Tag: PKPNU

  • GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    GIAT RUTIN KADER PENGGERAK NU, MENASIONALKAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 02 Oktober 2020. Pertama kalinya kegiatan rutin kader penggerak NU di adakan di Kecamatan Pacet Mojokerto, tepatnya di Masjid Nurul Iman Pacet Nggapuk Pacet Mojokerto. yang bertujuan untuk membentengi serta menjaga IDEOLOGI bagi semua kader-kader NU dengan mengamalkan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB yang oleh KH. Adnan Anwar diperintah unuk di NASIONALKAN.

    SORBANSANTRI.COM
    pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROBTIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB di Masjid Nurul Iman Pacet Mojokerto

    Kegiatan yang dimulai ba’da isya’ tersebut, dihadiri oleh kader-kader yang pernah mengikuti pelatihan dan bimbingan dalam lembaga dan banom NU seperti PKPNU – MKNU – DTD – DIKLATSAR – PKD – DIKLATAMA – MAKESTA – LKD Fatayat- DLL. Uniknya dalam acara tersebut adalah banyaknya silaturrakhim antar kader dengan sedikit acara ceremonial karena kegiatan ini hanya ada 3 acara inti yaitu Tawassul, pembacaan TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB dan Makhallul Qiyam selebihnya itu adalah acara silaturrokhin dan santai ngobrol sesama kader.

    Dan dalam tema serta pokok bahasan dalam kegiatan tersebut adalah NKRI Harga Mati… Nderek NU sak lawase (ikut NU selamanya). Tema ini sangat dikedepankan dalam kegiatan ini sebagai wadah dan pemantapan IDEOLOGI kader Agar mandiri dalam menjalani Berbangsa dan Bernegara, tetap berpegang teguh dalam IDEOLOGI ASWAJA NU.

    Semoga kita tetap kompak, semangat dalam ber NU, tidak goyah dalam menjalani cerita berbangsa dan bernegara. Bukan Kader NU dalam Kepentingan, Bukan Kader NU dalam Balas Budi, Bukan Kader NU yang Ragu-ragu, tetapi Sebagai Kader NU yang KOKOH. (abi sorban)

    BACAAN TIRYAQUL MUJARROB BIL WALIL MUQORROB

  • UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Sebentar lagi pesta demokrasi PILBUB akan dilaksanakan di Kab. Mojokerto. Banyak taktik dan strategi diluncurkan untuk memperoleh suara dalam kompetisi tersebut. Mulai dari pemetaan Wilayah sampai dengan Pemetaan Organisasi dan Organisasi NU adalah salah satunya yang selalu saja tidak luput dari pemetaan tersebut, yang dikarenakan Manisnya NU jika ikut dan berpartisipasi dalam ranah politik.

    Akan tetapi apa jadinya jika Suara warga NU ditarik oleh pasangan yang diusung oleh partai politik yang berseberangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah? disinilah letak ujian nyata bagi para kader PKPNU, ditengah manisnya janji pasangan calon BUPATI, ditengah gesekan dengan keluarga dan sahabat. Ke-NU-an warga Annahdliyah diuji, apalagi bagi tokoh dan kader penggerak NU yang akan diselalu dilirik pasangan calon pada PILBUB 2020 periode 2021-2024.

    Agenda pemilihan BUPATI yang akan dilaksanakan pada Rabu, 09 Desember 2020, sejauh ini ada 3 BAPASLON yang akan ramaikan PILBUB Mojokerto.

    Pasangan pertama yang memastikan diri maju di Pilbup Mojokerto yakni Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra (Ikbar). Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa yang lengser karena terjerat kasus korupsi. Sedangkan Barra, putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.
    yang diusung 6 partai yaitu PKS, PAN, GERINDRA, NASDEM, HANURA, DEMOKRAT.

    Pasangan kedua yaitu Pungkasiadi dan Titik Masudah juga optimis bisa melenggang di Pilbup Mojokerto 2020. Pungkasiadi saat ini menjabat Bupati Mojokerto. Dia menggantikan posisi Mustofa Kamal Pasa yang dicopot karena terjerat kasus korupsi.
    Sedangkan Titik menjadi kader PKB Kabupaten Mojokerto. Dia juga aktif sebagai pengurus Fatayat. Perempuan berjilbab ini adik kandung Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.
    Yang diusung Partai PKB dan PDIP

    Pasangan ketiga adalah Yoko Priyono dan Choirun Nisa (Yoni) juga memantapkan langkahnya untuk maju di Pilbup Mojokerto. Yoko saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Nisa pernah menjadi calon Bupati Mojokerto pada Pilkada 2015. Saat itu, dia dicoret oleh KPU karena persoalan rekomendasi dari DPP PPP.
    Yang diusung dari Partai PPP dan GOLKAR

    Untuk itu, hasil dari Pengkaderan PKPNU saat ini diperlukan karena materi siapa lawan siapa kawan akan bisa jadi kapan kawan kapan lawan. Mudah-mudahan warga NU Kab. Mojokerto khususnya, dalam menghadapi PILBUB 2020 tidak merusak ideologi ASWAJA NU. (abi sorban)

  • BAIAT KADER PENGGERAK NU / PKPNU

    BAIAT KADER PENGGERAK NU / PKPNU

    SORBANSANTRI.COM

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    Apakah saudara sudah bersuci ?
    Hadloroh pada Para Nabi, Shahabat, Para Wali dan Pendiri NU
    Membaca Al-Fatihah 1 kali
    Apakah sudara-saudara Siap dibaiat ?
    Ikuti bacaan berikut ini
    Dengan diucapkan dengan lisan diyakini dalam hati

    3Xأشهد أن لا إله إلا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
    رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا
    وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا
    وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً
    وَبِنَهْضَةِ اْلعُلَمَاءِ جَمْعِيًّا

    Demi Allah sebagai kader NU saya berjanji:

    1. Setia, memelihara, dan membela ajaran Islam ala ahlusunnah wal jamaah.
    2. Setia mempertahankan dan membela ideologi Negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    3. Dengan segenap jiwa raga siap sedia menghadapi musuh dan pengkhianat terhadap Islam Aswaja, organisasi NU dan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
    4. Siap sedia menjaga dan menjunjung tinggi martabat ulama dan organisasi serta memuliakan warga NU.
    5. Siap menjalankan garis perjuangan dan titah pimpinan Nahdlatul Ulama.

    Ini sumpah siapa ? (Sumpah Saya)
    Bagaimana kalau anda berkhianat? (Allah akan menghukum saya)

  • PKPNUNYA  JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    PKPNUNYA JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    SORBAN SANTRI- Dalam artikel ini kalau bahasannya di Orangnya atau Personnya jadi bisa saja Pematerinya, Pemimpinnya, Penggeraknya, kiainya SIAPAPUN!! tidak terkecuali Sesosok GUS DUR sekalipun yang bilang dan  memerintahkan..

    Ada cerita pengalaman saiya sendiri dengan beliau ( salah satu penggugus dan penggerak PKPNU dan NU ONLINE ) dengan berbicara keras kepada saiya. KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?!
    terkait arah politik yang saiya nilai jauh dari IDEOLOGI. ( mulanya saiya heran, kok beliau ngerti saiya bukan kader PKPNU ? padahal beliau belum tau dan kenal saiya itu siapa? Tapi gak apalah yang penting bangga bisa sowan pada beliau walaupun via telp dan merasa tergerak hati ini dengan adanya kejadian yang akan kita (warga NU) kedepan terkait arah politik di Mojokerto ) .

    Dari situ setiap saat saiya merenung dan berfikir dengan KOK BISA YA?! KOK TAU YA?! di pikiran masih bingung dengan arah kemana-mana dan berbuat apa..

    Alhamdulillah Minggu, 02 Agustus 2020 saiya diajak salah satu sahabat SORBAN (anSOR BANser) Kec. Pacet Mojokerto untuk sowan ke salah satu tokoh kiai yang mana beliau adalah salah satu sosok yang memberikan jawaban atas keburaman pikiran saiya tersebut. Apa yang beliau katakan?!
    ” SAAT INI MOJOKERTO DIKASIH UJIAN YANG SANGAT BERAT SEKALI TERKAIT SIAPA LAWAN SIAPA KAWAN TERKAIT ARAH POLITIK DI MOJOKERTO “ dan beliau juga menyampaikan ” AWAL DARI RAHMATALLIL’ALAMIN ITU DARI NU AWALNYA INSYAALLOH DARI MOJOKERTO “

    Dari rentetan peristiwa itu, saiya pulang dengan sudah bisa tersenyum dan sudah menemukan jawaban dari yang selama ini saiya pikirkan bahwa:

    MOJOKERTO INI LAGI MENGHADAPI UJIAN, DAN SIAPAPUN YANG MENYIMPANG DAN BERBELOK ARAH JANGAN DI IKUTI, SIAPAPUN ITU… MESKIPUN DIA ITU PEMIMPIN BAHKAN SESOSOK GUS DUR SEKALIPUN… SUNGGUH PERANG IDEOLOGI ITU ADA DAN NYATA!! TIDAK BISA DIUTARAKAN LEWAT BAHASA!! SEDERHANANYA BEGINI ” BERBICARA SALAH SAMBIL MENGEDIP KEDIPKAN MATA .

    Dan dari deretan cerita itu juga, saiya mengerti dan sudah tidak lolos PKPNU paling pertama kali ketika salah satu penggugus sekaligus penggerak PKPNU bilang, “KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?! dan Alhamdulillah sekarang saiya bisa tersenyum dan mengerti yang Beliau katakan. Bahasa sederhananya begini ” SAYA (KIAI YANG BILANG KAMU BUKAN KADER PKPNU) ITU SALAH, DAN KAMU ( SAIYA SENDIRI ) ITU BENAR DALAM PENEGAKAN IDIOLOGI, SEKARANG INI UJIAN KAMU ” seperti itu kira-kira bahasa yang saiya tangkap, dan saiya sadar dan gak lolos dalam ujian itu.

    Hikmahnya adalah saiya tahu bahwa OKNUM-OKNUM, pelaku pemanfaatan nama besar organisasi, kader pemalu, kader penakut, kader kepentingan,kader ragu-ragu, kader pamrih, kader balasbudi dsb, tidak akan lolos dalam ujian ini dalam menegakkan IDIOLOGI. Dan dari situ saiya benar-benar faham SIAPA KAWAN .. SIAPA LAWAN ..
    Dan saiya termasuk kader ragu-ragu dalam arah IDIOLOGI ini.. sehingga saiya tidak lolos dalam ujian ini.

    Mudah-mudahan cerita ini bisa difahami oleh sahabat-sahabat dan jangan sampai terpancing ujaran dan slogan-slogan gak jelas… MOJOKERTO DALAM UJIAN, JADI HARAP TENANG!!

    (abi SORBAN)

    Salam 1 Komando
    #NKRIHARGAMATI
    #ASJAWAAQIDAHKITA

    #SORBANSANTRINU