pacet.

    SORBANSANTRI.COM

  • Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    InfokomBanserNU- Sabtu, 11 Januari 2020 Pukul : 23.00 WIB. Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto, Evakuasi Sarang Lebah di Dusun Wonokerto Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Berdasar informasi dari warga setempat tentang adanya sarang lebah yang diduga jenis tawon vespa ( nama lokalnya Tawon Ndas ). Keberadaan lebah tersebut dinilai meresahkan warga sekitar.

    Dengan menggunakan alat tradisional, Relawan LPBI-NU Kab. Mojokerto bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto melakukan evakuasi sarang lebah. Alhamdulillah proses evakuasi tersebut berjalan lancar dan tidak ada KERUGIAN Jiwa Material. KONDISI MUTAKHIR Sarang lebah sudah berhasil dievakuasi dengan PETUGAS DI LAPANGAN 

    1. LPBI-NU Kabupaten Mojokerto.
    2. Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Mojokerto.
    3. Warga setempat.

    Aslinya, tawon ini punya habitat di hutan dataran rendah. Namun hutan makin berkurang karena pembangunan oleh manusia. Akibatnya tawon Vespa membuat sarang di atap rumah-rumah dan hidup terlalu dekat dengan manusia. Risiko disengat pun menjadi meningkat. Karena hewan sosial, tawon Vespa juga bisa menyerang berkelompok.

    “Sarangnya banyak di bangunan permukiman. Penyebabnya, habitat aslinya hutan dataran rendah terus berkurang karena pembangunan. Kemampuan bertahan dengan berbagai jenis makanan memungkinkan tawon Vespa bisa memiliki habitat baru membuat sarang di bangunan-bangunan,” kata warga. 

    Sengatan tawon Vespa menimbulkan bengkak. Jika terjadi sengatan dalam jumlah banyak akan menimbulkan anafilaksis, organ bisa rusak dalam hitungan hari. Racun tawon vespa itu racunnya bisa mematikan jika tidak cepat ditangani dengan metode yang tepat. Yang fatal adalah jika menyerang limpa dan ginjal.

    SORBANSANTRI.COM
    Rumah Tawon Vespa

    “Apabila dua organ itu sudah kena racun, tidak akan berfungsi dengan baik menyaring racun dalam tubuh. Akibatnya, daya tahan tubuh lemah dan, jika racun yang masuk dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan kematian korbannya. Jika disengat, segera periksakan diri ke puskesmas, RS, atau dokter terdekat untuk memastikan tidak berbahaya,” kata dokter.

    Untuk pencegahan dan antisipasi, warga harus membersihkan sampah di sekitar pemukiman mereka, jika tidak akan menjadi sumber makanan dan perkembangbiakan tawon Vespa. Tawon Vespa bisa hidup dengan makan serangga dan bangkai di sampah warga. 

    (red. kasiyanto-infokombansernu)

  • KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    sorbansntri.com – Kamis,  30 Desember 2020 tepatnya sebelum malam tahun baru PSNU Pencak Silat Nahdlatul Ulama Mojokerto mengadakan acara dengan tema KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA. Yang dihadiri oleh seluruh perwakilan dari setiap ranting kabupaten Mojokerto. 

    SORBANSANTRI.COM

    Lokasi kemah ini di daerah sendi tempat wisata masyarakat hukum adat sendi Pacet Mojokerto. Acara kemah ini meliputi beberapa rangkaian acara pukul 15.00-18.00. Cek in peserta 18.00-20.00 wib. kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara yang lain diantaranya  adalah pembukaan , menyanyikan lagu Indonesia raya,ya ahlal Wathon, sholawat Pagar Nusa.khataman Al Qur’an 30 juz , pembacaan rotibul Haddad, dll. 

    Hadir juga dalam acara ini pimpinan Pagar Nusa mojokerto H. Budi,dan Gus Anwar dari Jombang Gus Muhtar yang juga dari Jombang juga dihadiri seluruh ketua PAC Pagar Nusa se Mojokerto. Di akhir acara di tampilkan atraksi sabung. Dan acara di tutup pada pukul 11.00 wib di hari berikutnya 31. Desember 2020.

    Dalam dalam sambutannya Pimpinan Pagar Nusa menyampaikan, agar Pagar Nusa mojokerto senantiasa menjaga silaturahmi,mempererat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu isu yang memecah belah persatuan bangsa. (rosyid sorban)

  • Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Pacet, Infokom Banser NU- Acara rutinan setiap akhir tahun oleh Jamaah Dzikir Al Khidmah Kedinding Surabaya KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi (alm) sudah 3 kali ini diadakan di Pacet. Acara tersebut dimulai dari pukul 17.00 wib sore tadi.

    “Banser dan Ansor harus membantu pengamanan dan kegiatan Jama’ah yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, meskipun bukan dari acara NU” kata Ketua PAC GP Ansor Ke. Pacet, Sahabat Mujibur Rohman.

    SORBANSANTRI.COM
    Mujibur Rohman, Ketua PAC GP ANSOR KEC. PACET

    Jama’ah yang berasal dari berbagai Daerah se Jawa Timur hadir dan penuh hikmad dengan pakaian serba putih. Sampai berita ini di unggah, selalu saja jama’ah ada yang hadir berdatangan. Ribuan orang menangis harus, tersedu-sedu, meraung tangis dalam muhasabah dirinya masing-masing. Bahkan, ada yang sampai kehilangan kesadaran dalam dzikirnya (ekstase).

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CNfHHVkWh5E[/embedyt]

     

    Hal seperti itulah sesungguhnya potret makna kemusliman dan kemukminan kita. Muslim satu dengan lainnya adalah saudara. Mukmin satu dengan yang lain adalah saudara. Ya, Innamal mu’minuna ikhwah. Sesama muslim tidak boleh saling membenci, tidak boleh saling menggunjing, tidak boleh saling menjatuhkan, tidak boleh saling memfitnah dan sebagainya. Demikian pula antar muslim sudah seharusnya saling mencinta, saling berprasangka baik, saling mendoakan, saling membantu kala sulit dan senang, salaing berbagi, dan sebagainya. Namun sayang, kerap ditemui contoh kurang baik di lapangan kehidupan, bila seorang yang mengaku muslim berprilaku negatif pada muslim lainnya. Naudzubillah.

    Puluhan BANSER dan PAC GP ANSOR Pacet mengawal acara tersebut dengan rapi, dari pengamanan jalan sampai jalannya acara tersebut. Dimulai turunnya hujan sore sampai selesai acara Banser dan PAC GP Ansor Pacet tetap semangat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
    (red. Infokom Banser NU)