Sorbansantri.com – Militer Israel mengumumkan bahwa lima proyektil ditembakkan dari daerah kemanusiaan di Gaza tengah pada hari Jumat. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui Telegram, tentara Israel menjelaskan bahwa dua dari proyektil tersebut jatuh di daerah terbuka, sementara tiga lainnya mendarat di dalam wilayah Jalur Gaza.
“Ini adalah contoh lebih lanjut dari eksploitasi sinis infrastruktur kemanusiaan dan penduduk sipil sebagai perisai manusia oleh organisasi teror di Jalur Gaza atas serangan teroris mereka,” ujar militer Israel dalam pernyataan tersebut.
Ketegangan di Gaza terus meningkat seiring dengan insiden terbaru ini. Militer Israel menyebutkan bahwa tindakan ini menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok teror di Gaza menggunakan zona kemanusiaan untuk melancarkan serangan, sehingga membahayakan nyawa penduduk sipil yang seharusnya dilindungi oleh kawasan tersebut.
Belum ada laporan tentang korban jiwa atau kerusakan yang diakibatkan oleh serangan ini. Namun, insiden ini menambah panjang daftar serangan yang terjadi di kawasan tersebut, memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan yang sudah memprihatinkan.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada klaim tanggung jawab dari pihak manapun atas serangan proyektil ini. Pihak berwenang Israel dan kelompok-kelompok di Gaza terus saling menyalahkan atas eskalasi kekerasan yang terjadi di wilayah tersebut.
Perkembangan ini mengundang reaksi dari berbagai pihak yang menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan mencari solusi damai untuk menghentikan siklus kekerasan yang berkepanjangan. Sementara itu, komunitas internasional terus memantau situasi dengan penuh perhatian, mengingat dampak kemanusiaan yang sangat besar terhadap penduduk sipil di Gaza. (AI Sorban)
Sorbansantri.com akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memberikan update terkini bagi para pembaca.
@beritasorban Pada hari Jumat, militer Israel melaporkan bahwa lima proyektil ditembakkan dari zona kemanusiaan di Gaza tengah. Dua dari proyektil tersebut jatuh di daerah terbuka, sementara tiga lainnya jatuh di dalam Jalur Gaza. Militer Israel menyatakan bahwa insiden ini menunjukkan eksploitasi sinis infrastruktur kemanusiaan oleh organisasi teror di Gaza yang menggunakan penduduk sipil sebagai perisai manusia. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa atau klaim tanggung jawab dari pihak manapun. Ketegangan ini memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan di wilayah tersebut. Tetap ikuti perkembangan selanjutnya di SorbanSantri.com. #GazaCrisis #MiddleEastTensions #IsraelUnderAttack #CiviliansAtRisk #israelgazapio#cuteisraelgaza#israelgazalove♬ suara asli – Sorban Santri
wp.sorbansantri.com – Perang gerilya merupakan salah satu strategi penting yang digunakan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah Belanda. Strategi ini terbukti efektif dalam menguras kekuatan Belanda dan pada akhirnya membawa Indonesia menuju kemerdekaan penuh. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia:
Dilakukan Secara Sembunyi-sembunyi dan Berpindah-pindah Tempat Pasukan gerilya tidak memiliki basis permanen dan selalu berpindah-pindah tempat untuk menghindari pengejaran Belanda. Mereka biasanya bersembunyi di daerah pedesaan, hutan, dan pegunungan.
Melibatkan Rakyat Sipil Rakyat sipil memainkan peran penting dalam mendukung perang gerilya. Mereka menyediakan makanan, tempat persembunyian, dan informasi kepada pasukan gerilya. Dukungan rakyat sipil ini sangat penting untuk kelangsungan hidup dan keberhasilan perang gerilya.
Menggunakan Serangan Kilat dan Sabotase Pasukan gerilya biasanya melakukan serangan kilat terhadap pasukan Belanda dan kemudian segera menghilang. Mereka juga melakukan sabotase terhadap infrastruktur dan logistik Belanda. Serangan-serangan ini membuat Belanda selalu waspada dan ketakutan.
Dipimpin oleh Komandan yang Berpengalaman Perang gerilya membutuhkan komandan yang berpengalaman dan memiliki pengetahuan yang baik tentang medan perang. Para komandan ini harus mampu menyusun strategi dan taktik yang tepat untuk mengalahkan pasukan Belanda.
Memiliki Semangat Juang yang Tinggi Para pejuang gerilya memiliki semangat juang yang tinggi untuk mempertahankan kemerdekaan tanah air mereka. Semangat juang ini yang membuat mereka pantang menyerah dan terus berjuang meskipun dengan persenjataan yang seadanya.
Contoh Penerapan Ciri-Ciri Perang Gerilya:
Pasukan Gerilya Teuku Cik Di Tiro di Aceh Pasukan ini menggunakan taktik gerilya dengan bersembunyi di pegunungan dan hutan untuk menyerang pasukan Belanda secara tiba-tiba.
Pasukan Gerilya Jenderal Sudirman di Jawa Mereka menggunakan taktik gerilya dengan melakukan long march sejauh 2.000 kilometer untuk menghindari pengejaran Belanda.
Pasukan Gerilya Rakyat Istimewa Yogyakarta (RIS) Pasukan ini melakukan serangan terhadap pos-pos Belanda di Yogyakarta dan sekitarnya menggunakan taktik gerilya.
Perang gerilya bangsa Indonesia merupakan contoh perjuangan yang heroik dan patut dicontoh. Dengan strategi yang tepat dan semangat juang yang tinggi, bangsa Indonesia berhasil mengalahkan penjajah Belanda dan mencapai kemerdekaan.
Demikian beberapa ciri-ciri perang gerilya bangsa Indonesia.
wp.sorbansantri.com – Di tengah gema pertempuran yang tak kunjung reda, Rusia kembali mengaktifkan taktik lama yang terbukti efektif: penggunaan tabir asap. Bukan hanya sekadar manuver defensif, langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengelabui teknologi pengintai modern.
Dalam beberapa insiden terbaru, Rusia telah menggunakan tabir asap untuk melindungi infrastruktur vital seperti Jembatan Kerch dari serangan rudal Ukraina. Asap tebal yang dihasilkan tidak hanya mengaburkan pandangan, tetapi juga mengacaukan sistem navigasi drone First Person View (FPV) dan drone pengintai artileri, yang menjadi mata dan telinga di medan perang.
Kendaraan khusus yang dikenal sebagai TDA-3 menjadi pionir dalam operasi ini. Dengan platform truk KamAZ-5350 6×6, kendaraan ini dilengkapi dengan tiga modul utama yang memungkinkan pembuatan asap dalam skala besar. Dari unit daya tambahan hingga tangki berkapasitas ribuan liter, TDA-3 dirancang untuk menciptakan dinding asap yang dapat bertahan hingga enam jam lamanya.
Meskipun belum banyak digunakan di Ukraina, keberadaan TDA-3 telah menimbulkan kekhawatiran akan penggunaannya yang lebih luas di masa depan. Sebagai respons, Ukraina juga telah mengadopsi taktik serupa, meskipun dengan kemampuan yang lebih terbatas.
Saat Rusia bergerak ke barat dan Ukraina mempertahankan posisi defensif, penggunaan asap tebal ini tidak hanya menjadi alat untuk maju, tetapi juga simbol dari perang yang semakin bergantung pada teknologi. Dan di tengah kecanggihan senjata modern, terkadang solusi sederhana seperti asap dapat menjadi kunci untuk bertahan hidup di medan perang yang penuh dengan ‘hantu’ drone. (AI Sorban)
wp.sorbansantri.com – Pertandingan sepak bola yang mempertemukan Timnas Indonesia dengan tim kuat Qatar dijadwalkan sebagai momen epik dalam perjalanan tim nasional Indonesia. Meskipun berjuang dengan gigih, tim Indonesia harus menerima kekalahan dalam pertandingan yang penuh dengan tantangan tersebut.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi sejak menit awal, dengan kedua tim saling menguji kekuatan dan strategi mereka. Timnas Indonesia menunjukkan semangat yang luar biasa, dengan upaya serangan yang tajam dan pertahanan yang solid. Namun, Qatar yang dikenal sebagai tim yang handal dan berpengalaman, juga memberikan perlawanan yang tangguh.
Pertandingan mencapai puncaknya ketika Qatar berhasil mencetak gol pertama, memperlihatkan kelincahan dan ketajaman serangan mereka. Meskipun demikian, Timnas Indonesia tidak menyerah begitu saja, terus memberikan tekanan dan mencoba mencari celah untuk menyamakan skor. Namun, usaha tersebut belum mampu mengubah hasil akhir.
Pelatih Timnas Indonesia, dengan penuh semangat, menyatakan bahwa meskipun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tim akan terus bekerja keras dan belajar dari setiap pertandingan. “Ini adalah bagian dari proses pembelajaran kami. Kami akan kembali dengan lebih kuat dan siap menghadapi tantangan berikutnya,” ujar pelatih tersebut.
Meskipun pertandingan berakhir dengan skor yang tidak menguntungkan bagi Timnas Indonesia, semangat dan dedikasi para pemain serta dukungan dari para suporter tetap menjadi sorotan positif dalam perjalanan tim ke depan. (AI Sorban)
TEL AVIV – Israel “siap” untuk menyerang Iran dan dapat melakukannya bahkan tanpa dukungan dari Amerika Serikat (AS). Begitu laporan media Israel mengutip pernyataan Kepala Staf IDF, Herzi Halevi.
“Kami siap bertindak melawan Iran. Tentara Israel memiliki kemampuan untuk menyerang baik di negara yang jauh maupun di dekat rumah,” lapor i24NEWS mengutip Halevi yang mengatakan kepada radio tentara IDF seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (6/4/2023).
Dia mengatakan bahwa IDF akan meningkatkan kemampuannya untuk melakukan serangan pre-emptive terhadap Iran dalam beberapa tahun ke depan, dan bahwa serangan semacam itu akan “luar biasa” terlepas dari jarak geografis.
“Kami tahu bagaimana bertindak sendirian. Kami adalah negara berdaulat yang berhak membuat keputusan sendiri. Akan baik jika Amerika Serikat berada di pihak kita, tetapi itu bukan kewajiban,” tambahnya.
Komentar ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel, dengan Iran menuduh Israel membunuh dua personel militernya di Suriah pekan lalu dan bersumpah untuk membalas.
Israel menuduh Iran memburu senjata nuklir, klaim yang dibantah Iran. Israel sebelumnya telah memperingatkan bahwa jika upaya diplomatik gagal mengekang program nuklir Iran, Israel akan mengambil tindakan militer.
Ada ketidaksepakatan publik yang jarang terjadi antara Israel dan AS, dengan Presiden Joe Biden meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mundur dari upaya melemahkan peradilan, yang telah memicu protes besar-besaran di Israel.
Netanyahu menjawab bahwa dia tidak akan tunduk pada tekanan asing tetapi mengambil nada yang lebih damai ketika dia berpartisipasi dalam pertemuan puncak demokrasi yang diserukan oleh Biden.
Setelah perbedaan itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menelepon mitranya dari Israel Eli Cohen dan menegaskan kembali pentingnya hubungan bilateral AS-Israel yang bertahan lama, menurut juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel. (red)
ZAMRONI A. UMAR (Wk. Sekretaris PCNU Kab. Mojokerto)
wp.sorbansantri.com– Di luar dugaan banyak orang, pada akhirnya Real Madrid membenamkan kedigdayaan Liverpol untuk merengkuh titel juara liga nya para jawara eropa pada minggu dini hari (29/5). Madrid yang berjuluk “los galacticos”, pada edisi tahun 2022 ini memang berbeda. Skuadnya beranggotakan pemain yang biasa-biasa saja. Modric, Kroos dan Benzema adalah nama-nama hebat dalam sepak bola pada masanya. Tetapi jika dibandingkan dengan Mo Salah, Thiago Alcantara dan Trent Arnold, mereka tidaklah sebanding saat ini. Begitu juga Pelatih Madrid, Carlo Anceloti. Di awal 2000-an mungkin dia adalah pelatih yang sangat menjanjikan, tapi saat ini banyak pengamat yang mengatakan bahwa Don Carlo adalah pelatih yang miskin ide. Sangat berbeda dengan pelatih The Reds, Jurgern Klop. Dengan filosofi taktik “gegen pressing” nya yang menjadi kiblat taktik sepakbola mutaakhir. (30 Mei 2022)
Bukti Shahih tersaji dalam pertandingan final liga champion, Liverpol menguasai jalannya pertandingan sejak peluit kick off di bunyikan. Serangan bertubi-tubi yang di lancarkan Liverpol dari segala penjuru membuat Madrid tidak bisa mengembangkan permainan. Statistik menunjukkan total 24 kali usaha tendangan ke arah gawang di lakukan oleh Liverpol berbanding 4 kali dari pemain Madrid. Penampilan hebat kiper Cortuis-lah yang menghindarkan Madrid dari kebobolan. Tetapi Fakta pertandingan tidaklah berbanding lurus dengan apa yang terlihat, pertandingan berakhir dengan kemenangan Madrid dengan gol yang di lesakkan oleh Vinicius Junior pada menit ke-59. Yup, Ternyata Taktik terbaik dalam sebuah game plan adalah taktik yang efektif, itu adalah clue yang bisa didapat dari pertandingan final ini.
—000—
Di teras sebuah langgar, Kang Brodin njagong bersama para sahabatnya. Kang Brodin berbicara tentang kebesaran Jamiyah Nahdlatul Ulama sebagai sebuah perkumpulan hebat yang dikawal oleh para ulama. Disaat sedang khusyuk-khusyuknya memberikan penjelasan, tiba-tiba Pak Tarno menyela : “Ngapunten Kang … Dengan peran yang besar dalam percaturan Nasional, Lalu kita yang di bawah ini mendapat manfaat apa dari NU ?”. Sambil menghisap rokok lintingannya –identitas khas Nahdliyin kampung- Pak Tarno dengan gaya bak pengamat hebat yang biasa di lihat di telivisi- sejurus kemudian menambahkan : “Wong prasa (perasaan) ku lho kang, NU kuwi yo Lailatul Ijtima’. Shalat-Shalat Sunnah, Dzikiran lan selawatan. Aku ra tau ngerti NU ngekei utang-utangan nang aku, hareeee”. Semua tertawa mendengar ini, karena semua tahu bahwa Pak Tarno adalah seorang yang punya hobi gali lobang tutup lobang, sebagaimana semua yang hadir di teras langgar tersebut. Selaan Pak Tarno itu membuat Kang Brodin bingung sejenak, lalu dengan sekenanya kang Brodin menjawab : “Yo Kuwi manfaate NU, Coba kalau tidak dibarengi sambil berdoa gitu apa berkah hidup nya wong-wong kuwi. Ya… itu manfaat real-nya ber-NU, Barokah tur Mbarokahi”.
—ooo—
Sebagai sebuah perkumpulan yang sudah berdiri hampir satu abad, Nahdlatul Ulama (NU) adalah perkumpulan hebat yang mempunyai banyak jasa pada NKRI ini. Tinta sejarah mencatat bahwa perkumpulan ini secara konsisten hadir sebagai garda terdepan dalam perjalanan historis bangsa ini. Tetapi pada masa yang akan datang –masa menyongsong abad ke duanya- Jamiyah ini menemukan tantangan sesungguhnya. Sebagaimana amanat para muassis (Pendiri Perkumpulan) bahwa perjuangan NU tidak hanya dalam bidang agama saja tapi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sekup nasional ataupun internasional, NU hendaknya hadir disana.
Arah pembangunan Negara saat ini adalah menempatkan desa tidak lagi sebagai Obyek Pembangunan bangsa tapi juga memberikan peran sebagai Subyek. UU No. 6 Tahun 2014 menempatkan desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Total desa di Indonesia yaitu 73.670 desa. Tak heran jika Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi menyatakan jika desa merupakan pembentuk Indonesia. Mengutip dari laman kementrian terkait bahwa desa memiliki permasalahan yang lebih besar. Mulai dari kemiskinan yang lebih tinggi, kesehatan yang rendah, konsumsi masyarakat rendah, SDM rendah, sarana dan prasarana yang lebih sulit dibandingkan kota, dan tingkat pendidikan rendah.
Sebagai sebuah perkumpulan yang hampir menyamai struktur sebuah Negara (Shadow off The State), NU mempunyai kemampuan untuk ikut serta –bersama negara- melakukan penyelesaian problematika sosial tersebut. Untuk mengambil peran ini, tentu NU –sebagai jamiyah- harus berbenah diri. Bagaimana menjadikan perkumpulan ini sebagaimana yang dinyatakan al-Qur’an “Ashluha fil Ardli wa Far’uha Fi al-samaa’ “ (Pondasinya kuat tertanam di bumi dan Cabangnya tersebar di langit). Maka problem internal NU sesungguhnya secara organisasi adalah melakukan penguatan pada ranting-rantingnya di masa yang akan datang. Siapakah yang harus berinisiatif secara aktif mengambil peran ini??? Adalah Pengurus Cabang di semua Kabupaten/Kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Penguatan Struktur menjadi agenda utama dalam tahap ini. Hirarki Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Pengurus Ranting dan Pengurus Anak Ranting hendaknya tertata dengan sungguh-sungguh. Para pengurus benar-benar harus memahami penting nya berjamiyah dalam satu kesatuan yang utuh. Kesatuan Amaliyah, Fikrah dan Harakah adalah sebuah keniscayaan yang harus diwujudkan. Hubungan yang terjalin antar hirarki tidak hanya sebatas formalitas belaka, tapi hubungan yang terjalin layaknya Nabi dengan Sahabatnya, Imam Syafii dan para Ashhab nya dan Wali songo dengan para muridnya. Kuat layaknya Tali Dadung yang melingkari bumi dalam lambang perkumpulan ini. KH. Wahab Hasbullah –Rais Am pertama- memberikan tuntunan dan uswah nya, beliau menyatakan : ”Watazaawuru ba’dlihim ba’dlan”, yakni saling mengunjungi dan bersilaturahim adalah kunci penguatan structural ini. Tentu tidak dalam suasana formil saja ini dilakukan, karena ini akan terasa hambar. Sebagaimana yang di teladankan KH. Achyat Chalimi (Mbah Yat) yaitu melakukan kunjungan langsung ke rumah para pengurus terutama para kyai yang ada di desa-desa, ini akan memberikan sentuhan berbeda pada para tokoh grass root perkumpulan.
Sebagai jamiyah besar dengan pekerjaan rumah yang banyak dan pendanaan yang terbatas, maka efektivitas adalah kunci kesuksesan (al-Futuh). Seperti Real Madrid -yang Inferior dibandingkan Liverpol- menjadi juara liganya para jawara eropa dengan taktik yang efektif, Begitupun Nahdlatul Ulama dengan kebesaran jamiyah dan segala inferioritasnya, dapat menggapai kesuksesan dengan kesederhanaan dan efektifitas programnya. (Langgar Ledok)
Perintah Langsung dari KETUA UMUM PBNU Prof.Dr.KH Said Aqil Siradj MA.
Generasi Muda NU mari bersama-sama Kita Rapatkan Barisan Merebut Medan Tempur Medsos. kalau kita tidak kuasai Medan Tempur Medsos, ” KITA KALAH”
Sudah Saatnya NU Berdiri Tegak Melawan Badai..
Sudah Saatnya NU Jadi Barometer Perpolitikan Nasional…
Sudah Saatnya NU Bergerak Selaras Seperti alam..
Sudah Saatnya NU Beranjak Dari Pertapakannya…
→Diam Tak Selamanya Emas!
Kalau Bukan Kita Siapa Lagi… Kalau Tidak Sekarang Kapan Lagi..
Wong NU Tunjukanlah Warna Hijaumu, Rawe Rawe Rantas, Malang Malang Tuntas…!!!
Banyak yang tidak paham apa itu Cyber War, sehingga ketika kita berusaha melawan upaya serangan dari kelompok Radikal yang ingin mengganti Ideologi Pancasila, dan memecah belah bangsa dengan penggiringan opini betapa buruknya kebijakan pemerintah kita, dan berusaha melawan mereka yang berusaha menggembosi NU dengan segala macam fitnahnya dan pembusukan dari dalam melalui orang yang merasa paling NU se Nusantara.
Kita acapkali mendapat Nyinyiran dan sindiran dari kelompok yang sok bijak dengan mengatakan, Mana akhlaq NUmu, mana Akhlaq Aswajamu.
Perlu kalian ketahui, kami tidak usah diajari bagaimana tentang Akhlaq yang baik, dan bagaimana Akhlaq yang buruk.
Karena kami tidak sedang berkomunikasi dengan seorang Guru, Ulama dan Ustadz,
Tapi kami sedang berhadapandengan segerombolan preman bayaranyang sengaja dibentuk untuk menyerang via Media sosial yang mempunyai visi & misi merusak dan menghancurkan Negara ini.