Tag: relawan Mojokerto

  • Rapat Tahunan FPRB Kabupaten Mojokerto Digelar 9 Desember 2025

    Rapat Tahunan FPRB Kabupaten Mojokerto Digelar 9 Desember 2025

    Mojokerto, 4 Desember 2025 – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto dijadwalkan menggelar Rapat Tahunan 2025 pada Selasa, 09 Desember 2025 bertempat di Hotel Aston Mojokerto. Agenda ini menjadi ruang konsolidasi para relawan dan pegiat kebencanaan untuk memperkuat langkah bersama dalam membangun daerah yang lebih tangguh.

    Ketua FPRB, Saiful Anam, S.Ag., menyampaikan bahwa upaya pengurangan risiko bencana merupakan tugas bersama. “Kuncinya ada pada bagaimana kita menurunkan kerentanan dan meningkatkan kapasitas masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Mojokerto, Gus Bara, memberikan pesan khusus mengenai peran strategis FPRB. Menurutnya, FPRB adalah perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Mojokerto yang mampu hadir di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau pemerintah, baik di desa maupun kelurahan. “Relawan FPRB ini yang sering lebih cepat sampai ke titik-titik rawan,” tuturnya.

    Rapat tahunan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi sekaligus merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Mojokerto terhadap potensi bencana.

  • Banjir Besar di Mojokerto: Ribuan Warga Terdampak, Upaya Penanganan Terus Ditingkatkan

    Banjir Besar di Mojokerto: Ribuan Warga Terdampak, Upaya Penanganan Terus Ditingkatkan

    Mojokerto, Sorbansantri.com 12 Desember 2024 – Banjir besar melanda Kabupaten Mojokerto akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu sungai. Debit air Sungai Avour Watudakon meluap, merendam ribuan rumah dan memaksa ratusan warga mengungsi. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan masyarakat setempat.

    Kronologi Kejadian

    Pada Jum’at malam, 6 Desember 2024, air mulai meluap di Desa Tempuran, Kecamatan Sooko. Dusun Bekucuk dan Dusun Tempuran menjadi daerah terdampak pertama. Air setinggi hingga 110 cm merendam rumah warga, dengan genangan di jalan mencapai 80 cm. Sebanyak 797 rumah dan 2.723 jiwa terdampak langsung.

    Tidak berhenti di situ, pada Sabtu dini hari, 7 Desember 2024, banjir meluas ke Desa Ngingasrembyong. Dusun Pendowo, Dusun Sanggrahan, dan Dusun Sidonganti turut terendam. Air merendam rumah hingga setinggi 60 cm, dengan total 703 jiwa terdampak, termasuk warga dari beberapa perumahan besar seperti ‘D’ Garden dan Bhineka.

    Cerita di Tengah Bencana

    Di tengah musibah ini, kisah perjuangan warga dan tim relawan menyentuh hati. Para lansia dan anak-anak dievakuasi ke tempat aman menggunakan perahu darurat. Masjid, balai desa, hingga gedung olahraga disulap menjadi tempat pengungsian.

    Di Masjid Noor Al Islam, seorang lansia, Mbah Karto, dengan tenang memimpin doa bersama para pengungsi. “Kita diuji, tapi jangan lupa bersyukur. Masih ada yang peduli,” ujarnya, menyemangati puluhan pengungsi lainnya.

    Peran BTB dan Tim Tanggap Darurat

    Baznas Tanggap Bencana (BTB) melalui personelnya, Cak Gusi dan Kang Sukir, bergerak cepat di lokasi. Mereka membantu evakuasi warga, mendistribusikan makanan, dan memastikan kebutuhan dasar seperti air bersih dan obat-obatan terpenuhi. Kolaborasi antara BTB, BPBD, TRC Jawa Timur, dan relawan lokal menjadi kunci dalam penanganan bencana ini.

    Sorban Santri juga hadir di lapangan untuk mendokumentasikan situasi dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat. Sebagai media yang peduli pada isu kemanusiaan, Sorban Santri mengajak masyarakat luas untuk ikut membantu melalui donasi dan dukungan logistik.

    Langkah Cepat Penanganan

    Upaya tanggap darurat terus dilakukan. Berikut beberapa langkah yang telah diambil:

    • Mobilisasi Fasilitas: DLH menyiapkan 2 unit mobil MCK, sementara PERUMDAM memastikan suplai air bersih.
    • Distribusi Bantuan: Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto telah mendistribusikan nasi bungkus untuk warga terdampak. Namun, distribusi bantuan dari Dapur Umum Provinsi Jawa Timur masih dalam proses.
    • Penerangan dan Evakuasi: Light tower didirikan untuk penerangan karena listrik padam. Tim BPBD bersama TRC Jawa Timur dan PU Provinsi Jatim mengerahkan armada dump truck untuk evakuasi.

    Kondisi Terkini

    Hingga saat ini, genangan air masih stabil namun belum surut. Sebagian besar warga mengungsi ke rumah kerabat atau fasilitas umum. Cuaca cerah berawan memberikan sedikit harapan, namun tantangan besar masih menanti, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan makanan.

    Ajakan Solidaritas

    Bencana ini mengingatkan pentingnya solidaritas. Sorban Santri mengajak semua pihak untuk memberikan bantuan, baik berupa logistik, tenaga, maupun doa. Bersama, kita bisa membantu Mojokerto bangkit dari bencana ini.

    Tetaplah bersama kami untuk informasi terkini dan cerita inspiratif dari lokasi bencana hanya di SorbanSantri.com. Suara Santri, Suara Hati.

    @beritasorban Banjir besar melanda Mojokerto akibat curah hujan tinggi dan kiriman air dari hulu Sungai Avour Watudakon. Ribuan rumah di Desa Tempuran dan Ngingasrembyong terendam, memaksa ratusan warga mengungsi ke masjid dan balai desa. Sorban Santri bersama Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat membantu evakuasi, mendistribusikan makanan, dan memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi. Relawan dan tim tanggap darurat bahu-membahu di lapangan. Sementara itu, listrik padam membuat penerangan darurat sangat dibutuhkan. Hingga kini, genangan air masih stabil, namun bantuan terus diperlukan. Mari bersatu membantu Mojokerto bangkit! Informasi lebih lanjut di SorbanSantri.com. #BanjirMojokerto #SorbanSantriPeduli #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • BANJIR PARAH DI MOJOKERTO: TIM BAZNAS TANGGAP BENCANA GERAK CEPAT DIRIKAN DAPUR UMUM

    BANJIR PARAH DI MOJOKERTO: TIM BAZNAS TANGGAP BENCANA GERAK CEPAT DIRIKAN DAPUR UMUM

    BERITA VIDEO

    Mojokerto, Rabu, 11 Desember 2024

    Sorbansantri.com – Banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter melanda tiga dusun di Kabupaten Mojokerto, yakni Dusun Bekucuk, Tempuran, dan satu dusun lainnya. Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total. Kondisi ini mendorong tim BAZNAS Tanggap Bencana Kabupaten Mojokerto, bersama sejumlah lembaga dan komunitas relawan, bergerak cepat mendirikan dapur umum di Desa Salen, Kecamatan Bangsal.

    Dapur Umum Bersama: Titik Harapan Warga Terdampak
    Dapur umum ini menjadi tumpuan utama bagi ratusan warga terdampak. Dengan kebutuhan mendesak berupa sayur mayur dan lauk pauk untuk pelengkap 800 nasi bungkus, para relawan terus berjuang memenuhi kebutuhan pangan.

    “Kami fokus memastikan kebutuhan makanan warga terpenuhi. Saat ini, kebutuhan sayur dan lauk pauk untuk melengkapi nasi bungkus masih sangat diperlukan,” ujar Cak Goosey, salah satu personil BAZNAS Tanggap Bencana yang memimpin aksi ini.

    Sinergi Lembaga dan Relawan
    Aksi kemanusiaan ini tidak berjalan sendiri. BAZNAS Tanggap Bencana bersinergi dengan TAGANA, Welirang Community, LPBI NU Mojokerto, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan potensi relawan lainnya. Dengan armada yang terbatas, mereka bahu-membahu memastikan dapur umum berjalan optimal.

    Selain itu, cuaca cerah memberikan sedikit kemudahan bagi relawan dalam proses distribusi bantuan.

    Ajakan Peduli
    Cak Goosey juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi. “Bantuan sekecil apa pun sangat berarti. Warga di sini benar-benar butuh dukungan kita semua,” tambahnya.

    Bagi yang ingin membantu, dapat langsung menghubungi kontak BAZNAS Tanggap Bencana atau memantau pembaruan informasi melalui akun media sosial Sorban Santri di Instagram, Facebook, dan TikTok.

    Peran Media Sosial dalam Aksi Cepat Tanggap
    Media sosial menjadi jembatan utama untuk menyebarkan informasi dan menggalang bantuan. Akun Sorban Santri terus memberikan pembaruan terkini mengenai situasi lapangan dan kebutuhan mendesak.

    Mari bersama kita ulurkan tangan untuk meringankan beban warga terdampak banjir di Mojokerto. Setiap bantuan yang kita berikan, sekecil apa pun, akan menjadi harapan besar bagi mereka.

    @beritasorban Assalamualaikum, Sahabat Kemanusiaan. Mojokerto sedang dilanda banjir besar yang merendam tiga dusun, dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter. Aktivitas warga lumpuh total. Saat ini, tim Baznas Tanggap Bencana bersama relawan lainnya telah mendirikan dapur umum di Desa Salen, Kecamatan Bangsal. Kami sangat membutuhkan dukungan Anda berupa sayur mayur dan lauk pauk untuk melengkapi 800 nasi bungkus setiap harinya. Cuaca cerah hari ini memberi semangat, tetapi kebutuhan mendesak harus segera dipenuhi. Mari bergandeng tangan membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Salurkan bantuan atau ikuti informasi lebih lanjut melalui akun media sosial Sorban Santri. Karena bersama, kita bisa meringankan beban mereka. Terima kasih. Wassalamualaikum. #BanjirMojokerto #BaznasTanggapBencana #RelawanBersatu #DapurUmumBersama #PeduliSesama #nature #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri