Tag: PSNU

  • Sesepuh Dewan Pagar Nusa Mojokerto Hadiri Giat PSNU Plososari

    Sesepuh Dewan Pagar Nusa Mojokerto Hadiri Giat PSNU Plososari

     

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto-Sabtu, (5/06/2021), PSNU (Pencak Silat Nahdhatul Ulama) Ranting Plososari  menggelar Uji Ketangkasan (UKt) atau juga yang biasa disebut Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang diikuti oleh 15 peserta bertempat di Pondok Pesantren Hidayatul , hadir dalam kegiatan itu sesepuh Dewan Pagar Nusa, Mbah Muslimin dari Gading dan Kang Dedi dari Pandan.

    Kegiatan ini adalah momen yang ke-dua kalinya di mana beberapa bulan yang lalu pada 31 Januari 2021 Pagar Nusa Ranting Plososari juga pernah mengadakan acara yang sama, namun kali ini ada yang istimewa karena peserta UKT kali ini rata rata masih duduk di bangku SD, suasana raut wajah anak anak yang masih belia ini sebagian ada yang diliputi rasa takut karena belum pernah mengikuti UKT namun beberapa pelatihnya selalu memberikan motivasi agar tetap semangat dan tidak takut, demikian juga sebaliknya ada banyak santri yang tetap tegar dan penuh semangat untuk mengikuti UKT.

    SORBANSANTRI.COM

    Sekitar 15 santri Pagar Nusa yang terdiri dari 14 laki laki dan satu wanita. Diberangkatkan dari halaman Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Dusun Jalinan, Plososari, untuk melakukan jalan kaki secara berkelompok mencari pos pos tim penguji yang sudah di tentukan.

    Sebagai sesepuh Pagar Nusa Mojokerto Mbah Muslimin memberikan arahan kepada peserta, bahwa kegiatan ini untuk menanamkan rasa tanggung jawab, keberanian untuk menjaga aqidah dan ideologi negara.

    ” … dari acara ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa untuk menanamkan rasa tanggung jawab, keberanian dalam mempertahankan aqidah dan pentingnya menjaga ideologi negara memang harus di paksakan semenjak usia dini,  supaya generasi bangsa Indonesia tidak mudah terombang-ambing oleh kaum radikal dan liberal yang kedua duanya sama sama menawarkan ideologi buatan mereka sendiri “, tuturnya.

    “…Pencak Silat Nahdhatul Ulama atau Pagar Nusa adalah benteng aqidah Aswaja dan ideologi Pancasila, Pagar Nusa adalah benteng NU dan BANGSA “, tegas Muslim memberikan arahan serta motivasi.

     

    (Rosyid sorban)

  • UJIAN MENTAL, KEASWAJAAN DAN KEBANGSAAN MENJADI SARAT UTAMA KENAIKAN TINGKAT PSNU

    UJIAN MENTAL, KEASWAJAAN DAN KEBANGSAAN MENJADI SARAT UTAMA KENAIKAN TINGKAT PSNU

    wp.sorbansantri.com – Suasana pagi hari yang sejuk nampak gumpalan mendung menyelimuti langit sehingga menutupi cayaha matahari di pagi hari itu, tepatnya pada pukul 08.00. WIB. Tgl 31 Januari 2021.tampak para santri berpakaian Serba hitam dan di balut sabuk hijau yang terikat di pinggang (pakaian sakral PSNU Pencak Silat Nahdlatul Ulama) sedang berdatangan berkumpul di lapangan dusun sarirejo/ jalinan, Plososari, Puri, Mojokerto.untuk mengikuti acara ujian kenaikan tingkat dari sabuk strip polos ke strip putih.

    Ujian ini adalah ujian tingkat dasar sebelum Santri Pagar Nusa masuk ke jenjang berikutnya, mereka harus mengikuti ujian mental,materi ke aswajaan,materi kebangsaan,dan materi pencak silat. UKT pada tahun ini di ikuti oleh sekitar 30 peserta mulai dari usia 8 tahun sampai 12 tahun, hadir pula dalam acara tersebut dewan pengurus wilayah pagar Nusa Jawa timur yaitu H. Budi. Mbah Sumarno. Dan juga pengurus cabang kabupaten Mojokerto yaitu kang Hariadi kang Dedi dan Mbah Muslimin.tak ketinggalan para dewan pendekar dari berbagai ranting pagar nusa sebagi tim penguji juga datang di acara itu.

    Acara dimulai dengan jalan fisik keliling desa Plososari dari dusun jalinan ke makam Sayyid Mahmud Tirim Plososari, jalan fisik yang di lalui para santri PSNU cukup jauh sekitar 3 km baru sampai di makam Sayyid Mahmud tirim. Di sana mereka melakukan tawassul, istighotsah dan berdoa bersama agar mendapat ridho dari Allah Swt.

    Setelah istighotsah,mereka berjalan lagi, namun kali ini di buat beberapa kelompok untuk mengikuti tes dari tim penguji di setiap pos pos yang di laluinya.namun di tengah tengah ujian tes tiba tiba hujan lebat turun suasana makin seru karena diguyur hujan, dalam keadaan basah kuyup santri dan tim penguji tetap semangat. Jika para peserta sudah sampai pos terakhir mereka kembali berkumpul di lapangan dsn jalinan untuk mengikuti upacara dan menerima tausyiah serta penyematan sabuk oleh H Budi.

    Walaupun keadaan lapangan tergenang air karena habis di guyur hujan, H Budi tetap semangat dengan suara lantang berapi api menyampaikan pesan pesan moral tentang tujuan mengikuti pencak silat Nahdlatul Ulama.
    Bahwa mengitkuti pencak silat bukan untuk mencari musuh,bukan untuk kesombongan,bukan untuk adigang adigung,tapi harus mengedepankan akhlak mulia, rendah hati, tawadduk,taat, patuh, sopan santun baik kepada kedua orang tua,guru,dan sesama santri, sanggup menjaga ajaran Aswaja dan mengabdikan diri kepada bagsa dan agama. Setelah doa dan penutup para santri kemudian makan purakan ala santri.
    (Sorban Santri Rosyid).

  • PERINGATAN HARLAH PAGAR NUSA GASMI DI PANDANARUM

    PERINGATAN HARLAH PAGAR NUSA GASMI DI PANDANARUM

    wp.sorbansantri.com – Di dusun Pandan Desa Padanarum kec Pacet tepatnya senin tgl 11 Januari 2021 pukul pukul 20.00 – 22.00 wib. Merupakan hari yang istimewa dan penuh dengan nilai nilai sejarah berdirinya Pagar Nusa dan Gasmi di pandan. Karena tanggal dan bulan tersebut mempunyai kesamaan bulan dengan berdiri Pagar Nusa dan Gasmi di Lirboyo,pusat berdirinya Pagar Nusa dan Gasmi.

    Pagar nusa berdiri pada tgl 3 Januari 1986. Dan Gasmi berdiri pada tgl 11 Januari 1966 di Lirboyo. Tanggal dan bulan berdirinya pagar Nusa di pandan terinspirasi dari awal mula berdirinya Pagar Nusa di Lirboyo.

     

    Sangat relevan dengan zaman sekarang,memperingati HARLAH PSNU dapat membuat para santri Pagar Nusa makin mengerti siapa diri mereka dan gimana tanggung jawab mereka dalam berbangsa dan bernegara serta gimana seorang santri harus tetap menjaga nilai nilai luhur kepagarnusaan dan tradisi keNUan. 

     

    Harapan terbesar bagi peringatan ini adalah jangan sampai kita mudah melupakan sejarah atau sering disebut Jasmerah jangan melupakan sejarah,Agar santri santri pagar Nusa selalu mendapat barokah dari para pendiri PSNU. (rosyid sorban)

     

  • Gus Anwar:  Mbah Hasyim perintis tradisi keilmuan pesantren di Jombang

    Gus Anwar:  Mbah Hasyim perintis tradisi keilmuan pesantren di Jombang

    wp.sorbansantri.com- Tepatnya pada tgl 3 Januari 2021 sebagian santri PSNU ranting Dusun Rejosari RT 03 RW 02 Ranting Plososari Puri Mojokerto mengadakan silaturahmi ke ndalem sesepuh dewan pendekar Pagar Nusa di Mojokerto dan Jombang. Rombongan ini diikuti sekitar 12 santri berangkat sekitar pukul 19.00. diantaranya ke ndalem Mbah Min gading mojokerto ke ndalem Gus Anwar diwek Jombang sekitar pukul 20.45.

    Setelah kami ngobrol sebentar di di ndalem Gus Anwar kami serombongan memohon agar Gus Anwar Sudi memimpin ziarah ke makam Mbah Asy’ari . Acara ini berlangsung cukup khidmat dan penuh penghayatan karena sebelumnya Gus Anwar terlebih dahulu menceritakan sekelumit sejarah biografi Mbah Asy’ari.

     

    “Mbah Asy’ari adalah pendiri Pesantren Keras, yang terletak di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur, sekitar tahun 1876. Ayahanda KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan pengasuh Pesantren Tebuireng, ini dikenal pula sebagai perintis tradisi keilmuan pesantren di daerah Jombang.

     

    Mbah Asy’ari Lahir di Demak, Jawa Tengah, sekitar tahun 1830. ayah beliau bernama Abdul Wahid bin Abdul Halim. Abdul Wahid adalah salah seorang komandan pasukan Diponegoro yang menggunakan nama “Pangeran Gareng”, di bawah Panglima Sentot Alibasyah Prawirodirdjo. Nasab Kiai Asy’ari merujuk hingga ke Pangeran Benowo bin Jaka Tingkir alias Sultan Pajang”. Demikian tutur Gus Anwar

    Dalam perjalanan kemakam Mbah Asy’ari yang tidak jauh dari tempat tinggal Gus Anwar hanya sekitar 3 km itu. 

     

    Tidak terasa kami sudah masuk di desa Keras tempat pesarehan Mbah Asy’ari, santri semua mengikuti Gus Anwar kemakam untuk tawasul dan kepada semua Auliya ditanah jawa,wali songo,pendiri NU dan Mbah Asy’ari sekaligus membaca tahlil. 

     

    Dalam perjalanan pulang Gus Anwar berpesan agar kita selalu menjaga keikhlasan dalam mengamalkan ilmu Pagar Nusa. Rombongan kembali ke  ndalem Gus Anwar pukul 10. 30 rupanya sang isteri Gus Anwar sudah menyiapkan jamuan makan untuk  rombongan santri PSNU Plososari ini. Alhamdulillah setelah selesai makan bersama ala santri (purakan) sebagain masih melanjutkan perbincangan seputar pagar nusa, sedangkan yang lain istrihat di gubuk belakang rumah beliau. 

     

    Setelah kami rasa cukup larut malam sekitar pukul 00.00 kami mohon diri berpamitan untuk pulang melanjutkan perjalanan ke Plososari Mojokerto sekitar pukul 01.30 rombongan kami tiba di Plososari. (rosyid sorban)

     

    #Santri PSNU Plososari

    #Pagar Nusa pagar Nu dan bangsa

    #Santri nderek Kyai

    #Nderek Kyai Sampai mati

     

  • Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    wp.sorbansantri.com- Peringatan ulang tahun PAGAR NUSA di dusun rejosari RT 03 RW 02 Ranting Plososari tgl 6 Januari 2021. Sudah mecapai usia satu tahun sejak dibukanya PSNU di dusun Rejosari Plososari pada awal Januari 2020 setahun yang lalu.

    Peringatan ini berlangsung mulai pukul 20.00 – 22.30.wib dengan rangkaian acara pembukaan, qiroatul Qur’an,sambutan, pembacaan manaqib, mauidhzoh Hasanah di akhiri dengan pembacaan doa.

    Acara yang diselenggarakan oleh PSNU Ranting Plososari dusun rejosari ini mendatangkan dewan pendekar dari Jombang dan Pacet diantaranya adalah Gus Anwar Gus Muhtar dan kang Dedi dan juga diikuti oleh utusan utusan santri PSNU dari sebagian ranting dekat Plososari.

    Acara peringatan HAUL ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran Pagar Nusa dalam membangun SDM melalui seni pencak silat PSNU agar generasi bangsa di tingkat ranting tidak mudah terpengaruh dengan paham ekstrim kiri dan ekstrim kanan yang pada akhir akhir ini makin tumbuh bercokol di kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai kota, dan Untuk mengantisipasi masuknya ideologi Wahabi yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang kental dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah dari buyut sampai saat ini.

    “Satu satunya banom NU yang bisa masuk dan mewarnai semua banom banom NU adalah Pagar Nusa, demikian juga pada acara ini pagar Nusa mendatangkan jama’ah thoriqoh mu’tabaroh Annahdhiyah untuk membacakan manaqib sayyidi syaikh Ahmad bin Muhammad attijani RA.

    hal ini sebagai bentuk ngalab barokah dari manaqib tersebut dan juga sebagai bentuk interaksi sosial antara santri Pagar Nusa dan warga sekitar yang mayoritas pengamal thoriqoh Attijaniah” Demikian tutur Gus Anwar dalam mauidhzohnya.

    di Akhir mauidhzohnya Gus Anwar mengimbau agar santri Pagar Nusa benar benar manjaga amanah yang di wariskan oleh wali songo, Hadrotussyaikh, dan KH Abdullah Maksum Jauhari agar benar benar di akui sebagai santrinya beliau beliau.

    PSNU RANTING PLOSOSARI#

    PAGAR NUSA#

    PAGAR NU DAN BANGSA#

    SANTRI PSNU PLOSOSARI#