Tag: protestan

  • Pendeta tenar, Gilbert Lumoindong, bikin gaduh saat libur lebaran ini.

    Pendeta tenar, Gilbert Lumoindong, bikin gaduh saat libur lebaran ini.

    wp.sorbansantri.com – Tokoh agama protestan yang memiliki banyak pengikut ini memang kerap berulah lewat pernyataannya. Gilber Lumoindong merasa diri paling benar dan semua salah, pandangan ini yang selalu dipegangnya.

    “Sebelum sembahyang (salat) Islam diwajibkan cuci semuanya, saya bilang lu itu dua setengah. Gua 10 persen, bukan berarti gua jorok, tapi sudah disucikan oleh darah Yesus,” katanya disambut tawa jemaat Protestan. Tak hanya itu, Gilbert Lumoindong juga menyindir salat yang dianggap lebih sulit dibanding ibadah dalam agamanya.

    Menurut Gilbert, jika saat hendak beribadah umat agamanya hanya sepekan sekali membersihkan diri, tidak seperti agama Islam yang setiap beribadah selalu membersihkan diri. Gerakan ibadah dalam agamanya juga tidak membuat capek karena hanya berdiri, bernyanyi, dan bertepuk tangan. “Lah kita kan bayar 10 persen, makanya kebaktian kita hanya berdiri, tepuk tangan ya santai, tidak seperti,” ujarnya.
    Sementara dalam Islam disebut ibadahnya setengah mati.

  • Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    InfokomBanserNU- Orang Islam zaman dulu itu santai. Mereka gampang berbaur dengan budaya lokal. Tegasnya, mereka membaurkan diri. Mereka tidak khawatir soal akidah yang bakal tercemar.

    Lebaran kita makan ketupat. Sebelum Islam datang ketupat itu sudah ada di tanah Jawa. Ketupat disajikan dalam hidangan sehari-hari, juga dipakai untuk sesajen, persembahan kepada Tuhan yang diyakini pada masa itu. Islam diajarkan, tanpa kebencian pada simbol-simbol lama. Ketupat yang merupakan bagian dari ritual agama lama, menjadi bagian kemeriahan perayaan Idul Fitri.

    Ada banyak lagi pembauran-pembauran yang dibuat, yang memberi karakter kepada Islam, menjadi ciri khas yang memberikan tampilan berbeda antara Islam Nusantara, dengan Islam di bagian bumi yang lain. Berbeda, tapi tidak kehilangan substansi ajaran Islam.

    Islam yang demikianlah yang sudah membangun Nusantara selama berabad-abad. Islam yang membangun, memberi warna, memperkaya. Bukan Islam yang mencari-cari konflik dengan lingkungan tempat dia hidup.

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia.

    #MembangunPeradaban
    #Islam

    (Baban Subandi )