Tag: silaturahmi

  • Gus Dulloh Terima Amanah KH. Mubayyin: Jaga NU untuk Mojokerto

    Gus Dulloh Terima Amanah KH. Mubayyin: Jaga NU untuk Mojokerto

    BERITA VIDEO

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Calon Wakil Bupati Mojokerto, Sa’dulloh Syarofi atau Gus Dulloh, meluangkan waktu di sela-sela kampanye untuk bersilaturahmi dengan KH. Mubayyin Syafi’i, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Pacet Mojokerto, dan putranya, Muhammad Mahbubulloh atau Gus Mahbub, pada Senin, 21 Oktober 2024.

    Dalam kunjungan yang berlangsung dengan suasana santai ini, Gus Dulloh berbincang ringan mengenai dinamika Pilkada Mojokerto 2024. Di tengah obrolan yang akrab tersebut, KH. Mubayyin Syafi’i menyampaikan pesan khusus kepada Gus Dulloh terkait pentingnya menjaga keutuhan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Mojokerto.

    “Kami hanya titip amanah, jaga NU dan laksanakan semua dengan nilai-nilai yang telah diajarkan para kiai,” pesan KH. Mubayyin. Ia menekankan bahwa peran NU sangat krusial di Mojokerto, terutama dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat nahdliyin yang mendominasi wilayah ini.

    Gus Mahbub juga menambahkan, bahwa NU bukan hanya sebuah organisasi, tetapi wadah besar yang mencakup kehidupan keagamaan, sosial, dan budaya masyarakat Mojokerto. Menurutnya, menjaga NU berarti menjaga kesejahteraan dan kedamaian warga Mojokerto.

    Gus Dulloh, yang maju sebagai pasangan Ikfina Fahmawati dalam pasangan IDOLA (Ikfina dan Gus Dulloh), menyampaikan rasa terima kasih atas nasihat tersebut dan berkomitmen untuk menjalankan amanah dari KH. Mubayyin. “Insya Allah, amanah ini akan menjadi pedoman dalam melangkah ke depan, terutama dalam menjaga dan membangun Mojokerto agar tetap sesuai dengan nilai-nilai NU yang kita junjung tinggi,” ujar Gus Dulloh.

    Silaturahmi ini menjadi penguat semangat bagi Gus Dulloh untuk mengemban kepercayaan masyarakat, dengan membawa prinsip-prinsip NU sebagai landasan dalam setiap kebijakan, sehingga Mojokerto menjadi daerah yang maju, aman, dan religius sesuai harapan para kiai. (AI Sorban)

    @beritasorban Gus Dulloh Terima Amanah KH. Mubayyin: Jaga NU untuk Mojokerto. Jihad Santri, Jayakan negeri. #GusDulloh #KH_MubayyinSyafii #pilkada2024 #foryou #foryoupage @idolarakyat @sorbankiblatkulon @srikandi.mojopait @ayni_zuroh ♬ suara asli – Sorban Santri
  • PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    Surabaya, Sorbansantri.com – Keharmonisan internal Nahdlatul Ulama (NU) kembali diuji. Kali ini, Jami’yah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) menolak undangan silaturahmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil setelah JATMAN mencurigai adanya upaya pengambilalihan kepengurusan.


    Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Rois Aam JATMAN, Dr Habib Muhammad Luthfiy Ali Bin Yahya, JATMAN secara tegas melarang seluruh anggotanya untuk menghadiri acara silaturahmi yang dijadwalkan pada tanggal 19 September 2024 di Hotel Bumi Kota Surabaya. JATMAN menilai bahwa acara tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah upaya untuk mengkudeta kepengurusan yang sah.


    “Kami telah memantau bahwa materi silaturahmi yang akan diselenggarakan PBNU tersebut substansinya adalah menindaklanjuti hasil perbincangan kehadiran sekelompok orang yang mengatasnamakan mursyid JATMAN ke PBNU dan diterima oleh Ketua Umum PBNU,” tulis Rois Aam JATMAN dalam suratnya.


    JATMAN juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi seluruh anggota yang nekat menghadiri acara tersebut. Sanksi tersebut akan berupa sanksi keanggotaan dan kemungkinan sanksi lainnya yang akan ditentukan kemudian.


    Menanggapi penolakan JATMAN, pihak PBNU belum memberikan pernyataan resmi. Namun, surat undangan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Drs H Lukman Khakim, menunjukkan bahwa PBNU sangat mengharapkan terjalinnya silaturahmi yang baik dengan JATMAN.


    Konflik antara PBNU dan JATMAN ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan Nahdliyin. Banyak yang berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dan mufakat demi menjaga keutuhan NU.

  • SELAPANAN: TRADISI PINISEPUH MENJAGA SILATURAHMI

    SELAPANAN: TRADISI PINISEPUH MENJAGA SILATURAHMI

    wp.sorbansantri.com – Diantara cara yang digunakan para pinisepuh untuk menjaga silaturahmi dengan sanak saudara dan sahabat adalah dengan mengadakan pertemuan “Selapanan”. Selapanan ini biasanya diadakan secara bergilir dari satu rumah keluarga ke rumah keluarga lain setiap selapan ndina sekali. Misalnya, malam ini Jum’at Wage di rumah Kang Solikin, maka Jum’at Wage berikutnya (35 hari kemudian) akan digelar di rumah saudara yang lain. Hal ini dilakukan dengan perhitungan agar jarak waktunya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lama. Dengan begitu, sesama saudara tumbuh rasa kangen dan terhindar dari rasa bosan.

    Acara selapanan ini dikemas sederhana, ala kadarnya, dengan isi njagong biasa, saling bertukar kabar, dan guyonan. Agar acaranya lebih terarah, biasanya para tetua mengawalinya dengan doa bersama, disambung dengan Marhabanan yang membuat suasana menjadi regeng gayeng (hangat dan meriah).

    Dengan selapanan seperti ini, biasanya kekeluargaan dan persahabatan menjadi lebih akrab dan saling srawung (bergaul). Tradisi ini bukan hanya sekedar berkumpul, tetapi juga mempererat hubungan antar keluarga dan menjaga kebersamaan yang sudah terjalin sejak lama.

    Oleh: Tim SorbanSantri.com


  • Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    Lebaran 2024: Beragam Kegiatan Menarik untuk Memeriahkan Liburan Idul Fitri

    wp.sorbansantri.com – Dengan datangnya bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia bersiap-siap menyambut hari raya Idul Fitri. Selain momen keagamaan yang penuh makna, Liburan Musim Lebaran juga menjadi waktu yang ditunggu-tunggu untuk bersantai dan menikmati momen bersama keluarga serta teman-teman. Untuk memeriahkan liburan tersebut, berbagai kegiatan menarik bisa menjadi pilihan untuk dinikmati bersama.

    Di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia, Timur Tengah, hingga Eropa, tradisi-tradisi yang khas turut menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Lebaran. Berikut beberapa kegiatan yang banyak diminati untuk merayakan liburan Idul Fitri:

    1. Pulang Kampung dan Mudik: Ribuan orang di Indonesia dan negara-negara dengan mayoritas Muslim lainnya bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang kampung atau mudik. Ini adalah momen langka di mana keluarga-keluarga berkumpul dari berbagai belahan kota dan negara untuk merayakan bersama.
    2. Shalat Idul Fitri: Shalat Idul Fitri di pagi hari menjadi pusat perhatian umat Islam. Masjid dan lapangan-lapangan di seluruh dunia dipenuhi oleh jamaah yang berkumpul untuk melaksanakan shalat bersama.
    3. Berkumpul dan Bersilaturahmi: Liburan Lebaran adalah momen untuk berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar. Momen ini sering kali diisi dengan acara saling bermaaf-maafan, bercerita, dan bertukar cerita.
    4. Makanan Khas Lebaran: Tak lengkap rasanya liburan Idul Fitri tanpa hidangan khas Lebaran. Mulai dari ketupat, opor ayam, rendang, hingga aneka kue kering menjadi sajian utama yang dinikmati bersama keluarga.
    5. Rekreasi dan Aktivitas Luar Ruangan: Banyak yang memanfaatkan liburan ini untuk berlibur atau melakukan aktivitas rekreasi bersama keluarga. Mulai dari piknik di taman, berkemah, hingga menikmati keindahan alam di pantai atau pegunungan.
    6. Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan: Ada juga yang memanfaatkan momen liburan Lebaran untuk melakukan kegiatan sosial dan kemanusiaan, seperti memberikan sedekah kepada yang membutuhkan atau berpartisipasi dalam program-program amal.

    Dengan berbagai kegiatan menarik yang bisa dipilih, Liburan Musim Lebaran menjadi waktu yang berharga untuk merayakan kebersamaan dan memperkuat hubungan antar sesama. Semoga liburan Idul Fitri tahun ini memberikan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua umat Muslim di seluruh dunia.(abiSorban)

  • TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    SORBANSANTRI.COM
    Tokoh NU lintas waktu dalam talkshow sejarah NU pada Harlah NU ke 99

    wp.sorbansantri.com – Pengurus Wakil Cabang NU kecamatan Pacet menggelar acara Doa berjamaah dalam rangka Harlah NU ke-99 (versi Hijriah atau ke-96 (versi Masehi) di gedung Graha NU Pacet yang dilaksanakan Rabu (16/2).

    Acara tersebut mengambil tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, yang disertai dengan talkshow sejarah perkembangan NU di lereng welirang dari awal adanya NU sampai sekarang. Menurut tokoh muda NU kecamatan Pacet yang biasa disapa Pak Agus (ketua MWCNU Pacet) menjelaskan, bahwa sejarah keberadaan NU di pacet seyogyanya diabadikan karena sejarah tidak boleh dilupakan. “Gedung ini (Graha NU Pacet) merupakan cagar budaya dan memiliki nilai historis tinggi bagi organisasi NU di Pacet”. terang Pak Agus.

    Dengan menghadirkan Tokoh-tokoh pelaku sejarah NU di Pacet yaitu Bapak Kusnan Kesiman, Bapak Hartono Cembor dan Abah Mud beliau-beliau bercerita perjalanan organisasi dari masa ke masa, mulai dari kepemimpinan, cara dakwah, kaderisasi, serta suka-duka dalam berorganisasi di NU kecamatan Pacet.

  • RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    RAJIN SHALAT TAPI DIKUMPULKAN BERSAMA ORANG YANG TIDAK SHALAT

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Al-Habib Ahmad bin Umar bin Smith mengatakan yang maknanya adalah seperti ini:

    Apakah hukum orang yang gemar menyambung silaturahim dengan memberikan bantuan, hubungan baik, dan penghiburan akan tetapi ia tidak pernah menanyakan kepada mereka bagaimana keadaan agama, mereka tidak pula mengajarkan agama kepada mereka?

    Apakah ia akan dikumpulkan di hari Kiamat bersama dengan orang yang menyambung silaturahim atau bersama orang yang memutus silaturahim?

    Tanyalah kepada ulama mengenai ini sehingga kalian tidak tertipu dalam masalah ini.

    Syeikh Ibnu Atha’illah As-Sakandari dalam kitabnya at-Tanwir mengatakan bahwa, “Orang yang shalat dan menjaga shalat, akan tetapi ia memiliki keluarga yang tidak shalat, tidak memerintahkan mereka untuk shalat, tidak pula menegur atau mengucilkan mereka maka ia tidak akan dikumpulkan bersama orang-orang yang shalat, kelak ia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang meninggalkan shalat. Walaupun ia selalu shalat di awal waktu, berjamaah dan di shaf pertama.

    Maka tegakkanlah perintah Allah di kalangan keluarga kalian, seretlah mereka ke surga. Jika tidak, mereka yang akan menyeretmu ke neraka.
    .
    [ Kitab Majmu’ Kalam Habib Ahmad bin Umar bin Smith hal. 258 ]