Tag: presiden

  • BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    Cyberaswaja.online| Sooko. Dalam rangka meringankan para korban dampak banjir yang berlangsung pada awal bulan Februari 2020 lalu di salah satu Desa Kecamatan Sooko Kabupuaten Mojokerto, SATUAN KHUSUS BANSER HUSADA ( SATSUS HUSADA ) menggelar Bakti Sosial (Baksos).

    Pada kesempatan baksos kali ini, SASTUS BASADA bersama Biro Satsus lainnya ditingkatan Satuan Kordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (SATKORCAB BANSER) Kabupaten Mojokerto, bergerak mendatangi Dusun Tempuran Desa Bekucuk, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan pengobatan Gratis. (11/02/2020).

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Kanan: Moch. Sokib Wakasatkorcab Banser bersama Banser Husada Kab.Mojokerto di Balai Desa Bekucuk-Sooko

    Kasatsus BASADA Kabupaten Mojokerto, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah tugas kita semua menjadi Banser, kita laksanakan sesuai Instruksi Satu Komando dari Panglima tertinggi kita, yaitu ketua GP Ansor kabupaten Mojokerto, dan sebelumnya kita sudah koordinasi dengan pemerintahan setempat dan berkomunikasi dengan baik.

    “Pelaksanaan Baksos ini kita dilaksanakan pagi, mulai pukul 08:00-14:00 WIB, dan bertempat di Balai desa Bekucuk, dan sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, dan alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respon cukup baik sekali oleh warga yang terdampak banjir”. Ucapnya sahabat Sabarudin Selaku Kepala Satsus Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir peserta Emak-Emak Muslimat
    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir

    Wakasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto mengatakan, bukan hanya Satsus BASADA saja yang telah terjun disini, sebelumnya sudah dilaksanakan oleh PC NU, beserta Banom-Banomnya diantaranya, BAGANA (Banser Tanggap Bencana), LBPI dan relawan-relawan lain untuk membantu evakuasi atas banjir yang terjadi.

    “Satsus Basada Baksos mengobati korban banjir, dan sebelumnya awal kejadian banjir, Banser Tanggap Bencana  (BAGANA) sudah terjun dahulu untuk membantu evakuasi bersama relawan-relawan yang lainnya”. Tegas Moch.Sokib selaku Wakasatkorcab Banser kab.Mojokerto.

    Bantuan Sosial berupa pengobatan diberikan BASADA, bermacam-macam, mulai dari pijat, tensi darah, bekam, terapi dan lain-lain, dan diberikan Gratis kepada warga yang sudah antri sejak pagi hari.

    “Pengobatan yang kita berikan diantaranya, tensi darah, pijat, bekam, terapi dan lain-lain, ini dilakukan oleh anggota Basada yang sudah mengikuti pelatihan-pelatihan sebelumnya, artinya mereka sudah punya skill dan kompetensi”. Tegas sahabat Basori Wakabiro Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Banser Husada Balai Desa Bekucuk
    baksos basada
    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
    foto: Banser husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Banser Husada Tensi Darah kepada korban banjir
    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
      foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
    baksos basada
    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Perlu diketahui, Bahwasannya Kaderisasi masing-masing Kecamatan se Kabupaten Mojokerto, alhamdulillah sudah terbentuk. Kehadiran Banser dalam kegiatan-kegiatan sosial agama, tampil dengan sesuai instruksi pimpinannya.

    Semoga banjir yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto ini cepat, surut dan masyarakat kembali melakukan rutinitas seperti biasanya. (wg/Infokom)

    nb: mohon maaf apabila salah tulis nama dan gelar dan tempat.
  • Politik Busuk Skenario Semut Merah Menjerat Gus DUR

    Politik Busuk Skenario Semut Merah Menjerat Gus DUR

    InfokomBanserNU- Dalam sepekan terakhir, sebelum peringatan satu dasawarsa meninggalnya KH Abdurrahman Wahid, buku ‘Menjerat Gus Dur’ sudah ludes di pasaran. Buku terbitan Numedia Digital Indonesia itu menjadi polemik sekaligus perbincangan luas di kalangan masyarakat. Penyebabnya tak lain karena investigasi yang dipaparkan penulis memuat keterlibatan tokoh-tokoh besar yang turut dalam proses penjatuhan Gus Dur.

    Salah satu bagian terpenting dari karya Virdika Rizky Utama ini adalah dilampirkannya dokumen rahasia yang ditulis Fuad Bawazier. Dokumen empat halaman tersebut berupa surat laporan terkait rencana-rencana yang sudah dilakukan untuk menjatuhkan Gus Dur.

    Surat yang dikirim ke Akbar Tandjung pada 29 Januari 2001 itu, mengungkap pelaksanaan rencana yang diberi nama ‘Sekenario Semut Merah’. Di dalamnya terdapat nama-nama dengan tugas masing-masing orang yang sudah dilaksanakan.    Fuad Bawazier, Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII itu menjadi ‘kepala operasi’ dan membagi tugas kepada beberapa pihak untuk penggalangan opini, menjaring dukungan masyarakat, propaganda media, termasuk merekrut preman, cendekiawan, dan pengusaha.

    Tujuannya jelas; menjatuhkan kredibilitas Presiden Gus Dur melalui kasus Buloggate dan Bruneigate yang dinilai telah berjalan sesuai skenario. Fuad, dalam surat yang ditulis, meyakini kekuatan dan efek operasi tahap pertama sudah sesuai ekspektasi, sehingga menurut pandangannya harus ditingkatkan kepada pelaksanaan operasi jilid kedua yakni; memaksa Gus Dur mundur dan mendorong Megawati menjadi presiden sekaligus menjadikan Amien Rais sebagai wakilnya. 

    Kenapa Fuad merekomendasikan Ketum PDI P sebagai pengganti? Baginya, Megawati bisa dikendalikan dan pada akhirnya akan disingkirkan melalui penggembosan dari dalam lewat isu ketidakbecusan dalam mengatasi krisis ekonomi dan penyelesaian disintegrasi bangsa. Tugas itu dipercayakan kepada Amien Rais yang dinilai lincah karena berada di lingkar kekuasaan.   

    Dokumen tugas yang dikirim ke Akbar Tandjung itu memuat tujuh garis besar laporan sekaligus rekomendasi yang dihasilkan dari pelaksanaan skenario tahap pertama. Berikut ini kutipan langsungnya.

    1. BEM PTN (Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional) dan BEM Perguruan Tinggi Swasta yang selama kita telah koordinir di Cilosari dan Diponegoro (PB HMI) serta kelompok kanan ormas Islam yang tersentral di tiga titik lainnya yakni; Masjid Sunda Kelapa, Istiqlal dan Al Azhar mulai bergerak masif, bergelombang, dan bersamaan hampir di seluruh Indonesia dengan satu komando isu menuntut Gus Dur Mundur. Khusus untuk pengepungan senayan dan rangka mem-pressure DPR agar menerima hasil kerja pansus yang menyatakan Gus Dur telah menyalahkan kekuasaan (abuse of power) secara langsung dipelopori oleh para alumni ILUNI pro-kita, para rektor serta BEM UI dan UMJ. Mereka ini bergerak di bawah komando langsung Ketua Umum PB HMI, Fakhruddin CS.
    2. Pada saat sidang paripurna digelar, adik-adik mahasiswa ini akan bergabung langsung dengan seluruh massa aksi rekan-rekan Pemuda Partai Keadilan yang langsung di bawah komando saudara Hidayat Nur Wahid, Gerakan Pemuda Ka’bah yang dimobilisir oleh saudara Ali Marwan Hanan, massa PBB di bawah saudara Hamdan Zoelva, massa PAN di bawah saudara Patrialis Akbar, dan massa rakyat dan preman yang diorganisir oleh saudara Yapto dan DPP Pemuda Pancasila. Pada saat itulah komando akan saya pegang langsung, sedangkan operator lapangan akan dipimpin oleh Ketua Umum KAMMI, AMPI, GPK, BM PAN, PB HMI, HAMAS, dan IMM.
    3. Gerakan ini Insya Allah akan memperoleh dukungan penuh dari Zoelva Lindan dan Julius Usma yang telah mampu mempengaruhi beberapa kantong massa PDIP untuk bergabung melakukan demonstrasi menyikat Gus Dur di Sidang Parlemen.
    4. Kita juga telah melakukan aksi borong dollar di pasar Valuta asing dan bursa efek-untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah-di dalam dan luar negeri (terutama di Hongkong, dan Singapura) secara langsung di bawah kendali Bendahara Umum DPP Golkar (Fadel Muhammad-pen). Aksi borong dollar ini juga didukung oleh Bambang Tri Atmojo, dan Liem Sioe Liong, Arifin Panigoro.
    5. Seluruh kerja media massa (cetak dan elektronik) yang bertugas mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Gus Dur sudah di-arrange langsung oleh saudara Parni Hadi dan Surya Paloh, sedangkan operator teknis di lapangan saya telah menyiapkan banyak kaki terutama di parlemen.
    6. Penggiringan opini publik oleh para tokoh dan cendekiawan atas kegagalan pemerintahan Gus Dur lewat tulisan di media massa yang dimobilisir langsung oleh Azumardi Azrha, Dr. Syahrir, dan rekan-rekan KAHMI telah mampu meyakinkan publik bahwa Gus Dur memang benar-benar gagal mengemban amanat reformasi.
    7. Tugas saudara Din Syamsuddin untuk mengendalikan MUI lewat kasus Ajinomoto telah berhasil memaksa para ulama dan tokoh agama mencabut dukungannya kepada presiden.

    Sebagai bahan pertimbangan operasi di lapangan, Fuad Bawazier juga meminta Akbar Tandjung untuk memberikan seluruh informasi perkembangan situasi di dalam gedung Senayan melalui Anas Urbaningrum sebagai kurir.

    “Saya optimis bahwa skenario ini akan berjalan mulus. Dengan begitu, misi untuk menyelamatkan seluruh asset politik dan ekonomi serta invertasi kita serta pengeluaran dana operasi sebesar 4 T, yang sudah saya sediakan tidak menjadi sia-sia dan dapat mengembalikan kejayaan kita yang telah dirampas sejak reformasi,” tulis Fuad Bawazier di bagian akhir surat. 

    Sumber: nu.or.id

  • RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    RENUNGAN JELANG AKHIR TAHUN DI HAUL DUS DUR

    SORBANSANTRI.COM

    FAIDAH-FAIDAH YANG BISA DIPETIK DARI HAUL KE-10 KH. ABDURRAHMAN WAHID (GUS DUR) DI PP. TEBUIRENG JOMBANG

    1. Sambutan Anita Wahid, putri ke-3 Gus Dur

    ✓ Gus Dur mewariskan 9 nilai utama: ketauhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kekesatriaan, dan kearifan lokal.

    1. Sambutan Dr. KH. Sholahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang
      ✓ Islam dan Indonesia layaknya Bapak dan Ibu. Orang yg mengatakan “Saya orang Indonesia yg beragama Islam” ataupun “Saya pemeluk agama Islam yg tinggal di Indonesia” itu sama dengan anak durhaka yg ingin kedua orangtuanya bercerai.
      Maka katakanlah, “Saya 100% Islam, 100% Indonesia. Tidak lebih condong ke salah satunya”.

    2. Testimoni dr. Marsilam Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Tak ada bidang pengetahuan yg tidak dipelajari Gus Dur. Gus Dur fasih berbicara agama, sosial, ekonomi, politik, bahasa, kesenian, bahkan olahraga.
      ✓ Karena stok lelucon Gus Dur tak terbatas, maka Gus Dur seringkali tak dapat menahan diri untuk tidak melucu. Namun lelucon Gusdur memiliki level yg berbeda.

    3. Testimoni Ir. Sarwono Kusumaatmadja, Menteri Eksplorasi Kelautan Kabinet Pemerintahan Gus Dur
      ✓ Gus Dur memiliki 2 keistimewaan:
      • Mampu menghubungkan satu gejala dengan gejala lainnya yang sebenarnya tampak tidak berhubungan, dgn cara jenaka.
      • Omongan Gus Dur baru bisa dimengerti beberapa bulan bahkan bertahun-tahun kemudian setelah diutarakan, krn kita ternyata menggunakan perangkat pengetahuan yg parsial untuk memahami pemikiran Gus Dur yg integral. Gus Dur punya “rezim pengetahuan” tersendiri yg tidak dimiliki orang lain.
      ✓ Ramalan Gus Dur bersifat definitif, bukan spekulatif. Dulu, dia pernah berkata pada saya, “Saya kelak akan menjadi presiden”. Saya tertawa. Dan ternyata terjadi.

    4. Testimoni Prof. Dr. KH. Nasihin Hasan, sahabat Gus Dur
      ✓ Tidak lagi sebagai individu, tapi Gus Dur adalah sebuah institusi, school of integrity. Gus Dur adalah lembaga demokrasi itu sendiri.
      ✓ Jarak kehidupan dan kematian hanya sejengkal. Tapi Gus Dur berhasil mengisi jarak sejengkal tsb dgn 3 hal secara bernas: Keagamaan, keummatan, kebangsaan.”
      ✓ 5 bulan setelah Gus Dur wafat, KH. Maimoen Zubair mendatangi saya dgn heran dan bertanya mengapa makam Gus Dur diziarahi orang-orang tanpa henti. Barangkali Gus Dur pernah punya ajian tertentu semasa hidupnya. Dengan rendah hati saya menghibur Mbah Moen dgn menjawab bahwa Gus Dur memiliki 4 ajian:
      • kesederhanaan hidup (nrimo ing pandum). Gus Dur pernah menjadi penasehat informal LP3ES. Kesana kemari naik bis. Gus Dur tidak pernah punya dompet. Saat mengetik artikel/buku, Gus Dur menggunakan kertas bekas karena tidak mau menjadi bagian dari para pelaku penggundulan hutan.
      • suka sekali silaturrahim sampai ke pelosok-pelosok, ke orang yg masih hidup maupun yg sudah meninggal.
      • Dermawan. Suka memberi sesuatu berharga pada orang yg dikenal maupun yg tidak dikenal.
      • Out of the box (khariqul ‘adah)

    Lalu Mbah Moen menjawab dalam bahasa Jawa: “Ora kuat aku niru Gus Dur. Iku lakune sufi!” Kata Mbah Moen, Gus Dur berhasil membantinkan nilai menjadi laku, intelektualitas mewujud spiritualitas, jamali sekaligus tajalli, roso jadi rosa (perasaan menjadi kekuatan).

    1. Pembicara Inti: KH. Bahauddin Nur Salim (Gus Baha’)
      ✓ Gus Baha’ diundang datang ke Tebuireng, karena selain sanad fiqihnya tersambung ke atas sampai KH. Hasyim Asy’ari, via Mbah Moen, juga karena memiliki silsilah leluhur yg sama dgn leluhur KH. Hasyim Asy’ari.
      ✓ Gus Baha’ mengagumi Gus Dur dalam perspektif fiqih, yakni kemampuan Gus Dur mengelola konflik tanpa pertumpahan darah. Gus Baha’ menganggap Gus Dur berhasil meniru sifat visioner Nabi Muhammad saw. yg bersikeras menempuh jalan damai meskipun (seakan) dirugikan dalam Perjanjian Hudaibiyah.
      ✓ Kata Gus Baha’, Cucu mewarisi Kakek. Pemikiran out of the box Gus Dur tidak muncul begitu saja, namun memiliki sanad dari kakeknya, Hadrotusysyaikh KH. Hasyim Asy’ari yg perannya dalam kemerdekaan Indonesia dijelaskan secara detil dalam kitab karya Muhammad Asad Shihab berjudul

    العلامة محمد هاشم أشعري: واضع لبنة استقلال إندونيسيا

    (Gus Baha mewakafkan kitab ini untuk dikaji di Tebuireng). Maka, membicarakan Gus Dur harus melibatkan KH. Hasyim Asy’ari, karena membicarakan Nabi Muhammad saw. pasti membicarakan Nabi Ibrahim as. Itulah barokahnya moyang.
    ✓ Banyak sekali hal penting yg diutarakan Gus Baha’, tapi tidak terkait langsung dengan Gus Dur.

    Alfaqir Habiburrahman

    SORBANSANTRI.COM

  • SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Mantan kader partai Demokrat mengirim surat terbuka melalui media sosial, berikut Surat yang beredar dan sudah banyak dibagikan di media sosial Facebook atas nama Tito Gtsu.
    Kepada Yth
    Bp. Jend. (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC
    Presiden Republik Indonesia Ke – 6
    Di Puri Cikeas.
    Dengan Hormat,
    Teriring Do’a serta Salam, semoga Bapak beserta keluarga besar dalam keadaan sehat, panjang usia serta bahagia. Izinkan pada kesempatan ini saya sebagai Mantan Kader Partai Demokrat memohon beberapa hal kepada Bapak.
    1. Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Ir. H. Joko Widodo dan bukan Soesilo Bambang Yudhoyono lagi. Jadi dengan segala hormat, mohon Bapak berkenan diam dan serta tidak banyak nyinyir terhadap segala macam bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi, baik dalam masalah luar negeri maupun dalam negeri. Saya mohon Bapak berkenan menjadi Negarawan Sejati yang baik, tidak mencampuri Pemerintahan lagi. Contohlah Almarhum BJ. Habibie Presiden Republik Indonesia Ke – 3 serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden Repblik Indonesia Ke – 5 yang tidak pernah nyinyirin pemerintahan Bapak sewaktu bapak menjabat sebagai Presiden RI.
    2. Berdasarkan Hasil Survei Lembaga Internasional milik Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) Yaitu Gallup Word Pull, Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo menduduki PERINGKAT PERTAMA DUNIA sebagai Pemerintahan Paling Dipercaya Masyarakatnya, yaitu sebesar 80%. Dan Prestasi ini BELUM PERNAH Bapak capai saat Bapak menjabat Presiden Republik Indonesia.
    3. Organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ), Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) yang merupakan Organisasi Terbesar Kedua Di Dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) juga telah mengakui bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai 4 BESAR PEMIMPIN NEGARA yang PALING DISEGANI DI DUNIA setelah Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat ), Vladimir Putin ( Presiden Rusia ), serta Ram Nath Kovind ( Presiden India ). Dan prestasi Presiden Jokowi ini BELUM PERNAH BAPAK RAIH saat 10 menjabat Presiden RI.
    4. Presiden Republik Indonesia Ir, H. Joko Widodo tercatat sebagai 13 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia dari 500 Tokoh Muslim Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre ( RISSC). Dan prestasi inipun BELUM PERNAH BAPAK DAPATKAN selama 10 tahun Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia 2004 – 2014.
    5. Suka atau tidak suka, 6 tahun Pemerintahan Jokowi jauh lebih bagus peningkatannya dibanding 10 tahun Pemerintahan Bapak sendiri. Bahkan tidak sedikit tokoh papan atas partai kita, saudara seperjuangan saya di Partai Demokrat masuk penjara karena kasus korupsi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Presiden. Dari Muhammad Nazaruddin, Andi Alfian Malarangeng, Hartati Murdaya, Jero Wacik, Almarhum Sutan Bhatoegana, Angelina Sondakh, Amrun Daulay, Sarjan Tahir, As’ad Syam, Bahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum masuk penjara. Dan hampir semuanya DPP Partai Demokrat, orang – orang dekat Bapak semua.
    6. Justru Bapak SBY harus belajar banyak tentang Kesabaran, Ketegaran, Kesederhaan, Ikhlas serta Kebijaksanaan pada Presiden Jokowi. Saat Mas AHY diserang netizen karena cuitannya yg nyinyirin Presiden Jokowi, Bapak SBY langsung ngamuk tidak karuan melalui medsos menyerang para netizen yang membully Mas AHY, bahkan menyalahkan Bapak Jokowi.
    Apa hubungannya dengan Bapak Jokowi ?
    Justru Mas AHY yang menyerang Presiden Jokowi sesaat setelah Mas AHY dilantik sebagai Ketum Partai Demokrat. Presiden Jokowi diserang habis – habisan dan bertubi – tubi oleh pembencinya, dikatain Komunis, Anak Haram, PKI, termasuk orang tuanya juga difitnah serta di bully habis – habisan. Bahkan saat Ibundanya meninggal, masih diserang fitnah.
    NAMUN Bapak Jokowi tidak pernah membalas, tidak pernah menanggapi dan tetap fokus bekerja untuk rakyatnya.
    Dari klausal 1 – 6 diatas, saya memohon sekali lagi pada Bapak SBY yang Terhormat, untuk berkenan menjaga wibawa, tidak lagi mencampuri permasalahan pemerintahan Jokowi.
    Jika ingin menyampaikan masukan ke Bapak Jokowi selaku Presiden, lebih elegan jika Bapak berkenan menyampaikan langsung kepada Beliau, baik bertemu sillaturahmi dan atau melalui telepon.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, karena bapak pernah menjadi Ketua Umum saya di Partai Demokrat.
    Terima Kasih
    Hormat Saya,
    Deka Surya Abadi
  • BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Hari Sabtu, 19 September 2020 Puskohis IAIN Surakarta seminarkan urgensi Pilkada Serentak 2020. Seminar nasional tersebut dilakukan secara virtual karena keadaan masih belum kondusif.
    Dengan menghadirkan tiga narasumber andal, pusat studi yang baru diresmikan bulan lalu suskes menggelar seminar kali ini dengan tema “Urgensi Pilkada Serentak 2020 dalam Bingkai Demokrasi Konstitusional”.
    Pilkada Serentak 2020 ini memang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, baik di dunia nyata maupun dunia maya (red. media sosial).

    Acara diawali sambutan Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam IAIN Surakarta oleh R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H. Dalam sambutannya beliau mengutip pendapat Carl J. Friedrich dalam bukunya: “Constitutional Government and Democracy Theory and Practice in Europe and America” yang mendefinisikan konstitusi dalam 5 konsep: Filosofis (Philosophical), Struktural (Structural), Legal (Legal),)Dokumentarian (Documentarian), dan Prosedural (Procedural). Beliau menegaskan bahwa 5 Konsep ini menjadi Fokus Utama PUSKOHIS IAIN Surakarta. Sesuai Visi dan Misi PUSKOHIS pungkasnya. PUSKOHIS akan selalu berkomitmen memberikan kontribusi untuk Bangsa dan Negara dalam urusan Konstitusi dan Hukum Islam. Beliau berharap Negara senantiasa berjalan pada jalur konstitusional, Menjunjung tinggi tegaknya HAM dan Demokrasi.

    Direktur PUSKOHIS yang akrab dipanggil Gus Mustain ini juga mengutip pendapat pakar Hans Kelsen dalam bukunya “General Theory of Law and State” yang mengatakan: “konstitusi adalah dasar dari tata hukum nasional”. Dengan demikian apapun yang berlaku di Negara Indonesia haruslah sesuai jalur hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Beliau berharap dengan adanya diskusi ilmiah membahas problematika Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi ini PUSKOHIS akan mampu merekomendasikan usulan solutif kepada Pemerintah baik Presiden, KPU, maupun lembaga yang berkepentingan dengan Pilkada Serentak dimasa pandemi ini.
    Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. KH. Mudhofir S. Ag, M.Pd. melalui Direktur PUSKOHIS juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggranya acara ini. Beliau berharap agar diskusi ilmiah seperti ini berlanjut untuk tema-tema berikutnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Menurut narasumber Pertama, Z. Saifudin, S.H.,M.H., tema yang diangkat oleh Puskohis sangat menarik dan terkini karena memang sedang menjadi trending topic. Direktur Institut Pemantau dan Pengawas Pemerintahan Daerah (IP3D) itu menyebutkan bahwa dari 3 opsi usulan KPU akhirnya disetujui pada tanggal 9 Desember Tahun 2020 sebagai opsi paling realistis untuk dilaksanakan Pemilukada. Keputusan tersebut diambil dalam forum rapat bersama dengan DPR dan pemerintah (Kemendagri) pada akhir maret 2020. Dengan ditindak lanjuti dikeluarkan Perppu tanggal 4 Mei 2020. Anggaran dana yang disetujui sekitar 2,6 T.

    Beliau juga menjabarkan tentang pertaruhan Konstitusi dalam Bab VI tentang Pemerintahan Daerah khususnya Pasal 18 ayat (4). Aturan UU Pemilukada bahkan sampai aturan teknis PKPU No.5, 6 dan 10. Dikupas secara tuntas. Juga mengkritisi banyak persoalan dan dinamika sebelum proses penetapan calon tanggal 23 September 2020. Termasuk tentang 25 daerah yang masih terdapat calon tunggal. Dijelaskan juga jika ada potensi kotak kosong menang atas calon tunggal. Ada juga tentang tarik ulur dukungan Parpol dan mahar politik yang sulit pembuktiannya.

    Dalam kutipannya “Ada hal menarik pada Pemilukada tahun ini, yaitu adanya 25 calon tunggal. Selain itu, ada tarik ulur dukungan Parpol yang menjadikan sengketa, contohnya di Kota Kutai Kartanegara. calon lawan tidak jadi maju sehingga terjadi calon tunggal masih ada walau sudah masa perpanjagan pendaftaran,” papar beliau lebih lanjut.

    Tidak lupa dijelaskan potensi adanya gugatan hukum. Beliau membagi dalam 3 domain. Sebelum penetapan, pasca kampaye dan setelah penetapan dari KPU. Gugatan dapat dilakukan di PTUN, PN, DKPP dan MK sebagai hasil akhirnya.
    Beliau juga memberikan jalan solutif dan alternatif agar Pemilukada dapat berjalan lancar. Komisi II DPR dan Pemerintah (Kemendagri) agar aktif komunikasi. Mengevaluasi KPU sebagai penyelenggara teknis. Mendorong agar ada koordinasi berkala dalam Forkompimda. Termasuk pelibatan penegak hukum. Dia juga menyinggung soal Keppres No.12 Tahun 2020 bahwa Kepala Daerah sebagai Ketua Gugas Pandemi. Agar pemerintah pusat tidak terlalu intervensi. Agar kepala daerah sekarang fokus dalam pandemi.

    Beliau juga mengutip dari Herbert Mclosly berkata “Partisipasi politik merupakan kekuatan warga negara ketika mengambil bagian pada proses pemilihan penguasa dan kebijakan umum” (Andi Faisal Bakti, 2012: 119). Agar 107 juta voters ikut berpartisipasi. Demi terciptanya kepemimpinan politik yang ideal. Dia mengutip pendapat dari T.B. Bottomore berkata “Kepemimpinan politik merupakan perpaduan semua kelompok kekuatan politik dan pengaruh politik” (Michael Rush dkk, 2011: 249). Kepemimpinan lokal merupakan grass root sebagai embrio kepemimpinan nasional.

    Sebagai rekomendasi beliau, juga memberikan arahan agar Pilkada ini tetap dilanjut dengan catatan dan benang merahnya. Termasuk pengetatan protokol kesehatan. Alasan lain adalah demi menjaga tetap lanjut roda pemerintahan daerah dalam kerangka good governance dan clean goverment serta kepastian hukum terjaga. Dia juga mengingatkan agar tidak terjadi politik pecah belah. Idealnya mengedepankan proses demokrasi dengan menghilangkan sifa egosentris golongan dan/atau kelompok pribadi saja.
    Narasumber kedua, Lisma, M.H. menyampaikan sejarah kali pertama pemilu dilaksanakan dan urgensi Pilkada Serentak 2020.

    “Indonesia pertama kali melakukan pemilu pada tahun 1955 untuk memilih anggota DPR dan DPRD yang diikuti oleh 118 partai politik, organisasi, golongan, dan perorangan. Era orde baru pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1999 untuk memilih anggota DPR dan DPRD. Pemilihan wakil-wakil rakyat yakni presiden, gubernur, bupati dan walikota disebut dengan istilah demokrasi perwakilan. Era reformasi, pemilu dilaksankan pada tahun 2004, 2008, dan 2014 untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten.”
    Salah satu dosen Hukum Tata Negara IAIN Surakarta ini juga menuturkan bahaya pilkada apabila tidak jadi dilangsungkan pada tahun ini.

    “Hal ini dapat menyebabkan potensi konflik vertikal antara pemerintah daerah dan masyarakat maupun konflik horizontal antara kelompok masyarakat pendukung pemerintah dan kelompok masyarakat oposan pemerintah di daerah. Tema konfliknya sudah tentu limitasi kepemimpinan yang tercantum dalam undang-undang dan suksesi kepemimpinan daerah di periode 2020 – 2024,” tutur Lisma.

    “Apabila pilkada dilaksanakan tanpa perppu, hasilnya akan dinilai inkonstitusional dan pemimpin daerah yang terpilih berstatus illegal karena tidak sesuai dengan bulan penetapan pelaksanaan pilkada di dalam UU No. 10 Tahun 2016. Kedua hal ini akan menyebabkan ramainya gugatan hukum secara vertikal dan konflik secara horizontal (antara dua kubu pendukung paslon),” imbuh beliau di sela-sela pemaparan materi.
    “Kita tidak bisa menutup mata dengan adanya Pilkada Serentak 2020. Sebagai warga negara, kita harus ikut berpartisipasi meski banyak polemik,” tutup Lisma.

    Dalam seminar ini juga dibahas problematika pilkada dan analisis hukumnya oleh narasumber ketiga, yaitu Suciyani, S.H.I., M.Sos.Dosen Hukum Pidana Islam IAIN Surakarta itu menjelaskan banyak masalah yang biasa muncul pada pelaksanaan pilkada. Menurutnya, masalah-masalah tersebut menjadi masalah yang tidak terselesaikan karena perlu pengawalan dari penegak hukum dan masyarakat.

    Kasus atau masalah yang dilaporkan memerlukan barang bukti agar bisa diproses oleh apparat penegak hukum.
    “Setiap pilkada harus dilihat potensi-potensi pelanggrannya. Koordinasi Bawaslu, penegak hukum, masyarakat sebagai pelapor sangat dibutuhkan. Pencegahan adanya potensi pelanggaran juga perlu dilakukan. Selama ini, yang dilakukan hanya penyelesaian masalah, tanpa pencegahan,” terang beliau di akhir pemaparannya.

    Peserta tampak antusias dalam webinar tersebt. Meliputi hampir perwakilan provinsi ada. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, di antaranya pencalonan independen tanpa Parpol, politik dinasti, sengketa pilkada, mahar politik. Pertanyaan dijawab dengan jelas oleh narasumber dengan saling menambahkan dan diskusi bareng.

    Kontributor: Mokh. Yahya

  • GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    GUS DUR IKU ALIM ALIME WONG PALING ALIM JAMAN IKI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Sejak masih remaja, nama Gus Dur mulai akrab. Namun, pengetahuan Shuniyya hanya sebatas bahwa Gus Dur adalah cucu Hadlrotusy Syaikh Hasyim Asy’arie, pendiri NU. Dan saat itu dikenal sebagai orang yang kritis berani melawan pemerintahan Orde Baru yang dikenal otoriter. Akibatnya, banyak berita miring tentang figur Gus Dur.
    Sering sekali Shuniyya dibuat kebingungan bagaimana bisa perilaku seorang Gus, keturunan darah biru “premium edition” pesantren bisa aneh dan nyleneh. Tidak pernah ada contoh seperti itu sebelumnya. Namun, Shuniyya hanya bisa diam saja. Hingga akhirnya beliau KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden Indonesia.
    Sebagai Presiden, tentu saja menjadi sorotan publik. Segala perilaku, gerak, apalagi statemen beliau selalu saja bisa kita ikuti dimana-mana. Melihat hal ini, lama-lama Shuniyya merasa tidak nyaman. Akhirnya, bertanya kepada guru Shuniyya, Simbah Kyai Iskandar Jogja almarhum (wafat tahun 2007).
    “Mbah, Gus Dur itu kan Kyai, tapi kok perilakunya seperti itu ya, aneh tur nganeh-anehi,”
    Mbah Yai Is tersenyum. Beliau menjawab, “Aslinya, Gus Dur itu tidak aneh. Kita saja yang tidak nutut ilmunya, sehingga memandang beliau aneh…. Seandainya orang seperti simbah ini ada seribu, diikat dikumpulkan jadi satu, ilmunya tidak ada sekuku hitamnya Gus Dur… Gus Dur iku alim-alime wong paling alim jaman iki,”
    Shuniyya kaget setengah mati mendengar jawaban ini. Rasa malu dan kagum bercampur jadi satu. Penasaran juga, dan entah kenapa, menjadi sebuah kerinduan untuk bisa langsung bermuwajahah dengan Gus Dur. Saat itu juga, Shuniyya mohon doa dan restu dari Mbah Yai supaya bisa bertemu dengan Gus Dur dan belajar dari beliau.
    Doa Mbah Yai Is dikabulkan Gusti Allah. Tahun 2001 beberapa bulan setelah beliau tidak menjadi Presiden, pada suatu acara di Jogja, Shuniyya berhasil ketemu Gus Dur. Subhanallah… Tidak ada kata yang bisa melukiskan kebahagiaan waktu itu. bertemu dengan sealim-alimnya manusia paling alim di jaman ini.
    Pertemuan dengan Gus Dur menjadi lebih instensif setelah Shuniyya hijrah ke Jakarta pada bulan Mei 2005 hingga berangkatnya beliau ke rofiqul a’la pada 30 Desember 2009.
    Walau sekejap pertemuan itu, namun tali rasa yang dijalin, sebagai guru, orangtua,kekasih, pecinta Gus Dur tidak akan pudar dan cerita ini akan Shuniyya turunkan kepada anak cucu.
    Berangkatnya Gus Dur ke rofiqul a’la menjadi ayat dan hikmah yang luar biasa. Yakni, terjalinnya silaturahim dengan keluarga, murid dan pecinta beliau di seantero dunia… (Syarif Hidayatulloh Al Dadapani)
    I Love u mbah Wali Gus Dur
    Ila ruhi Mbah Wali Gus Dur wa zawjatihi wa dzurriyahitihi wa furu’ihi wa silsilatihi wa muridihi wa muhibbihi ya Allah… wa muhibbihi ya Allah … wa muhibbihi ya Allah… syaiun lillahi lana wa lahumul Fatihah…
    Shuniyya Ruhama
  • Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia

    Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj
    Terpilih Sebagai Wakil Presiden
    Organisasi Keagamaan Sedunia

    SORBANSANTRI.COM

    Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Penetapan sesuai keputusan 900 orang pemimpin agama dari 125 negara di dunia, pada sebuah pertemuan di Jerman.

    “Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” kata Deputy Secretary General Religion for Peace, Kyoichi Sugino

    Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin agama-agama sedunia menilai ulama asal Cirebon, Jawa Barat itu telah berhasil memimpin NU dan sukses membawa organisasi masyarakat itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.

    Selain Said Aqil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mendapatkan kedudukan yang sama. Amanah itu, bakal diemban Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir selama lima tahun ke depan

  • BUKU MENJERAT GUS DUR AGENDA PELENGSERAN PRESIDEN

    BUKU MENJERAT GUS DUR AGENDA PELENGSERAN PRESIDEN

    InfokomBanserNU- Haul Gus Dur tahun ini agak beda. Haul terasa lebih hangat karena bersamaan dengan peluncuran buku “Menjerat Gus Dur”. Di buku itu misalnya dikisahkan soal agenda pelengseran Presiden Gus Dur. Tak main-main, buku itu menyebut sejumlah nama yang terlibat dalam skenario pelengseran itu.

    Buku itu berguna terutama bagi generasi belakangan yang tidak hidup di era Presiden Gus Dur. Tapi bagi generasi senior yang membaca koran, tabloid serta majalah yang menarasikan pernyataan para tokoh politik kontra Gus Dur saat itu, buku ini lebih bersifat komplementer. Sebab, pelengseran Gus Dur itu bukan agenda tersembunyi. Betapa sejumlah tokoh bicara di TV dengan terus terang menyatakan keinginannya menjatuhkan Gus Dur.

    Sejumlah pimpinan organisasi kemahasiswaan bukan hanya turun ke jalan memprotes Gus Dur. Mereka juga wira-wiri masuk TV untuk menegaskan kegeramannya pada Gus Dur. Jika aktivis angkatan 98 bangga berhasil menurunkan Soeharto, maka beberapa aktivis mahasiswa angkatan 2000 menepuk dada dengan bangga karena sukses menurunkan Gus Dur. Padahal, jelas beda antara Gus Dur dan Pak Harto.

    Apapun itu, sejarah politik kekuasaan Indonesia perlu terus ditulis agar generasi mendatang bisa mengambil pelajaran. Bahwa bukan hanya pemimpin zalim yang bisa jatuhkan, pemimpin bersih seperti Gus Dur pun bisa dilengserkan. Saya jadi ingat pepatah Arab, “al haqqu bila nizham yaghlibuhu al bathil bi nizham”.

    Selasa, 31 Desember 2019
    Salam,

    Cc Abdul Moqsith Ghazali

    (post.muhammad khoirunnadzirin)