Tag: silaturrokhim

  • Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    Ayo Jadi Beradab Saat Bertamu, Perhatikan Beberapa Adabnya!

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Islam adalah agama terlengkap dan semua teratur, termasuk dalam bertamu. Rasulullah SAW telah mengajarkan umatnya adab bertamu dalam kehidupan sehari-hari. Adab tersebut telah tertulis jelas dalam hadits-hadits, lalu diajarkan pada tiap generasi muslimin.

    Berikut adab bertamu berdasar hadits Rasulullah SAW, itu artinya begitulah Rasulullah mengajarkannya kepada kita:

    1. Tidak Berdiri Tepat di Depan Pintu

    Seorang tamu hendaknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Mengapa demikian? Karena jika pintu telah dibuka oleh tuan rumah, maka tamu tidak dapat melihat seluruh isi rumah. Selain itu, tamu tidak akan dapat melihat hal-hal yang tidak dibenarkan untuk dilihat.

    Adab ini tertulis dalam hadits berikut:

    كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

    Artinya: Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

  • Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi

    Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ansor Semarang, – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Semarang, Muhamad Hanif, M. Hum. atau yang biasa disapa Gus Hanif, menyapa Kader Ansor dalam kegiatan Meeting Terbatas di RM. Bawang putih Jambu, Rabu (10/02/2021) Sore.
    Kegiatan ini diikuti oleh Empat PAC Ansor yaitu PAC (Ambarawa, Bandungan, Sumowono,Jambu) dan Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang.
    Gus Hanif mengatakan kegiatan ini salah satu cara untuk tetap dapat bersilaturahmi dengan Kader Ansor di tengah pandemi Covid-19.
    Lebih jauh Gus Hanif mengatakan, sengaja memilih menyapa kader secara Meeting Terbatas dengan harapan dapat terus menjaga silaturahmi sekaligus mendengar masukan terkait apa yang dapat dilakukan untuk membantu kader Ansor di tengah kesulitan di masa pandemi.
    “Kedepan, kami akan lakukan Road Show ini Meeting terbatas di seluruh PAC GP Ansor Kab. Semarang dengan lebih baik lagi. Terimakasih kepada semua yang sudah bergabung,” Ucapnya
    Acara ini menggunakan protokol kesehatan. (PC GP Ansor Semarang)
  • PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    PENGUATAN KADER NU MELALUI WIRID

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Jum’at, 16 Oktober 2020. Sudah ke-8 kali giat rutin kader NU di Kecamatan Pacet Mojokerto melalui Wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB sebagai sarana benteng pertahanan semua kader NU yang berguna untuk pemantapan kader dalam mejaga ideologi ASWAJA Annahdliyah. Kitab yang ditulis oleh Syeikh Mahmud Muhtar Plambon Cirebon ini, berisi semua nama-nama waliyulloh dan harus dibaca secara jama’ah.

    Untuk mewujudkan dalam menasionalkan kitab tersebut maka, Semua BANOM dan LEMBAGA NU sekecamatan Pacet Mojokerto seperti Ansor Banser Pagar Nusa, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dll berkumpul menjadi satu untuk membaca Kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Yang tersusun mulai dari Sambutan, Tawassul, Pembacaan Kitab, Mahallul Qiyam, Penjelasan Materi dalam penguatan kader dan yang terakhir ngobrol santai silaturrokhim antar kader.

    Alhamdulillah., di Kecamatan Pacet Mojokerto ini sudah 8 kali diadakan belum genap satu bulan ini. Dan diharapkan bisa istiqomah dalam mengamalkan kitab tersebut dengan cara bergilir merata dari desa ke desa sekecamatan. Gerakan Giat Rutin TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini alhamdulilah sudah ada ranting yang melakukan giat tersebut.

    Adapun tujuan dari wirid TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB ini adalah sebagai sarana silaturrakhim antar kader NU biar tidak kocar kacir, tercerai berai dengan keadaan yang saat ini dirasa banyak yang masuk baik secara halus atau terang-terangan menyerang aqidah annahdliyah. Bahkan sudah banyak yang tersusupi secara tidak terasa walaupun itu didepan mata, entah itu karena kepentingan,ragu-ragu,balas budi, rayuan atau yang lain.

    Semua kader NU dalam berkhidmat harus satu sanad, satu arah, dan satu komando dari pusat sampai tingkat ranting. Jangan menjadi kader NU yang punya kepentingan untuk dirinya atau golongan. Jangan menjadi kader NU yang ragu-ragu dalam berkhidmat, Jadilah kader NU yang kokoh menjaga ideologi dengan gerakan satu komando dari pusat sampai bawah. Apalagi dalam setiap pengkaderan sudah dibaiat.

    NU itu organisasi besar, atas dasar isyaroh para wali begitu juga kitab TARQIYATUL MUJARROB BIL WALI MUQORROB. Mbah KH. Hasyim Asy’ari dalam mendirikan NU itu baru direstui oleh Mbah Kholil Bangkalan dan baru dapat jawaban setelah 1 Tahun, jadi NU itu bukan sembarang organisasi dan siapa yang merusak  NU akan kualat. (abi SORBAN)

  • Dalil Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    Dalil Ziarah Kubur dan Silaturahmi Setelah Shalat Id

    15569805385ccda33a6bf3a

    cyberaswaja.online- Terkait dalil ziarah kubur dan silaturahmi setelah Shalat Idul Fitri, berikut penjelasan Ustadz Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur:

    Ziarah kubur merupakan aktivitas yang dianjurkan dalam Islam. Di Indonesia, yang sebagian besar bermadzhab Syafii memberi tempat tersendiri bagi tradisi ziarah kubur ini.

    Selain itu, tradisi ziarah kubur juga terjadi usai Shalat Idul Fitri, selain silaturahmi alias unjung-unjung sekampung dan orang-orang dekat keluarga kita. Namun, dalam kondisi pandemi Covid-19, baik ziarah kubur dan silaturahmi harus memenuhi protokol kesehatan. Ziarah kubur, bahkan ditiadakan tapi diganti dengan baca Yasin di rumah bersama keluarga.

    Khususnya untuk silaturahmi, bisa dilakukan secara virtual alias silaturahmi virtual, lewat telpon dan sarana komunikasi lainnya.

    Terkait dalil ziarah kubur dan silaturahmi setelah Shalat Idul Fitri, berikut penjelasan Ustadz Ma’ruf Khozin, Ketua Aswaja NU Center Jawa Timur:

    Imam Bukhari meriwayatkan dalam Sahihnya:

    ﻋَﻦْ ﺟَﺎﺑِﺮِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﻠَّﻪِ ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ، ﻗَﺎﻝَ: «ﻛَﺎﻥَ اﻟﻨَّﺒِﻲُّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻥَ ﻳَﻮْﻡُ ﻋِﻴﺪٍ ﺧﺎﻟﻒ اﻟﻄﺮﻳﻖ»

    Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam jika berangkat (ke tempat shalat Id) maka pulangnya tidak melewati tempat awal berangkat (Sahih al-Bukhari No 986)

    Mengapa Nabi shalallahu alaihi wassallam melakukan hal tersebut? Para ulama memiliki penafsiran sendiri-sendiri seperti yang disampaikan oleh pensyarah Sahih al-Bukhari, Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani:

    ﻭَﻗَﺪِ اﺧْﺘُﻠِﻒَ ﻓِﻲ ﻣَﻌْﻨَﻰ ﺫَﻟِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻗْﻮَاﻝٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓٍ اﺟْﺘَﻤَﻊَ ﻟِﻲ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ

    Para ulama beda pendapat tentang makna hadis di atas ke dalam banyak pendapat, yang terkumpul bagi saya lebih dari 20 pendapat

    ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟﻴﺰﻭﺭ ﺃَﻗَﺎﺭِﺑَﻪُ اﻷَْﺣْﻴَﺎءَ ﻭَاﻷَْﻣْﻮَاﺕَ ﻭَﻗِﻴﻞَ ﻟِﻴَﺼِﻞْ ﺭَﺣِﻤَﻪُ

    Ada yang mengatakan bahwa agar Nabi bisa menziarahi kerabatnya baik yang masih hidup atau sudah wafat. Ada juga yang berpendapat agar Nabi dapat melakukan silaturahmi (Fathul Bari 2/473)

    Apakah anjuran itu hanya bagi imam saja? Al-Hafidz mengutip dari Madzhab Syafi’i:

    ﻭَاﻟَّﺬِﻱ ﻓِﻲ اﻷُْﻡِّ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳُﺴْﺘَﺤَﺐُّ ﻟِﻹِْﻣَﺎﻡِ ﻭَاﻟْﻤَﺄْﻣُﻮﻡِ ﻭَﺑِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻛْﺜَﺮُ اﻟﺸَّﺎﻓِﻌِﻴَّﺔِ

    Penjelasan yang ada dalam kitab Al-Umm bahwa anjuran tersebut berlaku bagi imam dan makmum. Pendapat ini juga disampaikan oleh kebanyakan Madzhab Syafi’iyah (Fathul Bari 2/472)

    •] Ini adalah dalil kita untuk ziarah kubur dan silaturahmi setelah hari raya dalam keadaan normal. Untuk saat ini kita cukup baca Yasin dari rumah, kita yakin pahalanya sampai. Untuk silaturahmi juga dari rumah, pakai alat telekomunikasi, telpon, video call dan sebagainya.

  • Meneguhkan Aqidah Asy’ariyah

    Meneguhkan Aqidah Asy’ariyah

    SORBANSANTRI.COM
    Oleh: KH. Ma’ruf Khozin

    Semalam saya berkesempatan ikut ngaji Aqidah Asy’ariyah bersama para pakar Aqidah. Selama ini memang saya masih lebih banyak berkutat dengan Fikih dan seputaran Amaliah Aswaja. Beruntungnya dahulu saat mondok di Ploso saya sempat khatam ngaji Ramadhan kitab Tuhfah Al Murid Syarah Jauharah At-Tauhid, karya Syaikhul Islam wal Azhar, Ibrahim Al Bajuri. Pengajian tersebut diasuh oleh Gus Firjaun Jhon Barlam (Putra KH Ahmad Siddiq, Rais Am PBNU semasa Gus Dur).

    Perdebatan di ranah Aqidah memang tidak seramai masalah tuduhan Bid’ah, Khurafat dan Syirik. Karena memang belum terlalu banyak dari mereka. Namun bukan berarti tidak penting. Justru sangat penting. Sebab yang menyebarkan Aqidah yang berlawanan dengan Asy’ariyah saat ini adalah mereka yang menyamakan Allah dengan makhluk-Nya, seperti Allah berada di arah tertentu, firman Allah sama seperti perkataan makhluk dan sebagainya. Allah Maha Suci dari ungkapan mereka semuanya.

    Metode yang digunakan adalah mudzakarah, bergantian dari para pakar Aqidah yang menyampaikan. Sesekali para pakar inilah yang menyampaikan bahan pertanyaan, sehingga menguji adrenalin, bagaimana mungkin dalam waktu bersamaan tanpa persiapan jawaban, namun tiba-tiba banyak yang bisa terjawab. Subhanallah. Inilah ilmu-ilmu Allah yang diberikan kepada para ulama muda kita.

    Dari beberapa pakar tersebut saya melihat memang ada yang betul-betul menguasai dalil Naqli (Qur’an dan Sunnah) di bidang Aqidah. Juga dalil-dalil Aqli yang dahulu pernah meramaikan jagad perdebatan di masa-masa Imam Al-Ghazali, Ar-Razi, Al-Baidhawi dan sebagainya. Dan diantara yang menguasai keduanya adalah Host-nya, yang memandu kami dengan bahasa yang mudah dipahami, yaitu Sayidi Al-Habib Geys Bin Abdurrahman Assegaf.

    Nikmat ngaji Aqidah Asy’ariyah dengan para ahlinya ini membuat saya ingin menghentikan detak perjalanan jam yang terasa cepat, dimulai jam 20.00 dan selesai jam 22.30. Dan semua berakhir ketika para istri kyai tersebut memberi isyarat kepada para suami bahwa ini adalah malam Jum’at.

    •] Kiriman gambar dari Habib Geys, serasi antara HP dan laptopnya.

  • Generasi Muda NU Kab. Karawang bersilaturrahmi dengan Al-Mukarom Sayyid Seif Alwi

    Generasi Muda NU Kab. Karawang bersilaturrahmi dengan Al-Mukarom Sayyid Seif Alwi

    Infokom Banser NU- Generasi Muda NU Kab. Karawang telah bersilaturrahmi dengan Al-Mukarom Sayyid Seif Alwi (Pimp. Majelis Ahbaburrosul Indonesia)
    Beliau menyampaikan agar Generasi Muda NU bisa lebih merangkul rekan-rekan pelajar dan mahasiswa terutama orang-orang yang masih mau mengaji untuk ikut meramaikan konten-konten positif dari Generasi Muda NU dan alhamdulillah beliau juga bersedia menjadi Penasehat Generasi Muda NU Kab. Karawang.
    Semoga Generasi Muda NU bisa mengemban amanat dari para Ulama NU dan jajaran struktural NU yang merupakan Guru kami dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.

    Karawang , 26 Desember 2019

    Majelis Ahbaburrosul Indonesia
    Jl. Baladewa, Perumnas Bumi Teluk Jambe Blok NQ 16 Karawang.

    #GenerasiMudaNU
    #GenerasiMudaNU_Karawang
    #Ahbaburrosul_Indonesia

    (post Muhammad Abduh)