Tag: partai

  • Polemik Dukungan PPP: Belum Pasti Khofifah atau Alternatif Baru?

    Polemik Dukungan PPP: Belum Pasti Khofifah atau Alternatif Baru?

    wp.sorbansantri.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum memastikan dukungannya terhadap Khofifah Indar Parawansa dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024.

    Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5/2024), Ketua DPP PPP, Achmad Baidowi alias Awiek, menjelaskan bahwa partai tersebut masih menunggu masukan dari daerah sebelum menentukan kandidat yang akan diusung.

    “Apakah PPP akan mengusung Bu Khofifah? Belum, karena kami harus melalui mekanisme partai, yakni mendengarkan masukan dari pengurus di daerah, lalu masukan tersebut akan disampaikan ke DPP,” ujarnya seperti dilansir dari Tribunnews.com.

    Awiek menambahkan bahwa DPP akan mempertimbangkan saran dan masukan dari para kader dan pengurus PPP di daerah, sambil tetap memperhitungkan pertimbangan strategis nasional dalam mengusung calon di daerah manapun.

    Hingga saat ini, PPP belum membuat keputusan terkait figur yang akan diusung untuk Pilkada Jawa Timur. Meski demikian, DPW PPP Jawa Timur masih aktif berkomunikasi dengan Khofifah Indar Parawansa.

    “Iya, Bu Khofifah pada periode sebelumnya diusung oleh PPP dan hingga saat ini kami menjaga hubungan dengan beliau. DPW-DPW Jatim masih berkomunikasi dengan Khofifah,” tambahnya.

    Sementara itu, berbeda dengan PPP, Partai Demokrat melalui Ketua DPP-nya, Herman Khaeron, telah menyatakan dukungan terhadap Emil Elestianto Dardak sebagai pendamping Khofifah di Pilkada Jawa Timur 2024.

    “Beberapa partai sudah pasti memberikan dukungan kepada Khofifah-Emil, termasuk Demokrat. Kemungkinan Golkar dan PAN juga akan mendukung,” ujar Herman di tempat yang sama.

    Dia juga berharap agar seluruh partai koalisi bisa sepakat untuk mendukung pasangan Khofifah-Emil lagi, mengingat keberhasilan pasangan tersebut dalam meningkatkan perekonomian dan mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Timur.

    “Khofifah-Emil adalah harapan masyarakat Jawa Timur. Oleh karena itu, kami ingin melanjutkan kepemimpinan mereka untuk dua periode,” tutupnya. (AI Sorban)

  • PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor mengeluarkan instruksi kepada seluruh kader dan pengurus di berbagai tingkatan sebagai upaya untuk mengantisipasi eskalasi politik yang makin meningkat jelang tahun politik 2024. Surat instruksi tersebut, yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas dan Sekretaris Jenderal Abdul Rochman, tertanggal 8 September 2023, menekankan pentingnya memegang teguh Khittah dan pedoman berpolitik warga NU.

    @beritasorban

    PP GP Ansor Keluarkan Instruksi Jelang Tahun Politik 2024 Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/pp-gp-ansor-keluarkan-instruksi-jelang-tahun-politik-2024/ #gpansor #politiktiktok

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Dalam surat instruksi tersebut, PP GP Ansor mengingatkan seluruh kader dan pengurus untuk mematuhi sembilan pedoman berpolitik warga NU. Pedoman tersebut bertujuan agar kader Ansor menjadi teladan dalam menjalankan politik, dengan norma dan etika selalu dikedepankan.

    Berikut adalah empat poin instruksi yang dikeluarkan PP GP Ansor untuk seluruh kadernya:

    1. Dilarang Penggunaan Aset GP Ansor untuk Keperluan Politik:
      • Kader Ansor dilarang menggunakan lambang, lagu, seragam, dan atribut lainnya, serta aset dan kantor GP Ansor untuk kepentingan politik praktis atau kampanye calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun.
    2. Dilarang Mengatasnamakan GP Ansor dalam Pernyataan Dukungan Politik:
      • Kader Ansor dilarang membuat pernyataan dan/atau surat dukungan kepada calon presiden, calon wakil presiden, calon anggota legislatif, calon kepala daerah, dan partai politik apapun dengan mengatasnamakan GP Ansor.
    3. Memegang Teguh Khittah NU dan Pedoman Berpolitik:
      • Kader Ansor diinstruksikan untuk tetap memegang teguh Khittah NU 1926 dan 9 Pedoman Berpolitik Bagi Warga NU sesuai Keputusan Muktamar NU Ke-28 tahun 1989 di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta.
    4. Menjaga Kondusivitas, Ketertiban, dan Keamanan di Wilayah Masing-Masing:
      • Kader Ansor diminta untuk menjaga kondusivitas, ketertiban, dan keamanan di wilayah masing-masing sebagai bagian dari tanggung jawabnya.

    Instruksi ini dikeluarkan sebagai respons terhadap meningkatnya situasi politik menjelang tahun politik 2024. PP GP Ansor berharap dengan mengikuti instruksi ini, kader Ansor dapat berperan sebagai agen perubahan yang menjunjung tinggi norma dan etika dalam berpolitik, serta menjaga keutuhan dan kedamaian bangsa. (AI Sorban)

  • Cak Imin Tur Indonesia, PKB Terima Masukan terkait Prabowo-Gibran

    Cak Imin Tur Indonesia, PKB Terima Masukan terkait Prabowo-Gibran

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, sedang menjalankan serangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mendengarkan masukan dan pandangan dari para sesepuh serta tokoh masyarakat terkait sikap PKB pasca Pilpres 2024.

    Dalam diskusi daring “Demokrasi Tanpa Oposisi” yang diselenggarakan oleh Polemik Trijaya dan disiarkan di kanal YouTube Trijaya FM pada Sabtu (4/5/2024), Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengungkapkan bahwa Cak Imin sedang aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas.

    “Belum ada perdebatan, justru itu yang harus kami cari yang terbaik,” ujar Daniel, merujuk pada posisi PKB yang belum memutuskan sikap terkait kemungkinan merapat ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Menurut Daniel, masukan yang diterima dari berbagai elemen masyarakat akan disambut dengan baik dan menjadi pertimbangan serius bagi PKB. Dia menekankan bahwa PKB memahami bahwa baik berada di dalam maupun di luar pemerintahan memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan secara matang.

    Dengan kunjungan ini, PKB berharap dapat memperoleh perspektif yang lebih komprehensif dalam menyusun strategi politiknya ke depan, terutama mengenai keterlibatan partai dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. (AI Sorban)

  • Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah mengumumkan bahwa partainya akan memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan setelah pertemuan tertutup antara Paloh dan Prabowo Subianto, presiden terpilih, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024).

    “Dengan ini, Nasdem mengkonfirmasi dukungannya untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran,” ujar Paloh dalam konferensi pers bersama Prabowo.

    Ia juga menambahkan, “Kita ingin mengakhiri perdebatan seputar pemilihan umum. Sekarang, fokus kita adalah bagaimana kita bersama-sama membangun negara ini ke depannya.”

    Paloh dan Prabowo, bersama dengan anggota elite dari Partai Nasdem dan Gerindra, bertemu selama sekitar satu jam pada Kamis sore. Paloh menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka, hangat, dan tanpa batas, mengingat hubungan persahabatan yang sudah terjalin antara dirinya dan Prabowo selama bertahun-tahun.

    Meskipun selama pemilihan berlangsung persaingan ketat, Paloh menekankan bahwa semua peserta pemilu tetaplah bagian dari satu keluarga besar Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu untuk bersatu kembali, baik bagi para elite maupun kontestan Pilpres 2024.

    Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menjawab tuntutan masyarakat. Baginya, bersatu bisa dilakukan baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam peran oposisi.

    “Kita harus bersatu, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, demi kebaikan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

    Ia juga menegaskan bahwa untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi Indonesia, seluruh elite harus bekerja sama dan meninggalkan perbedaan serta halangan yang menghalangi kerjasama.

    “Persatuan elite adalah kunci bagi kemakmuran negara ini. Mari kita bersama-sama tinggalkan perbedaan dan rasa yang menghalangi kerjasama kita,” pungkas Prabowo. (AI Sorban)

  • Duel Kepemimpinan di Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto: Mengupas Kekuatan dan Kelemahan Ikfina vs. Gus Barra

    Duel Kepemimpinan di Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto: Mengupas Kekuatan dan Kelemahan Ikfina vs. Gus Barra

    wp.sorbansantri.com – Dalam Pilbub 2024 Kabupaten Mojokerto, Ikfina dan Gus Barra adalah dua figur penting yang saling bersaing untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Berikut ini adalah peta kekuatan masing-masing kandidat:

    1. Kekuatan Ikfina:
      • Rekam Jejak: Ikfina memiliki pengalaman sebagai Bupati Kabupaten Mojokerto dalam periode sebelumnya. Ini memberinya keunggulan karena masyarakat dapat menilai kinerjanya selama masa jabatan sebelumnya.
      • Pencapaian Infrastruktur: Ikfina dikenal dengan pencapaian dalam pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, dan sarana publik lainnya. Hal ini meningkatkan citra positifnya di mata sebagian masyarakat.
      • Dukungan Partai: Ikfina didukung oleh partai politik yang memiliki basis massa yang kuat di Kabupaten Mojokerto. Dukungan partai ini dapat memberinya akses ke sumber daya dan jaringan politik yang luas.
  • Analisis Petarungan Pilbub Kabupaten Mojokerto: Ikfina vs. Gus Barra dalam Konteks Peta Politik

    Analisis Petarungan Pilbub Kabupaten Mojokerto: Ikfina vs. Gus Barra dalam Konteks Peta Politik

    wp.sorbansantri.com – Pemilihan Bupati (Pilbub) Kabupaten Mojokerto menghadirkan pertarungan politik yang menarik antara Ikfina dan Gus Bara, dua figur yang mewakili latar belakang politik dan sosial yang berbeda. Dalam menganalisis dinamika petarungan ini, penting untuk melihatnya dalam konteks peta politik dan dinamika kekuatan politik di Kabupaten Mojokerto.

    1. Latar Belakang Politik Ikfina: Ikfina merupakan politisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik lokal. Dia memiliki jaringan politik yang kuat di tingkat daerah dan telah mengukir reputasi sebagai pemimpin yang fokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi daerah. Dukungan dari partai politik lokal dan nasional menjadi salah satu kekuatan utama Ikfina dalam Pilbub ini.
    2. Latar Belakang Politik Gus Bara: Gus Bara, di sisi lain, merupakan figur yang lebih dikenal dalam ranah keagamaan dan sosial. Meskipun tidak memiliki pengalaman politik yang panjang, namun dukungannya dari kelompok-kelompok keagamaan dan sosial di Kabupaten Mojokerto membuatnya menjadi kandidat yang memiliki basis massa yang kuat. Isu-isu keadilan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, dan pendekatan partisipatif menjadi fokus utama kampanye Gus Bara.
    3. Dinamika Peta Politik di Kabupaten Mojokerto: Kabupaten Mojokerto memiliki lanskap politik yang beragam, dengan berbagai kepentingan dan dinamika yang perlu diperhatikan. Di satu sisi, terdapat basis pendukung tradisional yang cenderung memilih berdasarkan afiliasi politik dan jaringan yang telah terjalin. Di sisi lain, terdapat pemilih yang lebih terbuka terhadap isu-isu keadilan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
    4. Strategi Kampanye dan Isu-isu Utama: Dalam menghadapi Pilbub, Ikfina lebih menekankan pencapaian infrastruktur dan pembangunan ekonomi sebagai basis kampanyenya. Sementara Gus Bara lebih menonjolkan isu-isu sosial, keadilan, dan partisipasi masyarakat sebagai strategi untuk memperoleh dukungan dari segmen pemilih yang lebih responsif terhadap isu-isu tersebut.
    5. Dinamika Debat dan Perkembangan Terkini: Debat publik antara kedua kandidat menjadi ajang penting dalam menyoroti perbedaan visi dan misi mereka. Isu-isu seperti pengelolaan sumber daya alam, pendidikan, kesehatan, dan akses layanan publik menjadi titik-titik perdebatan yang menarik perhatian masyarakat.

    Dengan demikian, Pilbub Kabupaten Mojokerto tidak hanya menjadi ajang pertarungan antara individu, tetapi juga merupakan cerminan dari dinamika politik dan kepentingan masyarakat di tingkat lokal. Analisis peta politik ini menjadi penting bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana dinamika kekuatan politik memengaruhi hasil Pilbub dan arah pembangunan di masa depan.(AI Sorban)

  • SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Mantan kader partai Demokrat mengirim surat terbuka melalui media sosial, berikut Surat yang beredar dan sudah banyak dibagikan di media sosial Facebook atas nama Tito Gtsu.
    Kepada Yth
    Bp. Jend. (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC
    Presiden Republik Indonesia Ke – 6
    Di Puri Cikeas.
    Dengan Hormat,
    Teriring Do’a serta Salam, semoga Bapak beserta keluarga besar dalam keadaan sehat, panjang usia serta bahagia. Izinkan pada kesempatan ini saya sebagai Mantan Kader Partai Demokrat memohon beberapa hal kepada Bapak.
    1. Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Ir. H. Joko Widodo dan bukan Soesilo Bambang Yudhoyono lagi. Jadi dengan segala hormat, mohon Bapak berkenan diam dan serta tidak banyak nyinyir terhadap segala macam bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi, baik dalam masalah luar negeri maupun dalam negeri. Saya mohon Bapak berkenan menjadi Negarawan Sejati yang baik, tidak mencampuri Pemerintahan lagi. Contohlah Almarhum BJ. Habibie Presiden Republik Indonesia Ke – 3 serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden Repblik Indonesia Ke – 5 yang tidak pernah nyinyirin pemerintahan Bapak sewaktu bapak menjabat sebagai Presiden RI.
    2. Berdasarkan Hasil Survei Lembaga Internasional milik Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) Yaitu Gallup Word Pull, Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo menduduki PERINGKAT PERTAMA DUNIA sebagai Pemerintahan Paling Dipercaya Masyarakatnya, yaitu sebesar 80%. Dan Prestasi ini BELUM PERNAH Bapak capai saat Bapak menjabat Presiden Republik Indonesia.
    3. Organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ), Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) yang merupakan Organisasi Terbesar Kedua Di Dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) juga telah mengakui bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai 4 BESAR PEMIMPIN NEGARA yang PALING DISEGANI DI DUNIA setelah Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat ), Vladimir Putin ( Presiden Rusia ), serta Ram Nath Kovind ( Presiden India ). Dan prestasi Presiden Jokowi ini BELUM PERNAH BAPAK RAIH saat 10 menjabat Presiden RI.
    4. Presiden Republik Indonesia Ir, H. Joko Widodo tercatat sebagai 13 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia dari 500 Tokoh Muslim Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre ( RISSC). Dan prestasi inipun BELUM PERNAH BAPAK DAPATKAN selama 10 tahun Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia 2004 – 2014.
    5. Suka atau tidak suka, 6 tahun Pemerintahan Jokowi jauh lebih bagus peningkatannya dibanding 10 tahun Pemerintahan Bapak sendiri. Bahkan tidak sedikit tokoh papan atas partai kita, saudara seperjuangan saya di Partai Demokrat masuk penjara karena kasus korupsi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Presiden. Dari Muhammad Nazaruddin, Andi Alfian Malarangeng, Hartati Murdaya, Jero Wacik, Almarhum Sutan Bhatoegana, Angelina Sondakh, Amrun Daulay, Sarjan Tahir, As’ad Syam, Bahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum masuk penjara. Dan hampir semuanya DPP Partai Demokrat, orang – orang dekat Bapak semua.
    6. Justru Bapak SBY harus belajar banyak tentang Kesabaran, Ketegaran, Kesederhaan, Ikhlas serta Kebijaksanaan pada Presiden Jokowi. Saat Mas AHY diserang netizen karena cuitannya yg nyinyirin Presiden Jokowi, Bapak SBY langsung ngamuk tidak karuan melalui medsos menyerang para netizen yang membully Mas AHY, bahkan menyalahkan Bapak Jokowi.
    Apa hubungannya dengan Bapak Jokowi ?
    Justru Mas AHY yang menyerang Presiden Jokowi sesaat setelah Mas AHY dilantik sebagai Ketum Partai Demokrat. Presiden Jokowi diserang habis – habisan dan bertubi – tubi oleh pembencinya, dikatain Komunis, Anak Haram, PKI, termasuk orang tuanya juga difitnah serta di bully habis – habisan. Bahkan saat Ibundanya meninggal, masih diserang fitnah.
    NAMUN Bapak Jokowi tidak pernah membalas, tidak pernah menanggapi dan tetap fokus bekerja untuk rakyatnya.
    Dari klausal 1 – 6 diatas, saya memohon sekali lagi pada Bapak SBY yang Terhormat, untuk berkenan menjaga wibawa, tidak lagi mencampuri permasalahan pemerintahan Jokowi.
    Jika ingin menyampaikan masukan ke Bapak Jokowi selaku Presiden, lebih elegan jika Bapak berkenan menyampaikan langsung kepada Beliau, baik bertemu sillaturahmi dan atau melalui telepon.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, karena bapak pernah menjadi Ketua Umum saya di Partai Demokrat.
    Terima Kasih
    Hormat Saya,
    Deka Surya Abadi
  • ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    ANTISIPASI WARGA NU MOJOKERTO MENGHADAPI STRATEGI TIPU MENJELANG PILBUB 2020 periode 2021-2024

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pasangan CABUB dan CAWABUB akan ada interaksi dengan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung. Seperti pemasangan Baliho berukuran besar, sosialisasi menyampaikan Visi dan Misi Dll.

    Hal tersebut memang sangat efektif dalam memperoleh suara dalam pemilihan nanti. Ironisnya bahkan dalam usaha untuk memperoleh dukungan dan perolehan suara, ternyata masih banyak dilakukan cara-cara licik dan
    samar (abu-abu), walaupun sebenarnya bertentangan dengan hati nurani.

    Pepatah mengatakan “maling teriak maling atau srigala berbulu domba” serta berusaha menyamakan langkah dan berbaur dengan masyarakat. Seperti mengatakan “kami ini saudara mu dalam berorganisasi, maka pilihlah kami”
    kira-kira seperti itu bahasa sederhananya.

    [irp posts=”5841″ name=”UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020″]

    Pendekatan seperti ini akan semakin banyak dilakukan kebeberapa organisasi-organisasi sebagai ujian yang pernah ikut dalam Pengkaderan terlebih-lebih warga NU, bahkan pendekatan ini akan masuk sampai tingkat rumah-rumah.

    Seperti kita ketahui NU adalah organisasi terbesar yang pastinya tidak luput dari sasaran pendekatan tersebut, baik itu Lembaga ataupun BANOM, semuanya tidak akan luput dari Rayuan, Tabiat Licik, Tipu Muslihat, dsb. Walaupun juga ada yang benar-benar memperjuangkan dan mewakili masyarakat.

    [irp posts=”6040″ name=”BERIKAN APRESIASI IJTIMA ULAMA KE-IV, PKS TERNYATA MENDUKUNG AGENDA KHILAFAH”]

    Mojokerto bisa dikatakan pusat centralnya organisasi NU, hal ini bisa diketahui karena banyak dan hidupnya kegiatan pada Lembaga dan Banom yang secara rutin diadakan sampai pada tingkat Anak Ranting. Dan bisa dikatakan pula kekuatan NU yang ada di Dunia ini pusatnya ada di Mojokerto yang dulunya adalah Pusat pemerintahan kerajaan Majapahit. Dimana Adab, Tata krama serta budaya timur masih melekat bersama Masyarakat yang rata-rata warganya adalah NU.

    Untuk itu redaksi SORBAN SANTRI berharap agar semua Lembaga dan Banom untuk memperkuat Gerakan sebagai Pagar Baja benteng NU, agar mengenali para calon yang akan bertarung dan yang terpenting adalah Partai yang mendukung, yang mengusung.

    • Mana yang sesuai dengan Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang jelas-jelas berseberangan atau bertentangan dengan  Aqidah Aswaja NU.
    • Mana Partai yang orang-orangnya mendukung khilafah.
    • Mana Kelompok yang ingin mengganti IDEOLOGI.

    [irp posts=”4331″ name=”ALASAN IKUT HTI, MENGAPA DUKUNG KHILAFAH?”]

    Oleh karena itu, redaksi SORBAN SANTRI akan membagikan 3 cara bagaimana memilih pemimpin yang akan bertarung diPILBUB 2020 periode 2021-2024:

    1. Kenali Profilnya
    2. Ketahui Partai Pengusung dan Pendukungnya
    3. Jangan tertipu label NU

    Semoga bangsa kita selalu diberkahi… dijauhkan dari kelompok yang ingin menghancurkan negeri dan menjadi negara yang ‘Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur’ Aamiin Ya Robbal’alamiin.. (red. abi SORBAN)

    [irp posts=”1494″ name=”KETUA ANSOR SERUKAN KADER JANGAN PILIH BUPATI YANG DI USUNG DARI PARTAI PKS”]

  • WAHABI PAHAMNYA HTI ORMASNYA DAN PKS PARTAINYA

    WAHABI PAHAMNYA HTI ORMASNYA DAN PKS PARTAINYA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Bukan fanatik ,tapi belajar dari fakta yang ada.
    1. Ngaku NU tapi alergi dgn Kiai Said. Secara demokratis, Kiai Said adalah pemimpin terpilih. Ini real. Fakta yg tdk bisa dipungkiri. Ditambah menuduh beliau Syiah, Liberal.Di saat yg sama diam2 ia jatuh hati pd Sugik, Felix, Baequni dll. Masya allah. Mesra sekali.
    2. Ngaku NU malah ngece-ngece Banser. Banser iki Banom NU kang.. Saya yakin, yang type begini belum pernah ikut MKNU, PKD, Makesta IPNU/IPPNU dan segala diklat kursus NU. Di matanya sih NU hanya sebatas tahlil dan Marhabanan.
    3. Ngaku NU tapi sepakat dgn orientasi HTI. Aneh banget. NU itu Nasionalis-Agamis, sedang HTI adalah Separatis atau golongan yang akan membuat negara baru dlm negara. Bodohnya lagi, ia percaya dgn isu dihembuskan HTI bhw NU disusupi PKI.Pdhl, PKI sdh dibumihanguskan Banser. Padahal, PKI & HTI di mata Konstitusi sama terlarangnya. Mereka ini teriak PKI kepada orang yang telah membumihanguskan PKI.
    4. Ngaku NU tapi tidak paham dengan komoditi bendera Tauhid yang dijadikan alat Politik menggunakan wajah agama. Ini asli korban HTI tingkat dewa.
    5. Ngaku NU selain anti Banser malah Pro FPI. FPI emang seneng ngaku NU, tapi NU bukan FPI.
    6. Ngaku NU tapi kasih embel-embel Lurus segala. Daridulu, NU sejak 1926 ya NU. Tidak ada itu lurus, bengkok, belak-belok, naik-turun.
    Kalau sampean gak tahu. Itu masih untung karena tidak kena beban taklif alias dima’fu, kalau sudah dikasih info kok masih ngeyel. Ya sakarepmu, pujare ira. Sampean bisa lihat sliweran di Medsos. Orang macam begini ya satu paket. Sama saja dari point 1-6 ya orangnya itu2 aja. (abi sorban)
  • UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Sebentar lagi pesta demokrasi PILBUB akan dilaksanakan di Kab. Mojokerto. Banyak taktik dan strategi diluncurkan untuk memperoleh suara dalam kompetisi tersebut. Mulai dari pemetaan Wilayah sampai dengan Pemetaan Organisasi dan Organisasi NU adalah salah satunya yang selalu saja tidak luput dari pemetaan tersebut, yang dikarenakan Manisnya NU jika ikut dan berpartisipasi dalam ranah politik.

    Akan tetapi apa jadinya jika Suara warga NU ditarik oleh pasangan yang diusung oleh partai politik yang berseberangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah? disinilah letak ujian nyata bagi para kader PKPNU, ditengah manisnya janji pasangan calon BUPATI, ditengah gesekan dengan keluarga dan sahabat. Ke-NU-an warga Annahdliyah diuji, apalagi bagi tokoh dan kader penggerak NU yang akan diselalu dilirik pasangan calon pada PILBUB 2020 periode 2021-2024.

    Agenda pemilihan BUPATI yang akan dilaksanakan pada Rabu, 09 Desember 2020, sejauh ini ada 3 BAPASLON yang akan ramaikan PILBUB Mojokerto.

    Pasangan pertama yang memastikan diri maju di Pilbup Mojokerto yakni Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra (Ikbar). Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa yang lengser karena terjerat kasus korupsi. Sedangkan Barra, putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.
    yang diusung 6 partai yaitu PKS, PAN, GERINDRA, NASDEM, HANURA, DEMOKRAT.

    Pasangan kedua yaitu Pungkasiadi dan Titik Masudah juga optimis bisa melenggang di Pilbup Mojokerto 2020. Pungkasiadi saat ini menjabat Bupati Mojokerto. Dia menggantikan posisi Mustofa Kamal Pasa yang dicopot karena terjerat kasus korupsi.
    Sedangkan Titik menjadi kader PKB Kabupaten Mojokerto. Dia juga aktif sebagai pengurus Fatayat. Perempuan berjilbab ini adik kandung Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.
    Yang diusung Partai PKB dan PDIP

    Pasangan ketiga adalah Yoko Priyono dan Choirun Nisa (Yoni) juga memantapkan langkahnya untuk maju di Pilbup Mojokerto. Yoko saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Nisa pernah menjadi calon Bupati Mojokerto pada Pilkada 2015. Saat itu, dia dicoret oleh KPU karena persoalan rekomendasi dari DPP PPP.
    Yang diusung dari Partai PPP dan GOLKAR

    Untuk itu, hasil dari Pengkaderan PKPNU saat ini diperlukan karena materi siapa lawan siapa kawan akan bisa jadi kapan kawan kapan lawan. Mudah-mudahan warga NU Kab. Mojokerto khususnya, dalam menghadapi PILBUB 2020 tidak merusak ideologi ASWAJA NU. (abi sorban)