Tag: penipuan

  • Nyata! Ramalan Robert T. Kiyosaki: Bitcoin, Emas, dan Perak Masa Depan Investasi

    Nyata! Ramalan Robert T. Kiyosaki: Bitcoin, Emas, dan Perak Masa Depan Investasi

    wp.sorbansantri.com – Penulis buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki ternyata sempat memberikan peringatan tentang potensi krisis perbankan, perang, dan mata uang digital bank sentral (CBDC).

    “Tolong hati-hati. Krisis perbankan semakin parah. Ancaman perang semakin besar. Bank sentral akan mendorong CBDC, Mata Uang Digital Bank Sentral, untuk memata-matai kita,” ujar Kiyosaki di platform media sosial X pada hari Minggu, (25/2/2024).
    Baca: Asing Terciduk Belanja Saham Energi & Tambang di RI, Ini Datanya

    “Saya membeli lebih banyak bitcoin dan koin perak. Tawaran perak terbesar. Saya akan menggunakan perak sebagai uang, bukan dolar AS palsu,” tambahnya.

    Dikutip dari bitcoin.com, setelah Silicon Valley Bank dan Signature Bank bangkrut pada bulan Maret tahun lalu, Kiyosaki memperingatkan akan memburuknya krisis keuangan global, dengan adanya “penipuan, pengkhianatan, dan kolusi” di bank, Wall Street, dan pemerintah.

  • Inilah Yang Terjadi Ketika Dakwah Berkostum Casual, Dukun Berkostum Agamis

    Inilah Yang Terjadi Ketika Dakwah Berkostum Casual, Dukun Berkostum Agamis

    wp.sorbansantri.com – Redaksi lebih tertarik membahas pesulap merah ini karena keunikan dan gayanya mengungkap penipuan dukun berkedok agama. Penipuan seperti ini efeknya lebih buruk karena bisa menipu sampai ke akar-akar sendi kehidupan masyarakat dan keutuhan sebuah negara. Ini bahaya karena mereka tinggal dan hidup ditengah masyarakat, disegani, bahkan dilindungi!

    Praktek perdukunan berkedok agama sudah lama terjadi, mengaku paranormal spiritual bisa menggandakan uang, melakukan pengobatan, meramal masa depan dan lain sebagainya.

    Semua pengobatan dan prakteknya itu adalah tipuan berkedok agama, berpakaian ala agamis yang membawa-bawa nama Tuhan agar pasiennya mudah tertipu daya, bahkan rela ditiduri!

    Penipuan model seperti ini sulit dituntut secara hukum karena minimnya bukti dan kesaksian. Umumnya para korban tidak berani atau malu mengadu karena tidak ada bukti, tidak ada saksi, dan malu diketahui keluarga atau masyarakat yang mengenalnya. Niatnya ingin berobat alternatif eh malah dikerjain!

  • Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Pringsewu, NU Online Seiring bergulirnya bantuan pemerintah ke pesantren untuk penanganan Covid-19, masih saja ada pihak-pihak yang tega melakukan penipuan pada pesantren atas nama bantuan tersebut. Modusnya pun terbilang baru dan cukup meyakinkan pihak pesantren. Praktik penipuan ini di antaranya terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung dan mengakibatkan beberapa pesantren menjadi korban. Sekretaris Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pringsewu, Hizbullah Huda (Gus Hiz) mengatakan bahwa awalnya penipu menghubungi pihak pesantren dan mengaku dari pemerintah daerah. Kemudian penipu meminta nomor rekening resmi pesantren yang akan digunakan untuk mentransfer dana bantuan.
    Gus Hiz mensinyalir penipu meminta nomor rekening resmi atas nama pesantren karena biasanya rekening tersebut tidak menggunakan SMS ataupun Internet Banking. Sehingga tidak ada notifikasi (pemberitahuan) jika ada dana yang masuk ke rekening dan tidak bisa dicek langsung keadaan saldonya. “Selang waktu tak lama, penipu mengirimkan foto bukti/slip transfer palsu yang tertulis bahwa dana bantuan telah ditransfer ke nomor rekening pesantren. Jumlahnya bervariasi mulai dari 8 juta sampai 14 juta rupiah lebih,” katanya kepada NU Online, Ahad (7/2).
    Setelah itu, lanjut Gus Hiz, oknum penipu ini meminta pesantren untuk mentransfer dana dalam jumlah tertentu, dengan alasan untuk membantu anak yatim piatu. Dikarenakan pengurus pesantren tidak mengecek terlebih dahulu keadaan saldo terakhirnya, maka mereka pun tertipu dengan modus ini. “Penipu meminta dana berkisar 2,5 juta rupiah dari pesantren,” ungkapnya. Gus Hiz mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari beberapa pesantren di Pringsewu yang dihubungi oknum penipu ini. Mengetahui hal ini, pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dan mengingatkan pengurus pesantren di daerahnya untuk waspada. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan melaporkan kasus ini ke aparat hukum untuk ditindaklanjuti,” katanya. (Muhammad Faizin)