Tag: sedekah

  • Ramadhan 1446 H: Merajut Spiritualitas dan Kebersamaan di Bulan Penuh Berkah

    Ramadhan 1446 H: Merajut Spiritualitas dan Kebersamaan di Bulan Penuh Berkah

    Sorbansantri.com – Bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah akhirnya tiba! Suasana penuh suka cita menyelimuti umat Islam di seluruh dunia. Bukan sekadar bulan biasa, Ramadhan adalah waktu yang dinanti untuk memperbaiki diri, mempererat hubungan dengan Allah SWT, dan menebarkan kasih sayang kepada sesama.

    Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan dan limpahan pahala. Ibadah puasa yang dijalankan dari terbit fajar hingga terbenam matahari menjadi sarana melatih kesabaran, pengendalian diri, dan keikhlasan. Tak hanya itu, Ramadhan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal ibadah seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagi melalui sedekah.

    Suasana khas Ramadhan di Indonesia selalu istimewa. Dari gema adzan Maghrib yang dinanti, tradisi buka puasa bersama, hingga pembagian takjil di jalan-jalan, semua menjadi penguat ukhuwah Islamiyah. Namun, lebih dari sekadar tradisi, esensi Ramadhan terletak pada upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual.

    Tahun ini, Ramadhan 1446 H hadir sebagai momentum refleksi diri. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, Ramadhan mengajarkan kita arti kesederhanaan dan pentingnya solidaritas sosial. Dengan menahan lapar dan dahaga, kita diingatkan untuk lebih peka dan peduli terhadap saudara-saudara yang membutuhkan.

    Tak kalah penting, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa dan memohon ampunan. Malam-malam Ramadhan yang penuh kemuliaan, khususnya Lailatul Qadar, menjadi kesempatan langka untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon limpahan berkah.

    Mari sambut Ramadhan 1446 H ini dengan semangat dan niat yang tulus. Jadikan bulan suci ini sebagai titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mempererat silaturahmi, dan memperkuat spiritualitas. Semoga kita semua mendapatkan rahmat, maghfirah, dan pembebasan dari api neraka di bulan penuh berkah ini. Aamiin ya Rabbal Alamin. *AI Sorban

    @beritasorban Ramadhan 1446 H akhirnya tiba! Bulan penuh berkah, ampunan, dan limpahan pahala. Inilah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Dari puasa, shalat tarawih, hingga berbagi melalui sedekah—semuanya mengajarkan kita arti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Jangan lewatkan kesempatan meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mari sambut Ramadhan ini dengan hati yang tulus dan semangat ibadah yang membara. Aamiin ya Rabbal Alamin. #SpiritualitasRamadhan #UkhuwahIslamiyah #RefleksiDiri #LailatulQadar #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    wp.sorbansantri.com – Dengan datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap-siap menyambut hari raya Idul Fitri. Selain momen keagamaan yang penuh makna, Liburan Musim Lebaran juga menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk bersantai dan menikmati momen bersama keluarga serta teman-teman. Untuk memeriahkan liburan tersebut, berbagai kegiatan menarik bisa menjadi pilihan untuk dinikmati bersama.

    Di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Eropa, tradisi-tradisi yang khas turut menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Berikut beberapa kegiatan yang banyak diminati untuk merayakan liburan Idul Fitri:

    1. Pulang Kampung dan Mudik: Ribuan orang di Indonesia dan negara-negara dengan mayoritas Muslim lainnya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang kampung atau mudik. Ini adalah momen langka di mana keluarga-keluarga berkumpul dari berbagai belahan kota dan negara untuk merayakan bersama.
    2. Shalat Idul Fitri: Shalat Idul Fitri di pagi hari menjadi pusat perhatian umat Islam. Masjid dan lapangan-lapangan di seluruh dunia dipenuhi oleh jamaah yang berkumpul untuk melaksanakan shalat bersama.
    3. Berkumpul dan Bersilaturahmi: Liburan Lebaran adalah momen untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Momen ini sering kali diisi dengan acara saling bermaaf-maafan, bercerita, dan bertukar cerita.
    4. Makanan Khas Lebaran: Tak lengkap rasanya liburan Idul Fitri tanpa hidangan khas Lebaran. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering menjadi sajian utama yang dinikmati bersama keluarga.
    5. Rekreasi dan Aktivitas Luar Ruangan: Banyak yang memanfaatkan liburan ini untuk berlibur atau melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga. Mulai dari piknik di taman, berkemah, hingga menikmati keindahan alam di pantai atau pegunungan.
    6. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: Ada juga yang memanfaatkan momen liburan Lebaran untuk melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan atau berpartisipasi dalam program-program amal.

    Dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dipilih, Liburan Musim Lebaran menjadi waktu yang berharga untuk merayakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama. Semoga liburan Idul Fitri tahun ini memberikan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua umat Muslim di seluruh dunia.(abiSorban)

  • Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    Kenapa Negara Maju, Tidak Religius?

    wp.sorbansantri.com –Negara maju dalam dunia modern saat ini terkesan tidak religius, namun sebaliknya negara yang religius masih banyak yang statusnya masih negara berkembang atau tidak maju.

    Tentu menimbulkan banyak pertanyaan kenapa Amerika, Jepang, Korea, Swiss, Norwegia dan negara-negara maju yang lainnya itu seperti tidak peduli dengan religi?

    Negara maju yang dimaksud bukan hanya maju ipteknya dan finansial, tapi juga maju secara moral. Tapi, negara yang religius malah mendapati kemunduran moral, contoh India sebagai negara religius tapi kasus pemerkosaannya cukup tinggi, KDRT, bunuh diri, intimidasi, bullying dan sebagainya sering terjadi.

    Atau contoh lain adalah Amerika Latin, dimana negaranya cukup religius tapi kasus pembunuhannya paling tinggi. Bahkan negara timur tengah, negara yang cukup religius sering kali membuka sarana untuk perang. Kita tahu perang itu seperti apa, siapa yang mati dan menjadi korban? Wanita dan anak-anak sering menjadi korban perang.

    Nah, kenapa bisa seperti itu?

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Ansor Sahabat Kita

    Ansor Sahabat Kita

    cyberaswaja.online- Kadang tak semua anggota Banser Ansor yg beruntung dalam kehidupannya. itulah yg dirasakan oleh Marhani seorang Anggota Banser Ansor Kabupaten Kapuas. Hidup bersama dengan ayahnya di Desa Anjir Serapat Tengah Kecamatan Kapuas Timur Kabupaten Kapuas Kalteng yg jauh dari kecukupan. Rumah yg menjadi tempat tinggal bersama ayahnya terbuat dari kayu hutan yg sudah mulai lapuk. Dinding kamarnyapun hanya terbuat dari terpal lusuh sebagai syarat agar tempat tidur tak terlihat. Sertifikat Diklatsar Banser yg dimilikinya pun basah bekas terkena air hujan sebab atap rumah mereka bocor…Semoga semangat selalu Marhani mengabdi di NU…semoga Amang dan dirimu banyak mendapat rezeki…
    Bantuan Sosial Warga Nahdlatul Ulama Peduli Dampak Covid-19…
    #sedikitygbermanfaat
    #sebagiankisahhariini

    (red Suhardi Al Anjiri)