wp.sorbansantri.com – Kabupaten Mojokerto menjadi saksi dari kolaborasi menarik antara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto dengan Rumah Sakit Sakinah (RS Sakinah) dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan sosial yang tengah mengemuka. Ini adalah langkah nyata dalam memanfaatkan potensi lokal untuk memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi masyarakat.
Salah satu permasalahan yang menjadi fokus utama adalah aksesibilitas terhadap layanan kesehatan yang berkualitas. RS Sakinah, sebagai lembaga kesehatan yang berkomitmen pada pelayanan yang humanis dan bertanggung jawab, bersama PCNU Kabupaten Mojokerto berupaya untuk memberikan layanan yang lebih merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)
wp.sorbansantri.com– Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)
Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.
—000—
Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi- sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”. Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.
—ooo—
Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.
Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.
Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.
Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)
wp.sorbansantri.com – Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang secara formal dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto yang didirikan pada tanggal 17 Romadlon 1410 H atau bertepatan tanggal 12 April 1990. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mulai beroperasi dalam melakukan pelayanan kesehatan pada tanggal 2 Oktober 1990 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Lahirnya ( HARLAH ) Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.
Pendirian Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto berawal dari gagasan K.H.Achyat Chalimy yang direalisasikan oleh tokoh dan pengurus NU yang lain.
Modal penyelenggaraan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah :
Ijin Operasional nomor : 440/083/KES.2/416-115.3/2018, pada tanggal 05 Pebruari 2018 berlaku sampai tanggal 05 februari 2023.
Pada tahun 2006 ada perubahan nama pengelola Rumah Sakit Islam Sakinah dari Yayasan berubah menjadi Perkumpulan Kesehatan Sakinah Mojokerto dengan Akte Notaris GRACE YANETTE POHAN, SH Nomor : 14 Tanggal 9 September 2006.
Di tahun 2020, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2020, RSI Sakinah telah menyelesaikan kegiatan Audit Eksternal Sistem Manajemen K3 berdasarkan kriteria PP no. 50 tahun 2012 dengan perolehan skor 90,36 dan memperoleh predikat Gold.
Dalam melaksanakan pengelolaan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh Perkumpulan Kesehatan Sakinah dilakukan oleh Badan Pelaksana Perkumpulan Kesehatan Sakinah atau Bapelkumkes-Sakinah yang merupakan salah satu Badan dalam Perkumpulan tersebut.
Adapun Visi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:
Menjadi Rumah Sakit professional yang Islami, kebanggan pasien dan keluarga
Misi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:
Meningkatkan pendidikan dan kompetensi SDM demi pelayanan yang bermutu dan unggul;
Melayani dengan senyum salam dan sapa seperti keluarga sendiri;
Mengutamakan keselamaan dan kepusan pasien sebagai pondasi pelayanan;
Inovatif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.
Motto dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:
Memberikan pelayanan yang paripurna
Demikian sekilas gambaran pendirian dan perjalanan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.
Acara yang dilaksanakan Ahad, 19 Januari 2020 di Graha MWC. NU Pacet Kab. Mojokerto, Pengurus PC GP Ansor Mojokerto mengadakan Pertemuan dengan jajaran pengurus PH dan Lembaga PC GP ANSOR, Kasatakorcab, Ketua dan Sekretaris PAC GP ANSOR, Ketua RA PAC,Kasatkoryon dan Setma Banser Se-Kab. Mojokerto.
Persiapan akhir dirosah kader ula 2020
Menyatukan komunikasi sesuai hasil pertemuan Infokom Banser
Persiapan Diklatsus mMojokerto 2020
Info pertemuan dengan PCNU 2020
Acara yang dimulai pukul 17:00 WIB dan berakhir 01.00 WIB, membahas beberapa poin penting yang menentukan program dan langkah kedepan organisasi antara lain :
Persiapan akhir dirosah kader ula
Menyatukan komunikasi sesuai hasil pertemuan Infokom Banser
Surabaya – PCNU Kota Surabaya meminta Dindik setempat untuk menyelesaikan masalah buku SD yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal. Ketua PCNU Kota Surabaya Muhhibin Zuhri bersyukur Dindik bertindak cepat.
Ia menjelaskan, pada Februari 2019, protesnya sudah sampai ke PBNU dan Menteri Pendidikan. Kemudian sudah ditindaklanjuti oleh Menteri Pendidikan kala itu. Namun di lapangan, ternyata buku tersebut masih beredar dengan muatan yang dianggap tidak tepat.
“Sampai hari ini pun masih beredar dan digunakan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, saya sampaikan ke Pak Pomo (Kadindik Kota Surabaya) bahwa buku itu masih beredar. Kemudian Pak Pomo, kemarin sudah mulai lusa menginstruksikan kepada semua jajaran untuk menyobek halaman itu. Menarik lha dari peredaran,” kata Muhhibin Zuhri, Selasa (11/2/2020).
Buku pelajaran yang dimaksud ditulis pada 2013. Muhhibin menjelaskan, pada salah satu halaman buku itu disebutkan bahwa NU sebagai salah satu organisasi radikal.
“Ini (kemarin) melakukan pertemuan dengan kepala-kepala sekolah SD di kantor dinas (pendidikan) menindaklanjuti. Mulai pagi melakukan penyobekan terhadap buku yang sudah setahun yang lalu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Pak Muhajir (Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2016-2019) untuk dicabut. Tapi di lapangan kan tidak dicabut bukunya,” imbuhnya.
Muhhibin juga mengapresiasi langkah Dindik Kota Surabaya yang dinilai responsif. Dindik memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah untuk melakukan pencabutan buku ajaran yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal.
“Responsif Pak Pomo untuk langsung memerintahkan kepada seluruh sekolah untuk menyobek halaman buku itu. Kemarin ada penyobekan massal di sekolah-sekolah,” lanjutnya.
Pada Februari 2019, Mendikbud Muhadjir Effendy akan menarik buku SD tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan merevisi buku tersebut.
“Jadi begini, buku ini ditulis pada 2013. Kemudian karena ada berbagai masukan, akhirnya pada 2016 ditulis kembali. Dan dalam penulisan itu kemudian kita ada masalah ini. Terkait dengan itu, kita tadi sudah bertemu dengan pimpinan PBNU dan LP Ma’arif. Kami dari Kesekjenan dan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan), termasuk Humas dan Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan), menyimpulkan bahwa buku ini akan ditarik, dihentikan, ditarik, kemudian kita revisi. Kemudian dalam proses revisi itu akan dimitigasi, supaya secara sistematika benar. Secara substansi juga benar,” kata Muhadjir di kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/2/2019).
Di Ultah Satu Tahun kepemimpinan KH. Abdul Adhim sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mojokerto Tahun 2019 ini, kami PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Menyampaikan SELAMAT dan SUKSES atas capaian Bapak Saat ini yang luar biasa seperti Tim Aset, Tim Sarpras, Tim Pengkaderan, Tim pergerakan Lembaga dan Banom Hampir semua lini bergairah ghiroh perjuanganya nampak bergerak dan masife, Meskipun ada yg perlu disupport lagi.
Kami sebagai Anak hanya bisa mendoakan Dalam kepemimpinan Bapak Kiyai kedepan, agar senantiasa diberikan kemudahan, kelancaran dan Kekuatan Baik Moriil Maupun Materiil tak kalah pentingnya kesehatan dan panjang umur Bapak Kiyai sehingga perjalanan Kepemimpinan Bapak Kiyai mengemban tugas dan Amanah bisa terselesaikan dengan baik dan menjadikan PCNU Kabupaten Mojokerto sebagai salah satu percontohan bagi PCNU yang lain.
Amin…
GRAHA NU MWCNU PACET Rabu 11 Desember 2019 tidak terlihat seperti biasanya sangat ramai dan banyak orang, karena hari ini ada kegiatan Pengobatan gratis dan Ruqyah masal yang di laksanakan oleh MWCNU PACET melalui lembaganya NU CARE-LAZISNU.NU CARE-LAZISNU Pacet ini melaksanakan fungsi sosialnya untuk warga Lansia dan Dhuafa yang selama ini tidak mampu berobat. Kegiatan ini di dukung oleh semua Ranting NU, Banom dan semua Lembaga-lembaga yang ada di MWCNU Pacet.Peserta dari kegiatan ini adalah warga NU Lansia dan Dhuafa yg ada di masing-masing ranting NU, tiap-tiaap Ranting mengirimkan 6 orang peserta, total peserta yang tertangani adalah 120 org karena MWCNU Pacet terdiri dari 20 Ranting.Tim Medis yg hadir adalah dari Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Tim RUQYAH KYAI MOJO dari PCNU Kabupaten Mojokerto.Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut terutama keamanan dan perlengkapan di Back Up langsung oleh PAC GP ANSOR PACET beserta BANSER nya, Banser yg hadir dalam pengamanan ini sekitar 20 Personil.
SORBAN SANTRI-Tak ada hentinya ihtiyar para kader militan Brebes untuk lebih tajam lagi dalam pergerakan dalam bingkai khidmah kepada Bangsa & jam’iyyah tercinta NU.
Dengan tema “Penguatan Militansi KADER PENGGERAK NAHDLATUL ULAMA” acara pada hari ahad 25 oktober-pun diselenggarakan.
Nampak perwakilan dari PWNU Jateng yaitu Gus Hudalloh & Gus Sholah beserta rombongan didampingi oleh KH. M. Aqsho selaku ketua tanfidziyyah PCNU Brebes, KH. Aminuddin Masyhudi selaku Rois Syuriyyah PCNU Brebes besert para pengurus PCNU yang lain.
Ragam sambutan dari pengurus PWNU & PCNU lebih menitik beratkan pada pentingnya niat dalam berkhidmah kepada para masyayih NU, selalu berbuat kemaslahatan untuk ummat dan menekankan pentingnya ber-kartanu, sensus warga NU dengan sistem SISNU. (PC NU BREBES)
SORBAN SANTRI-Yah itulah salah satu instruksi PWNU Jateng untuk warga NU yang ada di Kabupaten Brebes dan langsung ditindak lanjuti oleh PCNU Kabupaten Brebes.
Dalam rangka “sami’na wa atho’na” melaksanakan instruksi PWNU Jateng
KH. M. Aqsho selaku ketua tanfidziyyah Kabupaten Brebespun menggelar rapat koordinasi untuk suksesi program tersebut.
Rapat Koordinasi Persiapan Sensus Warga NU Berbasis SISNU (Sistem Informasi Strategis NU ) dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah untuk wilayah MWC yang dekat dengan PANTURA dilaksanakan di desa Sitanggal kecamatan Larangan hari sabtu tanggal 15 Agustus 2020 yang diikuti oleh 11 MWC.
Yaitu kecamatan Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Larangan, Songgom, Jatibarang, Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung & Losari. Yang rencananya akan disusul dengan tahap kedua beberapa hari kedepan.
Adalah bernilai ibadah bila khidmah pada NU kita niatkan untuk “ngladeni ilmu lan ngladeni ulama”, karena sudah tak diragukan lagi bahwa jam’iyyah NU selain berperan sebagai pendiri NKRI juga merupakan satu wadah yang mempertahankan ajaran islam nan rohmah lil’alamin ala manhaji asy’ariyyah-maturidiyyah ahlus sunnah wal jama’ah.
Oleh karenanya dimohon kepada warga NU Brebes untuk mendaftar sensus warga NU berbasis SISNU melalui pengurus ranting didesa masing-masing, agar identifikasi faliditas warga NU tingkat nasional bahkan internasional lebih maksimal dan terarah menuju satu abad usia Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. (pcnu brebes)
SORBAN SANTRI- Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kab. Brebes gelar kegiatan Rapat Koordinasi dengan Kepala Madrasah/Sekolah yang berada dibawah naungan LP Ma’arif.
Acara tersebut dihadliri oleh Kepala MI/SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA bertempat di aula MTsN 2 Brebes hari rabu 12 Agustus 2020.
Tampak hadir juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Brebes H. M. Aqsho, M.Ag. dan Kepala MTsN 2 Brebes Drs.Muhammad Suaedi, M.Pd. yang didampingi Kaur TU MTsN 2 Brebes Drs. Achmad Sofi, M.Pd.
Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif PCNU Kab Brebes, H. Moh. Robikhun, S.Ag. M.Pd. menghaturkan terimakasih atas kehadiran para peserta dan bersepakat untuk lebih menggaungkan ” Ayo Sekolah Di Lembaga Pendidikan NU” dengan strategi yang lebih inovatif dan penuh terobosan baru.
Diantara agenda yang dibahas adalah kaitan dengan persiapan input SIMNU bagi satuan Pendidikan Ma’arif NU , rutinitas lembaga dan menyikapi kegiatan pembelajaran jarak jauh/ belajar dari rumah, bimbingan dan pelatihan bagi Kepala Sekolah/Madrasah, peningkatkan kapasitas guru dengan KKG/ MGMP.
Juga membahas kegiatan refreshing dengan out bound dan refting yang diamini oleh seluruh peserta.
Dialog yang dipandu oleh H. Muhammad Ikhsan juga mereka sepakat agar LP Ma’arif lebih memementingkan kemajuan akademik non akademik, dengan mengutamakan pelayanan bagi institusi demi kejayaan LP Ma’arif Brebes.
Disambutannya ketua PCNU Brebes H. M. Aqsho merasa bahagia dan bangga bisa bertemu dengan pejuang pendidikan sebagai sarana pencetak kader-kader an nahdliyyah di kibaran Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.
Diantara isi sambutannya adalah:
” Mari kita kobarkan semangat juang dalm dunia pendidikan, usah hiraukan silang pendapat terkait klaim adanya dualisme kepemimpinan ditubuh PCNU Brebes, karena urusan tersebut adalah ranahnya PWNU Jateng dengan PBNU, kita harus lebih mengutakan peningkatan mutu pendiidkan di naungan LP Ma’arif sehingga bisa menjadi jembatan tersampaikannya ajaran Asy’ariyyah-Maturidiyyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan yang penting adalah ihtiyar kita agar ketika akreditasi bisa memperoleh predikat unggul (A)”. (PCNU BREBES)