Tag: Penegakan hukum

  • PBNU & Muhammadiyah Apresiasi Polri Bongkar Judi Online di Komdigi

    PBNU & Muhammadiyah Apresiasi Polri Bongkar Judi Online di Komdigi

    BERITA VIDEO

    Jakarta, SorbanSantri.com — Pengungkapan kasus judi online yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendapat apresiasi dari berbagai organisasi Islam di Indonesia, termasuk Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Kedua organisasi tersebut menyatakan dukungannya atas langkah Polri dalam memberantas jaringan pelaku judi online yang meresahkan masyarakat.

    Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, yang akrab disapa Gus Fahrur, mendesak agar kasus ini diusut secara menyeluruh, mengingat keterlibatan oknum pegawai Komdigi yang diduga menyalahgunakan wewenang adalah pelanggaran serius. “Kami mengapresiasi kerja keras aparat kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku judi online, termasuk dugaan keterlibatan oknum pegawai Komdigi yang bermain-main dengan aturan pemerintah. Ini pelanggaran berat yang perlu ditindaklanjuti,” ujarnya, dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/11/2024).

    Menurut Gus Fahrur, penanganan kasus ini sangat penting untuk menjaga integritas institusi pemerintah dan kepercayaan masyarakat terhadap Komdigi. Ia menambahkan bahwa tindakan tegas dari pihak berwenang sangat diperlukan untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan oknum lainnya yang mungkin terlibat dalam kegiatan ilegal seperti judi online.

    Di sisi lain, Muhammadiyah melalui pernyataan resmi yang dirilis oleh Divisi Hukum dan HAM mereka juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Polri dalam mengusut tuntas kasus ini. Muhammadiyah menilai bahwa tindakan yang merusak moral bangsa seperti judi online tidak bisa dibiarkan, apalagi jika melibatkan aparat pemerintah yang seharusnya menjaga dan menegakkan aturan.

    “Dukungan Muhammadiyah terhadap penegakan hukum dalam kasus ini merupakan wujud dari komitmen kami dalam memerangi segala bentuk kemungkaran yang merusak tatanan masyarakat. Kami berharap proses hukum ini dapat diselesaikan dengan adil dan transparan,” bunyi pernyataan resmi Muhammadiyah.

    Dengan adanya dukungan dari organisasi Islam besar seperti PBNU dan Muhammadiyah, diharapkan pengusutan kasus ini berjalan maksimal dan dapat menjadi langkah awal untuk memberantas jaringan perjudian online di Indonesia. Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dalam melaporkan aktivitas ilegal yang merusak moral dan ekonomi bangsa.

    Sampai saat ini, pihak kepolisian terus melakukan investigasi mendalam terkait kasus ini, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan lebih banyak pihak dalam jaringan judi online tersebut. (AI Sorban)

    @beritasorban Polri berhasil membongkar jaringan judi online yang melibatkan oknum pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi. Langkah tegas ini mendapatkan apresiasi dari organisasi besar Islam, seperti PBNU dan Muhammadiyah. Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi, atau Gus Fahrur, mengapresiasi kerja keras Polri dalam mengungkap kasus ini, mengingat keterlibatan aparat pemerintah dianggap sebagai pelanggaran serius. Sementara itu, Muhammadiyah menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk menjaga moral bangsa. Dukungan dari PBNU dan Muhammadiyah ini menunjukkan keseriusan semua pihak untuk memberantas judi online yang meresahkan masyarakat. Diharapkan, penegakan hukum berjalan adil dan transparan, sehingga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah dapat terjaga. #ApresiasiPolri #UsutTuntas #AntiJudiOnline #PBNU #Muhammadiyah #TegakkanHukum #Komdigi #GusFahrur #fypシ゚ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Hikmah di Balik Tragedi Polwan Bakar Suami di Mojokerto

    Hikmah di Balik Tragedi Polwan Bakar Suami di Mojokerto

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Tragedi yang melibatkan Briptu FN dan suaminya, Briptu RDW, di Asrama Polres Mojokerto mengejutkan banyak pihak. Di balik peristiwa kelam ini, terdapat pelajaran berharga yang bisa diambil, terutama tentang pentingnya komunikasi dan pengendalian emosi dalam hubungan rumah tangga. Kedua belah pihak mungkin telah merasakan tekanan yang luar biasa, namun solusi kekerasan justru memperparah keadaan dan membawa dampak buruk yang lebih luas.

    Peristiwa ini bermula pada Sabtu (8/6) pagi, saat Briptu FN mengecek saldo ATM suaminya dan mendapati bahwa gaji ke-13 sejumlah Rp 2,8 juta tinggal tersisa Rp 800 ribu. FN kemudian menghubungi suaminya untuk mengonfirmasi dan meminta korban segera pulang. Sebelum pulang, FN membeli bensin dan memasukkannya ke botol air mineral. Sesampainya di rumah, FN menaruh botol bensin tersebut di atas lemari di teras rumahnya dan mengirimkan foto botol itu kepada suaminya. Setelah RDW pulang, ia diajak masuk ke dalam rumah, pintu dikunci, dan terjadi cekcok. FN kemudian memborgol tangan kiri suaminya, menyiramnya dengan bensin, dan menyalakan api, yang menyebabkan RDW mengalami luka bakar serius.

    Kejadian ini mengingatkan kita akan pentingnya dukungan sosial dan psikologis bagi pasangan, terutama mereka yang berada di lingkungan kerja yang penuh tekanan seperti kepolisian. Institusi terkait perlu memperkuat program-program konseling dan pendampingan agar para anggotanya dapat mengelola stres dengan lebih baik. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih peka terhadap tanda-tanda krisis dalam hubungan, baik dari segi finansial, emosional, maupun komunikasi.

    Hikmah lain yang dapat dipetik adalah perlunya penegakan hukum yang tegas dan adil tanpa pandang bulu. Penanganan cepat dan pengumpulan bukti oleh pihak kepolisian menunjukkan komitmen terhadap keadilan dan transparansi. Semoga dengan adanya kasus ini, langkah-langkah preventif bisa lebih ditingkatkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan, serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis bagi semua pihak. (AI Sorban)

    @beritasorban Tragedi mengerikan terjadi di Mojokerto ketika seorang polwan, Briptu FN, membakar suaminya sendiri, Briptu RDW, di Asrama Polres Mojokerto. Kejadian ini berawal dari perselisihan finansial yang berujung pada tindakan kekerasan ekstrem. FN membeli bensin, mengunci suaminya di dalam rumah, memborgolnya, dan menyiramnya dengan bensin sebelum menyalakan api. RDW menderita luka bakar serius dan saat ini dirawat di rumah sakit. Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya komunikasi yang sehat dan pengendalian emosi dalam rumah tangga, serta perlunya dukungan psikologis di lingkungan kerja yang penuh tekanan seperti kepolisian. Penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu harus dilakukan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Semoga kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. #TragediMojokerto #PolwanBakarSuami #KekerasanRumahTangga #HakAsasiManusia #Keadilan #PengendalianEmosi #DukunganPsikologis #PenegakanHukum #BelajarDariTragedi #KrisisKeluarga #foryou #fypberanda ♬ suara asli – Sorban Santri