Gaza, Sorbansantri.com – Tim penyelamat masih berupaya menggali puing-puing untuk mencari korban selamat setelah serangan pasukan Israel di lingkungan Shujayea, Kota Gaza utara. Puluhan orang dilaporkan terluka dan beberapa tewas, termasuk empat anak-anak.
Badan pertahanan sipil Gaza menyatakan bahwa tim mereka mengalami kesulitan menjangkau beberapa korban karena tembakan Israel yang terus berlangsung. Warga sekitar melaporkan bahwa mereka terkejut dengan serangan mendadak dari tank-tank Israel dan serangan drone pada siang hari.
“Kedengarannya seolah-olah perang dimulai kembali, serangkaian pemboman yang menghancurkan beberapa rumah di daerah kami dan mengguncang bangunan,” kata Mohammad Jamal, 25, seorang warga setempat.
Kota Gaza telah mengalami pemboman besar-besaran sejak minggu-minggu awal perang. Israel memerintahkan evakuasi seluruh Gaza utara, tetapi ratusan ribu orang tetap tinggal di wilayah tersebut meskipun dikepung oleh pasukan Israel. (AI Sorban)
@beritasorban Tim penyelamat masih menggali puing-puing di Shujayea, Kota Gaza utara, setelah serangan Israel yang menewaskan beberapa orang, termasuk empat anak-anak. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan timnya kesulitan menjangkau korban karena tembakan Israel yang terus berlangsung. Warga melaporkan tank dan drone menyerang pada siang hari, menghancurkan rumah-rumah dan mengguncang bangunan. "Kedengarannya seperti perang dimulai kembali," kata seorang warga. Meski Israel memerintahkan evakuasi Gaza utara, ratusan ribu orang tetap tinggal, dikepung oleh pasukan Israel. #GazaUnderAttack #Shujayea #RescueOperations #HumanitarianCrisis #IsraelPalestineConflict #CivilianCasualties #fyp#fouryou#foryoupage♬ suara asli – Sorban Santri
wp.sorbansantri.com – Dua kakak beradik dari Jember, Erna (17) dan Syahrul (15), mengalami nasib tragis setelah terjerat dalam lingkaran kecanduan game online yang menghantui. Kedua remaja tersebut, yang dulunya penuh semangat dan keceriaan, kini terjerat dalam kondisi yang memprihatinkan, terkena gangguan jiwa yang mengubah hidup mereka secara drastis.
Kecanduan game online telah menyebabkan Erna dan Syahrul terperangkap dalam pola perilaku yang merugikan, di mana mereka menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti di depan layar hape, mengabaikan segala hal yang seharusnya lebih penting dalam kehidupan mereka. Bahkan, kecanduan ini telah mengakibatkan mereka kehilangan identitas diri, tidak lagi mengenali keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Kondisi kesehatan mental keduanya semakin memburuk, dengan gejala depresi berat yang menghantui setiap langkah mereka. Sang ibu, Komariah, merasakan kepedihan yang mendalam melihat anak-anaknya mengalami penderitaan ini. “Sudah gak kenal saya. Dia bilang siapa kamu? Saya Ibu mu, dia bilang gak punya Ibu. Ke bapaknya juga gitu, dia udah tidak kenal,” ujarnya dengan kesedihan yang mendalam.
wp.sorbansantri.com – Meningkatkan indeksasi website Anda di mesin pencari seperti Google, Bing, dan lainnya bukanlah hal yang rumit jika Anda mengikuti beberapa langkah optimasi SEO yang sederhana namun efektif. Berikut adalah 10 langkah yang dapat Anda terapkan untuk memudahkan website Anda diindeks oleh mesin pencari:
Penyusunan Konten Berkualitas: Pastikan konten di website Anda relevan, informatif, dan berkualitas. Gunakan kata kunci yang relevan dengan topik dan tujuan website Anda.
Optimasi Meta Tags: Pastikan setiap halaman memiliki meta title dan meta description yang relevan dan menarik. Meta tags ini memberi tahu mesin pencari tentang konten halaman Anda.
URL yang Mudah Dibaca: Gunakan URL yang mudah dibaca dan menggambarkan isi halaman tersebut. Hindari URL yang terlalu panjang atau penuh dengan karakter yang tidak perlu.
Penggunaan Heading Tag: Gunakan heading tag (H1, H2, H3, dll.) secara hierarkis untuk memformat konten Anda. Heading tag membantu mesin pencari memahami struktur konten Anda.
Optimasi Gambar: Beri nama file gambar dengan kata kunci yang relevan, tambahkan alt text yang deskriptif, dan pastikan ukuran gambar tidak terlalu besar untuk mempercepat waktu loading halaman.
Sitemap XML: Buat dan submit sitemap XML ke Google Search Console. Sitemap membantu mesin pencari memahami struktur website Anda dan mengindeks halaman-halaman yang penting.
Optimasi Kecepatan Halaman: Pastikan halaman website Anda memuat dengan cepat. Anda dapat menggunakan tools seperti Google PageSpeed Insights untuk mengidentifikasi dan memperbaiki isu kecepatan.
Mobile-Friendly: Pastikan website Anda responsif dan mudah diakses melalui perangkat mobile. Google memberi peringkat lebih tinggi untuk website yang mobile-friendly.
Link Internal: Gunakan link internal untuk menghubungkan halaman-halaman terkait di website Anda. Ini membantu mesin pencari memahami struktur website Anda dan mengindeks halaman-halaman yang terkait.
Backlink: Dapatkan backlink dari website terpercaya dan relevan. Backlink merupakan salah satu faktor penting dalam peringkat mesin pencari.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan secara konsisten memonitor performa website Anda melalui alat analisis seperti Google Analytics dan Google Search Console, Anda dapat meningkatkan kemungkinan website Anda diindeks dengan baik oleh mesin pencari. Hal ini akan membantu meningkatkan visibilitas dan trafik website Anda secara signifikan.(AI Sorban)
wp.sorbansantri.com – Di tengah gema pertempuran yang tak kunjung reda, Rusia kembali mengaktifkan taktik lama yang terbukti efektif: penggunaan tabir asap. Bukan hanya sekadar manuver defensif, langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengelabui teknologi pengintai modern.
Dalam beberapa insiden terbaru, Rusia telah menggunakan tabir asap untuk melindungi infrastruktur vital seperti Jembatan Kerch dari serangan rudal Ukraina. Asap tebal yang dihasilkan tidak hanya mengaburkan pandangan, tetapi juga mengacaukan sistem navigasi drone First Person View (FPV) dan drone pengintai artileri, yang menjadi mata dan telinga di medan perang.
Kendaraan khusus yang dikenal sebagai TDA-3 menjadi pionir dalam operasi ini. Dengan platform truk KamAZ-5350 6×6, kendaraan ini dilengkapi dengan tiga modul utama yang memungkinkan pembuatan asap dalam skala besar. Dari unit daya tambahan hingga tangki berkapasitas ribuan liter, TDA-3 dirancang untuk menciptakan dinding asap yang dapat bertahan hingga enam jam lamanya.
Meskipun belum banyak digunakan di Ukraina, keberadaan TDA-3 telah menimbulkan kekhawatiran akan penggunaannya yang lebih luas di masa depan. Sebagai respons, Ukraina juga telah mengadopsi taktik serupa, meskipun dengan kemampuan yang lebih terbatas.
Saat Rusia bergerak ke barat dan Ukraina mempertahankan posisi defensif, penggunaan asap tebal ini tidak hanya menjadi alat untuk maju, tetapi juga simbol dari perang yang semakin bergantung pada teknologi. Dan di tengah kecanggihan senjata modern, terkadang solusi sederhana seperti asap dapat menjadi kunci untuk bertahan hidup di medan perang yang penuh dengan ‘hantu’ drone. (AI Sorban)
wp.sorbansantri.com – Penulis buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki ternyata sempat memberikan peringatan tentang potensi krisis perbankan, perang, dan mata uang digital bank sentral (CBDC).
“Tolong hati-hati. Krisis perbankan semakin parah. Ancaman perang semakin besar. Bank sentral akan mendorong CBDC, Mata Uang Digital Bank Sentral, untuk memata-matai kita,” ujar Kiyosaki di platform media sosial X pada hari Minggu, (25/2/2024).
Baca: Asing Terciduk Belanja Saham Energi & Tambang di RI, Ini Datanya
“Saya membeli lebih banyak bitcoin dan koin perak. Tawaran perak terbesar. Saya akan menggunakan perak sebagai uang, bukan dolar AS palsu,” tambahnya.
Dikutip dari bitcoin.com, setelah Silicon Valley Bank dan Signature Bank bangkrut pada bulan Maret tahun lalu, Kiyosaki memperingatkan akan memburuknya krisis keuangan global, dengan adanya “penipuan, pengkhianatan, dan kolusi” di bank, Wall Street, dan pemerintah.
wp.sorbansantri.com –Negara maju dalam dunia modern saat ini terkesan tidak religius, namun sebaliknya negara yang religius masih banyak yang statusnya masih negara berkembang atau tidak maju.
Tentu menimbulkan banyak pertanyaan kenapa Amerika, Jepang, Korea, Swiss, Norwegia dan negara-negara maju yang lainnya itu seperti tidak peduli dengan religi?
Negara maju yang dimaksud bukan hanya maju ipteknya dan finansial, tapi juga maju secara moral. Tapi, negara yang religius malah mendapati kemunduran moral, contoh India sebagai negara religius tapi kasus pemerkosaannya cukup tinggi, KDRT, bunuh diri, intimidasi, bullying dan sebagainya sering terjadi.
Atau contoh lain adalah Amerika Latin, dimana negaranya cukup religius tapi kasus pembunuhannya paling tinggi. Bahkan negara timur tengah, negara yang cukup religius sering kali membuka sarana untuk perang. Kita tahu perang itu seperti apa, siapa yang mati dan menjadi korban? Wanita dan anak-anak sering menjadi korban perang.
wp.sorbansantri.com– Mengapa tahun 571 dinyatakan sebagai tahun gajah? Mungkin pertanyaan jarang diketahui generasi XYZ, dan saya tertarik untuk membahas ini karena ada pertanyaan dari quiz. Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang yang tertarik dengan sejarah perjalanan agama, ilmu sejarah maupun kisah-kisah peradaban jaman kuno.
Alasan mengapa tahun 571 Masehi disebut sebagai tahun gajah? karena dulunya tentara “Abraha al-Abyssinian” ingin menyerang Ka’bah pada tahun 571 Masehi, dimana seluruh pasukan Abraha al-Abyssinian semuanya menggunakan gajah sebagai armada perangnya.
Meskipun memiliki banyak pasukan akan tetapi, segala upaya jahat yang dilakukan Abraha al-Abyssinian semuanya menjadi sia-sia karena ia tidak mampu menghancurkan Ka’bah dan menjajah suku Quraisy.
Dalam beberapa catatan mengatakan, tujuan Abraha al-Abyssinian ingin menghancurkan Ka’bah adalah untuk menaklukkan orang-orang suku Quraisy dan Orang-orang Arab di Mekah, dan kemudian ingin menjajah mereka dan tunduk kepadanya.
Abd al-Muttalib yang merupakan penguasa suku Quraisy (suku keturunan Ibrahim) saat itu dia memiliki beberapa unta dan kemudian Abraha al-Abyssinian ingin mengambilnya secara paksa. Kemudian Tuhan diceritakan, mengirimkan segerombolan burung Ababil yang membawa pecahan batu kecil dan menurut Surah Al-Fil batu Sijjil (kerikil neraka) dan menjatuhkannya ke arah pasukan Abraha al-Abyssinian dan kemudian mereka pun gagal menyerang dan merampas unta milik Abd al-Muttalib.
Kemudian tahun 571 disebut sebagai tahun gajah, tahun gajah juga tertulis di ayat suci Al-Qur’an dalam Surah Al-Fil menceritakan tentang kisah penyerbuan dan kegagalan Abraha al-Abyssinian menyerang Ka’bah karena Allah SWT selalu melindungi Ka’bah dari orang-orang yang jahat. (abi sorban)
Mojokerto.Sorbansantri.com – Seseorang yang dianggab berjasa atau orang yang di pandang sebagai sesepuh di suatu daerah pastinya jasanya akan selalu di kenang oleh masyarakat bahkan mendapatkan tempat yang mulia walau beliau sudah wafat.
Pada hari selasa (22-03-22) malam warga kesemen mengadakan haul mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ke XVII yang bertempat area pesarean di dusun Kesemen desa Kesemen kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.
Peringatan haul ini diadakan warga rutin setiap setahun sekali yang di pelopori oleh KH.Ahmadun Bashori selaku tokoh agama di desa tersebut beserta tokoh pemuda Solehuddin dan juga dari pihak pemerintahan desa kususnya Anton Kurniawan selaku kepala desa setempat dan di dukung oleh tokoh agama yang lainnya.
Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya para tokoh agama, pejabat pemerintahan dan perangkat desa Kesemen, pengurus ranting dan anak ranting NU desa Kesemen, beserta banom banom nya dan elemen masyarakat sekitar.
Menurut ustad Khoiron selaku ketua panitia mengatakan “acara ini bertujuan untuk kirim doa kepada leluhur dan pelaksanaanya pun selalu di bulan ruwah atau bulan sya’ban tanggal 20 kalender jawa, atau di 10 hari sebelum datangnya bulan suci romadhon tiba”,sebelum pra acara pengajian umum dari panitia melaksanakan kegiatan pembacaan khotmil qur’an semalam suntuk di mulai ba’da sholat isya’ sampai setelah subuh dan hingga hatam, di teruskan malam ini acara puncaknya yakni peringatan pengajian umum yang menghadirkan muballigh dari Mojokerto kyai Mohammad Assa’dullah, yang sebelumnya di awali dengan pembacaan istighosah yang dimpin oleh KH.Ahmadun Bashori, tuturnya
Menurut pak Wagi dan pak Wiyanto selaku juru kunci pesarean mengatakan bahwasanya pesarean mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ini sangat keramat sekali dan tak ayal banyak peziarah yang datang baik warga lokal maupun warga yang dari luar daerah dengan tujuan ngalab barokahnya dengan mengirimkan doa doa ada juga yang sembari membaca al qur’an ketika berada di dalam area pesarean tersebut.
Di sekitaran pesarean ada bangunan musholla yang selalu istiqomah di buat sholad berjama’ah yang di pandegani oleh abah Sholeh Muhammad beserta kawula muda di desa kesemen.
Harapannya semoga dengan acara haul mbah Junggo masyarakat desa kesemen dan sekitarnya semakin guyub, rukun dan mudah mudahan selalu di beri kesehatan, umur panjang serta keberkahan rizki untuk bekal hidup sehari harinya.
Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.
Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.
Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.
Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.
Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.
Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya
Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.
Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.
Patung pejuang kemerdekaan berdiri di sekitar pertigaan Ngoro Indutrial Park (NIP). Penanda peristiwa masa revolusi itu merupakan salah satu monumen terbaik di Kabupaten Mojokerto karena bentuknya berbeda dengan bentuk monumen yang sering kita lihat hanya berupa tugu berbentuk peluru. Namun sayang tidak banyak yang tahu mengapa monumen itu didirikan disana ?
Ketika belanda melakukan gerakan militer pada bulan september 1948, para pejuang republik terpaksa mengalami perubahan posisi. Serdadu Belanda menyerang hampir semua kedudukan militer RI, bahkan ibukota Jogjakarta jatuh dan para petinggi pemerintahan ditawan. Belanda mengambil momentum saat kedudukan militer Indonesia kacau akibat peristiwa Musi di Madiun yang dikenal sebagai Madiun Affair. Dalam analisa militer Belanda, pada saat itu kekuatan militer Indonesia lemah akibat pertikaian internal republik. Namun perkiraan itu meleset sebab para pejuang menolak menyerah dan menyerang balik menggunakan taktik gerilya. Maka berkobarlah perang Kemerdekaan jilid 2.
Suatu hari di bulan Pebruari 1949, satu kompi pasukan dibawah pimpinan Kapten Budiman Sumantri membuat barikade. Kompi Budiman merupakan bagian dari kesatuan tempur Batalyon Bambang Yuwono (BY) yang saat itu ditempatkan di wilayah Ngoro-Mojosari. Kompi itu menggunakan bekas bangunan Pabrik Gula Sedati sebagai markasnya. Misi sebenarnya dari batlayon BY adalah masuk ke wilayah Sidoarjo dengan sasaran akhir bersama kesatuan perjuangan lainnya merebut Surabaya. Namun misi itu terhalang oleh kuatnya penjagaan lawan di jembatan Ngerame, Tanjangrono maupun jembatan porong. Sedangkan masuk ke Sidoarjo dengan cara menyeberangi Kali Porong juga riskan karena airnya besar pada saat musim hujan saat itu.
Kompi Budiman membuat barikade di jalan raya yang menghubungkan Sedati dengan Japanan yang saat itu dikuasai musuh. Barikade itu dibuat dengan cara menebang pohon-pohon dan meletakkannya melintang di jalanan, bebatuan atau benda apa saja yang dapat menghambat pergerakan lawan. Barikade harus dibuat sebab beberapa hari sebelumnya terjadi pertempuran sporadis di desa Jedong. Setelah kejadian itu kemungkinan serdadu Belanda akan melakukan pembersihan dan berusaha menguasai Sedari.
Tidak lama setelah barikade terpasang, sekira pukul 10.00 mulai terlihat gerakan pasukan musuh. Sebuah brencarrier berjalan pelan disertai formasi pasukan agak jauh dibelakangnya. Kendaraan tempur itu merupakan pembuka jalan untuk serangan lebih besar. Barikade yang dipasang para pejuang cukup efektif menghambat laju lawan. Kedatangan panser ringan itu segera disambut dengan tembakan pejuang. Sebuah upaya yang kurang efektif sebab jarak kendaraan itu masih diluar jarak tembak efektif. Namun hujan peluru itu cukup mengagetkan lawan. Terjadi kontak senjata sekitar setengah jam.
Rupanya serdadu Belanda tidak tahan tekanan hujan peluru dari para pejuang. Walaupun brencarrier sanggup menahan peluru, tetapi mereka memilih lari meninggalkan kendaraannya untuk bergabung dengan induk pasukannya. Rupanya sebelum lari, serdadu itu sudah merusak mesin peralatan tempur tersebut. Saat didekati oleh para pejuang kondisi kendaraan itu mesinnya mati. Dari pertempuran singkat itu berhasil disita sebuah radio komunikasi (LCR), sepucuk pistol suar/isyarat dan tentu kendaraan itu sendiri. Namun karena mesin mati kendaraan itu ditinggal setelah dirusak. Mutralieur yang terpasang juga tidak bisa dibawa sebab sulit melepasnya.
Beberapa hari berselang sejak peristiwa itu, tepatnya tanggal 11 Pebruari, gerakan pasukan lawan kembali terlihat. Sebelum masuk ke wilayah Sedati, mereka sudah melepaskan tembakan meriam terlebih dahulu. Kedudukan pejuang menjadi porak poranda karena masing masing berusaha menyelamatkan diri tanpa menghiraukan formasi pasukannya. Setelah peluru meriam dan mortier berhenti, tank.dan panser bergerak masuk ke Sedati. Perlawanan sporadis dilakukan menyambut datangnya lawan. Namun perlawanan itu tak banyak berarti karena formasi pejuang sudah porak poranda. Pada hari itu Sedati jatuh ke tangan Belanda. Tidak lama kemudian Mojosari juga berhasil dikuasai tentara belanda.
Rupanya Sedati dan Mojosari memang menjadi target serangan lawan. Dari kedua daerah itu kemudian dilakukan serangan besar-besaran terhadap kedudukan pejuang di daerah Kutorejo. Pasukan Belanda menyerang dari berbagai arah. Kedudukan pasukan republik yang tergabung dalam Pasukan Komando Hayam Wuruk terjepit. Pertempuran terjadi sejak pagi hingga malam pada tanggal 12 Pebruari 1949.
Jika saja waktu itu Sedati bisa dipertahankan tentu para pejuang masih punya jalan untuk lolos dari kepungan. Pertempuran besar itu merupakan pertempuran terbuka, kedua kekuatan berhadapan mengadu senjata dan keberanian, mirip dengan pertempuran nopember 1945 di Surabaya. Tidak tercatat pasti berapa jumlah korban, namun setidaknya lebih dari 1000 nyawa melayang.
Monumen Sedati dibangun untuk mengenang perjuangan pasukan pejuang dari kesatuan Batalyon Bambang Yuwono. Selain di Sedati, sebuah tugu peluru di Gumeng Gondang juga didirikan sebagai penanda bagi Batalyon tersebut. Sayangnya monumen sebagai penanda perjuangan masa revolusi kemerdekaan itu keberadaannya tidak banyak diketahui. Patung pejuang tersebut terhalang pandang oleh bangunan yang tumbuh disekitarnya.