Tag: sorbansantri

  • Abu Nawas Syahdan di Sholati Imam Syafi’i

    Abu Nawas Syahdan di Sholati Imam Syafi’i

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Abu Nawas Syahdan, Abu Nawas dikenal sebagai orang yang gemar berbuat maksiat dan agak gila. Dia gemar minum khamer hingga dia mendapat julukan Penyair Khamer. Abu Nawas pernah membuat syair “Biarkan masjid diramaikan oleh orang-orang yang rajin ibadah Kita di sini saja, bersama para peminum khamer, dan saling menuangkan Tuhanmu tidak pernah berkata, ‘Cilakalah para pemabuk.’ Tapi Dia pernah berkata, ‘Cilakalah orang-orang yang shalat.’”.

    Gara-gara syairnya ini, Khalifah Harun Ar-Rasyid marah dan ingin memenggal leher Abu Nawas. Tapi, ada orang yang mengatakan kepada Ar-Rasyid: “Wahai Amirul Mukminin, para penyair mengatakan apa-apa yang tidak mereka lakukan. Maafkanlah dia (Abu Nawas).”Menurut satu riwayat, ketika Abu Nawas meninggal dunia, Imam Syafi’i tidak mau menshalati jenazahnya.

    Namun, ketika jasad Abu Nawas hendak dimandikan, di kantong baju Abu Nawas ditemukan secarik kertas bertuliskan syair berikut ini:“Wahai Tuhanku, dosa-dosaku terlalu besar dan banyak Tapi aku tahu bahwa ampunan-Mu lebih besar Jika hanya orang baik yang boleh berharap kepada-Mu, kepada siapa pelaku maksiat akan berlindung dan memohon ampunan?

    Aku berdoa kepada-Mu, seperti yang Kau perintahkan, dengan segala kerendahan dan kehinaanku Jika Kau tampik tanganku, lantas siapa yang memiliki kasih-sayang? Hanya harapan yang ada padaku ketika aku berhubungan dengan-Mu Dan keindahan ampunan-Mu Dan aku pasrah setelah ini. Setelah membaca syair tersebut, Imam Syafi’i menangis sejadi-jadinya. Dia langsung menshalati jenazah Abu Nawas bersama orang-orang yang hadir.

    Bukan hak-ku, bukan hak-mu, dan bukan hak siapapun menghukum orang lain sebagai pendosa…
    (abi sorban)

  • ANDA TAHU SIAPA ITU MUSTAFA KEMAL ATATURK?

    ANDA TAHU SIAPA ITU MUSTAFA KEMAL ATATURK?

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Dialah Presiden Pertama dari Republik Turki Sekuler. Dia-lah dalang di balik kacaunya Khilafah Utsmani sampai Khilafah Utsmani harus runtuh pada 3 Maret 1924. Dan ketika Mustafa Kemal Ataturk berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama dalam dunia Islam. Dia memerintah dengan tangan besi.
    Habis semua umat Islam dalam genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat Islam yg menghendaki agar Khilafah Utsmani kembali menghiasi bumi Islambul.
    Mustafa Kemal juga yg menghapus segala bentuk hukuman syariah. Dia yang menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, hukum qishosh bagi pembunuh, lalu digantinya dengan hukuman penjara.
    Tak hanya itu, Mustafa Kemal juga menghapus hukum waris, menyamaratakan ahli waris laki2 dengan ahli waris perempuan, menghapus hukum hijab bagi muslimah, mengubah Masjid Aya Soffia menjadi museum, kalimat adzan diganti menjadi bahasa Turki, menggalakkan minum minuman khomer di tempat umum, dan menjadikan majelis-majelis ilmu kemudian menggantinya dgn tempat2 lokalisasi pelacuran dan diskotik.
    Tak hanya mengubah sistem pemerintahan Turki yg Islami menjadi sekuler, Mustafa Kemal juga memiliki sifat sombong sebagaimana Fir’aun.
    Dalam suatu kesempatan, Mustafa Kemal berpidato dihadapan para tentara eks tentara Khilafah. Dalam pidatonya itu, Mustafa Kemal membanggakan dirinya, dengan berkata
    “Kini sekarang siapa yg berkuasa, aku atau Tuhan ?”
    Dengan perasaan takut, para tentara itu serentak mengucapkan, “Andalah paduka yg kami takutkan sekarang”
    Mendengar jawaban dari para tentara itu, senyum kesombongan mengukir di bibir Mustafa Kemal.
    Tapi semua itu berhenti ketika periode akhir Oktober 1938.
    Saat itu, Mustafa Kemal awalnya menderita penyakit kulit. Namun, Mustafa Kemal menderita penyakit tambahan yakni malaria, lever, dan penyakit kelamin.
    Dokter pribadinya pun memberi salep dan dioleskan di kulitnya yg luka karena garukan dari kukunya.
    DR Abdullah ‘Azzam dalam bukunya Al Manaratul Mafqudah, menjelaskan prosesi ajal Mustafa Kemal Ataturk yg mengerikan, Menurut DR Abdullah ‘Azzam, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti.
    Untuk mengeluarkan cairan dalam tubuhnya, dokterpun menusuk jarum di perutnya, tapi hasilnya perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Wajahnya pun menjadi pucat pasi dan terlihat seperti tengkorak.
    Mustafa Kemal, yg sedang sakit menderita itu, kesehariannya dilingkupi rasa panas yg luar biasa. Bahkan, gatal-gatal dari tubuhnya semakin menjadi-jadi, hingga dia merasa tak tahan lalu menjerit sampai terdengar di seluruh istana.
    Para pekerja istana, sangat ketakutan, ketika Mustafa Kemal sudah menjerit karena kesakitan. Badannya yg panas, hingga melebihi suhu normal, membuatnya tak mau masuk istana.
    Dia minta dibawa ke tengah-tengah laut utk menurunkan suhu tubuhnya. Tapi, suhu tubuhnya selalu naik, dan malah panas.
    Syaikh DR. Sayyid Husein Al Affani, dlm kitabnya Al Jaza Min Jinsil Amal, mengisahkan bahwa sebenarnya Mustafa Kemal sudah mulai menderita kanker hati pada tahun 1936.
    Tapi, anehnya para dokter yg mendiagosa, baru mengetahui Mustafa Kemal terkena kanker hati pada tahun 1938.
    Dan puncaknya, pada pagi hari tanggal 10 November 1938, Mustafa Kemal dinyatakan mati oleh tim dokter. Sakaratul maut yg amat mengerikan bagi pengkhianat dan penghancur Khilafah Utsmani.
    Bahkan, ketika akan proses pemakaman pun, para ulama Turki menolak untuk menyolatkan jenazah busuk Mustafa Kemal.
    Baru dihari ke-9, atas desakan dan permintaan dari adik perempuan Mustafa Kemal, barulah para ulama dan rakyat Turki mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan Mustafa Kemal.
    Tapi, naas, ketika jenazahnya akan dimasukkan ke bumi, jenazahnya terlempar ke atas.
    Para peziarah dibuat repot oleh hal ini, utk para ulama sepakat untuk menimbun jenazah Mustafa Kemal dengan bebatuan di bukit di Ankara.
    Baru setelah 15 tahun matinya Mustafa Kemal, jenazahnya kembali utk dikubur. Tapi lagi-lagi, bumi menolak jenazah Mustafa Kemal. Hingga akhirnya, jenazah Mustafa Kemal dimasukkan ke dalam museum Etnagrafi di Ankara, Turki. Jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer yg bobotnya sampai 44 ton.
    Dan, jika Anda pergi ke museum Etnagrafi di Turki utk melihat makam Mustafa Kemal,
    para pemandu museum pasti akan menyemprotkan parfum yg paling wangi ke pakaian Anda.
    Sebab, jika Anda sudah mendekati makam Mustafa Kemal, pasti akan tercium bau yg lebih busuk dari bangkai. Pihak museum pun mengakui, jika sumber bau busuk itu bukan dari WC atau septictank yg bocor, melainkan di areal makam Mustafa Kemal Attaturk.
    Kisah ini memberikan i’tibar. Seperti kata beberapa ulama, kalau kamu benci dan mencoba menjegal Khilafah, maka kamu akan melawan Allah. Lihat, kematian yg mengerikan menimpa Mustafa Kemal Attaturk, si penjegal dan penghancur Khilafah Utsmani.
    Aroma bau yang terus keluar dari makam Mustafa Kemal, adalah cara Allah memperingatkan kepada siapa saja, yang mencoba sombong dengan kekuasaannya dan melawan syariat-Nya, maka dia akan mendapatkan kematian yg terhina !!!
    Wallahu’alam bisshowwab
    (Emha Ainun Nadjib)
  • JQH NU PAC JETIS di pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO 2021 — 2026

    JQH NU PAC JETIS di pelantikan pengurus MWCNU JETIS MOJOKERTO 2021 — 2026

    Sorbansantri.com –Jamiyyatul qurro wal huffadz (JQH) mengawali prosesi acara pelantikan MWCNU JETIS MOJOKERTO dengan KHOTMIL QUR’AN, yang di mulai ba’da sholat jum’at di aula gedung kantor MWCNU JETIS(05/03/2021), setelah bulan kemarin di adakan konferensi dengan hasil H. USAIL S.Pd.I sebagai ketua tanfidziyah dan KH. SHOLIKIN S.Pd.I sebagai rois.

    Ketua JQH Ustadz SAMAN HUDI Al Hafidz saat di wawancarai team sorban menginformasikan bahwa KHOTMIL QUR’AN di adakan pada prosesi acara pelantikan ini barokahnya mudah mudahan pengurus yang akan di lantik bisa mengemban tugas dan membawa NU lebih baik, barokahnya juga kami tujukan kepada para pendiri NAHDLOTUL ULAMA dan ahli kubur sekecamatan jetis dan mudah mudahan acara pelantikan berjalan lancar

    SORBANSANTRI.COM
    Ustadz SAMAN HUDI Al Hafidz bersama jamaah JQH

    Masih menurut beliau JQH akan mengadakan kegiatan setiap bulan biar semua anggota bisa semakin semangat dan kompak.

    H. SUMARGI selaku ketua panitia ikut menginformasikan bahwa pelantikan periode ini kami awali dengan KHOTMIL QUR’AN setelah sholat jum’at, setelah itu akan di lanjutkan dengan dzikir bersama sekitar jam 21:00wib sampai dini hari, puncak acara di mulai sekitar jam 09:00wib besok pagi, semua peserta dan tamu undangan akan tetap mematuhi protokol kesehatan dan semua sudah di siapkan oleh panitia.

    SORBANSANTRI.COM
    H. SUMARGI ketua panitia bersama sahabatnya

    Untuk tamu undangan dari panitia, perwakilan pengurus PCNU KAB MOJOKERTO, MUSPIKA Kecamatan Jetis, DPRD dari fraksi PKB serta perwakilan BANOM dan LEMBAGA se MWCNU Jetis. (Dikin sorban)

  • Ilmu Ngemis Kui Hakekate Ora Apik

    Ilmu Ngemis Kui Hakekate Ora Apik

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – ilmu ngemis kui Hakekate ora apik kecuali mung Ngemis marang sing kuwoso,

    كَيْفَ يُشْرِقُ قَلْبٌ؛ صُوَرُ الأَكْوانِ مُنْطَبِعَةٌ في مِرْآتهِ¿؟..
    bagaimana hati dapat bersinar, sementara gambar-gambar duniawi tetap terlukis dalam cermin hati itu?

    لم يَخلقْ اللهُ شيئاً أقوى من الدعاء ؛ جَعَلَهُ أقوى حتّى مِن أقْدارِه .

    Tuhan tdk menciptakan sesuatu yg lbh kuat dari doa..membuatnya lbh kuat bahkan melebihi takdirnya..

    رُبَّما وَرَدَتْ عَلَيْكَ الأنْوارُ فَوَجَدَتِ القَلْبَ مَحْشُوّاً بِصُوَرِ الآثارِ فَارْتَحَلَتْ مِنْ حَيْثُ نَزَلَتْ.

    Kadang cahaya-cahaya mendatangimu, namun mereka menemukan hatimu masih dipenuhi dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Maka, cahaya-cahaya itu kembali ketempat semula. Oleh karena itu, kosongkan hatimu dari segala sesuatu selain Allah, maka Allah akan memenuhinya dengan pengetahuan dan rahasia.

    أنْوارٌ أُذِنَ لَها في الوُصولِ وَأَْنوارٌ أُذِنَ لَها في الدُّخولِ.

    Ada cahaya yang hanya diizinkan Allah untuk sampai ke hati, dan ada pula cahaya yang di izinkan Allah untuk masuk ke dalam hati. (abi sorban)

  • NU ADALAH ORMAS PALING ANEH DI DUNIA

    NU ADALAH ORMAS PALING ANEH DI DUNIA

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Itulah sekelumit ulasan Prof Alan Nielsen, seorang pengamat inteljen Barat. Bagaimana tidak? Sejak kelahirannya, NU selalu difitnah dan diintimidasi dan ingin dihabisi keberadaannya.
    Mulai tahun 1955-1998, pergerakan dakwah dan politiknya diawasi super ketat oleh penguasa, sehingga ingin mengadakan pengajian minta ijin sulitnya minta ampun, dan NU tak diberi ruang sedikitpun untuk menghidupkan “strukturalnya” .
    Ia mengibaratkan “NU itu ibarat manusia yang dipotong lehernya tapi ia masih bisa berlari dan hidup”, padahal jika organisasi apapun akan hancur jika di habisi kepalanya (strukturnya).
    Nazi, NII, NI, Masyumi, PKI, dan banyak lagi, semua tinggal nama. Tapi tidak dengan NU yang masih tetep eksis dan berkembang pesat hingga sekarang, yang terjadi malah sebaliknya, “siapa yang memusuhi NU akan hancur dengan sendirinya.”
    Sejarah membuktikan organisasi-organisasi terdahulu yang hancur itu karna mereka selalu memusuhi NU, mulai dari PKI ,Masyumi, DII, TII, NII, bahkan orde baru yang mengintimidasi NU selama 32 tahun pun kini hanya tinggal nama.
    Maka sesungguhnya andai NU ini sebagai organisasi yang bukan didirikan oleh para ulama/aulia dan bukan organisasi yang diridhoi Allah tentu NU sudah hancur sejak dari dulu.
    Saudi dan sekutunya hanya membutuhkan waktu kurang lebih 5 tahun untuk meluluh lantakkan Irak, Libya, Suriah, Afganistan, tapi ia tak mampu menguasai indonesia meski telah menghabiskan milyaran dollar, karna di NKRI masih ada sebuah organisasi yang bernama NU. (abi sorban)
  • Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Islam Salafi di Kuala Lumpur

    Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Islam Salafi di Kuala Lumpur

    • Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa
      Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa

    Menteri urusan Agama Malaysia, Mujahid Yusof Rawa saat merespon statemen Zakir Naik, pemimpin Salafi India yang berdomisili di Malaysia mengungkapkan, Islam yang disebarkan Zakir Naik tidak mendapat tempat di negara ini.

    IRNA Selasa (25/9) melaporkan, Mujahid Yusof Rawa dalam sebuah seminar dengan tema Islam dan Kedalanya di Masyarakat Multietnis mengkritik pidato Zakir Naik terkait pelecehan terhadap seluruh agama.

    Seraya mengisyaratkan sejumlah statemen Zakir Naik, Rawa menjelaskan, tidak boleh melecehkan dan menghina agama lain baik itu di pidato maupun statemen. Yang seharusnya menurut Rawa adalah dakwa Islam harus dilakukan dengan metode yang moderat dan seimbang.

    SORBANSANTRI.COM
    Zakir Naik

    Menteri Agama Malaysia menilai rahasia kesuksesan dakwah Islam di masa lalu adalah tidak menyerang agaman lain. Ia menjelaskan, Islam agama kasih sayang dan tidak ada tempat pelecehan kepada agama lain di Islam.

    Naik diusir dari India tahun 2016 karena didakwa menyebarkan ideologi Salafi dan Wahabi. Ia juga didakwa melakukan pidato propagandis yang berujung pada serangan teror di Dhaka tahun 2016. Insiden teror tersebut menewaskan 22 orang. (MF)

    (SUMBER)

  • BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    BERDIRINYA ANSOR MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    Tangan dingin Kyai Achyat Chalimy

    Kyai Achyat Chalimy, biasa dikenal dengan panggilan Abah Yat. Beliau adalah sosok yang selalu ada dalam denyut organisasi NU di Mojokerto. Sebagai santri Tebu Ireng, Achyat Chalimy langsung terlibat dalam kepengurusan Jam’iyah yang didirikan oleh gurunya, Mbah Hasyim Asy’ari. Abah Yat sangat disegani karena rendah hati.

    Lahir di Mojokerto pada tanggal 23 Maret 1918, Achyat sudah ditinggalkan ayahnya sejak dalam kandungan. H. Chalimy meninggalkan janin dalam kandungan Hj Marfuah ketika usia 6 bulan. Karena sudah tidak miliki ayah maka Achyat berdua dengan kakaknya, Aslan diasuh oleh ibunya.

    Pendidikan formal diterima di Volkschool Miji atau Sekolah Rakyat. Sekolah yang hanya diperuntukkan bagi orang pribumi itu dilaluinya hingga lulus tahun 1926. Meskipun berasal dari keluarga yang cukup mampu, seorang anak seperti Achyat tidak bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Beliau tidak memiliki darah priyayi sebagai syarat meneruskan sekolahnya. Selanjutnya pendidikan pesantren menjadi pilihannya dengan mondok di Tebu Ireng Jombang. Tahun 1933, tujuh tahun kemudian pemuda Achyat meninggalkan pesantren Tebu Ireng.

    Jiwa sosial sudah tampak ketika ada di Tebu Ireng. Meskipun dikenal sebagai anak Yatim, Achyat senang memberi sedekah. Tidak jarang beliau mengundang kawan-kawannya untuk makan nasi liwet yang dimasaknya sendiri. Sikap semacam itu yang terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Kyai Achyat tidak pernah menonjolkan diri untuk tampil di depan. Peran sebagai “tukang masak” itu yang terus diperankan hingga akhir hayatnya.

    Jenjang organisasi pertama yang ditapaki Achyat adalah sebagai ketua Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO) Mojokerto. Pada tahun 1934 secara resmi ANO berdiri atas prakarsa Achyat bersama beberapa pemuda sekitar Mojokerto. Dengan memanfaatkan jaringan santri ANO Mojokerto cepat menyebar ke daerah lainnya di wilayah Mojokerto.

    Pada saat itu, daerah Mojokerto secara administratif terdiri dari empat wilayah kawedanan. ANO juga mengikuti pola tersebut saat membentuk kepengurusannya. Para pimpinan ANO kawedanan tercatat nama Moenasir, Munadi dan Mustaqim dari kawedanan Mojosari. Wilayah kawedanan Jabung dipimpin oleh Sofwan dan Abdul Halim. Mansyur Solikhi bersama Imam Mahdi memimpin ANO Mojokasri. Sementara dari Kawedanan Mojokerto dibawah kendali Achyat Chalimy, Ahmad Rifai dan Samsumadyan.

    Pada suatu hari para pemuda itu berkumpul di langgar panggung Kradenan. Mereka datang atas undangan Mahfudz sebagai tuan rumahnya. Pertemuan yang diawali dengan rujakan itu pada akhirnya menunjuk Achyat Chalimy selaku nahkoda organisasi pemuda yang baru berdiri tersebut.

    Perkembangan ANO Mojokerto dalam waktu relatif singkat dapat diterima kalangan pemuda. Kemampuan manajerial Achyat Chalimy mulai tampak dan diperhitungkan orang. Selain sikap kepemimpinan, beliau juga memiliki ketrampilan mengetik dengan menggunakan sepuluh jari. Kemampuan yang langka saat itu, karena kecepatannya menggunakan perangkat tulis itu Achyat sempat ditunjuk sebagai sekretaris Majelis Diskusi Pesantren Tebu Ireng yang dipimpin oleh Wahid Hasyim.

    Berawal dari keberhasilan membangun ANO tersebut, Achyat selanjutnya diminta menjadi sekretris di NU Mojokerto. Tahun 1938 terbentuk kepengurusan NU yang dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi sebagai Rois dan wakil Rois Syuriah. Pada jajaran Tandfidziyah, Ketua :Kyai Achmad Dimyati, Sekretaris : Achyat Chalimy dan Kamad sebagai Bendahara.

    Sebelumnya, jajaran pimpinan NU Mojokerto yang terbentuk tahun 1928 dipimpin oleh Kyai Zainal Alim dan Kyai Nawawi selaku Syuriah. Tandfidziyah diketuai oleh Maslam, Sekretaris : Den Hafi, Bendahara : Kamad.

    Dengan ditunjuk sebagai sekretris NU maka praktis Achyat memimpin dua organisasi di NU tersebut. Posisi yang dipegang hingga Jepang datang.

    SORBANSANTRI.COM

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • KYAI NAWAWI YANG MENEPATI JANJI

    KYAI NAWAWI YANG MENEPATI JANJI

    SORBANSANTRI.COMKisah pemakaman Syuhada Kemerdekaan

    Selasa, 23 Agustus 1946, Mojokerto diliputi duka. Seorang syuhada telah tiada, pergi menghadap padanya. Keinginannya untuk gugur di medan perjuangan tercapai dan kepergiannya diiringi berjuta doa.

    Kyai Nawawi adalah Rois Syuriah NU Mojokerto kedua setelah meninggalnya Kyai Zainal Alim. Kyai berpostur kecil itu dikenal memiliki keberanian yang besar. Meskipun menduduki berbagai jabatan tetapi dia tidak pernah tinggal diam di garis belakang. Beliau lebih senang ikut bertempur di garis depan untuk memberi tauladan pada anak buahnya, para anggota Lasykar Sabilillah Mojokerto yang dipimpinnya.

    Kerap kali ulama asal Desa Kemantren Mojokerto itu berkata, “Kalau kalian kurang giat saya pimpin, kalian akan saya tinggal. Saya ingin bertemu bidadari di akhirat nanti..”. Kalimat yang beliau tunjukkan dengan menolak mundur ketika lawan mengepungnya di dusun Botokan Desa Plembungan Sukodono Kabupaten Sidoarjo pada tanggal 22 Agustus 1946.

    Pada tubuhnya terdapat beberapa tusukan bayonet, salah satunya tepat di lehernya. Darah segar terus mengucur dari tubuhnya. Kyai pemberani itu memang menjadi incaran lawan. Dan hari itu, di belakang rumah H. Nur Hasan, jenazahnya diketemukan.

    Jasad Kyai Nawawi berhasil diselamatkan setelah pasukan pejuang membunuh semua pasukan lawan yang mengeroyok sang kyai. Pada hari itu juga jenazahnya dibawa pulang ke Mojokerto.

    Gugurnya Kyai Nawawi cepat menyebar di daerah asalnya. Ribuan orang sudah menyambut memenuhi halaman stasiun Mojokerto. Ketika diturunkan dari gerbong kereta api yang membawanya dari stasiun Tarik langsung disambut dengan Isak tangis kesedihan. Cucuran air mata yang berbaur dengan tetesan darah segar yang masih keluar saat Kyai Nawawi dibawa ke langgar Jagalan, rumahnya.

    Esok pagi, pemakaman sudah ditetapkan. Keluarga beliau memilih komplek pemakaman umum Losari Gedeg sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Tawaran untuk dimakamkan di Taman Bahagia Mojokerto, sekarang disebut Taman Makam Pahlawan Gajah Mada, ditolak dengan alasan pesan Kyai Nawawi yang ingin dimakamkan bersama warga lainnya. Ya, beliau ingin tetap bersama warga lainnya sebagai orang biasa.

    Proses pemakaman berlangsung haru. Ribuan pelayat berdatangan dari berbagai penjuru. Saat keranda diberangkatkan, pengiring berjejal di sepanjang jalanan dari rumah hingga komplek makam yang berjarak sekitar 2 kilo meter tersebut. Saking banyaknya orang, untuk masuk dan menyaksikan pemakaman pun sulit sekali.

    Upacara pemakaman dipimpin oleh Kyai Abdul Ghani, penghulu Mojokerto. Para pejabat pemerintahan dan komandan militer ikut menyaksikan untuk memberi penghormatan terakhir pada Kyai yang berprofesi sebagai tukang jahit tersebut. Dan ribuan orang menjadi saksi bahwa beliau adalah syuhada yang gugur membela negeri. Kyai Nawawi menepati janji sekaligus menunjukkan bagaimana melaksanakan Fatwa Jihad gurunya, Mbah Hasyim Asy’ari.

    Besarnya perhatian rakyat Mojokerto saat pemakaman berlangsung menunjukkan betapa beliau sangat dihormati. Sebagai tokoh penting kala itu, Kyai Nawawi tidak segan mendampingi langsung para pejuang republik bertempur di garis depan. Wafatnya beliau sedemikian heroik dengan tidak menyerah meski telah dikepung musuh. Pada akhirnya, seperti yang dinadzarkannya, Kyai Nawawi memenuhi takdirnya sebagai syuhada, syahid di medan laga

    Untuk mengenang jasa Kyai Nawawi dibuatlah monumen sederhana di lokasi gugurnya sang Syuhada. Monumen itu dibuat atas prakarsa Kyai Achyat Chalimy, Ketua NU Mojokerto yang sekaligus meresmikannya dengan menandatangani prasasti.

    Sumber: Serpihan Catatan Ayuhanafiq

  • Kiai Maksum Lasem dan “Rahasia” Shalawat Nariyyah

    Kiai Maksum Lasem dan “Rahasia” Shalawat Nariyyah

    SORBANSANTRI.COM

    Ada tiga tokoh besar dari Lasem, Rembang, yang memainkan peranan penting dalam sejarah pendirian NU: Kiai Maksum (ayahanda dari Kiai Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta), Kiai Baidlawi, dan Kiai Kholil (ini bukan Kiai Kholil Kasingan; beliau juga pendiri dan pengasuh Pondok al-Nur Lasem).

    Ketiga sosok ini adalah salah satu pendiri NU, dan hidup segenerasi dengan Hadlratusysyaikh Hasyim Asy’ari (kakek Gus Dur). Konon, Mbah Hasyim (begitu beliau sering dipanggil) memanggil Kiai Maksum dengan sebutan “Kangmas”, karena dari segi umur, beliau satu tahun lebih muda dari kiai Lasem itu.

    Berkat jasa-jasa mereka ini, Lasem diberikan status “istimewa” hingga sekarang sebagai Cabang Khusus NU (PCNU Lasem). Padahal status “cabang” hanya berlaku untuk daerah setingkat kabupaten, sementara Lasem hanyalah kota kecamatan. Status ini jelas untuk menghargai kota Lasem yang telah “menyumbangkan” tiga kiai penting dalam barisan pendiri NU.

    Kisah berikut ini saya terima dari Gus Zaim (cucu Kiai Maksum Lasem, dan putera Kiai Ahmad Syakir bin Kiai Maksum). Sementara Gus Zaim menerima kisah ini dari Kiai Imron Hamzah (pernah menjabat sebagai Rois Syuriyah PWNU Jawa Timur). Kisah berikut ini berkaitan dengan tradisi salawat Nariyyah yang amat populer di kalangan nahdliyyin.

    Di Lasem dan beberapa pesantren di seluruh Jawa, ada tradisi membaca salawat Nariyyah sebanyak 4444 kali dengan “kaifiyyah” atau cara tertentu (kalau kaifiyyah-nya ndak pas, tentu kurang “mandi” alias efektif). Tetapi, model salawat Nariyyah yang di-ijazah-kan oleh Kiai Maksum, menurut penuturan Gus Zaim, berbeda dari (berbeda “dari”, bukan “dengan”) versi yang umum beredar.

    Versi Kiai Maksum: “… ‘ala Muhammadin tanhallu bihi al-‘uqad…,” tanpa kata sambung “alladzi” sebagaimana versi yang biasa kita dengar.

    Konon, ini adalah versi salawat Nariyyah yang diwarisi oleh Kiai Maksum dari leluhurnya yang berasal dari tanah Minangkabau: Sultan Mahmud atau Sunan Mingkabau (dimakamkan di kawasan Bonang, sebelah timur Lasem). Menurut beliau, versi ini lebih “cespleng” dari “versi alladzi” yang umum dipakai.

    Suatu saat, Kiai Imron Hamzah yang juga santri Kiai Maksum itu, memberanikan diri untuk bertanya: “Kiai, kenapa kok salawat ini dibaca 4444? Kenapa harus sebanyak itu? Apa alasannya?”

    “Begini ya, Cung,” kata Kiai Maksum, menjawab dengan sabar pertanyaan Imron Hamzah muda. “Setiap angka itu ada sirr-nya, ada rahasianya.” Kiai Maksum berhenti sejenak. Tetapi Imron Hamzah muda ndak sabar, lalu menyergah dengan nada agak meninggi:

    “Apa RAHASIANYA, Kiai?”

    Dengan santai, Kiai Maksum menjawab: “Ya saya ndak tahu. Kalau saya tahu, namanya bukan sirr, bukan rahasia lagi.”

    Lemaslah Kiai Imron Hamzah. 😁😁😁

    Penulis: Kiai Ulil Abshar Abdalla

  • Yang terlupakan dan dilupakan oleh “Mereka Disana”

    Yang terlupakan dan dilupakan oleh “Mereka Disana”

    Infokom NU Mojokerto: Kami tetap ber-ziarah meskipun pengikut engkau tidak men-ziarahimu

    Karena kami tahu engkau pahlawan Bangsa yang sealiran,seaqidah dan seguru dengan maha guru Kami. Meskipun generasi pengikut engkau telah sedikit demi sedikit membelokan ajaran Aqidahmu. Semoga Engkau dikumpulkan dan dipertemukan dengan Maha guru kami ditempat yang sangat Mulia. AMIN….

    AL FATIHAH.

    By.Chisbulloh/Irul infokom