Tag: persatuan

  • Peran Media Islam dalam Menjaga Persatuan dan Kebhinekaan

    Peran Media Islam dalam Menjaga Persatuan dan Kebhinekaan

    Jakarta, SorbanSantri.com – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, peran media Islam dalam menjaga persatuan dan kebhinekaan menjadi semakin penting. Media Islam diharapkan dapat menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

    Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tantangan tersendiri dalam merawat harmoni sosial. Media Islam seperti SorbanSantri.com berupaya menghadirkan informasi yang tidak hanya mendidik tetapi juga menyejukkan. Dengan menyajikan konten yang berbasis pada ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, media Islam dapat menjadi sarana untuk memperkuat moderasi beragama.

    Menurut Dr. Ahmad Munawir, pakar komunikasi Islam, media Islam memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan narasi positif. “Media Islam harus menjadi corong perdamaian, bukan malah memperkeruh suasana. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, kita dapat meredam potensi konflik dan mempererat persaudaraan antarumat,” ujarnya.

    Selain itu, media Islam juga memiliki peran dalam melawan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang sering kali mengatasnamakan agama. Dengan menghadirkan fakta yang akurat dan analisis yang mendalam, media Islam dapat menjadi benteng informasi yang kredibel.

    “Dalam menjaga persatuan, media Islam harus mampu menjadi pelopor dalam menyebarkan pesan-pesan kebhinekaan. Kita harus menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai perbedaan dan mendukung kehidupan yang harmonis,” tambah Dr. Munawir.

    Peran media Islam yang mengedepankan nilai-nilai moderasi dan toleransi diharapkan dapat terus diperkuat. Dengan begitu, media Islam tidak hanya menjadi penyebar informasi tetapi juga penjaga persatuan dan kebhinekaan di Indonesia.

    (Tim Redaksi SorbanSantri.com)

    @beritasorban Media Islam punya peran penting dalam menjaga persatuan dan kebhinekaan di Indonesia. Di tengah keberagaman dan dinamika sosial politik, media Islam seperti SorbanSantri.com hadir menyebarkan informasi yang menyejukkan dan mendidik. Dengan mengusung nilai Islam rahmatan lil alamin, media Islam menjadi jembatan yang memperkuat toleransi dan moderasi beragama. Menurut Dr. Ahmad Munawir, media Islam harus menjadi corong perdamaian dan melawan hoaks serta ujaran kebencian. Yuk, dukung media Islam yang menyebarkan pesan positif demi Indonesia yang damai dan harmonis! #MediaIslam #PersatuanIndonesia #Toleransi #Kebhinekaan #IslamRahmatanLilAlamin #ModerasiBeragama #SorbanSantri #fypdong ♬ suara asli – Sorban Santri
  • PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    Surabaya, Sorbansantri.com – Keharmonisan internal Nahdlatul Ulama (NU) kembali diuji. Kali ini, Jami’yah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) menolak undangan silaturahmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil setelah JATMAN mencurigai adanya upaya pengambilalihan kepengurusan.


    Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Rois Aam JATMAN, Dr Habib Muhammad Luthfiy Ali Bin Yahya, JATMAN secara tegas melarang seluruh anggotanya untuk menghadiri acara silaturahmi yang dijadwalkan pada tanggal 19 September 2024 di Hotel Bumi Kota Surabaya. JATMAN menilai bahwa acara tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah upaya untuk mengkudeta kepengurusan yang sah.


    “Kami telah memantau bahwa materi silaturahmi yang akan diselenggarakan PBNU tersebut substansinya adalah menindaklanjuti hasil perbincangan kehadiran sekelompok orang yang mengatasnamakan mursyid JATMAN ke PBNU dan diterima oleh Ketua Umum PBNU,” tulis Rois Aam JATMAN dalam suratnya.


    JATMAN juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi seluruh anggota yang nekat menghadiri acara tersebut. Sanksi tersebut akan berupa sanksi keanggotaan dan kemungkinan sanksi lainnya yang akan ditentukan kemudian.


    Menanggapi penolakan JATMAN, pihak PBNU belum memberikan pernyataan resmi. Namun, surat undangan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Drs H Lukman Khakim, menunjukkan bahwa PBNU sangat mengharapkan terjalinnya silaturahmi yang baik dengan JATMAN.


    Konflik antara PBNU dan JATMAN ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan Nahdliyin. Banyak yang berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dan mufakat demi menjaga keutuhan NU.

  • Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Keluarkan Surat Edaran Sikap Politik Tahun 2024

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Keluarkan Surat Edaran Sikap Politik Tahun 2024

    Berita Video

    Pacet, wp.sorbansantri.com 28 Juni 2024 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pacet mengeluarkan surat edaran penting terkait sikap politik menjelang tahun politik 2024. Surat bernomor 154/MWC/A.II/L.11.14/VI/2024 ini menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan, ketenangan, dan keharmonisan di tengah situasi politik yang memanas.

    Dalam edaran tersebut, MWC NU Kecamatan Pacet menekankan bahwa persatuan dan persaudaraan antarumat harus dijaga dengan baik. Mereka menghimbau agar setiap individu dan kelompok tetap menjaga ketenangan dan keharmonisan demi menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

    Selain itu, ada instruksi khusus kepada pengurus dan pimpinan organisasi NU untuk mensosialisasikan pesan-pesan ini kepada umat. Mereka diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan keyakinan yang benar kepada masyarakat, sehingga situasi politik tidak mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan sosial di lingkungan sekitar.

    Surat edaran ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan harapan agar seluruh elemen organisasi NU dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah diamanatkan.

    Dengan dikeluarkannya surat edaran ini, MWC NU Kecamatan Pacet menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah tahun politik yang penuh tantangan. (AI Sorban)

    @beritasorban Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet mengeluarkan surat edaran nomor 154/MWC/A.II/L.11.14/VI/2024 yang berisi sikap politik mereka untuk tahun 2024. Surat ini menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan, ketenangan, dan keharmonisan di tengah situasi politik yang memanas. Dalam surat tersebut, MWC NU Kecamatan Pacet menginstruksikan kepada pengurus dan pimpinan organisasi NU untuk mensosialisasikan dan memberikan rasa nyaman serta keyakinan yang benar kepada umat. Mereka berharap seluruh elemen organisasi NU bekerja sama dalam menjaga situasi tetap kondusif dan damai. Edaran ini ditutup dengan ucapan terima kasih dan harapan agar semua pihak dapat berpartisipasi dalam mencapai tujuan yang diamanatkan. Dengan langkah ini, MWC NU Kecamatan Pacet berkomitmen menjaga kedamaian dan persatuan di tengah tahun politik yang penuh tantangan. #SikapPolitikNU2024 #PersatuanDanPersaudaraan #KetenanganDiTahunPolitik #NUKecamatanPacet #HarmoniDalamPolitik #FYP #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah mengumumkan bahwa partainya akan memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan setelah pertemuan tertutup antara Paloh dan Prabowo Subianto, presiden terpilih, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024).

    “Dengan ini, Nasdem mengkonfirmasi dukungannya untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran,” ujar Paloh dalam konferensi pers bersama Prabowo.

    Ia juga menambahkan, “Kita ingin mengakhiri perdebatan seputar pemilihan umum. Sekarang, fokus kita adalah bagaimana kita bersama-sama membangun negara ini ke depannya.”

    Paloh dan Prabowo, bersama dengan anggota elite dari Partai Nasdem dan Gerindra, bertemu selama sekitar satu jam pada Kamis sore. Paloh menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka, hangat, dan tanpa batas, mengingat hubungan persahabatan yang sudah terjalin antara dirinya dan Prabowo selama bertahun-tahun.

    Meskipun selama pemilihan berlangsung persaingan ketat, Paloh menekankan bahwa semua peserta pemilu tetaplah bagian dari satu keluarga besar Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu untuk bersatu kembali, baik bagi para elite maupun kontestan Pilpres 2024.

    Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menjawab tuntutan masyarakat. Baginya, bersatu bisa dilakukan baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam peran oposisi.

    “Kita harus bersatu, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, demi kebaikan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

    Ia juga menegaskan bahwa untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi Indonesia, seluruh elite harus bekerja sama dan meninggalkan perbedaan serta halangan yang menghalangi kerjasama.

    “Persatuan elite adalah kunci bagi kemakmuran negara ini. Mari kita bersama-sama tinggalkan perbedaan dan rasa yang menghalangi kerjasama kita,” pungkas Prabowo. (AI Sorban)

  • Menjadi Muslim Moderat di Era Milenial

    Menjadi Muslim Moderat di Era Milenial

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama moderat. Agama yang menolak paham ekstrimisme dan liberalisme. Moderat dalam istilah Arab disebut Wasathiy atau Wasathiyah. Wustha berarti tengah dan wasith berarti netral atau tidak memihak salah satunya. Konsep Wasathiyah berarti konsep moderasi beragama.

    Landasan moderasi beragama, tercatat dalam Al-Qur’an sebagaimana ayat:

    وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَٰكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا۟ شُهَدَآءَ عَلَى ٱلنَّاسِ وَيَكُونَ ٱلرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًاۗ وَمَا جَعَلْنَا ٱلْقِبْلَةَ ٱلَّتِى كُنتَ عَلَيْهَآ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يَتَّبِعُ ٱلرَّسُولَ مِمَّن يَنقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِۚ وَإِن كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُۗ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَٰنَكُمْۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

    Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia. (Q.S Al-Baqarah: 143)

  • Pancasila Selaras dengan Syari’at

    Pancasila Selaras dengan Syari’at

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ada yang membenturkan Pancasila dengan Islam maka jelas ia tidak paham Pancasila dan Islam. Jika ada yang mempermasalahkan agama dan nasionalisme bahkan menganggap nasionalisme tidak ada dalilnya maka jelas ia tidak memahami inti sari ajaran agamanya walau berkedok ahli agama. Yang teriak NKRI kafir, thaghut, mengatakan Pancasila simbol berhala maka perlu ngaji lagi.

    Pancasila itu sangat selaras dengan syari’at bahkan Pancasila itu perwujudan dari syari’at. Pancasila itu ajaran langit yang sudah membumi. Perwujudan dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin ‘ala Nusantara. Dengan Pancasila, syari’at Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas hanya pesan yang menggantung dilangit.

    Coba, mana butirnya yang bertentangan dengan Islam? Sila keberapa yang bermasalah dan menabrak syari’at Islam? Dari sisi mananya sehingga mengatakan Pancasila itu simbol kekufuran? Pancasila itu bukan agama tapi menyatukan antar pemeluk agama. Jika setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan berarti menandingi ajaran agama. Tidak tepat jika membandingkan norma Pancasila dengan norma agama. Tidak tepat jika memberikan pilihan untuk memilih Pancasila ataukah Islam. Ini pilihan yang jungkir balik sebab Pancasila itu berisi poin-poin ajaran Islam.

  • Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    InfokomBanserNU- Orang Islam zaman dulu itu santai. Mereka gampang berbaur dengan budaya lokal. Tegasnya, mereka membaurkan diri. Mereka tidak khawatir soal akidah yang bakal tercemar.

    Lebaran kita makan ketupat. Sebelum Islam datang ketupat itu sudah ada di tanah Jawa. Ketupat disajikan dalam hidangan sehari-hari, juga dipakai untuk sesajen, persembahan kepada Tuhan yang diyakini pada masa itu. Islam diajarkan, tanpa kebencian pada simbol-simbol lama. Ketupat yang merupakan bagian dari ritual agama lama, menjadi bagian kemeriahan perayaan Idul Fitri.

    Ada banyak lagi pembauran-pembauran yang dibuat, yang memberi karakter kepada Islam, menjadi ciri khas yang memberikan tampilan berbeda antara Islam Nusantara, dengan Islam di bagian bumi yang lain. Berbeda, tapi tidak kehilangan substansi ajaran Islam.

    Islam yang demikianlah yang sudah membangun Nusantara selama berabad-abad. Islam yang membangun, memberi warna, memperkaya. Bukan Islam yang mencari-cari konflik dengan lingkungan tempat dia hidup.

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia.

    #MembangunPeradaban
    #Islam

    (Baban Subandi )