Tag: rosul

  • Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    Cinta dan Kasih Sayang Nabi Muhammad SAW Mengalahkan Segalanya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Disaat Rasulullah SAW duduk dengan para sahabat dimasjid tiba-tiba datanglah seorang yahudi yg langsung menghampirinya, dan menarik sorban  beliau hingga Nabi SAW tercekik, lalu dikendorkan agar Nabi SAW dapat berbicara..hal tersebut dilakukan yahudi  didepan para sahabat. 

    Lalu Nabi SAW berkata ; 

    “ada apa wahai yahudi? 

    yahudi bersuara keras dengan mengatakan ;

    “anda harus membayar pinjaman yg anda pinjam dari saya wahai muhammad ..

    Nabi SAW  menjawab; “bukankah belum waktunya dan kesepakatannya masih beberapa minggu saya membayarnya ?..tetapi yahudi tetap memaksa harus dibayar saat itu juga. 

    Kemudian Umar bin khathab ra berkata ; “yaa Rasulullah izinkan saya menebas leher yahudi ini..

    Lalu Nabi SAW berkata ; “diamlah sebentar wahai Umar dan pergilah ke baitul’maal dan ambillah 20 sak kurma untuk membayar hutang yahudi ini, dan tambahkan 20 sak lagi untuknya wahai Umar..”

    Lalu Umar berkata ; “yaa Rasulullah 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan yg 20 sak lagi untuk apa anda berikan kepadanya..?

    Nabi  SAW berkata; ” 20 sak untuk membayar hutang yahudi ini dan 20 sak lagi untuk membayar karena kau telah menakuti yahudi ini karena ingin menebas leher yahudi ini.. 

    Nabi  SAW tidak  menghukum yahudi itu,tetapi menghukum Umar r.a, karena menakutinya dengan membayar dengan 20 sak..kemudian Umar pergi dan memberikan 20 sak pertama kepada yahudi,dan ketika ingin memberikan 20 sak lagi yahudi tersebut menolaknya dan menyuruh Umar meletakannya..namun Umar mengatakan ini adalah perintah Nabi SAW

    Lalu yahudi itu berkata ; 

    “Tidak perlu wahai Umar, ketahuilah sebenarnya aku datang bukan tujuan menagih hutang yg belum waktunya dan tidak mungkin aku berani datang ke Nabi kalian dan mencekiknya didepan kalian itu berarti aku sama saja  menyerahkan nyawaku.. dan aku datang untuk membuktikan yg mana semua ciri2 Nabi kalian dan prilakunya yg sudah tertera dikitab kami semua ada padanya..”

    “Dan hanya satu yg belum aku buktikan yaitu tentang rasa kasih sayangnya,dan hari ini aku membuktikan bahwa rasa kasih sayangnya beliau telah mengalahkan emosinya.. maka aku ucapkan dihadapanmu wahai Umar ‘Asyhadu an laa ilaha illallah wa Asyhadu anna muhammadar rasulullah.. “

    Rasa sayangnya Nabi SAW telah membuat seorang yahudi beriman kepadanya..dan akhlak mulia beliau telah mengalahkan segalanya….Masyaa Allah. (abi-sorban)

     اللهم صل على سيدنا محمد و على آله وصحبه  وسلم

  • Bagaimana jika cinta Allah dan Rasul-Nya tapi masih banyak dosa pada orang lain?

    Bagaimana jika cinta Allah dan Rasul-Nya tapi masih banyak dosa pada orang lain?

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ia mencintai Allah dan Rasul, banyak beramal, lalu pahalanya sudah habis diminta oleh para penuntut.. maka Allah tetap membelanya, dan ia tak akan masuk neraka.

    Sebagaimana ketika seorang hamba yang mencintai Allah dimasa hidupnya dengan sungguh sungguh, merindukan Allah, mencintai Rasul, maka saat ia di timbang dan di sidang, terlihat amal – amal pahalanya bagai gunung – gunung cahaya banyaknya, namun ia pernah berdosa pada fulan, fulan dan fulan, pahalanya dipreteli sampai habis…pahalanya habis, masih tersisa perbuatan dholim yang tak bisa ia tebus pada seseorang yang pernah ia dholimi, maka ia harus menerima kebalikannya, yaitu dosa – dosa orang itu dipindahkan padanya sebesar kedholimannya pada orang itu.., maka Allah melihat kejadian itu bahwa hamba-Nya ini akan diusung ke neraka karena orang yang ia dholimi tak mau memaafkannya, maka Allah swt berkata pada orang itu : “wahai hamba-Ku, kau tak mau memaafkan hamba-Ku ini?” orang itu menjawab : tidak wahai Allah, karena aku pun banyak dosa, kalau aku tidak menumpukkan dosaku padanya atas kedholimannya maka aku semakin berat di neraka, dengan kutumpukkan dosaku padanya pun aku masih harus masuk neraka karena dosaku pun banyak, maka Allah berkata : “Lihatlah keatasmu”, maka orang itu melihat keatas..,

    ia melihat istana cahaya yang demikian indah dan megah…, ia berkata dengan gemetar : “untuk siapa istana indah ini wahai Allah…??, Allah menjawab : “untukmu asalkan kau mau memaafkan hamba-Ku yang mencintai Ku ini..!, aku ingin membayar kedholimannya dengan istana ini..”maka berkata orang itu : Kumaafkan Demi Allah..!!.

    Begitulah sayangnya Allah dan pembelaan-Nya kepada hamba-Nya yang mencintai dan merindukan Allah..

    Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari bahwa Rasul saw melihat seorang anak dalam suatu perjalanan yang terpisah dari ibunya, maka Rasul saw mengangkat anak itu dan berkata : “adakah anak ini mempunyai ibu…??”, maka seorang wanita keluar dari sebuah kemah dan menjerit sambil menangis gembira berlari seraya berkata : anakku.. anakku.., maka ia
    memeluk bayinya, lalu para sahabat menangis melihat kejadian itu, maka Rasul saw bertanya : kenapa kalian menangis..?, maka para sahabat menjawab : kami haru dengan kasih sayang ibu itu pada anaknya, lalu Rasul saw bertanya : kalau bayi itu dilemparkan di api apakah ibunya akan diam?, maka para sahabat berkata : “tidak demi Allah..!” Maka Rasul saw bersabda : Allah menyayangi kalian lebih dari ibu itu pada anaknya!.

    Jelas sudah mereka yang mencintai dan merindukan Allah itu akan selalu dijaga oleh Allah dari siksa-Nya, apalagi api neraka, walau sudah kehabisan pahala pun masih Allah bela ia agar tetap tidak masuk neraka, walau dituntut oleh orang yang ia dholimi pun Allah malah membayar pengampunan untuk orang itu dan sorga, asal hamba-Nya ini dimaafkan dan bisa masuk sorga. (abi sorban)

  • KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    KEGEMBIRAAN NABI MUHAMMAD SAW

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dari Abdurrahman bin ‘Auf r.a : “Suatu hari aku mengikuti Nabi. Kulihat beliau memasuki kebun kurma. Tiba tiba beliau bersujud. Aku pun menunggu sujudnya yang lamâ sehingga aku khawatir beliau telah meninggal. Maka, aku datang menatapnya lekat lekat.

    Beliau langsung mengangkat kepala. ‘Ada apa, Abdurrahman?’
    ‘Wahai Rasulullah, kau letakkan kepalamu disini lamâ sekali, aku khawatir engkau telah meninggal.’ bahkan aku berkata dalam hati, ‘Aku tidak akan berjumpa lagi dengan Rasulullah.’
    Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “Tadi ada utusan Allah mendatangiku. Ia berkata, “Maukah kau kuberitahu sebuah kabar gembira?” Allâh berkata: ‘Siapa bersholawat untukmu satu kali, Allah bersholawat untuknya sepuluh kali”
    Nabi bersujud dan meratakan dahinya yang mulia dengan tanah. Mengapa beliau melakukan itu ? Mengapa beliau segembira itu ? Gembira bukan karena beliau dikirimi sholawat. Beliau bergembira karena balasan yang Allâh berikan. Beliau gembira dengan sholawat yang Allah curahkan kepada kita.
    Ibnu Athoillah mengomentari hadits itu dengan ulasan yang menggetarkan hati kita:
    “Seandainya sepanjang hidup engkau melakukan amal keta’atan, lalu Allâh memberimu 1 sholawat saja, tentu 1 sholawat itu lebih berat daripada semua amal ketaatanmu selama hidup. Sebab, engkau bersholawat sesuai dengan kapasitas kemampuanmu, sementara Allah bersholawat sesuai dengan sifat Ketuhanan-Nya. Ini baru satu sholawat. Lalu, bagaimana jika Allah bersholawat untukmu sebanyak 10 kali atas setiap 1 kali sholawatmu atas Rasul?”
    ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ۚ ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴﻤًﺎ
    “Sesungguhnya ALLAH dan Para Malaikat-Nya selalu bersholawat kepada Nabi (SAW), Hai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.
    ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ۞ ﺍﻟﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ۞ ﻭَﺍﻟﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ ۞ ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟﺤَﻖِّ ۞ ﻭَﺍﻟﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟﻤُﺴْﺘَﻘِﻴﻢِ ۞ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴﻢِ
    (KALAM ULAMA’)
  • PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    PESAN RASULULLAH SAW SEBELUM WAFAT

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Sebelum malaikat Izrail diperintah Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Muhammad, Allah berpesan kepada malaikat Jibril
    “Hai Jibril, jika kekasih-Ku menolaknya, laranglah Izrail melakukan tugasnya!” Sungguh berharganya manusia yang satu ini yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW. Di rumah Nabi Muhammad SAW, Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.

    “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk sambil berkata, “Maafkanlah, ayahku sedang demam” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian Fatimah kembali menemani Nabi Muhammad SAW yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”. “Tak tahulah ayahku, sepertinya orang baru, karena baru sekali ini aku melihatnya” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

    “Ketahuilah wahai anakku, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya.
    Malaikat maut pun datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah SWT dan penghulu dunia ini.

    “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu” kata malaikat Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya malaikat ibril lagi.
    “Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar bahwa Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya” kata malaikat Jibril.

    Detik-detik semakin dekat, saatnya malaikat Izrail melakukan tugasnya. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
    “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
    “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat sekali maut ini, TIMPAKAN SAJA SEMUA SIKSA MAUT INI KEPADAKU, JANGAN PADA UMATKU”

    Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu)”. Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii! (Umatku, umatku, umatku)”. Dan, berakhirlah hidup manusia yang paling mulia yang memberi sinaran itu.
    Menurut jumhur ulama sebagian Sakitnya Sakarotulmaut Seluruh umat Nabi muhammad sudah dilimpahkan kepada Sayyidina muhammad….

    Betapa mendalam cinta Rasulullah kepada kita ummatnya, bahkan diakhir kehidupannya hanya kita yang ada dalam fikirannya. Sakitnya sakaratul maut itu tetapi sedikit sekali kita mengingatnya bahkan untuk sekedar menyebut Mengagungkan Pangilan Nabinya.
    Allahumma sholli ‘alaa Sayyidina Muhammad wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad….

    Mudah2an kita termasuk ummatnya yg nanti di hari kiamat akan mendapatkan syafaat baginda Rosulullah SAW.
    Aamiin.

    Yang like, komentar dan share status ini, Semoga kelak akan berkumpul bersama Rasulullah dan mendapatkan aliran syafa’at dari Baginda kita, Rasulullah Muhammad SAW.
    Amiin…

    Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad……

    (abi sorban)

  • SAAT ROSUL DAN IMAM SYAFI’I WAFAT, YANG PIMPIN TAHLIL SIAPA?

    SAAT ROSUL DAN IMAM SYAFI’I WAFAT, YANG PIMPIN TAHLIL SIAPA?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-

    Jawaban Ini Menepis Keraguan Atas Pertanyaan Wahabi “Siapa Yang Menahlili Rasulullah”

    Oleh Jefri Nofendi

    Assalaamu ’alaikum

    Kemarin kemarin salafi wahabi banyak heboh mengupload gambar yang saya lampirkan , seolah olah mereka ada di jalan yang benar dan menganggap bagi yang tak mampu menjawabnya dianggap tidak memahami ISLAM menurut mereka,

    isi gambar itu adalah :

    Afwan … saya mau bertanya …

    1. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat RASULULLAHU SAW wafat ?

    2. siapakah yang memimpin tahlilan pada saat imam syafi’i wafat ?

    nb : Demi Allahu , kalau ada yang bisa jawab pertanyaan saya maka saya akan belajar ISLAM kepada yang bisa menjawabnya.

    Baiklah saya Jefri Nofendi akan menjawabnya dan sesuai kesepakatan dalam catatan kecil (nb) maka bila pertanyaan itu mampu dijawab maka seluruh kaum salafiwahabi bersedia belajar ISLAM dengan saya.

    Jawaban soal 1 : tidak ada yang memimpin tahlilan saat NABI MUHAMMAD SAW wafat, alasannya karena NABI MUHAMMAD SAW adalah maksum dan beliau sudah dijamin dengan rahmat ALLAHU SWT masuk surga, 🙂 , kalau saat RASULLLAH SAW wafat diadakan tahlilan itu artinya menganggap dan menuduh NABI tidak maksum, 🙂 , tahlilan hanya berlaku bagi mereka yang tidak maksum dan tidak mendapat jaminan rahmat masuk SURGA, 🙂 , karena RASULULLAH SAW adalah maksum maka tidak ada tahlilan untuk beliau karena tidak ada tahlilan maka tidak ada seorangpun yang memimpin tahlilan.

    2. yang memimpin tahlilan ketika imam syafi’i wafat adalah seorang wali (penguasa) yang bernama
    Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam , muhammad bin as-suri bin al-hakam adalah seseorang yang diwasiatkan oleh imam syafi’i, apabila beliau wafat agar dimandikan dan diurus oleh muhammad bin as-suri bin al hakam , dari memandikan, memimpin sholat jenazah, menguburkan, mendo’akan serta tahlilan bersama jama’ah yang lain yang hadir saat imam syafi’i wafat, … kisah detik detik wafatnya imam syafi’i dan wasiatnya tertulis dalam tarikh sejarah, dan bahkan wikipedia juga ada kok menuliskan ini berikut cuplikan kisah wafatnya imam syafi’i :
    **************************
    ——————————————————-
    Pada suatu hari, Imam Syafi’i terkena wasir, dan tetap begitu hingga terkadang jika ia naik kendaraan darahnya mengalir mengenai celananya bahkan mengenai pelana dan kaus kakinya. Wasir ini benar-benar menyiksanya selama hampir empat tahun, ia menanggung sakit demi ijtihadnya yang baru di Mesir, menghasilkan empat ribu lembar. Selain itu ia terus mengajar, meneliti dialog serta mengkaji baik siang maupun malam.
    Pada suatu hari muridnya Al-Muzani masuk menghadap dan berkata, “Bagamana kondisi Anda wahai guru?” Imam Syafi’i menjawab, “Aku telah siap meninggalkan dunia, meninggalkan para saudara dan teman, mulai meneguk minuman kematian, kepada Allah dzikir terus terucap. Sungguh, Demi Allah, aku tak tahu apakah jiwaku akan berjalan menuju surga sehingga perlu aku ucapkan selamat, atau sedang menuju neraka sehingga aku harus berkabung?”.

    Setelah itu, dia melihat di sekelilingnya seraya berkata kepada mereka, “Jika aku meninggal, pergilah kalian kepada wali (penguasa), dan mintalah kepadanya agar mau memandikanku,” lalu sepupunya berkata, “Kami akan turun sebentar untuk salat.” Imam menjawab, “Pergilah dan setelah itu duduklah disini menunggu keluarnya ruhku.” Setelah sepupu dan murid-muridnya salat, sang Imam bertanya, “Apakah engkau sudah salat?” lalu mereka menjawab, “Sudah”, lalu ia minta segelas air, pada saat itu sedang musim dingin, mereka berkata, “Biar kami campur dengan air hangat,” ia berkata, “Jangan, sebaiknya dengan air safarjal”. Setelah itu ia wafat. Imam Syafi’i wafat pada malam Jum’at menjelang subuh pada hari terakhir bulan Rajab tahun 204 Hijriyyah atau tahun 809 Miladiyyah pada usia 52 tahun.

    Tidak lama setelah kabar kematiannya tersebar di Mesir hingga kesedihan dan duka melanda seluruh warga, mereka semua keluar dari rumah ingin membawa jenazah di atas pundak, karena dahsyatnya kesedihan yang menempa mereka.

    Tidak ada perkataan yang terucap saat itu selain permohonan rahmat dan ridha untuk yang telah pergi.

    Sejumlah ulama pergi menemui wali Mesir yaitu Muhammad bin as-Suri bin al-Hakam, memintanya datang ke rumah duka untuk memandikan Imam sesuai dengan wasiatnya. Ia berkata kepada mereka, “Apakah Imam meninggalkan hutang?”, “Benar!” jawab mereka serempak. Lalu wali Mesir memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang Imam seluruhnya. Setelah itu wali Mesir memandikan jasad sang Imam.

    Jenazah Imam Syafi’i diangkat dari rumahnya, melewati jalan al-Fusthath dan pasarnya hingga sampai ke daerah Darbi as-Siba, sekarang jalan Sayyidah an-Nafisah. Dan, Sayyidah Nafisah meminta untuk memasukkan jenazah Imam ke rumahnya, setelah jenazah dimasukkan, dia turun ke halaman rumah kemudian salat jenazah, dan berkata, “Semoga Allah merahmati asy-Syafi’i, sungguh ia benar-benar berwudhu dengan baik.”

    Jenazah kemudian dibawa, sampai ke tanah anak-anak Ibnu Abdi al-Hakam, disanalah ia dikuburkan, yang kemudian terkenal dengan Turbah asy-Syafi’i sampai hari ini, dan disana pula dibangun sebuan masjid yang diberi nama Masjid asy-Syafi’i. Penduduk Mesir terus menerus menziarahi makam sang Imam sampai 40 hari 40 malam, setiap penziarah tak mudah dapat sampai ke makamnya karena banyaknya peziarah.
    ————————————–
    nah saya sudah menjawabnya dengan penjelasan yang disertai bukti dan argumen, sesuai kesepakatan harap kaum salafiwahabi yang mengupload gambar tersebur segera belajar ISLAM dengan saya/Jefri Nofendi, dan bila kalian ingin belajar ISLAM dengan saya harap kalian di hadapan saya mengucap kembali 2 kalimah syahadat .

    tapi kalau kalian salafiwahabi enggan dan mengingkari kesepakatan , silakan jilat lagi ludah kalian kembali yang mengatasnamakan sumpah “Demi Allaah” ,

    “BERSUMPAH PALSU ADALAH DOSA BESAR YANG PELAKUNYA SUDAH PASTI DIGANJAR MASUK NERAKA KECUALI DIRINYA BERTOBAT !!! “

    Tertanda
    Jefri Nofendi
    ASWAJA Bidang IT