Tag: sorbansantri

  • LAZISNU MOJOKERTO RUTIN BERBAGI  SEMBAKO

    LAZISNU MOJOKERTO RUTIN BERBAGI SEMBAKO

    SORBAN JETIS__ LAZISNU PCNU KAB MOJOKERTO Tidak kenal lelah dan teros bergerak serta semangat yang luar biasa terbukti ada kegiatan yang rutin mereka lakukan, salah satunya adalah berbagi sembako ke fakir miskin dan orang orang yang membutuhkan, kali ini LAZISNU MOJOKERTO berbagi ke empat desa yang ada di kec Jetis Mojokerto (12/07/2020) yaitu desa mlirib, penompo, Canggu dan Sidorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa canggu

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa sidorejo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa penompo

    SORBANSANTRI.COM

    Pembagian di desa mlirib

    Seperti yang di sampaikan oleh GUS ROFI’ selaku ketua LAZISNU MOJOKERTO pada SORBAN beliau mengatakan ” kami akan teros melakukan kegiatan serupa setiap bulan” beliau mengharapkan meskipun tak seberapa yang LAZISNU berikan tapi bisa meringankan beban ekonomi mereka di era pandemi covid-19

    SORBANSANTRI.COM

    H. MUHAMMAD ROFI’UDDIN S.Ag (GUS ROFU’) saat membagikan sembako

    Dalam sambutannya H. KHOIRUL AMIN selaku ketua MWCNU Jetis menjelaskan ini adalah salah satu Khidmah NU pada umat dan masih banyak lagi kegiatan kegiatan sosial yang telah di lakukan NU serta teros mengadakan efaluasi biar selalu ada peningkatan

    SORBANSANTRI.COM

    Pengawalan BANSER jetis

    Setiap ada kegiatan NU tak pernah ketinggalan kader barisan Ansor sebagian (BANSER) selalu mengawal, kegiatan kali ini ada sekitar 9 personil banser yang mengawal

    SORBANSANTRI.COM

    Mengharukan Penyerahan secara simbolis oleh kepala desa sidorejo

    Ada yang mengharukan saat pembagian sembako di desa sidorejo, waktu pemberian secara simbolis yang di lakukan oleh kepala desa, tokoh nomer satu sedesa sidorejo bapak KOKOH SANTOSO sempat meneteskan air mata dan membuat pengurus LAZISNU terdiam dan ikut terharu menyaksikan kejadian tersebut

    By: alim sorban

  • RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO

    RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Selalu saja banyak KEGIATAN dan acara NU yang DIADAKAN Kecamatan Pacet. Kali ini sabtu, 11 Juli 2020 pukul 09:00 wib sudah dimulai lagi kegiatan yaitu RAKER NU CARE-LAZISNU KECAMATAN PACET MOJOKERTO. yang bertempatkan di Gedung Graha MWCNU PACET MOJOKERTO.

    Dalam bahasan kali ini LAZISNU menekankan bahwa LAZISNU selama ini rumornya yang cenderung bergerak di politik harus kembali dan menjaga Khittoh NU yaitu hanya bergerak dibidang keagamaan, kata Gus Dodi Diyauddin selaku pemateri dari PWNU Jawa Timur.

    SORBANSANTRI.COM

    Gus Dodi Diyauddin Manager Operasional PW NU-CARE LAZISNU JAWA TIMUR

    Dikegiatan tersebut melibatkan semua jajaran kepengurusan LAZISNU Kec. PACET MOJOKERTO seperti tokoh-tokoh agama IPNU IPPNU ANSOR BANSER Dll yang ada dibawah naungan MWCNU PACET MOJOKERTO.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Mempererat semua anggota LAZISNU serta melaporkan kinerja selama satu tahun, agar bisa evaluasi kerja selama satu tahun dan diharapkan agar kedepannya lebih baik lagi.

    Dengan melibatkan semua BANOM dan LEMBAGA, rencana ini merupakan kegiatan rutin agenda tahunan sebagai bentuk kontrol dan evaliasi organisasi.
    Tidak luput juga peran aktif banser dalam setiap kegiatan yang berada didalam aqidah Ahlussunnah Wal jama’ah antara lain pengamanan yang dilakukan Banser Lalu Lintas (BALANTAS). (Abi SORBAN)

  • Khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Berbahasa Sunda Pegon Zaman Jepang

    Khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari Berbahasa Sunda Pegon Zaman Jepang

    SORBANSANTRI.COM
    Berbahasa Sunda Pegon, Ini Khutbah Kh. Hasyim Asy’ari di Majalah Era Jepang

    SORBAN SANTRI- Berikut ini adalah penggalan khutbah Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dalam versi terjemahan bahasa Sunda aksara Arab (Sunda Pegon) yang termuat dalam majalah al-Syu’lah edisi 1 Rajab 1363 Hijriah (bertepatan dengan 1 Juli tahun Jepang 2604 atau tahun Masehi 1944), nomor 5 tahun 1.

    Majalah al-Syu’lah adalah majalah berbahasa Sunda Pegon yang terbit pada zaman pendudukan Jepang yang penerbitannya dikeluarkan oleh “Gunseikanbu Shumubu” (Departemen Agama Pemerintahan Balatentara Jepang). Di halaman terakhir majalah, terdapat keterangan pencetaknya adalah Gun-Kanetsu-Han yang beralamat di Pemandangan, Jakarta.

    Khutbah KH Hasyim Asy’ari dalam bahasa Sunda Pegon ini termuat secara lengkap dalam 3 lembar halaman (hal. 16-18). Tertulis dalam pembukaan khutbah:

    بيانتارانا سسفوه اݢوڠ مشيومي

    كيائي الحج هاشم أشعري دينا فاتمؤن علما دي ساكولياه/ جاوا تڠاه تڠݢل 25 جوني 2604 دي سؤلؤ

    (Biantarana sesepuh agung Masyumi// Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dina patemon ulama di sakawilayah/ Jawa Tengah tanggal 25 Juni 2604 di Solo [Khutbah sesepuh besar Masyumi Kiyai Haji Hasyim Asy’ari dalam pertemuan ulama seluruh wilayah Jawa Tengah tanggal 25 Juni 22604 di Solo])

    Setelah membuka dengan basmalah, hamdalah dan shalawat dalam bahasa Arab, Hadratussyekh kemudian mengatakan dalam bahasa Sunda:

    كلايان أسمانا الله انو ميكا اسيه سرتا ميكاڽاءه. سݢال فوجي ايت كاݢوڠان الله ݢوستي نو موربيڠ عالم. رحمة جڠ كابݢجاءن كاجوڠ جوڠان اورڠ نبي اݢوڠ محمد صلى الله عليه وسلم جڠ كاساكابيه كولاورݢانا سرتا كا فارا صحابة نا

    (Kalayan asmana Allah anu mikaasih sarta mikanyaah. Sagala puji eta kagungan Allah Gusti nu murbeng alam. Rahmat jeung kabagjaan ka jungjungan urang Nabi agung Muhammad SAW jeung sakabeh kulawargana sarta ka para sahabatna [Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan maha penyayang. Segala puji milik Allah yang menguasai alam raya. Rahmat dan kebahagiaan tercurah untuk jungjungan kita Nabi agung Muhammad SAW beserta semua keluarga dan para sahabatnya])

    سيم كوريڠ ڽڠݢاكن كافارا جوراݢان سادايا شوكور سرتا اوچافان ويلوجڠ سومفيڠ تينا كاساتياءن فارا جوراݢان نو فارنتوس سامي كرسا ڠابولكن أونداڠان فيكن ڠاهاضيران ايئي فاتمون

    (Sim kuring nyanggakeun ka para juragan sadaya syukur sarta ucapan wilujeng sumping tina kasatiaan para juragan nu parantos sami kersa ngabulkeun ondangan pikeun ngahadiran ieu patemon [Saya menghaturkan kepada para tuan semua rasa syukur (terima kasih) dan ucapan selamat datang atas kesetiaan para tuan yang sudah berkenan memenuhi undangan guna menghadiri pertemuan ini])

    Saya menjumpai majalah al-Syu’lah edisi nomor 5 tahun 1 di rumah Ajengan Ahmad Muhibbuddin, keluarga pengasuh pesantren Nurul Fata, Cikondang, Sukabumi.


    Teks khutbah berbahasa Sunda di atas sejatinya adalah terjemahan dari teks asli yang ditulis dalam bahasa Arab dan disampaikan dalam rapat pertemuan para ulama Jawa Tengah yang diadakan di kota Solo pada 25 Juni 1944. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari menyampaikan khutbah tersebut dalam kapasitasnya sebagai pucuk pimpinan tertinggi umat Muslim Indonesia.

    Teks asli berbahasa Arab khutbah di atas dimuat dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia edisi Rajab 1363 Hijriah (Juli tahun Jepang 2604 atau 1944 tahun Masehi). Soeara Moeslimin Indonesia adalah majalah berbahasa Melayu-Indonesia beraksara Latin (di dalamnya terdapat sisipan bahasa Jepang dan bahasa Arab) yang diterbitkan oleh Madjelis Sjoero Moeslimin Indonesia (Masjoemi).

    Dalam majalah Soeara Moeslimin Indonesia, pidato asli berbahasa Arab Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tersebut termuat secara lengkap dalam dua halaman (hal 2-3). Tertulis penggalan tiga paragraf pertama pidato tersebut:

    بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين. أيها الاخوان العلماء الكرام أرفع الى حضراتكم جميل الشكر وأطيب التهاني على تلبيتكم الدعوة لحضور هذا الاجتماع. وما دفعكم الى الحضور هنا الا الرغبة الأكيدة للعمل المجدي مع الحكومة العسكرية والارادة القوية لرفع شأن الإسلام والاهتمام بأمر المسلمين كما أمرنا بذلك رسولنا الأعظم محمد صلى الله عليه وسلم (صلعم). اليوم يجتمع هنا (بمدينة صالو) علماء جاوا الوسطى كما اجتمع من قبل علماء جاوا الشرقية بمدينة سورابيا. ونسأل الله تعالى أن يجعل اجتماعنا هذا اجتماعا مباركا يكون لنا منه خير الدنيا وثواب الآخرة. آمين.


    Selain khutbah berbahasa Sunda di atas, saya juga menjumpai tulisan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari lainnya yang berbahasa Sunda (sebagai terjemahan dari teks aslinya yang berbahasa Melayu). Tulisan tersebut termuat dalam majalah al-Mawaidz (Pangrojong Nahdlatoel Oelama Tasikmalaja)” edisi nomor 4 tahun 1933. Al-Mawaidz adalah sebuah majalah berbahasa Sunda yang diterbitkan oleh Bestuur (Cabang) Nahdlatul Ulama Tasikmalaya sepanjang tahun 1933 hingga 1935.

    Adalah Kang Ajengan Iip D. Yahya, penulis dan sejarawan Jawa Barat, yang telah berbaik hati mengirimi saya tulisan KH Hasyim Asy’ari berbahasa Sunda dalam majalah Al-Mawaidz tersebut.

    Tulisan Hadratusayekh KH Hasyim Asy’ari sebagaimana dimaksud di atas berisi surat tanggapan beliau seputar hukum membangun rumah fakir miskin dari harta zakat. Kasus “rumah miskin” ini sempat mencuat sebagai polemik di Tasikmalaya pada saat itu antara sesama ulama tradisionalis. Surat tersebut ditulis di Tebuireng, bertanggal 18 Agustus 1933 Masehi.

    Tertulis dalam pengantar surat tulisan KH Hasyim Asy’ari yang dimaksud:

    Dina Al-Mawaidz noe ti pajoen parantos didjawab patarosan tina hal Roemah Miskin noe bade ngadeg di oerang Tasik, noemoetkeun pamendak, kenging inchtiar di Tasik bae.

    Barang nampi eta patarosan, redaksi henteu mertjantenkeun ka Oelama Nahdloh di Tasikmalaja bae, namoeng enggal njoehoenkeun timbanganana oelama-oelama noe ternama, parantos kasjohor di kalangan Islam Indonesia, sapertos: Kiai Hasjim bin Asj’ari, Rois Hoofsbestuur Nahdlatoel Oelama, adjengan di Teboe Ireng, Djombang; Kiai H. Ahmad Sanoesi Tanah Tinggi Batawi, biasa disebat Adjengan Tjantajan; Kiai Natadilaga Dawoean, Mantri Goeroe pangsioen.

    Ieu di handap disanggakeun, satjeplasna timbanganana Adjengan Hasjim Asj’ari, noe geus kapertjanten djadi panoengtoen koe poeloeh-poeloeh reboe kaom Moeslimin henteu ratoes reboe oge”

    (Dalam Al-Mawaidz edisi yang lalu, telah dijawab pertanyaan perihal Rumah Miskin yang akan dibangun di Tasik. […?…]

    Ketika menerima pertanyaan terebut, redaksi tidak hanya mempercayakan jawabannya kepada para ulama NU di Tasikmalaya saja, tetapi juga segera meminta pertimbagan dari ulama-ulama yang ternama, yang sudah masyhur di kalangan Islam Indonesia, seperti Kiai Hasyim Asy’ari Rois Hoofbestuur NU, seorang ajengan di Tebu Ireng [Jombang], juga kepada KH Ahmad Sanusi Tanah Tinggi Batavia, yang biasa disebut Ajengan Cantayan [Sukabumi], juga kepada Kiai Natadilaga di Dawuan [Cikampek, Karawang], seorang mantra guru pension

    Di bawah ini dikemukakan sejelas-jelasnya pandangan Ajengan Hasyim Asy’ari, yang sudah terpercaya menjadi panutan oleh puluhan ribu kaum Muslim, jika tidak oleh ratusan ribu). Wallahu A’lam.

    Sukabumi, Kapit-Dzulkaedah 1441 Hijri/ Juli 2020 Masehi

    Alfaqir A. Ginanjar Sya’ban

  • ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    ADEKKU SAYANG CALON EKSTRIMIS

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Adekku sayang..

    Abang kasihan sama kalian. Teganya orangtua kalian mendoktrin kalian seperti ini. Hilang masa kecil kalian yang seharusnya berwarna. Kalian sejak kecil hanya tahu dua warna, kalau tidak hitam ya putih aja.

    Tau gak dek. Masa kecil abang dulu sangat bahagia. Abang main kejar2an, main layang2. Abang dulu kecil penuh dgn permainan. Ada petak umpet, main gundu, galah asin dan boy2an. Teman abang yang cewek main karet gelang, main congklak, wuih nikmatnya masa kecil kami.

    Dan karena kami kaya dengan semua permainan itu, abang tumbuh jadi orang yang kreatif, bergaul dgn semua orang tanpa kenal dia siapa, agamanya apa, dari suku mana. Bagi abang dulu semua sama, kami anak kecil yang bahagia yang kadang jotakan, tapi cepat baikan.

    Indah, kan dek ?

    Dan lihatlah diri kalian sekarang. Coba pandangi foto kalian. Menyedihkan, bukan ? Sibuk dengan bendera2 yg kalian juga gak tau artinya apa. Sibuk dgn simbol2 yg kalian jg gak tau maknanya. Wajah kalian kusam, ga ada cahaya kegembiraan seperti anak kecil umumnya.

    Abang kasihan sama kalian. Lebih kasihan lagi sama orang tua kalian, yang dengan teganya mengumpankan kalian kepada ustad2 jahil, bodoh, goblok, dan terkadang jadi predator. Orangtua kalian yang tanpa sadar menjadikan kalian mesin penghancur, tanpa perasaan, eksklusif, fanatik dan sudah pasti bodoh dan tidak mudah bergaul dgn siapa saja.

    Mereka yang merasa bangga, bukan kalian. Kalian hanya korban, adek2ku sayang. Korban dari kebodohan orangtua kalian, yang dulu waktu kecil sebenarnya kaya dgn permainan anak2. Tapi mereka mungkin selalu jadi pecundang, sehingga tidak punya kebanggaan diri dan mencari eksistensi lewat simbol2 kebanggaan semu yang miskin arti.

    Kelak ketika kalian dewasa dan tumbuh jadi pribadi mengerikan yang ingin merusak ketahanan negeri ini, maafkan abang dek. Anak2 abang sudah dilatih untuk melawan kalian. Anak2 abang sudah abang didik untuk mencintai negeri ini dan siap membelanya sampai titik penghabisan.

    Mungkin kelak kalian akan berhadapan dgn anak2 abang. Dan itu bisa jadi takdir kalian bertemu di simpang jalan. Bukan, bukan abang jahat. Tapi supaya ideologi kalian tidak berkembang dan merusak semua tatanan yg dibangun pendiri bangsa ini untuk hidup damai dalam keragaman.

    Cium sayang abang untukmu, dek. Abang doakan kalian ketika dewasa, melawan semua doktrin yang sekarang dipaksakan kepada kalian. (abi sorban)

  • DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Berikut Postingan dari Aoki Vera Kurniawati terkait Ucap sumpah Anggota DPRD CIREBON terkait khilafah.

    Indonesia SOS
    Pelajaran PMP, penataran P4, pelajaran Budiperkerti. Dan saya ngak akan berhenti menyuarakan ini.

    Bukan bercanda mereka terus mengakar..
    Segala usia dan segala bidang mereka susupkan..

    Makanya gW marah banget saat pak Andhika terima anak pembawa bendera Khilafah masuk TNI.!!!

    Ngak segampang itu melebur warna hitam di atas warna putih.
    Butuh waktu yg lama…
    Sedangkan merrka butuh waktu sebentar untuk menjadikannnya semua berwarna hitam.

    [su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=z7B_ZxzzHO0″]

    @kemendagri
    Harus ada tindakan tegas.
    @mohmahfudmd
    @nadiem_makarim__
    Ayo gerak cepat pak🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️🙇‍♀️

    @prabowo puaskah anda mengacak acak tanah air anda sendiri..??
    Anda yg mengandalkan kekuatan mereka.. menjadikan kader2 anda gila khilafah.!!
    Tidak ada tersisa sedikitpun sumpah prajurit anda sepertinya..
    Apa karena hidup yg berpindah pindah..?
    Atau karena pernah di pecat dari angkatan..?
    Sekarang anda liat efeknya..

    TERORIS NGAK BISA DI AJAK DAMAI

    TIDAK ADA TEMPAT DIMANAPUN DI ATAS BUMI IBU PERTIWI UNTUK TERORIS.!!!

    DPRD CIREBON DIMASUKI TERORIS

    (abi sorban)

  • BELAJAR DARI NEGERI TETANGGA (MALAYSIA)

    BELAJAR DARI NEGERI TETANGGA (MALAYSIA)

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : UBK

    Kring kring kring….
    Suara Handphone berbunyi panggilan dari seorang kawan +60 yang hampir mau 5 bulan kita tidak bertemu dan berkomunikasi,
    sebelum Corona terjadi hampir kita selalu bertemu seminggu sekali di Kuala Lumpur..
    Beliau menanyakan kabar dll

    Ada yang unik,
    Singkat cerita beliau menceritakan tetangganya yang di tangkap Polisi Diraja Malaysia karena menyebarkan paham HT ( Hizbu Tahrir ) dia kaget bukan kepalang Bendera berAsmakan Alloh SWT hitam dan putih yang ia sering lihat ketika bertetangga itu adalah Organisasi Terlarang (mungkin tidak terlalu mengikuti berita) dia berpikir bahwa bendara itu baik baik saja karena bertuliskan Kalimat Tauhid, tapi ternyata…

    Saya pun jelaskan kondisi diIndonesia tentang bendera dan Organisasi terlarang itu bahwa disini sudah dibekukan izinnya tapi arwahnya masih bergentayangan karena Tidak dibubarkan oleh Tap MPR seperti layaknya PKI,
    karena jika dibubarkan oleh Tap MPR maka HTI tidak boleh membuat atribut dan menyebarkan pahamnya.

    Sedangkan di Malaysia tanggal 17 September 2015 melalui Komite Fatwa Negara Bagian Selangor, Malaysia menyatakan Hizbut Tahrir (HT) sebagai kelompok yang menyimpang.
    Malaysia menegaskan bagi siapapun yang mengikuti gerakan Pro-Khilafah dan menyebarkannya maka akan menghadapi hukum.

    Keputusan Komite Fatwa Malaysia itu seharusnya dijadikan pelajaran berharga untuk kita, mereka dengan sigap melakukan pencegahan penyebaran ajaran menyimpang itu karena memang sangat berpotensi mengganggu keamanan Nasional,

    Oleh mereka Asma Alloh SWT dijadikan tameng politik,
    Nama Tuhan dijadikan kamuflase ambisinya,
    Kecintaan kita terhadap agama dimanfaatkan betul oleh mereka,
    Padahal hakikatnya keberadaan mereka mengancam kita semua…

    Tetap kita selalu waspada..
    Jaga keluarga kita dari gerakan gerakan mereka,
    Pelajari ambisi mereka dan tanyakan kenapa mereka dilarang dimana mana..????

    Sukabumi, 9 Juli 2020

  • SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

    SILATURAHMI PAC GP ANSOR PACET SEBAGAI UPAYA REKONSILIASI

     

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Usia pandemi makin hari makin memendek, dukungan pemerintah dan beberapa otonomi kedaerahan semakin menambah gemuk para pekerja produktif untuk melanjutkan estafet kegiatannya. Mojokerto dan Pacet khususnya, semenjak Sabtu “04 Juli 2020” kemarin, mulai dibukanya pelbagai tempat wisata kembali, lebih-lebih banyak wisatawan yang berdatangan ke daerah Pacet secara masif di hari-hari berikutya.

    Senada dengan hal itu tak menyurutkan semangat organisasi Nahdlatul Ulama untuk bangkit lagi mengadakan kegiatan setelah masa PSBB dimulai (4 bulan lalu lebih tepatnya). Kalangan Ansor PAC Pacet kali ini mengadakan kegiatan sejenis rekonsiliasi atas kegiatan dulu yang berjalan normal sebelum adanya himbauan masal dampak korona. Mereka kali ini mengadakan kegiatan yang bertajuk “Silaturahmi antar Kader NU”, yang inisiasinya berawal dari uneg-uneg beberapa sahabat-sahabat yang merasa resah memandang stagnasi gerakan kader NU cenderung pasif. Sedikitnya dalam kegiatan  ini dihadiri 100 kader antar banom dari Pacet.

    Mujiburrahman (ketua PAC Pacet) menyatakan dalam sambutannya bahwa secara eksplisit kegiatan ini merupakan langkah awal untuk menyambung tali silaturahmi kegiatan banom NU di Pacet, agar kedepannya tidak down dalam menghadapi situasi yang sama.

    SORBANSANTRI.COM

    Ada tiga poin dalam pidatonya kepada seluruh kader yang tengah hadir jika berbicara prinsip organisasi, yaitu : pertama “ulil amry” sebagai prisip  dalam mengemban amanah suatu organisasi, kedua “ulil albab” sebagai prinsip dalam mencetuskan ide-ide cemerlang sesuai khithoh warga Nahdliyyin, ketiga “ulil absor” sebagai pola terahir yang reflektif dalam menanggapi segala hal agar dapat  dikaji dan di tabayunkan (tutur Mujib).

    Hadir pada kesempatan kali ini Sekretaris PC GP Ansor Mojokerto, Komandan Yusuf. Kepada para kader ia berharap seluruh elemen kader dapat memfiltrasi informasi agar tidak tereduksi oleh plebagai isu publik. Sehingga arah juang kader NU masih tetap satu komando dan satu ideologi.

    “Berdoalah sedikit-demi sedikit, kirimkanlah tawassul kepada para muassis dan auliya se-dunia, kalau bisa tiap usau sholat, insyaallah barokah” (ujarnya dalam translit jawa). (red. Rizkillah – ipnu pac pacet)

  • SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Shuniyya Ruhama

    cyberaswaja.online –Kalimat di atas kerap sekali terdengar, menghenyakkan kita semua. Mempertanyakan kapasitas muktabaroh Ulama, dan membandingkan dengan Kanjeng Nabi yang memang jelas tidak berbanding sama sekali. Jika tidak faham, maka akan jelas sekali seolah-olah banyak perkara yang dilakukan oleh Kyai bertentangan dengan Kanjeng Nabi.

    Kyai itu tidak berpendapat melalui hayalan beliau sendiri, melainkan berdasarkan ajaran dari Kyainya Kyai juga. Demikian seterusnya hingga sanad bersambung kepada Kanjeng Nabi. Jadi tidaklah benar bahwa Kyai itu menyelisihi Kanjeng Nabi.

    Ibaratnya, saat Kanjeng Nabi memerintahkan kita untuk “ngliwet sego”. Maka yang dilakukan Kyai bukan ‘sego diliwet’, melainkan akan ‘mususi’ beras, ‘dikaru’. Setelah setengah matang, ‘beras karon’ ini ditanak dalam dandang. Inilah yang disebut ngliwet sego.

    Sementara, mereka yang tidak punya guru yang jelas sanadnya, begitu ada perintah Kanjeng Nabi untuk ‘ngliwet sego’, maka yang mereka lakukan adalah mencari nasi untuk diliwet. Karena dalam hayalannya yang namanya ‘ngilwet sego’ berarti harus ada ‘sego’ kemudian ‘diliwet’.

    Tidak sampai di situ, mereka memprovokasi, mencaci maki dan mentertawakan serta menganggap kita bodoh, salah, menyelisihi Quran Hadits karena diperintahkan ‘ngliwet sego’, tapi malah kita ‘mususi beras’ dst.

    Itulah gambaran bagi wong NU yang belajar dari Kyai dalam memahami Quran dan Hadits, jika dibandingkan dengan mereka yang over percaya diri “memurnikan” Quran Hadits dan langsung mengambil hukum dari sumbernya, tanpa menggunakan ilmu alat.

    Lalu, mereka akan mempertanyakan kepada kita, “Anda percaya dengan Nabi atau Kyai?”, seakan-akan Kyai kita itu salah dan tersesat dalam memahami nash suci. Bagi masyarakat awam, hal ini tentu akan bisa menjerumuskan mereka untuk tidak percaya lagi dengan para ulama muktabaroh an nahdliyyah.

    Maka kita saksikan akhirnya, mereka beribadah, berijtihad dan mengambil hukum tidak jelas jluntrungnya karena memang tidak pernah dilakukan oleh generasi-generasi Ulama terdahulu.(abi sorban)

     

     

  • SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN  FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SORBANSANTRI.COM

    SELAMAT DATANG TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021

    cyberaswaja.online- Pendekatan manusia terhadap ajaran agamanya akan melahirkan paham keagamaan. Maka dalam satu agama, bisa terdapat lebih dari satu paham keagamaan. Dari paham keagamaan inilah akan membentuk aliran keagamaan dan untuk sebagian besarnya kemudian menjadi kelompok – kelompok keagamaan ( firqoh ).

    Demikian halnya Corak keislaman seseorang ataupun kelompok sangat di tentukan oleh penghayatan, paham dan aliran keislamannya itu sendiri…

    Oleh karena itu Menjelang tahun pelajaran baru jangan sampai kita keliru menitipkan anak anak kita untuk di didik pada lembaga dan pola pendidikan yang jelas jelas berseberangan dengan aqidah, amaliyah, harokah, fikroh, manhaj juga siyasah kita.(FUAD ZAENUDDIN)

  • Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    Ketua Ansor Jember Dibunuh PKI

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Habib Ali bin Abdullah Alhamid, Ketua Ansor Jember yang Dibunuh PKI. Habib Ali bin Abdullah Alhamid terhitung masih keponakan Habib Sholeh Tanggul, Jember. Beliau meninggal secara syahid di usia muda, sekitar 32 tahun, setelah diculik dan dieksekusi mati oleh kawanan PKI di kawasan Hutan Kumitir, sekitar tahun 1965. Hutan itu jadi saksi bisu kekejaman PKI kepada para ulama.

    Setelah ditembak mati, jasad Habib Ali Alhamid pertama kali ditemukan oleh perempuan paruh baya yang sedang mencari kayu bakar. “Ono wong mati Arab, ono wong mati Arab, ono wong mati Arab,” teriak perempuan itu sambil berlari memberitahu suami dan warga lain di sekitar hutan. Saksi hidup anak yang menemukan jasad habib masih ada hingga tulisan ini dibuat.

    Habib Ali bin Abdullah Alhamid pada waktu itu adalah Ketua GP Ansor Jember. Tragedi pembunuhan bermula dari kunjungan seorang tamu yang memberitahukan kalau jamaah dan santri beliau, saat itu, tengah ditangkap dan diamankan di kantor kepolisian setempat.

    Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Habib Ali langsung berkemas menuju kantor kepolisian untuk memastikan kebenaran informasinya, karena memang saat itu situasi negara sedang tidak menentu. Tidak aman dan tidak kondusif.

    Di tengah perjalanan, ternyata Habib Ali diculik oleh gerombolan PKI, lalu diseret ke Gunung Kumitir atau Gunung Mrawan, yang terletak di perbatasan antara Jember dan Banyuwangi, Jatim. Tamu tersebut ternyata adalah suruhan PKI.

    Di lokasi yang telah ditentukan itu, Habib Ali hendak dieksekusi tembak oleh komplotan kejam PKI. Namun, peluru yang dihujamkan berkali-kali oleh PKI tidak mempan menembus dada sang habib. Habib Ali ternyata memiliki karomah kebal senjata. Tidak mempan senjata tembak.

    Pusing, tim eksekutor mengancam habib, yang isinya “jika pelurunya tidak tembus, maka, istri, anak dan semua keluarganya akan dibantai habis oleh PKI”. Dengan pelbagai pertimbangan, Habib Ali akhirnya hanya tersenyum dan menyerah, bersedia ikhlash dieksekusi mati.

    Namun, sebelum ditembak, Habib Ali bin Abdullah Alhamid berpesan agar setelah wafat nanti, jasadnya tidak dicampur dengan yang lain, sebagaimana kebiasaan PKI yang menumpuk mayat korbannya saat itu pasca eksekusi. Habib minta jasadnya disendirikan.

    Sebelum ditembak, Habib Ali mohon ijin untuk melaksanakan ibadah shalat sunnah dan berdoa. Usai shalat, habib memasrahkan dirinya ditembak demi menyelamatkan keluarga, para pengikut serta santri dan jama’ahnya. Atas kehendak Allah, peluru akhirnya bisa tembus dan Habib Ali Alhamid wafat dalam keadaan syahid di tangan PKI.

    Riwayat pembunuhan ini menjadi gamblang dan terang sejak ada seorang laki-laki tua yang ziarah ke makam Habib Ali lalu menangis sejadi-jadinya di sana. Sekitar tahun 2000-an. Ia datang ke makam untuk meminta ampunan dan mohon maaf kepada habib beserta seluruh keluarganya karena telah menembak mati sang habib.

    Ia datang ziarah setelah merasakan kalau hidupnya tidak tenang dan dirundung penyesalan tanpa akhir. Kepada keluarga, ia menceritakan kronologi tragedi tersebut dari awal hingga akhir. Keterangan yang didapatkan Duta Islam menyebutkan kalau laki-laki itu adalah seorang muslim yang terpaksa menuruti perintah PKI menembak Habib Ali.

    Saat ekseskusi, katanya, telinga kiri laki-laki itu sudah dicung senapan oleh anggota PKI. Jika dia tidak menembak habib, maka peluru di senapan yang dekat telinganya tersebut akan segera menyasar kepalanya sendiri. Karena takut atas ancaman tersebut, terpaksa dia mengeksekusi tembak Habib Ali. (sumber: dutaislam)