Tag: panglima

  • Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!

    Gibran Rakabuming Raka Disambut Meriah di Acara Halalbihalal PBNU!


    wp.sorbansantri.com
    – Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, tiba dengan penuh kehormatan di acara halalbihalal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, Jakarta. Kedatangannya disambut oleh Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, dengan penghormatan khusus menggunakan karpet merah.

    Gibran, yang mengenakan kemeja krem dan peci hitam, tiba sekitar pukul 13.00 WIB. Suasana di lokasi terlihat meriah dengan tenda ornamen berwarna putih hijau di pintu masuk dan panggung tertutup di halaman depan Kantor PBNU.

    Tidak hanya disambut oleh Yahya Cholil Staquf, Gibran juga bertemu dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kehadiran Gibran juga diantisipasi oleh Prabowo Subianto, beberapa menteri kabinet Indonesia maju, dan duta besar negara sahabat.

    Laman: 1 2

  • Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam  para muassis

    Ngalap barokah para alim ulama’ satkoryon banser kecamatan ngoro adakan ziarah ke makam para muassis

     

     

    SATKORYON BANSER kecamatan ngoro Kabupaten mojokerto jawa timur melaksanakan wisata religi ke makam para aulia’ yang berada di jombang, Kediri dan tulungagung yang di laksanakan pada hari sabtu (29/01/2022) malam pemberangkatan dari gedung terpadu MWCNU kecamatan ngoro yang di ikuti oleh para anggota PAC GP ANSOR, BANSER , dan juga RIJALUL ANSOR.

     

    Kegiatan wisata religi ini adalah ziarah ke makam Mbah hasym (KH. HASYM ASYARI) pendiri Nahdlatul Ulama, makam Gus Dur (KH. ABDUL RAHMAN WAHID) Jombang, Gus Mik Kediri, dan mantan komandan SATKORNAS BANSER, H. Alfa Isnaini, Tujuan diadakannya kegiatan ini selain untuk menjalin silaturrahmi juga untuk mengenang dan menteladani jasa para ulama’ dan auliya’, yang telah menginspirasi juga memotifasi kepada para anggota banser kususnya, contohnya Gus Dur semasa hidupnya beliau yang telah memompa dan juga membangkitkan ghirroh semangat Banser untuk menjadi pasukan yang bertugas untuk menjaga para kyai dan ulama’.

     

    Menurut komandan  JAZIL selaku panglima atau kasatkoryon banser kecamatan ngoro mengatakan

    “mari kita niatkan ziaroh ini selain untuk ibadah juga mari kita meniru perjuangan para muassis ini dan menerapkan ke hati kita masing masing, baik dari segi semangatnya maupun pengorbanan beliau, jiwa loyalitas dan totalitas kita terapkan kepada masyarakat lebih lebih kepada jamiyyah nahdlatul ulama’

     

    Beliau juga menginformasikan bahwa harapan diadakannya kegiatan ini supaya tercipta rasa kekeluarggan, kekompakan, kerukunan dan juga rasa persaudaraan antar anggota yang akhirnya bisa melaksanakan tugas organisasi secara maksimal, mudah mudahan berkah dari para muassis semua bisa terkabul dan di ridhoi ALLOH swt. (hasan-ngoro)

  • Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    InfokomBanserNU-  Hajjaj bin Yusuf adalah panglima perang paling kejam dari Bani Umayyah. Ia telah membunuh 120 ribu nyawa. Tetapi kali ini, ia ingin mengeksekusi seorang ulama besar tabi’in yang terkenal zuhud dan tak takut mati. Sa’id bin Jabir. Hajjaj tidak mau langsung membunuh Sa’id. Ia ingin merekayasa sebuah persidangan yang bisa membuktikan bahwa Sa’id bersalah dan karenanya harus dieksekusi. Sebelumnya, Sa’id bersama sejumlah ulama terlibat pemberontakan atas kezaliman Hajjaj.

    Pemberontakan itu kemudian dipatahkan Hajjaj dengan cara-caranya yang licik, lalu tokoh-tokohnya ditangkap.
    “Siapa namamu?” pertanyaan pertama terlontar dari mulut Hajjaj di depan persidangan hari itu.
    “Sa’id bin Jubair”
    “Tidak. Namamu adalah Syaqiy bin Kusair,” timpal Hajjaj bermaksud merendahkannya. Syaqiy bin Kusair artinya adalah orang celaka anak orang yang rusak. Maknanya adalah kebalikan dari Sa’id bin Jubair yang berarti orang bahagia putra orang yang membetulkan hal-hal rusak.
    “Ayahku tentu lebih tahu namaku daripada dirimu,” jawaban tenang Sa’id bin Jubair ini membuat kondisi Hajjaj terbalik. Bukannya merasa berhasil merendahkan, ia malah terasa disindir bodoh.
    “Kamu celaka, ayahmu juga celaka,” Hajjaj mulai gusar.
    “Hal yang belum terjadi tak mungkin engkau mengetahui. Sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui,” jawab Sa’id bin Jubair. Lagi-lagi, Hajjaj semakin tersulut emosinya.
    “Kalau begitu, aku akan mengganti siksaan untukmu dengan api yang berkobar-kobar” ancamnya.
    “Seandainya aku percaya bahwa api itu milikmu, tentu aku tidak akan menyembah tuhan selainmu” serangan emosional kalimat demi kalimat terus dipatahkan Sa’id bin Jubair. Sebaliknya, Hajjaj semakin marah dan gusar. Ia mencari cara bagaimana agar Sa’id bisa dijebak dengan pertanyaan yang kontroversial.
    “Apa yang kau ketahui tentang Muhammad?” pertanyaan ini sebenarnya tidak pantas ditujukan kepada ulama tabi’in sekaliber Sa’id. Tetapi Sa’id tetap menjawabnya dengan tenang, sementara Hajjaj merencanakan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ini terjawab.
    “Muhammad adalah Rasulullah, Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam”
    “Bagaimana pendapatmu tentang Ali, apakah ia masuk surga atau masuk neraka?” Hajjaj adalah panglima perang yang tunduk pada para khalifah Bani Marwan, bagian dari kekhilafahan Bani Umayyah. Di zaman itu, sosok Ali adalah fenomena tersendiri yang menjadi diskusi kontroversial bagi penguasa dan rakyatnya. Hajjaj berharap Sa’id terjebak dengan pertanyaan ini dan kemudian ia segera bisa dieksekusi. Namun, ia sangat marah dengan jawaban yang membuatnya kalah telak.
    “Jika engkau masuk surga, pasti engkau akan tahu siapa saja orang-orang yang masuk surga” jawab Sa’id, membuat darah Hajjaj makin mendidih.
    “Bagaimana pendapatmu tentang para khalifah?” Kini Hajjaj berharap Sa’id tidak bisa lari dari pertanyaan ini.
    “Aku tidak berwenang menilai mereka,” lagi-lagi jawaban Sa’id adalah jawaban yang diplomatis. Dan ini makin membuat Hajjaj geram sekaligus mati langkah. Tanya jawab di pengadilan itu terus berlangsung hingga beberapa lama. Hingga akhirnya, meskipun tidak ada kesimpulan tegas bahwa Sa’id bersalah, Hajjaj tetap mengeksekusinya.
    “Pilih cara pembunuhan apa yang kamu inginkan dariku?” pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar dari mulut Hajjaj.
    “Justru engkaulah yang harus memilih untuk dirimu sendiri wahai musuh Allah. Demi Allah, jika engkau hari ini membunuhku dengan suatu cara, aku akan membunuhmu dengan cara yang sama di akhirat nanti”
    Ulama yang mulia ini kemudian digiring ke tempat eksekusi. Di sana ia disembelih. Namun sebelum ia menghadap Allah, ia sempat berdoa: “Ya Allah, Jangan berikan kesempatan kepada Hajjaj untuk menghukum seorangpun setelah kematianku.”

    Doa itu menggetarkan langit. Langsung diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak lama kemudian, Hajjaj dihantui ketakutan. Ia sering mengigau. Tidurnya tak bisa lelap. Seperti ada Sa’id yang mencengkeram tenggorokannya. Dan ketika ia terjaga, ia terngiang-ngiang nama Sa’id. Hajjaj sudah seperti orang gila. Hajjaj jadi sering berteriak-teriak: “Wahai orang-orang, ada apa dengan Sa’id bin Jubair? Mengapa setiap kali aku akan tidur, Sa’id mencengkeram tenggorokanku?”
    Akhirnya, lima belas hari setelah wafatnya Sa’id, Hajjaj pun meninggal. Meninggal dalam kondisi terhina. Meninggal seperti meninggalnya orang gila.

    *Disarikan dari buku Al Ulama’ fii Wajhit Tughyan (Bukan Ulama Biasa)

     karya *Prof. Dr. Muhammad Rajab Al Bayyumi

  • 9 JENDRAL TERHEBAT SEPANJANG SEJARAH ISLAM

    9 JENDRAL TERHEBAT SEPANJANG SEJARAH ISLAM

    Generasi-Shalahuddin-Al-Ayubi-1280x720

    SALAHUDDIN AL AYYUBI

    Dunia mengenalnya sebagai salah satu tokoh pemimpin terbesar. Dialah juga merupakan salah satu tokoh terbesar dalam Perang Salib. Namanya dikenal luas takkala ia dapat menaklukkan kerajaan Jerusalem yang ketika itu dipimpin oleh Guy The Lusignan Raja Jerusalem. Pasukan Shalahuddin dikenal sebagai pasukan yang pemberani dibawah pimpinannya. Bernama lengkap Salahuddin Al-Ayubi yang dikenal didunia barat sebagai Saladin terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Masa kecilnya selama sepuluh tahun dihabiskan belajar di Damaskus di lingkungan anggota dinasti Zangid yang memerintah Syria, yaitu Nur Ad-Din atau Nuruddin Zangi.

    1490682815170
    ABDULLAH BIN AAMIR

    Abdullah bin Aamir (bahasa Arab:عبدالله بن عامر ) adalah gubernur Busrha (647–656) dan merupakan jenderal militer yang sangat sukes pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Utsman bin Affan. Dia dikenal atas kehebatannya dalam administrasi dan militer.

    Screenshot_201
    AMR BIN ASH

    Namanya adalah Amr bin Ash bin Wail bin Hisyam bin Said bin Sahm al-Qurasyi as-Sahmi. Di antara jasa besarnya adalah ketika Umar bin Khattab mengamanatinya untuk menaklukkan Mesir, dan dia berhasil menunaikan amanat tersebut. Amr merupakan salah seorang pahlawan bangsa Arab yang sangat terkenal, sekaligus seorang politisi yang cemerlang. Terkenal dengan kecerdasan dan kepintarannya mengatur siasat.

    Screenshot_202
    TARIQ BIN ZIYAD

    Thariq bin Ziyad (670 – 720) (Bahasa Arab: طارق بن زياد), dikenal dalam sejarah Spanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto(Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jendral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.

    Screenshot_203
    SYURAHBIL BIN HASANAH

    Adalah sahabat Muhammad. Dia merupakan salah satu komandan tersukes dalam pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dia merupakan salah satu komandan lapangan utama selama penaklukan Muslim di Suriah, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat wabah.

    Khalid-bin-Walid-Panglima-Perang-yang-Dipecat-Karena-Tak-Pernah-Berbuat-Kesalahan-1
    KHALID BIN WALID

    Khalid ibn al-Walid, atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya, terkenal sebagai panglima tertinggi untuk Nabi Muhammad dan penerus-penerusnya. Dibawah kepemimpinan militernya lah Arabia untuk pertama kalinya dalam sejarah membentuk entitas politik yang bersatu, Kekhalifahan.

    Mengkomandani pasukan muslim yang baru, dia tak terkalahkan lebih dari seratus pertempuran termasuk melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab di luar kekuasaan Khalifah. Pencapaian strategis dia ialah penaklukan Arab, Persia Mesopotamia dan Suriah Romawi hanya dalam waktu empat tahun pada tahun 632 ke 636. Kemenangan-kemenangan yang terkenal darinya ialah kemenangan telak pada Pertempuran Yamama, Pertempuran Ullais dan Pertempuran Firaz, dan kesuksesan taktis pada Pertempuran Walaja dan Pertempuran Yarmuk.

    57990_09461711092019_muhamad_al_fatih
    MUHAMMAD AL FATIH

    Muhammad al-Fatih adalah salah seorang raja atau sultan Kerajaan Utsmani yang paling terkenal. Ia merupakan sultan ketujuh dalam sejarah Bani Utsmaniah. Al-Fatih adalah gelar yang senantiasa melekat pada namanya karena dialah yang mengakhiri atau menaklukkan Kerajaan Romawi Timur yang telah berkuasa selama 11 abad.

    Sultan Muhammad al-Fatih memerintah selama 30 tahun. Selain menaklukkan Binzantium, ia juga berhasil menaklukkan wilayah-wilayah di Asia, menyatukan kerajaan-kerajaan Anatolia dan wilayah-wilayah Eropa, dan termasuk jasanya yang paling penting adalah berhasil mengadaptasi menajemen Kerajaan Bizantium yang telah matang ke dalam Kerajaan Utsmani.

    Screenshot_204
    SA’AD BIN ABI WAQQASH

    Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan Islam melawan melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.

    Bersama tiga ribu pasukannya, ia berangkat menuju Qadasiyyah. Di antara mereka terdapat sembilan veteran perang Badar, lebih dari 300 mereka yang ikut serta dalam ikrar Riffwan di Hudaibiyyah, dan 300 di antaranya mereka yang ikut serta dalam memerdekakan Makkah bersama Rasulullah. Lalu ada 700 orang putra para sahabat, dan ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan tenaga bantuan.

    Pasukan ini berkemah di Qadisiyyah di dekat Hira. Untuk melawan pasukan Muslim, pasukan Persia yang siap tepur berjumlah 12O ribu orang dibawah panglima perang kenamaan mereka, Rustum.

    12-1
    ABU UBAIDAH BIN ALJARRAH

    Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekkah yang termasuk paling awal untuk memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini Ethiopia) dan kemudian, Ia hijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Ia merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

    Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, Dia ditunjuk untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan Kekaisaran Romawi. Ia meninggal disebabkan oleh wabah penyakit.