Tag: pacet

  • TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    TIDAK KEMBALI PULANG SEBELUM KITA YANG MENANG

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kalimat ini pastilah sangat familier bagi Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dan para pecintanya. Digaungkan membahana menebar semangat yang luar biasa.

    Namun, belum banyak yang tahu bahwa penggalan kalimat ini bukanlah kalimat biasa. Namun, kalimat penuh karomah yang pernah diucapkan oleh perempuan mulia pada zaman Rosulullah SAW.

    Beliaulah sahabiyah mulia Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA. Beliau inilah yang berhasil melobi duta Islam Sayyidina Mus’ab Bin Umair RA supaya bisa langsung bersyahadat di hadapan Rosulullah SAW.

    Maka masuklah beliau dalam rombongan Bai’at Aqobah Kedua dan masuk jajaran assabuqunal awwalun dari kalangan Anshor. Tentu saja hal ini merupakan kejadian langka pada zamannya. Peristiwa luar biasa ini sampai diabadikan Gusti Allah dalam firmannya di QS Al Mumtahanah:12.

    Bunda Nusaibah inilah yang termasuk turut mengkondisikan Madinah sehingga menjadi tempat ternyaman untuk dakwah Rosulullah, sebab penduduknya sudah banyak yang menerima ajaran Islam.

    Beliau pulalah yang tampil luar biasa dengan memberikan “bonus” bagi perempuan yang berkenan masuk Islam akan diajarkan baca tulis. Dari jasa beliau inilah kelak di kemudian hari lahir generasi-generasi jenius dari ibu-ibu yang jenius. Yang mendakwahkan Islam hingga seluruh penjuru dunia.

    Dikisahkan, suatu pagi buta, ketika penduduk Madinah masih terlelap, beliau melihat kepulan debu dari kejauhan. Ini bukan pertanda baik. Ini merupakan pertanda ada musuh dengan pasukan berkuda dalam jumlah besar hendak menyerang Madinah.

    Perempuan agung ini segera masuk rumah. Membangunkan suami tercintanya. Sayyidina Sa’id Bin ‘Ashim RA. Beliau mengambil pedang dan memberikan kepada suaminya. Meminta supaya segera memberitahu Rosulullah.

    “Jangan kembali pulang sampai kita menang…!!!”. Itulah kalimat yang beliau ucapkan kepada sang suami. Sayyidina Said melapor kepada Rosulullah.

    Kaum Muslimin segera menggalang kekuatan. Menghadang penyerang di luar kota Madinah, di sekitar Bukit Uhud. Adapun Bunda Nusaibah tidak mau ketinggalan. Beliau segera menyiapkan perbekalan dan obat-obatan bagi para pejuang.

    Tibalah perang berkecamuk. Ketika pasukan Muslimin lengah, mengira bahwa musuh telah kalah, maka pasukan pemanah yang ada di bukit turun.

    Kesempatan ini dipakai oleh pasukan kafir menyerang kembali barisan kaum Muslimin. Lalu kocar-kacirlah barisan ini. Orang-orang bubar dari sekitar Rosulullah.

    Bunda Nusaibah meminta suaminya melindungi Rosulullah. Karena semua energi musuh ditujukan untuk menghabisi Kanjeng Nabi, maka jebollah pertahanan Sayyidina Sa’id. Beberapa kali tebasan pedang musuh mengakhiri pertahannya. Menuntaskan tugas mulia sebagai talangpati Rosulullah.

    Dan yang terjadi bisa ditebak. Pasukan kafir semakin merangsek ke arah Kanjeng Nabi. Beliau hanya menangkisi serangan dari berbagai penjuru hingga pelipis beliau terserempet anak panah.

    Melihat kejadian ini membuat Bunda Nusaibah segera bertindak. Beliau mengambil pedang dan menaiki kuda seraya memecah kepungan.

    Membabat puluhan tentara yang hendak melukai Rosulullah. Para Sahabat melihat kejadian ini terpesona luar biasa. Menyaksikan seorang perempuan menjadi perisai Rosulullah SAW.

    Lalu Para Sahabat Mulia merapatkan barisan dan berhasil memukul mundur Barisan Kafir. Kejadian ini membuat Bunda Nusaibah mendapatkan luka yang sangat parah sehingga jatuh pingsan. Beliau tidak sempat melihat akhir perang Uhud ini.

    Ketika bangun, beliau tidak bertanya tentang suami dan anaknya yang turut menjemput janji syahidnya. Yang beliau tanyakan adalah, “Bagaimana keadaan Rosulullah?”

    Ketika dijawab bahwa Baginda dalam kondisi tak kurang suatu apapun, beliau tersenyum bahagia, “Asalkan Baginda Rosul baik-baik saja, apapun yang terjadi maka biarlah terjadi”.

    Semoga cerita ini menjadi teladan bagi Ansor dan para pecintanya. Kepada perempuan NU terutama.

    Jadi, semangatlah selalu. Dan ketika Mars Banser dikumandangkan, turutlah bersemangat. Ngalap berkah Bunda tercinta kita Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshoriyah RA.

    Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad…

    Oleh: Shuniyya Ruhama
    Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri Kendal

    #INDONESIA_BILADI
    #BANSER_UNTUK_NEGERI

  • SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SOSIALISASI DAN ISOLASI 7 HARI BAGI SANTRI KEMBALI KE PONDOK PLOSO MOJO KEDIRI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kata Imam Syafi’i, kalau tidak belajar ya mengajar. begitu pentingnya menuntut ilmu khususnya bagi santri-santri baik yang akan balik kepondok atau yang akan pergi belajar ke pesantren. Dalam masa pandemi covid-19 ini berdampak juga pada lingkungan pesantren, kali ini kegiatan sosialisasi dan isolasi mandiri selama  7 hari diadakan di Pondok Pesantren Al-Falah Kec. Pacet Mojokerto, yang menampung 50 santri yang akan kembali ke pondok ploso mojo kediri.

    Kegiatan ini melibatkan kerjasama antara pondok pesantren Al Falah, PCNU Mojokerto, santri, wali santri, serta mendatangkan penyuluhan perihal standart kesehatan oleh dinas kesehatan dari upt puskesmas pacet untuk menyampaian standart kesehatan santri kembali kepondok.

    Peranan Pondok Al-Falah Pacet serta banser satkoryon pacet akan sangat dibutuhkan dalam kegiatan tersebut terutama Banser Husada (BASADA), karena harus aktif menjaga santri selama dalam masa isolasi yaitu bergiliran melakukan pengamanan selama 7 hari.
    Acara tersebut dilaksanakan dari pukul 09.00 wib Selasa, 14 Juli 2020 di PP. Al-Falah Pacet, mulai dari pemeriksaan santri dan tamu yang hadir yang dilaksanakan Banser Husada (BASADA) dan LPBI NU. (abi sorban)

  • SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

    SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Usia pandemi makin hari makin memendek, dukungan pemerintah dan beberapa otonomi kedaerahan semakin menambah gemuk para pekerja produktif untuk melanjutkan estafet kegiatannya. Mojokerto dan Pacet khususnya, semenjak Sabtu “04 Juli 2020” kemarin, mulai dibukanya pelbagai tempat wisata kembali, lebih-lebih banyak wisatawan yang berdatangan ke daerah Pacet secara masif di hari-hari berikutya.

    Senada dengan hal itu tak menyurutkan semangat organisasi Nahdlatul Ulama untuk bangkit lagi mengadakan kegiatan setelah masa PSBB dimulai (4 bulan lalu lebih tepatnya). Kalangan Ansor PAC Pacet kali ini mengadakan kegiatan sejenis rekonsiliasi atas kegiatan dulu yang berjalan normal sebelum adanya himbauan masal dampak korona. Mereka kali ini mengadakan kegiatan yang bertajuk “Silaturahmi antar Kader NU”, yang inisiasinya berawal dari uneg-uneg beberapa sahabat-sahabat yang merasa resah memandang stagnasi gerakan kader NU cenderung pasif. Sedikitnya dalam kegiatan  ini dihadiri 100 kader antar banom dari Pacet.

    Mujiburrahman (ketua PAC Pacet) menyatakan dalam sambutannya bahwa secara eksplisit kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyambung tali silaturahmi kegiatan banom NU di Pacet, agar kedepannya tidak down dalam menghadapi situasi yang sama.

    SORBANSANTRI.COM

    Ada tiga poin dalam pidatonya kepada seluruh kader yang tengah hadir jika berbicara prinsip organisasi, yaitu : pertama “ulil amry” sebagai prisip  dalam mengemban amanah suatu organisasi, kedua “ulil albab” sebagai prinsip dalam mencetuskan ide-ide cemerlang sesuai khithoh warga Nahdliyyin, ketiga “ulil absor” sebagai pola terahir yang reflektif dalam menanggapi segala hal agar dapat  dikaji dan di tabayunkan (tutur Mujib).

    Hadir pada kesempatan kali ini Sekretaris PC GP Ansor Mojokerto, Komandan Yusuf. Kepada para kader ia berharap seluruh elemen kader dapat memfiltrasi informasi agar tidak tereduksi oleh plebagai isu publik. Sehingga arah juang kader NU masih tetap satu komando dan satu ideologi.

    “Berdoalah sedikit-demi sedikit, kirimkanlah tawassul kepada para muassis dan auliya se-dunia, kalau bisa tiap usau sholat, insyaallah barokah” (ujarnya dalam translit jawa). (red. Rizkillah – ipnu pac pacet)

  • SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SUPPORT LUAR BIASA YANG DIBERIKAN KELUARGA ANSOR BANSER PACET DI ACARA IPNU/IPPNU PADA PENGGALANGAN DANA UNTUK SAHABAT RIO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Support dan kasih semangat luar biasa untuk adik-adik IPNU / IPPNU Pacet yang diberikan oleh Keluarga Besar Ansor Banser Pacet Mojokerto di acara ngamen online yang ditayangkan di Youtube SorBan Santri dan Jejaring sosial lainnya seperti Facebook dan Instagram. Kehadiran sahabat-sahabat Ansor Banser memberikan nuansa yang beda dalam pagelaran acara tersebut bahkan ada yang ikut berpartisipasi memainkan alat musik dikegiatan amal tersebut, yang diadakan di Halaman Gedung GrahaNU Pacet Mojokerto. Sabtu, 21 Juni 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan Ngamen Online Dalam Rangka Penggalangan Dana Sahabat Rio

    Tampak hadir adik-adik dari IPNU / IPPNU dan memanfaatkan momen Malam minggu dengan kegiatan yang positif, yaitu penggalangan dana untuk sahabat RIO yang saat ini lagi berjuang melawan penyakit LUPUS dan Kebocoran Ginjal. Dan hasil dari kegiatan tersebut, semuanya akan diserahkan ke sahabat RIO.

    Acara penggalangan dana dengan jalan ngamen online ini, rencananya bertahap dan kegiatan berikutnya insyaAlloh akan diadakan di Pada Tanggal 30 Juni 2020 di Kedai Nglaras Pacet Mojokerto, kata ketua IPNU/IPPNU Pacet sahabat Yusril. Dengan harapan dengan semua yang dihasilkan bisa meringankan beban sahabat RIO dan tentunya diharapkan lekas sembuh dan  bisa aktif lagi dalam kegiatan berbaur dengan sahabat-sahabat IPNU / IPPNU lainnya. (abi sorban)

  • Batalyon Hizbullah Berhasil Merebut Pacet dari Belanda

    Batalyon Hizbullah Berhasil Merebut Pacet dari Belanda

    batalyon-hizbullah-berhasil-merebut-pacet-dari-belanda_m_37814

    cyberaswaja.online- Serangan Gerilya di Malam Pergantian Tahun bagi orang Eropa, perayaan pergantian tahun adalah satu rangkian dengan perayaan Natal. Mereka melakukan persiapan dan rencana kegiatan yang disusun jauh hari sebelumnya.

    Demikian pula dengan apa yang dilakukan oleh orang-orang Belanda di Mojokerto. Salah satu tempat yang menjadi destinasi adalah Pacet. Hawa dingin yang berhembus di kawasan lereng Gunung Welirang itu dianggap sebagai tempat yang cocok untuk menggelar pesta akhir tahun dengan acara dansa lengkap bersama minuman kerasnya.

    Sejarawan Mojokerto, Ayu hanafiq menceritakan, pada akhir tahun 1948, orang Belanda di Mojokerto bersuka cita. Suasana tenang yang jauh dari aroma mesiu sudah dirasakan sejak pertengahan tahun 1947. Atau setelah perjanjian Renville ditetapkan.

    Garis demarkasi seperti permintaan Van Mook disetujui oleh Perdana Menteri Amir Syarifudin dari Partai Sosialis. ”Dengan perjanjian itu, maka tentara republik dipaksa keluar dari Mojokerto,” jelasnya.

    Menurutnya, saat itu, orang-orang Belanda semakin yakin akan terjaminnya keamanan daerahnya setelah kaum republik bertikai sendiri. Sebagaimana diketahui, kekuatan kiri yang tergabung dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) pimpinan Amir Syarifudin dan Partai Komunis Indonesia (PKI) Muso bergabung melakukan makar di Madiun.

    Tidak lama kemudian, Belanda bergerak menyerbu Jogjakarta pada akhir September 1948. ”Maka, pantas kiranya bila tahun itu dirayakan sebagai tahun kemenangan,” ungkap pria yang akrab disapa Yuhan ini.

    Ketua KPU Kabupaten Mojokerto ini mengatakan, pada saat itu, tentu Belanda tidak menyadari bila serangan ke ibu kota republik adalah awal dari perang gerilya.

    Para pejuang tidak lagi terikat dengan wilayah kekuasaan karena boleh bergerak ke daerah manapun yang diinginkan. ”Tapi, banyak pejuang yang memilih kembali ke daerah asalnya,” ujarnya.

    Seperti yang dilakukan oleh Batalyon Mansyur Sholikhi yang berasal dari Mojokerto dan memilih kembali ke Mojokerto. Bersama pasukan gabungan yang dinamakan Pasukan Hayam Wuruk, Batalyon Mansyur bergerak dari Wonosalam, Jombang menerobos hutan hingga ke Gondang, Mojokerto.

    Mansyur meneruskan perjalanan ke Sajen, Pacet pada 30 Desember tahun tersebut. ”Rupanya para pejuang diam-diam telah mempersiapkan kejutan di akhir tahun,” urainya.

    Jumat malam, ketika kalender menunjukkan tepat 31 Desember 1948, pasukan Mansyur segera berpencar. Mereka menunggu pada tempat yang sudah dituju, yaitu vila yang masih memancarkan cahaya ketika hari menjelang berganti.

    Penerangan itu seolah memberikan sinyal bahwa tempat tersebut terdapat orang-orang Belanda sedang bersuka ria.

    Namun, kemeriahan pesta di Pacet ternyata tidak berlangsung lama. Tepat setelah terompet dan lonceng dibunyikan sebagai tanda pergantian tahun, tiba-tiba disusul oleh suara tembakan.

    Yuhan menyebutkan, peluru datang dari kegelapan malam menerobos ruang pesta. ”Vila tempat mereka berdansa jadi porak poranda oleh orang-orang yang ketakutan,” tuturnya.

    Orang sipil sibuk menyelamatkan diri dari peluru dan para serdadu mencari senjata masing-masing. Perlawanan mereka dilakukan secara membabi-buta dengan menghamburkan peluru pada gelap malam tanpa membidik sasaran.

    Pada malam itu, Batalyon Hizbullah yang dipimpin oleh Mayor Mansyur Solikhi mengepung wilayah Pacet. Sejak sore, pasukan berani mati itu telah mengintai dengan berpangkalan di Desa Kemiri.

    ”Titik serangan ditetapkan tersebar pada vila dan gedung tempat pesta orang-orang Belanda,” ujar Yuhan. Hujan peluru pun segera membubarkan kemeriahan pesta. Kegembiraan berdansa kemudian berubah jadi ketakutan.

    ”Malam itu seakan menjadi mimpi buruk bagi Belanda,” imbuhnya. Orang Belanda terkepung dalam bangunan kokoh dengan tembok tebal yang mereka dirikan. Bangunan itu seolah benteng pertahanan yang sulit ditembus peluru.

    Tembakan balasan mereka berikan tertuju pada kegelapan di luar. Dia mengungkapkan, pasukan Hizbullah bagaikan hantu yang sulit diketahui tempat sembunyinya.

    Sayangnya, Laskar Hizbullah tidak memiliki senajata berat sejenis meriam atau granat yang bisa membongkar tembok persembunyian musuh. Senjata peledak yang dimiliki hanya pelontar mortir buatan Mrican Kediri.

    Pelontar mortir itu pun akurasi tembakannya rendah. Semalam pengepungan dilakukan dan menjelang pagi orang belanda sudah putus asa. Korban berjatuhan akibat tembakan yang tidak mereka ketahui dari mana datangnya.

    Bantuan penyelamat dari Mojokerto pun tak kunjung datang. Maka tumpaslah mereka di malam pergantian tahun itu. ”Saat fajar menjelang, kota peristirahatan Pacet sudah dikuasai oleh Republik,” pungkas Yuhan.

    (mj/ram/ris/JPR)

  • Anak Ranting NU Sumbersuko Pacet Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

    Anak Ranting NU Sumbersuko Pacet Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sedikitnya 41 warga kurang mampu dusun Sumbersuko desa Sumberkembar Pacet merasa terbantu karena mendapat bantuan sembako dari pengurus Anak Ranting NU Sumbersuko.

    Gerakan sosial ini diinisiasi oleh pengurus anak ranting NU Sumbersuko Sumberkembar dan elemenya untuk menyikapi kondisi perekonomian warga dusunnya dibulan Ramadhan. Apalagi di tengah wabah pandemi virus corona.
    Bantuan sembako tersebut dananya bersumber dari iuran koin NU dusun Sumbersuko dan sebagian dari zakat mal salah satu warga. 

    Dari dana koin NU dapat dibelikan 30 paket sembako. Sementara zakat mal salah satu warga dirupakan 11 paket sembako. 

    Salah satu Tim koin NU Sumbersuko, Moh Syafiil Anam mengatakan, pengurus anak ranting NU dan tim koin NU Sumbersuko  ingin ikut andil dalam membantu warga kurang mampu terutama untuk mencari keberkahan di bulan ramadhan ini dengan slogan Dari NU, oleh NU dan Untuk NU. (Agus sekr)

  • BAGANA DAN CBP IPNU MELAKUKAN EVAKUASI JENAZAH ORANG TIDAK Dikenal DILERENG GUNUNG PUNDAK

    BAGANA DAN CBP IPNU MELAKUKAN EVAKUASI JENAZAH ORANG TIDAK Dikenal DILERENG GUNUNG PUNDAK

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Tindakan cepat oleh BANSER BAGANA dan CBP IPNU PAC PACET melakukan proses EVAKUASI penemuan jenazah tidak dikenal yang ada di lereng gunung pundak claket pacet Mojokerto, yang Bekerjasama dengan karang taruna linmas polsek dan aparatur setempat.

    Penemuan jenazah sekitar Jam 20.00 wib senin 11 Mei 2020. Yang ditemukan pertama kali oleh sahabat Ali mahmud utamo (BAGANA BANSER PACET).

    [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=2BHjUv60eco”]

    Sahabat Ali Mahmud melaporkan ke pihak desa yang berwenang yakni kepala desa selanjutnya dari kepala desa membuat laporan lagi ke Polsek untuk evakuasi jenazah tersebut Nanti katanya tadi dari polsek langsung menghubungi Puskesmas untuk mengevakuasi jenazah.

    Terus yang dikuatirkan saat ini yakni ada mengidap mengidap covid-19 itu tadi yang ditakutkan oleh pihak Puskesmas. langkahnya itu bekerja sama-sama menghubungi Polsek sama Puskesmas menunggu dari interview dari polsek dan Puskesmas. (abi SORBAN)

  • KEGIATAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA OLEH MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO

    KEGIATAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA OLEH MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO

    cyberaswaja.online- NUZULUL QUR’AN DI MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO kali ini sudah diadakan dari tahun 80 an dari statusnya masih musholla sampai jadi masjid dan sampai sekarang. Semua pengurus TA’MIR MASJID NURUL IMAN PACET UTARA ( PACET NGGAPUK ) beserta santri dan remas HISNURI ( Himpunan Santri Nurul Iman ) saling bersinergi dan bekerjasama dalam kegiatan tersebut.

    Acara Nuzulul Qur’an ini bertempat di Masjid Nurul Iman yang dihadiri semua jama’ah masjid, persiapan sudah dimulai sebelum datangnya bulan suci ramadhan 1441 H dan mulai terlihat aktivitasnya sejak pagi (Sabtu, 09 Mei 2020). Kegiatan ini adalah rutinan yang selalu diadakan di masjid Nurul Iman tiap tahun di bulan ramadhan.

    Dalam acara tersebut, memang lain dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi corona covid-19. Untuk itu panitia menghimbau kepada jama’ah utuk menjaga jarak dan mewajibkan membawa masker serta sajadah sendiri-sendiri. yang tahun-tahun kemarin bisa makan bersama, sekarang sudah dipersiapkan panitia bungkusan yang berisi snack dan nasinya.

    Tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah syiar agama Alloh yaitu Dinnul Islam. dalam kegiatan tersebut juga selalu disisipkan kiriman do’a untuk jama’ah dan tokoh-tokoh yang sudah meninggal yang aktif berperan dalam menegakkan syiar agama di daerah pacet khususnya Jama’ah seperti KH. Abdul Muin (alm).

    Kegiatan ini diharapkan agar bisa istiqomah dan menjadi tradisi budaya syiar agama islam, untuk itu pengurus ta’mir melakukan pembinaan keagamaan terus menerus kepada generasi berikutnya apalagi kawasan tersebut adalah jantungnya tempat persinggahan dan persewaan villa. (hisnuri)

  • Demi Selamatkan Aset Waqaf, 10 Masjid-Musholla Desa Tanjungkenongo Pacet Ikrar Waqaf Bernadzir MWCNU Pacet

    Demi Selamatkan Aset Waqaf, 10 Masjid-Musholla Desa Tanjungkenongo Pacet Ikrar Waqaf Bernadzir MWCNU Pacet

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, Graha NU Pacet. Pagi ini (Rabu 6 Mei 2020) bertepatan dengan tanggal 13 Ramadlan 1441 H, sejumlah masjid dan musholla di wilayah kecamatan Pacet melakukan ikrar waqaf. Menariknya, ikrar waqaf tersebut menggunakan nadzir MWCNU Pacet. Tepatnya di desa Tanjungkenongo kecamatan Pacet.

    Ini merupakan langkah positif yang diambil oleh ketua ranting dan waqif yang dengan kesadarannya memercayakan nadzir waqaf kepada MWCNU Pacet demi untuk menyelamatkan aset warga NU dan kelangsungan peribadatan yang sesuai dengan aswaja an nahdliyah.

    Ketika dikonfirmasi, H M Yusuf yang didampingi oleh KH Suyadi (Katib), Agus Santoso (Sekretaris) dan H Santoso (Bendahara) mengatakan bahwa ini merupakan keberhasilan dan kemajuan warga nahdliyin kecamatan Pacet. Setelah diadakan sosialisasi secara kontinyu ke ranting ranting, sedikit demi sedikit mulai banyak masjid dan musholla yang waqafnya beralih dari nadzir perseorangan ke nadzir NU.

    Tak tanggung tanggung, pagi ini ada 2 masjid dan 8 musholla yang ikrar waqaf dengan nadzir MWCNU Pacet. Semuanya ada di wilayah desa Tanjungkenongo. Dipimpin oleh kepala KUA Pacet, Abdul Kholiq, Ikrar waqaf itu dilaksanakan di Balai Desa Tanjungkenongo. Dalam sambutannya, kepala Desa Tanjungkenongo, Ahmad Hariadi sangat mendukung kegiatan ini baik untuk kepentingan NU maupun masyarakatnya.

    Kesepuluh masjid dan musholla tersebut adalah : Musholla al Amin Glinsem, masjid Darussalam Balongkenongo, musholla Darussalam Sumberglagah, musholla Almustakim Sumberglagah, musholla Al istiqomah Balongkenongo, musholla Al Ikhlas Balongkenongo, musholla Ar Rohman 1 dan 2 Tanjunganom, musholla Darul Mukmin Balongkenongo, dan masjid Nurus Shobah Tanjungsari.

    Ketua ranting NU desa Tanjungkenongo, M. Sulton Maarif mewakili waqif dan warga NU sangat berterima kasih atas kesediaan MWCNU Pacet menjadi nadzir waqaf demi lestarinya kegiatan dan aset masjid/musholla di desanya. Apalagi setiap ikrar waqaf selesai dibaca, didoakan oleh KH Suyadi Tamsir selaku katib syuriah MWCNU Pacet.

    Dengan demikian, di kecamatan Pacet  total masjid/musholla/TPQ yang waqafnya menggunakan nadzir NU berjumlah 15 lembaga. (Agus sekr)

  • Takmir Masjid se-Kecamatan Pacet “NGAJI BARENG”.

    Takmir Masjid se-Kecamatan Pacet “NGAJI BARENG”.

    SORBANSANTRI.COM15 Desember 2019. Giat Rutin Koordinasi Masjid dibawah naungan Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul ulama (LTMNU) MWCNU Pacet dihadiri oleh Pengurus Takmir Masjid, Takmir Musholla se-Kecamatan Pacet dan juga dihadiri jajaran Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Pacet yang bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin Desa Pandanarum.SORBANSANTRI.COMKegiatan tersebut dilaksanakan setiap Ahad Wage, adapun rangkaian acara tidak hanya diisi dengan membaca istighosah dan Tahlil, tapi juga di isi dengan Ngaji Kitab Taqrib dan Ngaji Fiqih Kemasyarakatan bertujuan untuk menambah wawasan para Takmir.SORBANSANTRI.COMTak seperti biasanya, Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bapak bupati yang di wakili Asisten 3 memberikan bantuan untuk Adminitrasi Koordinasi Masjid. Semua atas izin Alloh SWT.SORBANSANTRI.COMSahabat-Sahabat Banser dari Satuan Koordinasi Rayon Banser Kecamatan Pacet juga terlihat di sekeliling Masjid untuk pengamanan Lalu lintas.

    sepi ing pamrih rame ing gawe