Tag: sisa

  • MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    MENGENAL LEBIH DEKAT “RUMAH SAKIT SAKINAH” YANG DIMILIKI PCNU MOJOKERTO

    wp.sorbansantri.com – Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pelayanan jasa kesehatan yang secara formal dimiliki oleh Nahdlatul Ulama Cabang Mojokerto yang didirikan pada tanggal  17 Romadlon 1410 H  atau bertepatan tanggal 12 April 1990. Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto mulai beroperasi dalam melakukan pelayanan kesehatan pada tanggal  2 Oktober 1990 yang selanjutnya diperingati sebagai Hari Lahirnya ( HARLAH ) Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

     

    Pendirian Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto berawal dari gagasan K.H.Achyat Chalimy yang direalisasikan oleh tokoh dan pengurus NU yang lain.

    Modal penyelenggaraan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah :

    Ijin Operasional nomor : 440/083/KES.2/416-115.3/2018, pada tanggal 05 Pebruari 2018 berlaku sampai tanggal 05 februari 2023.

     

    Pada tahun 2006 ada perubahan nama pengelola Rumah Sakit Islam Sakinah dari Yayasan berubah menjadi Perkumpulan Kesehatan Sakinah Mojokerto dengan Akte Notaris GRACE YANETTE POHAN, SH Nomor : 14  Tanggal 9 September 2006.

    Di tahun 2020, tepatnya pada tanggal 26 Februari 2020, RSI Sakinah telah menyelesaikan kegiatan Audit Eksternal Sistem Manajemen K3 berdasarkan kriteria PP no. 50 tahun 2012 dengan perolehan skor 90,36 dan memperoleh predikat Gold.

    Dalam melaksanakan pengelolaan Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto oleh Perkumpulan Kesehatan Sakinah dilakukan oleh Badan Pelaksana Perkumpulan Kesehatan Sakinah atau Bapelkumkes-Sakinah yang merupakan salah satu Badan dalam Perkumpulan tersebut.

    Adapun Visi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Menjadi Rumah Sakit professional yang Islami, kebanggan pasien dan keluarga

    Misi dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    1. Meningkatkan pendidikan dan kompetensi SDM demi pelayanan yang bermutu dan unggul;
    2. Melayani dengan senyum salam dan sapa seperti keluarga sendiri;
    3. Mengutamakan keselamaan dan kepusan pasien sebagai pondasi pelayanan;
    4. Inovatif berbasis pada ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran.

    Motto dari Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto adalah:

    Memberikan pelayanan yang paripurna

    Demikian  sekilas gambaran pendirian dan perjalanan operasional Rumah Sakit Islam Sakinah Mojokerto.

    Sumber Berita: http://www.rsisakinah.co.id/layanan–.html #ixzz7TXZP3UNW
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

  • MAKAN DARI SISA TAMU

    MAKAN DARI SISA TAMU

    SORBANSANTRI.COM
    Ket Foto : Kesedihan tersirat pada wajah beliau, pasca wafatnya Hubabah Sakinah.
    SORBAN SANTRI- Jangan heran, jika ada orang bertamu ke rumah Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Hampir pasti akan disuguhi yg enak-enak, karna Abuya (panggilan khusus dari santri beliau) sangat menghormati tamunya (ikrom dluyuf).
    Suatu ketika, beberapa ustadz dari Indonesia sedang ada rauhah (semacam pertemuan sederhana) di rumah Abuya Habib Abdullah, dan biasanya diakhiri dengan makan-makan. Setelah selesai makan, ada beberapa ustadz yg membantu bersih-bersih sisa-sisa makanan (karna biasanya para putra Abuya sendiri yg bersih-bersih).
    Dikumpulkanlah nampan-nampan bekas makan, begitu juga sisa-sisa makanan ditaruh dalam satu plastik, ketika hendak dibuang ke tempat sampah, tiba-tiba ada putra Abuya yg berseloroh :
    “La tarmihi, al-walid ba yaz’al” (Jangan dibuang! Abi nanti bakal marah).
    “Leh?” (Loh, kenapa?) Tanya salah satu ustadz.
    “Nanti akan kami kumpulkan sisa-sisa makanan itu, kami taruh di kulkas, dan besok dipanaskan kembali untuk kami makan.” Jawab putra Abuya santai.
    Seketika ustadz tersebut termenung, sontak malu dan mau menangis. Bagaiamana tidak? Bekas sisa-sisa makan, yg biasa dibuang, tapi disimpan dan dimakan kembali oleh keluarga Abuya?
    Allaaaah, bagaimana kehidupan kita kawan?😭
    Habib Abdullah bin Muhammad Baharun. Rektor dengan puluhan ribu mahasiswa, yang tak pernah mengambil gaji. Semua harta beliau diinfakkan untuk kampus, rumah sempit masih menyewa dan berpindah-pindah, bahkan terakhir ini-pun rumah hanya dipinjami, tak punya mobil pribadi, karena jika punya kendaraan, beliau selalu jual untuk keperluan kampus.
    Seluruh hidup beliau diwakafkan untuk dakwah di jalan Allah.
    Oleh Kyai Noor Salikin Al-Farouq