Tag: PC NU Mojokerto

  • LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

    LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

     

    Sorbansantri.com — rombongan pengurus PC LAZISNU dan UPZIS sekabupaten Mojokerto setelah melaksanakan study banding dengan PC LAZISNU kabupaten Sragen melanjutkan perjalanan menuju kediaman KH AHMAD WAFI MAIMOEN putra dari KH MAIMOEN ZUBER Sragen, rombongan sampai di lokasi pada hari sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 12:30wib.

    Sesampainya rombongan sampai di lokasi, rombongan melaksanakan sholat dhuhur secara berjamaah dan beberapa menit kemudian rombongan di temui oleh KH. AHMAD WAFI MAIMOEN (Gus WAFI) di masjid yang masih di lokasi pondok pesantren yang beliau asuh.

    Melalui H. KHAFID BUSYRI sekertaris PC NU Kabupaten Mojokerto menyampaikan maksud kedatangan rombongan yaitu untuk ngaji motifasional dan ngalap berkah kepada beliau, semoga kedepan LAZISNU Mojokerto lebih baik dan bermanfaat.

    Setelah memahami maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan Gus WAFI menyampaikan motifasi kepada rombongan, yang intinya apabila menginginkan LAZISNU Mojokerto berubah lebih baik, maka semua harus bisa menjaga kerukunan, semua harus kompak dan rela berkorban demi khidmat kepada NU.

    Beliau memberikan contoh bagaimana ROSULULLOH bisa merubah Madinah yang asalnya sering terjadi peperangan menjadi Madinah yang aman dan maju hanya dengan membangun kerukunan.

    Beliau juga mencontohkan rukunnya sahabat ansor dan muhajirin serta rela berkorbannya sahabat ansor demi cintanya kepada sahabat muhajirin.

    Sebelum berdoa Gus WAFI mengajak seluruh rombongan untuk membaca surat al fateha yang di hadiahkan kepada KH. MAIMOEN ZUBER (mbah MAIMOEN) yang meninggal di mekkah dan di makamkan di ma’la beberapa tahun yang lalu.

    H. KHOJAIN salah satu peserta rombongan yang mewakili dari UPZIS MWC Jetis sangat senang bisa sowan kepada Gus WAFI putra mbah MAIMOEN ZUBER. (Dikin sorban)

  • BANSER IKUTSERTA DALAM PENGAMANAN MUSKERCAB II PCNU KABUPATEN MOJOKERTO

    BANSER IKUTSERTA DALAM PENGAMANAN MUSKERCAB II PCNU KABUPATEN MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com- Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Mojokerto mengadakan MUSYKERCAB II (Musyawarah Kerja Cabang) yang bertempat di Gedung Serbaguna Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam Pungging, Jum’at (15/10/2021).

    Terlibat dalam acara tersebut semua jajaran Pengurus PCNU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)  se-Kabupaten Mojokerto, ikutserta pula Kesatuan BANSER Satkorcab Mojokerto yang diminta untuk mengamankan lokasi berlangsungnya acara.

    Menurut KASATKORCAB BANSER Kabupaten Mojokerto, Mohammad Yunus mengatakan bahwa sejak awal sebelum acara MUSYKERCAB II ini berlangsung dirinya ditugasi oleh panitia penyelenggara acara untuk ikutserta menjadi penanggung jawab keamanan selama acara berlangsung.

    “kita (banser) diminta oleh panitia penyelenggara untuk ikutserta dalam pengamanan, kita sudah rancang strategi pengamanan selama dua hari kedepan, dengan melibatkan beberapa personil Banser dari 3 PAC terdekat, PAC Ngoro, Pungging dan Mojosari “, ujarnya.

    Dia juga menambahkan bahwa dalam acara ini dia menerjunkan tim instruktur banser dan jajaran tim satsus (satuan khusus) Banser guna membackup jalannya pengamanan kegiatan.

    “satuan khusus juga sudah kita kerahkan, satsus provost, satsus balantas, satsus bagana, dan tim satsus basadha, dengan harapan sekiranya ada hal yang urgent, bisa segera teratasi, dan semoga acara berjalan sukses dan lancar “, imbuhnya.

    (Hasan-ngoro)

  • KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

    KH Marzuki Mustamar Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Kutorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto– Selasa (01/06/2021) Pengurus MWC NU Kutorejo Mojokerto gelar acara pelantikan dan musyker 1 bertempat di Pondok Pesantren al-Hidayah Desa Wonodadi Kecamatan Kutorejo yang dihadiri oleh seluruh anggota pengurus, banom-banom NU Kecamatan Kutorejo, hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Kab Mojokerto, Dr. Muhammad al-Barra, M.Si, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Mojokerto KH Adzim Alawi, MUSPIKA Kecamatan Kutorejo.

    Pelantikan pengurus dan musyker ini dilaksanakan untuk mengukuhkan para pengurus yang sudah terpilih dan telah di usulkan ke Pengurus Cabang NU Mojokerto yang kemudian di SK-kan secara formal dan legal.

    Pembacaan SK-Pelantikan dan pengukuhan secara resmi kepada 50 pengurus disampaikan langsung oleh Ketua PC NU Mojokerto, KH Adzim Alawi, dengan disaksikan oleh Ketua PW NU Jatim, KH. Marzuki Mustamar, Wakil Bupati Mojokerto dan seluruh undangan yang hadir.

    Setelah prosesi pengukuhan, acara berlanjut dengan penyampaian sambutan-sambutan, Sarwo Edi mengawali sambutan mewakili dari panitia kegiatan, dalam sambutannya dia menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara dan hadirnya para tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh KH Adzim Alawi, Ketua PC NU Kabupaten Mojokerto, mengawali sambutannya, dia menegaskan kepada para pengurus yang telah dilantik untuk untuk segera bergerak melaksanakan program kerja yang telah disepakati.

    “manuk gelatik cucuke abang, lek mari dilantik edang tandang, jangan sampai manuk gelatik cucuke biru mari dilantik terus turu”, tegasnya.

    selain itu, dia juga menyampaikan kepada pengurus untuk memperkuat organisasi dengan 3 pilar penopang, pilar ideologi, pilar ekonomi, pilar budaya.

    ” NU 2 tahun lagi menginjak 1 Abad, maka yang perlu untuk diperkuat, kekuatan organisasi sedikitnya ditopang oleh 3 kekuatan pilar, yang pertama adalah pilar ideologi, maka melalui lembaga dakwah, melalui literasi LTN NU Kutorejo untuk mencounter aliran-aliran yang tidak sejalan dengan ideologi ahlussunnah wal jamaah yang merongrong keutuhan negara tercita Republik Indonesia. pilar kedua yaitu pilar ekonomi, PC NU telah membuat BMT  Nusantara Majapahit, BMT ini akan di bentuk di setiap MWC NU se-Kabupaten Mojokerto, yang terakhir pilar ke 3, yaitu pilar budaya, kalau untuk pilar budaya di NU ini sudah luar biasa “, tuturnya menguraikan.

    SORBANSANTRI.COMDisambutan selanjutnya, Gus Barra, Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto, menyampaikan kepada pengurus MWC NU untuk bersama-sama ikutserta berperan mengcouter paham-paham radikal.

    “Sekarang banyak paham-paham transnasional, paham-paham radikal, paham-paham yang bisa memecah belah persatuan kita, itu sudah masuk dari segala umur, dari segala sendi kehidupan , dari segala organisasi, dan itu semua sudah direncanakan dan ada yang membiayai, kalau bukan kita, kalau bukan NU yang memiliki sumpah setia kepada NKRI sinten maleh? “, tutur Gus Barra.

    Selain itu dia juga mengharapkan NU untuk bisa menelorkan generasi-generasi NU yang yang bermanfaat untuk agama, nusa dan bangsa.

    SORBANSANTRI.COMMengakhiri acara pelatikan pengurus MWC NU, KH. Marzuki Mustamar, Ketua PW NU Jawa Timur, juga memberikan wawasan kebangsaan dan ke-NU-an dalam rangka untuk menguatkan keteguhan para pengurus yang dilantik untuk terus bersungguh-sungguh memperjuangkan NU.

    walladzina jahadu fina lanahdiyannahum subulana, sing berjihad berjuang temenan, Allah memberikan jalan untuk sukses, lek mung ger gamblei (malas-malasan), terus rumuse iku belanda masih jauh, yo wis sampean ketinggalan sepur tenanan, ayo sing temen. Baiatmu bukan baiat pelantikan, baiatmu baiat jihad, baya’tu alassam’i watthoah bil jihad, mengikuti patuh pada aturan NU, perintah  ulama-ulama NU bil jihad, berupaya sungguh-sungguh sekeras-kerasnya, sekuat-kuatnya, “, ungkapnya.

    selain itu KH Marzuki Mustamar juga menyampaikan independensi NU.

    “NU harus independent NU harus mandiri, bekerjasama dengan bupati yes, bekerjasama dengan kecamatan yes, bermitra dengan DPR yes, bermitra dengan perusahaan yes, tapi kalo sampai diperintah pak camat salah, diperintah pak lurah salah, diperintah bupati salah, yang bener NU punya garis Pemda punya garis, mana beberapa program yang bisa di sinergiskan ayo berangkat bareng-bareng, niku jenenge Wata’awanu ‘alal birri wattaqwa, musui pemerintahan salah, bergantung pada keuangan pemerintahan iku salah, sombong nang pemerintah salah, sujud-sujud kepada pejabat juga salah, yang benar, berdiri sama tinggi duduk sama rendah tapi bekerjasama “, imbuhnya mengakhiri sambutan dan mau’idhohnya.

     

    kontributor (HR/99)