Tag: pencak silat

  • Belajar Beladiri, Benarkah Hanya untuk Gaya-gayaan dan Cari Musuh?

    Belajar Beladiri, Benarkah Hanya untuk Gaya-gayaan dan Cari Musuh?

    wp.sorbansantri.com – Media sosial tengah dihebohkan dengan sebuah video yang menunjukkan sekelompok pemotor yang tergabung dalam konvoi yang diduga adalah sekelompok orang dari sebuah perguruan pencak silat yang terlibat keributan dengan seorang driver ojek online dan juru parkir.

    Dilansir dari akun Instagram @ndorobei.official dijelaskan bahwa diduga kejadian tersebut terjadi di daerah Jombang dan terjadi pada Minggu, 7 Agustus 2022.

    Adapun kronologis kejadian disebutkan oleh saksi yang juga merupakan terduga korban yang berprofesi sebagai juru parkir, bahwa semula dirinya melihat ada segerombolan pemuda konvoi menyerempet seorang driver ojek online. Namun, saat si juru parkir hendak menolong malah dirinya dikeroyok oleh beberapa orang yang diduga dari salah satu perguruan pencak silat.
    [su_youtube url=”https://youtu.be/Y0B7AFI-wF4″]
    Simpang siur pemberitaan sempat beredar di media sosial yang menyatakan kejadian tersebut terjadi di Yogyakarta, dan telah diklarifikasi oleh Kasubbag Humas Polresta Jogja, bahwa itu adalah berita hoax dan kejadian sebenarnya yaitu di Jombang, Jawa Timur.

    Menurut informasi yang beredar terhadap adanya kejadian tersebut para pelaku telah diamankan oleh pihak Polres Jombang, dan telah diproses sebagaimana hukum yang berlaku.

  • H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    H. Erwin SE Dipilih Secara Aklamasi Jadi Ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung

    InfokomBanserNU- Para pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung melakukan Konfercab di gedung PAC Jalan Sancang nomor 8 Bandung, Minggu, 23/2/2020.

    Suatu kehormatan dalam Konfercab tersebut dihadiri Ketua DPP Pagar Nusa Pusat, H. Edy Junaedi, DPW Pagar Nusa Jawa Barat, Haji Asep Saeful Millah, para pengurus dan PAC Pagar serta para pendekar Nusa se-Kota Bandung serta memenuhi kourum dimana 22 pengurus PAC yang hadir dari 30 PAC yang ada di Kota Bandung.

    Konfercab ini diadakan untuk menentukan ketua PC dan pengurus baru PC Pagar Nusa Kota Bandung.

    Seperti biasa Konfercab dengan susunan round down acara yang dimulai dengan pembukaan, doa, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemilihan ketua baru PC Pagar Nusa Kota Bandung, pidato ketua PC terpilih, Kepengurusan dan ditutup doa.

    “Alhamdulillah yang hadir sudah memenuhi kourum terlaksananya Konfercab dari 30 PAC se-Kota Bandung yang hadir melebihi 50 persen yaitu 22 PAC yang hadir” ungkap H. Edy Junaedi.

    “Siapapun yang jadi ketua dan pengurus baru yang terpilih adalah kesepakatan bersama dan harus didukung bersama dan tetap solid dan kompak, semoga Pagar Nusa Kota Bandung lebih baik dan maju lagi dalam memperjuangkan para ulama serta budaya kita yaitu pencak silat” tambah H. Edy.

    Apresiasi terpilihnya H. Erwin SE datang dari ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, H. Asep Saeful Millah mengatakan bahwa harapan besar terpilihnya H. Erwin SE secara aklamasi menunjukan adanya kekompakan yang luar biasa mempercayakan satu yang semuanya pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung memilih H. Erwin SE.

    “Semoga kerja dan kinerja antara ketua PC dan pengurus serta seluruh ranting dan para pendekar dibawahnya semakin kompak, bersinergi, solid secara internal dan semakin sinergiritas bekerja sama dengan pihak terkait lainnya di Kota Bandung” tukas H. Asep Saeful Millah.

    H. Erwin SE memaparkan bahwa pada Desember 1985, dibentuklah tim persiapan pendirian pencak silat NU dan tepat pada 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo, lahirlah Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA. PAGAR NUSA bukan nama sembarangan, tapi diciptakan oleh Kyai besar NU yaitu KH Mujib Ridwan, beliau adalah putra KH Ridwan Abdullah yang menciptakan lambang NAHDLATUL Ulama.
    Kita sebagai para pendekar Pagar Nusa, harus mempunyai jati diri Pagar Nusa. Memperkuat ukhuwwah pagar nusa, dengan tidak membedakan aliran dan perguruan silat di Pagar Nusa, tidak membedakan latar belakang sosial dan politik, yang mana kesemuanya itu harus tetap kita jaga keharmonisannya. Ketika kita masuk dan bergabung d pagar nusa baik sebagai pengurus, santri, warga pagar nusa, maka saat itu pula kita tekadkan niat kita untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama, mengabdi pada kyai, menjaga NKRI, dan terutama dengan berharap kita diakui menjadi santrinya hadrotusyeh KH Hasyim Asyarie. Resiko yang akan kita hadapi tentu akan sangat besar, kesiapan lahir dan bathin kita harus kita latih mulai sekarang, karena pagar nusa merupakan bentengnya NU dan Bangsa, benteng nya para kyai, penjaga NKRI.

    “Saya, selaku ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung terpilih tentunya bukan yang terbaik dari kalian, tapi saya akan bersama – sama dengan kalian para pengurus PAC, pengurus ranting, dan seluruh pendekar pagar nusa Kota Bandung untuk merapatkan barisan dalam memperkokoh ukhuwwah wathoniyyah, basyariah, islamiyyah, memperkuat faham ahlisunnah waljamaah annahdiyyah, dan mengembangkan pencak silat NU pagar nusa d Kota Bandung ini” pungkas H Erwin SE pada konferensi pers.(iwnaruna)

    sumber

  • Perbedaan Bukan Suatu Alasan Pertikaian

    Perbedaan Bukan Suatu Alasan Pertikaian

    SORBANSANTRI.COM

    Ciri Khas Pencak Silat NU Pagar Nusa

    1. Faham Dan Tradisi Spesifik , Pagar Nusa sebagai bagian dari Kultur dan Tradisi Nahdlatul Ulama, Menganut asas ketaatan menjalankan tradisi keagamaan dan petunjuk dari Ulama sebagai pihak yang memiliki Otoritas Keagamaan.
    2. Persaudaraan dikalangan Anggota Pagar Nusa yaitu persaudaraan dalam pengertian Luas ,Persaudaraan sesama warga NU ( Ukhuwah Nahdliyah ) , Persaudaraan sesama Muslim ( Ukhuwah Islamiyah ) , Persaudaraan antar sesama Bangsa ( Ukhuwah Wathoniyah ), Persaudaraan sesama Manusia ( Ukhuwah Basyariyah).
    3. Pagar Nusa memiliki filosofi “Pertahanan lebih Utama dari pada Penyerangan” dalam artian bahwa kemampuan Beladiri yang dikembangkan Pagar Nusa adalah kemampuan untuk mempertahankan jika terjadi penyerangan. Penyerangan yang dilakukan Pagar Nusa adalah untuk melumpuhkan , sebagai shock theraphy yang menjadikan lawan menyerah tanpa harus mematikan lawan, Inilah beladiri dengan menggunakan Akhlaqul Karimah.
  • Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    wp.sorbansantri.com- Peringatan ulang tahun PAGAR NUSA di dusun rejosari RT 03 RW 02 Ranting Plososari tgl 6 Januari 2021. Sudah mecapai usia satu tahun sejak dibukanya PSNU di dusun Rejosari Plososari pada awal Januari 2020 setahun yang lalu.

    Peringatan ini berlangsung mulai pukul 20.00 – 22.30.wib dengan rangkaian acara pembukaan, qiroatul Qur’an,sambutan, pembacaan manaqib, mauidhzoh Hasanah di akhiri dengan pembacaan doa.

    Acara yang diselenggarakan oleh PSNU Ranting Plososari dusun rejosari ini mendatangkan dewan pendekar dari Jombang dan Pacet diantaranya adalah Gus Anwar Gus Muhtar dan kang Dedi dan juga diikuti oleh utusan utusan santri PSNU dari sebagian ranting dekat Plososari.

    Acara peringatan HAUL ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran Pagar Nusa dalam membangun SDM melalui seni pencak silat PSNU agar generasi bangsa di tingkat ranting tidak mudah terpengaruh dengan paham ekstrim kiri dan ekstrim kanan yang pada akhir akhir ini makin tumbuh bercokol di kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai kota, dan Untuk mengantisipasi masuknya ideologi Wahabi yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang kental dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah dari buyut sampai saat ini.

    “Satu satunya banom NU yang bisa masuk dan mewarnai semua banom banom NU adalah Pagar Nusa, demikian juga pada acara ini pagar Nusa mendatangkan jama’ah thoriqoh mu’tabaroh Annahdhiyah untuk membacakan manaqib sayyidi syaikh Ahmad bin Muhammad attijani RA.

    hal ini sebagai bentuk ngalab barokah dari manaqib tersebut dan juga sebagai bentuk interaksi sosial antara santri Pagar Nusa dan warga sekitar yang mayoritas pengamal thoriqoh Attijaniah” Demikian tutur Gus Anwar dalam mauidhzohnya.

    di Akhir mauidhzohnya Gus Anwar mengimbau agar santri Pagar Nusa benar benar manjaga amanah yang di wariskan oleh wali songo, Hadrotussyaikh, dan KH Abdullah Maksum Jauhari agar benar benar di akui sebagai santrinya beliau beliau.

    PSNU RANTING PLOSOSARI#

    PAGAR NUSA#

    PAGAR NU DAN BANGSA#

    SANTRI PSNU PLOSOSARI#

     

  • KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    sorbansntri.com – Kamis,  30 Desember 2020 tepatnya sebelum malam tahun baru PSNU Pencak Silat Nahdlatul Ulama Mojokerto mengadakan acara dengan tema KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA. Yang dihadiri oleh seluruh perwakilan dari setiap ranting kabupaten Mojokerto. 

    SORBANSANTRI.COM

    Lokasi kemah ini di daerah sendi tempat wisata masyarakat hukum adat sendi Pacet Mojokerto. Acara kemah ini meliputi beberapa rangkaian acara pukul 15.00-18.00. Cek in peserta 18.00-20.00 wib. kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara yang lain diantaranya  adalah pembukaan , menyanyikan lagu Indonesia raya,ya ahlal Wathon, sholawat Pagar Nusa.khataman Al Qur’an 30 juz , pembacaan rotibul Haddad, dll. 

    Hadir juga dalam acara ini pimpinan Pagar Nusa mojokerto H. Budi,dan Gus Anwar dari Jombang Gus Muhtar yang juga dari Jombang juga dihadiri seluruh ketua PAC Pagar Nusa se Mojokerto. Di akhir acara di tampilkan atraksi sabung. Dan acara di tutup pada pukul 11.00 wib di hari berikutnya 31. Desember 2020.

    Dalam dalam sambutannya Pimpinan Pagar Nusa menyampaikan, agar Pagar Nusa mojokerto senantiasa menjaga silaturahmi,mempererat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu isu yang memecah belah persatuan bangsa. (rosyid sorban)

  • Tradisi silat pesantren Berdirinya Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA

    Tradisi silat pesantren Berdirinya Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA

    Dilingkungan Pesantren NU,terdapat banyak aliran silat baik aliran silat jawa timur,jawa barat,jawa tengah,Banten,silat betawi,silek minang,silat Mandar,Silat Mataram,dan lain lain,oleh karena itulah untuk menyatukan semua aliran silat tersebut di bentuklah pagar nusa.sebagai wadah perkumpulan pencak silat yang masih dalam naungan NU.Wadah ini tetap membuka keragaman dan memberi keluasaan pada tiap-tiap perguruan untuk mengembangkan diri.artinya walaupun ada perbedaan namun tetap satu saudara.

    InfokomBanserNU-Tahun 1985, di Pesantren Tebuireng Jombang, beberapa Pengasuh Pondok Pesantren, perguruan-perguruan dan para Pendekar berkumpul berinisiatif membentuk organisasi pencak silat yang terdapat di pondok pesantren dan perguruan-perguruan. Tahun 1986, di Pesantren Lirboyo, bersama-sama Gus Maksum Jauhari membidani dan memepersiapkan lahirnya organisasi Pencak Silat NU bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama “PAGAR NUSA” yang merupakan akronim dari “Pagarnya NU dan Bangsa”. Tahun 1989, Musyawarah Nasional (MUNAS) pertama Lembaga Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa diselenggarakan di Pesantren Genggong Probolinggo, Jawa Timur. Dihadiri ratusan perguruan dengan segala macam kekayaan khasanah budaya, seni bela diri dan amaliahnya dari seluruh Indonesia.

    Tahun 2004, Muktamar NU ke-31 di Solo, Jawa Tengah. Pagar Nusa menjadi salah satu badan otonom NU yang membidangi pengembangan seni bela diri NU.

    Tahun 2007, Kongres pertama Ikatan Pencak Silat NU (IPS-NU) Pagar Nusa diselenggarakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta timur.

    Tahun 2008, Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa menjadi anggota tetap Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

    Tahun 2010, Muktamar NU ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan menjadi “Pagar Nusa”.

    Tahun 2012, Kongres ke-2 di Pesantren Sunan Drajad Lamongan, Jawa Timur. Menetapkan perubahan menjadi “PENCAK SILAT NU (PSNU) PAGAR NUSA” dan “Pagar Nusa” menjadi trademark-nya

    Peran besar Gus Maksum
    Sebenarnya di kalangan NU banyak sekali Pendekar Silat,Kyai atau ajeungan yang memiliki ilmu kanuragan,namun nama Gus Maksum tidak bisa di pisahkan dari sejarah Pencak Silat Pagar Nusa.Kecintaan silat dan rasa keprihatinan Gus Maksum bahwa banyak sekali aliran silat yang ada di lingkungan NU tapi belum punya wadah yang mengikat sehingga menjadi keluarga yang bersama sama mengembangkan serta mempertahankan tradisi silat yang turun temurun dari Wali songo mengalir ke tokoh tokoh pesantren

    Hal inilah yang menginpirasi beliau mendirikan sebuah perguruan silat,ide pendirian silat ini rencananya diberi nama GASMI (Gabungan Aksi Silat Muslimin Indonesia) pada tahun 1965 walaupun belum resmi berdiri,beliau sudah mulai melakukan pelatihan silat.pada waktu itu pelatihan diadakan di komplek pesantren Lirboyo Kediri,selain bertujuan mengembangkan budaya silat di pesantren juga salah satu counter atas LEKRA ( lembaga kesenian rakyat ) lembaga di bawah naungan partai komunis indonesia PKI.Sebab LEKRA adalah otak dibalik aksi provokatif,sabotase,teror dan lain lain.Menghadapi aksi LEKRA ini,beliau mengatakan “Ada aksi ada Reaksi” artinya LEKRA beraksi GASMI bereaksi,Amar ma’ruf nahi mungkar selalu ditegakan.

    Karena kesibukan beliau mengabdi pada umat,ngurusin santri dan perjuangan melawan aksi aksi PKI baru setelah sintuasi mulai kondusif pada tanggal 14 januari 1970 GASMI secara resmi didirikan dikediaman beliau,dihadiri para pendekar se eks-karisidenan Kediri dan Ponorogo.

    GASMI inilah yang menginspirasi Gus Maksum untuk menyatukan silat yang ada di NU.dimulai dengan merangkul perguruan silat tradisional lokal seperti Jiwa Suci milik pesantren Al maruf bandar lor kediri,PORTUGAL silat tradisional Blitar,Asta Dahana perguruan silat Kediri.dan beberapa perguruan silat lokal lainnya.

    Pertemuan awal para pendekar PAGAR NUSA
    Akhirnya dengan usaha dan pendekatan yang intensif kepada para pendekar dan Kyai pimpinan pondok pesantren , tokoh silat dan tokoh masyarakat membuahkan hasil berupa kesepakatan untuk mengadakan pertemuan pertama pada tahun 1986 di Tebu Ireng Jombang Jawa Timur.Di hadiri ulama sepuh dan kaum pendekar.Di antara kyai sepuh itu adalah KH.Syansuri Badawi.

    Pertemuan bersejarah ini dihadiri beberapa pendekar antara lain,Gus Maksum sendiri,KH.Abdurahman Ustman Jombang,KH.muhajir Kediri,H.Atoillah Surabaya,Drs.Lamro Ponorogo,Timbul Jaya SH pendekar Lumajang dan beberapa pendekar lainnya,tokoh tokoh inilah yang berada dibalik berdirinya pagar nusa.

    Pertemuan pertama ini menghasilkan kesepakatan yang sangat penting yaitu :
    1.Adanya Fatwa Ulama KH.Syansuri Badawi bahwa,”Mempelajari Silat Hukumnya boleh dipelajari dengan tujuan perjuangan.
    2.Di sepakati dibentuknya suatu ikatan bersama untuk mempersatukan berbagai aliran silat dibawah naungan NU.

    Pertemuan Bersejarah ke 2 Pagar Nusa
    Selanjutnya pada Tahun 1989 diadakan MUNAS Pagar Nusa yang ke1 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan,Genggong,Kraksaan,Probolinggo.Di hadiri pendekar silat NU seluruh Nusantara ,Munas itu mengangkat Langsung KH.M.Abdullah Maksum Jauhari sebagai ketua umum pertama Pagar Nusa,dan Prof.Dr.H.Suharbillah sebagai ketua Harian SekJen.H.Kuncoro ( H.Masyhur )

    Sikap Jati diri Pagar Nusa
    Jati diri Pagar Nusa sama dengan jati diri NU itu sendiri (baca posting Jati diri NU ) yaitu Persaudaraan antar Pagar Nusa Artinya Persaudaraan tanpa membedakan aliran dan perguruan silat,di Pagar Nusa makanya di kenal dengan istilah “Bhineka Tunggal Ika” biarpun berbeda tapi tetap satu juga” berbeda aliran tapi tetap dalam satu ikatan pagar nusa.

    Pandangan Pagar Nusa pada aliran perguruan lain senatiasa menganggap saudara,sahabat,bahkan keluarga karena langsung atau tidak langsung semua aliran silat terutama di Nusantara masih punya pertalian ikatan yang sama,apalagi jika kita menapak tilas sejarah kerajaan di Nusantara kemudian ke Abad 14 adanya penyebar islam Wali songo yang banyak mengajarkan tuntunan hidup dengan jalan damai diantaranya melalui seni silat,jelas banyak pendekar di Nusantara adalah murid Wali Songo.

    Kini saatnya Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa Menjadi wadah Ikatan Para Pendekar,Jawara,Pesilat dari berbagai aliran di bawah naungan NU.Amin

  • SIMBOL DAN MAKNA LOGO PAGAR NUSA

    SIMBOL DAN MAKNA LOGO PAGAR NUSA

    Infokom Ansor Banser NU-Simbol IPS NU Pagar Nusa berupa gambar Pita bertulisan :
    LAA GHAALIBA ILLA BILLAH
    Artinya tidak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Allah

    Yang melingkupi bola dunia di dalam kurva segi lima dengan beberapa atribut dan perincian sebagai berikut :
    Kurva segi lima merupakan simbolisasi dari Syariat Islam yang mempunyai lima rukun dan merupakan simbolisasi pada adanya rasa kecintaan kepada bangsa dan negara yang berpancasila.

    Simbolisasi ini berangkat dari dasar pengertian rukun Islam yang Nabi SAW sampaikan :
    Islam itu didirika atas lima : Bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, berhaji ke baitullah bagi yang mampu, dan puasa Ramadhan ( HR Bukhory )

    Tiga garis tepi yang sejajar dengan garis kurva merupakan lambang dari tiga pola utama yang berjalan bersama dalam cara hidup warga Nahdlatul Ulama yaitu Iman, Islam, Ihsan sebagaimana Hadits Nabi SAWÂ ketika ditanya oleh Malakat Jibril.

    Bintang sudut lima sebanyak sembilan buah dengan pola melingkar di atas bola bumi dan pada bagian paling atas bintangnya tampak lebih besar ini merupakan ekspresi dari pola kepemimpinan wali songo dan juga idealisasi dari suatu cita-cita yang bersifat maksimal karena selain bintang merupakan simbol kemuliaan juga jumlah sembilan merupakan angka tertinggi. Ini sesuai dengan mimpi Nabi Yusuf tentang bintang sebagai isyarat akan mencapai kemuliaan.

    Firman Allah SWT :
    Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya : Wahai ayahku sesungguhnya aku bemimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan ; kulihat semuanya sujud kepadaku. ( QS.Yusuf : 4)
    Bintang terbesar mengisyaratkan adanya pola kepemimpinan yang dalam Islam merupakan suatu keharusan.
    Gambar cabang / trisula terletak ditengah bola dunia bagian atas tepat dibawah bintang terbesar merupakan manifestasi kenyataan historis bahwa senjata jenis inilah yang tertua dan lebih luas penyebarannya di bumi nusantara. Sebagai kelompok beladiri pencak silat anggota Ikatan Pencak Silat Indonesia ( IPSI ), Pagar Nusa memasukkan simbol tersebut supaya tidak tercerabut dari identitas persatuan beladiri asli Indonesia. Sebagaimana kita maklumi bersama :
    Barang siapa memisahkan diri dari kelompok dimakan srigala

    Bola Dunia / gambar bumi tepat di tengah merupakan ciri khas dari organisasi underbow Nahdlatul Ulama yang simbol utamanya berupa bumi dan tampar sebagaimana di lukiskan oleh tangan pertamanya KH. RIDWAN ABDULLAH berdasar Istikharahnya.

    Pita melingkupi bumi dengan tulisan LAA GHAALIBA ILLAA BILLAH

    Yang berarti tidak ada yang menang ( mengalahkan ) kecuali dengan pertolongan Allah merupakan tata nilai beladiri khas Pagar Nusa. Kalimat ini pada awal pembentukannya berbunyi
    LAA GHAALIBA ILLALLAH kemudian oleh K.H. Sansuri Badawi dianjurkan untuk diberi tambahan ba sehingga berbunyi seperti sekarang. Hal ini sesuai dengan pola kalimat pada kalimat LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH yang bekonotasi umum ( am ) bagi segala bidang kehidupan.

    Sedangkan secara khusus ( khas ) dengan mengambil tibar bahwa dalam Al-Quran kegiatan-kegiatan yang melibatkan beladiri secara fisik maupun non fisik banyak disebut dengan menggunakan kalimat yang berasal dari akar kata ghalaba, maka Pagar Nusa menggunakan kalimat sebagaimana tercantum dalam simbol

    Firman Allah : Jika Allah menolong kamu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu ( QS. Ali Imron : 160 )
    Orang orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata : berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah ( QS. Al-Baqarah : 249 )
    Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-Nya, dan orang -orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut ( agama ) Allah itulah yang pasti menang. ( QS. Al-Maa-idah : 56 ).

    Warna Hijau dan putih merupakan dua warna yang secara universal mengandung makna baik. Sebab segala yang bersih dan suci baik secara materiil ( fisik ) maupun immateriil ( non fisik ) dapat disimbolkan dengan warna putih. Sedangkan hal-hal yang bersifat sejuk, subur, makmur, tenang, enak dipandang dan lain-lain yang membahagiakan selalu dapat disimbolkan dengan warna hijau.

    Warna Putih merupakan warna wajah cerah bagi orang-orang yang memperoleh kebahagiaan di akhirat.
    Warna hijau merupakan warna ahli sorga yang merupakan tempat kebahagiaan manusia, sebagaimana digambarkan oleh Allah SWT. :

    Mereka itulah bagi mereka surga , megalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah. ( QS.Kahfi : 31).

    Dengan demikian kombinasi warna itu merupakan kombinasi warna yang mengidolakan pemandangan di Surga kelak.
    Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. ( QS Al-Insan 21 )