Tag: sorbansantri

  • GURU MULIA SIMBAH KH MAKSUM LASEM

    GURU MULIA SIMBAH KH MAKSUM LASEM

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI – Berjalan Tanpa Henti, Menyeru Perlawanan Terhadap PKI

    Salah satu pendiri utama Nadhlatul Ulama 1926 adalah Guru Mulia Simbah Kyai Haji Maksum Bin Ahmad Lasem, atau biasa kita sebut sebagai Mbah Maksum Lasem.

    Beliau lahir pada
    tahun 1870 dan wafat pada tahun 1972.

    Berdasarkan nasab dari
    ayahandanya, beliau merupakan
    dzuriyah Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
    Dikenal sebagai pribadi yang jujur,
    mengayomi dan senantiasa menjalin silaturahim, serta selalu menghormati tamu.

    Ketika meletus pemberontakan PKI t
    ahun 1965, ada salah satu anggota angkatan bersenjata yang berpihak pada pemberontak. Sehingga waktu itu menyebabkan pemerintahan Kota Lasem lumpuh total.
    Mbah Maksum segera bergerak.
    Beliau menyediakan pondok yang beliau asuh, Pondok Pesantren Al Hidayah menjadi pusat pemerintahan Kota Lasem.

    Disulaplah kamar-kamar pondok
    dengan pintu tertutup dan jendela terbuka dengan senjata otomatis menghadap keluar, sebagai kewaspadaan jika setiap saat mendapat serangan dari pemberontak. Sehingga dengan demikian, beliau adalah orang yang paling ditarget untuk dibunuh oleh PKI.

    Pada waktu itu,
    beliau sudah mencapai usia 97 tahun.
    Ketika kondisi semakin tidak menentu,
    beliau memaksa untuk ‘turun tangan’ langsung mengobarkan perang melawan PKI yang telah membunuh Ulama, Santri dan warga NU.

    Dikisahkan, banyak santri yang berusaha mencegah beliau, mengingat usia beliau yang sudah mendekati satu abad, dan kondisinya tentu sudah tidak muda lagi.
    Namun, beliau bersikeras, sehingga akhirnya beliau keluar dari Lasem dikawal oleh beberapa santri pilihan sebagai pengayuh becak secara bergantian.

    Tak tanggung-tanggung, perjalanan
    Ini beliau tempuh dalam waktu dua bulan.
    Terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain tanpa berhenti hingga menembus beberapa wilayah di Jawa Timur.
    Alhamdulillah, beliau selalu dalam
    lindungan Gusti Allah SWT. Hingga akhirnya pemberontakan ini berhasil dipadamkan, dan kondisi bisa dipulihkan seperti sedia KALA.

  • FUNGSI dan TUGAS BANSER

    FUNGSI dan TUGAS BANSER

    SORBANSANTRI.COM

    FUNGSI BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Fungsi Kaderisasi, merupakan kader yang terlatih, tanggap terampil dan berdaya guna untuk pengembangan kaderisasi di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor.
    2. Fungsi Dinamisator, merupakan bagian organisasi yang berfungsi sebagai pelopor penggerak program-program Gerakan Pemuda Ansor.
    3. Fungsi Stabilisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai pengaman program-program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan Nahdlatul Ulama.
    4. Fungsi Katalisator, sebagai perangkat organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang berfungsi sebagai perekat hubungan silaturrohim dan menumbuhkan rasa solidaritas sesama anggota Banser, anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Nahdlatul Ulama serta masyarakat.

    TUGAS BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Merencanakan, mempersiapkan dan mengamalkan cita-cita perjuangan Gerakan Pemuda Ansor serta menyelamatkan dan mengembangkan hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai.
    2. Melaksanakan program kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan serta program pembangunan yang berbentuk rintisan dan partisipasi.
    3. Menciptakan terselenggaranya keamanan dan ketertiban di lingkungan Gerakan Pemuda Ansor dan lingkungan sekitarnya melalui kerjasama dengan pihak-pihak terkait.
    4. Menumbuhkan terwujudnya semangat pengabdian, kebersamaan, solidaritas dan silaturrohim sesama anggota Banser dan Gerakan Pemuda Ansor.

    TANGGUNG JAWAB BARISAN ANSOR SERBA GUNA ( BANSER )

    1. Menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup serta kejayaan Gerakan Pemuda Ansor dan jamiyah Nahdlatul Ulama.
    2. Berpartisipasi aktif melakukan pengamanan dan ketertiban terhadap kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Banser, Gerakan Pemuda Ansor, Jamiyah Nahdlatul Ulama serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang tidak bertentangan dengan perjuangan Nahdlatul Ulama.
    3. Bersama dengan kekuatan Bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan dalam ikut menciptakan keutuhan NKRI.

    (red. Mujiburrohman)

  • KENAPA HABIB LUTHFI BIN YAHYA FANATIK KEPADA NU? INI JAWABANNYA

    KENAPA HABIB LUTHFI BIN YAHYA FANATIK KEPADA NU? INI JAWABANNYA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya

    SORBAN SANTRI – Dulu saya sering duduk di rumahnya Kyai Abdul Fattah, untuk mengaji. Di situ ada seorang wali, namanya Kyai Irfan Kertijayan. Kyai Irfan adalah sosok yang nampak hapal keseluruhan kitab Ihya Ulumiddin, karena kecintaannya yang mendalam pada kitab tersebut. Setiap kali ketemu saya beliau pasti memandangi dan lalu menangis. Di situ ada Kyai Abdul Fattah dan Kyai Abdul Adzim.

    Lama-kelamaan akhirnya beliau bertanya, “Bib, saya mau bertanya. Cara dan gaya berpakaian Anda kok sukanya sarung putih, baju dan kopyah putih, persis guru saya.”

    “Siapa Kyai?” jawabku.

    “Habib Hasyim bin Umar,” Jawab Kyai Irfan.

    Saya mau ngaku cucunya tapi kok masih seperti ini, belum menjadi orang yang baik, batinku dalam hati. Mau mengingkari/berbohong tapi kenyataannya memang benar saya adalah cucunya Habib Hasyim. Akhirnya Kyai Abdul Adzim dan Kyai Abdul Fattah yang menjawab, “Lha beliau itu cucunya.”

    Lalu Kyai Irfan merangkul dan menciumiku sembari menangis hebat saking gembiranya. Kemudian beliau berkata, “Mumpung saya masih hidup, saya mau cerita Bib. Tolong ditulis.”

    “Cerita apa Kyai?” jawabku.

    “Begini,” kata Kyai Irfan mengawali ceritanya. Mbah Kyai Hasyim Asy’ari setelah beristikharah, bertanya kepada Kyai Kholil Bangkalan, bermula dengan mendirikan Nahdlatut Tujjar dan Nahdlah-nahdlah yang lainnya, beliau merasa kebingungan. Hingga akhirnya beliau ke Mekkah untuk beristikharah di Masjidil Haram. Di sana kemudian beliau mendapat penjelasan dari Kyai Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Ahmad Nahrawi, ulama Jawa yang sangat alim. Kitab-kitab di Mekkah kalau belum di-tahqiq atau ditandatangani oleh Kyai Ahmad Nahrawi maka kitab tersebut tidak akan berani dicetak. Itu pada masa Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti Mekkah pada waktu itu.

    Syaikh Mahfudz at-Turmusi dan Syaikh Ahmad Nahrawi dawuh kepada Kyai Hasyim Asy’ari, “Kamu pulang saja. Ini alamat/pertanda NU bisa berdiri hanya dengan dua orang. Pertama Habib Hasyim bin Umar Bin Yahya Pekalongan, dan kedua Kyai Ahmad Kholil Bangkalan (Madura).”

    Maka Kyai Hasyim Asy’ari pun segera bergegas untuk pamit pulang kembali ke Indonesia. Beliau bersama Kyai Asnawi Kudus, Kyai Yasin dan kyai-kyai lainnya langsung menuju ke Simbang Pekalongan untuk bertemu Kyai Muhammad Amir dengan diantar oleh Kyai Irfan dan kemudian langsung diajak bersama menuju kediaman Habib Hasyim bin Umar.

    Baru saja sampai di kediaman, Habib Hasyim langsung berkata, “Saya ridha. Segeralah buatkan wadah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ya Kyai Hasyim, dirikan, namanya sesuai dengan apa yang diangan-angankan olehmu, Nahdlatul Ulama. Tapi tolong, namaku jangan ditulis.” Jawaban terakhir ini karena wujud ketawadhuan Habib Hasyim.

    Kemudian Kyai Hasyim Asy’ari meminta balagh (penyampaian ilmu) kepada Habib Hasyim, “Bib, saya ikut ngaji bab hadits di sini. Sebab Panjenengan punya sanad-sanad yang luar biasa.” Makanya Kyai Hasyim Asy’ari tiap Kamis Wage pasti di Pekalongan bersama Hamengkubuwono ke sembelian yang waktu itu bernama Darojatun, mengaji bersama. Jadi Sultan Hamengkubowono IX itu bukan orang bodoh, beliau orang yang alim dan ahli thariqah.

    Setelah dari Pekalongan Kyai Hasyim Asy’ari menuju ke Bangkalan Madura untuk bertemu Kyai Ahmad Kholil Bangkalan. Namun baru saja Kyai Hasyim Asy’ari tiba di halaman depan rumah Kyai Kholil sudah mencegatnya seraya dawuh, “Keputusanku sama seperti Habib Hasyim!” Lha ini dua orang kok bisa kontak-kontakan padahal Pekalongan-Madura dan waktu itu belum ada handphone. Inilah hebatnya.

    Akhirnya berdirilah Nahdlatul Ulama. Dan Muktamar NU ke-5 ditempatkan di Pekalongan sebab hormat kepada Habib Hasyim bin Umar. Jadi jika dikatakan Habib Luthfi kenceng (fanatik) kepada NU, karena merasa punya tanggungjawab kepada Nahdlatul Ulama dan semua habaib. Dan ternyata cerita ini disaksikan bukan hanya oleh Kyai Irfan, tapi juga oleh Habib Abdullah Faqih Alattas, ulama yang sangat ahli ilmu fiqih.

    Maka dari itu Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas dengan Habib Hasyim Bin Yahya tidak bisa terpisahkan. Kalau ada tamu ke Habib Hasyim, pasti disuruh sowan (menghadap) dulu kepada yang lebih sepuh yakni Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas. Dan jika tamu tersebut sampai ke Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib maka akan ditanya, “Kamu suka atau tidak kepada adikku Habib Hasyim bin Umar?” dengan maksud agar sowannya ke Habib Hasyim saja. Itulah ulama memberikan contoh kepada kita tidak perlunya saling berebut dan sikut, tapi selalu kompak dan rukun.

    Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alattas wafat tahun 1347 Hijriyah bulan Rajab tanggal 14, dan haulnya dilaksanakan tanggal 14 Sya’ban. Tiga tahun setelahnya, tahun 1350 Hijriyah, Habib Hasyim bin Umar Bin Yahya wafat. Setahun kemudian (1351 H) adalah wafatnya Habib Abdullah bin Muhsin Alattas Bogor. Waktu itu banyak para ulama besar seperti Mbah Kyai Adam Krapyak dan Kyai Ubaidah, merupakan para wali Allah dan samudera keilmuan.

    (Dokumentasi ceramah Habib Luthfi Bin Yahya pada Haul Pakisputih Kedungwuni Pekalongan)

    (Dialih bahasakan oleh Syaroni As-Samfuriy).

  •  Rangkuman Data Skenario Santri Kembali ke Pesantren : Memasuki Era “New Normal”

     Rangkuman Data Skenario Santri Kembali ke Pesantren : Memasuki Era “New Normal”

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Berikut Skenario yang sudah redaksi sorban santri rangkum, perihal santri kembali ke Pondok / Pesantren. Yang dimana data diambil dari Dinas Pendidikan Jatim tentang Santri Kembali ke Pesantren dan Press Release RMI PBNU (Pusat).
    Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan pdf Skenario Santri Kembali ke Pesantren. Sedianya, masa perpanjangan masa belajar dari rumah bagi santri sampai pada pertengahan Juni ini. Maka, tanggal 15 Juni 2020, pesantren sudah boleh menerima santri kembali.

    Rencana santri kembali ke pesantren ini digulirkan dengan mempertimbangkan hal berikut:

    1. Belum ada penurunan yang signifikan penyebaran covid-19 di Jawa Timur Semua Kabupaten/Kota di Jawa Timur sampai saat ini masuk Zona Merah.
    2. PSBB Surabaya Raya s/d 8 Juni 2020, PSBB Malang Raya s/d 30 Mei 2020
    3. Isolasi mandiri selama 14 hari bagi santri (santri dapat melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing ) sebelum kembali ke Pondok.
    4. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
    5. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah yang tersedia di pesantren dengan membawa perlengkapan ibadah sendiri.

    PROTOKOL KESEHATAN UNTUK USTADZ/USTADZAH/PENGELOLA SELAMA DI PESANTREN

    1. Selalu mengenakan masker
    2. Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan
    3. Membiasakan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah memegang sesuatu
    4. Melaporkan kepada Pengasuh jika merasa sakit atau tidak enak badan
    5. Mengurangi aktivitas di luar kegiatan pembelajaran dan pembelajaran di luar pesantren
    6. Menghindari aktifitas olah raga yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung
    7. Pelaksaaan kegiatan ibadah dilaksanakan di tempat ibadah yang ada di pesantren dengan membawa perlengkapan ibada sendiri
    8. Selama mengajar ustadz/ustadzah tetap menjaga jarak dari santri dan tidak mobile (tidak berkeliling kelas/mendekati santri)
    9. Tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari ustadz/ustadzah, santri menggunakan bahan/kertas kerja milik sendiri.

    PROTOKOL KESEHATAN PULANG DARI PESANTREN MENUJU KE RUMAH

    1. Mengenakan Masker
    2. Jika menggunakan kendaraan umum/antar jemput roda 4, tetap menerapkan prinsip jaga jarak, dan tidak menggunakan kendaraan umum roda 2 (ojek)
    3. Jika menggunakan roda 2 milik pribadi atau keluarga dan berboncengan harus dalam satu keluarga (satu Kartu Keluarga)
    4. Sampai di rumah langsung ganti pakaian dan mandi dengan menggunakan air hangat/air mengalir dan sabun
    5. Tidak berkumpul atau melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga sebelum mandi.

    Sekian skenario santri kembali ke pesantren, semoga bermanfaat.(abi sorban)

  • Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    Operasi Protokol Kesehatan Covid-19 di Kawasan Pacet

    SORBAN SANTRI- Operasi tersebut dilakukan karena melaksanakan PSBB dan mencegah penyebaran covid-19 khususnya Kecamatan Pacet, yang dinilai merupakan magnet wisata bagi wisatawan Jawa Timur. dan diharapkan sebagai percontohan wilayah lain. Mengingat Jawa Timur dapat nilai tertinggi di Indonesia dalam penyebaran virus covid-19 tersebut.

    Kegiatan ini melibatkan beberapa element pemerintahan  yaitu Polsek Pacet, Koramil Pacet, dan organisasi Relawan Banser, Banser Lalu Lintas (balantas), LPBI NU, Welirank Komuniti dan Pramuka,  apel dimulai di depan Polsek Pacet sekitar pukul 19.00 wib, Sabtu, 30 Mei 2020.

    SORBANSANTRI.COM
    Pelaksanaan Apel Operasi Protokol Kesehatan covid-19

    Skenario dimulainya operasi

    Mengingat area pacet adalah kawasan perbukitan dan luas, maka operasi tersebut dibagi 2 kelompok yaitu barat dan timur dengan zona tengah berada di jl. Raya Pacet (polsek pacet). Operasi tersebut bertujuan untuk mencegah menularnya covid-19 dengan cara Menghimbau pada warga dan titik rawan penyebaran virus corona  serta memberi semangat pada warga yang melakukan penjagaan posko di tiap-tiap kampung.

     

    Dan bersyukur desa-desa dan zona titik penyebaran covid-19 ( warung tempat nongkrong, dll) sebagaian besar sudah memenuhi standart protokol kesehatan seperti penjagaan wilayah, Pemakaian masker, dan adanya tempat cuci tangan dititik berkumpulnya orang. Ironisnya malah pusat centralnya Pacet, masih banyak pelanggaran mulai dari datangnya pengunjung luar wilayah yang bergerombol dan tidak memakai masker, tidak adanya tempat cuci tangan, bahkan acuh setelah kedatangan tim operasi protokol kesehatan covid-19. Sehingga sempat adanya pengusiran dan bersitegang untuk meninggalkan zona tersebut. Dan rata-rata kendaraan yang mereka pakai itu bodong (tanpa stnk dan sim), kata salah satu petugas operasi yang kebetulan dari Polsek Pacet.

    [su_youtube url=”https://youtu.be/-dXEjUnQLzU”]

    Titik tersebut antara lain waduk (tempat nongkrongnya anak bermain game online dan semuanya tidak memakai masker), Pasar Pacet dan pasar wisata pacet ( banyaknya pengunjung dari luar pacet yang sangat penuh dan sesak, rawan penyebaran wabah).

    Padahal sebelumnya sudah ada himbauan dari aparat setempat agar setiap pukul 21.00 wib tutup dan selalu pakai masker, tapi masih saja banyak masyarakat yang mengabaikan.(abi sorban)

  • TIRAKATNYA SEORANG SUAMI KETIKA ISTRI HAMIL

    TIRAKATNYA SEORANG SUAMI KETIKA ISTRI HAMIL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dari Kh sholeh bandar kidul beliau Dari KH Mahrus Ali lirboyo kediri

    1.Seorang suami Seyogyanya didahului dengan berpuasa hari kamis, dan berbuka hanya dg air putih (tidak boleh makan apapun) sempai tengah malam. Kemudian dilanjutkan sholat hajat.

    Kaifiyah sholat hajat
    Rokaat 1 setelah fatehah membaca (رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ)
    [Surat Al-Baqarah 128]

    Rokaat ke 2 setelah fateh membaca

    رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ.رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
    [Surat Ibrahim 40, 41]

    Rokaat ke 3 setelah fatehah membaca

    رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
    [Surat Al-Furqan 74]

    Rokaat ke 4 setelah fatehah membaca
    ( رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضاَه وأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ)
    [Surat Al-Ahqaf 15]

    Setelah salam membaca رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
    [Surat Al-Furqan 74]

    1. Membaca sholawat 313 x, kemudian ditiupkan pada pusarnya istri yang hamil, dan di usap (di elus elus) sambil membaca
      ربنا ما خلقت هذا باطلا سبحانك فقنا عذاب النار
      3 x dalam satu nafas

    2. Hadiah fatehah kepada ayah, ibu dan seterusnya.

    Semoga bermanfaat 😊

    #alanumedia

  • KETURUNAN NABI TAPI BUKAN HABIB

    KETURUNAN NABI TAPI BUKAN HABIB

    SORBAN SANTRI- Selama ini kita mungkin hanya tahu kalau gelar keturunan nabi atau dzuriah nabi adalah habib .
    Tapi ternyata ada lagi marga yang jarang diketahui khalayak .

    Tapi kalau mendengar syech pasti orang sudah tahu kalau itu adalah gelar untuk ulama besar yang sangat dihormati.Tapi yang perlu dicatat bahwa habib itu bukan marga , tapi gelar kehormatan . Para habib belum tentu azmatkhan , tapi para azmatkhan pasti habib . Karena arti habib sendiri adalah yang dicintai atau dikasihi , sebagaimana nabi Muhammad diberi gelar kekasih Allah .

    Mari kita pelajari bersama di artikel kali ini . kita akan kupas siapa marga keturunan nabi yang dimaksud dan siapa saja orang Indonesia yang punya gelar itu.

    Adalah Azmatkhan marga yang dimaksud .
    (bahasa Arab: عظمات خان; Transliterasi: Aẓamāt Khān) al-Husaini, juga dieja Azmat Khan, al-Azhamatkhan atau al-Azhamat Chan (bahasa Urdu: عظمت خان) adalah salah satu marga komunitas Hadramaut yang banyak tersebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara.

    Azmatkhan al Husaini
    Azmatkhan al Husaini

    Nama Azmatkhan berasal dari penggabungan dua kata dalam bahasa Urdu, Azmat yang berarti mulia atau terhormat; dan Khan yang memiliki arti komandan, pemimpin, atau penguasa.
    Mereka merupakan keturunan dari Sayyid Abdul Malik Azmatkhan bin Alawi Ammul Faqih, keturunan Husain bin Ali. Sayyid Abdul Malik berimigrasi dari Hadhramaut ke India pada abad ke-14 Masehi, lebih awal dari para imigran lain dari Hadhramaut (baca :habib ).

    Sayyid Abdul Malik kemudian menikahi putri bangsawan Nasirabad dan mendapatkan gelar “Azmat Khan”. Gelar “Khan” diberikan oleh bangsawan Nasirabad agar ia dianggap sebagai bangsawan setempat sebagaimana keluarga yang lain.
    Selain itu, mereka menyematkan gelar “Azmat” yang berarti “mulia” karena Abdul Malik berasal dari garis keturunan sayyid. Keturunannya tetap mempertahankan nama ini sebagai patronimik sampai hari ini.

    Sayyid Abdul Malik lahir di kota Qasam, Hadhramaut, sekitar tahun 574 Hijriah. Ia juga dikenal dengan gelar “Al-Muhajir Ilallah”, karena dia hijrah dari Hadhramaut ke Gujarat untuk berdakwah sebagaimana kakeknya, Sayyid Ahmad al-Muhajir yang hijrah dari Irak ke Hadhramaut untuk berdakwah.

    Menurut Sayyid Salim bin Abdullah Asy-Syathiri Al-Husaini, guru besar dari Tarim, Yaman, keluarga Azmatkhan (yang merupakan leluhur Walisongo) adalah dari Qabilah Ba’Alawi asal Hadramaut dari gelombang pertama yang masuk di nusantara dalam rangka penyebaran Islam.

    SORBANSANTRI.COM

    Karena sejarah panjang perkawinan silang yang ekstensif, terutama dengan bangsawan lokal, kebanyakan dari keturunan Azmatkhan secara fisik dan budaya tidak dapat dibedakan dari penduduk setempat. Tentu ini agak berbeda dengan marga habib yang umumnya menikah dengan keturunan nabi juga ( baca : syarifah ).

    Di Indonesia, tidak jarang anggota keluarga Azmatkhan memiliki gelar kerajaan turun temurun seperti Raden, Tubagus, Masagus, Masayu, Kemas, atau Nyimas. Mereka mempertahankan identitas Indonesia dan keturunan Azmatkhan pada saat bersamaan, bahkan beberapa dari mereka tidak dapat melacak nenek moyang mereka lagi.

    Dalam sejarah Asia Tenggara, keluarga Azmatkhan tercatat telah mendirikan beberapa kerajaan di Indonesia, serta menjadi raja di beberapa kerajaan di Asia Tenggara.
    Di antara kerajaan-kerajaan yang didirikan oleh keluarga besar Azmatkhan adalah Kesultanan Banten, Kesultanan Palembang, Kesultanan Pajang, dan Kerajaan Sumedang Larang. Sedangkan di Kerajaan ada Champa, Kerajaan Pattani, Kesultanan Kelantan , Kesultanan Cirebon, dan Kesultanan Demak, para keturunan Azmatkhan berhasil menduduki kursi pemerintahan sebagai raja atau sultan.

    Untuk mencatat dan mempertahankan silsilah keluarga Azmatkhan, para habaib Azmatkhan sedunia mendirikan Lembaga Asyraf Azmatkhan Ahlulbait Internasional, sebuah organisasi nasab internasional yang bertujuan untuk mencatat silsilah setiap keturunan Muhammad datuk dari seluruh sayyid.

    Berikut adalah para habib dari marga azmatkhan yang ada di Indonesia.

    1. Jamaluddin Akbar Azmatkhan al-Husaini – tokoh agama, leluhur Walisongo.
    2. Syekh Datuk Kahfi – tokoh agama
    3. Syekh Qurotul Ain (Syekh Quro) – tokoh agama
    4. Maulana Malik Ibrahim Azmatkhan – Sunan Gresik, tokoh agama
    5. Raden Rahmat Azmatkhan – Sunan Ampel, tokoh agama
    6. Raden Maulana Makdum Ibrahim Azmatkhan – Sunan Bonang, tokoh agama
    7. Raden Qasim Azmatkhan – Sunan Drajat, tokoh agama
    8. Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan – Sunan Kudus, tokoh agama
    9. Maulana Ishaq Azmatkhan – Sunan Giri, tokoh agama, pendiri Giri Kedaton
    10. Raden Said Azmatkhan – Sunan Kalijaga, tokoh agama
    11. Raden Umar Said Azmatkhan – Sunan Muria, tokoh agama
    12. Syarif Hidayatullah Azmatkhan – Sunan Gunung Jati, tokoh agama
    13. Syekh Nawawi al-Bantani – ulama, imam Masjidil Haram
    14. Syekh Raden Asnawi, Kudus – ulama
    15. Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri (Mama Sempur) – ulama
    16. K.H. Hasan Asy’ari – ulama
    17. K.H. Hasan Asy’ari – ulama
    18. K.H. Hasan Genggong – ulama, pimpinan Pesantren Zainul Hasan Genggong
    19. K.H. Tubagus Muhammad Falak Abbas (Mama Falak) – ulama
    20. Abuya Dimyathi al-Bantani – ulama
    21. Abuya Muhtadi Dimyathi – ulama
    22. K.H. Ma’ruf Amin – ulama, Ketua MUI, Rais Aam Syuriah PBNU – wakil presiden
    23. K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur ) – ulama , presiden RI ke 4
    24. K.H. Said Aqil Siradj[16][17] – ulama, Ketua Umum PBNU
    25. Shohibul Faroji – ulama, mursyid,syekh, mufti.
    SORBANSANTRI.COM
    Silsilah Gus Dur

    Tokoh kerajaan dari marga azmatkhan :

    1. Syarif Abdullah Umdatuddin Azmatkhan – raja Champa
    2. Maulana Hasanuddin dari Banten – raja Banten pertama
    3. Sri Susuhunan Abdurrahman – raja Palembang pertama
    4. Prabu Geusan Ulun (Pangeran Angkawijaya) – raja Sumedang Larang Islam pertama
    5. Pati Unus – raja Demak kedua
    6. Fatahillah – Pangeran Jayakarta, pendiri Jakarta
    7. Pangeran Tubagus Angke – Pangeran Jayakarta II
    8. Syarif Muhammad ash-Shafiuddin dari Banten – Sultan Banten sekarang

    Pejuang dan pahlawan nasional dari marga azmatkhan :

    1. Ageng Tirtayasa dari Banten – sultan Banten, Pahlawan Nasional Indonesia
    2. Sultan Mahmud Badaruddin II – sultan Palembang, pahlawan nasional
    3. Radin Inten II – pahlawan nasional
    4. Hasyim Asy’ari- pahlawan nasional, tokoh agama, pendiri Nahdlatul Ulama
    5. Ahmad Dahlan – pahlawan nasional, tokoh agama, pendiri Muhammadiyah
    6. As’ad Samsul Arifin – pahlawan nasional, tokoh Nahdlatul ‘Ulama
    7. Wahid Hasyim – pahlawan nasional, Menteri Agama Indonesia pertama
    8. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani – pejuang, residen Banten

    Kini , gelar azmatkhan sudah tidak banyak diketahui orang karena para tokohnya memang tidak menyematkan marga di namanya dan karena mereka sudah menikah dengan pribumi dan mendapat gelar seperti kyai haji , raden atau tubagus . Sangat susah kita mendapatkan orang yang masih menggunakan gelar terhormat syech ini .

    Tapi meskipun begitu , tetap ada wadah atau organisasi yang mencatat atau mendata para dzuriah nabi ini seperti halnya Rabithah Alawiah yang mewadahi para habib dinegri ini .

    Wallahu’alam .
    Semoga bermanfaat ,
    Wassallamu’allaikum … (abi-sorban)

  • MANDI KEMBANG MENURUT ISLAM DAN FILOSOFI KEJAWEN

    MANDI KEMBANG MENURUT ISLAM DAN FILOSOFI KEJAWEN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Membicarakan masalah mandi kembang tentu pikiran kita akan menuju ke suatu ritual mistis yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu.

    Tapi apakah semua orang yang mandi kembang pasti melakukan suatu ritual tertentu , bagaimana jika itu hanya untuk terapi .

    Bunga tidak hanya dikenal karena kecantikannya. Bunga juga mengandung berbagai macam manfaat lain yang belum diketahui oleh khalayak ramai. Namun tak sedikit juga yang tahu bahwa mandi kembang dapat membersihkan aura tubuh, serta memperkuat energi yang terpancar dari tubuh manusia.
    Ritual mandi kembang sudah ada dari jaman dulu kala. Hanya saja, beberapa orang masih salah mengartikan makna dari ritual tersebut.
    Alangkah baiknya bila seseorang menyelami makna filosofis dari ritual mandi kembang lebih dalam supaya tidak muncul kesalahpahaman.

    Bagaimana Sebenarnya Makna Filosofis dari Ritual Mandi Kembang?

    Mandi kembang lebih dikenal sebagai ritual kejawen (adat jawa). Setelah diteliti berkali-kali, ditemukan fakta bahwa ritual mandi kembang mampu membersihkan aura manusia. Aura yang kuat dan bersih yang berasal dari kesehatan fisik dan juga mental dapat diperoleh dengan melakukan ritual tersebut. Ditambah lagi, wewangian yang berasal dari bunga-bunga terpilih itu juga dapat mempengaruhi sistem kerja saraf tubuh manusia, sehingga membuat seseorang dapat melakukan hal-hal yang lebih positif. Karena pkiran dan hatinya bersih, maka apa yang dilakukannya juga akan menjadi baik.

    Pada sastra kitab klasik, telah dijabarkan oleh Jalaludin As Suyuthi mengenai makna filosofis dari ritual mandi kembang. Selain menimbulkan energi, bunga memiliki ciri aromanya masing-masing. Aroma sedap yang tercium dari bunga, serta bentuk dan warnanya yang indah akan memberikan perasaan nyaman bagi siapapun yang melihatnya.

    Ritual mandi kembang menurut Islam bukanlah hal musrik. Mereka yang menganggap ritual mandi kembang adalah musrik, berarti mereka adalah tipe orang yang kurang bisa berpikir jernih. Ritual mandi kembang merupakan tradisi jaman dulu sebelum mengenal sabun. Jadi, supaya tubuhnya bersih dan wangi maka orang jaman dulu menggunakan bunga untuk menyeka tubuhnya. Selagi tidak ada bentuk penyembahan yang melatarbelakangi ritual tersebut, maka mandi kembang bukanlah hal musrik.
    Nah , jika disitu tidak ada unsur syirik , apa bedanya dengan mandi susu atau luluran ?
    Jadi bisa dipahami bukan ?

    Seperti yang disabdakan Allah SWT bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, seperti saat sebelum memulai sholat hendaknya seseorang membersihkan dirinya terlebih dahulu dengan berwudhu. Mandi kembang 7 rupa dalam Islam adalah mandi dengan mencampurkan 7 jenis bunga ke dalam air bersih agar supaya aura dan energi luar dan dalam tubuhnya tetap terjaga. Atau dengan kata lain, supaya kebersihan tubuh tetap terawat.

    Mandi Kembang di Malam Jumat? Ini Manfaatnya !

    Apa yang terlentas di benak kita ketika mendengar kata “malam jumat”? Pastilah hal-hal yang menakutkan dan mengerikan dan beraura mistis.
    Namun tidak demikian adanya, dalam adat kejawen, mandi kembang pada malam jumat dapat mendatangkan banyak manfaat.

    Berikut manfaat mandi kembang malam jumat menurut ritual adat Jawa.

    Membuka dan membersihkan aura.
    Mandi kembang pada malam jumat dipercaya dapat memperkuat aura seseorang. Diistilahkan sebagai mandi aura karena ritual itu bertujuan untuk mempertajam aura seseorang.

    Menetralisir berbagai penyakit.
    Dalam adat Jawa, mandi kembang juga dapat menjauhkan seseorang dari penyakit yang ditimbulkan dari aura negatifnya, seperti santet atau pelet.

    Ternyata bunga memiliki daya vibrasi. Vibrasi energi yang terkandung dalam bunga mampu membuat medan energi tubuh menjadi stabil, sehingga sistem pencernaan tubuh berfungsi dengan benar. Manfaat mandi bunga akan sangat dirasakan apabila seseorang sedang mengalami perasaan gelisah atau tertekan. Sebenarnya, tidak peduli pagi, siang, sore, atau malam, seseorang tetap bisa menyerap energi positif yang diberikan oleh bunga-bunga tersebut.

    Maka dari itu, orang-orang pada jaman dahulu sering melakukan ritual mandi kembang untuk membebaskan jiwa-jiwa yang sedang terganggu ketentramannya. Karena apabila jiwa seseorang sedang terganggu, fisiknya pasti akan terganggu juga. Berdasarkan penjelasan diatas, hendaknya makna filosofis dari ritual mandi kembang disikapi dengan bijaksana agar tidak menimbulkan prasangka buruk.

    Jadi disini bisa disimpulkan bahwa mandi kembang memang tidak dilarang dalam islam selagi tidak ada unsur kemusrikan .
    Bagaimana dengan kasus memandikan keris atau mobil baru ?

    Pertanyaan seperti ini seharusnya tidak usah dijawab , atau bisa ditanya balik kalau ada yang menanyakan pada kita ?
    Apakah keris , mobil perlu mandi kembang , apakah mereka perlu terapi seperti kita , bukankah mereka benda mati .
    Jadi bisa dipastikan itu ada unsur lain yang melatarbelakanginya , dan anda pasti tahu jawabannya.

    Semoga bermanfaat, (abi SORBAN)

  • LEBIH DEKAT MENGENAL KH. MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN)

    LEBIH DEKAT MENGENAL KH. MAIMOEN ZUBAIR (MBAH MOEN)

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Mbah Moen tutup usia ditanah suci Mekah al Mukaromah dalam perjalanan haji tahun ini di usia ke 91 .

    Tahukah anda mbah Moen adalah legenda dari pesantren di Indonesia .
    KH Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia.
    Beliau meskipun tidak belajar di Perguruan Tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia.

    Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang ulama besar, KH Zubair Dahlan, yang juga guru spesial Syaikhina KH MA Sahal Mahfudh dan KH Ahmad Fayumi Munji, beliau meneruskan di Pondok Lirboyo Kediri dibawah bimbingan langsung KH Abdul Karim, santri Hadlratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

    Setelah itu, KH Maimun Zubair meneruskan petualangan ilmunya di Timur Tengah, khususnya di Haramain, belajar dengan ulama-ulama besar di Sana. Antara lain Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani, dan lain-lain. KH Maimun Zubair juga berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang lain, seperti Syaikh Fadhol Senori Dan KH Bisri Mustafa. (abi SORBAN)

  • Beberapa Keunggulan Mbah Moen

    Beberapa Keunggulan Mbah Moen

    SORBANSANTRI.COM

    اللهم اغفر له وارحمه وعافيه واعف عنه واجعل الجنة مثواه، امين يا رب العالمين

    SORBAN SANTRI – Pertama, KH Maimun Zubair sebagaimana lulusan PP Lirboyo adalah sosok yang dikenal ahli dalam Bidang nahwu-sharaf. Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyyah Ibnu Malik menyedot para santri untuk berbondong-boondong mereguk kedalaman ilmu beliau.

    Kedua, KH Maimun Zubair adalah sosok Ulama ahli Tafsir. Setia Kali pengajian tafsirnya, khususnya pada Hari ahad di PP Al Anwar Sarang dibanjiri santri Dan Kiai dari berbagai pelosok di Indonesia.

    Ketiga, KH Maimun Zubair adalah sosok Ulama yang menguasai sejarah, khususnya sejarah Islam. Beliau mampu menguraikan sejarah secara detail. Dalam pengajian kitab Tafsir, penjelasan beliau tentang sejarah sangat detail Dan mendalam. Hal ini Tidak lepas dari bacaan beliau yang luas terhadap khazanah keilmuan Islam yang Kaya.

    Keempat, KH Maimun Zubair adalah sosok mushannif (author) yang karyanya bernas dan ilmiah. Salah satunya adalah Al Ulama Wal Mujaddidun, Catatan Kitab tauhid Jauharatut Tauhid, Tsunami, Biografi Ulama Sarang dalam bahasa Arab, Dan lain-lain.

    Kelima, beliau adalah sosok guru yang berhasil melahirkan ulama-ulama besar. KH Abdul Wahid Bandungsari, KH Zuhrul Anam, KH Bahauddin Nursalim, KH Sya’roni, dan ulama-ulama lain adalah produk didikan KH Maimun Zubair. Alumni Al Anwar Sarang tampil sebagai Ulama Dan tokoh masyarakat yang diakui kedalaman ilmu Dan keikhlasannya dalam Berjuang.

    Selamat jalan Kiaiku, semoga khusnul Khatimah dan semoga Inspirasi keilmuan dan perjuanganmu tertancap kuat di dada umat, bangsa, dan para santri baik di Indonesia maupun dunia.(abi SORBAN)