Tag: pelanggaran HAM

  • Tiga Warga Palestina Dibunuh oleh Pasukan Israel di Tepi Barat yang Diduduki

    Tiga Warga Palestina Dibunuh oleh Pasukan Israel di Tepi Barat yang Diduduki

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Tepi Barat, 20 Juni 2024 – Ketegangan kembali meningkat di Tepi Barat yang diduduki setelah tiga warga Palestina dilaporkan tewas akibat tindakan brutal pasukan khusus Israel. Insiden tragis ini terjadi di pusat Qalqilya, wilayah utara Tepi Barat, ketika pasukan Israel menembaki sebuah kendaraan yang membawa para korban.

    Menurut laporan, pasukan Israel juga mengepung sebuah bangunan di pusat kota, menambah ketegangan dan ketakutan di kalangan warga sipil. Situasi semakin memanas ketika seorang pejabat Bulan Sabit Merah di Qalqilya mengungkapkan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel mencegah tim medis mereka mendekati kendaraan yang menjadi sasaran tembakan. Tindakan ini memperparah penderitaan para korban yang membutuhkan pertolongan medis segera.

    Kejadian ini menambah daftar panjang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah yang diduduki. Serangan terhadap warga sipil dan tindakan penghalangan bantuan medis oleh pasukan Israel memicu kecaman dari berbagai pihak internasional. Masyarakat internasional diharapkan memberikan perhatian serius terhadap eskalasi kekerasan ini dan mendorong upaya penyelesaian damai atas konflik yang berkepanjangan di Tepi Barat. (AI Sorban)

    @beritasorban Tiga warga Palestina tewas setelah pasukan khusus Israel menembaki sebuah kendaraan di pusat Qalqilya, Tepi Barat yang diduduki, pada 20 Juni 2024. Insiden terjadi di wilayah utara Tepi Barat ketika pasukan Israel mengepung sebuah bangunan di pusat kota. Seorang pejabat Bulan Sabit Merah di Qalqilya melaporkan kepada Al Jazeera bahwa pasukan Israel mencegah kru medis mereka mendekati kendaraan yang diserang, memperparah situasi. Tindakan brutal ini memicu kecaman internasional dan menambah daftar pelanggaran hak asasi manusia di wilayah yang diduduki. Masyarakat internasional diharapkan memberikan perhatian serius dan mendorong upaya penyelesaian damai atas konflik di Tepi Barat. #TepiBarat #KekerasanIsrael #Palestina #HakAsasiManusia #Qalqilya #BulanSabitMerah #fyp #fyyyyyyyyyyyyyyyy ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Rizieq Shihab Nyatakan Perang atas ‘Pembantaian’ KM50 Usai Bebas

    Rizieq Shihab Nyatakan Perang atas ‘Pembantaian’ KM50 Usai Bebas

    Berita Video

    Jakarta, SorbanSantri.com – Mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, mengeluarkan pernyataan keras usai dirinya resmi bebas murni dari tahanan. Rizieq menyatakan perang kepada pihak-pihak yang menurutnya terlibat dalam peristiwa yang ia sebut sebagai pembantaian di Kilometer 50. Tragedi tersebut diketahui menewaskan 6 anggota FPI.

    Pernyataan ini disampaikan Rizieq Shihab di Kantor Bapas Klas Satu di Jl Percetakan Negara 8, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Senin (10/6/2024). “Saya tantang mereka para pembantai KM 50, kapan lagi mau bantai saya, saya tunggu itu saja. Kalau mereka jantan, mereka berani, mereka betul-betul orang-orang yang punya keberanian sebagaimana mestinya, saya tunggu,” tegas Rizieq, dikutip dari laporan jurnalis KompasTV.

    Rizieq menegaskan kembali sumpahnya untuk menyatakan perang terhadap semua pihak yang terlibat dalam insiden KM50. “Jadi sekali lagi saya bersumpah, sekali lagi menyatakan perang kepada semua pihak yang terlibat dalam pembantaian KM50. Saya tunggu kapan mereka mau bantai, kapan mereka mau serang, tapi ingat kalau mereka mau perang yang gentleman.”

    Rizieq juga menuturkan bahwa ia akan mengejar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kematian 6 simpatisannya. “Sumpah Demi Allah saya akan kejar, siapapun pihak manapun yang terlibat di pembantaian KM 50, saya enggak peduli siapa orangnya, saya akan kejar mereka dari dunia hingga akhirat, artinya di dunia ini saya akan kejar mereka dari proses hukum baik nasional maupun internasional,” ucapnya. “Dan kita sudah mengirimkan berkas dari beberapa waktu yang lalu, baik itu ke beberapa negara yang peduli pada soal pelanggaran HAM.”

    Tidak hanya itu, Rizieq juga berencana menggerakan berbagai pihak terkait kasus Kilometer 50. “Saya akan menggerakan semua, para habaib, para kiai, para ustaz, pondok pesantren, majelis taklim untuk membaca doa segar khusus agar semua pihak yang terlibat dalam pembantaian KM 50 hancur hidupnya, binasa hidupnya, rusak hidupnya, hina hidup dari dunia sampai akhirat,” ujarnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Rizieq juga bersyukur dirinya telah resmi bebas murni dari perkara hukum. “Alhamdulillah hari ini masa pembebasan bersyarat saya selesai, jadi artinya mulai hari ini saya sudah bebas murni sebagaimana biasanya tanpa ada lagi ikatan-ikatan hukum yang berkaitan dengan lapas,” ucap Rizieq Shihab.

    Ia juga menyatakan akan melanjutkan aktivitasnya sebagai pendakwah. “Kalau berdakwah itu sudah harga mati ya, kita berdakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar akan terus kita lanjutkan,” tandasnya.

    Dengan bebasnya Rizieq Shihab, perhatian publik kembali tertuju pada perjalanan kasus KM50 dan bagaimana ia akan melanjutkan misinya dalam menuntut keadilan bagi para simpatisannya yang gugur. (AI Sorban)

    @beritasorban Usai bebas murni dari tahanan, mantan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab, mengeluarkan pernyataan tegas di Kantor Bapas Klas Satu, Jakarta Pusat. Rizieq menyatakan perang kepada pihak-pihak yang terlibat dalam insiden yang disebutnya sebagai 'pembanteian' di Kilometer 50, yang menewaskan 6 anggota FPI. Ia menantang para pelaku untuk bertanggung jawab dan menyatakan siap mengejar mereka, baik melalui hukum nasional maupun internasional. Rizieq juga berkomitmen menggerakkan ulama dan santri untuk mendoakan kehancuran hidup para pelaku. Kini, ia bersyukur atas kebebasan murninya dan bertekad melanjutkan dakwahnya tanpa henti. Perhatian publik kembali tertuju pada kasus ini dan langkah Rizieq selanjutnya dalam menuntut keadilan. #RizieqShihab #PembantaianKM50 #KeadilanKM50 #RizieqBebas #FPI #fyp #foryoupage❤️❤️ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • 45.000 Rohingya Melarikan Diri: Tuduhan Pemenggalan dan Pembakaran Mengguncang Myanmar

    45.000 Rohingya Melarikan Diri: Tuduhan Pemenggalan dan Pembakaran Mengguncang Myanmar

    Berita VIDEO

    wp.sorbansantri.com – Rakhine, Myanmar – Meningkatnya kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, telah memaksa sekitar 45.000 Rohingya melarikan diri. Bentrokan antara Tentara Arakan (AA) dan militer Myanmar memicu tuduhan pemenggalan, pembunuhan, dan pembakaran properti. PBB mengingatkan dunia akan krisis ini, mendesak perlindungan bagi para pengungsi.

    Sejak November, bentrokan di Rakhine semakin memburuk, dengan AA berjuang untuk otonomi lebih bagi populasi etnis Rakhine, termasuk minoritas Muslim Rohingya yang telah lama teraniaya. Lebih dari satu juta Rohingya telah berlindung di Bangladesh sejak 2017, namun kondisi mereka semakin terpuruk akibat kekerasan yang terus berlanjut.

    Seruan Perlindungan PBB Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk mendesak Bangladesh dan negara-negara lain untuk memberikan perlindungan efektif kepada para pengungsi terbaru ini. Namun, Bangladesh yang sudah menampung lebih dari satu juta Rohingya, enggan menerima lebih banyak pengungsi, meninggalkan mereka terjebak di perbatasan Myanmar.

    Kesaksian dan Bukti Kekejaman James Rodehaver dari PBB menggambarkan situasi mengerikan yang dialami banyak orang. Gambar satelit, video online, dan kesaksian menunjukkan bahwa kota Buthidaung sebagian besar telah terbakar, dengan dugaan pembakaran oleh AA. Kesaksian lain mengungkapkan pemenggalan kepala dan pelecehan oleh AA, menambah penderitaan para Rohingya yang terjebak di tengah konflik.

    Penutup

    Meningkatnya kekerasan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, memaksa ribuan Rohingya melarikan diri, menghadapi ancaman pemenggalan, pembunuhan, dan pembakaran. PBB terus mendesak perlindungan internasional bagi para pengungsi ini, sementara kondisi mereka tetap genting. Dunia internasional harus bergerak cepat untuk memberikan bantuan dan perlindungan yang mereka butuhkan. (AI Sorban)

    @beritasorban Kekerasan yang meningkat di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, memaksa 45.000 Rohingya melarikan diri. Bentrokan antara Tentara Arakan (AA) dan militer Myanmar memicu gelombang pengungsian baru, dengan tuduhan pemenggalan, pembunuhan, dan pembakaran properti. #RohingyaCrisis #HumanRights #Refugees #MyanmarConflict #UNAppeal #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri