Tag: sorban santri

  • OJEK Nusantara Buka Rekrutmen Driver di Mojokerto dan Majalengka, Aplikasi Buatan Santri Anak Negeri Siap Beroperasi 1 Juli

    OJEK Nusantara Buka Rekrutmen Driver di Mojokerto dan Majalengka, Aplikasi Buatan Santri Anak Negeri Siap Beroperasi 1 Juli

    SORBAN SANTRI – OJEK Nusantara, aplikasi transportasi karya santri anak negeri, resmi membuka rekrutmen driver untuk tahap awal operasional di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Majalengka. Aplikasi ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 1 Juli 2026.

    Kehadiran OJEK Nusantara menjadi bagian dari langkah anak bangsa, khususnya kalangan santri, dalam menghadirkan layanan digital yang bermanfaat bagi masyarakat. Tidak hanya bergerak di bidang transportasi, OJEK Nusantara juga membawa semangat Nusantara, yaitu membangun layanan yang menjunjung etika, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat lokal.

    Pada tahap awal, OJEK Nusantara memulai rekrutmen driver di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Majalengka. Para sopir lokal yang ingin bergabung dapat mendaftarkan diri sebagai mitra driver sejak masa rekrutmen ini dibuka.

    Pendaftaran driver OJEK Nusantara dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu secara mandiri melalui aplikasi atau melalui bantuan admin dan koordinator wilayah. Dengan adanya pilihan tersebut, calon driver diharapkan lebih mudah bergabung, baik yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi maupun yang membutuhkan pendampingan saat proses pendaftaran.

    Untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, calon driver dapat menghubungi koordinator melalui WhatsApp di 0856 4878 6231. Sementara untuk wilayah Kabupaten Majalengka, calon driver dapat menghubungi koordinator melalui WhatsApp di 0821 1311 5728.

    OJEK Nusantara hadir bukan hanya sebagai aplikasi ojek online, tetapi juga sebagai gerakan ekonomi lokal berbasis teknologi. Aplikasi ini ingin membuka peluang penghasilan bagi sopir lokal, mendukung mobilitas masyarakat, dan memperkuat peran teknologi karya anak negeri dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan konsep NUSANTARA, OJEK Nusantara ingin membudayakan pelayanan yang beretika dan penuh tanggung jawab. Driver yang bergabung diharapkan tidak hanya menjadi pengemudi, tetapi juga menjadi wajah pelayanan yang ramah, amanah, tertib, dan siap membantu masyarakat.

    Layanan ini nantinya diharapkan dapat membantu kebutuhan transportasi warga, mulai dari perjalanan harian, antar-jemput, aktivitas kerja, sekolah, belanja, hingga kebutuhan mobilitas lainnya. Melalui dukungan driver lokal, OJEK Nusantara ingin tumbuh sebagai layanan transportasi yang memahami daerah, mengenal masyarakat, dan bergerak bersama semangat kebersamaan.

    Informasi resmi mengenai OJEK Nusantara dan SorBan Naga dapat diikuti melalui media sosial berikut:

    Facebook:
    https://www.facebook.com/people/SorBan-Naga/61575978287707/

    Instagram:
    https://www.instagram.com/sorbannaga/

    Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat juga dapat menghubungi email resmi di cs@sorbannaga.com.

    Dengan dimulainya operasional pada 1 Juli 2026, OJEK Nusantara mengajak para sopir lokal di Mojokerto dan Majalengka untuk bergabung sejak awal. Dari santri, dari daerah, dan dari karya anak negeri, OJEK Nusantara siap bergerak untuk masyarakat.

    OJEK Nusantara, dari daerah untuk Nusantara.

  • Al Mudzakaroh MUI Kabupaten Mojokerto Digelar di RS Mawaddah, Hadirkan Nuansa Berbeda

    Al Mudzakaroh MUI Kabupaten Mojokerto Digelar di RS Mawaddah, Hadirkan Nuansa Berbeda

    Mojokerto – Kegiatan Al Mudzakaroh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto kali ini berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya rutin dilaksanakan di masjid, Al Mudzakaroh kali ini digelar di Aula RS Mawaddah, Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Senin (awal Januari 2026).

    RS Mawaddah sendiri dikenal sebagai salah satu rumah sakit terbesar di Kabupaten Mojokerto. Lokasi ini bukanlah hal baru bagi MUI, mengingat sebelumnya aula RS Mawaddah juga pernah digunakan sebagai tempat pelantikan pengurus MUI Kecamatan Ngoro, dengan restu pimpinan rumah sakit setempat.

    Acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars MUI. Selanjutnya, sambutan tuan rumah disampaikan oleh Direktur RS Mawaddah, dr. Sihwati Wilujeng. Sambutan tersebut disambut antusias oleh para hadirin, terlebih saat beliau menyampaikan kekhawatirannya terkait jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan sehingga hidangan yang disiapkan dikhawatirkan tidak mencukupi.

    Lebih jauh, dr. Sihwati juga menyoroti laporan Pemerintah Arab Saudi terkait meningkatnya jumlah jamaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia setiap tahunnya. Menurutnya, faktor kesehatan jamaah perlu mendapat perhatian yang lebih serius sejak sebelum keberangkatan. Dalam konteks ini, MUI dinilai memiliki peran strategis sebagai institusi keagamaan resmi negara dalam memberikan edukasi dan perhatian terhadap kesiapan kesehatan jamaah haji.

    Hal tersebut ditanggapi dengan gaya ringan oleh Ketua MUI Kabupaten Mojokerto, KH Cholil Arphaphy, MM. Dalam sambutannya, beliau berseloroh agar RS Mawaddah bisa memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para pengurus MUI Kabupaten Mojokerto. Candaan tersebut sontak mencairkan suasana dan disambut gelak tawa serta tepuk tangan para jamaah yang memenuhi aula.

    Kegiatan Al Mudzakaroh ini dihadiri lengkap oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Bupati Mojokerto diwakili oleh Wakil Bupati Bapak Reza, Kapolres Mojokerto AKBP Irham beserta jajaran, Camat Ngoro, serta Kepala KUA Kecamatan Ngoro.

    Dalam sambutannya, Wakil Bupati Reza menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh hadirin. Ia juga mengingatkan bahwa tahun 2026 kemungkinan akan membawa tantangan yang berbeda dibandingkan tahun 2025, sehingga diperlukan kesiapan, kebersamaan, dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

    Sementara itu, Kapolres Mojokerto AKBP Irham mengenang masa kecilnya di rumah kelahirannya di Muntilan, Magelang. Ia menuturkan bahwa suasana Al Mudzakaroh tersebut mengingatkannya pada tradisi pengajian yang dahulu sering diikuti bersama kakeknya. Dalam kesempatan itu, beliau juga menyampaikan bahwa masa tugasnya sebagai Kapolres Mojokerto merupakan amanah yang berat namun dijalani dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab. Menjelang kepindahan tugasnya ke Tulungagung, AKBP Irham pun berpamitan serta memohon doa restu dan maaf kepada seluruh hadirin.

    Sebagai puncak acara, pengajian disampaikan oleh KH Masrihan Asy’ari. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya pengendalian hawa nafsu. Ia menyampaikan bahwa orang alim yang menuruti hawa nafsunya justru lebih buruk, sementara orang awam yang mampu menahan hawa nafsunya lebih baik dibandingkan orang alim yang kalah oleh nafsu. KH Masrihan juga mengingatkan agar berhati-hati dalam memilih pergaulan, khususnya dengan orang-orang yang selalu menuruti hawa nafsu.

    Tausiyah tersebut disampaikan dengan gaya komunikatif, penuh sindiran halus dan humor segar, sehingga suasana pengajian berlangsung hidup dan disambut riuh tepuk tangan para jamaah.

  • SorBan Santri Percepat Finalisasi AI “ai NULL”, Gandeng BanyuCloudServer untuk Infrastruktur Data

    SorBan Santri Percepat Finalisasi AI “ai NULL”, Gandeng BanyuCloudServer untuk Infrastruktur Data

    Mojokerto, 23 Nov 2025 SorBan Santri mempercepat penyelesaian project kecerdasan buatan aiNULL, yang telah dikembangkan sejak tahun 2015. Platform AI ini kini memasuki tahap final dan dapat diakses melalui:
    👉 https://ai.sorbannaga.com/

    Proses pengembangan teknis aiNULL dipimpin langsung oleh divisi pemrograman internal AbiTsaniSOFT, yang mengoordinasikan sistem, pengembangan fitur, serta integrasi layanan.

    Untuk memastikan infrastruktur data yang stabil, aman, dan siap berskala besar, SorBan Santri bekerja sama dengan BanyuCloudServer — layanan hosting yang banyak digunakan di Bangladesh dan India. Informasi mengenai penyedia layanan ini dapat diakses di:
    👉 https://banyucloudserver.site/

    Sementara itu, platform eCommerce SorBanNaga juga berada dalam tahap akhir menjelang peluncuran publik. SorBanNaga menghadirkan sistem belanja digital dengan sentuhan nilai budaya dan tradisi Indonesia, dan sudah dapat diakses melalui:
    👉 https://www.sorbannaga.com

    SorBanNaga menggabungkan berbagai layanan dalam satu platform terintegrasi, termasuk:

    • Grocery
    • Food & Kuliner
    • Marketplace
    • Delivery
    • Rental

    Seluruh project ini dikerjakan secara mandiri oleh para santri, tanpa pendanaan dari pemerintah atau organisasi mana pun. Mulai dari riset, perancangan, pemrograman hingga operasional dilakukan oleh tim internal SorBan Santri.

    Gerakan ini disebut lahir dari ilmu, dedikasi, serta doa dan bimbingan para kyai, serta menjadi bukti bahwa pesantren mampu berkontribusi dalam pengembangan teknologi modern.

    Dengan segera dirilisnya aiNULL dan SorBanNaga, SorBan Santri menargetkan menjadi bagian dari kebangkitan inovasi digital nasional — karya santri, untuk negeri.

  • ABABIL DHIA FATHIYA, SANTRI HISNURI PACET YANG BERPRESTASI DAN MELEK DIGITAL

    ABABIL DHIA FATHIYA, SANTRI HISNURI PACET YANG BERPRESTASI DAN MELEK DIGITAL

    Mojokerto, 16 Nov 2025 — SorbanSantri.com

    Ababil Dhia Fathiya, seorang pelajar putri asal Pacet, Mojokerto, kembali menjadi sorotan berkat prestasinya yang gemilang di bidang bahasa Inggris dan kecakapannya dalam menghadapi era digital. Lahir pada 3 Februari 2012, putri pasangan Ainul Yakin Jihadah dan Arik Fitria ini dikenal sebagai sosok disiplin yang menyeimbangkan pendidikan agama, sekolah, dan kemampuan teknologi.

    Ababil merupakan santri aktif HISNURI (Himpunan Santri Nurul Iman), sebuah wadah pembinaan santri di Masjid Nurul Iman Pacet. HISNURI menjalankan pendidikan sederhana berbasis kitab dan Al-Qur’an, tanpa sistem pesantren formal, namun efektif menempa akhlak dan kedisiplinan santri.

    Selain menimba ilmu agama, Ababil menempuh pendidikan formal di MTs Pacet Mojokerto, tempat ia terus mengasah kemampuan akademik, terutama dalam bahasa Inggris.

    Yang menarik, di rumah Ababil juga dibina langsung oleh ayahnya dalam bahasa pemrograman, sebagai bekal menghadapi masa depan yang serba digital. Ayahnya memberikan pendidikan dasar coding agar Ababil mampu mengembangkan aplikasi dan memahami teknologi sejak dini. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk mempersiapkannya menghadapi perkembangan digital di tahun-tahun mendatang.

    Pada tahun 2025, Ababil mengukir berbagai prestasi, di antaranya:

    • Medali Perak OSI-SP 2025 Bahasa Inggris Jawa Timur dengan nilai A
    • The Brave Heart Award – SC Battle Level III
    • 2nd Runner-Up Speaking Competition Grade 7, Olimpiade Bahasa Inggris 2025, NU Trate Center Academic

    Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Ababil tidak hanya unggul dalam bahasa Inggris, tetapi juga memiliki pondasi kuat dalam agama serta kesiapan menuju dunia digital.

    Pengurus HISNURI, pihak sekolah, dan keluarga menyampaikan kebanggaan atas pencapaian Ababil. Prestasi ini menjadi inspirasi bagi santri-santri dan pelajar lainnya bahwa pendidikan sederhana, disiplin, dan dukungan keluarga dapat melahirkan generasi unggul yang siap bersaing di era modern.

    Dengan torehan prestasi dan bekal kemampuan digitalnya, Ababil Dhia Fathiya menjadi salah satu potret generasi muda Pacet Mojokerto yang berakhlak, cerdas, dan visioner.

    — SorbanSantri.com

  • Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Haul Mbah Surgi dan Peresmian Musholla Nur Hasan, Warga Bacem Antusias Sambut Kehadiran Gus Barra

    Mojokerto, SorbanSantri.com – Haul Mbah Surgi atau yang dikenal dengan nama asli Mbah Nur Hasan Tamtojani di Dusun Tepas Bacem, Desa Bening, Kecamatan Gondang, Mojokerto, tahun ini berlangsung meriah dan penuh makna. Selain menjadi momentum spiritual, acara juga dirangkaikan dengan peresmian Musholla “Nur Hasan” oleh Bupati Mojokerto, Gus Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.

    Acara Haul yang digelar selama dua hari ini dimulai pada Jumat, 17 Oktober 2025 dengan kegiatan Sholawat Ishari. Panitia mencatat sekitar 500 jamaah Ishari hadir dari berbagai wilayah di Kabupaten Mojokerto, dari total undangan 1.000 jamaah. Lantunan sholawat bergema silih berganti, menambah khidmat suasana malam pertama haul.

    Puncak acara digelar keesokan harinya, Sabtu, 18 Oktober 2025, dengan pengajian umum yang menghadirkan dua penceramah utama. Ceramah pertama disampaikan oleh KH. Abd Mughni Wahab, kemudian dilanjutkan oleh BP KH. Muslikhuddin Abbas, Suriyah PCNU Kabupaten Mojokerto yang baru saja dilantik bulan lalu.

    Menariknya, di sela pengajian tersebut, Gus Barra hadir secara langsung untuk meresmikan bangunan rehabilitasi Musholla Nur Hasan yang baru rampung. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa musholla tersebut telah dibangun melalui dana pemerintah sebesar Rp 250 juta.

    “Orang yang sudah meninggal itu sebenarnya tidak mati. Mereka hidup di sisi Tuhannya,” ujar Gus Barra, sambil mengutip salah satu ayat Al-Qur’an sebagai dalil, disambut takbir oleh para jamaah.

    Usai sambutan, Bupati termuda di Indonesia itu melakukan penandatanganan prasasti peresmian di atas papan keramik hitam berukuran sekitar 60 cm, dilanjutkan foto bersama para tokoh masyarakat dan pengurus NU setempat.


    Tanpa Pengamanan Banser, Ceramah Berlangsung Tenang Namun Disayangkan

    Meski acara berjalan lancar dan penuh khidmat, terdapat beberapa catatan penting dari warga dan tokoh NU di lapangan. Di antaranya adalah tidak adanya pengamanan dari Banser pada kedua hari kegiatan, baik saat Sholawat Ishari maupun pengajian puncak.

    Hal ini dibenarkan oleh M. Kholil, mantan Ketua Ansor Ranting Bening, yang menyampaikan bahwa pihak Banser tidak pernah menerima konfirmasi dari panitia.

    “Saya sempat menanyakan langsung ke pihak Banser Ranting. Jawabannya, tidak ada permintaan pengamanan dari panitia,” ungkapnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Ceramah KH MUSLIKHUDDIN ABBAS tanpa pendampingan Banser

    Selain itu, warga juga menyoroti tidak adanya sambutan resmi dari Panitia serta konfirmasi mendadak terhadap Ranting NU Bening tanpa koordinasi jauh hari.
    Beberapa tokoh NU berharap ke depan, kegiatan masyarakat yang mengatasnamakan NU dapat dikoordinasikan dengan struktur organisasi, mulai dari Ranting, MWC, hingga PCNU, agar sinergi keorganisasian tetap terjaga.

    “Kalau kegiatan masyarakat membawa nama NU, sebaiknya konfirmasi ke pengurus resmi NU. Biar rapi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujar salah seorang tokoh yang enggan disebut namanya.


    Momentum Perbaikan dan Pembelajaran

    Kendati demikian, acara Haul Mbah Surgi tahun ini tetap dianggap lebih baik dan berkembang dibanding tahun sebelumnya. Selain meningkatnya partisipasi masyarakat, terbangunnya Musholla Nur Hasan yang megah menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Dusun Tepas Bacem.

    Ketua Ranting NU Desa Bening, Gus Muhammad Nur Habibi, saat dikonfirmasi secara terpisah menyampaikan apresiasi dan harapan agar kekurangan kecil di tahun ini bisa menjadi bahan evaluasi.

    “Alhamdulillah, secara umum acara berjalan baik dan lancar. Kekurangan itu wajar, yang penting kita belajar dan berbenah untuk tahun berikutnya,” tutur Gus Habibi.

    Dengan rampungnya Musholla Nur Hasan dan semangat warga yang tetap terjaga, Haul Mbah Surgi 2025 menjadi bukti nyata bagaimana tradisi keagamaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat Nahdliyyin Mojokerto.

  • Trans7 Lecehkan Pesantren? Saatnya Kita Bicara Fakta, Bukan Framing Murahan

    Trans7 Lecehkan Pesantren? Saatnya Kita Bicara Fakta, Bukan Framing Murahan

    SorbanSantri.com, 14/10 – Belakangan ini publik santri dibuat geram dengan tayangan Trans7 yang menampilkan kehidupan pesantren secara tidak pantas. Melalui program Xpose Uncensored, mereka menayangkan potongan video yang menggambarkan santri dengan narasi tendensius — seolah kehidupan di pesantren itu penuh aturan aneh, kaku, bahkan menakutkan.

    Mari kita luruskan.
    Pesantren bukan lembaga baru yang bisa disudutkan dengan framing murahan di layar kaca. Pesantren sudah ada ratusan tahun sebelum media televisi lahir. Dari pesantrenlah lahir tokoh-tokoh besar bangsa ini — pejuang kemerdekaan, ulama, pendidik, hingga pemimpin yang menggerakkan rakyat dengan ilmu dan akhlaknya.

    Sistem pendidikan pesantren itu komprehensif dan berimbang. Di sana, santri belajar bukan hanya ilmu agama, tapi juga nilai kehidupan. Mereka diajarkan tanggung jawab, kerja keras, disiplin, keikhlasan, dan — yang paling penting — adab sebelum ilmu.

    Saya sendiri adalah santri masuk ANSOR, BANSER dan LINMAS, bisa mengenal web designer, programer dan developer, itu di Pesantren dan saya hanya lulusan SMA. Tapi sejak kecil saya hidup di pesantren. Dari sanalah saya belajar bahwa kecerdasan tanpa adab hanyalah kesombongan yang dibungkus pengetahuan. ujar Abi Tsani CEO dan Pembuat aplikasi eCommerce SorBanNaga.

    Di pesantren, santri tidak diajari menjadi pengecut. Mental mereka ditempa untuk kuat menghadapi dunia, dan hati mereka dibentuk untuk tunduk kepada Tuhan.

    Jadi ketika Trans7 menayangkan kehidupan pesantren seolah sesuatu yang lucu atau ekstrem, itu bukan hanya keliru — tapi melecehkan warisan pendidikan tertua di Indonesia. Tayangan seperti itu mencederai jutaan santri, kiai, dan alumni pesantren yang selama ini berperan besar menjaga moral dan keutuhan bangsa.

    Kami tidak anti kritik. Tapi kritik harus datang dari pemahaman, bukan dari potongan video yang dipelintir demi sensasi.

    Media boleh bebas, tapi kebebasan tanpa tanggung jawab hanyalah kesemrawutan.

    Trans7 seharusnya belajar tentang etika pemberitaan — sebagaimana santri belajar tentang adab sebelum bicara.
    Karena di pesantren, kami diajari satu hal penting: kalau tidak tahu hakikatnya, jangan berani menilai isinya.

  • Sorotan Publik ke LBH GP Ansor: Seharusnya Jadi Penengah, Bukan Pemantik Ketegangan

    Sorotan Publik ke LBH GP Ansor: Seharusnya Jadi Penengah, Bukan Pemantik Ketegangan

    LBH GP Ansor Dampingi Sahara

    wp.sorbansantri.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Malang menyatakan resmi mendampingi Sahara sejak pertengahan September 2025. Pendampingan itu dilakukan setelah Sahara melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan pelecehan verbal yang disebut melibatkan Yai Mim.

    Dalam pernyataannya, LBH GP Ansor menegaskan pendampingan dilakukan murni dari aspek hukum, tanpa intervensi sosial atau politik, serta bersifat pro bono (gratis). Mereka menyebut bahwa setiap warga, termasuk perempuan, berhak mendapat perlindungan hukum tanpa memandang latar belakang pihak lain.

    “Kami berdiri pada asas keadilan hukum. Pendampingan ini bukan bentuk permusuhan, tapi bentuk perlindungan terhadap hak warga yang merasa terzalimi,” kata salah satu pengurus LBH GP Ansor dikutip dari Malang Times (7/10/2025).


    Sorotan Publik Muncul

    Namun, langkah ini justru memicu sorotan tajam dari publik dan kader muda Nahdlatul Ulama. Banyak yang menilai, GP Ansor semestinya tampil sebagai penengah dan penjaga kesejukan sosial, bukan langsung berpihak pada salah satu pihak dalam konflik yang sebenarnya bisa dimediasi secara kekeluargaan.

    Kasus ini bermula dari sengketa lahan parkir di kawasan perumahan yang dulunya merupakan tanah wakaf akses jalan milik Yai Mim. Konflik berkembang menjadi perdebatan terbuka dan viral di media sosial, hingga memunculkan narasi saling tuding dan pelaporan ke pihak kepolisian.

    “Seharusnya Ansor hadir untuk menenangkan, bukan menajamkan. Kalau ada masalah antarwarga, lebih baik jadi jembatan perdamaian, bukan corong hukum yang memperkeruh,” ujar salah satu tokoh muda NU di Mojokerto saat dimintai tanggapan oleh Sorban Santri.


    Kritik Internal dan Seruan Refleksi

    Kritik juga datang dari kalangan internal sendiri. Sejumlah kader Ansor di Jawa Timur menilai bahwa langkah LBH GP Ansor ini berpotensi menimbulkan salah tafsir publik tentang arah gerakan pemuda NU.

    “Ansor itu organisasi besar dengan akar sosial yang kuat. Jangan sampai tindakan segelintir orang di LBH membuat marwah organisasi ikut tercoreng,” ungkap anggota GP Ansor Pacet yang dimintai tanggapan.

    Ia menambahkan, seharusnya Ansor lebih fokus memperhatikan kadernya sendiri, termasuk membina moral, ekonomi, dan pendidikan hukum bagi anggota muda, daripada terseret pada konflik antarindividu yang sifatnya pribadi.


    Peran Penyejuk Diharapkan

    Banyak pihak berharap GP Ansor bisa mengambil langkah islah (perdamaian) dengan mengumpulkan kedua belah pihak untuk dialog terbuka. Pendekatan sosial, spiritual, dan kultural dianggap lebih sesuai dengan karakter Nahdliyyin ketimbang pendekatan hukum formal yang cenderung kaku.

    “Lebih baik Ansor turun tangan sebagai penengah yang menyejukkan, bukan sekadar lembaga advokasi yang membawa perkara ke ranah hukum. Sebab masyarakat menunggu peran Ansor sebagai penjaga ketenangan umat,” ujar salah satu pengamat sosial dari Malang Raya.


    Kesimpulan

    Kasus Yai Mim dan Sahara telah membuka refleksi besar bagi organisasi kepemudaan di bawah NU. Keadilan hukum memang penting, namun kesejukan sosial jauh lebih bernilai di tengah masyarakat yang mudah tersulut oleh isu media.

    GP Ansor diharapkan dapat kembali pada peran utamanya:

    • Melindungi kader dan umat dari konflik horizontal,
    • Menjadi penengah yang adil dan berempati, serta
    • Menjaga nama baik Nahdliyyin dengan sikap yang sejuk, santun, dan mendidik.

  • Ketika Data Rahasia Terbuka: Jingga Cyber Mengusik Keamanan Negeri

    Ketika Data Rahasia Terbuka: Jingga Cyber Mengusik Keamanan Negeri

    Sorbansantri.com- Dunia maya kembali bergetar. Sosok yang mengaku sebagai Bjorka asli muncul dan mengklaim telah membocorkan data pribadi milik ratusan ribu personel Polri. Aksi itu menjadi tanggapan atas penangkapan seorang pemuda bernama WFT, yang sebelumnya dituduh sebagai pelaku di balik akun “Bjorka”.

    Dalam unggahan yang viral di media sosial, Bjorka menyindir keras publik dan aparat yang disebutnya “terlalu cepat menuduh, tanpa memahami dunia digital secara utuh”. Ia juga menyatakan bahwa data anggota Polri memang telah bocor secara terbuka di forum siber internasional.

    “Publik sok-sokan tahu. Tangkap saja Fufufafa,” tulis akun yang menamakan diri Bjorka Asli, menyinggung sindiran warganet terhadap aparat yang dianggap gegabah.
    (Sumber: suara.com, 6/10/2025)


    🔍 Kronologi Singkat

    • Penangkapan WFT oleh Polda Metro Jaya pada awal Oktober menuai sorotan luas. Pemuda asal Minahasa itu disebut sebagai pemilik akun @bjorkanesiaa, yang mengunggah data 341 ribu personel Polri.
    • Beberapa hari kemudian, “Bjorka Asli” muncul, menegaskan bahwa WFT bukan dirinya, dan mengunggah kembali sebagian data untuk membuktikan eksistensinya.
    • Data yang dibocorkan mencakup nama, pangkat, unit tugas, dan kontak pribadi aparat kepolisian — memicu kekhawatiran serius soal keamanan nasional.

    🕌 Suara dari Kalangan Santri

    Dari berbagai pondok pesantren, para kiai dan santri menyoroti kasus ini bukan hanya sebagai masalah siber, tetapi juga krisis moral dan amanah digital.

    “Menjaga data sama seperti menjaga aurat; ia tak pantas dibuka sembarangan, dan bila dibocorkan, bisa menelanjangi kehormatan seseorang,”
    ujar KH. M. Syarifuddin, pengasuh salah satu pesantren di Mojokerto, saat dimintai tanggapan oleh SorbanSantri.com.

    Para kiai juga menekankan pentingnya pendidikan etika digital bagi generasi muda — terutama santri dan pelajar — agar memahami batas antara ilmu yang berguna dan ilmu yang melukai.


    📜 Pelajaran Moral di Era Siber

    Kasus Bjorka menjadi cermin bahwa kemajuan teknologi tidak akan membawa manfaat jika tidak dibarengi dengan nilai-nilai:

    1. Kejujuran dalam menegakkan hukum digital.
      Salah tangkap bisa menghancurkan nama baik seseorang dan meruntuhkan kepercayaan publik.
    2. Etika dan tanggung jawab di ruang maya.
      Hacking tanpa izin adalah pelanggaran moral dan hukum.
    3. Pendidikan literasi digital di pesantren.
      Santri harus melek keamanan data, bukan hanya kitab kuning.

    🌙 Penutup

    Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dunia digital membutuhkan lebih dari sekadar firewall dan algoritma. Ia membutuhkan akhlak, kehati-hatian, dan amanah.

    Karena di balik setiap data yang bocor, ada manusia, keluarga, dan kehormatan yang ikut tergores.


    Redaksi SorbanSantri.com
    “Menulis dengan Nurani, Menyuarakan Kebenaran dengan Adab.”

  • Asnawi & Ferarri Dipanggil! Skuad ASEAN All-Stars Siap Hadapi Manchester United, Begini Daftarnya

    Asnawi & Ferarri Dipanggil! Skuad ASEAN All-Stars Siap Hadapi Manchester United, Begini Daftarnya

    SORBANSANTRI.COM – Ada kabar menggembirakan dari dunia sepak bola Asia Tenggara! Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) resmi merilis 17 nama pemain yang akan memperkuat ASEAN All-Stars dalam laga super spesial melawan Manchester United. Pertandingannya bakal digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Rabu, 28 Mei 2025 mendatang.

    Yang bikin bangga, Indonesia juga turut menyumbang dua nama kerennya, yakni Asnawi Mangkualam dan Muhammad Ferarri. Dua pemain ini dikenal punya semangat juang tinggi dan mental baja di lapangan. Wah, keren!

    Sejauh ini, ada sembilan negara ASEAN yang udah kirimkan wakilnya. Paling banyak datang dari Vietnam, Malaysia, dan Thailand – masing-masing kirim tiga pemain. Indonesia dan Kamboja nyumbang dua, sedangkan Myanmar, Brunei, Timor Leste, dan Laos masing-masing satu. Sisa dua negara, yakni Filipina dan Singapura, masih belum ngumumin siapa yang akan mereka kirim.

    Posisi pelatih dipercayakan ke Kim Sang-sik, yang sekarang juga jadi pelatih timnas Vietnam. Bisa dibayangkan, coach satu ini bakal ngeramu talenta dari berbagai negara jadi satu tim kuat nan kompak.

    Berikut daftar pemain ASEAN All-Stars yang sudah diumumkan:

    🧤 Kiper:

    • Haziq Nadzli (Malaysia)
    • Patiwat Khammai (Thailand)

    🛡️ Pemain Belakang:

    • Do Duy Manh (Vietnam)
    • Asnawi Mangkualam (Indonesia)
    • Muhammad Ferarri (Indonesia)
    • Faeez Khan (Kamboja)
    • Dominic Tan (Malaysia)
    • Nicholas Mickelson (Thailand)

    ⚙️ Gelandang:

    • Nguyen Quang Hai (Vietnam)
    • Nguyen Hoang Duc (Vietnam)
    • Bounphachan Bounkong (Laos)
    • Azwan Ali Rahman (Brunei Darussalam)
    • Peeradol Chanrasamee (Thailand)

    🎯 Penyerang:

    • Maung Maung Lwin (Myanmar)
    • Joao Pedro (Timor Leste)
    • Andres Nieto (Kamboja)
    • Ezequiel Aguero (Malaysia)

    Diprediksi, Singapura dan Filipina akan melengkapi skuad dengan total enam pemain lagi – termasuk satu posisi kiper yang masih kosong.

    Laga ini jelas bukan sekadar pertandingan, tapi juga jadi ajang silaturahmi dan pembuktian kekuatan sepak bola ASEAN. Kita doakan saja, semoga Asnawi dan Ferarri bisa tampil garang dan bikin Manchester United keder!

    Jangan lupa dicatat tanggalnya, 28 Mei 2025. Kita dukung terus wakil dari Indonesia! 🇮🇩🔥

  • Viral! Nelayan Kholid Berani Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang: ‘Ini Perjuangan Masyarakat yang Terinjak

    Viral! Nelayan Kholid Berani Bongkar Dalang Pagar Laut Tangerang: ‘Ini Perjuangan Masyarakat yang Terinjak

    Sorbansantri.com – Nama Kholid, seorang nelayan asal Serang, menjadi perbincangan hangat usai aksinya dengan lantang menolak keberadaan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer di perairan Tangerang. Kholid tak hanya menuai pujian atas keberaniannya, tetapi juga atas prinsip dan alasan yang mendasari sikap tegasnya.

    Dalam sebuah unggahan di akun TikTok miliknya, @kholid.miqdar, Minggu (26/1/2025), Kholid menyampaikan alasan di balik keberaniannya berbicara blak-blakan terkait proyek yang ia nilai merugikan masyarakat kecil, khususnya nelayan.

    “Kita sebagai masyarakat sudah terlalu diinjak-injak. Bahkan diinjak di dataran paling bawah, sehingga sudah tidak ada lagi tempat bagi kami. Maka, ini loncatan tertinggi, meledak, viral,” ujar Kholid.

    Dia juga menegaskan bahwa keberaniannya bukanlah semata karena kemampuan dirinya sendiri, melainkan sebuah bentuk kehendak Tuhan untuk membantu masyarakat yang merasa terzalimi.

    “Ini kehendak Allah, mungkin ini cara Allah mendengar jeritan masyarakat yang terzalimi,” lanjutnya.

    Keteguhan Prinsip dan Keberanian Melawan Keserakahan

    Ketika ditanya alasan mengapa ia tak gentar memprotes pagar laut Tangerang, Kholid dengan santai menjawab, “Pertanyaan ringan,” sambil tersenyum.

    Menurutnya, segala sesuatu yang ada di muka bumi adalah milik Sang Pencipta. Baginya, tak ada alasan untuk takut menghadapi manusia lain, termasuk mereka yang ia anggap serakah dan rakus.

    “Selain Tuhan Yang Maha Esa (Allah), semua kekuasaan di muka bumi ini lenyap. Harta, ketenaran, kehebatan, semuanya punah. Yang saya hadapi adalah keserakahan dan kerakusan,” tegasnya.

    Lebih jauh, Kholid mengaku tak takut kehilangan nyawa akibat perjuangannya ini. Baginya, kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara.

    “Takut sama siapa? Hidup ini tidak selesai di dunia. Mati itu seperti telur menetas, kita pindah ke alam yang lebih luas,” ungkapnya penuh keyakinan.

    Penderitaan yang Telah Lama Dialami

    Kholid juga membagikan kisah perjuangannya melawan ketidakadilan yang dialami para nelayan sejak 2005. Ia mengungkapkan bagaimana proyek reklamasi di Teluk Jakarta, termasuk pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK 1), telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat pesisir Banten.

    Kala itu, ia bersama nelayan lainnya menggugat aktivitas penambangan pasir laut yang digunakan untuk reklamasi. Perjuangan mereka membuahkan hasil pada 2016, ketika gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dikabulkan, tepat di masa peralihan gubernur dari Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Anies Baswedan.

    “Waktu itu, alhamdulillah menang gugatan. Saya bisa nangkap ikan lagi,” kenangnya.

    Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Kholid kembali merasa ruang geraknya terbatas akibat adanya pagar laut di perairan Tangerang, yang ia klaim dibangun oleh korporasi besar.

    “Kalau lihat bangunan pagar itu, tidak mungkin dilakukan oleh orang tidak punya duit. Kalau ada yang percaya, ya perlu dibawa ke psikiater,” tegas Kholid.

    Ia juga mengungkapkan bahwa pekerja yang memasang pagar tersebut mengaku diperintah oleh sebuah korporasi ternama di Jakarta.

    Simbol Perjuangan Nelayan

    Keberanian Kholid bukan hanya menjadi suara bagi dirinya sendiri, tetapi juga simbol perjuangan bagi para nelayan lain yang terdampak oleh proyek-proyek besar yang dianggap menyingkirkan hak masyarakat kecil.

    Dengan keyakinan yang kuat, Kholid berharap bahwa perjuangannya bisa membuka mata banyak pihak, sekaligus membawa perubahan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir. “Dunia ini hanya persinggahan, tapi keadilan harus ditegakkan di sini,” pungkasnya. (AI SorBan)

    @beritasorban Seorang nelayan asal Serang bernama Kholid mendadak viral karena aksinya yang berani menolak pagar laut di perairan Tangerang. Pagar sepanjang 30,16 kilometer itu dianggap merugikan para nelayan kecil. Kholid menyebut proyek ini didalangi korporasi besar dan merasa masyarakat kecil telah diinjak-injak haknya. Dalam sebuah video, Kholid mengaku tak takut melawan keserakahan, bahkan mempertaruhkan nyawanya. "Hidup di dunia ini cuma persinggahan," tegasnya. Sebelumnya, Kholid juga pernah memenangkan gugatan terkait reklamasi Pantai Indah Kapuk di tahun 2016. Namun kini, ia kembali menghadapi batasan ruang gerak akibat proyek pagar laut tersebut. Keberanian Kholid menjadi simbol perjuangan para nelayan yang mencari keadilan. "Ini cara Tuhan mendengar jeritan masyarakat kecil yang terzalimi," ujarnya. Apa pendapatmu soal perjuangan Kholid? #NelayanBerani #KeadilanUntukRakyat #FYP ♬ suara asli – Sorban Santri