Tag: sorbansantri

  • Filter ‘Musim Semi’ dari SorbanSantri Raih Sukses Global dalam Waktu Singkat

    Filter ‘Musim Semi’ dari SorbanSantri Raih Sukses Global dalam Waktu Singkat

    Berita Video

    Sorbansantri.com- Filter efek buatan anak negeri, “Musim Semi,” yang digarap oleh Tim Kreatif SorbanSantri telah mencetak prestasi luar biasa sejak diluncurkan pada 6 Juni 2024. Hingga laporan terakhir pada 9 Juni 2024, filter ini telah mendapatkan penayangan sebanyak 1,866,615 kali dan digunakan oleh 9,134 kreator unik dari berbagai negara, termasuk Pakistan, Indonesia, Thailand, Amerika Serikat, dan Brazil.

    SORBANSANTRI.COM

    Filter “Musim Semi” memiliki ciri khas yang memikat dengan latar belakang bunga sakura yang indah, serta dilengkapi dengan make up natural yang mempercantik tampilan wajah maupun tubuh secara keseluruhan. Efek ini sangat cocok digunakan untuk berbagai jenis konten, mulai dari selfie hingga video full body, memberikan hasil yang elegan dan menawan.

    Tak hanya memperindah tampilan, filter “Musim Semi” juga dijamin membuat konten Anda tampil di halaman For You Page (FYP). Inilah yang menjadikannya pilihan favorit di kalangan kreator konten. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencoba filter ini dan rasakan pesonanya. Klik link berikut untuk menggunakan filter “Musim Semi” sekarang: Musim Semi. Ayo, buat konten Anda semakin menarik dengan sentuhan musim semi yang mempesona! (AI Sorban)

    @beritasorban Tim kreatif SorbanSantri baru saja meluncurkan filter efek terbaru mereka, "Musim Semi," pada 6 Juni 2024, dan hasilnya luar biasa! Dalam waktu hanya beberapa hari, filter ini telah ditayangkan sebanyak 1,866,615 kali dan digunakan oleh 9,134 kreator unik dari seluruh dunia, termasuk Pakistan, Indonesia, Thailand, Amerika Serikat, dan Brazil. Filter ini menampilkan latar belakang bunga sakura yang mempesona dan dilengkapi dengan make up natural yang mempercantik tampilan wajah maupun tubuh. Cocok untuk segala jenis konten, dari selfie hingga video full body, filter "Musim Semi" dijamin membawa konten Anda ke halaman For You Page (FYP). Jangan lewatkan kesempatan untuk membuat konten Anda semakin menarik dan viral! Gunakan filter "Musim Semi" sekarang melalui link dikolom komentar. Ayo, tunjukkan kreativitas Anda dengan sentuhan musim semi yang indah! #MusimSemiFilter #SorbanSantri #KreatorKonten #FYPGuaranteed #SpringEffect #ViralFilter #AnakNegeri #TikTokFilter #NaturalMakeup #SakuraBackground #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli Sorban Santri
  • Fakta-fakta Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang

    Fakta-fakta Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Depok di Subang

    wp.sorbansantri.com – Pada Sabtu, 11 Mei 2024, terjadi kecelakaan maut yang melibatkan bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. Kejadian tragis ini menimbulkan kehilangan nyawa sebanyak 11 orang. Berikut adalah beberapa fakta terkait kecelakaan ini:

    1. Kronologi Kecelakaan:
      • Kecelakaan terjadi sekitar pukul 18.45 WIB.
      • Bus Trans Putera Fajar (nomor polisi AD 7524 OG) sedang dalam perjalanan dari arah selatan menuju utara.
      • Saat melintasi medan jalan menurun, bus tersebut oleng ke kanan dan menabrak mobil Daihatsu Feroza D 1455 VCD serta beberapa sepeda motor.
      • Bus akhirnya berhenti setelah menabrak tiang di bahu jalan dari arah Subang menuju Bandung.
    2. Korban Jiwa:
      • Total 11 korban meninggal dunia terdiri dari sembilan pelajar, satu guru, dan satu pengendara motor yang menjadi korban dalam kecelakaan tragis ini.
      • Para korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

    Kecelakaan ini mengingatkan kita akan pentingnya kehati-hatian dan keselamatan di jalan raya. Pengemudi, baik pribadi maupun dalam kapasitas profesional seperti sopir bus, harus senantiasa memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat. Pemeriksaan rutin terhadap kendaraan dapat menghindarkan dari potensi kegagalan teknis yang dapat menyebabkan kecelakaan berbahaya.

    Selain itu, kesadaran akan pentingnya penggunaan sabuk pengaman, kecepatan yang aman, dan ketegasan dalam mengikuti peraturan lalu lintas juga merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan bersama di jalan raya.

    Kami berharap agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Semoga tragedi ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan dalam berkendara. (AI Sorban)

  • KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    KHR. As’ad Syamsul Arifin, Wali Qutub dari Situbondo

    wp.sorbansantri.com – Tidak ada yang menyangka, ternyata Mursyid 13 thariqah dan ulama besar NU ini adalah seorang Wali Qutub (pimpinannya para wali). Berikut adalah kesaksian dari Kyai Mujib, putera KH. Ridwan Abdullah pencipta lambang NU.

    Kyai As’ad laksana samudera tak bertepi. Beliau semakin didekati kian bertambah tidak kelihatan. Saya sangat berpengalaman. Bahkan saya pernah mencium seluruh tubuhnya, kecuali yang memang tidak boleh.

    Setelah saya pijat selama hampir 3 jam, beliau tertidur sangat pulas. Saya ciumi sekujur tubuhnya, dari ujung kepala sampai telapak kaki. Saya tidak mendapatkan bau apa-apa. Sampai hati saya berkata, “beliau ini ada atau tidak ada? Apakah ini orang yang dikatakan sudah berada di maqam fana?”

    Hampir 20 tahun saya hidup bersama beliau. Tambah dekat dan tambah lama, semakin tidak kelihatan, sulit ditebak. Saya baru diberi tahu dan mengerti, baru yakin siapa beliau ini, setelah saya sampai di Madinah tahun 1987 saat ditunjuk sebagai petugas haji oleh pemerintah. Sebelum berangkat haji, saya pun minta izin ke beliau.

    “Pak Mujib, pergi haji Sampean ini sunnah tapi sampai (datang) ke Haramain tahun ini wajib (fardhu kifayah). Kalau Sampean tahun ini tidak datang ke tanah Haram, dosa Sampean besar,” kata Kyai As’ad.

    “Kenapa?” tanyaku.

    “Jawabnya nanti di sana, bukan di sini,” kata Kyai As’ad.

    “Namun Sampean jangan berkecil hati. Sampean saya pinjami ijazah. Setelah pulang, ijazah tersebut harus dikembalikan. Tidak boleh dipakai terus,”

    “Kalau saya sudah hafal bagaimana, Kyai?” tanyaku.

    “Ya terserah, kalau Sampean jadi bajingan,”

    Sampai larut malam, saya tidak diperbolehkan pulang. Saya disuruh pulang besok pagi. Tapi ijazah itu, tidak ‘dipinjamkan’ sampai saya tertidur. Ternyata, dalam tidurku itu saya ditalqin ijazah. Lalu saya ditanya apakah masih punya wudhu. Saya jawab, masih punya. Baru kemudian saya ditalqin.

    Menjelang Shubuh saya pun terbangun. Ternyata di bawah bantal ada secarik kertas yang ditulis oleh Kyai As’ad. Bunyinya persis seperti ijazah dalam tidur tadi. Mungkin beliau takut saya lupa.

    Setelah saya pulang dari haji, beliau sudah ada di rumah saya ingin mengambil ijazah itu.

    “Saya tidak minta oleh-olehnya, Pak Mujib. Hanya saja ijazah itu harus dikembalikan,” kata Kyai As’ad. Mungkin, ijazah itu takut disalahgunakan.

    Alhamdulillah saya berhasil menunaikan ibadah haji. Ada beberapa peristiwa yang saya alami, yang hanya bisa saya ceritakan kepada Kyai As’ad. Semuanya saya ceritakan. Lalu saya bertanya:

    “Ada satu Kyai, yang menyangkut Panjenengan,”

    “Lho, sampean ke sana mau ngurus saya juga ya?” tanya Kyai As’ad dengan nada marah.

    Saya pun dimarahi oleh beliau. “Sampean ke sana dengan saya pinjami ijazah segala, jadi ngobyek saya juga ya? Kurang ajar Sampean ini!” katanya agak marah.

    “Ya tidak begitu, Kyai. Masa saya sudah ikut Panjenengan hampir 20 tahun, kok tidak tahu siapa sebenarnya Panjenengan?” jawabku.

    “Lha iya, Sampean ngobyek, ingin tahu saya. Apa hasilnya?”

    “Saya disuruh membacakan ayat di hadapan Panjenengan!”

    “Ayat apa?” tanya Kyai As’ad.

    “Ayat al-Quran. Dengan syarat, kalau Panjenengan mau. Kalau tidak mau ya tidak usah!” jawabku.

    “Mana ada kyai yang tidak mau dibacakan al-Quran? Gila Sampean ini!” kata Kyai As’ad.

    “Lha wong ‘Bos’ di sana bilang begitu, Kyai,” kata saya melucu.

    Ceritanya, sewaktu di tanah Haramain saya bertemu ‘Bos’. Kata Bos: “Kalau Kyai As’ad tidak mengaku siapa sebenarnya beliau, bacakan ayat ini. Dengan catatan beliau harus mau.”

    “Kalau tidak mau, ya saya tidak akan pernah tahu siapa Kyai As’ad,” jawabku. Karena itu saya pun mendesak ‘Bos’ itu.

    Lalu ‘Bos’ berkata: “Ya… tidak maunya itu ngakunya!”

    Saya lalu membacakan ayat yang dimaksud di hadapan Kyai As’ad:

    ﻓَﻜَﻴْﻒَ ﺇِﺫَﺍ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺑِﺸَﻬِﻴﺪٍ ﻭَﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻚَ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﺆُﻟَﺎﺀِ ﺷَﻬِﻴﺪًﺍ

    “Maka bagaimana jika Kami mendatangkan saksi dari setiap umat dan Kami mendatangkanmu sebagai saksi atas mereka?” (QS. an-Nisa ayat 41).

    Belum selesai saya membaca ayat tersebut, beliau menangis sejadi-jadinya, menjerit sampai bercucuran air mata. Inilah pengakuan yang tidak bisa dihindari. Saya tembak di tempat dengan resep ‘Bos’ tadi. Ya, jangan tanya siapa ‘Bos’ tersebut.

    Saya tunggu. Beliau nangis hampir satu jam, itu pun masih terisak-isak seperti anak kecil. Lalu saya diajak salaman. Ketika saya mau mencium tangan beliau, tidak diperbolehkan.

    “Kali ini Sampean tidak saya izinkan mencium tangan saya,” kata Kyai As’ad masih dalam keadaan terisak.

    Saya pucat. “Wah, haji saya kali ini mardud (tertolak),” begitu dalam benak saya. Mengapa? Sebab saya telah membuka rahasia besar, yang di dunia ini orangnya hanya satu. Wali Quthub ini, di dunia hanya satu. Itu rahasianya saya buka, walaupun saya disuruh ‘Bos’.

    “Pak Mujib, apa Sampean tidak keberatan belas kasihan sama saya. Saya minta belas kasihan Sampean. Saya minta belas kasihan Sampean agar jangan sampai ngomong kepada orang lain selama saya masih hidup, siapa diri saya ini!” Pinta Kyai As’ad kepadaku.

    Kagem Panjenengan”ipun, LahumAlFatihah

    بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {١} الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٢} الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ {٣} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ {٤} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ {٥} اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ {٦} صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّينَ {٧}

    اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ

    وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ في كل لمحة ونفس بعَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

  • PENGAMANAN DAWUHAN BERSHOLAWAT DAN HALAL BI HALAL

    PENGAMANAN DAWUHAN BERSHOLAWAT DAN HALAL BI HALAL

    Banjarnegara, 6 Mei 2024 – Sorbansantri.com

    Sebuah acara yang meriah dan sarat makna keagamaan digelar di Lapangan Sepakbola Dawuhan, Banjarnegara pada tanggal 6 Mei 2024. Acara yang bertajuk “Pengamanan Dawuhan Bersholawat dan Halal Bi Halal” ini berhasil menyatukan puluhan ribu santri dari berbagai pesantren di sekitar wilayah Banjarnegara.

    Dengan dimulainya acara pada pukul 18:30, suasana lapangan seketika dipenuhi dengan semangat dan kekhusyukan dari para peserta. Acara ini tak hanya dihadiri oleh santri, namun juga dijaga ketat oleh 70 personil Banser (Barisan Ansor Serbaguna) untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama berlangsungnya acara.

    “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa dari para santri dalam mengikuti acara ini. Semoga kegiatan ini dapat menjadi wahana silaturahim yang mempererat tali persaudaraan di kalangan santri,” ujar Mudzakki Mabrur S.H, pengisi acara dari Ponpes Al Fatah, yang turut hadir dalam acara tersebut.

    Laman: 1 2

  • Pria China 4.600 Ponsel, Bisnis Penonton Palsu Live Streaming, Dihukum Penjara

    Pria China 4.600 Ponsel, Bisnis Penonton Palsu Live Streaming, Dihukum Penjara

    wp.sorbansantri.com – Seorang pria di China telah menciptakan sensasi dalam dunia live streaming dengan tindakan yang sangat tidak masuk akal. Dengan mengoperasikan tidak kurang dari 4.600 ponsel, pria ini berhasil meningkatkan jumlah penonton dalam video live streaming secara drastis. Kehebohan ini tidak hanya mencuat karena angka yang fantastis dari jumlah ponsel yang digunakan, tetapi juga karena dampak ekonomi yang signifikan yang dihasilkannya.

    Pada Selasa, 7 Mei 2024, media detikFinance dari SCMP melaporkan bahwa pria tersebut berhasil menghasilkan uang sebesar US$ 415.000 atau sekitar Rp 6,6 miliar hanya dalam waktu kurang dari 4 bulan. Namun, bisnis yang dilakukannya ternyata tidak legal. Hasil investigasi mengungkap bahwa pria ini menggunakan ponsel-ponsel tersebut untuk menambah jumlah penonton secara tidak wajar, dengan mengirimkan sinyal palsu ke server live streaming yang membuatnya terlihat seolah-olah ada ribuan penonton yang aktif.

    Laman: 1 2

  • KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI

    KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI

    Malaikat Jibril AS:

    ”Wahai Rasulullah, Barang siapa yang membaca shalawa keatasmu, tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan aku bimbing tangannya dan akan aku bawa di melintasi titian (Shirathal Mustaqim) seperti kilat menyambar”.

    @beritasorban

    KISAH DAHSYATNYA SHOLAWAT NABI Malaikat Jibril AS: ”Wahai Rasulullah, Barang siapa yang membaca shalawa keatasmu, tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan aku bimbing tangannya dan akan aku bawa di melintasi titian (Shirathal Mustaqim) seperti kilat menyambar”. Baca selengkapnya https://wp.sorbansantri.com/kisah-dahsyatnya-sholawat-nabi/ sorbansantri beritasorban sholawat #hikmah

    ♬ suara asli – Sorban Santri – Sorban Santri

    Malaikat Mikail AS:

    ”Ya Rasulullah, mereka yang bersholawat keatasmu, akan aku beri mereka itu minuman dari telagamu”

    Malaikat Isrofil AS:

    ”Mereka yang bershalawat kepadamu, aku akan sujud kepada Allah SWT dan aku tidak akan mengangkat kepalaku, sehingga Allah SWT mengampuni orang itu (yang bershalawat)”.

    Malaikat Izrail AS:

    ”Bagi mereka yang bershalawat kepadamu, akan aku cabut ruh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut ruh pada Nabi-nabi”.

    Allahumma Sholli ”Alla Sayyidina Muhammad Wa’Alaa Ali Sayyidina Muhammad.

    Kutipan dari kitab: Kifayatul Atqiya.

    Laman: 1 2 3

  • PERJUANGAN GUS DUR MENEMUKAN MAKAM SYAIKH ABDULLOH QUTHBUDDIN WONOSOBO

    PERJUANGAN GUS DUR MENEMUKAN MAKAM SYAIKH ABDULLOH QUTHBUDDIN WONOSOBO

    wp.sorbansantri.com – Di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terdapat sebuah makam kuno. Konon, makam tersebut bersemayam jasad seorang tokoh pembawa alirah Tarekat Naqsbandiyah pertama kali di tanah Jawa. Syekh Abdullah Qutbudin namanya. Dia berasal dari Iran. Menyebarkan Islam dengan membawa bendera tarekat yang kemudian menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa. Bahkan diyakini, Candirejo sendiri merupakan desa Islam pertama di Jawa karena kedatangan Syekh Abdullah Qutbudin ini.

    Belum ada penelitian ilmiah yang mengupas Syekh Abdullah Qutbudin ini. Siapa dirinya, bagaimana sepak terjangnya dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa, khususnya di Wonosobo. Hingga kini, cerita tentang tokoh tersebut masih dari mulut ke mulut.

    Sejak dikunjungi Gus Dur, makam Syekh Abdullah Qutbudin mulai ramai peziarah. Gus Dur yang menemukan makam tokoh yang bersejarah dalam perkembangan Islam di Jawa ini. Menurut cerita KH Chabibullah Idris, ulama terkenal di Wonosobo, Gus Dur tahun 1994 meminta dirinya untuk menemani mencari makam Syekh Abdullah Qutbudin yang berada di Candi.

    Laman: 1 2 3 4 5 6 7

  • Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    Menggali Hikmah dari Sidang Cerai, Teuku Ryan dan Ria Ricis: Menyuarakan Perlindungan Anak di Era Konten Digital

    wp.sorbansantri.com – Ketegangan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis telah memunculkan sorotan baru dalam ranah hiburan Indonesia, menyoroti isu sensitif tentang penggunaan anak dalam konten media sosial. Konflik ini, yang awalnya terjadi karena perbedaan pandangan tentang batasan penggunaan anak dalam konten, akhirnya mengakibatkan retaknya rumah tangga mereka. Namun, di balik drama perceraian ini, terselip hikmah yang mengingatkan kita akan pentingnya perlindungan anak di era digital.

    Perdebatan antara Teuku Ryan dan Ria Ricis mencerminkan dilema yang lebih besar dalam industri konten digital, di mana penggunaan anak dalam konten media sosial seringkali menjadi kontroversi. Ryan, yang dikenal sebagai advokat anak, menegaskan pentingnya menghormati hak anak untuk privasi dan perlindungan dari eksploitasi. Sementara itu, Ricis cenderung melihat anak sebagai alat untuk popularitas dan pendapatan.

    Laman: 1 2

  • Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    Tutupnya Pabrik Sepatu Bata Memunculkan Gelombang Nostalgia di Media Sosial

    wp.sorbansantri.com – Pabrik Sepatu Bata yang telah menjadi bagian dari pemandangan Purwakarta selama 30 tahun terakhir akhirnya ditutup. Keputusan ini, diumumkan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEK), telah mengundang sorotan luas. Namun, yang paling mencolok adalah gelombang nostalgia yang muncul di kalangan netizen, khususnya mereka yang merasa terhubung dengan merek ini sejak masa SD.

    Berita penutupan ini menyentuh hati banyak orang, karena Sepatu Bata bukan hanya sekadar sepatu biasa. Merek ini adalah bagian tak terpisahkan dari kenangan masa kecil bagi banyak orang. Setiap pasang sepatu Bata mewakili lebih dari sekadar alas kaki; ia mengingatkan pada petualangan, persahabatan, dan belajar di masa sekolah dasar.

    Desain yang sederhana namun elegan, serta kualitas yang teruji, menjadikan sepatu Bata pilihan favorit di kalangan pelajar. Terlebih lagi, setiap awal tahun ajaran baru, sepatu Bata menjadi simbol kebanggaan bagi banyak anak-anak. Mereka tidak hanya merasa siap untuk belajar, tetapi juga merasa bangga dengan langkah mereka yang diawali dengan sepatu Bata.

    Laman: 1 2

  • Kecanduan Game Online: Kakak Beradik di Jember Terjebak dalam Labirin Gangguan Jiwa

    Kecanduan Game Online: Kakak Beradik di Jember Terjebak dalam Labirin Gangguan Jiwa

    wp.sorbansantri.com – Dua kakak beradik dari Jember, Erna (17) dan Syahrul (15), mengalami nasib tragis setelah terjerat dalam lingkaran kecanduan game online yang menghantui. Kedua remaja tersebut, yang dulunya penuh semangat dan keceriaan, kini terjerat dalam kondisi yang memprihatinkan, terkena gangguan jiwa yang mengubah hidup mereka secara drastis.

    Kecanduan game online telah menyebabkan Erna dan Syahrul terperangkap dalam pola perilaku yang merugikan, di mana mereka menghabiskan waktu berjam-jam tanpa henti di depan layar hape, mengabaikan segala hal yang seharusnya lebih penting dalam kehidupan mereka. Bahkan, kecanduan ini telah mengakibatkan mereka kehilangan identitas diri, tidak lagi mengenali keluarga dan lingkungan sekitarnya.

    Kondisi kesehatan mental keduanya semakin memburuk, dengan gejala depresi berat yang menghantui setiap langkah mereka. Sang ibu, Komariah, merasakan kepedihan yang mendalam melihat anak-anaknya mengalami penderitaan ini. “Sudah gak kenal saya. Dia bilang siapa kamu? Saya Ibu mu, dia bilang gak punya Ibu. Ke bapaknya juga gitu, dia udah tidak kenal,” ujarnya dengan kesedihan yang mendalam.

    Laman: 1 2 3