Tag: Pilkada Mojokerto

  • MENGHADAPI PILKADA Mojokerto 2024, HIMASAL (Himpunan Alumni – Santri Lirboyo) bersikap netral

    MENGHADAPI PILKADA Mojokerto 2024, HIMASAL (Himpunan Alumni – Santri Lirboyo) bersikap netral

    BERITA VIDEO

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Gus Fatih, yang dikenal sebagai Koordinator Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Mojokerto, menepis sebuah berita yang beredar di portal JURNAL DETIK. COM pada 13 November 2024. Dalam berita berjudul “Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Mojokerto Dukung Mutlak Palson 2 Mubarok” disebutkan bahwa Gus Fatih dan alumni Lirboyo secara penuh mendukung pasangan calon (paslon) nomor 2, Mubarok.

    Gus Fatih menyatakan bahwa informasi tersebut tidak akurat. Ia menjelaskan bahwa kehadirannya di kediaman Kyai Asep bersama santri dan guru pondok pesantren adalah dalam rangka silaturahmi, bukan untuk menyatakan dukungan resmi dari Himasal (Himpunan Alumni dan Santri Lirboyo) Mojokerto.

    “Saya memang Ketua Himasal Cabang Mojokerto, tapi kedatangan saya kemarin bukan atas nama Ketua Himasal. Saya hadir bersama para santri dan guru pondok, tanpa membawa nama organisasi,” jelas Gus Fatih.

    Gus Fatih mengakui bahwa secara pribadi ia mendukung Paslon 02 dalam Pilkada ini. Namun, ia menekankan bahwa dukungannya bersifat personal dan tidak melibatkan Himasal maupun alumni Lirboyo secara kelembagaan. “Alumni lain bebas mendukung calon mana pun. Tidak ada keharusan untuk mendukung satu calon tertentu di Pilkada kali ini,” tambahnya.

    Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang telah beredar dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat. “Saya merasa perlu menjelaskan sebagai bentuk tabayun agar berita tersebut tidak menjadi bias dan menimbulkan salah paham,” pungkasnya.

    Dengan pernyataan ini, Gus Fatih menegaskan bahwa Himasal Mojokerto tidak terlibat dalam dukung-mendukung paslon secara organisasi, melainkan memberikan kebebasan kepada seluruh alumni dalam menentukan pilihan masing-masing di Pilkada. (AI Sorban)

    @beritasorban Gus Fatih, Koordinator Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Mojokerto, meluruskan informasi yang beredar di portal JURNAL DETIK.COM. Dalam berita itu disebutkan bahwa alumni Lirboyo Mojokerto mendukung penuh paslon 02 di Pilkada Mojokerto. Gus Fatih menegaskan, kehadirannya bersama para santri dan guru ke kediaman Kyai Asep hanya untuk silaturahmi, bukan deklarasi dukungan resmi dari Himasal. #KlarifikasiGusFatih #PilkadaMojokerto #DukungBebas #AlumniLirboyo #HimasalMojokerto #TabayunBerita #fyp #foryou ♬ suara asli – Sorban Santri
  • KONFLIK PBNU-PKB SUDAH DIPREDIKSI OLEH GUS DUR

    KONFLIK PBNU-PKB SUDAH DIPREDIKSI OLEH GUS DUR

    BERITA VIDEO

    Sorbansantri.com – Konflik yang terjadi antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru-baru ini menjadi perhatian publik, namun sebenarnya, ketegangan ini sudah pernah diprediksi oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh besar NU yang juga pendiri PKB. Gus Dur pernah mengingatkan bahwa NU sebagai organisasi keagamaan harus menjaga jarak dari politik praktis. Menurutnya, “NU tidak melibatkan diri dalam urusan politik praktis. Biarlah soal politik menjadi milik dan tugas kelompok lain.” Pernyataan ini sejalan dengan khittah NU, yang menekankan bahwa NU berfokus pada pemberdayaan umat melalui jalur sosial-keagamaan, bukan pada kepentingan politik sehari-hari.

    Lebih lanjut, Gus Dur juga menegaskan agar NU tidak memanfaatkan kekuatan organisasi untuk masuk ke dalam permainan politik dan kekuasaan negara. Dia pernah mengatakan, “NU tidak usah mencari peluang bermain di dalam ruang-ruang politik dan kekuasaan negara. Kalau Anda mau memperdayakan masyarakat tetapi Anda menghamba pada status quo, lalu bagaimana caranya?” Dalam hal ini, Gus Dur mengkhawatirkan bahwa jika NU terlibat terlalu dalam dengan kekuasaan, ia akan kehilangan netralitas dan sulit untuk menjadi penggerak perubahan bagi masyarakat. Pandangan ini kini dirasa semakin relevan, terutama ketika terjadi konflik atau perbedaan pandangan terkait kepentingan politik antara PBNU dan PKB.

    Di beberapa daerah, fenomena ini juga terlihat dalam bentuk penggunaan jabatan untuk mendukung pasangan calon, seperti dalam Pilkada Mojokerto. Di Mojokerto, misalnya, ada indikasi pihak tertentu yang menggunakan akses dan jabatan mereka untuk menggalang dukungan terhadap salah satu calon, sehingga memunculkan pertanyaan tentang independensi NU dalam politik lokal. Situasi ini menjadi refleksi bagaimana pesan Gus Dur tentang menjaga jarak NU dari politik praktis tetap perlu diperhatikan. Membiarkan NU berfokus pada perannya sebagai organisasi keagamaan yang netral adalah langkah penting agar NU dapat terus berfungsi sebagai penjaga nilai dan pemberdaya masyarakat tanpa terpengaruh dinamika politik kekuasaan.(AI Sorban)

    @beritasorban Ketegangan antara PBNU dan PKB semakin terasa, tapi tahukah Anda? Tokoh besar NU, Gus Dur, sudah pernah memprediksi hal ini. Gus Dur dengan tegas mengingatkan, bahwa NU seharusnya tidak terlibat dalam politik praktis. 'Biarlah soal politik menjadi tugas kelompok lain,' katanya. #GusDur #PBNU #PKB #KhittahNU #PilkadaMojokerto #NetralitasNU #SorbanSantri #fyp #fypシ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Tok! Gus Dulloh Maju Pilkada Mojokerto Bersama Ikfina Fahmawati

    Tok! Gus Dulloh Maju Pilkada Mojokerto Bersama Ikfina Fahmawati

    Berita Video

    wp.sorbansantri.com – Sering mengenakan atribut banser!! Beliau adalah Sa’dulloh Syarofi, atau Gus Dulloh, putra dari KH Husein Ilyas, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al Mishbar di Mojokerto, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto mendampingi Ikfina Fahmawati. Keputusan ini didorong oleh perintah para sesepuh. “Saya mendapat perintah dari para sesepuh. Maju atau tidak, kalau ada keputusan running, saya running,” ujarnya pada Kamis (30/5).

    Gus Dulloh menjelaskan bahwa restu dari sesepuh telah diterima, meski belum ada deklarasi resmi. Keputusan ini adalah titah dari ayahandanya, Kiai Husein Ilyas, yang baru kali ini memberikan izin kepadanya setelah dua tawaran sebelumnya. Ia menegaskan bahwa negosiasi antar sesepuh bukan soal materi, tetapi komitmen untuk kemaslahatan masyarakat Mojokerto.

    Sementara itu, Ikfina Fahmawati menyatakan bahwa deklarasi masih menunggu petunjuk dari para kiai. “Untuk deklarasi, kami tunggu petunjuk dari para kiai. Mohon doanya, yang penting progres berjalan pelan tapi pasti,” tambahnya. (red)

    @beritasorban Gus Dulloh menjelaskan bahwa restu dari sesepuh telah diterima, meski belum ada deklarasi resmi. Keputusan ini adalah titah dari ayahandanya, Kiai Husein Ilyas, yang baru kali ini memberikan izin kepadanya setelah dua tawaran sebelumnya. Ia menegaskan bahwa negosiasi antar sesepuh bukan soal materi, tetapi komitmen untuk kemaslahatan masyarakat Mojokerto. #GusDulloh #IkfinaFahmawati #PilkadaMojokerto #SesepuhNU #PesantrenAlMishbar #KemaslahatanMasyarakat #MojokertoBerduet #KiaiHuseinIlyas #foryou ♬ suara asli Sorban Santri