Tag: Pra-Muktamar Luar Biasa NU

  • Pra MLB NU Tuntas, Ini 9 Pesan Penting untuk Jam’iyyah

    Pra MLB NU Tuntas, Ini 9 Pesan Penting untuk Jam’iyyah

    Sorbansantri.com Denanyar, Jombang – Rangkaian Pra Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) yang berlangsung di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, resmi selesai. Forum ini menghasilkan sembilan poin pesan moral yang bertujuan untuk menjaga marwah Jam’iyyah NU di tengah kondisi organisasi yang dinilai kurang sehat.

    Kegiatan pra MLB dimulai dengan FGD Evaluasi Kinerja Tiga Tahun PBNU, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama masyayikh Jawa Timur, dan diakhiri dengan konsolidasi delegasi NU wilayah se-Indonesia.

    Kritik terhadap Kinerja PBNU
    Pendiri Rabithah Melayu Banjar, KH Sarbani Haira, menyampaikan bahwa kinerja PBNU di bawah KH Miftahul Akhyar (Rais Aam) dan KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum) belum memadai. “Kondisi ini justru memperburuk konflik berjamaah di berbagai daerah,” ungkapnya, Sabtu (21/12/2024).

    Senada dengan itu, KH Jakfar Sodiq dari Bangka Belitung mengkhawatirkan bahwa kepemimpinan PBNU saat ini dapat mengancam nilai-nilai luhur Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

    Sembilan Pesan Moral Pra MLB NU

    1. Restu Masyayikh Jawa Timur
      Para delegasi NU wilayah sowan ke masyayikh Jawa Timur, yang memberikan restu terhadap gerakan MLB dengan syarat menjaga niat yang tulus, persatuan, dan ukhuwwah nahdliyyah.
    2. Kembali pada Nilai-nilai Utama NU
      Forum mengajak warga NU untuk menghidupkan nilai cinta, kasih sayang, dan persatuan sesuai dengan wasiat muassis Jam’iyyah NU.
    3. Penyusunan Nama AHWA dan Calon Ketua Umum
      Inventarisasi calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Ketua Umum dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas keilmuan dan pengalaman organisasi.
    4. Waktu dan Lokasi MLB
      MLB diusulkan digelar antara Januari 2025 hingga Syawal 1446 H. Beberapa lokasi, seperti Surabaya, Bangkalan, Jombang, dan Cirebon, telah disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan.
    5. Strategi Konsolidasi
      Rumusan strategi konsolidasi PWNU-PCNU se-Indonesia disusun dengan prinsip “aman, nyaman, dan rahasia.”
    6. Sosialisasi Hasil Pra MLB
      Hasil-hasil forum akan disosialisasikan ke PWNU, PCNU, dan PCI NU di seluruh Indonesia.
    7. Doa dan Dukungan Masyayikh
      Dukungan masyayikh, sesepuh NU, dan masyarakat luas dimohonkan untuk menjaga kedaulatan agama, organisasi, dan bangsa.
    8. Permohonan Maaf
      Forum memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses ikhtiar menjaga marwah NU.
    9. Permintaan Mundur untuk Gus Ipul
      Forum meminta Saefullah Yusuf (Gus Ipul) mundur sebagai Sekretaris Jenderal PBNU agar fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial.

    Kesimpulan
    Pra MLB NU menekankan pentingnya perbaikan organisasi melalui langkah konstitusional dan berkah dari para masyayikh. Forum ini diharapkan menjadi titik awal bagi NU untuk kembali pada jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri. (AI SORBAN)


  • Keresahan Perwakilan PWNU se-Indonesia Terhadap Kepemimpinan PBNU 2022-2027 Disorot dalam FGD Pra-MLB NU

    Keresahan Perwakilan PWNU se-Indonesia Terhadap Kepemimpinan PBNU 2022-2027 Disorot dalam FGD Pra-MLB NU

    SURABAYA – Ketua Panitia Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (NU), KH Mas Maftuh, mengungkapkan bahwa perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang menghadiri focus group discussion (FGD) Pra-Muktamar Luar Biasa NU di Surabaya, Selasa (17/12), merasakan keresahan yang sama terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027.

    “Perselisihan, perpecahan, saling curiga, dan saling menjatuhkan antarkader, baik dalam struktur maupun di luar struktur NU, menjadi fenomena yang paling dikhawatirkan saat ini,” ujar Kiai Maftuh.

    Menurutnya, meski dalam kadar tertentu dinamika semacam ini bisa dianggap wajar dalam organisasi, situasi selama kepemimpinan PBNU 2022-2027 memperlihatkan peningkatan signifikan dalam perselisihan dan perpecahan tersebut. Kondisi ini bahkan merambah hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting.

    Kepemimpinan PBNU Dinilai Kontra Produktif

    Kiai Maftuh menyebut bahwa pemicu utama kondisi ini bukan berasal dari daerah, melainkan dari gaya kepemimpinan PBNU yang dinilai mengatasnamakan kebijakan dan penegakan aturan dengan jargon “tegak lurus, satu komando bersama PBNU.”

    “Apa yang dilakukan PBNU justru kontra produktif terhadap arah dan amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Keluarga Besar Pondok Pesantren Ndresmo itu mengungkapkan bahwa fenomena ini mencerminkan hilangnya nilai utama NU dalam jiwa dan kepribadian pemimpin PBNU.

    “Nilai cinta, kasih sayang, rukun, bersatu, dan pribadi unggul yang menjadi perintah, nasihat, sekaligus wasiat Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari dalam mukadimah Qonun Asasi NU seolah memudar,” katanya.

    Evaluasi Kinerja PBNU dalam FGD

    FGD yang digelar bertujuan mengevaluasi kinerja PBNU serta mengukur tingkat konsistensi Mandataris Muktamar ke-34 NU di Lampung terhadap enam indikator utama, yaitu:

    1. Konsistensi terhadap Qonun Asasi NU.
    2. AD-ART NU.
    3. Khittah NU.
    4. Visi, misi, dan tujuan program.
    5. Arah Kebijakan NU 100 Tahun ke-2.
    6. Arah Program 2021-2026/2022-2027.

    Hasil evaluasi peserta FGD menunjukkan bahwa kinerja PBNU dinilai berada di luar garis yang telah ditentukan. “Kinerja PBNU bahkan cenderung melenceng, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan NU kehilangan jiwa dan kepribadiannya,” kata Kiai Maftuh.

    Ia menambahkan bahwa model kepemimpinan PBNU saat ini berpotensi merusak akar keluhuran nilai, budaya, dan kearifan berbasis Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) serta berbasis pesantren.

    @beritasorban Surabaya menjadi saksi keresahan para perwakilan PWNU se-Indonesia yang hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama. Ketua Panitia, KH Mas Maftuh, menyoroti meningkatnya perselisihan, perpecahan, dan saling curiga di tubuh NU selama kepemimpinan PBNU periode 2022-2027. Fenomena ini bahkan merambah hingga ke tingkat MWC dan ranting. Kiai Maftuh menilai, pemicunya adalah kebijakan PBNU yang dianggap kontra produktif terhadap amanat Muktamar ke-34 di Lampung. Dalam FGD, peserta mengevaluasi kinerja PBNU berdasarkan enam indikator utama, termasuk Qonun Asasi dan Khittah NU. Hasilnya, kinerja PBNU dinilai melenceng dan dikhawatirkan dapat menggerus nilai Aswaja dan tradisi pesantren. Apakah NU mampu kembali ke jalur semangat persatuan dan kasih sayang yang diwariskan Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari? Mari kita nantikan langkah selanjutnya. #PraMLBNU #KepemimpinanPBNU #NUBersatu #FGDPraMLB #MuktamarNU #KhittahNU #AswajaBerkarya #NU100Tahun #NUIndonesia #RukunBersatu #fory ♬ suara asli – Sorban Santri