Sorbansantri.com – Proses Pemilihan Legislatif 2024 telah menghasilkan daftar lengkap anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) periode 2024-2029 yang mewakili Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 87 calon legislatif (caleg) berhasil meraih kursi dalam proses yang dipimpin oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Pengumuman tersebut datang setelah KPU menyelesaikan rekapitulasi suara Pileg 2024, mengonversinya dengan Metode Sainte Lague. Berikut adalah daftar lengkap nama-nama anggota DPR RI yang berhasil terpilih dari masing-masing daerah pemilihan (dapil) di Jawa Timur:
wp.sorbansantri.com – Sabtu, 28 Mei 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta mengadakan Seminar Nasional tentang Konstitusi dan Hukum Islam bertajuk “Implementasi Tafsir Ayat-Ayat Ahkam Dalam Konstitusi dan Sistem Hukum”. Seminar Nasional ini dihadiri 260 peserta secara Offline dan 716 peserta secara Online di channel Youtube PUSKOHIS UIN Surakarta. Adapun pelaksanaan secara offline dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara diawali dengan pembacaan Maulid Al Barzanji oleh Rebana Jam’iyyatul Qurro Wal Huffadz UIN Raden Mas Said Surakarta kemudian dilanjutkan pelaksanaan acara Seminar Nasional. Bertindak sebagai moderator adalah Panji Putra Ariyanto. S.Sos dan Aji Ari Wibowo mendapatkan tugas membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.
Acara diawali dengan sambutan Adhimas Alifian Yuwono, sebagai ketua panitia, mahasiswa Semester 6 ini mengatakan bahwa “Kami menghimbau seluruh peserta untuk memperhatikan dengan baik, serta mencatat poin-poin penting dari materi yang disampaikan karena pembicara yang diundang dalam seminar ini adalah pembicara sudah melalang buwana diseminar naisonal dan internasional. Mudah-mudahan kegiatan ini mendapatkan berkah dari Allah Swt.”
Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.
FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat
Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .
“kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.
Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .
FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.
“Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.
Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian sembako.
FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim
Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim
Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim
Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim
Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.
“kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.
Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).
nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.
Sederhana namanya mudah di ingat. Seorang banser nu yg rela berkorban nyawa demi menyelamatkan ratusan jemaah gereja yg sedang melaksanakan misa natal. Banyak orang bertanya kenapa seorang RIANTO mau berkorban nyawa demi jemaah gereja tersebut. Tapi yg jelas RIANTO adalah sosok yg pantas di banggakan bukan karena aksi heroiknya membawa lari bom dari dalam gereja tapi demi berjalannya ibadah jemaah gereja. Memang tidak salah kalo dia diberi predikat pahlawan toleransi. Semoga pengorbananmu menjadi contoh bagi kami generasi muda.
19 tahun RIANTO. Kami akan selalu mengingat jasamu. #riyanto_bansernu
Infokom Banser MJK-19 tahun silam, tepatnya Desember tahun 2000, Sahabat Riyanto seorang Anggota Banser Kota Mojokerto mendedikasikan hidupnya demi menyelamatkan saudara-saudara umat Kristiani dalam Perayaan Misa Natal di Gereja Eben Haezer. Beliau meninggal akibat meledaknya bom yang diterorkan digereja tsb.
Apa yang dilakukan Alm. Riyanto merupakan tauladan bagi kita semua, bahwa kita adalah umat beragama yang hidup di Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika adalah kita, tidak boleh ada sekat hanya atas nama agama, suku, ras, dsb. Yang ada adalah INDONESIA.
https://www.youtube.com/watch?v=6tyVB14OtYo
Hari ini yang harus dilakukan tidak boleh hanya sekedar refleksi dan perenungan, akan tetapi aksi nyata untuk terus menghidupkan semangat Bhinneka Tungggal Ika ditengah-tengah upaya segelintir oknum yang menggerogoti dan mendistorsi kemajemukan yang menjadi identitas Indonesia.
Sebagai Kader Ansor khususnya, ini adalah amanah & tanggung jawab utama kita untuk mengejawantahkan cita-cita organisasi dalam dinamika ke-Indonesia-an. Apapun resiko, situasi, dan kondisinya kita tidak boleh mundur sedikitpun demi masa depan BHINNEKA TUNGGAL IKA.
SORBAN SANTRI- Pasca Insiden tak manusiawi di New zealand. Saat ini Banyak Umat kristen dll, berlomba-lomba menciptakan rasa aman dalam bernegara dengan melindungi Umat Islam yg tengah beribadah dalam masjid. Seakan-akan Mereka ikut merasakan kesedihan dan kegelisahan yg merundung hati orang² muslim mereka bukan saja menyadari bahwa umat islam dinegara_nya adalah komunitas kecil [kelompok Minoritas] yg harus dilindungi. Mereka turun kelapangan [Masjid] memasang dada utk melindungi saudara_nya setanah air.
Dan hal ini,Sikap solidaritas yg mereka tunjukan adalah sikap terpuji didalam Islam meski dilakukan oleh Saudara kita yg Non muslim apalagi kalau sikap toleransi dalam beragama diatas dilakukan oleh agama islam yg makna sebetul nya dari islam adalah selamat, pasrah, damai.
Agama Perdamaian di indonesia,sudah jamak kita lihat seringkali dilakukan juga oleh Barisan Anshor serba guna [Banser NU].
ﺩﺭﺀ ﺍﻟﻤﻔﺎﺳﺪ ﻣﻘﺪﻡ ﻋﻠﻰ
ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ .
Mencegah kerusakan lebih diutamakan dibandingkan dengan mendatangkan suatu kebaikan. Senada dengan Pribahasa yg sering kita dengarkan : Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bom Bunuh diri bukanlah Jihad, bukan juga mati syahid,Hal ini sudah final dalam pembahasan fiqih bahwa hal itu bukan SYAHID. tidak ada Agama yg mengajarkan Umatnya melakukan kekerasan Namun siapa kira..??? Ternyata ada kelompok yg faham_nya salah,kebablasen dalam beragama,tidak mau belajar kepada Ulama/Kyai yg tidak diragukan sanad keilmuannya Menganggap bahwa tindakan kriminal tersebut disangka perbuatan yg diridhoi oleh Allah.
Ironis_nya, mereka meneriakan Kalimat Suci disaat mereka melakukan aksi kekerasan tersebut [Bom Bunuh diri].
Hal itu kerap mereka lakukan,terutama dalam waktu waktu tertentu, Natal,Tahun Baru Masehi dll. Dan seringkali terjadi yg menjadi sasaran mereka adalah Gereja.Maka,Banser pasang dada. Pejuang Toleransi satu ini tak mau melihat saudara_nya setanah Air diperlakukan seperti Kafir Harbi [Golongan yg patut diperangi sebab memusuhi islam].
Dan menyadari bahwa kelompok Minoritas juga perlu diberlakukan keadilan yg Nyata. Padahal Non Islam diNusantara, baik itu Kristen, katolik ,Budha,Hindu dan Kong hucu bukanlah kelompok yg tepat jika dilabeli sebagai kelompok yg memusuhi islam. Toh sejarah yg mengatakan bahwa mereka [Agama diluar Islam] ikut berjuang mati matian Dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesaia.Kita ini sama Mereka yg bukan seagama adalah saudara setanah air.
Banser sudah memberikan contoh atas perintah gusdur betapa sangat luasnya pemikiran gusdur, bukan sekedar mengamankan gereja atas nama kemanusiaan.tapi secara langsung ingin menitipkan keselamatan umat islam minoritas diberbagai pelosok indonesia & di seluruh didunia, jelasnya menjaga gereja bukan berarti se7 atas aqidah mereka. Menjaga minoritas menjaga gereja bukan tujuan sebenarnya justru makna yg adalah yg tersirat menjaga keutuhan berbangsa & bernegara menciptakan negara yg aman untuk semua golongan.
Namun, apa yg d lakukan oleh saudara umat nasrani di sana ternyata sudah jauh jauh hari di lakukan oleh anggota banser kita yg demi menjaga teloransi & kedamaian di negri tercintanya. Anggota banser rela meluangkan waktunya demi menjaga gereja saat suadara umat nasrani melakukan ibadahnya.
Bahkan salah satu banser yg bernama RIYANTO gugur atas aksi heroiknya yang menyelamatkan ratusan nyawa dr bom teroris di gereja Almarhum RIYANTO benar menunjukan bahwa dirinya adalah GUSDURian sejati.
Agama adalah Keyakinan di setiap individu masing”. Namun memberikan cinta dan kasih sayang. Maka sudah kewajiban dari semua makhluk yg bernama manusia.
ketika umat nasrani menjaga masjid di New Zeland minhum pun berkata “subhanalloh, salut,kagum, kita teloransi
Namun, ketika anggota banser,melihatkan tindakan Toleransinya. eh malah para minhum berteriak “huh dasar antek kapir? Liberpul ,ngapain jaga gereja segala” . Mbelgedes ,Maha benar minhum dengan segala kentirnya. (ansor banser nogosari)
Mengenang 19 tahun lalu Desember pada tahun 2000, tak banyak orang yang tahu aksi pahlawan ini. Kisah Riyanto Banser NU yang meninggal karena ledakan bom teroris untuk selamatkan jemaat di Gereja Eben Haezer.
Pada malam Natal itu, Riyanto merupakan salah satu dari empat orang Banser NU yang dikirim GP Ansor Mojokerto untuk menjaga perayaan Natal.
Lelaki kelahiran Kediri, 23 November 1975 itu ditugaskan oleh GP Ansor Mojokerto.
Semula, Misa Malam Natal itu berlangsung khusuk, tetapi ternyata hanya berlangsung separuh jalan.
Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang jemaat menaruh curiga pada sebuah bingkisan yang tergeletak tak bertuan di depan pintu masuk gereja.
Riyanto pun memberanikan diri membuka bingkisan itu. Ia membongkar kantong plastik hitam itu di hadapan petugas pengamanan gereja, termasuk seorang polisi Polsek setempat. Di dalamnya tampak menjulur sepasang kabel. Tiba-tiba muncul percikan api. Riyanto langsung berteriak sigap, “Tiaraaaapp!” dan kemudian terjadi kepanikan dalam Gereja. Riyanto segera keluar ruangan dan melemparkan bungkusan bom itu ke tong sampah, namun terpental. Ia kemudian berinisiatif mengamankan bom dengan memungut kembali untuk dilemparkan ke tempat yang lebih jauh lagi dari jemaat. Namun, bom meledak dalam pelukan Riyanto sebelum sempat dilempar. Tubuh pria itu terpental, berhamburan. Sekitar 3 jam kemudian, sisa-sisa tubuh Riyanto baru ditemukan di sebelah utara kompleks gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Jari dan wajahnya hancur, Ia pun meninggal seketika.
Seorang yang beragama Muslim sejati yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan orang lain yang tidak seagama dengannya dan sedang merayakan hari keagamaannya.
Gus Dur pernah berujar, “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya.”
Darimu aku belajar banyak hal, meski engkau telah meninggalkan kami, ada hikmah besar yang telah engkau wariskan kepada kami tentang berbagai makna dari sebuah Toleransi, Rasa Kemanusiaan yg tinggi, sikap Saling Menghargai, Rasa Cinta dan Kasih, kerukunan antar sesama umat beragama, bahkan kepedulian besar yg tidak hanya dengan ungkapan engkau tunjukkan melainkan dengan perbuatan yang disertai dengan resiko yg teramat tinggi.
Sahabat, bagiku engkau adalah penyambung rasa yg Tuhan Ciptakan Melalui CaraNYA. semoga engkau tenang dan penuh Kedamaian di Alam Sana. Pesan yg telah kamu kirimkan dengan caramu telah kami terima dengan air mata yg penuh hikmah. Hanya secuil ini yg bisa kami lakukan untuk mengenangmu, yg tak sebanding dengan pengorbanan besarmu. Do’a kami menyertaimu sebagai amalan jariyahmu.