Tag: sorbansantri

  • OPTIMASI INFOKOM BANSER PC MOJOKERTO

    OPTIMASI INFOKOM BANSER PC MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COMDiiringi hujan lebat dan angin tidak mematahkan semangat bagi sahabat-sahabat Banser untuk update informasi tehnolagi….

  • SINGA ASWAJA DAN SINGA ANSOR

    SINGA ASWAJA DAN SINGA ANSOR

    Rijalul Ansor NU – Singa sudah bangun dari tidur panjangnya.
    NU skrg menjadi dewan pertimbangan presiden seperti jaman Bung Karno dlm mengatasi kelompok makar. Semoga Abah Lutfhi saget meneruskan perjuangan Mbah Wahab Chasbulloh.

    Taqdimul mashlahatir rajihah aula min taqdimil mashlahatil marjuhah.

    (mendaulukan kemaslahatan yang sudah jelas lebih didahulukan dari kemaslahatan yang belum jelas).

    #HabibLuthfiBinYahya #NderekHabaib #NderekKyai #NderekNahdlatulUlama #NderekNKRI #RijalulAswajaNU #Aswaja
    #RijalulAnsorNU #Gp_Ansor #BanserNU #PagarNusaNU #FattayatNU #IPPNU #MuslimatNU #LDNU #NahdlatulUlama

  • MEMBENCI NU ITU BISA KUWALAT

    MEMBENCI NU ITU BISA KUWALAT

    Infokom Banser NU-Bukan senjata musuh, tapi kebodohan umat yang ampuh digunakan alat untuk menghancurkan agama Islam.

    Mereka telah berhasil menghasut dan memprovokasi orang awam untuk membenci ulama2 NU dengan memfitnah menggunakan cara memotong dan memelintir pidato2 para kiyai NU, serta menggiring opini dari maksud awal tujuan pidato itu disampaikan. Namun sejarah telah membuktikan bahwa atas pertolongan Allah, NU hingga kini masih dilindungi dan masih dapat memberikan manfaat bagi banyak umat.

    Karena NU didirikan dengan ikhlas dan hasil tirakat para ULAMA dan HABAIB, untuk membentengi kehancuran agama Islam dari virus Wahabi. Ingat! NU berdiri tujuan utamanya adalah melawan Neo Khawarij yang berbungkus paham Wahabi. Sedangkan para pembenci NU, mereka timbul dan kemudian tenggelam. Mereka datang dan kemudian pergi terusir dari panggung kemuliaan. Sejarah kelam Neo Khawarij menghancurkan Islam dengan memelintir ajaran2 agama Islam untuk memusuhi sesama saudaranya.

    Mereka memanfaatkan kebodohan orang Awam dengan simbol2 agama dan penampilan2 Shalih. Namun faktanya, para sahabat Nabipun tidak luput dari kejahatan mereka, sehingga Umar, Ustman, dan cucu Nabi akhirnya terbunuh menggunakan dalil2 agama. Sehingga garis keturunan Nabi dari jalur laki2 musnah di muka bumi disebabkan kejahatan Neo Khawarij yang kini berbaju Wahabi. Jangan mudah tertipu simbol2 Islami dan penampilan2 keshalihan, sebab itu memang sengaja digunakan senjata mengelabui orang awam oleh Neo Khawarij untuk mengacaukan dan menghancurkan agama Islam dari dalam.

    “Akhir zaman, nantinya orang berilmu akan dibantah oleh orang yang bodoh.”
    #…………(Dawuh Gus Qoyyum)………….#

    Bedanya NU dan Salafi/Wahabi, FPI, HTI, ialah, kalau NU berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan,
    sedngkan Salafi/Wahabi, berjuang Merusak, Memberontak dan Mendemo Negara yang sudah merdeka. Terbukti Pelaku2 Terorris di Indonesia Berjenggot, Bercelana Cingkrang, Penjahat Berjubah berkedok agama sang pengasong Khilafah.

    #SantriNderekKyaiDanHabaib #SantriNU
    #RijalulAswajaNU #RijalulAnsorNU #NU
    #AswajaNU #GP_AnsorNU #PagarNusaNU
    #BanserNU #FattayatNU #IPPNU #HWMI
    #NahdlatulUlamaBersamaNKRI_Bersatu

    Rijalul Ansor ASWAJA NU

  • KEKURANGAJARAN NU GARIS LURUS DAN SIKAP PARA TOKOHNYA

    KEKURANGAJARAN NU GARIS LURUS DAN SIKAP PARA TOKOHNYA

    Ketika Ilmu Tasawuf Tidak Menyentuh Qalbu Mereka

    KEKURANGAJARAN NU GARIS LURUS DAN SIKAP PARA TOKOHNYA

    Oleh: Ahmad Muntaha AM*

    Atas tindakan kurang ajar FP NU Garis Lurus terhadap Pondok Lirboyo, mengharamkan mengikuti Pondok Lirboyo, saya telah mencoba komunikasi, tanya via chat WhatsApp kepada beberapa tokoh NU Garis Lurus.

    Pak Ustad Idrus Ramli (Idrus Ramli) saya tanya bilangnya tidak tahu. Pak Gus Luthfi Basori masih diam saja, belum respon.

    Hemat saya Pak Luthfi Bashori⁩, Pak Yahya, Pak Idrus, dan tokoh NU Garis Lurus Lainnya, semestinya membuka secara terang-terangan siapa admin akun FP NU Garis Lurus sebenarnya yang telah melakukan kekurangajaran itu. Kalau tidak tahu, harus berupaya serius mencari tahu sampai ketemu, SDM mereka sangat cukup untuk melakukannya dan disowankan ke Pondok Lirboyo secara baik-baik. Sebab merekalah tokoh-tokohnya yang lebih tahu jaringan-jaringan mereka sebenarnya.

    Istilah dan komunitas NU Garis Lurus terpelihara sampai sekarang merupakan jariyah mereka.

    Entah jariyah baik atau buruk.

    Kita tunggu benar-benar i’tikad baik, keseriusan sikap dan tanggung jawab dari tokoh-tokohnya ini.

    Ini benar-benar menjadi catatan merah bagi berbagai ‘dakwah’ dan propaganda mereka, sekarang dan di waktu-waktu yang akan datang. (*)

    *TIM MEDIA PAC GP ANSOR RENGEL*

  • RAPAT KOORDINASI PC GP ANSOR MOJOKERTO RAYA

    RAPAT KOORDINASI PC GP ANSOR MOJOKERTO RAYA

    Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota & Kabupaten Mojokerto menggelar rapat persiapan teknis acara memperingati Haul Sahabat Riyanto (Alm) ke 19 di Kantor PCNU Kab.

    SORBANSANTRI.COM

  • Cara menghadapi tanggapan buruk mengenai status di sosmed

    Cara menghadapi tanggapan buruk mengenai status di sosmed

    InfokomBanserNU-Jangan mudah terprovokasi dengan tanggapan diinternet seperti gambar ini. karena hal seperti ini bisa terindex mesin pencarian, akibatnya bisa terindex jelek di internet.
    Kita manfaatin hastag (#) untuk identifikasi dan memasukkan mereka pada database hastag tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    salah satu contoh tanggapan buruk tentang banser


    Tujuannya jika ada orang yang terkena hastag, akan lebih mudah pengelompokan data buat zona hastag tersebut.
    catatan : BUKANKAH TAG ADALAH YANG PALING PENTING BUAT SEO AGAR MUDAH DI IDENTIFIKASI MESIN PENCARIAN? CONTOHNYA GOOGLE

  • Inilah yang diindex google tentang NU

    Inilah yang diindex google tentang NU

    Infokom Banser NU -Sahabat-sahabat… Dalam menanggapi berita, kita jangan mudah terpancing terprovokasi dengan pemberitaan negatif yang beredar di dunia maya. Baik itu dari FB, Instagram, Twitter, dll. Kita lawan mereka dengan kearifan Kiai.. Ciri-ciri Santri.. dengan cara Posting hal yang membangun citra NU di internet. Tetap semangat menjaga Aqidah ASWAJA dan NKRI.

    https://youtu.be/STWuPfeXZUM
    saatnya pintar dan bijak menanggapi berita
  • Mimpi Mbah Hasyim Asy’ari

    Mimpi Mbah Hasyim Asy’ari

    SEORANG pemuda dari Jombang sedang nyantri di Kademangan, Madura. Tugasnya mengurusi kuda milik sang guru, Syeikhona Khalil. Alhasil kesempatannya mengaji pun tak terlampau banyak.

    Suatu hari, Syeikhona kerawuhan tamu dari tanah Jawa; seorang kiai yang santrinya masih berjumlah puluhan. Setelah diajak duduk sambil menikmati suguhan, tamu tersebut mengutarakan keperluannya pada tuan rumah–yang mulia.

    “Mbah Kholil, niat saya yang pertama datang ke sini adalah ingin silaturahim, dan yang kedua, hendak menikahkan putri saya. Berhubung dia sudah dewasa, kiranya patut saya carikan jodoh, apalagi usia saya juga sudah di ambang pintu ajal. Tak lama lagi Allah pasti memanggil jiwa saya, Mbah. Jika ada calonnya, saya mohon petunjuk dan izin untuk mencarikan.”

    Tanpa berpikir panjang, Mbah Kholil langsung memanggil santrinya yang sedang mengurusi kuda–di belakang rumah.

    “Hasyim..!”

    Demi mendengar suara gurunya memanggil, si santri langsung lari terbirit-birit menghadap sang guru.

    “Dalem, Mbah Kholil. Panjenengan memanggil saya?”
    “Iya.”

    Tanpa banyak tanya lagi, pemuda Hasyim langsung diam merunduk. Lalu Syeikhona berkata pada tamu beliau.

    “Ini dia calon yang kamu cari itu, yang akan meneruskan perjuanganmu nanti.”

    Si tamu pun terkejut bukan kepalang. Tak sanggup berpikir sambil bergumam dalam hatinya,

    “Apa iya sih santri mblasaken seperti ini yang akan mengurusi pesantrenku? Aku tidak yakin bila anak ini banyak ilmunya.”

    Saat bersamaan, santri Hasyim pun terkejut pula sambil berkata dalam hatinya, “Apa iya Mbah Kholil tega akan menjodohkan saya dengan putri seorang ulama yang begitu mulia?”

    “Sudahlah, kamu pulang saja dan siapkan selamatannya di rumahmu. Tiga hari lagi aqad nikah dilaksanakan. Nah, kamu Hasyim, sana kembali ke belakang!”

    Hasyim pun kembali ke tempat tugasnya dengan hati risau, pikiran kacau-balau, dan perasaan galau, sembari bertanya-tanya: ‘Bagaimana saya bisa menjalani ini semua? Kenapa guru tidak memberi tahu saya sebelumnya atau paling tidak menawarkannya terlebih dahulu?’

    Gundah gulana, bimbang, ragu, dan bingung terus berkecamuk dalam pikiran Hasyim. Pada saat seperti itulah inayah Allah ditampakkan kepadanya. Ia teringat suatu hari saat Syeikhona sedang mulang kitab dan menurunkan dawuh:

    “Sesiapa di antara kalian yang ingin tercapai hajatnya, maka bacalah selawat Nariyah sebanyak mungkin, pada waktu ijabah yang sangat dianjurkan, yaitu setelah separuh malam hingga menjelang Subuh.”

    Tengah malam itu juga, Hasyim melaksanakan apa yang pernah diucapkan Syeikhona. Menjelang Subuh ia keboboan. Kala itulah hal ajaib terjadi dalam mimpinya. Ia bertemu Imam al-Bukhari ra yang mengajarkan padanya hadis Shahih selama empatpuluh tahun. Manakala terjaga, Hasyim tertegun atas mimpi mistikal yang ia alami.

    Pada malam kedua, hal yang sama terjadi lagi. Kali ini dalam mimpinya, Hasyim mendaras ilmu pada Imam as-Syafi’i yang kemudian mengajarkan padanya ragam kitab fikih dari empat madzhab: Syafi’i, Hanafi, Maliki dan Hanbali, juga selama empatpuluh tahun.

    Pada malam ketiga, ia kembali bermimpi dan mengaos ilmu dengan Imam al-Ghazali dan Syeikh Junayd al Baghdadi, yang mengajarkan padanya puspragam kitab tasawuf selama empatpuluh tahun. Ketiga mimpi itu kemudian menyisakan pertanyaan besar dalam pikiran Hasyim: apa makna dari semua mimpi itu.

    Keesokan hari, ia hendak bertanya pada Syeikhona namun sudah tidak ada kesempatan lagi, kerana justru ia malah disuruh bergegas menuju rumah calon mertuanya–guna melangsungkan aqad nikah.

    Guru-murid ini pun berangkat. Setiba di tempat tujuan, aqad nikah langsung digelar. Sejak kedatangan hingga kemudian hendak pulang, Syeikhona sama sekali tak berkata apa pun, kecuali saat akan berpamitan.

    “Hasyim, kamu jangan nyelewang-nyeleweng ya! Ibadah ikut yang dicontohkan Nabi Saw melalui ulamanya, dan ikutilah ulama Allah agar selamat. Allah pasti bersamamu.”

    “Inggih, Mbah. Sendiko dawuh,” jawab Hasyim dalam manjura.

    Sementara kepada mertua Hasyim, Syeikhona bertitah.

    “Jangan ragu dengan Hasyim! Dia sudah mengaji 120 tahun lamanya.”

    Semua hadirin nampak kebingungan. Santri yang baru saja menikah di hadapan mereka belum lagi mencapai usia limapuluh tahun. Hasyim juga tak kalah ngungun. Bagaimana mungkin gurunya tahu perihal mimpi mistikalnya. Tak peduli dengan itu semua, Syeikhona pun kembali ke Bangkalan.

    Esok hari, Hasyim diuji sang mertua. Ia ingin membuktikan sealim apakah menantu yang dijagokan gurunya itu. Ujian membaca kitab pun dihelat di masjid pesantren. Hasyim mulai gugup. Keringatnya panas-dingin. Sementara di tempat biasa mertuanya duduk, sudah disediakan dua kitab tafsir dan hadis. Di tempat yang sama, Hasyim juga dipersilakan duduk.

    Ujian ini jadi kian menakjubkan kala Hasyim langsung membaca dengan fasih, hafal luar kepala, serta membahas laiknya para masyayikh yang sudah kenyang dengan segudang ilmu–tanpa memegang bahkan membuka dua kitab tersebut. Tanpa kesalahan sama sekali.

    Para ustadz dan santri senior yang semula tak yakin dengan kemampuan Hasyim, seketika takjub. Begitu pun mertuanya yang mengintip dari celah jendela rumahnya. Sedari hari itu hingga seterusnya, Hasyim muda beroleh tugas mulang semua kitab klasik dari pelbagai cabang ilmu tradisional Islam. Di depan namanya lantas tersematlah satu kata baru: Kiai Hasyim Asy’ari. Karomah ini pula yang kelak memunculkan gelar baru di depan nama Beliau setelah mendirikan Pesantren Tebuireng: Hadratus Syeikh (maha guru)

    Demikianlah sekelumit kisah karomah Syeikhona Kholil Bangkalan yang diterima Hadratus Syeikh, dan masih banyak lagi karomah Beliau yang dialami dan disaksikan para santrinya yang lain.

    Semoga Allah senantiasa mengalirkan tetesan berkah dan manfaat dari kehidupan beliau-beliau yang mulia, kepada kita dan anak cucu. #Aamiin #Yaa #Robbal ‘#Aalamiin . Lahumul #Faatihah …

    Copas by LTNU Turen

  • Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Infokom Banser-Mr Angin puting beliung menerjang Dua Desa di Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya puluhan rumah, warung dan kandang milik warga rusak.

    Pantau di lokasi, puluhan atap rumah di dua Desa yakni Desa Mojogebang dan Mojowiryo berterbangan. Sejumlah pohon tumbang, kandang sapi milik warga rubuh serta warung milik warga rusak akibat diterjang angin puting beliung.

    Tak hanya itu, atap kantor balai desa Mojogebang juga nampak mengalai kerusaka lumayan parah.

    https://www.youtube.com/watch?v=KJd2zOZaHXk
    Detik-detik Angin puting beliung menerjang Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto

    Menurut keterangan warga, kejadian angin puting beliung terjadi pada Rabu (27/11/19) sekitar pukul 13.00 WIB.
    Saat itu, dirinya bersama sang suami sedang berada didalam rumah. Dengan tiba tiba angin kencang datang dengan cepat disertai hujan.
    .
    . ” Anginnya tadi dari Selatan ke Utara. Tiba-tiba terdengar angin kencang, kejadiannya begitu cepat. Kami kaget dan langsung lari berhamburan keluar rumah, atap rumah sudah beterbangan,” ungkaya.

    Hingga sampai saat ini warga sekitar di Dua Desa di Kecamatan Kemelagi masih berupaya membersihkan puing puing atap dan saling bergotong royong membantu rumah warga yang rusak akibat di terjang angin. (infokom banser mr)

  • RAPAT PERSIAPAN DIKLAT DIROSAH ULA PC LMDS RIJALUL ANSOR KAB. MOJOKERTO

    RAPAT PERSIAPAN DIKLAT DIROSAH ULA PC LMDS RIJALUL ANSOR KAB. MOJOKERTO

    Pada hari Selasa, 22 Nopember 2019 PC LMDS Rijalul Ansor Kab. Mojokerto di Aula Wisma NU PCNU Kab. Mojokerto, mengadakan rapat persiapan Diklat Dirosah Ula yang dihadiri oleh Pengurus Harian PC GP Ansor, PC LMDS RA & PAC LMDS RA se-Kab. Mojokerto.

    Diklat tersebut bertujuan untuk menguatkan faham ASWAJA NU di kalangan generasi-generasi Muda NU di Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM