Tag: pendapat

  • Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    wp.sorbansantri.com – Ketegangan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis telah memunculkan sorotan baru dalam ranah hiburan Indonesia, menyoroti isu sensitif tentang penggunaan anak dalam konten media sosial. Konflik ini, yang awalnya terjadi karena perbedaan pandangan tentang batasan penggunaan anak dalam konten, akhirnya mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka. Namun, di balik drama perceraian ini, terselip hikmah yang mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak di era digital.

    Perdebatan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis mencerminkan dilema yang lebih besar dalam industri konten digital, di mana penggunaan anak dalam konten media sosial seringkali menjadi kontroversi. Ryan, yang dikenal sebagai advokat anak, menegaskan pentingnya menghormati hak anak untuk privasi dan perlindungan dari eksploitasi. Sementara itu, Ricis cenderung melihat anak sebagai alat untuk popularitas dan pendapatan.

    Laman: 1 2

  • Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    Arab Saudi Tangkap Warga yang Kritik Normalisasi dengan Israel

    wp.sorbansantri.com – Isu normalisasi hubungan dengan Israel terus menjadi perbincangan hangat di dunia Arab, dengan beberapa negara yang telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel dalam beberapa tahun terakhir. Namun, sikap keras Arab Saudi terhadap kritik terhadap normalisasi dengan Israel baru-baru ini mencuat ke permukaan.

    Arab Saudi, sebagai salah satu kekuatan besar di dunia Arab, telah menangkap sejumlah warganya yang dianggap mendukung atau mengkritik normalisasi dengan Israel. Langkah ini menunjukkan sensitivitas yang mendalam terhadap isu tersebut di negara-negara Arab, di mana kritik terhadap normalisasi dengan Israel masih dianggap sebagai hal yang tabu.

    Pemerintah Arab Saudi telah menjalankan tindakan keras terhadap warga yang dianggap melanggar sikap resmi negara terhadap Israel. Meskipun langkah ini diambil dalam konteks menjaga stabilitas politik dan keamanan negara, hal ini juga menimbulkan kontroversi terkait kebebasan berbicara dan berpendapat.

    Banyak pihak di dalam dan luar Arab Saudi mengkritik tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, terutama hak untuk menyuarakan pendapat secara bebas. Diskusi terbuka tentang isu-isu sensitif seperti normalisasi dengan Israel dianggap penting dalam konteks pembangunan demokrasi yang lebih inklusif.

    Kritik terhadap normalisasi dengan Israel sendiri sering kali berkisar pada isu-isu hak asasi manusia dan kebijakan politik Israel terhadap Palestina. Salah satu poin kritis adalah terkait dengan pendudukan Israel di Tepi Barat dan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza, yang dianggap oleh sebagian besar masyarakat Arab sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia.

    Perkembangan terkait tindakan Arab Saudi dalam menangkap warga yang kritis terhadap normalisasi dengan Israel akan terus dipantau oleh masyarakat internasional, sambil menjaga fokus terhadap isu-isu hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat di dunia Arab. (AI Sorban)

  • Tantangan Ekonomi Indonesia di Masa Kemerdekaan dan Demokrasi

    Tantangan Ekonomi Indonesia di Masa Kemerdekaan dan Demokrasi

    Cerita dari Moh. Habib Asyhad (intisari online)

    sorbansantricom – Moh. Habib Asyhad memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan buruknya perekonomian Indonesia pada masa kemerdekaan, masa demokrasi parlementer, dan masa demokrasi terpimpin.

    1. Pembangunan Proyek Politis: Salah satu penyebab buruknya ekonomi adalah penggunaan dana APBN untuk proyek-proyek mercusuar yang lebih bersifat politis, mengabaikan pembangunan ekonomi yang substansial.
    2. Intervensi Asing: Selain itu, intervensi ekonomi dari pihak asing juga berkontribusi terhadap kemerosotan ekonomi Indonesia.
    3. Kondisi Ekonomi di Masa Demokrasi Terpimpin: Pada masa ini, kondisi ekonomi Indonesia mencapai titik terendah. Ekspor dan investasi merosot, cadangan devisa menipis, dan inflasi melonjak.
    4. Ekonomi Terpimpin: Sistem ekonomi terpimpin yang dianut pada masa itu juga menjadi kendala. Dalam sistem ini, semua aktivitas ekonomi dipusatkan di pemerintah pusat, menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
    5. Pengeluaran Tidak Produktif: Pengeluaran pemerintah yang tidak produktif untuk proyek politik mercusuar seperti Ganefo dan Conefo juga memperburuk keadaan ekonomi.
    6. Defisit Anggaran dan Inflasi: Defisit anggaran yang meningkat drastis dan tingginya tingkat inflasi semakin memperparah kondisi ekonomi.
    7. Pengeluaran Tak Terkendali: Soekarno mengalokasikan dana yang besar untuk menunjukkan kehebatan Indonesia, namun pengeluaran tersebut tidak diarahkan pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
    8. Penolakan Bantuan Asing: Penolakan bantuan asing, seperti yang dilakukan Soekarno terhadap bantuan dari IMF, juga menghambat upaya pemulihan ekonomi.
    9. Krisis Moneter: Situasi moneter yang memburuk ditandai dengan tingginya tingkat inflasi dan penurunan pendapatan per kapita.

    Dengan mengungkap faktor-faktor ini, Moh. Habib Asyhad memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam upaya membangun ekonomi Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. (AI Sorban)

  • Contoh penulisan KODE ETIK dalam website

    Contoh penulisan KODE ETIK dalam website

    Berikut contoh pembuatan Kode Etik dalam website

    Kode Etik Website-Anda.com

    Selamat datang di Website-Anda.com. Sebagai platform yang berkomitmen untuk menyajikan konten yang bermanfaat dan berintegritas kepada pengguna kami, kami memiliki Kode Etik yang kami pegang teguh. Kode Etik ini membimbing perilaku dan praktik kami dalam menyediakan layanan kepada pengguna kami. Berikut adalah prinsip-prinsip utama dari Kode Etik kami:

    1. Kualitas Konten:

    • Kami berkomitmen untuk menyajikan konten yang akurat, informatif, dan bermanfaat kepada pengguna kami.
    • Setiap konten yang kami publikasikan melalui website kami akan melalui proses editorial yang cermat dan teliti.

    2. Keberagaman dan Inklusivitas:

    • Kami menghargai keberagaman pendapat dan perspektif. Kami akan menciptakan lingkungan yang inklusif di mana semua orang merasa didengar dan dihormati.
    • Kami akan berupaya untuk merefleksikan keragaman masyarakat dalam konten kami dan mempromosikan pengertian yang lebih baik antara berbagai kelompok.

    3. Keterbukaan dan Transparansi:

    • Kami akan beroperasi dengan keterbukaan dan transparansi yang tinggi. Informasi tentang proses editorial, sumber informasi, dan kepentingan apa pun yang mempengaruhi konten kami akan diberikan dengan jelas kepada pengguna kami.
    • Kami akan merespons dengan cepat atas masukan, saran, dan keluhan dari pengguna kami.

    4. Keamanan Data:

    • Kami akan melindungi informasi pribadi pengguna kami dengan menggunakan praktik keamanan data terbaik.
    • Kami akan menghormati privasi pengguna kami dan tidak akan menyebarkan informasi pribadi tanpa izin mereka.

    5. Ketertanggungjawaban:

    • Kami akan bertanggung jawab atas setiap konten yang kami publikasikan dan akan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki setiap kesalahan yang kami buat.
    • Kami akan mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku serta menjunjung tinggi etika jurnalisme dalam setiap kegiatan kami.

    6. Netralitas dan Keterlepasan:

    • Kami akan tetap netral dan independen dalam melaporkan berita dan menyajikan opini. Kami tidak akan memihak kepada pihak manapun dan akan berusaha untuk menghindari konflik kepentingan.

    7. Komunitas dan Partisipasi:

    • Kami akan membangun dan memelihara komunitas yang sehat di sekitar website kami, mendorong diskusi yang beradab dan konstruktif.
    • Kami akan memberikan kesempatan bagi pengguna kami untuk berpartisipasi aktif dalam konten kami melalui fitur komentar, forum, atau platform interaktif lainnya.

    Dengan mematuhi Kode Etik ini, kami berharap dapat menjaga kepercayaan pengguna kami dan terus menyediakan layanan yang bernilai bagi komunitas kami. Terima kasih atas dukungan Anda dan kesediaan untuk menjadi bagian dari website-anda.com.

  • Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung Madura: Menjadi Warung yang Tak Pernah Tutup, Ini Rahasianya!

    Warung sebagai Pusat Kehidupan Komunitas

    Warung Madura bukan hanya tempat untuk membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi pusat kehidupan sosial di komunitas-komunitas tempat mereka berada. Masyarakat sering kali berkumpul di warung, bertukar cerita, berdiskusi tentang berita terbaru, atau sekadar menikmati kebersamaan. Inilah yang membuat warung Madura begitu penting bagi kehidupan sosial di Indonesia.

    Tradisi Tak Pernah Tutup

    Salah satu hal yang membedakan warung Madura dari warung lainnya adalah kebiasaan mereka untuk tetap buka sepanjang hari dan malam. Meskipun warung lain mungkin tutup pada larut malam atau saat hari libur, warung Madura tetap setia melayani pelanggan mereka. Ini menjadi fenomena yang menarik dan unik dalam budaya kuliner Indonesia.

    Faktor-faktor Penentu

    Beberapa faktor dapat menjelaskan mengapa warung Madura memiliki kebiasaan untuk tidak pernah tutup. Pertama, ini mungkin karena kebutuhan ekonomi. Banyak pemilik warung Madura bergantung pada pendapatan harian dari penjualan makanan dan minuman mereka. Menutup warung untuk sehari saja bisa berarti kehilangan penghasilan yang signifikan.

    Selain itu, ada juga faktor budaya dan tradisi. Di beberapa daerah, warung Madura telah menjadi bagian dari warisan budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Keterbukaan mereka sepanjang waktu dapat dilihat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai tradisional yang dijunjung tinggi.

    Tantangan dan Keunggulan

    Tentu saja, menjaga warung tetap buka sepanjang waktu juga memiliki tantangan tersendiri. Pemilik warung harus siap untuk bekerja secara terus-menerus, kadang-kadang tanpa istirahat yang cukup. Namun, hal ini juga memberikan keunggulan kompetitif bagi warung Madura. Mereka menjadi pilihan utama bagi pelanggan yang mencari tempat untuk makan atau minum di tengah malam atau pada jam-jam sibuk lainnya.

    Kesimpulan

    Warung Madura adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kehadiran mereka yang konstan, baik siang maupun malam, tidak hanya memberikan akses kepada makanan lezat, tetapi juga menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan dalam komunitas. Fenomena warung Madura yang tidak pernah tutup adalah contoh nyata dari keuletan, ketahanan, dan nilai-nilai budaya yang kental dalam masyarakat Indonesia. (AI Sorban)

  • Sekolah Kok Mbayar? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Tanggung Jawab Negara atau Individu?

    Sekolah Kok Mbayar? Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Tanggung Jawab Negara atau Individu?

    wp.sorbansantri.com – Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun sebuah bangsa. Di Indonesia, konsep mencerdaskan kehidupan bangsa telah lama menjadi semangat dan visi bersama. Namun, seringkali muncul pertanyaan yang menggelitik: mengapa sekolah kok harus membayar? Bukankah mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab negara?

    Pertanyaan ini menjadi sorotan karena fenomena biaya pendidikan yang terus meningkat, terutama di tingkat pendidikan lanjutan seperti perguruan tinggi. Banyak orang tua dan mahasiswa merasa tertekan dengan beban biaya pendidikan yang semakin berat, bahkan mengakibatkan adanya kelompok masyarakat yang sulit mengakses pendidikan tinggi.

    Sebenarnya, konsep “mencerdaskan kehidupan bangsa” yang merupakan salah satu asas dalam Undang-Undang Dasar 1945, memang menempatkan negara sebagai pelaku utama dalam penyediaan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, realitasnya menunjukkan bahwa keterbatasan sumber daya dan berbagai faktor lainnya membuat biaya pendidikan tidak sepenuhnya ditanggung oleh negara.

  • Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    wp.sorbansantri.comGuru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan generasi muda. Namun, di balik dedikasi mereka, terdapat kisah-kisah yang memprihatinkan. Salah satunya adalah gaji guru honorer yang hanya mencapai Rp150 ribu per bulan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang situasi ini dan mengapa perubahan diperlukan.

    Guru Honorer: Pekerjaan yang Tidak Dihargai
    Guru honorer adalah mereka yang mengajar tanpa memiliki status pegawai negeri atau kontrak tetap. Mereka sering mengajar di sekolah-sekolah swasta atau daerah terpencil. Meskipun berperan penting dalam pendidikan, gaji mereka jauh dari layak.

    Kisah Dina Fatma: Gaji Rp150 Ribuan
    Sebuah video viral di media sosial menampilkan Dina Fatma, seorang guru honorer, membuka amplop berisi gaji pertamanya. Dengan wajah terkejut, dia menemukan hanya satu lembar uang Rp100 ribu dan satu lembar uang Rp50 ribu. Padahal, jam kerjanya adalah lima jam pelajaran per hari, dengan bayaran Rp30 ribu per jam. Jika dihitung, gajinya seharusnya Rp600 ribu per minggu. Namun, kenyataannya sangat berbeda.

    Minimnya Penghargaan untuk Jasa Guru Honorer
    Dina bukanlah satu-satunya guru honorer yang menghadapi situasi ini. Banyak dari mereka merasa tidak dihargai dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji yang minim membuat mereka bertahan dengan susah payah.

    Tuntutan Perubahan
    Kita perlu mengubah paradigma tentang gaji guru honorer. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
    Peningkatan Gaji: Pemerintah dan lembaga pendidikan harus meningkatkan gaji guru honorer agar sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab mereka.
    Perlindungan Hukum: Guru honorer perlu mendapatkan perlindungan hukum yang memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
    Transparansi: Sekolah harus transparan mengenai sistem penggajian dan memastikan gaji sesuai dengan jam kerja yang sebenarnya.

    Kesimpulan
    Gaji guru honorer yang hanya Rp150 ribu per bulan adalah cermin ketidakadilan. Mari bersama-sama berjuang agar para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan penghargaan yang setimpal. Semoga perubahan segera terjadi demi masa depan pendidikan di Indonesia. 🙏

    Ada beberapa cara kita bisa mendukung guru honorer secara langsung:

    1.     Donasi Langsung: Berkontribusi dengan memberikan donasi langsung kepada guru honorer. Ini bisa berupa uang tunai, sembako, atau kebutuhan lain yang mereka butuhkan.
    2.     Bantuan Pendidikan: Jika Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan tertentu, Anda bisa membantu guru honorer dengan memberikan pelatihan atau bimbingan kepada mereka. Misalnya, mengajari mereka teknik pengajaran yang lebih efektif.
    3.     Aktivisme: Berpartisipasi dalam kampanye atau aksi yang memperjuangkan hak-hak guru honorer. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita bisa mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik.
    4.     Beli Karya Mereka: Jika guru honorer memiliki karya seni atau produk lain, belilah dari mereka. Ini bisa membantu meningkatkan pendapatan mereka.
    5.     Bergabung dengan Komunitas: Bergabung dengan komunitas yang peduli dengan pendidikan dan guru honorer. Bersama-sama, kita bisa mencari solusi dan memberikan dukungan.
    Ingatlah bahwa setiap tindakan kecil pun bisa berarti banyak bagi guru honorer. Mari bersama-sama berkontribusi untuk memperbaiki situasi mereka. 🙏 (red)

  • TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

    TUNTUTLAH ILMU SAMPAI KE MILAN

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Scudeto ke-19 akhirnya direngkuh oleh AC. Milan. Tim yang lahir pada 1899 M –sama dengan kelahiran pondok pesantren Tebuireng, Jombang– memastikan juara liga italia pada pekan terakhir Serie A (22 Mei 2022) dengan mengalahkan Sossuolo 3 – 0. Status Juara yang di dapat secara dramatis setelah 11 tahun Rossoneri puasa gelar. Terakhir, tim ini juara pada 2011 saat masih dilatih oleh Maximiliano Allegri, pelatih Juventus saat ini.

    Kesuksesan tim berjuluk il Diavolo Rosso ini tidaklah datang dengan tiba-tiba. Momentum kebangkitan justru  terjadi saat tim ini berada pada titik nadir dalam sejarah klub. Pada awal musim 2018-2019 Tim ini mengalami krisis Finansial  akut, Li Yonghong, investor Cina pemilik klub kala itu, tak bisa menebus cicilan pertamanya sebesar 32 juta euro kepada Elliot Management (EM).Total utangnya mencapai 303 juta euro untuk tambahan modal membeli klub dari tangan Silvio Berlusconi. Total duit yang dikeluarkan oleh Li untuk menebus AC Milan adalah 740 juta euro, termasuk buat menghapus utang sebesar 220 juta euro. Pada Juli 2018, AC. Milan berpindah tangan secara resmi dari Li Yonghong pada Elliot Management.

  • Mengenal Asal Mula Istilah ASWAJA

    Mengenal Asal Mula Istilah ASWAJA

    SORBANSANTRI.COM

    1.Masa Rasulullah

    Pada masa itu umat Islam adalah umat yang satu dan tidak ada perselisihan dalam aqidah dan amalan. Hal ini karena masih adanya wahyu (Al-quran) dan nabi masih ada sebagai sumber hukum langsung dapat ditanyakan kepada beliau.

    2.Masa khulafaur rosyidin

    Ketika Rasulullah wafat, terjadi perselisihan diantara umat Islam untuk menentukan pemimpin baru. Calon dari golongan Anshor Sa’ad bin Ubadah, dari golongan muhajirin adalah abu bakar Ash Siddiq,dan dari golongan bani hasyim adalah Ali bin Abi Thalib. Melalui perdebatan yang panjang akhirnya Abu Bakar Ash Siddiq terpilih menjadi khalifah pertama. Inilah awal perselisihan diantara umat Islam.

    Pada zaman khalifah kedua, Umar bin Khattab,tidak nampak perselisihan dan perpecahan kecuali perselisihan dari orang-orang yang tidak diakui kebenarannya karena tidak berstandar dalil-dalil yang shohih.

    Pada zaman khalifah Usman bin Affan mulai bermunculan perbedaan pendapat karena sistem pemerintahan mengunakan sistem famili,walaupun masih tetap mempertimbangkan skill dan profesionalisme baik dalam bidang agama maupun pemerintahan. Setelah Usman meninggal terjadilah kekacauan di Madinah sehingga Abdullah bin Saba’ (pemimpin Mesir) menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai Khalifah keempat.

    Pada masa Ali bin Abi Thalib, umat Islam pecah menjadi beberapa golongan. Hal ini disebabkan karena faktor semakin banyaknya umat Islam dan semakin banyaknya pemahaman di dalam mengartikan dan menafsirkan Al-quran dan Hadist Nabi.

    3.Masa Tabi’in

    Pada masa ini muncul reaksi terhadap ajaran Mu’tazilah dan Jabariyah. Pemikiran baru yang dikemukakan oleh Imam Asy’ari yang disempurnakan oleh Al Maturidi inilah yang menjadi pijakan umat islam yang disebut dengan ASWAJA. Pendapat – pendapat inilah yang menjadi rumusan kalau dalam bidang :

    a.Fiqih mengikuti salah satu madzab 4 (empat)

    b.Tauhid mengikuti salah satu Imam AL- Asy’ari dan AL Maturidi.

    c.Tasawwuf mengikuti rumusan imam Al – Junaidi.

    4. Akhir Abad ke 7 H

    Pada tahun 671 lahir seorang tokoh bernama Ibnu Taimiyyah yang mengajarkan pendapat – pendapat yang menyimpang diantaranya :

    a. Ziarah ke Makam Nabi adalah Ma’siyat.

    b. Menyatakan talak / cerai sekaligus tiga kali tidak jadi talak tiga.

    Ibnu Taimiyyah akhirnya dipenjara dan meninggal dipenjara tahun 728 M, namun ajarannya secara diamdiam diajarkan oleh para pengikutnya.

    5. Pertengahan Abad 12 H

    Pada tahun 111 M lahir seorang tokoh Wahabby yaitu Muhammad bin Abdul Wahab. Dia menganut ajaran Ibnu Taimiyah bahkan ditambah dengan pendapat-pendapatnya sendiri antara lain :

    a. Menetapkan anggota tubuh bagi Allah.

    b. Allah berada pada ruang dan gerak.

    c. Tidak boleh taqid kepada madzab 4.

    d. Mengharamkan tawasul dan mengharamkan ziarah kubur.

    6. Masa Wali Songo (Abad 14 – 16) Pada Tahun 1404 M datang seorang Ulama bernama Syekh Maulana Malik Ibrohim / Syekh Maghribi yang berasal dari Turki (riwayat lain dari Gujarat) menyebarkan Islam ditanah Jawa tepatnya di Gresik. Setelah mempunyai pengikut cukup banyak beliau mendirikan pondok pesantren dan masjid.
    Konon kabarnya beliau mendapat bantuan dari raja cermain dalam membangun dan mendirikan Pon.Pes di Gresik. S. Maulana Malik Ibrohim (S. Gresik) itu tidak hanya ahli dalam bidang agama saja, beliau juga ahli dalam bidang perekonomian. Ini terbukti peningkatan ekonomi pertanian sangat maju di Gresik.
    Pada tahun 1401 M lahir seorang putra bernama R. Rahmatullah (Sunan Ampel) dinegeri Cempa.

    (Iqlilahdini sorban)

  • KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    KEALIMAN SAYYIDATUNA AISYAH

    SORBANSANTRI.COM

    sorbansatri.com – Sejak munculnya lirik lagu tentang istri Baginda Rasulullah , Sayyidah Aisyah, banyak orang kemudian mencari sosoknya. Mereka menemukan berbagai tulisan antara yang mengkritik dan yang memuji kehidupan Sayyidah.

    Beliau memang sosok yang banyak ditulis dalam berbagai kitab. Penulis temukan misalnya, Ad-Durru al-Stamin min Sirah Sayyidah ‘Aisyah Umm al-Mu’minin Radhiallah ‘Anha, dari Markaz Buhust wa Dirasat. As-Sirah al-Mu’atharah fi Manaqib Ummi al-Mu’minin Aisyah, karya Turki bin Hasan. Qoshirah al-Waidh al-Andalusi fi Manaqib umm al-Mu’minin Al-Ashdiqah al-Aisyah, karya Abi Imran Musa. Dan banyak sekali kitab yang menceritakan beliau.

    Beberapa tahun yang lalu saya membaca buku yang ditulis oleh seorang al-mustasyriq (orientalis), saya lupa judul bukunya. Ia banyak tuduhan yang kurang baik, bahkan sangat tidak pantas kepada Nabiyuna dan Ummahatul Mu’minin, terutama kepada Sayyidah Aisyah, terkait dengan umur pernikahannya, umur Nabi dan lainnya. Mengapa anggapan ini muncul, karena penulis ini, membaca dan membandingkan dengan perempuan zamannya (modern, zaman ini), tidak melihat bagaimana kondisi perempuan pada masa Sayyidah Aisyah lahir, juga perempuan sebelum kelahiran beliau, dan juga mungkin beberapa tahun setelah beliau tiada.