Tag: qunut nazilah

  • Ijazah Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar (DOA QUNUT NAZILAH) untuk mendoakan warga Palestina

    Ijazah Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar (DOA QUNUT NAZILAH) untuk mendoakan warga Palestina

    اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِيْنُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيْكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ، وَنُثْنِيْ عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ، نَشْكُرُكَ وَلَا نَكْفُرُكَ، وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ. اَللّٰهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّيْ وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُوْ رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ. اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

    Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruka wa nastahdîka wa nu’minu bika wa natawakkalu ‘alayka wa nutsnî ‘alaykal khayra kullahu, nasykuruka wa la nakfuruka wa nakhla‘u wa natruku may yafjuruka. Allâhumma iyyaka na‘budu wa laka nushallî wa nasjudu wa ilayka nas‘â wa naḫfidu, narjû raḫmataka wa nakhsyâ ‘adzâbaka, inna ‘adzâbakal jidda bil kuffâri mulḫiqun. Allâhumma tsabbit ikhwânanal mujâhidîna fi Filistin, khusushan fi Ghazzah, waḫqin dimâ’ahum. Allâhumma ‘alayka bil Yahûd, ash-shuhyûniyyîna, al-mal‘ûnîna, wa anzil ghadhabaka ‘alayhim. Allâhumma-nshur dînaka wa kitâbaka wa sunnata nabiyyika Muḫammadin shallallûhu ‘alayhi wa sallam.

    Artinya, “Ya Allah, kami memohon pertolongan-Mu, kami memohon ampunan-Mu, kami memohon petunjuk-Mu, kami beriman kepada-Mu, kami bertawakal kepada-Mu, kami memuji-Mu dengan segala kebaikan, kami bersyukur kepada-Mu dan tidak kufur kepada-Mu. Kami berlepas diri dan meninggalkan orang yang mendurhakai-Mu. Ya Allah, kepada-Mu kami menghamba, kepada-Mu kami berdoa dan bersujud, kepada-Mu kami berusaha dan bergegas. Kami mengharap rahmat-Mu, dan kami takut akan siksa-Mu. Sesungguhnya azab-Mu yang berat melekat pada orang-orang kafir. Ya Allah, kuatkanlah saudara-saudara mujahidin kami di Palestina, khususnya di Gaza, dan jagalah darah mereka. Ya Tuhan, hukumlah orang-orang Yahudi Zionis yang terkutuk, dan turunkan murka-Mu kepada mereka. Ya Tuhan, dukunglah agamamu, kitabmu, dan sunnah Nabi-Mu, Muhammad—semoga Allah melimpahkan rahmat pengagungan dan memberi kedamaian kepada beliau.”

    اَللّٰهُمَّ انْصُرِ الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْحَمِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ. اَللّٰهُمَّ اكْشِفْ الغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْفَعَ الْبَلَاءَ عَنْ غَزَّةَ وَأَهْلِهَا، وَأَنْ تَنْصُرَهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ، وَأَنْ تَرْحَمَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ مِنْ عِبَادِكَ، وَأَنْ تَكْشِفَ الْغُمَّةَ عَنْ أُمَّتِنَا. اَللّٰهُمَّ عَافِنَا وَالْطُفْ بِنَا وَاحْفَظْنَا وَانْصُرْنَا وَفَرِِّجْ عَنَّا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اكْفِنَا وَإِيَّاهُمْ جَمِيْعًا شَرَّ مَصَائِبِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ

    Allâhummanshuril muslimînal mustadl‘afîna fî kulli makân(i). Allâhumma-rḫamil mustadh‘afîna min ‘ibâdik(a). Allâhummaksyifil ghummah ‘an ummatina. Allâhumma innâ nas’aluka an tarfa‘al balâ-a ‘an Ghazzah wa ahliha, wa an tanshurahum ‘alâ ‘aduwwihim, wa an tarḫamal mustadl‘afîna min ‘ibâdika, wa an taksyifal ghummah ‘an ummatinâ. Allâhumma ‘âfina walthuf binâ waḫfadhnâ wanshurnâ wa farrij ‘annâ wal muslimîn(a). Allâhummakfinâ wa iyyâhum jamî‘an syarra mashâ-ibid dun-yâ wad dîn(i)

    Artinya, “Ya Allah, bantulah umat Islam yang tertindas di mana pun. Ya Allah, kasihanilah orang-orang yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu. Ya Tuhan, hilangkan duka dari umat kami. Ya Allah, kami mohon agar Engkau mengangkat bencana dari Gaza dan rakyatnya, memberi mereka kemenangan atas musuh mereka, mengampuni mereka yang tertindas di antara hamba-hamba-Mu, dan semoga duka disingkirkan dari bangsa kami. Ya Allah, berilah kami kesehatan, berbaik hatilah kepada kami, lindungi kami, dukung kami, dan bebaskan kami begitu juga kaum muslimin. Ya Allah, lindungilah kami dan mereka semua dari kejahatan musibah dunia dan agama.”

    اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِيْ صَلَاحِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ لاَ تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِيْ هَلَاكِهِ صَلاَحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَالرَّحْمَةَ مَعَ اللُّطْفِ وَالْعَافِيَةِ وَالْبَرَكَةِ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْمَحْرُوْمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعْ وَاصْرِفْ عَنَّا وَعَنِ الْمُسْلِمِيْنَ الْأَذَى وَالْغَلَاءَ وَالْبَلَاءَ وَالْقَحْطَ وَالْحُمَّى وَالْجَدْبَ وَالْجَوْرَ وَالظُّلْمَ وَجَمِيْعَ أَنْوَاعِ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْأَمْرَاضِ وَالْأَسْقَامِ وَالشَّدَائِدِ وَالزَّيْغِ وَالضَّلَالِ وَالزَّلَازِلِ وَالرِّيْحِ وَالْجَهْلِ وَالْبَلَاءِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وأَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ وَالْمَنْكُوْبِيْنَ وَالْمَكْرُوْبِيْنَ وَالْمَظْلُوْمِيْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَاكْلَأْهُمْ وَصُنْهُمْ وَتَوَلَّهُمْ وَارْعَهُمْ وَأَلْهِمْهُمْ رُشْدَهُمْ، وَوَفِّقْنَا وَإِيَّاهُمْ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْطُفْ بِنَا وَبِهِمْ فِيْ مَا يَجْرِيْ بِهِ الْقَضَاءُ، وَاصْرِفْ وَادْفَعْ وَأَبْعِدْ وَأَزِلْ عَنَّا وَعَنْهُمْ شَرَّ الطَّاغِيْنَ وَالْبَاغِيْنَ وَالظَّالِمِيْنَ وَالْمُعْتَدِيْنَ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَالْمُؤْذِيْنَ وَالْعَائِنِيْنَ وَالسَّاحِرِيْنَ بِمَا شِئْتَ عَاجِلاً غَيْرَ اٰجِلٍ فِيْ عَافِيَةٍ وَسَلَامَةٍ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

    Allâhumma ashliḫnâ wa ashliḫ man fî shalâḫihi shalâḫul muslimîn(a). Allâhumma lâ tuhliknâ wa ahlik man fî halâkihi shalaḫul muslimîn(a). Allâhumma-sqinal ghaytsa war raḫmata ma‘al luthfi wal ‘âfiyati wal barakati wa lâ taj‘alnâ minal maḫrumin. Allâhummarfa’ washrif ‘annâ wa ‘anil muslimînal adzâ wal ghalâ-a wal balâ-a wal qaḫtha wal ḫumma wal jadba wal jawra wadh dhulma wa jamî‘a anwâ‘il fitani wal miḫani wal amrâdhi wal asqâmi wasy-syadâ-idi wazzayghi wadl dlalâli waz zalâzili war rîḫi wal jahli wal balâ-i mâ dhahara minhâ wa mâ bathana. Wa anjil mustadh‘afîna wal mankûbîna wal makrûbîna wal madhlûmîna minal muslimîna wakla’hum washunhum wa tawallahum war‘ahum wa alhimhum rusydahum wa waffiqnâ wa iyyahum limâ tuḫibbu wa tardlâ, wal-thuf binâ wa bihim fî mâ yajrî bihil qadhâ-u, washrif wadfa’ wa ab‘id wa azil ‘annâ wa ‘anhum syarrath thâghîna wal bâghîna wadh dhâlimîna wal mu‘tadîna wal mufsidîna wal mu’dzîna wal ‘â-inîna was sâḫirîna bimâ syi’ta ‘âjilan ghayra âjilin fî ‘âfiyatin wa salâmatin biraḫmatika yâ arḫamarrâḫimîna.

    Artinya, “Ya Allah perbaikilah kami dan perbaiki orang-orang yang dalam kebaikannya ada kebaikan kaum muslimin. Ya Allah, jangan hancurkan kami dan hancurkan siapa pun yang pada kehancurannya ada kebaikan kaum muslimin. Ya Allah, limpahkanlah kami hujan dan rahmat, kebaikan, kesehatan, dan keberkahan, jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang terhalang. Ya Allah, angkatlah dan jauhkan dari kami dan kaum muslimin mara bahaya, bala, kesengsaraan, kekeringan, demam, kemandulan, kezaliman, kejahatan, dan segala macam bencana dan kesengsaraan, penyakit, kesakitan, kemalangan, penyimpangan, kesesatan, gempa bumi, angin yang merusak, kebodohan, dan kesengsaraan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Tolonglah umat Islam yang tertindas, dijahati, dipersulit, dan dizalimi. Lindungilah mereka, jagalah mereka, dukung mereka, peliharalah mereka, dan ilhamilah mereka petunjuk. Tuntunlah kami dan mereka kepada apa yang Engkau sukai dan ridhai, lembutlah kepada kami dan mereka pada apa yang Engkau putuskan. Jauhkan, hindarkan serta hilangkan kami dari keburukan orang-orang zalim yang suka melanggar dan menindas, juga orang-orang yang menyerang, merusak, menyakiti, beserta para penolong mereka dan tukang sihirnya sesuai apa saja yang Engkau kehendaki, secepatnya tanpa penundaan, dalam keadaan sehat dan selamat dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

    Editor: Patoni

    Penulis: Muhammad Syakir NF

  • MASJID AGUNG JAMI’ KOTA MALANG membaca QUNUT NAZILAH saat Pandemi covid-19

    MASJID AGUNG JAMI’ KOTA MALANG membaca QUNUT NAZILAH saat Pandemi covid-19

    SORBAN JETIS ~Masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG dengan bangunan megah dan mewah serta berhadapan langsung dengan alun alun kota malang yang di kelilingi pohon pohon besar membuat suasana masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG semakin bikin hati jamaahnya tentram dan tenang

    Di masa pandemi covid-19 ini masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG ada yang beda di saat melaksanakan sholat wajib, selain di laksanakan secara berjamaah takmir masjid juga membaca QUNUT NAZILAH serta menerapkan protokol kesehatan, menghimbau jamaah mencuci tangan sebelum masuk area masjid, memakai masker dan menjaga jarak saat melaksanakan sholat

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz MISBACHUL MUNIR di dampingi sesepuh dan jamaah

    Menurut keterangan ustadz MISBACHUL MUNIR salah satu imam besar masjid saat di temui team SORBAN mengatakan “selama pandemi covid-19 ini masjid AGUNG JAMI’ KOTA MALANG selalu membaca QUNUT NAZILAH di saat sholat wajid dengan berjamaah, dan sudah kami lakukan sejak bulan maret serta akan teros kami lakukan sampai pandemi covid-19 benar benar selesai, dengan harapan kami pandemi covid-19 ini segera berakhir di seluruh dunia dan kita semua bisa beribadah dengan lebih tenang

    Ustadz MISBACHUL MUNIR juga menjelaskan QUNUT NAZILAH di lakukan apabila ada musibah besar yang menimpa manusia seperti kekeringan, kelaparan, di serang wabah penyakit dll, amaliyah ini banyak sekali hadits yang dapat di jadikan pedoman, beliau juga menyarankan generasi muda NU harus tau dasar hukum Qunut Nazilah (alim sorban)

  • TEKS ARAB QUNUT NAZILAH

    TEKS ARAB QUNUT NAZILAH

    SORBAN Infokom – PBNU menghimbau membaca qunut nazilah yang merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat dibaca mengikut Mazhab Syafii selain qunut dalam Solat Subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir Ramadan dalam Solat Sunat Witir.

    Qunut Nazilah sunat dibacakan ketika umat Islam didatangi bala bencana atau ditimpa musibah seperti peperangan, wabak, kemarau dan sebagainya. Bacaan Qunut Nazilah ini pernah dibacakan oleh Rasulullah allallahu`alaihi wasallam ketika kejadian pembunuhan beramai-ramai 60 orang penghafaz al-Quran selama sebulan berdasarkan hadis berikut yang bermaksud:

    “Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa qunut pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan sahabat-sahabatnya penghafaz-penghafaz al-Quran.”

    SORBANSANTRI.COM

    Adapun bacaan Teks Arab Qunut Nazilah sebagai berikut:

    اَللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ, وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ, وَتَوَلَّناَ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ, وَبَارِكْ لَناَ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
    وَقِناَ شَرَّمَا قَضَيْتَ, فَإِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ, فَإِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ نَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ إِلَيْكَ

    Artinya : Ya Alloh tunjukkanlah kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berik kesehatan. Dan peliharalah diriku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

    Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.

    Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi.

    Hanya untuk-Mu segala pujian diatas yang Engkau tentukan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera kepada junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

    اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُ كَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ
    اَللَّهُمَّ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

    Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu.

    Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari.

    Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

    اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْشَّدَائِدَ وَالْفِتَنِ وَالْمِحَنَ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ
    وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الأُمِّيِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ