Tag: sorbansantri

  • ISYARAT SANG KYAI -bag 1-

    ISYARAT SANG KYAI -bag 1-

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Para kyai, yang ‘alim ‘allamah dan wira’i senantiasa di kuasakan oleh Allah untuk menjaga jam’iyah kita tercinta, Nahdlatul Ulama.

    Beliau-beliau yang seperti di sampaikan dalam Al-Qur’an, sudah mencapai tingkatan : la takhafuu lawmata laaim ; tidak takut akan cacian manusia.

    Salah satu dari sekian banyak ulama di NU, adalah : KH. Anwar Manshur, Rais Syuriyah PWNU JATIM saat ini, kyai -yang menurut kami- sangat alim, allamah dan sangat wira’i.

    Beliau ini dalam setiap event pilihan, baik pemilu legislatif atau pilihan jabatan politik -semenjak reformasi- istiqamah untuk memberikan isyarat pilihan kepada para santri, Muhibbin dan Nahdliyyin pada umumnya.

    Tentu ini berdampak banyak hal pada beliau ; pujian, sanjungan, dan bahkan cacian dan makian juga pernah beliau rasakan.

    Banyak juga alumni dari pesantren asuhan beliau, pernah mengeluh atau tepatnya ngeman terhadap sikap beliau dalam setiap event pemilihan politik, yang bisa jadi akan memberi efek negatif pada Sang Kyai.

    Beliau tetap keukeuh dengan prinsip beliau ini, dan di setiap event pilihan politik bisa di pastikan beliau akan selalu memberikan isyarat pilihan beliau pada masyarakat luas.

    Teringat dawuh Gus Dur ; “Orang yang masih terganggu dengan hinaan dan pujian manusia, dia masih hamba yang amatiran”. (abi SORBAN)

    #santri nderek kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nu jama’ah – NU jam’iyah

  • BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    BANSER jalan kaki madiun banyuwangi memperingati hari pahlawan, hari santri nasional

    SORBAN SANTRI ~ Kalau pada hari pahlawan warga masyarakat banyak yang melakukan upacara untuk memperingati hari bersejarah itu, ada seorang BANSER dari madiun jawa timur untuk mengenang dan memperingati hari pahlawan dia melakukan napak tilas dengan berjalan kaki seorang diri dari kota madiun menuju srono banyuwangi tempat deklarator ANSOR pertama kali, BANSER tersebut bernama EKO HADI memulai perjalannya hari selasa(10/11/2020) sekitar jam 11, Meskipun usia sudah 54th dan sudah mempunyai dua cucu dari kedua anaknya tapi semangatnya bagaikan usia 17 tahun

    SORBANSANTRI.COM

    Sahabat EKO HADI BANSER MADIUN sambil membawa bendera BANSER saat milintas di mojokerto

    Madiun banyuwangi memang satu propinsi tapi satu di wilayah barat jawa timur dan yang satunya di wilayah timur jawa timur dengan jarak kurang lebih 420km dan bila di tempuh dengan jalan kaki bisa 4 atau 5 hari tanpa istirahat namun sahabat EKO HADI seorang BANSER ini dengan semangat yang tinggi mengerakan langkahnya untuk mengenang jasa jasa para pahlawan yang mungkin akan lebih dari satu minggu karena di perjalanannya dia juga singgah ke makam para kyai dan ulama yang di liwati jadi jarak tempuh bisa mencapai 600km

    Saat melintas di mojokerto team SORBAN sempat mewawancarainya dan bercerita bahwa BELIAU sempat mampir ziarah ke makam para kyai yang di liwati, antara lain KH WAHAB HISBULLOH , MBAH SAYIT SULAIMAN, bahkan mampir juga ke makam RIYANTO BANSER pahlawan kemanusian dengan di dampingi beberapa peesonil banser kota mojokerto, saat memasuki wilayah bangsal mojokerto kehadirannya di sambut 20 personil BANSER SATKORYON BANGSAL dan pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ziarah ke makam BANSER RIYANTO pahlawan kemanusiaan

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan BANSER SATKORYON BANSAL kepada sahabat EKO HADI

    BELIAU melakukan napak tilas ini selain memperingati hari pahlawan juga hari santri nasianol serta sumpah pemuda dengan harapan bisa mengugah para kader ansor dan pemuda pemuda agar lebih semangat dan termotifasi lagi dalam berorganisasi di ANSOR BANSER guna mengisi kemerdekaan yang di raih oleh para kyai dan pahlawan

    Salah satu pengurus PAC GP ANSOR BANSAL Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM yang ikut menyambut kehadiran sahabat EKO mengatakan ” Ini salah satu pelajaran yang di berikan oleh sahabat EKO HADI dari Madiun karena dengan usia 54 BELIAU tetap semangat berorganisasi dan loyalitas yang tinggi untuk organisasi, kita yang masih muda muda ini harus bisa meniru semangat beliau, dan semoga perjalanan BELIAU lancar tidak ada halangan apapun”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus MUHAMMAD KHOIRUL ANAM pengurus PAC GP ANSOR BANGSAL

    Setelah istirahat sebentar dengan minum teh hangat yang di sajikan oleh sahabat sahabat BANSER bangsal beliau langsung meneruskan perjalanan ke mojosari dan di mojosaripun sudah menunggu beberapa personil BANSER

    by: sodikin sorban

  • Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    Kyai Samsuri,Eks Pasukan Diponegoro di Gunung Kebo Trenggalek

    SORBANSANTRI.COM

    Sorban Santri– Diantara pasukan Diponegoro yang lari ke Trenggalek adalah Kyai Samsuri (kiri, surban putih), yang menetap di utara Gunung Kebo. Kyai Samsuri dianugerahi umur panjang. Meski tidak diketahui dengan pasti tanggal kelahirannya, namun ketika wafat pada 1976, anak cucunya memastikan bahwa usianya kurang lebih 220 tahun. Tidak heran jika banyak masyarakat Trenggalek, terutama yang usia paruh baya, yang sempat ”menangi” dengan kiai jaduk ini.

    Semasa hidupnya, kyai yang mempunyai tradisi menyembelih kerbau tiap Jum’at Kliwon ini menjadi rujukan mayarakat. Mulai dari masalah pribadi seperti rizki, jodoh, hingga keturunan, hingga persoalan pemerintahan.

    Menurut penuturan keturunannya, awalnya Kyai Samsuri memulai berdakwah di daerah Gunung Kebo (Sambirejo, Trenggalek) bersama dua karibnya yang juga bekas pasukan Diponegoro. Keduanya adalah Kyai Abdullah Hafidz atau yang dikenal dengan Mbah Jenggot dan Eyang Kamdi. Pada perkembangannya, untuk makin meluaskan dakwah, Mbah Jenggot sedikit bergeser ke utara, ke sebelah utara Sungai Ngasinan, sedangkan Eyang Kamdi bergeser ke selatan.

    Pada 1910, Kyai Samsuri mendirikan masjid yang juga dimaksudkan untuk sarana mengaji masyarakat sekitar. Pada perkembangannya, seiring kedatangan santri dari luar, maka didirikan pula bangunan pondok. Pondok tersebut dinamakan Pondok Gunung Kebo.

    Satu dasawarsa paska kewafatannya, tepatnya pada tahun 1988, dakwahnya diteruskan oleh cucunya yang bernama Misni (1942–2001). Kyai Misni yang mewarisi kealiman dan kejadukan kakeknya ini kemudian menamai pesantrennya dengan Hidayatul Mubtadiien, tabarrukan kepada Pondok Hidayatul Mubtadiien Lirboyo. Ini karena memang Kyai Misni merupakan alumni Lirboyo.

    Kyai Misni wafat pada tahun 2001 ketika melaksanakan haji, saat proses haji wada’. Jenazahnya dimakamkan di Ma’la (kurang lebih 3 meter dari maqbarah Sayyidah Siti Khadijah).

    Saat ini, Pondok Gunung Kebo —begitu orang lebih mengenal— diasuh oleh KH. Miftahul Hakim Ahmad (Gus Hakim), putra pertama Kyai Misni.

    Meski kegiatan mengaji madrasah terus berjalan, namun, sekarang, Pondok Gunung Kebo lebih dikenal sebagai tempat pemondokan dan pengobatan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), yang merupakan unit baru yang diasuh putra kedua, Muhammad Ali Wafa (Gus Muh).(androw dzulfikar)

    #samsuri
    #misni
    #gunungkebo
    #pasukandiponegoro

  • ESENSI KHITTAH NU -bag 2-

    ESENSI KHITTAH NU -bag 2-

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- KH. Wahid Hasyim (Ayahanda Gus Dur) adalah tokoh pertama yang menyuarakan Khittah. Dan ini di pahami dengan benar oleh penerus sanad keilmuan beliau , yakni KH. Ahmad Shiddiq. Beliau inilah yang memformulasikan konsepsi Khittah NU bersama Gus Dur, putra KH. Wahid Hasyim.

    NU TIDAK KEMANA², TAPI ADA DI MANA².
    Ungkapan ini sangat terkenal di awal era pemberlakuan Khittah (Pemilu 1987). Ungkapan ini sebenarnya segaris dengan gerakan yang digagas oleh tokoh-tokoh NU saat itu, yakni ; PENGGEMBOSAN PPP.

    Sebuah ungkapan, seyogyanya kita pahami makna yang tak tertulis. Satu contoh ; “Islam kami adalah Islam tanpa sekat, tanpa memperhatikan golongan”
    Ungkapan ini, sebenarnya ingin menghilangkan sekat golongan, melepas sekat madzhab dan mengajak semua orang Islam untuk masuk ke dalam golongan mereka.

    NU yang sejak tahun 1972 – 1984 berfusi di dalam sebuah partai, dengan ungkapan tersebut, NU membebaskan Nahdliyin untuk memilih, tentu dengan maksud utama adalah menghabiskan kekuatan partai tersebut, yang tidak “memperhatikan NU”

    Kalau di cermati dalam perjalanan sejarah, ungkapan NU TIDAK KEMANA-MANA, TAPI ADA DI MANA-MANA ini tidak lagi di dengungkan saat reformasi datang, pada tahun 1998. (abi sorban)

    #santri nderek kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nujamaah-nujamiyah

  • NAPAK TILAS HARI PAHLAWAN ANSOR BANSER PC KOTA TEGAL

    NAPAK TILAS HARI PAHLAWAN ANSOR BANSER PC KOTA TEGAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI KOTA TEGAL- Ratusan pemuda anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda Ansor di Kota Tegal, Jawa Tengah, melakukan aksi long march dari Gedung Kantor PCNU Kota Tegal menuju Taman Makam Pahlawan Pura Kusuma Negara. Aksi long march ini dilepas langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Tegal, Sarwo Edi, di halaman Gedung Kantor PCNU, Selasa (10/11 /2020) 20.00 WIB.

    “Bismillahirohmanirrohim, merdeka… merdeka…merdeka” demikian Sarwo Edi saat mengangkat bendera Merah Putih tanda pelepasan rombongan.

    SORBANSANTRI.COM
    Kanan-Kiri : Habib Husein Bahir bin Yahya (Kasatkorcab), Sarwo Edi (Ketua PC), Rif’an Afif (Ketua MDS RA)

    Menurut Sarwo Edi, aksi long march ini dilakukan sebagai media meresapi spirit perjuangan para pahlawan. “Dahulu para pahlawan tanpa mengenal lelah berjuang untuk kemerdekaan bangsa ini. Perjuangan mereka tidak mudah. Perjuangan mereka disertai pengorbanan harta, raga dan jiwa. Maka dengan long march ini kita berharap bisa mengambil pelajaran betapa berjuang untuk agama, Nusa dan Bangsa mensyaratkan pengorbanan” tutur Sarwo sebelum melepas rombongan.

    Rombongan peserta dipimpin langsung oleh Kasatkorcab Banser Kota Tegal, Habib Husein Bahir bin Abu Bakar bin Yahya, langsung bergerak berjalan kaki menuju TMP Pura Kusuma Negara melalui rute Jl. Wisanggeni, Jl. Nakula, Jl. Nusa Indah, Jl. Kemuning, Jl. Tanjung, Jl. Cempaka, dan Jl. Melati. Meski berjalan kaki, para peserta tetap semangat mengibarkan bendera Merah Putih sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Aksi jalan kaki ini pun menarik perhatian dari masyarakat maupun pengendara yang kebetulan melintas.

    Tiba di makam pahlawan, para peserta langsung melakukan doa bersama dan tabur bunga. Sebagaimana tradisi warga NU, doa dalam ziarah tersebut diawali dengan pembacaan tahlil. “Ziarah dan doa ini sebagai salah satu wujud terima kasih kita kepada para pahlawan. Kenikmatan hidup yang kita rasakan ini tidak lepas dari jasa mereka” kata Habib Husein.

    Menurut Habib Husein, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November. Selain itu, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meneguhkan rasa cinta kepada tanah air,” Dengan berziarah ini setidaknya kita jadi ingat kembali bahwa para pahlawan telah memberi teladan betapa pentingnya mencintai tanah air. Maka kita sebagai generasi pewaris harus meneruskan perjuangan mereka dengan menjaga keutuhan dan kedamaian negeri ini, serta menghalau segala upaya yang bertujuan menghancurkan negeri kita tercinta” pungkasnya. ( MOCH KURNIAWAN)

  • ESENSI KHITTAH NU Bagian 1

    ESENSI KHITTAH NU Bagian 1

    SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Muktamar NU 1984 adalah salah satu momen yang luar biasa, karena pada saat itu diputuskan Khittah NU, keputusan paling fenomenal dari jam’iyah mubarakah ini.

    Dalam momen-momen politik, mesti Khittah NU ini secara otomatis akan keluar. Ujug² kata Khittah menjadi sering di sampaikan oleh banyak pihak dengan tanpa harus memahami apa esensi Khittah itu sendiri.

    Formulasi rumusan Khittah NU di Situbondo ini sangat monumental karena menegaskan kembalinya NU sebagai jamiyah diniyah-ijtimaiyah. Rumusan ini mencakup pengertian Khittah NU, dasar-dasar paham keagamaan NU, sikap kemasyarakatan NU, perilaku yang dibentuk oleh dasar-dasar keagamaan dan sikap kemasyarakatan NU, ihtiar-ihtiar yang dilakukan NU, fungsi ulama di dalam jamiyah, dan hubungan NU dengan bangsa.
    Tetapi, dalam rangkaian formulasi Khittah ini yang sering di buat rujukan penyebutan kata ini hanya terbatas pada penegasan NU dalam ruang politik, yakni bahwa jam
    iyah secara orgnistoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatn manapun.
    Coba mari kita tashawwurkan (fikir/angen-angen) kata-kata ini untuk mencapai idrak (pemahaman yang tepat).

    Latar belakang munculnya Khittah, juga patut kita jadikan sebagai tambahan alur logis untuk memunculkan pemahaman tentang konsep ini ; Adalah keberadaan NU yang saat itu berfusi dalam salah satu parpol, yang di situ terkumpul berbagai macam aliran Islam. Kembali lagi NU merasakan pengerdilan seperti masa bergabung dalam MASYUMI, yang di sebut KH. Wahab Hasbullah dengan ukhuwah kusiriyah. Hal ini menyebabkan dakwah NU dibidang lainnya tidak maksimal.

    Keterlibatan NU dalam politik praktis sebagai parpol, juga di rasakan tidak efektif. KH. Wahid Hasyim adalah figur yang lebih awal yang menginginkan hal tersebut. Baginya, keterlibatan NU dalam gerakan politik, telah membuatnya melupakan diri pada persoalan-persoalan jamaah secara langsung.

    KH. Wahid Hasyim -sebagaimana di kutip Greg Fellay ; Ijtihad Politik Ulama : Sejarah NU 1952 – 1967- menyatakan : “saya sangat prihatin akan prospek politik yang mengalihkan NU dari tanggung jawab sosial dan keagamaannya sehingga ‘kepentingan umat tidak dilayani sebagaimana mestinya’.” (abi sorban)

    #Santri nderek Kyai
    #nderek kyai sampai mati
    #nujamaah-nujamiyah

  • Habib Ali al-Jufri: Mereka Bukan Menggambar Nabi, Tapi Menggambar Perbuatan Muslim yang Bertentangan dengan Ajaran Nabi

    Habib Ali al-Jufri: Mereka Bukan Menggambar Nabi, Tapi Menggambar Perbuatan Muslim yang Bertentangan dengan Ajaran Nabi

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Habib Ali al-Jufri memberikan tanggapan terkait salah satu tabloid di Perancis yang dianggap telah menghina Islam dengan menggambar nabi. Bukan marah dan memaki-maki sebagaimana beberapa orang, Habib Ali justru introspeksi diri.

    Menurut Habib Ali al-Jufri, orang yang menggambar nabi sejatinya mereka bukan menggambar nabi, melainkan menggambar perbuatan kita yang tidak seperti ajaran dan akhlak nabi.

    “Duhai Rasulullah, orang-orang bodoh yang menggambarmu, sejatinya bukan menggambarmu, melainkan menggambar apa yang mereka lihat pada diri kami, yang bertentangan dengan ajaran yang engkau bawa,” tutur Habib Ali al-Jufri dikutip dari Bincangsyariah.com.

    “Dulu pada saat kami belajar, jika kami mendatangi seorang yang alim, kami lebih senang belajar adabnya dulu daripada ilmunya” -Imam Az-Zuhri pic.twitter.com/jEOGw4bskR

    Akhlak Habib Ali al-Jufri ini mungkin perlu kita tiru. Saat ada orang yang kita anggap menistakan Islam atau menghina Nabi, jangan lantas kita marah kepada mereka. Siapa tahu, mereka berbuat demikian karena perbuatan kita yang membuat Islam terlihat rendah di mata pemeluk agama lain. Siapa tahu, mereka berbuat demikian karena melihat amal keseharian kita yang bertentangan dengan ajaran Islam dan akhlak nabi yang ramah dan damai. Kita tentu perlu introspeksi diri.

    Pernyataan Habib Ali al-Jufri ini juga senada dengan tausiyah Habib Umar bin Hafidz, yang juga merupakan guru beliau. Menurut Habib Umar, perbuatan semacam ini merupakan tindakan orang-orang bodoh yang tidak mengenal Islam dengan baik dan benar. Hal ini tentu menjadi PR bagi seluruh umat Islam untuk menebarkan citra Islam yang baik kepada semua orang. Kita bisa menganalkan ajaran Islam yang baik dan ramah melalui akhlak dan keseharian kita.

    Berbagai perbuatan kita yang dirasa malah menambah buruk citra Islam perlu kita hindari. Walaupun masih ada beberapa muslim yang suka marah-marah, mencaci maki, menghalalkan kekerasan, sejatinya bukan itu ajaran Islam.

    Kita perlu mengenal lebih banyak ajaran Nabi dengan memperhatikan akhlak beliau yang mulia. Satu hal yang paling penting sebagai cerminan akhlak nabi adalah pemaaf. Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Nabi SAW pernah dilempari batu dan dihina saat berdakwah di Thaif. Nabi bisa saja membalas mereka, namun itu diurungkan. Nabi malah memilih untuk berdoa agar mereka diampuni oleh Allah SWT.

    Semoga kita selalu menjadi pemuja dan pembela nabi dengan mengamalkan akhlak beliau yang mulia. Amin. (abi sorban)

  • LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    LBM NU Solo hadiri Bahsul Masail tingkat PWNU Jateng

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Senin, 9 November 2020 Perwakilan LBM NU Surakarta berangkat menuju Pondok Pesantren Luhur Mangkang Dondong Semarang untuk mengikuti Bahtsul Masail tingkat PWNU membahas beberapa masalah.

    LBM NU Solo mengirim 8 kader terbaiknya dalam Bahsul Masail, adapun delegasinya adalah

    1. Kyai AM Mustain Nasoha selaku Ketua LBM NU Surakarta dan Ketua Delegasi
    2. KH. Sofwan Fauzi
    3. Kyai Muslihin Solihin
    4. Ust. Rahmad Al Bazzar
    5. Ust. Rifan Adi Nugraha, S.H.
    6. Ust. Alif Adi Saputra, S. Kes.
    7. Ust. Muhammad Hafidz
    8. Ust. Setyawan Purnomo, S.Pd.

    Delegasi akan dibagi dalam 2 komisi:

    1. Komisi Maudluiyyah yang diketuai oleh Kyai AM. Mustain Nasoha membahas 2 masalah :

    1. Apa dlabith umum dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah.
    2. Apa dlabith dalam menentukan shighat termasuk sharih dan kinayah secara khusus dalam
      nadzar, udlhiyah, nikah, cerai, dhihar.

    2. Komisi Waqiiyah yang diketuai Kyai Muslihin Solihin ( Perumus LBM NU Surakarta ) yang akan membahas tentang bagaimana Pandangan Fiqih mengenai Syakhsiyah Maknawiyah Iktibariyah. Dan sahkah tasharrufnya.

    Romo Kyai Mustain Nasoha mengatakan bahwa LBM NU Solo sebelum berangkat telah melakukan pertemuan pertemuan internal unruk membahas 2 masalah tersebut, menurut beliau 2 masalah yang dibahas oleh PWNU Jawa Tengah ini sangat penting sekali. Agar masyarakat dalam masalah tersebut tidak melakukan pelanggaran dalam syariat.

    Dan beliau juga mengatakan bahwa kami senantiasa menunggu masyarakat. Jika ada masalah-masalah Fiqih atau Masalah Keseharian yang tidak terpecahkan dan diketahui hukumnya bisa bertanya kepada LBM NU Surakarta, bisa datang langsung ke Kantor PCNU Surakarta atau melalui kontak Humasnya 05868181006 ( Ust. Alif Adi Saputra ). (abi sorban)

  • Qiraat Langgam Jawa

    Qiraat Langgam Jawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Pada pengajian Maulid Nabi shalallahu alaihi wasallam semalam ada sesi tanya jawab, sayangnya yang bertanya kebanyakan para ustaz sehingga sebagian pertanyaan banyak mengarah kepada ilmu Balaghah dan Syair Arab, di antaranya ada pertanyaan: “Bagaimana hukum qiraat Langgam Jawa yang pernah ramai diperbincangkan?”.
    Karena saya bukan ahli di bidang ilmu Qira’ah, dulu saya pernah tanya kepada guru saya, KH Dzulhilmi Ghazali, Wakil Katib PWNU Jatim, Imam Besar Masjid Ampel dan salah satu Pimpinan di Jam’iyah Qurra’ wal Huffadz, beliau menjawab hukumnya makruh (tidak haram).
    Anjuran dalam membaca Al-Qur’an adalah dengan suara Arab, seperti dalam hadis:
    اﻗﺮءﻭا اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻠﺤﻮﻥ اﻟﻌﺮﺏ ﻭﺃﺻﻮاﺗﻬﺎ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻟﺤﻮﻥ ﺃﻫﻞ اﻟﻜﺘﺎﺑﻴﻦ ﻭﺃﻫﻞ اﻟﻔﺴﻖ (ﻃﺲ ﻫﺐ) ﻋﻦ ﺣﺬﻳﻔﺔ.
    “Bacalah Al-Qur’an dengan suara Arab. Jauhilah oleh kalian suara (langgam cara baca) dua ahli kitab -Yahudi dan Nasrani- serta orang fasik” (HR Thabrani dan Baihaqi dari Hudzaifah)
    Namun menurut para ulama hadis ini dinilai dhaif. Penjelasan yang sama terdapat dalam kitab berikut:
    ﻭﻳﺸﺒﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﺎ ﻳﻔﻌﻠﻪ اﻟﻘﺮاء ﻓﻲ ﺯﻣﺎﻧﻨﺎ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻱ اﻟﻮﻋﺎﻅ ﻣﻦ اﻟﻠﺤﻮﻥ اﻟﻌﺠﻤﻴﺔ ﻓﻲ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺎ ﻧﻬﻰ ﻋﻨﻪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ –
    “Demikian halnya yang dilakukan para Qari’ di zaman kita saat ini di depan para penceramah dengan langgam selain Arab ketika membaca Al-Qur’an, seperti yang dilarang oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam” (Mirqat Al-Mafatih No hadis 2207). (abi sorban)
  • Rutinan Jantiko Mantab di PP. Al-Falah Pacet Mojokerto

    Rutinan Jantiko Mantab di PP. Al-Falah Pacet Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Jum’at, 06 Nopember 2020. Dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H Pondok Pesantren Al Falah Pacet Mojokerto mengadakan giat rutin Majlis Semaan Al-Quran dan Dzikrul Ghofilin yang dimulai sejak Pukul 10.00 sampai dengan 22.00 wib.

    Kesigapan Satkoryon Banser Pacet Mojokerto dalam mengawal kegiatan tersebut sangat diperlukan, dikarenakan lokasi area parkir tamu undangan dari berbagai wilayah begitu minim, sehingga diperlukan koordinasi dan maping area kegiatan yang sudah dilakukan 1 minggu sebelum kegiatan tersebut dimulai. Dalam kondisi seperti ini maka, satkoryon banser pacet membagi setidaknya ada 6 pos yang dirasa diperlukan dalam kegiatan tersebut.

    Menurut informasi dari sahabat banser Syafi’il Anam ” Tamu dari kediri sudah hadir pukul 10.00 wib, kebanyakan adalah rombongan dengan kendaraan elf”. Dari semua jalannya acara kegiatan,peran banser memang sangat diperlukan mulai dari parkir sampai pengawalan para kyai. Sekitar ada ± 50 personil Banser yang siaga dan siap menjaga jalannya acara tersebut.

    Alhamdulillah acara Majlis Semaa’n Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin kali ini dihadiri oleh peserta pasangan cabub dan cawabub 2020 Kab. Mojokerto. Dan sekitar ada 1500 an jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur Yang rata-rata banyak jama’ah lokal dari Kecamatan di Mojokerto diantaranya Pacet, Trawas, Kutorejo, Gondang, Jetis, Kemlagi, Pungging, Mojosari, dll. (abi sorban)