Tag: penolakan

  • Tantangan Ekonomi Indonesia di Masa Kemerdekaan dan Demokrasi

    Tantangan Ekonomi Indonesia di Masa Kemerdekaan dan Demokrasi

    Cerita dari Moh. Habib Asyhad (intisari online)

    sorbansantricom – Moh. Habib Asyhad memaparkan beberapa faktor yang menyebabkan buruknya perekonomian Indonesia pada masa kemerdekaan, masa demokrasi parlementer, dan masa demokrasi terpimpin.

    1. Pembangunan Proyek Politis: Salah satu penyebab buruknya ekonomi adalah penggunaan dana APBN untuk proyek-proyek mercusuar yang lebih bersifat politis, mengabaikan pembangunan ekonomi yang substansial.
    2. Intervensi Asing: Selain itu, intervensi ekonomi dari pihak asing juga berkontribusi terhadap kemerosotan ekonomi Indonesia.
    3. Kondisi Ekonomi di Masa Demokrasi Terpimpin: Pada masa ini, kondisi ekonomi Indonesia mencapai titik terendah. Ekspor dan investasi merosot, cadangan devisa menipis, dan inflasi melonjak.
    4. Ekonomi Terpimpin: Sistem ekonomi terpimpin yang dianut pada masa itu juga menjadi kendala. Dalam sistem ini, semua aktivitas ekonomi dipusatkan di pemerintah pusat, menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.
    5. Pengeluaran Tidak Produktif: Pengeluaran pemerintah yang tidak produktif untuk proyek politik mercusuar seperti Ganefo dan Conefo juga memperburuk keadaan ekonomi.
    6. Defisit Anggaran dan Inflasi: Defisit anggaran yang meningkat drastis dan tingginya tingkat inflasi semakin memperparah kondisi ekonomi.
    7. Pengeluaran Tak Terkendali: Soekarno mengalokasikan dana yang besar untuk menunjukkan kehebatan Indonesia, namun pengeluaran tersebut tidak diarahkan pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
    8. Penolakan Bantuan Asing: Penolakan bantuan asing, seperti yang dilakukan Soekarno terhadap bantuan dari IMF, juga menghambat upaya pemulihan ekonomi.
    9. Krisis Moneter: Situasi moneter yang memburuk ditandai dengan tingginya tingkat inflasi dan penurunan pendapatan per kapita.

    Dengan mengungkap faktor-faktor ini, Moh. Habib Asyhad memberikan wawasan mendalam tentang kompleksitas dan tantangan yang dihadapi dalam upaya membangun ekonomi Indonesia pada masa-masa awal kemerdekaan. (AI Sorban)

  • Contoh penulisan KEBIJAKAN PRIVASI dalam website

    Contoh penulisan KEBIJAKAN PRIVASI dalam website

    Berikut contoh penulisan kebijakan privasi dalam website

    Kebijakan Privasi Website-Anda.com

    Selamat datang di halaman Kebijakan Privasi Website-Anda.com. Kami sangat menghargai privasi Anda dan berkomitmen untuk melindungi informasi pribadi yang Anda berikan kepada kami. Kebijakan Privasi ini menjelaskan bagaimana kami mengumpulkan, menggunakan, dan melindungi informasi yang Anda berikan saat menggunakan layanan kami. Dengan mengakses dan menggunakan situs web kami, Anda menyetujui praktik yang dijelaskan dalam kebijakan ini.

    1. Informasi yang Kami Kumpulkan:

    • Informasi Pribadi: Kami dapat mengumpulkan informasi pribadi yang Anda berikan secara sukarela, seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan informasi kontak lainnya saat Anda mendaftar untuk layanan kami, berlangganan buletin, atau menghubungi kami melalui formulir kontak.
    • Informasi Non-Pribadi: Kami juga dapat mengumpulkan informasi non-pribadi, seperti alamat IP Anda, jenis browser yang Anda gunakan, waktu akses, halaman yang Anda kunjungi, dan data analitik lainnya yang dihasilkan oleh cookie dan teknologi pelacakan serupa.

    2. Penggunaan Informasi:

    • Kami menggunakan informasi yang kami kumpulkan untuk menyediakan layanan yang Anda minta, memproses transaksi, mengirimkan buletin, dan menjawab pertanyaan atau permintaan Anda.
    • Kami juga dapat menggunakan informasi untuk tujuan analisis, memahami preferensi pengguna, meningkatkan pengalaman pengguna, dan mengoptimalkan kinerja situs web kami.

    3. Penyimpanan Data:

    • Kami akan menyimpan informasi pribadi Anda hanya selama diperlukan untuk tujuan yang dijelaskan dalam kebijakan ini atau sebagaimana diizinkan oleh hukum yang berlaku.
    • Kami akan mengambil langkah-langkah yang wajar untuk melindungi informasi pribadi Anda dari akses yang tidak sah, penggunaan, atau pengungkapan yang tidak sah.

    4. Pengungkapan Informasi kepada Pihak Ketiga:

    • Kami tidak akan menjual, menyewakan, atau menukar informasi pribadi Anda kepada pihak ketiga tanpa izin Anda, kecuali seperti yang diizinkan atau diwajibkan oleh hukum.
    • Kami dapat membagikan informasi pribadi dengan penyedia layanan pihak ketiga yang membantu kami dalam operasi situs web dan penyediaan layanan kepada Anda.

    5. Cookie dan Teknologi Pelacakan:

    • Situs web kami dapat menggunakan cookie dan teknologi pelacakan serupa untuk mengumpulkan informasi tentang aktivitas pengguna dan mempersonalisasi pengalaman pengguna.
    • Anda dapat mengatur preferensi cookie Anda melalui pengaturan browser Anda dan menolak penggunaan cookie jika Anda menginginkannya. Namun, perlu dicatat bahwa penolakan cookie dapat memengaruhi fungsionalitas situs web kami.

    6. Tautan ke Situs Web Pihak Ketiga:

    • Situs web kami dapat berisi tautan ke situs web pihak ketiga. Kebijakan privasi kami tidak berlaku untuk situs web pihak ketiga ini, dan kami tidak bertanggung jawab atas praktik privasi atau konten situs web tersebut.

    7. Perubahan pada Kebijakan Privasi:

    • Kami dapat memperbarui Kebijakan Privasi ini dari waktu ke waktu dengan memposting perubahan di situs web kami. Dengan melanjutkan penggunaan situs web kami setelah perubahan tersebut diposting, Anda menyetujui Kebijakan Privasi yang telah diperbarui.

    Kami mendorong Anda untuk membaca Kebijakan Privasi ini secara berkala untuk tetap up-to-date tentang cara kami melindungi privasi Anda. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang Kebijakan Privasi ini, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui informasi kontak yang tersedia di situs web kami. Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada kami sebagai pengelola Website-Anda.com.

  • Khalid bin Walid: Dari Sejarah ke Layar Game Mobile Legends

    Khalid bin Walid: Dari Sejarah ke Layar Game Mobile Legends

    wp.sorbansantri.com – Game Mobile Legend sering membuat karakter game mereka dengan inspirasi tokoh pahlawan atau pun mitos suatu daerah. Salah satunya Khaleed. Menurut cerita fiktif yang disematkan, Khaleed adalah pangeran dari Artha Clan, yang mencintai petualangan. Dia sangat menginginkan keagungan dari budaya Emerald Road, bermimpi bahwa suatu hari dia dapat mengunjungi Agelta Drylands yang luas dan menyaksikan kemakmurannya.

    Terlepas dari cerita fiktif yang ada, visualisasi tokoh Khaleed dalam game tersebut sangat menunjukkan representasi dari salah satu pejuang Muslim sekaligus sahabat Rasulullah SAW yang harus umat Muslim muliakan, yaitu Khalid Ibn Walid.

    Rasulullah SAW bersabda;

    اَللهُ اَللهُ فِيْ أَصْحَابِيْ لَا تَتَّخِذُوْهُمْ غَرْضًا بَعْدِيْ فَمَنْ أَحَبَّهُمْ فَبِحُبِّيْ أَحَبَّهُمْ وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ فَبِبُغْضِيْ أَبْغَضَهُمْ وَمَنْ آَذَاهُمْ فَقَدْ آَذَانِيْ وَمَنْ آَذَانِيْ فَقَدْ آَذَى اللهَ وَمَنْ آذَى اللهَ يُوْشِكُ أَنْ يُأخَذَ

    “Bertakwalah kalian kepada Allah, bertakwalah kalian kepada Allah terhadap hak-hak para sahabatku, janganlah kalian menjadikan mereka sebagai sasaran (dalam cacian dan cercaan) sepeninggalku, barangsiapa yang mencintai mereka, maka dengan kecintaanku, aku pun mencintai mereka, dan barangsiapa membenci mereka, maka dengan kebencianku, aku pun membenci mereka (yang membenci sahabat), barangsiapa menyakiti mereka, sungguh ia telah menyakitiku, barangsiapa menyakitiku, berarti ia telah menyakiti Allah, barangsiapa menyakiti Allah, hampir saja Allah menyiksanya.“

    Dalam Takmilah al-Majmu’ disebutkan, salah satu bentuk penghinaan terhadap objek tertentu adalah menjadikannya mainan. Berikut keterangannya;

    وَاِذَا كَانَ هُنَاكَ نَوْعٌ مِنَ التَّمَاثِيْلِ لَا يَظْهَرُ فِيْهِ قَصْدُ التَّعْظِيْمِ وَلَا التَّرَفِ وَلَا يَلْزَمُ مِنْهُ شَيْءٌ مِنَ الْمَحْظُوْرَاتِ السَّابِقَةِ فَالْاِسْلَامُ لَا يُضَيِّقُ بِهِ صَدْرًا وَلَا يَرَى بِهِ بَأْسًا . وَذَلِكَ كَلَعْبِ الْأَوْلَادِ الصِّغَارِ الَّتِيْ تُصْنَعُ عَلَى شَكْلِ عَرَائِسِ أَوْ قَطَّطٍ. أَوْ غَيْرِ ذَلِكَ مِنَ السِّبَاعِ وَالْحَيَوَانَاتِ لِأَنَّ هَذِهِ الصُّوَرَ تُمْتَهَنُ بَاللَّعْبِ وَعَبْثِ الْأَوْلَادِ بِهَا

    Jika ada jenis patung di mana maksud pemuliaan atau kemewahan tidak tampak, dan tidak ada larangan-larangan yang telah disebutkan sebelumnya, maka Islam tidak menyempitkan dadanya, dan Islam tidak melihat ada yang salah dengan itu. Demikian seperti mainan anak laki-laki yang dibuat dalam bentuk boneka atau kucing, atau binatang buas dan hewan lainnya, karena gambar-gambar ini dipermalukan dengan dijadikan objek bermain anak-anak.”

  • Bumi Arema Tolak HTI

    Bumi Arema Tolak HTI

    SORBANSANTRI.COM
    Poster dan Banner Penolakan adanya HTI di malang

    SORBAN Infokom | Jika suatu kelompok radikal ekstrimis berbahaya bagi NKRI terdengar beraktivitas di suatu daerah, tentu akan membangkitkan reaksi kontra/ penolakan dari massa yang tidak ingin daerahnya terpapar virus khilafah.

    Kesadaran dan sensitifitas Arek-arek Malang terhadap isu khilafah ISIS terus diuji berkali-kali. Untuk kesekian kalinya Arek arek Malang kompak menolak aktivitas kelompok ekstrimis khilafah berkedok kajian MIUMI (sayap lain dari HTI) di Bumi Arema.

    Setelah sempat ditolak oleh pihak UNIBRAW dan Arema Dau, acara kelompok MIUMI ini dipindah ke Hotel Radho Syariah di Jalan Simpang Kawi No. 3 Bareng Kota Malang.

    [irp posts=”2047″ name=”APA SIH HIZBUT TAHRIR INDONESIA ( HTI )”]

    Informasi tentang bahaya kelompok intoleran, radikalis dan ekstrimis khilafah HTI di media sosial menambah khazanah pengetahuan Arek arek Malang untuk bergerak membersihkan Malang dari provokasi berkedok pengajian. Arek Malang ingin agar Malang Raya kondusif tidak terprovokasi oleh aktivitas kelompok HTI yang sudah dibubarkan pemerintah.

    Bahtiar Nasir (BN), pentolan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI (yang sekarang berubah nama menjadi GNPF-Ulama), adalah salah satu tokoh utama Ultra radikalis yang menggerakkan massa beringas dalam demo demo berjilid-jilid di Jakarta di era Pilkada DKI lalu.

    [irp posts=”2205″ name=”Penjelasan Soal Hadits Nabi dan Bendera Khilafah HTI – ISIS”]

    BN juga dikenal kaitannya dengan kasus penggalangan dana bantuan logistik dari Indonesian Humanitarian Relief (IHR) yang terbukti bukan ditujukan kepada warga sipil di Aleppo Suriah melainkan untuk kelompok teroris, Jaish al-Islam. Baca selengkapnya di artikel “Bachtiar Nasir akan Jelaskan Dana Yayasan dan Dugaan Pencucian Uang”, https://tirto.id/dtHJ.

    Bachtiar Nasir juga pernah resmi jadi tersangka dalam kasus yang ditangani Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri. Salah satu tokoh penggerak Aksi 212 ini diduga terlibat kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS).

    Sedangkan Arek Malang dikorlapi oleh Dersi, Rohman dan Brodin menggerakkan sekitar 50-70 arek Malang termasuk Pak RW Bareng dan arek arek parkiran Bareng Raya untuk membubarkan acara ini.
    Polisi yang menjaga acara diturunkan sekitar 30 personil setelah menerima kabar akan terjadi demo penolakan.

    Dalam acara BN ini, terlihat kelompok FPI yang diduga didatangkan dari pasuruan dan Kokam Muhammadiyah nampak berjaga-jaga di depan pintu masuk hotel. Jumlah mereka sekitar 15-20 orang saja. Diduga FPI dan kokam ini bukan asli arek Malang, dan kayaknya terlihat ketakutan menerima tantangan satu lawan 4 dari Arek Malang.

    Ya, siapapun tahu jika mencoba membekingi acara kelompok HTI teroris akan berhadapan dengan militansi Arek Malang.
    Pihak warga sekitar hotel menyayangkan tidak adanya pemberitahuan acara kepada RW dan karena itulah ijin acara ini dipertanyakan arek Malang.

    Penolakan acara provokasi MIUMI berbalut tema tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) ini pertama sedianya bertempat di kampus UNIBRAW kemudian klompok MIUMI ini memindahkan acaranya di Hotel Radho Syariah depan taman rekreasi Sengkaling. Di tempat yang baru inipun kegiatan mereka itu ditolak Arek Dau, dan akhirnya di mediasi oleh Polsek Dau dan batal digelar.

    Lalu panitia acara memindahkan di Hotel Radho Kawi, tetap didemo Arek Malang hingga acara bubar pada 20.30. BN yang ketakutan berani turun keluar dari hotel pada pukul 23.19 setelah dimediasi oleh salah satu Korlap Brodin yang menjamin keamanan BN. Sedangkan peserta yang ada sekitar 150 an orang satu demi satu keluar hotel sambil diteriaki Arek Malang.

    di poster acara tertera tanggal 9 Maret 2020 yang mengundang anak-anak muda kampus menjadi santapan empuk kelompok radikal HTI. Sehari sebelumnya salah satu arek Malang yang mengetahui acara ini akan terjadi, segera memberi peringatan di medsos FB untuk membubarkan acara ilegal ini.

    Hasilnya sekian ormas kepemudaan di Malang merespon cepat dengan koordinasi bersama aparat keamanan Polresta Malang agar demo kontra acara ini tidak berakhir ricuh. (reporter EfeR)

  • MISI KERDILKAN NU SEBELUM KHILAFAH

    MISI KERDILKAN NU SEBELUM KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    Hari Santri ditolak
    (sebelum ditetapkan),
    KH. Ma’ruf Amin jadi calon wapres ditolak, Islam Nusantara ditolak,
    RUU Pesantren ditolak,
    Film The Santri ditolak,
    Kiyai-kiyai NU dihujat, dicaci maki
    serta dituduh Liberal, PKI, sesat, dan Syiah.

    Pokoknya,
    Apapun gagasan atau
    segala hal yang berbau NU
    pasti mereka tolak, dengan berbagai
    macam dalih dan alasan yang tak rasional.

    Maka dari sini kami paham,
    bahwa target mereka sebenarnya
    adalah menghancurkan NU. Caranya,
    tolak semua hal yang berhubungan dengan
    NU dan pembunuhan karakter tokoh-tokohnya.

    Mengapa NU?

    Ada dua alasan:
    (1) hanya NU satu-satunya
    tembok tebal yang jadi penghalang
    cita-cita mereka mendirikan negara khilaf ah

    (2) Iri dan dengki
    kepada NU karena kader-kader
    mereka tak mendapat kue kekuasaan dan
    tak mampu kuasai sosial politik dan wacana
    keagamaan nasional apalagi internasional.

    Saat ini Kader2 NU tersebar dimana-mana dan mengisi posisi penting di berbagai instansi dan lembaga. Kader NU juga banyak yang menjadi profesional di berbagai bidang.
    Namun meskipun demikian, mereka semua adalah santri dan tetap berjiwa santri, profesional-santri.

    Bahwa sebenarnya mereka itu inginnya pesantren tetap terbelakang dan tetap menjadi lembaga pendidikan kelas 2 di negeri ini, tidak mendapat pengakuan dari pemerintah.

    Maunya mereka, santri itu ngurusin agama aja, engga usah ngurusin negara, engga usah ngurusin politik, ekonomi, budaya (makanya film the santri ditolak).
    Intinya orang NU jangan sampe maju. Titik..!!

    Sampai sini, paham kan…?