Tag: sorbansantri

  • PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    PENGAMANAN DAN PENGAWALAN PARA KIAI OLEH SATKORYON BANSER DI PP FATCHUL ULUM PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Selasa, 11 Agustus 2020, Koordinasi Kasatkoryon dengan jajarannya terkait acara tasyakuran walimatul ursy, yang diadakan di PP Fatchul Ulum Pacet. Diperkirakan akan banyak tamu undangan yang hadir dari berbagai macam kalangan Alumni, Santri, bahkan kiai.

    Sejak pukul 07.00 wib Anggota banser pacet sudah hadir dan langsung beraktivitas mengatur kendaraan yang akan banyak berdatangan dari tamu undangan. Kegiatan ini terbagi 2 ship siang pukul 07.00 – 15.00 wib dan malam 15.00 – 22.00 wib.

    SORBANSANTRI.COM
    Kh Ali Masyhuri Tulangan Sidoarjo Dan Mbah Husein Ilyas Karangnongko Mojokerto Hadir Dalam Acara Walimatul Ursy Di Pp. Fatchul Ulum Pacet

    Dalam acara Walimatul Ursy pernikahan Putri dan Putra KH. Muslihuddin Abbas selaku Pengasuh Pondok Pesantren Fatchul Ulum, KH. Agoes Ali Masyhuri memberikan Tausiah ada 4 Prinsip dalam Pernikahan.
    1. Kebebasan Memilih Jodoh
    2. Saling Memberi dan Menerima
    3. Mawaddah Warohmah yang semua itu bisa terwujud dengan nikah yang SAH secara agama dan negara.
    4. Memperlakukan istri dengan baik dan sopan
    Tampak hadir juga Mbah Kiai Husein Ilyas karang nongko Mojokerto dan kiai-kiai besar lainnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Mengingat sakralnya acara tersebut maka Standart protokol kesehatan juga menjadi prioritas yang wajib didahulan seperti Pemakaian Masker dan Face Shild, pengecekan suhu tubuh dengan thermogun serta memberikan Hand sanitizer pada tiap-tiap tamu undangan yang masuk. Untuk itu Banser merasa bertanggung jawab dalam pengawalan dan pengamanan Kiai serta tamu undangan dalam acara tersebut.(abi SorBan)

  • Ada Kabar Membahagiakan Dan Kabar Yang Cukup Memprihatinkan

    Ada Kabar Membahagiakan Dan Kabar Yang Cukup Memprihatinkan

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Membahagiakan nya adalah, alhamdulillah santri pesantren berangsur-angsur mulai masuk ke pondok. Dengan melaksanakan Adaptasi Kebiasaan baru, sesuai protokol kesehatan, dan arahan dari dinas kesehatan terkait.

    Dengan begitu, kesempatan santri untuk menjadi penghafal Al Qur’an, kini terbuka lebar. Insyaallah.. sudah banyak lulusan kita, bahkan yang belum lulus, santri kita baik MSW dan MSU yang sudah menjadi Penghafal Al Qur’an.

    Kedua,
    Kabar yang cukup membuat kita haru adalah, para penuntut ilmu dan penghafal Qur’an ini harus Rela melaksanakan sholat di luar masjid, di teras belakang masjid, Masjid pun sudah penuh.

    Perjuangan anak-anak untuk tetap semangat belajar ilmu agama dan semangat dalam menghafal al Qur’an, tetap kita jaga semangatnya dan kita doakan.

    Kebutuhan lokal tempat Ibadah di pesantren semakin mendesak dan mau tidak mau harus di selesaikan. Fasilitas tempat ibadah di pesantren menjadi sebuah kewajiban.

    Semoga Alloh ta’ala senantiasa menjaga anak-anak kita, yang telah giat untuk belajar dan menghafal Al Qur’an..

    Baarokallohu fiikum (abi sorban)

  • TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    TANGAN ROSULLULOH MENERIMA JASAD SAYYIDAH FATIMAH DALAM QUBUR

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ketikah Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib memasukkan jenazah istri tercinta, Sayyidah Fatimah Az-Zahra ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan berkata :

    “Wahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa?”

    “Wahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Kelak jika putriku Fatimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang akan pertama kali menerima jasadnya di liang lahat,” demikian jawab Sayyidina Imam Ali.

    “Dan demi Allah, wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rasulullah SAW menerima jasad ibumu Fatimah. Aku melihat kakekmu Rasulullah SAW menciumi wajah ibumu Fatimah.”

    Sayyidina Imam Ali bin Abi Thalib kemudian berkata:

    “Wahai Rasulullah SAW, kini aku kembalikan amanah yang telah engkau berikan kepadaku. Aku kembalikan belahan jiwamu, yang dimana setiap engkau rindu akan surga, engkau cium wajah suci putrimu Sayyidah Fatimah Az-Zahra.”

    Itulah keistimewaan seorang Sayyidah Fatimah Az-Zahra, penghulu kaum muslimah di dunia. Dari rahim beliau, lahir Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein. Inilah dua cucu Rasulullah yang kemudian melahirkan para ulama’ yang menjadi panutan umat. Para habaib yang ada di Indonesia tak lain adalah anak cucu Sayyidah Fatimah yang sungguh-sungguh dalam mendakwah Islam kepada masyarakat Nusantara.

    Semoga kita semua dikumpulkan bersama keluarga suci Kanjeng Nabi Muhammad SAW dan mendapatkan syafa’at Kanjeng Nabi Muhammad SAW kelak di akhirat. (CERITA PARA WALI)

    Aamiin Allohumma aamiin..

    Sayyidah Fatimah Az-Zahra.Al Fatihah

  • ATAS DASAR APA ANDA BENCI YANG TIDAK SEIMAN?

    ATAS DASAR APA ANDA BENCI YANG TIDAK SEIMAN?

    SORBANSANTRI.COM

    “Kebenaran selalu menemukan jalannya,”

    SORBAN SANTRI – Kalimat itu selalu saya ingat dan jadikan pegangan hidup. Saya yakin bahwa apapun yang terjadi dunia ini, termasuk hoax dan fitnah, cepat atau lambat, semua itu akan terjawab kebenarannya.

    Hari ini kita dikejutkan dengan ulah sekelompok orang yang mirip dengan khawarijh di zaman dulu. Khawarij itu bernama Abdurrahman bin Muljam. Dia yang membunuh syaidina Ali bin Abi Thalib, menantu sekaligus sepupu Rosulullah SAW.

    Syaidina Ali adalah suami dari Syaidah Fatimah Azzahra, putri kesayangan Rosulullah yang dibunuh karena dianggap Syiah dan menyimpang. Padahal Ali adalah khalifah ke empat yang sangat dekat dengan Rosulullah. Bahkan Ali selalu mendampingi Rosulullah berdakwah selama belasan tahun.

    Ketahuilah, Khawarijh bukanlah orang yang tidak beragama, bukan komunis dan bukan juga atheis. Khawarijh ini hafal quran dan ahli agama, tapi dia dengan kejam membunuh Syaidina Ali saat sedang sholat.

    Kejadian penyerangan sekelompok orang di Solo adalah kejadian yang tak bisa dibiarkan. Mereka harus ditindak tegas!

    Coba bayangkan, dengan barbar mereka nekat mau membubarkan acara doa menjelang pernikahan yang digelar di rumah Almarhum Assegaf bin Jufri karena dianggap syiah. Bahkan beberapa orang menjadi korban kekerasan kelompok khawarijh ini. 3 korban dilarikan ke rumah sakit.

    Kelompok khawarijh ini memang susah untuk menerima perbedaan. Mereka merasa paling benar. Bahkan saat melakukan kekerasan, mereka pun selalu mengatasnamakan demi menegakkan ajaran agama. Padahal agama tidak mengajarkan demikian.

    Sebenernya apa yang terjadi di Solo, kita bisa melihat sejarah pada masa kekhalifahan Syaidina Ali pada masa lalu. Jika segala perbedaan ini sudah atas kehendak Tuhan, lantas atas dasar apa Anda membenci yang tidak seiman?

    Sampai disini sudah paham?
    (Yusuf Muhammad)

  • ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Telah terjadi erupsi G. Sinabung, Sumatera Utara pada tanggal 10 Agustus 2020 pukul 10:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m di atas puncak (± 7.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ini G. Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

    1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
    2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
    3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

    SUMBER DATA
    KESDM, Badan Geologi, PVMBG
    Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung

  • PRA DIKLATSAR DTD ANSOR BANSER, PERSIAPAN 1000 KADER DARI SIDOARJO

    PRA DIKLATSAR DTD ANSOR BANSER, PERSIAPAN 1000 KADER DARI SIDOARJO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Persiapan dan pembekalan DTD (Diklat Terpadu Dasar) dalam upaya kaderisasi GP ANSOR oleh PAC TAMAN SIDOARJO. Kegiatan ini penting dilakukan agar dalam pelaksanaan 1000 kader DTD nantinya akan lebih mantap dalam menjalankan kegiatan Diklatsar.

    Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Sosial dan Keagamaan ” Al-Faatih Jazuli Mudhowilah Al-Mukhdhor” yang berada di Desa Cempokolimo Kecamatan Pacet Mojokerto. Dilaksanakan sabtu 8 agustus 2020 sampai 9 agustus 2020 yang melibatkan beberapa element penting dalam kegiatan tersebut.

    PAC TAMAN SIDOARJO saat ini mengeluarkan 3 ranting yang mengikuti acara Pra DTD tersebut, yaitu Ranting Ngelom, Ranting Ketegan dan Ranting Bebekan yang berjumlah sekitar 50 calon kader DTD Ansor Banser.

    Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PAC GP ANSOR TAMAN SIDOARJO sahabat Erwin Dasa , Satkoryon Banser Taman Sidoarjo dan Ketua Rijalul Ansor Taman Sidoarjo. Tidak luput juga Sahabat Banser dari PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO ikut kontribusi dalam kegiatan tersebut untuk mengamankan dan memberikan petuntuk serta arahan dalam pelaksanaan acara Caraka Malam yang akan di adakan dalam kegiatan itu.

    Sebelum acara dimulai Ketua PAC GP ANSOR PACET sahabat Mujiburrohman memberikan sambutan kepada peserta pra DTD persiapan 1000 kader yang akan diselenggarakan di Sidoarjo. Dalam kesempatan itu beliau memberikan wawasan APA SIH ANSOR BANSER ITU? agar kedepannya lebih mantab lahir dan batin.

    Semangat terus menjaga IDEOLIGI dan Ajaran ASWAJA NU, tetap dalam satu komando. Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad…

    (ABI SORBAN)

  • PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    PENGANIAYAAN PADA KELOMPOK MINORITAS DI SOLO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada tanggal 8 Agustus 2020 sekitar pukul 17.45 bertempat di rumah Alm. Assegaf bin Jufri Kp. Metrodanan Jl. Cempaka No. 81 Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta telah terjadi Penganiayaan Terhadap Keluarga Umar Asegaf  yang dilakukan oleh Kelompok Laskar yang hendak melaksanakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara pernikahan) yang diikuti ± 20 orang

    [su_youtube url=”https://youtu.be/dFiL5s0h7ik”]

    Adapun kronologi kejadian sebagai berikut :

    a. Sebelumnya saat keluarga Umar Asegaf () sedang mengadakan acara Midodareni (Do’a sebelum acara Pernikahan anaknya) di rumah Alm. Segaf bin Jufri di Jl. Cempaka No. 81 Kp. Mertodranan Rt 01 Rw 01 Kel/Kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta tiba-tiba sekitar pukul 17.45 datang Pok Tertentu (Laskar) sekitar 100 orang dengan menggunakan tutup kepala. Kemudian mempertanyakan kegiatan yang ada di dalam rumah sambil berteriak-teriak (“Allahuakbar, Bubar, Kafir, dan ada yang mengatakan bahwa bukan Islam, musuh Islam, darah kalian halal”). Dimana kelompok laskar tersebut mencurigai bahwa kegiatan yang ada didalam merupakan kegiatan keagamaan yang ditentang oleh kelompok Laskar. Dari kelompok internal laskar sendiri beredar bahwa kegiatan yang ada didalam mengadakan kegiatan keagamaan, sehingga dilakukan pembubaran.

    b. Sekitar Pukul 17.45 Kelompok Laskar yang berada di Depan Gang Masuk Rumah Alm. Assegaf bin Jufri bertambah semakin banyak sekitar 130 orang, tidak lama kemudian Aparat dari Polresta Surakarta tiba di TKP. Selanjutnya Kombes Pol Andy Rifai, SH. S.IK (Kapolresta Surakarta), didampingi Kompol Phunky Mahendra, SH, S.IK, MH. M.IK (Kasat intel Polresta Surakarta), Kompol I Ketut Sukarda (Kabag Ops Polresta Surakarta), dan AKP Adis Dani Harta, S.IK. MH (Kapolsek Pasar Kliwon) meminta waktu kepada Pok Laskar untuk melakukan Negoisasi, setelah 15 menit negoisasi berjalan kelompok laskar berteriak-teriak bahwa negoisasi kelamaan, sehingga aparat meminta tambahan waktu 15 menit untuk melakukan negoisasi ulang.

    c. Setelah Kapolresta melakukam negoisasi ke dalam rumah selama ± 15 menit, akan tetapi dari pihak keluarga tidak mau membubarkan diri sebelum Pok Laskar yang ada diluar rumah membubarkan diri dan dari Pok Laskar sendiri juga tidak mau membubarkan diri sebelum kegiatan tersebut benar-benar bubar dan orang-orang yang ada di dalam semua keluar. Selanjutnya Kapolresta Surakarta kembali melakukan negoisasi, namun hal tersebut tidak diindahkan dari kedua belah pihak, dan kelompok Laskar juga bersikukuh untuk bertahan. Dari pihak tuan rumah sendiri tidak mau membubarkan diri dengan alasan bila ada salah satu keluarga/jamaah yang keluar dikhawatirkan langsung dianiaya oleh kelompok laskar, dengan adanya hal tersebut dirinya berpedoman pada kejadian pada tahun lalu sekitar tahun 2018.

    d. Selang berjalannya waktu ada sebagian keluarga sekitar 3 orang dengan mengendarai mobil dan sepeda motor akan keluar rumah tiba-tiba dari kelompok laskar langsung memukul dengan tangan kosong dan sebagian melempari dengan menggunakan batu. Karena jumlah yang tidak seimbang dengan petugas maka keluarga tersebut mengalami luka-luka (identifikasi awal mengalami luka pada, kaki, tangan dan kepala). Sehingga petugas melakukan pencegahan dan akhirnya kelompok laskar dapat dikendalikan. Kemudian para korban di bawa ke RS Kustati Solo untuk penanganan lebih lanjut.

    e. Sekitar Pukul.18.45 saat kumandang adzan Isya tiba, Pok laskar membubarkan diri untuk melakukan sholat isya.

    f. Pada pukul 20.55 s.d 21.00 Habib Novel (Majelis Ar Raudah) tiba di lokasi dan menyampaikan kepada Kompol I Made Sukada (Kabag Ops Polresta Surakarta) sebagai berikut :
    Saya minta kepada aparat keamanan terutama Kepolisian segera tangkap otak dari kejadian malam ini, jangan tangkap anak buahnya tetapi tangkap pimpinannya dan hadapkan kepada saya. Saya tidak mau ada kerusuhan di Solo, saya mau Solo selalu aman. Jika Polisi tidak bisa menyelesaikan masalah inindan memproses para pelaku terutama pimpinan dari kerusuhan ini akan saya turunkan seluruh umat muslim ke Solo ini.

    g. Adapun kerugian korban yang di evakuasi ke RS. Kustati dan Barang bukti sebagai berikut :
    1) Korban :
    a) Umar Assegaf, 54 tahun, Islam, wiraswasta, alamat Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka robek di kepala bagian kiri depan Kurang lebih 3,5 cm, di kepala kiri bagian belakang kurang lebih 5 cm (diijinkan pulang/rawat jalan)
    b) Hadi Umar, 15 th, Islam, Pek. Lain lain, D/A Jl. Bengawan Solo 10 no. 2 RT 004 RW 009 Kel. Mojo kec. Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    Luka lecet di kepala kanan kiri lebam nyeri kaki kiri. (diijinkan pulang/rawat jalan)
    c) Husin Abdullah, 57 tahun, Islam pegawai negeri, Jl. Ahmad Dahlan 132 Kel. Pasar Kliwon, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta.
    Luka robek di dahi kanan Kurang lebih 4 cm, luka robek di kepala bagian kanan depan kurang lebih 5 cm (masih di observasi oleh dr. Sedang)

    2) Barang Bukti :
    a) Sepeda Motor Yamaha NMax No Pol. AD 3169 S
    b) SPM Honda Spacy No. Pol. AD 5904 VU

  • HADIRKAN 3 ULAMA AHLUSSUNAH DUNIA, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA SUKSES ADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL

    HADIRKAN 3 ULAMA AHLUSSUNAH DUNIA, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA SUKSES ADAKAN SEMINAR INTERNASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam rangka memperingati Hari Konstitusi Nasional yang jatuh pada 18 Agustus 2020, Rektor IAIN Surakarta meresmikan Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam (Puskohis) IAIN Surakarta. Setelah diresmikan Puskohis menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “Meneguhkan Konstitusi di NKRI”. Seminar Internasional tersebut diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom pada Selasa, 4 Agustus 2020 ini, diikuti oleh peserta dari Indonesia berjumlah 770 orang dan Cendekiawan serta Ilmuan dari 32 Negara antara lain Australia, Amerika Serikat, Belanda, Yaman, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Maroko, Sri Langka, Nigeria, Qatar, Abu Dabi, Hongkong, dan Singapura.

    Dalam acara ini panitia juga mengundang beberapa instansi yang memiliki lembaga Fatwa Hukum misalnya PBNU dengan LBM nya, Lembaga Bantuan Hukum ( LBH ), MUI, Majelis Taklim, Majelis Muwasholah Jawa Tengah, Kementrian Agama Jawa Tengah serta Pondok Pesantren yang ada disekitar Soloraya.
    Bertindak sebagai moderator sekaligus menjadi Penerjemah Bahasa adalah Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S. H. , M. H. yang merupakan Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam IAIN Surakarta dan juga Ketua LBM PCNU Surakarta. Seminar dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Mudhofir, S.Ag., M.Pd. selaku Rektor IAIN Surakarta.

    Rektor IAIN Surakarta memiliki harapan besar dengan adanya PUSKOHIS ini kedepan IAIN Surakarta akan mampu memberikan kontribusi lebih kepada Negara dan dunia umumnya.
    Dalam sambutannya, beliau juga meresmikan berdirinya Puskohis. Adapun keynote speaker yang semula akan disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah adalah K.H. Taj Yasin Maimun diwakili oleh Kabiro Kesra dengan tema “Meneguhkan Konstitusi NKRI demi Ketaatan Masyarakat kepada Konstitusi dan Syariat Agama”.
    “UUD NRI 1945 adalah kontrak sosial atau perjanjian bersama tertinggi dalam suatu negara,” ujar Kabiro Kesra. Menurut beliau, perumus telah mengikhtiarkan agar kontitusi dibangun sesuai karakter bangsa meskipun disusun berdasarkan referensi konstitusi dari berbagai negara.

    SORBANSANTRI.COM

    “Tata Hukum negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD telah memberikan landasan dan arah politik hukum terhadap pembangunan bidang hukum Islam dengan jelas dengan merujuk pada Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa,” tambah beliau.
    Sebelum mengakhiri penyampaiannya, beliau mengajak semua elemen bangsa termasuk mahasiswa, kaum akademisi, budayawan, ulama, seniman, wartawan, tokoh adat dan semua komunitas untuk menjadikan Pancasila dan UUD 1945 menjadi titik temu nilai bersama.

    Pembicara pertama, Prof. Dr. Syekh Maher Al Munajid menyampaikan tentang ketaatan kepada pemerintah, setelah Allah Swt. dan Rasulullah saw.
    Dalam penyampaiannya, Guru Besar dari Universitas Abi Nur Damaskus Suriyah itu mendoakan agar Negara Indonesia serta IAIN Surakarta menjadi senantiasa diberkahi oleh Allah. Selain itu, beliau juga mendoakan agar semua urusan kampus dimudahkan oleh Allah dan siapa pun yang membantu dan memuliakan kampus IAIN Surakarta diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

    Dalam kehidupan bernegara, Syekh Maher mengingatkan kita untuk memperhatikan lima hal yang sangat urgensi agar kehidupan kita mulia dunia akhirat.

    Pertama, iman kepada Allah SWT.
    “Barangsiapa yang beriman dan mengikuti perintah Allah Swt., akan mendapat kemuliaan dan arah hidup yang benar serta hidup bahagia dunia dan akhirat. Adapun orang yang berkhianat dan tidak beriman, akan mendapat kesusahan dalam hidupnya,” ucap beliau.

    Kedua, Pentingnya Persatuan, nasihat-menasihati dalam kebeneran. Dalam penyampaian materinya, beliau juga mengajak pemerintah untuk meneladani Sahabat Rasulullah.
    “Hendaknya pemerintah mengikuti teladan Sayidina Umar bin Khotob dan Sayidina Umar bin Abdul Aziz, yaitu mendahulukan kepentingan rakyatnya. Persatuan negara harus diutamakan, bukan kepentingan pribadi.”

    Ketiga, as-syuro atau musyawarah. Apa yang kita lakukan hendaknya kita musyawarahkan dengan cara demokrasi. Beliau juga menyampaikan bahwa mencitai tanah air adalah suatu keniscaayaan dan kewajiban.

    Keempat, keadilan sosial. Kita harus menerapkan sikap adil kepada siapa pun, baik dalam hal kenegaraan maupun keagamaan.

    Kelima, menjaga kemuliaan setiap manusia. Hal itu bisa dilakukan dengan cara tidak mengambil barang yang bukan hak kita, melakukan sumpah palsu, mengurangi timbangan, hendaknya tidak memberi tugas seseorang melebihi dari kemampuannya dan memberikan hak setiap manusia.

    Ada satu hadist penting yang mendasari Argumentasi beliau yaitu dari Auf ibn Malik, berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian, juga yang kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian.”
    “Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian ialah orang-orang yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga yang kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian. Lalu, Auf berkata: “Ya Rasulullah, bolehkah kita memberontak kepada mereka?” Rasulullah SAW bersabda: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah kalian.”
    (HR Muslim). Dari hadist ini jelas bagaimana kita bersikap sebagai pemimpin atau warga negara.

    Pemateri kedua, Prof. Dr. Syekh Fahthi Al Hijazi Al Husaini, Guru Besar Universitas Al Azhar Cairo Mesir. Beliau menyampaikan bahwa agar menjadi manusia yang bahagia dunia akhirat, kita harus memperhatikan tiga hal, yaitu taat kepada Allah, Rasulullah, dan pemerintah. “Ketaatan kepada ketiganya mutlak, tidak bisa dipisahkan. Pemerintah yang kita pilih adalah pemrintah yang memiliki keilmuan dalam pemerintahan. Seperti Sayidina Abubakar, dan tiga khulafaurrasyiddin yang lain.”

    Berdasarkan penuturan beliau, hendaknya pemerintah taat kepada Allah, meminta nasihat seperti Sayidina Umar yang selalu meminta pendapat atau nasihat Sayidina Ali. Seperti yang disampaikan oleh pemateri pertama, beliau juga menyampaikan bahwa aturan yang dibuat oleh pemerintah tidak boleh berseberangan dengan syariat. Selain itu, pemerintah harus menghargai bawahannya.

    “Apabila ada masalah dalam kehidupan kita, kembalilah kepada Allah dan Rasulullah! Selagi tidak memerintahkan kemaksiatan, wajib taat kepada pemerintah,” ungkap beliau.
    Sebelum menutup materinya, Syekh Fahthi yang merupakan salah seorang “Sayyid” atau keturunan Rasulullah itu mengajak kita untuk memperhatikan tiga hal penting.

    Pertama, pastikan kita adalah orang yang menaati hukum negara, kontitusi, dan syariat Allah.

    Kedua, mencintai dan memuliakan orang lain.

    Ketiga, selalu berusaha husnudzan atas apa yang ditentukan oleh Allah SWT.

    Beliau mengintakan kepada kita tentang bahayanya menentang pemerintah bahwa Rasulullah SAW bersabda :“Barangsiapa melihat sesuatu yang tidak disenangi dari pribadi pemimpinnya ( Kepala Negaranya ), hendaklah ia bersabar. Karena tidak ada seorangpun yang memisahkan diri dari jama’ah ( tidak mau mengakui kepemimpinan seorang Kepala Negara ) bila ia mati ia akan mati secara jahiliyah.” H.R. Thabrany.

    Pembicara ketiga, Prof. Dr. Makhrus, S.H., M.Hum, yaitu Guru Besar Ilmu Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Beliau memaparkan materi “Meneguhkan Kontitusi di NKRI Perspektif Syariat Islam”.
    Prof. Makhrus menyampaikan bahwa Indonesia dengan dasar Pancasila adalah bentuk atau hasil dari perjanjian politik yang memiliki tiga poin penting. Pertama, Pancasila sebagai pilar atau penyangganya. Kedua, negara wajib ada karena kebhinekaan. Ketiga, komponen bangsa wajib menjaga keutuhan negara.

    Mengutip penyataan Imam Ghozali, beliau mengutarakan hubungan antara negara dan agama.
    “Negara dan agama adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan bernegara,”
    Umar bin Khattab pernah berkata
    “Bahwasanya tidak ada Islam kecuali dengan jama’ah, dan tidak ada jama’ah kecuali dengan keamiran, dan tidak ada keamiran kecuali dengan ketaatan.”
    Kata beliau bahwa Negara Indonesia menjadikan Agama sebagai sendi dalam kehidupan bernegara. Sehingga Negara tidak boleh meninggalkan Agama.
    Negara tidak boleh mencampuri setiap warga yang beribadah sesuai agama, akan tetapi Negara Wajib melindungi setiap warga negara yang beribadah sesuai agamanya. ( LBM PCNU Surakarta )

    Kontributor: Mokh. Yahya, M.Pd. dan AM. Mustain Nasoha (Dosen IAIN Surakarta)

  • Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    Kisah BANSER BATANG DI TOLIKARA

    SORBANSANTRI.COM
    Photo sebagian Sahabat Banser Gringsing Batang yang dulu pernah diberangkatkan ke Tolikara Papua. #BanserNU

    SORBAN SANTRI- Kisah ini kami angkat kembali, meskipun pernah kami post beberapa tahun yang lalu tentang pemberangkatan anggota Banser ke Tolikara Papua, agar Banser muda tahu bahwa saat konflik dengan isue agama di Tolikara Papua, Banser lah yang datang ke sana dan ikut memulihkan kondisi sehingga Umat Muslim Tolikara bisa dengan aman melaksanakan Ibadah seperti sebelumnya. Kali ini, akan kami angkat kisah lain di balik keberhasilan tersebut.

    Cerita ini saya dengar langsung dari Kyai Faizin GZ Plelen Gringsing yang meminpin missi perdamaian ke Tolikara Papua.

    Berawal dari tawaran Satkornas Banser kepada beberapa Satkorcab yang siap diberangkatkan ke Tolikara untuk misi perdamaian terhadap konflik Sara yang berujung pembakaran masjid.

    Dari sekian satkorcab, ternyata Satkorcab Batang yang bersedia diberangkatkan. Meskipun dengan syarat yang berat, di antranya semua personel harus kebal senjata apapun dan ahli bela diri.

    Perjalanan diawali dari Batang menuju Jakarta untuk mendapat pembekalan dan breffing. Selanjutnya setelah dua kali penerbangan, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat yang sangat panjang.

    Begitu mendekati lokasi konflik, tiba-tiba pasukan Banser Batang yang berjumlah 15 orang itu dikepung oleh pasukan penduduk asli yang dibekingi pemberontak Papua. Dengan bersenjatakan panah, tombak dan golok, mereka siap menyerang rombongan banser yang berpakaian lengkap yang didampingi juru bicara atau pemandu dri orang asli Papua. Negosiasi panjang dilakukan dalam suasana sangat tegang dan mencekam.

    Tiba² naluri Banser muncul dari Kyai Faizin, dengan lantang beliau berteriak,
    “Kami pasukan Gus Dur.
    Datang kesini utk berdamai dengan saudara² Papua.”

    Begitu mendengar teriakan
    “Pasukan Gus Dur maka sang pimpinan pasukan suku asli itu bangkit dan berteriak,
    “Stop. Kita kedatangan saudara,
    Gus Dur saudara, Gus Dur saudara.”

    Maka, seketika semua pasukan pengepung itu meletakkan senjata dan maju merangkul dengan sangat akrab.”

    Banser begitu diterima oleh semua komponen di Tolikara. Hingga missi perdamaian berhasil dengan kesepakatan² kedua belah pihak untuk mengakhiri konflik.

    Ketika pasukan Banser Batang hendak pulang, pakaian seragamnya dilucuti dan diminta oleh penduduk asli. Mereka ingin memakainya dan berminat menjadi anggota Banser.

    Demikianlah. Menurut Kyai Faizin, kita benar² meyakini kewalian *Gus Dur*. Sebab, meskipun telah tiada, nama besarnya masih bgitu berpengaruh dan ditakuti banyak pihak. Sehingga, wirid dan hizib yg telah diamalkan, kanuragan dan kesaktian yang telah disiapkan, tak jadi digunakan. Cukup dengan menyebut nama “Gus Dur”, semua bisa teratasi dan misi berjalan kancar.

    (Kisah saya dengar dari Kyai Faizin dan saya kembangkan dengan redaksi saya. Kurang lebihnya bisa dikonfirmasi langsung kepada Beliau)

    Sumber tulisan: Sodikin Rusydi, M. Ag. (Sahabat Ansor Reban Batang) tulisan asli dengan edit tanda baca seperlunya. (M. Wicaksono)

  • USAHAKAN BACA SHOLAWAT DENGAN LENGKAP

    USAHAKAN BACA SHOLAWAT DENGAN LENGKAP

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Bacaan sholawat yang biasa kita ucapkan itu bukan sekedar bacaan biasa. Memang bunyinya seakan mendoakan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah memang demikian. Namun, dibalik itu semua, ada sebuah rahasia besar yang luar biasa sekali.

    Jika kita menganggap bahwa sholawat itu semata-mata adalah mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi, itu salah besar. Kanjeng Nabi itu tidak butuh doa kita. Amalan beliau sudah turah-turah. Kanjeng Nabi kok butuh doa kita, lha emang kita ini siapa?
    Bila dikaji dengan secara mendalam, ternyata sholawat adalah kata kunci, semacam “password” untuk menyatukan seluruh frekuensi kehidupan di jagad raya ini. Jadi, bukan sekedar mendoakan rahmat kepada Kanjeng Nabi semata.

    Oleh karena itu, jika membaca sholawat jangan sampai hanya sebatas: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad. Secara harfiah itu boleh-boleh saja, tidak salah. Namun itu termasuk sholawat buntung. Lalu bagaimana yang lebih sempurna?
    Bacalah: Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD (Ya Allah semoga kiranya rahmat senantiasa tercurah kepada Kanjeng Nabi Muhammad dan juga atas keluarga Kanjeng Nabi Muhammad) . Minimal demikian. Jangan lupa sertakan selalu kalimat WA’ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD.

    Menurut Sayyidina Imam Syafi’i, kalimat Wa’ala ali Sayyidina Muhammad itu tidak sekedar tertuju kepada keluarga, ahlul bait atau dzurriyah Kanjeng Nabi semata, tetapi juga seluruh Kaum Muslimin di muka bumi ini.
    Jadi, ketika membaca sholawat secara lengkap akan menjadi kekuatan super dahsyat, dimana kaum Muslimin di seluruh jagad raya ini menyatukan diri dalam sebuah frekuensi. Menjadi bagian dari kekuatan doa yang Sangat dahsyat. Semua termaktub dalam satu kalimat. Sungguh luar biasa. (ala-NU Media)
    -Maulana Habib Luthfi bin Yahya-