Tag: pcnu mojokerto

  • MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    wp.sorbansantri.com – Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang secara formal dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto yang didirikan pada tanggal  17 Romadlon 1410 H  atau bertepatan tanggal 12 April 1990. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mulai beroperasi dalam melakukan pelayanan kesehatan pada tanggal  2 Oktober 1990 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Lahirnya ( HARLAH ) Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

     

    Pendirian Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto berawal dari gagasan K.H.Achyat Chalimy yang direalisasikan oleh tokoh dan pengurus NU yang lain.

    Modal penyelenggaraan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah :

    Ijin Operasional nomor : 440/083/KES.2/416-115.3/2018, pada tanggal 05 Pebruari 2018 berlaku sampai tanggal 05 februari 2023.

     

    Pada tahun 2006 ada perubahan nama pengelola Rumah Sakit Islam Sakinah dari Yayasan berubah menjadi Perkumpulan Kesehatan Sakinah Mojokerto dengan Akte Notaris GRACE YANETTE POHAN, SH Nomor : 14  Tanggal 9 September 2006.

    Di tahun 2020, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2020, RSI Sakinah telah menyelesaikan kegiatan Audit Eksternal Sistem Manajemen K3 berdasarkan kriteria PP no. 50 tahun 2012 dengan perolehan skor 90,36 dan memperoleh predikat Gold.

    Dalam melaksanakan pengelolaan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh Perkumpulan Kesehatan Sakinah dilakukan oleh Badan Pelaksana Perkumpulan Kesehatan Sakinah atau Bapelkumkes-Sakinah yang merupakan salah satu Badan dalam Perkumpulan tersebut.

    Adapun Visi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Menjadi Rumah Sakit professional yang Islami, kebanggan pasien dan keluarga

    Misi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    1. Meningkatkan pendidikan dan kompetensi SDM demi pelayanan yang bermutu dan unggul;
    2. Melayani dengan senyum salam dan sapa seperti keluarga sendiri;
    3. Mengutamakan keselamaan dan kepusan pasien sebagai pondasi pelayanan;
    4. Inovatif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

    Motto dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Memberikan pelayanan yang paripurna

    Demikian  sekilas gambaran pendirian dan perjalanan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

    Sumber Berita: http://www.rsisakinah.co.id/layanan–.html #ixzz7TXZP3UNW
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

  • KH ABDUL ADZEM ALWI KETUA PCNU DAN GUS BARRA WAKIL BUPATI MOJOKERTO NGAJI DAN BERSHOLAWAT BERSAMA HABAIB.

    KH ABDUL ADZEM ALWI KETUA PCNU DAN GUS BARRA WAKIL BUPATI MOJOKERTO NGAJI DAN BERSHOLAWAT BERSAMA HABAIB.

     

    wp.sorbansantri.com — KH.Abdul Adzem Alwi ketua PCNU bersama H. Muhammad Barra wakil bupati kabubaten Mojokerto menghadiri pengajian umum di kediaman Abah MARNO dusun ngaglik desa Sidorejo Jetis Mojokerto pada hari senin (29/11/2021)

    Nampak juga hadir dalam acara tersebut KH. Anwar Zahid dari Bojonegoro, Gus Nafi’ putra dari kyai zam kencong kediri, habib Ahmad assegaf dari tuban, habib Hasan bin ali alaydrus dari sidoarjo, serta beberapa habib dari mojokerto, pengurus MWC NU Jetis, pengurus Ranting NU sejetis.

    Acara di mulai ba’da sholat isya’ dengan di awali bersholawat bersama sama namun di saat lantunan sholawat yang kedua sempat di guyur hujan tapi tidak begitu lama dan jamaah yang hadir tetap semangat bersholawat serta tetap menjaga prokes.

    Dalam sambutannya KH Abdul Adzem Alwi atau kyai Adzem mengajak jamaah mendoakan sohibul hajah yaitu abah Marno supaya beliaunya tetap sehat, tambah kaya, tambah dermawan karena sudah banyak mushola, masjid, pondok pesantren, yang sudah beliau bantu.

    Gus Barra selaku wakil bupati mojokerto dalam sambutannya menyampaikan dan mengajak para jamaah yang hadir untuk selalu cinta pada baginda nabi MUHAMMAD dengan cara bersholawat dan mencintai para habaib seperti malam hari ini.

    Kh. Anwar Zahid dalam ceramahnya mengajak semua umat islam untuk selalu mengingat ALLOH SWT atau berdzikir di manapun berada,.

    Beliau juga mengajak umat islam untuk membawa islam yang sebenarnya ke mana saja, di mana saja, baik di masjid, di rumah, di jalan, di kantor bahkan di mol atau di pasar pun harus membawa islam sebenarnya.

    ” Nang masjid islam temenan oleh e wiritan yo temenan tapi yen wes ng mol lali sembayang, penting dolek foto gawe postingan senajan gawe rok sepanan, ini yang kurang benar islamnya” salah saya isi ceramah beliau. (Dikin sorban)

  • GELAR SOSIALISASI JELANG KONFERENSI MWC NU NGORO 2021

    GELAR SOSIALISASI JELANG KONFERENSI MWC NU NGORO 2021

    SORBANSANTRI.COM

    Sorbansantri.com- Selasa, (15/06/2021), Di Gedung Terpadu MWCNU Kecamatan Ngoro kali ini sangat semarak, karena selain melaksanakan rutinan ngaji Kitab Muhtarul Hadist yang di asuh oleh KH. Jawawi Anwar para hadirin juga diajak untuk rapat persiapan jelang konferensi MWCNU Ngoro yang akan dilaksakan pada hari Minggu, (20/06/2021) mendatang. Tampak hadir dalam acara ini ketua MWCNU Kecamatan Ngoro beserta pengurus hariannya, Ketua Ranting NU se-kecamatan Ngoro juga anggota Ansor PAC Ngoro, dan KH Jawawi Anwar selaku pengisi ngaji rutinan.

    Acara ngaji rutinan diawali dengan istighosah dan tahlil dilanjutkan dengan pengajian Kitab Mukhtarul Hadist, menerangkan tentang bab etika orang tertawa dan sendagurau. Namun pengajian kali ini tidak berlangsung lama karena terbagi dengan agenda rapat sosialisasi jelang persiapan konferensi pemilihan Ketua MWCNU Kecamatan Ngoro.

    Menurut Gus Saifullah selaku Kordinator SC Konferensi menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan konferensi yang wajib di ketahui oleh  delegasi utusan dari pengurus ranting NU se-Kecamatan Ngoro, bahwasannya setiap ranting akan di undang untuk mengirimkan 4 anggota delegasinya yang sudah mendapat rekom dari ketua ranting masing masing, 4 orang tersebut terdiri dari 2 anggota Syuriyah dan 2 orang Tanfidhiyah yang sudah tercatat dalam SK kepengurusan yang dikeluarkan oleh Pengurus PCNU Kabupaten Mojokerto, dan apabila dari ranting di ketahui mengirimkan delegasinya di luar yang sudah tercancum di SK maka delagasi tersebut tidak sah alias akan ditolak oleh panitia konferensi.

    “…menindaklanjuti dari agenda konferensi MWCNU Kecamatan Ngoro, kami berharap untuk seluruh ranting membaca surat edaran mengenai mekanisme konferensi MWCNU Ngoro yang akan datang….”, ungkapnya memaparkan mekanisme konferensi.

    “.. ini penting untuk dipahami, bahwa penetapan Rois itu dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat dari AHWA, untuk memilih AHWA ini kami memberikan kebebasan dari seluruh anggota untuk memilih 5 Kiai untuk nantinya masuk dalam team AHWA sesuai dengan kreteria yang sudah disepakati…”, tambanya.

    Acara pengajian dan sosialisasi Konferensi MWCNU Kecamatan Ngoro sudah tersampaikan kepada seluruh hadirin yang hadir, dan berharap semoga acara berjalan lancar dan mampu mewujudkan cita cita “Penguatan Aqidah Aswaja An-Nahdliyah dan Meningkatkan Harokah Perjuangan Menuju Satu Abad NU”.

    (HASAN NGORO)

  • RAKERCAB III PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO 2021

    RAKERCAB III PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO 2021

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Rakerancab merupakan forum sekaligus momentum yang setrategis untuk bersama sama melakukan refleksi sekaligus inofasi dalam rangka membangun organisasi ansor ke depan yang lebih kreatif, dinamis dan produktif, maka dari itu pada hari minggu tanggal (11/4) pimpinan acabang gerakan pemuda ansor kabupaten mojokerto melakukan rapat kerja yang ke III yang bertempat di halaman yayasan pondok pesantren AL MUHAJIRIN pungging mojokerto, acara bertujuan untuk merumuskan dan meneruskan program program kerja yang belum terlaksana di sisa waktu 5 bulan terahir di tahun ini sebelum masa konferensi.

    Acara di mulai tepat pukul 09.00 wib, sebelum acara pembukaan di mulai para panitia mengundang artis jihan audy sebagai bintang tamu untuk menghibur para hadirin semua dengan menyanyikan lagu lagu islami.

    Dalam acara pembukaan RAKERCAB ini tampak hadir delegasi peserta terdiri dari ketua PAC,ketua ranting GP ANSOR se kabupaten mojokerto, para ketua PAC, ketua ranting rijalul ansor se kabupaten mojokerto, kasatkoryon BANSER se kabupaten mojokerto, tampak hadir pula para tamu undangan dari para tokoh tokoh agama, ketua PCNU mojokerto kyai adhim, kyai aseb, kyai abdul ghofur, ketua PC GP ANSOR kabupaten mojokerto gus ali nasih beserrta jajaran, ketua PC RIJALUL ANSOR kabupaten mojokerto gus lutfi beserta jajaran, juga KASATKORCAB BANSER kabupaten mojokerto H.Moh yunus, dan juga banom banom NU yang ada di tingkatan kabupaten mojokerto.

    Menurut gus ali nasih selaku ketua PC GP ANSOR mojokerto menyampaikan dalam sambutannya kita sebagai anggota ANSOR harus bisa berkhidmah kepada jam’iyyah secara kelompok maupun mandiri, ada 3 cara kita untuk berkhidmah, yang pertama berkhidmah untuk negeri, yang kedua berkhidmah membantu pemerintah untuk membentengi NKRI, yang ketiga gerakan ANSOR harus bisa berkhidmah secara mandiri, masih lanjud kata gus ali Alhamdulillah PC GP ANSOR mojokerto sudah mempunyai asset di bidang perekonomian, di antaranya kita sudah punya tempat grosir ANSOR RITEL SBM 11 yang bertempat di kecamatan ngoro, produksi air mineral NUTRISI DLL, maka dari itu dari pimpinan cabang akan selalu terbuka, transparasi, dalam hal managemen demi kemaslahatan bersama, sebagai moto kita hari ini TEGAS, BERGERAK, BERMANFAAT.

    Dilanjut sambutan yang kedua dari ketua PCNU kabupaten mojokerto yang di sampaikan oleh kyai adhim, beliau mengatakan dari gerakan yang hamper sempurna harus segera di sempurnakan akan tetapi tidak ringan karena tantangan kita hari ini adalah arus globalisasi, karena gerakan ANSOR tidak hanya berada di Indonesia akan tetapi sudah mendunia, segala sesuatu harus tetap saling berkordinasidan di butuhkan kekompakan, sesuai pesan rosulullah “BERKOMPAKLAH KALIAN, KARENA DI DALAM KEKOMPAKAN TERDAPAT PERTOLONGAN ALLAH” di tengah tengah organisasi jangan sampai ada yang saling jatuh menjatuhkan antar sesame. Kekuatan organisasi minimal harus di topang dari 3 pilar, yang pertama kekuatan idiologi dan keyakinan melalui kaderisasi lewat banom banom yang ada, yang kedua kekuatan ekonomi karena tanpa ekonomi organisasi tidak akan berjalan, yang ke tiga kekuatan budaya, berdakwah di NU tidak sama dengan cara kita bermain di dalam beladiri, tinju dll, akan tetapi harus melalui berbenah diri sehingga orang lain bisa tertarik kepada dengan budaya kita.

    Acara terahir di tandai dengan doa yang secara estafet, doa yang pertama di sampaikan oleh almukarrom kyai abdul ghofur, doa yang terahir di sampaikan oleh almukarrom kyai aseb dari pacet, setelah para tamu undangan meninggalkan tempat barulah para peserta melaksanakan agenda utama rapat kerja yang di bagi menjadi 4 komisi, komisi A membidangi program kerja , komisi B membidangi KEBANSERAN, komisi C membidangi program kerja majlis dzikir dan sholawat rijalul ansor, dan komisi D membidangi rekomendasi, hasil dari rapat perkomisi nantinya agar cita cita organisasi bisa tercapai lebih optimal mana kala kita semua memiliki komitmen yang sama dengan penuh tanggung jawab untuk secara serius melaksanakan program program PC GP ANSOR kabupaten mojokerto sampai ahir kepengurusan dengan lebih cerdas dan professional. (HASAN)

  • PCNU MOJOKERTO MEMBAGIKAN SUBSIDI DARI RUMAH SAKIT SAKINAH

    PCNU MOJOKERTO MEMBAGIKAN SUBSIDI DARI RUMAH SAKIT SAKINAH

    Sorbansantri.com – pengurus PCNU Kab Mojokerto melakukan turba dan silaturohim ke MWCNU dan Ranting NU sekabupaten Mojokerto secara bergilir, pada kesempatan kali ini hari selasa (06/04)2021) jam 13:00Wib adalah waktunya Zona utara kali yang meliputi MWCNU JETIS, MWCNU GEDEG, MWCNU KEMLAGI, MWCNU DAWAR BLANDONG, masing masing MWCNU di wakili 3 pengurus dan ketua ranting seMWCNU masing masing, yang di laksanakan di kantor MWCNU Jetis lantai dua.

    SORBANSANTRI.COM

    Di sampaikan oleh GUS TAUFIQ selaku sekertaris PCNU di hadapan semua yang hadir bahwa tujuan dari turba dan silaturohim ini ada beberapa poin, pertama adalah pencairan subsidi ke organisasi NAHDLATUL ULAMA dari tingkat MWCNU dan ranting NU bahkan sampai pembuatan atau pengadaan papan nama di tiap tiap anak ranting NU, yang semuanya dari rumah sakit SAKINAH, untuk sistem pencairan di jelaskan oleh bendahara PCNU yaitu H. REZA PAHLEVI, pencairan di berikan melalui BMT NUSANTARA MOJOPAHIT, untuk MWCNU mendapat 10juta dan ranting NU masing masing 1.5juta, di cairkan menjadi dua tahap.

    Tujuan yang kedua adalah tentang kartanu yang di sampaikan oleh H. SHOBIRIN selaku ketua team kartanu PCNU, bahwa proses pembuatan kartanu agak terkendala karena adanya pandemi covid-19, masih banyak dari warga NU yang belum mendaftarkan diri karena keadaan pandemi dan di usahakan aplikasi secara online di bulan romadhan tahun ini sudah bisa di gunakan, untuk saat ini data yang sudah masuk adalah 114.740 dan masih masih banyak yang mengantri untuk pencetakan kartanu.

    Dalam sambutanya KH. ABDUL ADZEM ALWI selaku ketua PCNU meminta doa kepada seluruh yang hadir biar semua pengurus di berikan kesehatan lahir batin dan umur yang panjang supaya terus berkhidmat kepada NU serta berharap semua pengurus untuk menjaga kerukunan dan kekompakan dalam berkhidmat ke organisasi, beliau juga mengharapkan uang warga NU , uang khas jamaah tahlil, masjid masjid yang berada di bendahara, supaya di tabungkan di BMT karena kita sudah punya BMT NUSANTARA MOJOPAHIT yang nantinya akan bisa membantu warga NU.

    SORBANSANTRI.COM
    Pembagian beras organik hasil bibit dan pupuk organik pcnu mojokerto

    Sebelum acara di tutup ada pembagian beras, beras yang di bagikan kepada masing masing MWCNU, menurut KH. ABDUL ADZEM ALWI adalah hasil dari ladang yang mengunakan bibit dan pupuk organik produksi PCNU Kab Mojokerto, dengan harapan para petani warga NU untuk mengunakan bibit dan pupuk organik produksi PCNU karena dari uji coba yang telah di lakukan hasilnya lebih maksimal. (Dikin sorban)

  • “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    SORBANSANTRI.COM

    Tanam pohon dan bersholawat,,
    Iya mungkin sekilas agak bersebarangan, tapi menurut kami tidak.

    Penulis berfikir bahwa ini adalah hal yang selaras, dari segi amaliah nya. Teringat tentang kisah ketika Nabi melewati sebuah makam, Nabi Muhammad berhenti, kemudian berdo’a dan menaburkan bunga yang masih segar, lalu Nabi Berkata, “bahwa do’a ku akan terus tercurah selagi bunga-bunga ini masih segar dan belum mengering”.

    Lalu kita kembali ke kegiatan di atas dengan mengacu pada kisah ini, apakah salah ketika kita menanam pohon dengan bersholawat dengan harapan agar sholawat kita tetap tercurah selama apa yang kita tanam tumbuh dan membesar?

    Lalu di lihat dari sisi yang lain, menjaga kelestarian alam adalah tugas kita semua, karena di akui atau tidak kita bisa hidup juga berkat rahmat Alloh lewat pepohonan. Jadi tidak ada yg bersebarangan dengan kegiatan ini.

    Semoga ISHARI NU tetap tumbuh dan berkembang layaknya pepohonan yang mendistribusikan rahmat Alloh untuk kelangsungan.

  • Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    Konferensi Cabang JQH NU Kab. Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Meneguhkan Khidmah organisasi, JQH NU Kab. Mojokerto Menggelar Konferensi

     

    Wisma NU – Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) adalah organisasi yang special, demikian kata Ustad Fatkhur Rahman, dalam sambutan Konferensi ke IV JQH NU Kab. Mojokerto di aula NU pada sabtu (8/02/20). Spesialnya, kata ketua JQH NU Kab. Mojokerto itu, dikarenakan organisasi ini dibentuk oleh ulama-ulama sepuh yang ahli di bidang al-Quran.

    “Pendiri JQH adalah ulama ulama sepuh. Para ulama pendiri JQH saat ini sudah banyak meninggal dunia. Tinggal satu yang masih hidup yakni KH. Basori Alwi. Semoga beliau dipanjangkan hidupnya sehingga bisa tetap membimbing kita semua” tukas Ustad Fatkhur Rahman.

    Ulama-ulama pendiri JQH dulu, tutur Laki-Laki alumnus Pesantren Ilmu Al-Quran Malang ini, pada tahun 1949 berkumpul di Masjid Ampel. Sebelum subuh mereka melantunkan Qiroah secara bergantian. Perkumpulan itu lambat laun menjadi banyak. Dan kemudian terdengar oleh KH. Wahid Hasyim yang kala itu sudah menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Dan atas restu KH. Wahid Hasyim maka perkumpulan ulama ahli Quro’ itu kemudian menjadi Jamiyyatul Qurro wal Huffazh. Dan pada tahun 1959, Jammiyatul Qurro wal Huffazh secara resmi menjadi Badan Otonom Nahdlatul Ulama.

    Hanya saja dalam perjalan selanjutnya, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Lembaga. Dan pada tahun 1999, melalui Muktamar NU di Lirboyo Kediri, JQH Nahdlatul Ulama berubah menjadi Badan Otonom lagi hingga sekarang.

    Perjalanan panjang itu, dengan jasa para muassis JQH, Ustad Fatkhur Rahman berharap agar kelak, pengurus selanjutnya di JQH NU Kab. Mojokerto, mampu mengemban tugas secara serius untuk memajukan organisasi.

    Senada dengan Ustad Fatkhur Rahman, KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kab. Mojokerto berharap agar kepengurusan JQH NU Kab. Mojokerto terus menata diri dan ikut bergeliat bersama dengan Banom-Banom lainnya. Kata alumnus Pondok Pesantren Al Falah Kediri itu, sesuai dengan AD/ART, Badan Otonom harus memiliki kepengurusan dari tingkat PC hingga Ranting.

    “Para penghafal Al-Quran di Jawa Timur itu, paling banyak ada di Mojokerto. Karenanya pengurus JQH harus memaksimalkan penghafal al-Quran yang banyak itu untuk membuat kepengurusan dari PC hingga Ranting” tukas KH. Abdul Adzim.

    Menanggapi seruan dari KH. Abdul Adzim agar JQH terus berbenah dalam struktur kepengurusannya, KH. M. Zainul Arifin, Ketua JQH Jawa Timur, mengapresiasi seruan itu. Dan JQH Propinsi juga akan membuat JQH Award agar struktur keorganisasian JQH di daerah daerah bisa berlomba memperbaiki diri. Hanya saja, kata KH. M. Zainul Arifin, JQH memerlukan dukungan dari elemen khususnya pemerintah, dalam hal ini pemerintah kabupaten Mojokerto. Ketua JQH Jawa Timur itu menyatakan selama ini, dibeberapa daerah dukungan pemerintah kurang maksimal terhadap para Quro’ dan Huffazh.

    Menanggapi tuntutan dari Ketua JQH NU Jawa Timur tersebut, Didik Khusnul Yaqin yang mewakili Bupati Mojokerto yang berhalangan hadir menyampaikan bahwa selama ini pemerintah Kabupaten Mojokerto telah melakukan perhatian yang khusus kepada para penghafal al-Quran. Seperti mengundang waktu pergantian tahun baru baik tahun baru Masehi maupun tahun baru Hijriah. Juga pada saat haul Syekh Jumadil Kubro selalu melibatkan para penghafal al-Quran. Hanya saja, ia mengakui, bahwa perhatian untuk para Quro’ belum maksimal. Karenanya ini akan menjadi bahan musyawarah ke depannya, agar para Quro memperoleh perhatian yang semestinya.

    “Intinya kita mensuport pada JQH ini. Dan kita berharap JQH selain membaca dan menghafal al-Quran juga membantu masyarakat untuk mampu mengamalkan nilai nilai al-Quran” tukas mantan Camat Dawar Blandong itu. (Isno)

  • Mereka Yang Menyimpang dari Ahlusunnah Waljamaah

    Mereka Yang Menyimpang dari Ahlusunnah Waljamaah

    Cyberaswaja.online| Sooko, Pada seminar Nasional dengan tema mengungkap Fakta pemalsuan, penyisipan dan penyelewengan kitab kitab Ulama Ahlusunnah waljamaah yang diselenggarakan oleh Yayasan Syahama bekerjasama dengan lembaga lembaga PCNU Kab. Mojokerto, H. Muhyidin Fatah, MA menyampaikan bahwa menjadi golongan Ahlusunnah wal jamaah merupakan anugerah yang patut disyukuri. Sebab golongan ini merupakan amanat dari hadis hadis Nabi yang bertebaran dalam berbagai riwayat. Dan juga merupakan golongan yang mayoritas dan para ulama telah bersepakat dengan keyakinan dari ahlusunnah waljamaah sendiri. Ia tidak mungkin sesat, sebab ia diikuti banyak ulama. Dan tidak mungkin mayoritas ulama bersepakat dalam kesesatan.

    FOTO: KETUA PC NU KAB.MOJOKERTO BESERTA JAJARAN PADA SEMINAR NASIONAL ASWAJA
    FOTO: KETUA PC NU Kab.Mojokerto bersama Pengurus dan Pantia 

    Faham-faham yang bersebrangan dengan Ahlusunnah Waljamaah itu, kata Ustad Muhyidin Fattah “seperti penyakit anjing gila. Yang menular cepat ke otak otak manusia. Dan betapa sulitnya menyadarkan orang orang yang terkena penyakit ini”.

    Diantara golongan yang menyimpang adalah kaum mujasimah yang menyatakan Allah itu berjisim. Mereka katakan Allah itu berjarak dan berukuran. Dan betapa sesatnya keyakinan ini.

    Faham-faham yang menyimpang itu sesungguhnya dimulai ketika Islam menyerang ke berbagai wilayah. Dan banyak diantara penduduk suatu wilayah itu yang kemudian masuk Islam. Tetapi orang orang mereka masih membawa keyakinannya. Dan diperparah lagi dengan lemahnya penguasaan bahasa Arab, sehingga ajaran Islam menjadi salah dipahami.

    Banyak faham faham menyimpang ini kemudian berkembang, bahkan menjadi gerakan gerakan masif. Gerakannya pun tak sekadar mengembangkan massanya tetapi juga menyelewengkan kitab-kitab Ahlusunnah Waljamaah. Dan dalam buku yang ditulis oleh Ustad Muhyidin Fattah MA, banyak mengungkap penyelewengan-penyelewengan itu dari berbagai kitab yang diterbitkan oleh penerbit penerbit wahabi.

    Sementara itu, KH. Maruf Khozin, Direktur Aswaja Center Jawa Timur menyampaikan “meskipun ada upaya upaya penghilangan jejak sejarah peran ulama salaf dan kehidupan salaf masa lalu dengan ragam tradisinya, tetapi bukti bukti sejarah ulama di masa silam tidak dapat dihilangkan begitu saja”.

    KH. Maruf Khozin mencontohkan makam para ulama yang memiliki kubah masa lalu di baqi. Beliau mengutip dawuh Al Hafidz Adz-Dzahabi:

    ﻭَﻣَﺎﺕَ ﺳَﻨَﺔَ اﺛْﻨَﺘَﻴْﻦِ ﻭَﺛَﻼَﺛِﻴْﻦَ ﻓَﺼَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋُﺜْﻤَﺎﻥُ ﻭَﺩُﻓِﻦَ ﺑِﺎﻟﺒَﻘِﻴْﻊِ. ﻭَﻋﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮِﻩِ اﻟﻴَﻮْﻡَ ﻗﺒﺔ ﻋﻈﻴﻤﺔ ﻣِﻦْ ﺑِﻨَﺎءِ ﺧُﻠَﻔَﺎءِ ﺁﻝِ اﻟﻌَﺒَّﺎﺱِ.

    Abbas bin Abdul Muthalib wafat pada 32 H. Dishalati oleh Utsman dan dimakamkan di Baqi’. Di atasnya ada Kubah besar yang dibangun oleh Para Khalifah Bani Abbasiyah (Siyar A’lam An-Nubala’ 3/401)

    Pentahqiq kitab tersebut yakni syekh Syuaib Al Arnauth menyatakan:

    هذا كان في عصر المؤلف أما الآن فلم يبق لها أثر

    “Kubah ini ada di masa Adz-Dzahabi (748 H). Sekarang sudah tidak ada bekasnya”

    Apakah makam yang dibangun dan memiliki kubah tidak sesuai dengan tuntutan Islam? KH. Khozin mengutip pendapat Syekh Sulaiman Al-Jamal:

    ﻭَﻣَﺤَﻞُّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ اﻟْﻤَﻴِّﺖُ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ اﻟﺼَّﻼَﺡِ ﻭَﻣِﻦْ ﺛَﻢَّ ﺟَﺎﺯَﺕْ اﻟْﻮَﺻِﻴَّﺔُ ﺑِﻌِﻤَﺎﺭَﺓِ ﻗﺒﻮﺭ اﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺇﺣْﻴَﺎءِ اﻟﺰِّﻳَﺎﺭَﺓِ ﻭَاﻟﺘَّﺒَﺮُّﻙِ اﻩـ. ﺣ ﻟ

    “Larangan membangun kuburan itu selama mayitnya bukan ulama. Jika makam ulama maka boleh wasiat membangun kuburan ulama, sebab hal itu dapat menghidupkan ziarah kubur dan mencari berkah dari Allah -Alhalabi-“ (Hasyiah Al Jamal 2/207)

    Selanjutnya KH. Maruf Khozin menyorot makam Nabi Muhammad yang pernah pula hendak dihancurkan kaum wahabi. Tetapi beruntung atas jasa KH. Wahab Hasbullah makam Nabi Muhammad masih ada dan seluruh umat Islam bisa berziarah di makam beliau. (Isno)

    penulis : ISNO

    editor : Infokom

  • Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gus Dur di PCNU Kab Mojokerto

    Cyberaswaja.online | Sooko. Halaman parkir penuh dan Aula PCNU Kab Mojokerto ramai, dilangsungkan Ngaji Kebangsaan Satu Dekade Haul Gusdur dengan tema “KEBUDAYAAN MELESTARIKAN KEMANUSIAAN”. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 wib tersebut, dihadiri Tokoh lintas Agama, diantaranya Walikota Mojokerto, BUPATI Mojokerto, KAPOLRES Kabupaten Mojokerto, DANDIM dan Seluruh ORMAS serta Lintas Komunitas. 25/01/2020.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade oleh Ning Alisa Wahid

    Acara tersebut sangat penting bagi bangsa dan negara mengingat dari pribadi GUS Dur yang selalu dirindukan dan menjadi marwah NU sebagai satu-satunya ormas yang sudah tidak diragukan lagi dengan Politik Kebangsaannya, sebagai pemersatu bangsa yang berbeda-beda dan merupakan elemen penting dalam berdirinya suatu bangsa.

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Pengurus PC NU bersama jajaran Forkopimda Mojokerto pada Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    foto: Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade
    Foto: Peserta Ngaji Kebangsaan Haul Gusdur satu dekade

    Dengan pemateri semua tokoh lintas agama se Kabupaten Mojokerto, keistimewaan acara ini turut juga dihadiri Neng Alisa Wahid, beliau menyampaikan pesan dan kesan, serta bercerita tentang kisah kehidupan almarhum Gus Dur perihal Kebangsaan dan Bernegara. (red-fio)

  • SANTUNAN 105 ORANG TERDAMPAK COVID-19  oleh Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal mojokerto

    SANTUNAN 105 ORANG TERDAMPAK COVID-19 oleh Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal mojokerto

    SORBAN SANTRI ~Meskipun saat ini Kabupaten Mojokerto sudah memasuki zona oranye, namun masih banyak sekali warga Mojokerto yang terdampak Covid-19. Tim Lazisnu yang mengetahui hal ini, berinisiatif untuk memberikan santunan berupa beras dan uang. Memang santunan ini tidak seketika membebaskan warga dari dampak Covid ini, namun setidaknya bisa memberikan kebahagiaan, kegembiraaan, senyuman, dan terus memberikan semangat kepada mereka, warga yang terdampak Covid-19.

    Pada momen hari santri kemarin, Kamis tanggal 22 Oktober 2020 dengan membawa semangat “Hari Santri” tim Lazisnu MWC kecamatan Bangsal yang baru sebulan dilantik sebagai pengurus lazis, bergerak cepat bersama-sama dengan pengurus PC Lazisnu, mengunjungi 3 titik di Kecamatan Bangsal untuk memberikan santunan kepada 105 orang terdampak Covid-19. Adapun 3 titik tersebut adalah di Dusun Kauman, Desa Sidomulyo, dan Desa Tinggarbuntut.
    Santunan dimulai dari titik pertama yaitu di Musholla Baitul Maghfiroh RT 03 Dusun Kauman, didepan rumah salah satu pengurus Lazisnu MWC Bangsal, bapak Siddiq Bagus, SHI, sebanyak 35 warga yang terdampak Covid-19 menerima bantuan dari pengurus Lazisnu. Seperti nampak pada foto-foto dibawah ini.

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus PC Lazisnu & MWC Kec. Bangsal befoto bersama warga setelah santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus Lazisnu MWC kec. Bangsal sedang memberi santunan beras dan uang

    Berikutnya tim Lazisnu bergerak menuju titik kedua yaitu di Pondok Pesantren Al-Hasyimi, di Desa Sidomulyo Kecamatan Bangsal untuk memberikan santunan kedua kepada 35 orang warga Desa Sidomulyo yang tersampak Covid-19. Acara santunan di Pondok Pesantren Al-Hasyimi ini juga dihadiri Bapak Karsono selaku kepala desa sidomulyo dan juga bapak kepala KUA Kecamatan Bangsal, Bapak H. Baharudin, S.Pd.i. dibawah ini adalah foto ketika Bapak H. Baharudin mewakili tim Lazisnu memberikan sumbangan ke warga, beliau didampingi oleh Bapak Karsono selaku Kepala Desa Sidomulyo, H Rofi Ketua PC Lazisnu Kabupaten Mojokerto, Bapak H Shof Subkhan SE selaku ketua Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal.

    SORBANSANTRI.COM

    Kepala KUA Kecamatan Bangsal Mewakili Tim Lazisnu memberikan santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Ketua Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal Mewakili Tim Lazisnu memberikan santunan

    Yang terakhir adalah santunan 35 warga Desa Tinggarbuntut yang dilaksanakan dirumah Bapak Hj Ulil Shouma yang juga merupakan salah satu pengurus Lazisnu MWC Kecamatan Bangsal. Acara ini juga dihadiri oleh Bapak Baihaqi selaku Sekertaris MWC Kecamatan Bangsal.

    SORBANSANTRI.COM

    Pengurus Lazisnu berfoto bersama Warga yg diberi santunan

    SORBANSANTRI.COM

    Santunan Warga Di Desa Tinggarbuntut, Di Rumah H. Ulil Shouma

    Alhamdulillah serangkaian acara Santunan kepada 105 orang terdampak Covid-19 ini berjalan lancar, dengan pengawalan Banser MWC kec. Bangsal dan kekompakan team Lazisnu PC & MWC kecamatan Bangsal, warga terlihat sangat antusias dan merespons dengan penuh syukur. Semoga ke depan team Lazisnu bisa meneruskan program santunan dengan baik dan bisa menambah jumlah warga yang disantuni…


    By: H. Shof Subkhan, SE / H. Alim sorban