Tag: Prabowo-Gibran

  • Ramai Beredar! Daftar 61 Nama Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran

    Ramai Beredar! Daftar 61 Nama Calon Menteri Kabinet Prabowo-Gibran

    wp.sorbansantri.com – Daftar 61 nama calon menteri untuk kabinet Prabowo-Gibran telah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berikut adalah susunan nama-nama yang menjadi sorotan:

    1. Menko Bidang Perekonomian: Airlangga Hartarto
    2. Menko Bidang Pangan, Gizi & Pembangunan Manusia: Erick Thohir
    3. Menko Bidang Energi, Investasi dan Lingkungan Hidup: Hatta Rajasa
    4. Menko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan: Tito Karnavian
    5. Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
    6. Wakil Menteri Pertahanan: M. Herindra
    7. Menteri Sekretaris Negara: Ahmad Muzani
    8. Wakil Menteri Sekretaris Negara: Nezar Patria
    9. Menteri Sekretaris Kabinet: Rosan Roeslani
    10. Menteri Dalam Negeri: Sufmi Dasco
    11. Menteri Luar Negeri: Fadli Zon
    12. Wakil Menteri Luar Negeri: Teuku Riefky Harsya
    13. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Joko Santoso
    14. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Helmi Yahya
    15. Menteri Agama: Yaqut Cholil Qoumas
    16. Wakil Menteri Agama: Asep Saepudin Jahar
    17. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yusril Ihza Mahendra
    18. Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Hotman Paris Hutapea
    19. Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Teknologi: Arif Satria
    20. Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Teknologi: Ace Hasan Syadzily
    21. Menteri Kesehatan dan Badan Gizi: Terawan
    22. Wakil Menteri Kesehatan dan Badan Gizi: Benny Oktavianus
    23. Menteri Sosial, Kesejahteraan, Perempuan dan Anak: Rahayu Saraswati
    24. Wakil Menteri Sosial, Kesejahteraan, Perempuan dan Anak: Grace Natalie
    25. Menteri Riset & Kepala BRIN: Dudung Abdurachman
    26. Menteri Ketenagakerjaan: Ahmad Doli Kurnia Tanjung
    27. Wakil Menteri Ketenagakerjaan: Agus Jabo
    28. Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
    29. Wakil Menteri Perindustrian: Haris Rusly Moti
    30. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Rauf Purnama
    31. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Oki Muraza
    32. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Ridwan Kamil
    33. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
    34. Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas: Sri Mulyani Indrawati
    35. Wakil Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas: Kartika Wirjoatmodjo
    36. Menteri Investasi: Bahlil Lahadalia
    37. Menteri Komunikasi, Informatika dan Digital: Budi Arie Setiadi
    38. Wakil Menteri Komunikasi, Informatika dan Digital: Kailani
    39. Menteri Perdagangan: Zulkifli Hasan
    40. Menteri Pertanian: Andi Amran Sulaiman
    41. Menteri Lingkungan Hidup: Budisatrio Djiwandono
    42. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi: Bambang Eko S.
    43. Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Habiburokhman
    44. Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Budiman Sudjatmiko
    45. Wakil Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: Dedy Permadi
    46. Menteri Tata Ruang, BPN dan Kehutanan: Agus Harimurti Yudhoyono
    47. Wakil Menteri Tata Ruang, BPN dan Kehutanan: Raja Juli Antoni
    48. Menteri BUMN: Sakti Wahyu Trenggono
    49. Wakil Menteri BUMN: T. Helmi
    50. Menteri Kelautan dan Perikanan: TB Heru Rahayu
    51. Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan: M. Riza Damanik
    52. Menteri Pemuda dan Olahraga: Dito Ariotedjo
    53. Wakil Menteri Muda Pemuda dan Olahraga: Arief Rosyid Hasan
    54. Menteri Koperasi, UMKM dan Pasar Tradisional: Maruarar Sirait
    55. Wakil Menteri Koperasi, UMKM dan Pasar Tradisional: Sudaryono
    56. Menteri Sekretaris Pengendalian Pembangunan: Roberto Lumban Gaol
    57. Kepala BIN: I Nyoman Cantiasa
    58. Kepala Badan Pangan Nasional: Arief Prasetyo Adi
    59. Kepala Badan Gizi Nasional: Dadan Hindayana
    60. Kepala Badan Penerimaan Negara: Bambang Brodjonegoro
    61. Kepala Staf Kepresidenan: Nusron Wahid

    Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan bahwa daftar tersebut merupakan aspirasi dan masukan dari berbagai pihak, namun belum ada pembicaraan resmi atau penggodokan kabinet yang final. Kubu Prabowo-Gibran sendiri menegaskan bahwa daftar yang beredar merupakan hoaks, dan formasi resmi kabinet akan diumumkan setelah pelantikan presiden terpilih. (AI Sorban)

  • Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    Perubahan Dukungan Gus Muhdlor ke Prabowo-Gibran Pasca OTT KPK

    wp.sorbansantri.com – Ahmad Muhdlor Ali, yang lebih dikenal sebagai Gus Muhdlor dan menjabat sebagai Bupati Sidoarjo, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi pemotongan intensif ASN. Sebelum terjerat kasus korupsi, Gus Muhdlor, yang sebelumnya adalah Sekretaris GP Ansor, awalnya mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024.

    Namun, pada awal Februari, terjadi perubahan mendadak saat Gus Muhdlor mengumumkan dukungannya terhadap pasangan Prabowo-Gibran. Alasannya adalah pasangan calon dari Koalisi Indonesia Maju tersebut dianggap layak untuk melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan.

    Deklarasi dukungan tersebut dilakukan pada 1 Februari 2024 di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Acara itu dipimpin langsung oleh ayah Gus Muhdlor, Gus Ali, yang juga merupakan pendiri dan pengasuh pondok pesantren tersebut.

    Gus Ali menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah berhasil dalam pembangunan negara dan bahwa kebijakannya penting untuk dilanjutkan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa menurutnya hanya Prabowo Subianto yang mampu melanjutkan kepemimpinan Jokowi.

    Keputusan Gus Muhdlor dan ayahnya ini mengejutkan banyak pihak mengingat sebelumnya mereka terkait dengan PKB dan NU serta mendukung pasangan Anies-Muhaimin. Perubahan sikap ini diduga terjadi setelah operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK di Sidoarjo pada Januari 2024. Hal ini juga terkait dengan pencarian KPK di rumah dinas Bupati Sidoarjo sehari sebelum deklarasi Prabowo-Gibran.

    Gus Muhdlor, sebagai pengurus Gerakan Pemuda Ansor, secara terang-terangan mengajak para pendukungnya untuk memenangkan Prabowo-Gibran dalam satu putaran. Perubahan ini diinterpretasikan sebagai strategi untuk menghindari masalah terkait kasus korupsi yang sedang diselidiki oleh KPK, terutama karena keterkaitannya dengan PKB dalam Pilkada Sidoarjo 2020. (AI Sorban)

  • Cak Imin Tur Indonesia, PKB Terima Masukan terkait Prabowo-Gibran

    Cak Imin Tur Indonesia, PKB Terima Masukan terkait Prabowo-Gibran

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, sedang menjalankan serangkaian kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia. Tujuan utama dari kunjungan ini adalah mendengarkan masukan dan pandangan dari para sesepuh serta tokoh masyarakat terkait sikap PKB pasca Pilpres 2024.

    Dalam diskusi daring “Demokrasi Tanpa Oposisi” yang diselenggarakan oleh Polemik Trijaya dan disiarkan di kanal YouTube Trijaya FM pada Sabtu (4/5/2024), Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengungkapkan bahwa Cak Imin sedang aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas.

    “Belum ada perdebatan, justru itu yang harus kami cari yang terbaik,” ujar Daniel, merujuk pada posisi PKB yang belum memutuskan sikap terkait kemungkinan merapat ke dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.

    Menurut Daniel, masukan yang diterima dari berbagai elemen masyarakat akan disambut dengan baik dan menjadi pertimbangan serius bagi PKB. Dia menekankan bahwa PKB memahami bahwa baik berada di dalam maupun di luar pemerintahan memiliki konsekuensi yang perlu diperhitungkan secara matang.

    Dengan kunjungan ini, PKB berharap dapat memperoleh perspektif yang lebih komprehensif dalam menyusun strategi politiknya ke depan, terutama mengenai keterlibatan partai dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. (AI Sorban)

  • Prabowo-Gibran Resmi Jadi Presiden RI 2024-2029, Berikut 10 Janji Kampanye yang Ditepati

    Prabowo-Gibran Resmi Jadi Presiden RI 2024-2029, Berikut 10 Janji Kampanye yang Ditepati

    wp.sorbansantri.com – KPU telah secara resmi mengumumkan bahwa pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran) ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029. Keputusan ini diambil setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan sengketa Pilpres 2024 yang diajukan oleh Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

    Dengan demikian, Prabowo-Gibran akan menjadi pemimpin berikutnya bagi Indonesia, menggantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amien.

    Laman: 1 2

  • Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    Perpaduan Partai: Nasdem Resmi Dukung Pemerintahan Prabowo-Gibran untuk Masa Depan Indonesia yang Cerah

    wp.sorbansantri.com – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh, telah mengumumkan bahwa partainya akan memberikan dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Deklarasi ini dilakukan setelah pertemuan tertutup antara Paloh dan Prabowo Subianto, presiden terpilih, di kediaman Ketua Umum Partai Gerindra di Jakarta Selatan pada Kamis (25/4/2024).

    “Dengan ini, Nasdem mengkonfirmasi dukungannya untuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran,” ujar Paloh dalam konferensi pers bersama Prabowo.

    Ia juga menambahkan, “Kita ingin mengakhiri perdebatan seputar pemilihan umum. Sekarang, fokus kita adalah bagaimana kita bersama-sama membangun negara ini ke depannya.”

    Paloh dan Prabowo, bersama dengan anggota elite dari Partai Nasdem dan Gerindra, bertemu selama sekitar satu jam pada Kamis sore. Paloh menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang terbuka, hangat, dan tanpa batas, mengingat hubungan persahabatan yang sudah terjalin antara dirinya dan Prabowo selama bertahun-tahun.

    Meskipun selama pemilihan berlangsung persaingan ketat, Paloh menekankan bahwa semua peserta pemilu tetaplah bagian dari satu keluarga besar Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa saat ini adalah waktu untuk bersatu kembali, baik bagi para elite maupun kontestan Pilpres 2024.

    Prabowo juga menyoroti pentingnya persatuan dalam menjawab tuntutan masyarakat. Baginya, bersatu bisa dilakukan baik dalam struktur pemerintahan maupun dalam peran oposisi.

    “Kita harus bersatu, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan, demi kebaikan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

    Ia juga menegaskan bahwa untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi Indonesia, seluruh elite harus bekerja sama dan meninggalkan perbedaan serta halangan yang menghalangi kerjasama.

    “Persatuan elite adalah kunci bagi kemakmuran negara ini. Mari kita bersama-sama tinggalkan perbedaan dan rasa yang menghalangi kerjasama kita,” pungkas Prabowo. (AI Sorban)