Tag: palestina

  • Anggota DPR AS Ajukan RUU Aneh, Mahasiswa Pro-palestina Dikirim KKN di Gaza!

    Anggota DPR AS Ajukan RUU Aneh, Mahasiswa Pro-palestina Dikirim KKN di Gaza!

    Sorbansantri.com – Dalam sebuah kejadian yang menarik perhatian publik, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari Tennessee, Andy Ogles, telah mengusulkan sebuah rancangan undang-undang yang kontroversial mengenai demonstrasi pro-Palestina. Rancangan undang-undang ini diajukan saat demonstrasi pro-Palestina sedang marak di Amerika Serikat, yang banyak dipengaruhi oleh informasi dari media.

    Aksi ini langsung jadi bahan pembicaraan, terlebih lagi setelah Rashida Tlaib, yang merupakan satu-satunya orang AS keturunan Palestina di Kongres AS, kena tegur oleh DPR AS. Teguran itu datang karena komentarnya tentang bentrokan antara Israel dan Hamas, menunjukkan gimana panasnya isu Israel-Palestina itu di kalangan anggota DPR AS.

    Rancangan Undang-Undang yang diajukan oleh Andy Ogles saat ini masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, dan dampak serta hasil akhir dari RUU tersebut masih belum dapat diprediksi secara pasti. Meskipun begitu, rancangan undang-undang ini telah mengundang debat intensif terkait dengan kebebasan berpendapat dan sikap pemerintah terhadap para mahasiswa yang berpartisipasi dalam demonstrasi.

    Semoga keputusan yang diambil mampu mempertimbangkan semua aspek relevan dalam menangani masalah ini secara adil dan seimbang. (AI Sorban)

  • Teriakan Damai Palestina: Jadi Anggota Penuh Majelis Umum PBB

    Teriakan Damai Palestina: Jadi Anggota Penuh Majelis Umum PBB

    wp.sorbansantri.com – Di tengah riuhnya suara pemungutan suara Majelis Umum PBB, suara keadilan dan perdamaian berkumandang tinggi. Palestina, dengan langkah berani dan penuh harapan, menuntut pengakuan hak-haknya yang sah di hadapan dunia. Dengan dukungan 143 suara dan penolakan dari sembilan negara, inisiatif ini menjadi titik terang global dalam usaha mencapai perdamaian yang sejati.

    Riyad Mansour, Duta Besar Palestina untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengucapkan kata-kata yang menggugah hati sebelum pemungutan suara. “Kami mendambakan perdamaian, kami mendambakan kebebasan,” katanya dengan nada yang meyakinkan. Pemungutan suara tersebut bukan hanya sebuah tanda pengakuan, tetapi juga lambang dari investasi global terhadap harmoni dan keadilan.

    Perang dan konflik, pemukiman dan penindasan, semuanya menjadi latar belakang perjuangan Palestina yang penuh keberanian. Keputusan Majelis Umum hari ini bukan hanya tentang Palestina, tetapi juga tentang impian perdamaian yang diharapkan oleh seluruh umat manusia. (AI Sorban)

  • Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    wp.sorbansantri.com – Isu normalisasi hubungan dengan Israel terus menjadi perbincangan hangat di dunia Arab, dengan beberapa negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sikap keras Arab Saudi terhadap kritik terhadap normalisasi dengan Israel baru-baru ini mencuat ke permukaan.

    Arab Saudi, sebagai salah satu kekuatan besar di dunia Arab, telah menangkap sejumlah warganya yang dianggap mendukung atau mengkritik normalisasi dengan Israel. Langkah ini menunjukkan sensitivitas yang mendalam terhadap isu tersebut di negara-negara Arab, di mana kritik terhadap normalisasi dengan Israel masih dianggap sebagai hal yang tabu.

    Pemerintah Arab Saudi telah menjalankan tindakan keras terhadap warga yang dianggap melanggar sikap resmi negara terhadap Israel. Meskipun langkah ini diambil dalam konteks menjaga stabilitas politik dan keamanan negara, hal ini juga menimbulkan kontroversi terkait kebebasan berbicara dan berpendapat.

    Banyak pihak di dalam dan luar Arab Saudi mengkritik tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, terutama hak untuk menyuarakan pendapat secara bebas. Diskusi terbuka tentang isu-isu sensitif seperti normalisasi dengan Israel dianggap penting dalam konteks pembangunan demokrasi yang lebih inklusif.

    Kritik terhadap normalisasi dengan Israel sendiri sering kali berkisar pada isu-isu hak asasi manusia dan kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Salah satu poin kritis adalah terkait dengan pendudukan Israel di Tepi Barat dan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza, yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat Arab sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

    Perkembangan terkait tindakan Arab Saudi dalam menangkap warga yang kritis terhadap normalisasi dengan Israel akan terus dipantau oleh masyarakat internasional, sambil menjaga fokus terhadap isu-isu hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat di dunia Arab. (AI Sorban)

  • Amerika Syaratkan Normalisasi Hubungan Israel-Arab Saudi untuk Perjanjian Pertahanan

    Amerika Syaratkan Normalisasi Hubungan Israel-Arab Saudi untuk Perjanjian Pertahanan

    wp.sorbansantri.com – Amerika Serikat (AS) telah menetapkan syarat yang tegas bagi Arab Saudi dalam upaya untuk mendapatkan perjanjian pertahanan dengan AS. Instruksi ini datang dari Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, yang menegaskan bahwa Arab Saudi harus melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai syarat wajib.

    Sullivan menegaskan bahwa AS tidak akan menandatangani perjanjian pertahanan apapun dengan Arab Saudi jika normalisasi hubungan dengan Israel tidak terjadi. Langkah ini ditegaskan sebagai bagian dari visi terpadu AS untuk menciptakan kawasan yang lebih aman dan damai.

    Dalam pernyataannya, Sullivan menekankan bahwa normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel serta kemerdekaan Palestina merupakan prasyarat utama untuk mencapai perjanjian pertahanan antara Arab Saudi dan AS.

    Keputusan ini merupakan hasil dari berbulan-bulan upaya diplomasi AS dalam mendorong dialog antara Arab Saudi dan Israel. Namun, dalam konteks yang sama, konflik di Jalur Gaza terus berlanjut, menimbulkan korban jiwa yang terus bertambah di kedua belah pihak.

    Upaya normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel menjadi fokus perhatian internasional, sementara korban konflik di wilayah tersebut terus meningkat, menciptakan tekanan tambahan bagi kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan yang berkelanjutan. (AI Sorban)

  • Video memperlihatkan seorang pria Palestina dipaksa ditelanjangi oleh tentara Israel

    Video memperlihatkan seorang pria Palestina dipaksa ditelanjangi oleh tentara Israel

    wp.sorbansantri.com – Warga Palestina mengabadikan momen ketika seorang tentara Israel memaksa seorang pria untuk telanjang sebelum dia ditahan ketika mereka menyerbu tempat penampungan sekolah di Beit Hanoun di utara Gaza dan memaksa keluarga pengungsi untuk pergi.

  • KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    Sorbansantri.com – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah secara khusus meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu menggagalkan rencana Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat. Permintaan itu disampaikan pemimpin Hamas itu melalui surat dikirim ke Jokowi selasa lalu (2/6) sebagaimana yang dilansir albalad.id. https://albalad.co/palestina/2020A9968/surati-jokowi-pemimpin-hamas-minta-indonesia-gagalkan-rencana-aneksasi-israel-di-tepi-barat/.

    Belum ada kabar tentang bagaimana respon Pak Jokowi. Dari surat itu, tersirat sikap Hamas yang sudah putus asa dengan sikap negara-negara Arab dan Turki dalam penyelesaian konflik di Palestina. Hamas pun memilih bekerjasama dengan Iran karena Iran bersedia memberi bantuan pelatihan militer dan persenjataan. Pada akhirnya, perbedaan madzhab harus dikesampingkan, demi mewujudkan perdamaian.

    Tidak lama berselang, pemerintah Palestina melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara Diskusi Virtual pada Senin (29/6) mendatang. https://www.nu.or.id/post/read/121020/palestina-undang-ketum-pbnu-jadi-pembicara-soal-perdamaian.

    Kepercayaan pemerintah Palestina ini menunjukkan kepercayaan mereka bahwa pembelaan NU kepada Palestina lebih bersih, murni, orisinal dan proporsional ketimbang kelompok-kelompok radikal yang sejatinya cuma mempolitisir isu Palestina untuk kepentingan politik kelompok mereka.

    Hamas dan pemerintah Palestina yang dipegang faksi Fatah, sulit bersatu. Di sana juga ada Hizbut Tahrir dan partai Komunis. Mereka saling berseteru, menjadikan Palestina bumi konflik sepanjang masa. Membuat mereka sulit bersatu melawan penjajahan Israel.

    NU dinilai mampu, berpengalaman dan berhasil menjaga perdamaian di Nusantara, yang jauh lebih kompleks perbedaannya dibandingkan Palestina. Nusantara sangat plural. Namun, oleh NU pluralitas dipandang sebagai realitas yang tidak perlu dipermasalahkan.

    Karena pluralitas adalah sunnatullah yang mesti dikelola dengan benar agar membawa kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia. Bukan malah dijadikan alasan untuk membuat kerusakan dimuka bumi. Pluralitas tidak sepatutnya menjadi kambing hitam konflik antarumat beragama dan kelompok.

    Dari sejak awal agama ini mewujud dalam sebuah Daulah Nabawiyah di Madinah, Rasulullah Muhammad Saw telah membuat perjanjian untuk mengelola pluralitas agar tercipta kerukunan dan keharmonisan kehidupan di Madinah. Perjanjian ini yang dikenal dengan nama Piagam / Konstitusi Madinah. Secara sosiologis saat itu di Madinah terdiri komunitas Muslim, komunitas Yahudi dan orang-orang musyrik.

    Salah satu isi perjanjian itu berbunyi: “Bahwa bangsa yahudi dari bani ‘Auf merupakan sebuah umat bersama orang-orang yang beriman (muslim), bagi bangsa Yahudi agama mereka dan bagi umat Islam agama mereka….” Piagam Madinah ini merupakan pengakuan secara de jure Islam atas eksisitensi komunitas Yahudi dan otonomi keagamaannya.

    Robert N Bella Sosiolog Amerika dalam buku Beyond Belief mengatakan, konstitusi Madinah ini “terlalu modern untuk ukuran zamannya.” Ketika wilayah daulah Islam meluas sampai ke Najran yang dihuni umat Kristen, negara Islam menjadi lebih pluralistik. Umat Kristen Najran tetap memeluk agamanya lalu Muhammad Saw memperlakukan mereka sama seperti Yahudi yaitu diberikan kebebasan beragama dan status otonomi untuk mengatur urusan keagamaan mereka.

    Sikap politik Muhammad Saw ini termaktub dalam perjanjian dia dengan suku Najran yang berbunyi: “Suku Najran dan sekitarnya mendapat perlindungan Allah dan tanggungan Nabi Muhammad Rasulullah, atas diri mereka, agama, tanah, harta, yang hadir dan tidak hadir, rumah-rumah peribadatan dan salat-salat mereka. Mereka tidak berhak mengubah seorang uskup dari keuskupannya dan seorang pewakaf dari wakafannya, juga segala sesuatu yang ada di bawah kekuasaan mereka, sedikit maupun banyak….

    Apabila diantara mereka menuntut suatu hak, maka diantara mereka berlaku keadilan tidak ada yang menzalimi dan dizalimi…Tidak seorangpun dituntut atas kesalahan pihak lain. Perjanjian ini menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya selamanya hingga Allah memutuskan ketentuan-Nya dengan syarat jika mereka tulus dan setia terhadap kewajiban mereka…”

    Perjanjian-perjanjian sejenis juga dibuat Rasulullah Muhammad Saw kepada komunitas non Islam lainnya seperti dengan Bani Junbah di teluk Aqaba, Bani Ghadiya, Yahudi Bani Uraid, penduduk Jarba dlll. Sikap toleran Islam terhadap non Islam pasca Rasulullah Muhammad Saw dilanjutkan oleh para Khalifah setelah Beliau saw.

    Jika akhir-akhir ini pluralitas antar umat beragama dan madzhab di dalam satu agama menjadi masalah maka bisa dipastikan bahwa itu bukan berasal dari ajaran agama. Pasti ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya. Guna tercipta perdamaian, persoalannya tinggal, apakah ajaran agama tentang toleransi mau ditegakkan atau tidak?! Termasuk di Palestina. (Ayik Heriansyah)

  • Sunan Kudus Ja’far Sadiq

    Sunan Kudus Ja’far Sadiq

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Beliau memiliki keahlian khusus dalam bidang agama, terutama dalam ilmu fikih, tauhid, hadits, tafsir serta logika. Karena itulah di antara walisongo hanya ia yang mendapat julukan wali al-‘ilm (wali yang luas ilmunya), dank arena keluasan ilmunya ia didatangi oleh banyak penuntut ilmu dari berbagai daerah di Nusantara.

    Ada cerita yang mengatakan bahwa Sunan Kudus pernah belajar di Baitul Maqdis, Palestina, dan pernah berjasa memberantas penyakit yang menelan banyak korban di Palestina. Atas jasanya itu, oleh pemerintah Palestina ia diberi ijazah wilayah (daerah kekuasaan) di Palestina, namun Sunan Kudus mengharapkan hadiah tersebut dipindahkan ke Pulau Jawa, dan oleh Amir (penguasa setempat) permintaan itu dikabulkan. Sekembalinya ke Jawa ia mendirikan masjid di daerah Loran tahun 1549, masjid itu diberi nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar (Masjid Menara Kudus) dan daerah sekitarnya diganti dengan nama Kudus, diambil dari nama sebuah kota di Palestina, al-Quds.

    Dalam melaksanakan dakwah dengan pendekatan kultural, Sunan Kudus menciptakan berbagai cerita keagamaan. Yang paling terkenal adalah Gending Makumambang dan Mijil. Cara-cara berdakwah Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
    a.    Strategi pendekatan kepada masa dengan jalan

    1. Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah
    2. Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam
    3. Tut Wuri Handayani
    4. Bagian adat istiadat yang tidak sesuai dengan mudah diubah langsung diubah.

    b.    Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalam agama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat.
    c.    Merangkul masyarakat Budha
    Setelah masjid, terus Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudlu denga pancuran yang berjumlah delapan, diatas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang diatasnya hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha “ Jalan berlipat delapan atau asta sunghika marga”.
    d.   Selamatan Mitoni, biasanya sebelum acara selamatan diadakan membacakan sejarah Nabi.
    Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus. Di pintu makan Kanjeng Sunan Kudus terukir kalimat asmaul husna yang berangka tahun 1296 H atau 1878 M. (ABI SORBAN)

  • BARANGKALI AMERIKA DAN PALESTINA BUTUH PANCASILA

    BARANGKALI AMERIKA DAN PALESTINA BUTUH PANCASILA

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja- Belum selesai dihantam virus COVID-19, Amerika dilanda kerusuhan rasial. Rasialisme menjadi aib demokrasi terbesar di patung Liberty tersebut.

    Menurut Aljazeera, jumlah orang yang ditangkap paling sedikit sudah 5.600 orang berbagai di kota seluruh Amerika Serikat. Sejak demonstrasi meletus memprotes kematian George Floyd. Selain itu, korban jiwa juga sudah berjatuhan di berbagai tempat. https://wartakota.tribunnews.com/2020/06/02/).

    Amerika adidaya dunia yang mulai goyah. Krisis ekonomi dan politik kali ini, menjadi masalah domestik yang tidak berimbas kepada situasi global, menunjukkan pengaruh Amerika semakin melemah. Konstelasi politik global menuju titik kesetimbangan yang hampir sempurna.

    Indonesia diprediksi menjadi kekuatan global baru sebagai penyeimbang salah satu indikasinya, permintaan Hamas kepada Presiden Jokowi. Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah secara khusus meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu menggagalkan rencana Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat. Permintaan itu disampaikan pemimpin Hamas itu melalui surat dikirim ke Jokowi selasa lalu. Dalam surat bertanggal 5 Juni 2020 yang diterima redaksi albalad.co. (https://albalad.co/palestina/2020A9968/).

    Ideologi Pancasila sebenarnya yang menjadi rahasia di balik kekokohan Indonesia di tengah ancaman krisis domestik, regional dan global sampai Hamas minta tolong ke Indonesia, bukan negara-negara Arab. Karena isi 5 sila itu adalah manifestasi tertinggi dari ajaran agama-agama di Indonesia.

    Pancasila menjadi titik temu, titik kumpul dan titik simpul dari puncak-puncak ajaran agama di Indonesia. Artinya seorang penganut agama belum mencapai maqam tertinggi jika belum menjadi insan Pancasila seutuhnya.

    Karena puncak ajaran agama-agama di Indonesia merupakan bagian integral dari Pancasila membuat Pancasila menjadi ideologi yang kental dengan aura spiritualitasnya dan juga sangat primordial bagi penganut agama-agama di Indonesia.

    Agama dan Pancasila satu ruh, satu jiwa, bersenyawa. Inilah yang membedakan ideologi Pancasila dengan ideologi Kapitalisme dan Komunisme. Di dalam ideologi Kapitalisme dan komunisme, agama bagian luar dari ideologi, sedang di dalam Pancasila, agama built in dan include.

    Khilafah tidak mungkin bisa mengganti posisi Pancasila, karena khilafah bukan puncak ajaran agama-agama di Indonesia. Khilafah hanya fiqih ranting kecil dari ajaran agama Islam. Khilafah terlalu kecil dan lemah untuk bisa mempertemukan puncak-puncak dari ajaran agama di Indonesia.

    Kecuali dengan sistem paksa di bawah todongan senjata. Akan tetapi itu hanya teori di atas kertas. Pada kenyataannya sistem paksa di bawah todongan senjata memicu perlawanan bersenjata juga. Melahirkan konflik kekerasan tak berujung. Walhasil khilafah menjadi sumber konflik. Bandung, 13 Juni 2020. (post)

    Oleh Ayik Heriansyah
    Pengurus LD PWNU Jabar